Best Memories of 2014

Best memories of 2014

Penghujung Tahun 2014, rasanya waktu begitu cepat berlalu, dan sudah berada dipenghujung tahun 2014. Begitu banyak suka, duka, nestapa, tawa, canda, jatuh, bangun dan lainnya. Sepertinya, asyik juga untuk menceritakan kembali beberapa kejadian menarik sepanjang 2014. Judulnya aja Best Memories of 2014, iya ngga? 

Januari
#NgintipBareng Blogfam, Foto by Meity Iskandar

  • Ngintip Bareng Blogfam

Januari di buka dengan adanya #NgintipBareng Blogfam, sebuah kegiatan yang positif untuk yang suka belajar fotografi seperti saya ini. Meski punya kamera DSLR dari beberapa tahun lalu, lantas tak mesti harus berpuas diri, dan berhenti belajar, makanya saya ikut #NgintipBareng bersama Blogfam.

Silahkan membaca : #NgintipBareng Blogfam

  • Travel Work : Surabaya, Jember, Ciganjur & Pontianak 

Sebagai Auditor, saya sering jalan-jalan keluar kota. Jujur saja, saya pertama kali naik pesawat pun berkat pekerjaan saya sebagai Auditor. Thanks God. Januari di kalender seorang Auditor adalah tanggal hitam semua. Untuk sekedar libur di hari sabtu atau minggu pun saya harus bisa mengatur waktunya. Namun, kadang ada berkahnya juga jadi Auditor, yaitu bisa jalan-jalan kemana-mana, salah empat kota yang saya kunjungi dalam Januari adalah Surabaya, Jember, Ciganjur dan Pontianak.

Silahkan membaca : TravelWork : Surabaya Jember & TravelWork : Pontianak

Februari




  • Kunjungan ke Muara Gembong (Konservasi Lutung)

Sebenarnya kunjungan ke Muara Gembong adalah bagian dari perjalanan penyerahan sumbangan untuk korban bencana banjir yang melanda daerah Bekasi Utara. Setelah menyerahkan bantuan di daerah Bekasi Utara, saya pun menyingahi Muara Gembong.  Sebuah konservasi dan habitat dari lutung-lutung dan kera yang sangat dilindungi.

Foto-foto dokumen oleh Mas Bisot : Foto-foto Muara Gembong

one of my picture, masih amatiran fotonya :D

  • Indonesia Fashion Week 
Siapa sih yang ngga senang diajakin nonton fashion show? Dan kesempatan itu datang pada saya saat itu, and I happy being part of Indonesia Fashion Week. I collected many picture from the momment.


Maret 


  • Blogger Bicara Lingkungan 
Masih lekat diingatan saya peristiwa #asapriau yang sangat menganggu tidak saja Indonesia, namun negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia pun turut merasakan dampak dari asap tersebut. Dan, akar dari permasalah  tersebut adalah pembakaran liar oleh petani yang akan membuka lahan. Nah, dalam Blogger Bicara Lingkungan yang diadakan oleh Blogdetik ini mengajak blogger dan masyarakat untuk sadar dalam menjaga lingkungan, mulai dari kita, mulai dari diri sendiri dalam menjaga lingkungan.

Silahkan membaca : Blogger Bicara Lingkungan 

April 


  • Pasar Senggol Summarecon Bekas
Jajan dan jalan-jalan sepertinya lekat banget bagi saya. Bagi saya Jalan dan Jajan seperti dua hal yang tak terpisahkan. Dan, di Pasar Senggol Summarecon Bekasi ini semuanya bisa ditemukan. Saya suka jalan-jalan ke Bekasi, dan saya suka jajan di Pasar Senggolnya.



  • Office Outing : Bandung
Menimati martabak San Fransisco, menyicipi batagor yang asli di Bandung, kemudian menginap di salah satu Villa di daerah Bandung, menikmati segelas susu murni di daerah Bandung juga (lupa nama tempatnya), kemudia barbequan, what a memories. 

Mei 


  • Backpacker : Semarang 
Semarang sudah seperti kota kedua setelah kota Pemalang. Kuliah disana. Mengerti dunia luar di sana. Belajar organisasi di sana. Dan, belajar tentang kehidupan semuanya disana awalnya. Kebetulan Pada saat Mei ini ada acara menarik yang digelar yaitu Lantern Festival di Semarang. Disamping itu juga menemui teman-teman BD Semarang dan teman-teman kuliah dulu.


  • Visa Korea Selatan
Siapa sih yang ngga pengen pergi ke Korea Selatan? Pastinya pengen banget kan pergi ke salah satu tempat yang bagus di Asia. Nah, tapi sebelum kita ke Korea Selatan pastinya saya harus buat Visanya terlebih dahulu. Namun, bagaimana bisa prosesnya tersendat-sendat, padahal travel mate saya sudah mendapatkan Visa terlebih dahulu. Simak pengalaman saya pada saat membuat Visa Korea Selatan. Read this  Sensasi Membuat Visa Korea Selatan 

Juni 


  • Backpacker : Korea Selatan 
Jepang sudah, Hongkong sudah, Asean juga sudah, tidak lengkap sepertinya kalau kita tidak ke Korea Selatan. Backpacker kali ini merupakan backpackeran terpanjang yang pernah saya alami, yaitu sekitar 9 -10 Hari. Dengan total budget sekitar 8Jt.


Menikmati ice cream di Nami Island, Makan Topoki di Busan, menikmati pertunjukan pernikahan tradisional Korea di Gyeong Gi Do, serta banyak tempat di Seoul yang menjadikan kesan indah disana.


Juli 

Murah kan satu bijinya hanya 5000 Rupiah saja

  • Random : Antara Pontianak, Pemalang, Jakarta & Semarang
Jadi bulan Juli adalah bulan dimana saya berputar-putar keliling Pontianak-Jakarta-Pemalang-Semarang. Dan menemukan kenikmatan menyantap Durian di Pontianak, karena memang lagi musim Durian di Pontianak. Kemudian reuni kecil-kecilan di Semarang. Kemudian pulang kampung di pemalang. Setelah itu kembali lagi ke Jakarta.

Agustus



  • Dieng Culture Festival 2014
Being Bless karena menyaksikan banyak pertunjukan selama Dieng Culure Festival Berlangsung, walaupun agak kecewa dengan tour travel yang menyelengarakan. But It's nice experience in 2014. Menonton jazz di atas awan, kemudian lantern festival, festival kembang api, kemudian prosesi pemotongan rambut gimbal, dan mengunjungi telaga warna yang sangat indah. Bless banget.

September 


  • Reading Room & Tourism Travel Fair 
Salah satu bulan Inspirasi, karena banyak menulis cerpen untuk buku, dan banyak keliling dari satu travel fair ke satu travel fair lainnya. kemudian saya juga mempunyai pengalaman ke perpustakaan yang memiliki cafe atau sebaliknya. 

Oktober

  • Korea Indonesia Festival 
Harmoni kebersamaan antara Indonesia - Korea tercermin dalam Festival kali ini. Menampilkan banyak pertunjukan, antara lain yaitu Painting show, karate oleh Indonesia Team, trus paduan suara anak korea yang menyanyikan lagu Indonesia, dan masih banyak lagi.

  • Office Outing : Pulau Tidung
Seperti tahun 2010 lalu, tahun ini saya berkesempatan kembali untuk singgah di Pulau Tidung yang menyimpan misteri seperti jembatan cinta, saya juga menyempatkan diri untuk menikmati water sport. Yang berbeda dari tahun 2010 adalah pulau Tidung kini lebih bersih dan tertata rapi. Good job.

  • One Day One Book
Lahir dari sebuah ide untuk menularkan virus membaca kepada semuanya, maka terbentuklah sebuah komunitas One Day One Book. Kami yakin, One Day One Book akan menjadi komunitas yang bersinar dan berpengaruh terhadap dunia literasi di Indonesia. Amin.

November 


  • Indonesia Berkibar : Ayo Bantu Sekolah 2014
Salah satu program Indonesia Berkibar adalah membantu distribusi buku pelajaran, alat sekolah, buku umum, dan lainnya yang dibutuhkan untuk proses belajar di beberapa sekolah yang berhak menerima bantuan di Indonesia.


  • Sharing Menulis & Mendongeng di Sekolah Raya
Bagi saya, Sharing Menulis dan Mendongeng dengan murid-murid yang tergabung dalam sekolah raya merupakan pengalaman pertama saya. Dan, saya merasakan ada sesuatu dibalik sharing yang telah kita bagi ke murid-murid sekolah raya, yaitu sebuah kesederhanaan, namun tetap semangat untuk menuntut ilmu. Luar Biasa. 


  • Backpacker : Jogja
Mengunjungi Ratu Boko, Prambanan, Pantai-pantai di daerah wanasari yang menarik, kemudian bertemu dengan shabat dari backpacker juga. Sangat menyenangkan.

Silahkan membaca : Senja Ratu Boko

Desember 


  • Menonton Film Pendekar Tongkat Emas 
Yang spesial dalam pemutaran film Pendekar Tongkat Emas ini adalah yang pertama, saya mendapatkan tiket gratis dari #nescafe kemudian yang kedua, saya dapat langsung bertemu dengan  para pemeran utama. Salah satunya Nicolas Saputra.


  • Win Acer Laptop From TETO (Taiwan Economic & Trading Organization)
What a lucky me, I win a acer laptop because a quiz from TETO. I feel so amazing and great to received the prize becuse I dream about a new a laptop for those week. Thanks God.


  • Jambore Anak Tangguh 
Dan, Jambore Anak Tangguh di Banjarnegara inilah moment yang paling berarti. Membagi kebahagian disaat bencana menimpa warga karangkobar banjarnegara merupakan sesuatu yang sangat berarti. Pemulihan secara mental bisa membuat anak-anak kembali pulih dan menatap masa depan dengan senyuman indah. 

What a great year in 2014, Hope 2015 will be more success
  • Share

[Review Film] Pendekar Tongkat Emas

  • 12/25/2014 11:55:00 PM
  • By Salman Faris
  • 8 Comments



Sumba yang indah, sore itu seorang perempuan bernama Dara (Eva Celia) tengah berlatih silat. Ia mempelajari sebuah jurus yang bernama "Jurus Tongkat Melingkar Bumi". Sebuah jurus yang harusnya diturunkan oleh gurunya yang bernama Cempaka (Christine Hakim). Namun, ternyata bukan Cempaka yang melatihnya, melainkan putra Cempaka yang bernama Elang (Nicholas Saputra). 


Cempaka memiliki empat murid yang masing-masing muridnya merupakan anak-anak dari musuh-musuh yang mati terbunuh untuk menegakan keadilan. Biru (Reza Rahadian), Gerhana (Tara Basro), Angin dan Dara. Namun, malang Cempaka ternyata diburu oleh Biru dan Gerhana untuk menyerahkan Tongkat Emas dan menurunkan Jurus Pamungkas yaitu "Jurus Tongkat Melingkar Bumi".

Gerhana dan Biru tengah memeriksa Dara dan Agin yang jatuh ke lembah

Singkat cerita, Dara dan Angin kemudian melarikan diri dan di tolong oleh Elang di sebuah perkampungan. Untuk sementara Dara dan Angin aman, namun tak berapa lama Biru dan Gerhana berhasil menemukan Angin. Dibantur oleh beberapa murid dari perguruan Sayap Merah. Dara yang mengetahui hal tersebut lalu nekad menemui Angin yang tengah di sandera. Dara menukarkan Tongkat Emas dengan nyawa seorang Angin.

Hari-hari berlalu, Ketua perguruan Sayap Merah ternyata meregang nyawa karena di racun oleh Gerhana dan Biru. Setelah tewasnya ketua perguruan, Gerhana dan Biru menguasai perguruan dan mendirikan Perguruan Tongkat Emas. Setelah berkuasa, mereka tetap mencari persembunyian Dara dan Angin. Malang nasib Dara dan Angin, ternyata persembunyiannya diketahui oleh Gerhana dan Biru.



Gerhana dan Biru mengejar Dara dan Angin sampai ke hutan. Di Tengah Hutan itulah Angin menyerahkan diri dengan perlawanan. Sementara Dara hanya bisa melihat dari atas pohon karena tidak bisa bergerak oleh jurus Angin. Angin tewas ditangan Gerhana dan Biru. 

Atas kematian Angin, Dara ingin membalaskannya. Ia mencari Naga Putih yang merupakan penguasa jurus sakti itu. Dan, ternyata Elang adalah anak dari Cempaka dan Naga Putih. Elang berjanji akan mengajari Dara jurus sakti tersebut. Setelah berlatih beberapa hari, Dara ternyata telah siap mempelajari Jurus Tongkat Melingkar Bumi yang mengharuskan berpasangan untuk berlatih jurus tersebut.

Dan tibalah hari pembalasan, Dara dan Elang menemui Gerhana dan Biru untuk bertarung dua melawan dua. Kebeneran akan menang, itulah pesan yang penting dalam film besutan Mira Lesmana, Riri Reza. dam Ifa Isfansyah. Akhirnya dalam pertarungan itu Gerhana dan Biru terbunuh. Sebuah skema awal pun terulang, ketika Dara menerima anak perempuan Gerhana menjadi muridnya, sementara Elang, yang memiliki perjanjian dengan Ayahnya yaitu Naga Putih, mengembara entah kemana.

Film laga seperti ini masih menjadi momok bagi para produser di Indonesia. Selain proses pengarapa yang memakan waktu lama, dan pemeran yang harus berlatih bela diri juga membutuhkan biaya yang tak sedikit. Namun, Mira Lesmana dan tim produksi Pendekar Tongkat Emas ini malah membuktikan yang sebaliknya. Dengan proses yang serius dan profesional, akhirnya film ini merupakan tontonan yang wajib sebagai pembelajaran bahwa Indonesia membutuhkan seorang yang benar-benar berjiwa pendekar seperti pesan film ini.

Lokasi syuting yang berada di Sumba, juga membuktikan bahwa Indonesia ini negeri yang Indah. Negeri yang penuh dengan kultur yang kental, terbukti dengan pakaian yang dikenakan oleh pemeran di film ini merupakan kain tenun khas Sumba. Dan, dalam film ini pula, dilibatkan beberapa orang lokal serta mengangkat lagu dan tairan serta beberapa adat seperti pemakaman yang kesemuanya itu merupakan kekayaan dari Sumba.

Saya termasuk beruntung karena dapat bertemu dan berfoto bersama dengan Para pelakon Pendekar Tongkat Emas. Saya pun tak menyangka bahwa ketemu dengan pemeran dalam sebuha film yang bagus ini. Teman saya pun demikian senang dengan kesempatan ini.







  • Share

Berburu Senja "Ratu Boko"


Ratu Boko 

Finally, I was here. Candi Ratu Boko yang terkenal karena beberapa cerita yang membuatnya seperti melegenda hingga sekarang. Konon katanya, menurut masyarakat setempat, nama Ratu Boko merupakan Raja Bangu. Raja Bangau merupakan Ayah dari Loro Jongrang. Tentu saja, ini sangat terkait dengan Candi Prambanan yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Candi Ratu Boko. 


Versi lain menyebutkan bahwa Ratu Boko merupakan peninggalan bangunan dengan nuansa Hindhu, sesuai dengan Prasasti Abhayagiri Wihara, namun ternyata terdapat nuansa Buddha yang kental juga, ini terkait dengan Arca Dyani Buddha  yang ditemukan di Ratu Boko yang menyatakan Rakai Panangkaran (Tokoh dalam kedua prasasti) beragama Buddha.

 Kemegahannya tak terbantahkan 

Bagaimana caranya sebuah Candi yang dibangun sekitar abad 8 pada masa Wangsa Sailendra ini dibangun di atas bukit, dan tinggi sekitar 196 meter dari permukaan laut? 

Jawabannya akan sangat rumit bagi saya, namun secara logika, saya mengandaikan bahwa pada masa tersebut, teknologi pahat akan sangat diandalkan. Dan, mungkin saja butuh waktu yang sangat lama untuk memahat batuan hingga membentuk sebuah ornamen yang sangat cantik itu.Uniknya, Ratu Boko ini merupakan  Candi yang dibangun di bukit, sementara candi lain seperti Candi Prambanan berdiri diatas tanah yang landai dan cenderung datar.

Secara struktur bangunan, terdapat beberapa gerbang, benteng, keputren, gua dan pendopo serta kolam dan bangunan lainnya. 

Apabila kita masuk melalui gerbang pertama, maka kita harus melalui beberapa anak tangga dan menuju ke pendopo-pendopo. Pendopo ini digunakan sebagai tempat peristirahatan dengan pemandangan yang sangat indah apabila kita melihat ke arah berlawanan dengan pendopo-pendopo tersebut. Tak jauh dari pendopo tersebut, terdapat juga kolam, serta paseban (ruang resepdi). 

Setelah itu kita akan menaiki anak tangga kembali menuju gerbang utama. Nah, pada gerbang utama tersebut terdapat beberapa bangunan seperti gua lanang (male cave), gua wadon (female cave), dan candi pembakaran. Sesuai dengan ritual yang dilakukan dalam agama Hindhu maupun Buddha, maka setiap yang meninggal akan di bakar dengan api suci.


Misteri Ratu Boko

Saya sebenarnya pernah ke Yogyakarta sebelumnya, mungkin sekitar 3 kali saya mengunjungi kota gudeg ini. Namun ada satu hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, yaitu mengabadikan senja yang ada di Ratu Boko. Mengunjungi Prambanan rasanya akan sangat terasa luar biasa ketika saya mengunjunginya pada saat pertama, nah perasa itulah yang saat itu saya rasakan. Rasa "penasaran" itu yang membuat saya akhirnya menyempatkan ke Yogyakarta dan mengunjungi Ratu Boko. Awalnya saya mengira bahwa Candi ini merupakan istana yang dibangun sebagai persembahan kepada seorang ratu yang bernama Boko, namun sekali lagi saya belum sepenuhnya menemukan "Ratu Boko", karena memang masih banyak misteri yang hingga saat ini masih belum terpecahkan tentang "Ratu Boko"


Senja "Emas"

Fotografer mana pun akan berfikiran sama dengan saya mengenai satu hal yang tak akan di lewatkan ketika berkunjung ke Ratu Boko. Iya, berburu senja di Ratu Boko. 

Rasa penasaran itu seperti memang menguatkan saya untuk datang ke sini. Saya ditemani dua orang sahabat, yaitu Arina dan Mas Bayu, berburu senja yang memang sangat sebentar. Saya harus berlari mengejar senja yang memang hanya beberapa puluh menit saja. Sesudah itu, saya hanya dapat menikmati Ratu Boko dalam kegelapan. Untungnya saya berhasil mengabadikan senja "Emas" itu. Rasa senang, dan terpuaskan itu menyatu. Suatu saat saya akan kembali dan menikmati senja itu berlama-lama. 



Referensi : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/ratu-boko/
http://www.kamusilmiah.com/sejarah/misteri-candi-ratu-boko/


  • Share