Bakti BCA : Konservasi Penyu dan Penyediaan Alat Operasi Katarak

  • 12/26/2016 10:46:00 AM
  • By Salman Faris
  • 9 Comments

Beberapa waktu lalu, saya hadir dalam sebuah acara di Menara BCA, Jakarta Selatan. Terdapat dua agenda dijadwalkan hari tersebut, yaitu Konservasi Penyu dan Penyediaan Alat Operasi Katarak. Saya sempat mengeryitkan dahi, apa hubungan antara kedua hal sehingga disatukan dalam satu acara. Namun, setelah acara dimulai, saya mulai tersenyum. Kedua program tersebut adalah Bakti BCA, yaitu donasi atau bantuan yang diberikan kepada masyarakat dalam bentuk nilai tambah yang dapat dirasakan manfaatnya. 

Saya secara pribadi tertarik dengan Konservasi Penyu. Mengapa demikian? Karena beberapa tahun lalu, saya mengunjungi Pulau Pramuka, Kepulaun Seribu. Di pulau tersebut terdapat pengembangbiakan Penyu Sisik. Satu hal baru bagi saya, apalagi melihat secara langsung dengan mata kepala bagaimana penyu itu bertransformasi dari tukik (bayi penyu) menjadi penyu dewasa. Secara awam, saya tak paham betul bagaimana sistem pengembangannya, namun hal ini lebih baik daripada orang diluar sana yang menangkap penyu dan membunuhnya demi uang. Setahu saya, Penyu memerlukan waktu lama untuk kawin dan bertelur. So, sebaiknya mulai dari sekarang, saatnya mencintai satwa langka dan menyuarakan bahwa satwa ini juga membutuhkan kehidupannya.


Agenda lain adalah penyediaan alat operasi katarak. Seperti kita tahu, Katarak adalah satu penyakit yang timbul dibagian lensa mata yang mengaburkan pandangan dan biasanya terjadi pada lanjut usia. Suatu ketika saya menyaksikan secara langsung betapa penderita katarak sangat tersiksa dan cenderung emosional karena keterbatasan penglihatan. 

Donasi BCA Kepada WWF dan Perdami

Sumber : Fitrian.net
Presiden Direktur, PT Bank Central Asia Tbk, Bapak Jahja Setiaadmadja, mengungkapkan bahwa sudah saatnya BCA turut serta dalam peningkatan kualitas baik lingkungan hidup dan kesejahteraan masyarakat dalam hal ini Konservasi Penyu dan Penyediaan Alat Operasi Katarak. Beliau merasa senang dengan kerjasama yang telah dilaksanakan dengan WWF dan Perdami. WWF adalah lembaga yang bergerak dalam bidang konservasi lingkungan terutama satwa langka di Indonesia. Sedangkan Perdami adalah Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia sehingga sangat tepat dengan bidang operasi katarak.

Tanggung jawab sosial mengerakan BCA memberikan donasi kepada kedua pihak sehingga dapat dimanfaatkan. Sebagai seorang warga, tentu saja program ini sangat baik, bahkan mungkin merupakan trobosan baru apalagi memberikan bantuan untuk konservasi satwa langka di beberapa daerah. Semoga donasi tersebut dapat terus digulirkan sehingga sebagian besar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Namun, memang bukan hanya tugas beberapa pihak saja untuk bergerak, merupakan tanggung jawab seluruh warga negara. 

Penyu, Duta Bangsa Indonesia 


6 dari 7 jenis Penyu terdapat di Indonesia. Tentunya, saya merasa bangga bahwa Indonesia memiliki banyak spesies penyu. Namun, dengan keragaman spesies penyu tersebut, menjadi sebuah pekerjaan rumah untuk melestarikannya. Tantangan berat sekaligus menyenangkan karena dapat mengetahui lebih banyak tentang penyu. Mau tidak mau, kita akan lebih mengenal Penyu karena konservasi dilakukan dengan beberapa ahli di WWF.


Program konservasi penyu di Pangumbahan, Ujung Genteng – Sukabumi dan Aroen Meubanja – Aceh. Kedua daerah tersebut dipilih karena terdapat Hutan yang direhebatilitasi dan merupakan satu tempat ideal Penyu untuk bertelur.  


Pak Wawan Ridwan, perwakilan dari WWF Indonesia menyebut Penyu Indonesia sebagai Duta Bangsa. Bagaimana tidak, Penyu tersebut mampu melewati ribuan kilometer dan menyebrang samudera lintas negara dan benua. Apabila ditempel lambang negara dengan kode ID, maka suatu saat tertangkap nelayan atau warga lain maka merekalah duta bangsa. Penyu tidak memerlukan paspor ataupun visa untuk melewati suatu garis batas negara. Sungguh luar biasa Penyu Indonesia. 

Penyediaan Alat Operasi Katarak 

Sumber : bca.co.id
Katarak merupakan ancaman serius bagi usia senja. Bayangkan saja 50 persen angka kebutaan disebabkan salah satunya oleh katarak. Bahkan, pada usia sekitar 50an, usia tersebut rentan terhadap katarak. 

Sebetulnya apa yang menyebabkan Katarak? seiring bertambahnya usia, protein yang membentuk lensa mata akan berubah termasuk kandungan airnya sehingga menyebabkan mata menjadi keruh dan berair. Jika tidak ditangani dengan baik, katarak berpotensi menjadi kebutaan. 

BCA memberikan donasi sebesar 500 juta rupiah untuk membeli alat operasi berupa mikroskop yang digunakan untuk operasi katarak gratis di sejumlah daerah di Indonesia. Betapa mulianya yang dilakukan oleh BCA dan Perdami. Semoga langkah tersebut dapat diikuti oleh instasi lain sehingga katarak dapat ditekan dan diberantas tuntas melalui program ini.

sumber : fitrian.net
Informasi lengkap : 
PT BANK CENTRAL ASIA TBK
Sekretariat Perusahaan – Sub Divisi Komunikasi Korporasi
Biro Hubungan Masyarakat
Alamat: Jl. MH Thamrin No. 1
BCA Grand Indonesia Lt. 22 
Jakarta Pusat 
Telepon: (021) 2358-8000
Fax: (021) 2358-8300
E-mail: humas@bca.co.id

  • Share

Mau Kaya, Jadilah Pengusaha


Memiliki toko di beberapa kota, bisa mengatur jadwal dan keuangan secara mandiri adalah salah satu impian saya di samping traveling keliling dunia. Mau kaya, jadilah pengusaha, kata-kata ini memang bukan tujuan utama saya menjadi pengusaha, namun beberapa tokoh Indonesia telah membuktikannya. Bob Sadino contohya, memulai bisnis dengan nyeleh, bahkan filosofinya "Goblok"nya menjadi salah satu pedoman menjadi pengusaha di Indonesia. Kemudian Reza Nurhilman, pengusaha kripik Maicih. Dulu ia harus berjuang dari nol memasarkan maicih hingga akhirnya tersebar ke segala penjuru Indonesia. 

Belajar menjadi Pengusaha bukanlah sesuatu yang mudah ataupun sulit, namun lebih ke bagiamana cara memulainya dan kembali bangkit apabila bisnis kita gagal. Lagi-lagi masalah mental yang harus tahan banting. Saya memang belum terjun secara langsung dalam bisnis, namun cita-cita saya adalah menjadi pengusaha mengikuti jejak Ayah dan sudara saya di kampung sana. Contoh terdekat adalah Ayah saya. Beliau sukses dalam bisnis kebutuhan pokok yaitu beras. Namun, kesuksesaan saat ini diraih dalam waktu yang tak sebentar bahkan berpuluh-puluh tahun. Hasilnya, ketiga anaknya mengenyam bangku kuliah, walau akhirnya kedua saudara saya pun terjun dalam bisnis kecil-kecilan. 


Lalu apa pengalaman saya dalam hal bisnis? Tak banyak, namun sangat membekas dalam ingatan saya ketika SMA saya memberanikan diri berjualan bros dan kartu nama. Saya menawarkan kepada teman sekelas bahkan lain kelas untuk membuat bros dan kartu nama sesuai contoh dalam brosur. Diluar dugaan, teman-teman sangat berminat, bahkan menyebarluaskannya ke teman-teman dan saudara. Keuntungan yang didapat tidak seberapa, namun bisa digunakan membeli buku, membiaya prangko untuk sahabat pena dan jajan. 

Setelah lulus SMA, saya kuliah di Semarang. Saat kuliah inilah, keahlian dalam berdagang juga dibutuhkan saat mempromosikan salah satu event mudik bersama. Event mudik bersama sangatlah menguntungkan karena memanfaatkan bus kosong jurusan Semarang - Jakarta dan diisi dengan mahasiswa yang ingin pulang kampung pada saat lebaran. Bisnisnya sesederhana itu dan sangat menguntungkan pemilik bus, komunitas dan mahasiswa. 

Nah, lalu bagaimana caranya memulai usaha atau bisnis yang benar? Ini dia beberapa tip dari berbagai sumber dan semoga bermanfaat. 

Tip Memulai Usaha 


Berikut ini beberapa tip memulai usaha atau bisnis kamu.

Mencari dan Menentukan Ide Usaha 

Usaha bisa beragam bentuknya mulai dari toko kebutuahan pokok, street food, kios bunga, toko pernak-pernik dan lain-lainnya. Namun yang terpenting adalah setelah mencari ide usaha, tentukanlah usaha tersebut. Bisa saja ide tersebut sama dengan teman atau saudara, namun harus ada pembeda dan inovasi lain dari usaha yang sudah ada.

Membuat Perencanaan Usaha

Perencanaan usaha merupakan salah satu kunci dalam memulai usaha. Planning ini mencakup perhitungan biaya, tenaga kerja, lokasi, pemasok, pelanggan dan semua hal yang berkaitan dengan usaha ini setelah berjalan nantinya. Jangan sampai setelah usaha berjalan banyak kendala karena tidak memperhitungkan segala sesuatu dalam tahap perencanaan.

Melakukan Survei dan Analisa 


Survei dan Analisa di dalam usaha merupakan suatu keharusan yang tak dapat ditawar. Masyarakat Indonesia memang biasanya menlewati tahap ini saat menjalankan suatu bisnis. Padahal tujuan utama Survei dan analisa ini adalah menghitung secara matematis bagaimana peluang usaha di masa yang akan datang. Selain itu, biasanya akan menganalisa bagaimana persaingan di dalam bisnis tersebut dan melakukan pendataan pemasok dengan kualitas dan harga terbaik. Selain itu, dalam tahap ini biasanya dilakukan penyempurnaan produk agar dapat bersaing di pasar.

Mulailah Usaha Anda

Yes, setelah semua persiapan telah dilakukan saatnya memulai usaha dengan optimisme. Walaupun usaha yang dilakukan dengan modal minim dan skala kecil, jangan sampai patah semangat di awal. Manfaatkan social media dan networking kamu untuk memasarkannya. Di mulai dari kecil lama kelamaan akan berkembang besar beberapa tahun mendatang.

Wirausaha Muda Mandiri 2016


Nah, dipenghujung akhir tahun 2016 ini, Wirausaha Muda Mandiri kembali mengelar kompetisi. Jadi pengusaha muda yang sudah memiliki bisnis dan berjalan beberapa tahun bisa mengikuti kompetisi ini. Terdapat beberapa bidang usaha seperti Industri Perdagangan/Jasa, Boga (Kuliner), Kreatif, Teknologi dan Sosial. 

Keuntungan mengikuti Wirausaha Muda Mandiri adaalah pendampingan bisnis, networking yang luas, forum sesama alumni WMM dan publikasi secara luas dengan skala nasional. Nah, tunggu apa lagi, kini giliran usaha kamu untuk berkembang dan lebih maju dari sebelumnya dan menangkan total hadiah senilai 1 Milyar rupiah bagi pemenangnya. 

Untuk tahapan registrasi adalah sebagai berikut :


Untuk informasi lebih lanjut bisa akses webistenya di https://wirausahamandiri.co.id/ . Ayo silahkan daftar sampai tanggal 31 Desember 2016. 


  • Share

Warga Karanglo Klaten Menyulap Sampah Menjadi Rupiah

  • 12/18/2016 02:50:00 PM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

Karanglo, sebuah desa di Klaten, Jawa Tengah, menjadi perbincangan publik beberapa waktu lalu ketika program bank sampahnya menjadi role model. Berbagai masalah yang melanda kini berangsur-angsur membaik bahkan dengan ide-idenya, warga Karanglo siap membuat trobosan baru.

Awan putih menutupi teriknya matahari ketika rombongan Explore Indonesia Jogja 2016 (#EIJogja16) sampai di sebuah lapangan. Saya turun dari bus bersama rombongan. Ternyata kami telah disambut para pengurus program yang dilaksanakan di Karanglo. Di pendopo, kami diberikan penjelasan program apa saja yang telah dilaksanakan. Kami terpana, ternyata desa ini bukanlah desa sembarang, desa ini merupakan percontohan bagi desa lain. Lihat saja padi yang telah menguning disandingkan dengan bunga. Banyak tidak menyangka bahwa desa ini pernah mengalami kegagalan panen karena hama tikus yang merajalela. 



Berkat program dari Aqua Lestari, warga tak lagi mengalami gagal panen, malah mengalami surplus pangan. Metode apa yang dipakai untuk menuntaskan hama tikus? Jawabannya adalah burung hantu. Iya, Burung hantu inilah yang memangsa tikus. Secara umum siklus alami inilah yang digunakan oleh warga untuk menghambat pertambahan tikus. Benar-benar program yang cerdas dan luar biasa.

Sampah = Rupiah 


Belum genap 2 tahun, Bank Sampah Rukun Santoso ini diresmikan, namun manfaatnya bagi warga sekitar telah terbukti. Bahkan, warga selalu dikunjungi warga daerah lain yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai program ini. Kini warga bisa menambah penghasilan tanpa kehilangan pekerjaan utama. 

Dahulu, Karanglo hanyalah desa dengan jumlah produksi sampah yang banyak. Pembuangan sampah akhir dilakukan di lapangan terbuka bahkan sungai pun tak luput dari tumpukan sampah. Pemandangan sampah dimana-mana ini sangat kurang elok dipandang mata. Tak tinggal diam, pemuda bersama perangkat desa dibantu Aqua Lestari mendirikan bank sampah Rukun Santoso. 



Pada umumnya program bank sampah adalah menampung sampah daur ulang seperti botol, kaca, kardus dan lainnya dan mendapatkan imbalan berupa uang. Namun bank sampah biasanya terdapat catatan seperti rekening di bank per masing-masing orang. 

Sampah plastik yang tak bisa diurai oleh tanah menjadi masalah besar. Namun, berkat ide-ide luar biasa, plastik bekas kemasan permen, snack dan lain-lain berubah menjadi baju, topi, tas ransel, bunga dan lainnya. 



Luar biasa sekali kreativitas yang diproduksi oleh warga Karanglo. Bukan itu saja, saat ini warga tengah mengembangkan beras organik, yogurt dari sayuran, dan program-program lainnya. Oh iya, Karanglo ingin mengembangkan desanya sebagai tempat kunjungan oleh siapa pun, dan suatu saat nanti semoga saja akan dikembangkan sebagai desa wisata.



Terima kasih kepada airport.id dan Aqua Lestari serta sponsor lain dalam Explore Indonesia Jogja 2016.




  • Share

International SWAM Exhibition 2016 : Ketika Industri Kecantikan dan Wisata Disatukan


Ketika Singapura, Thailand dan Korea Selatan telah maju selangkah dalam industri kecantikan, Indonesia seperti bayi yang masih merangkak dan belajar berjalan bidang ini. Sebutlah Korea Selatan yang menjadi pusat operasi plastik dan pusat kecantikan di Asia bahkan Dunia. Bagi wanita, kosmetik dari Korea Selatan telah memiliki tempat dihati bahkan telah merasuk dalam kehidupannya setiap hari. Bangun pagi kemudian mandi dan merias wajah dengan kosmetik. Kemudian di kantor pada saat setelah makan siang, wanita cenderung merapikan make-up. Setelah pulang ke rumah mereka mengunakan produk pembersih make up. Jika dihitung dari segi bisnis, maka setiap kegiatan wanita yang berhubungan dengan make up dan keseharian adalah uang yang akan berlimpah. Sungguh suatu peluang besar yang harus dimanfaatkan oleh pihak manapun.


Korea Selatan, menjadi salah satu kiblat industri kecantikan di Asia. Dan, sangat beruntung selain kecantikan, teknologi, hiburan dan wisata juga sudah menjadi industri yang patut dibanggakan oleh Korea Selatan. Siapa tak mengenal produk smartphone Samsung atau Pulau Nami yang indah atau K-POP yang telah mendunia. Secara tak langsung, devisa yang masuk ke dalam negeri Korea Selatan menjadi berkali-kali lipat dengan ketekunan dari industri-industri yang dikembangkan.

Kini saatnya Indonesia mulai memperhatikan industri seperti estetika ini untuk mendulang devisa sebanyak-banyaknya, karena Indonesia memiliki potensi luar biasa yang tidak akan pernah habis sumber daya baik alam maupun manusianya.

International SWAM Exhibition 2016


Beberapa hari lalu, saya terbangun saat menghadiri press conference International SWAM Exhibition 2016 di ICE BSD. Betapa tidak, selama ini saya mengangap bahwa industri kecantikan (Estetika) ini tidak pernah berhubungan langsung dalam pariwisata Indonesia, dan hal tersebut salah besar. Justru, Singapura, Thailand dan Korea Selatan menerapkan industri estetika dan wisata secara bersama-sama dan saling mendukung. Dan, hasilnya ketiga negara tersebut mampu mendatangkan wisatawan dan pasien kecantikan untuk berkunjung ke negara mereka sekaligus berobat. 

dr. Teguh, selaku ketua panitia pelaksana International SWAM Exhibition 2016 ini mengaku sangat bangga karena exhibition yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-4 Desember tersebut merupakan event International terbesar ketiga di Dunia. Untuk mendukung perkembangan industri estetika, pihaknya akan segera mewujudkan sebuah resort anti aging di Pulau Laki, Kepulauan Seribu dan diklaim menjadi yang terbesar di Indonesia. Sehingga, pasien yang tadinya hanya menginap beberapa hari akan mempertimbangkan untuk menambah hari karena menikmati keindahan resort tersebut. Dengan menambah hari, maka devisa melalui industri ini akan semakin besar bahkan bertambah 2 sampai berpuluh-puluh kali lipat.


Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Pak Dadang Rizki Ratman menjelaskan, Pemerintah sangat mendukung dengan Industri ini, apalagi akan dikawinkan dengan Wisata tentu saja, industri ini akan menjadi strategis. Bahkan, bila perlu dari program Pariwisata mengenai 10 Bali baru akan dikembangkan bersama-sama dengan industri estetika ini.

Dari Ikatan Dokter Indonesia, pun menjelaskan kesiapan mereka dalam menyiapkan tenaga ahli dalam Industri ini. Kesiapan ini tentunya sangat penting, apalagi kepercayaan terhadap tenaga ahli akan meningkat apabila kualitasnya telah setara dengan Korea Selatan atau Singapura misalnya. Wacana pembukaan jurusan studi di Universitas pun menjadi perhatian khusus, karena untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diperlukan pendidikan secara khusus dan berkelanjutan.



Kini saatnya menikmati International SWAM Anti Aging Exhibition pada tanggal 2-4 Desember 2016 yang akan diadakan di ICE BSD. SWAN Aesthetic Beauty Expo 2016 ini diperuntukan untuk Umum yang mancari informasi dan mendapatkan produk perawatan sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan Dokter dan Tenaga Ahli industri Estetika dapat menghadiri Seminar yang akan meningkatkan pengetahuan dan skill tentang dunia estetika.


Selain itu terdapat lomba yaitu Make Up, Line Dance dan Zumba Dance untuk umum. Informasi lengkap sebagai berikut :




International SWAM Exhbition 2016 
Twitter dan instagram : @abexpoid dan @swamexpo


  • Share

Tip Dan Trik Agar Tetap Fotogenik Dalam Setiap Foto Atau Selfie


Menjadi menarik dalam foto sudah menjadi sesuatu keharusan, apalagi sebagai seseorang yang dituntut tampil sempurna dalam segala suasana. Tidak ada istilah gagal pose atau gagal foto menuntut kita semua mencari-cari cara bagaimana tampil selalu fotogenik dan tetap fresh. 

Kadang kala, foto tidak mereperentasikan bagaimana sebetulnya bentuk wajah dan bentuk badan kita. Seharusnya seseorang yang cantik atau tampan akan selalu bagus difoto, namun ternyata setelah melakukan beberapa angle justru tambil kebalikannya. Atau sebetulnya kita memiliki tubuh ideal, namun sangat bertolok belakang ketika hasil foto yang didapat malah gemuk dan tidak proporsional.

Nah, kalau kamu semua memiliki problem ini, jangan bersedih, karena bukan kamulah satu-satunya orang yang memiliki masalah ini. Namun, saya punya beberapa tip dan trik agar tetap fotogenik dalam setiap foto atau selfie. Mau tahu caranya, yuk ikuti 

Pilihlah Angle Terbaik


Pada saat melakukan foto, pilihlah angle terbaik yang kamu miliki. Untuk menemukan anglenya, seringlah melakukan selfie atau foto dengan berbagai angle. Nah setelah melakukan eksperimen ini, lakukan terus menerus angle terbaikmu. Dijamin, semua foto yang diupload di instagram akan menuai banyak likes. 


Mengenakan Pakaian Terbaik 


Fashion is not about perfection, but its about you and your world. Bisa dbilang fashion itu duniamu, fashion itu kenyamanmu. Berusahalah memiliki pakaian terbaik dan nyaman pada saat akan melakukan foto atau selfie. Konon, pakaian nyaman akan menaikan mood hari kamu, sehingga foto yang dihasilkan akan terlihat cerah dan ceria. Bahkan, apabila pakaian ini bagus, akan membuat tubuh kamu terlihat lebih slim dan proporsional.

Percaya Diri Dan Ekpresif 


Percaya diri ini adalah kunci. Bagaimana kamu maau menampilkan potret diri sendiri kalau kamu terlihat tidak nyaman dan percaya diri pada saat lensa kamera menghadap ke arah kamu. Stoped it. Kamu harus percaya diri dan mulailah mengekspresikan diri. Mimik muka yang ekspresif membuat fotomu lebih berbicara dan tampak berbeda dari foto-foto lainnya. Bisa dibilang its your time to be cheerfull.


Fotografer Adalah Temanmu

Saat melakukan foto, biasanya teman atau seseorang akan bertindak menjadi fotografer. Bagus atau tidaknya foto sangat bergantung dengan Fotografer ini. So, kamu harus dengan jelas dan tegas melakukan instruksi apa yang harus dilakukan fotografer dadakan itu. Syukur-syukur, mereka adalah benar-benar yang terbiasa memegang kamera. Hasilnya, foto kamu akan terlihat lebih bagus dan merupakan foto terbaik dan bisa langsung diupload ke instagram. 

Smile 


Senyum adalah obat yang luar biasa. Sesorang pernah berkata mengenai senyum dan memang betul, senyum melatih otot-otot dan membuat peredaran darah di muka lebih lancar. Bahkan, jika seseorang senyum maka lawan bicara atau lingkungan sekitar akan meresponnya dengan senyum. Namun senyumnya tidak dibuat-buat ya, harus tulus dan ikhlas.

Senyum membuat fotomu akan terlihat lebih energik. Jangan khawatir tidak memiliki senyum yang bagus. Tunjukan gigimu dan senyumlah, maka mood dalam diri akan menjadi ceria dan gesture ceria akan membuat foto lebih hidup dan menginspirasi orang lain yang melihat foto untuk tersenyum. Smile and chesee.

Your Camera Is Your Weapon


Bisa dibilang untuk menghasilkan foto bagus dibutuhkan kamera yang mumpuni. Artinya, senjata kamu pada saat foto adalah kamera. Kamera memiliki ragam yang banyak misalnya DSLR, Mirrorles, Smartphone dan lainnya. Nah, kalau tidak mau ribet dan bisa dibawa kemanapun, pilihlah smarthphone. Berita bagusnya datang dari Samsung galaxy terbaru ini menawarkan ragam tipe yang mampu menjawab semua keraguan kamu. Yup, smartphone ini bisa kamu andalkan disegala suasana, tempat dan bahkan ketika ribet di puncak gunung tertinggi, kamu bisa mengabadikan awan-awan, langit dan dirimu dengan smartphone. Praktis bingits.

Software Is Your Choice

Nah bagi penguna software, tidak ada salahnya hasil foto diedit dengan software yang ada di smartphone atau PC komputer. Tujuannya adalah menyempurnakan hasil foto yang kurang warna atau kurang tajam bukan malah merubah bentuk tubuh ya. So, mengunakan software pun harus bijaksana jangan sampe menjadi bumerang bagimu karena menyalahgunakannya. 

So, semoga tip dan trik ini menjadikan foto-foto dan selfiemu lebih bagus dari biasanya. 
  • Share

BCA PRIMA Amazing "Mission" Experience

  • 11/04/2016 11:30:00 PM
  • By Salman Faris
  • 8 Comments

Apa jadinya jika 30 orang bertemu dalam satu misi menjadi yang terbaik, tercepat, teririt, teramai aka terheboh dan terunik? Bisa dibayangkan bahwa mereka akan berusaha untuk melakukan segala hal dengan sungguh-sungguh. Untungnya, kami tidak melakukannya individu melaikan kami dibagi menjadi 6 kelompok dan tanpa saling kenal sebelumnya. Iya kami berkesempatan mengikuti BCA PRIMA Amazing Experience.

Tapi, sebetulnya apa sih misi yang akan dituntaskan? Ehmm, sebetulnya misinya cukup sederhana, yaitu belanja dan fashion show. Lalu kalau misinya semudah itu pastinya gampang donk melakukan semua misinya? Eitss, tunggu dulu, misinya memang mudah namun ada beberapa tahap misi yang harus dilakukan dan apabila misi sebelumnya belum terpecahkan, maka misi selanjutnya tidak bisa diberikan. 

Bandung menjadi tempat kami melakukan misi-misi kami dan dimulai dari BCA KCU Dago dan Museum BCA

Kelompok 4 For Win

We are ready to Win
Setelah sampai di BCA KCU Dago, kami disambut oleh perwakilan dari cabang BCA tersebut. Beliau menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas kunjungan kami yang jauh-jauh dari Jakarta. Kaos warna-warni yang dikenakan berubah menjadi satu nada, biru tua dan bertulisakan BCA PRIMA Amazing Experience dengan logo BCA dan Jaringan ATM Prima. 

Bagi saya telah familiar dengan BCA dalam hitungan tahunan, begitu pula dengan PRIMA. Bagi yang belum mengetahui, PRIMA adalah salah satu Jaringan yang menghubungkan antar satu bank dengan bank lainnya. Logo PRIMA bisa ditemukan pada kartu debit pada bank yang telah bekerjasama dengan jaringan tersebut. Dan sampai saat ini yang telah tergabung dengan jaringan ATM Prima telah mencapai lebih dari 40an bank.

And here we are Group 4. Moto kami adalah Group 4 For The Win. Kami adalah Uni Dzalika, Nia Nastiti, Eko Sutriyanto, Tieka dan saya sendiri, Salman. Dan, selanjutnya kami akan bersama-sama menjalankan misi-misi yang telah dipersiapakan oleh panitia, Radio RFM 107.5, News Channel

Mission Begin


Misi pertama adalah menemukan benda-benda yang disebutkan dalam kartu pertanyaan. Terdapat 3 pertanyaan yang harus kami jawab dan laksanakan untuk mendapatkan tas backpack. For your info, kami tidak diperbolehkan membawa tas bawaan, jadi kami terpaksa membawa baju, kamera, kabel-kabel dan benda-benda lain dalam gengaman tangan saja. Bayangkan betapa rempongnya kami. So, kami harus menyelsaikan misi pertama ini. 

Sebelum menjawab pertanyaan, kami diwajibkan mendengarkan penjelasan singkat mengenai Museum BCA. Museum ini berisi benda-benda yang berhubungan dengan perbankan atau lebih tepatnya Bank BCA pada masalah terdahulu. Benda-benda yang tersimpan antara lain mesin ATM pertama, kursi dan meja dengan lambang Bank BCA yaitu cengkeh, mesin penghitung uang kartal, mesin cetak kertas, mesin hitung dan lain-lainnya. 

Beruntung, kami menyelesaikan misi ini meski harus bolak-balik karena kami belum foto dengan satu benda lainnya. Yess, akhirnya kami berhasil mendapatkan tas. Ah, akhirnya kami bisa membawa barang tanpa kerempongan lagi.

Misi pertama ternyata belum selesai, kami harus welfie didepan mobil RFM dan menyebarkannya melalui social media yang kami miliki. Wah, untung saja wefie ini merupakan keahlian yang kami miliki. And, mission completed. Yeay, Lanjut ke misi kedua.


Misi kedua adalah belanja untuk fashion show dan harus memilih satu pasang perwakilan. Oh, wait, kita harus punya wakil. Dan sudah diduga saya adalah salah satu yang terpilih. Gaswat, keahlian modeling kan sudah lama tak dipergunakan, apa yang harus saya lakukan? Tapi, show must go on. Oke, kini saatnya untuk berbelanja. 

Fashion Show 


Setelah berkutat dengan panas dan hujan, akhirnya misi kami pun selesai. Namun, kami harus mempersiapakn diri guna fashion show. Saya ini kan termasuknya, ngga fashionable banget, tapi kali ini demi kelompok 4, saya harus rela menahan malu. Bisa dibilang urat malu telah putus dan dilempar entah kemana.

Dan setelah mempersentasikan busana dengan tema ala-ala "Holiday". Akhirnya, lega juga bisa menyelesaikan misi dengan sukses, walaupun saya tahu kurang maksimal. Tapi, sudahlah karena ide-ide yang ada berterbangan itu seperti menguap begitu saja.

Dan, akhirnya pengumuman pemenang, kelompok 2 mendapatkan predikat the best fashion, karena tampil all aout dan luar biasa fashionable. Sedangkan kelompok 6 berhasil membuat juri terpingkal-pingkal gara-gara ulah konyol dan lucu serta mengemaskan. Dan, satu predikat yaitu kelompok terbanyak belanja dan menghabiskan lebih sedikit dari budget yang ditetapkan adalah kelompok 1. Yeaay, selamat untuk semua pemenang. Oh iya, selain kelompok terdapat pemenang untuk live post competition.


Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi BCA PRIMA Amazing Experience Blog Competition dari Bina Blog Indonesia.








src="http://tag.ripre.com/campaign?
guid=on&k=99wP22Py8HQ79TM26jci2LC
c562JT0m0&c=d968b337bf1a97ee51b1
39f19b840442" width="1"
height="1" />

src="http://tag.ripre.com/campaign?
guid=on&k=99wP22Py8HQ79TM26jci2LC
c562JT0m0&c=d968b337bf1a97ee51b1
39f19b840442" width="1"
height="1" />
  • Share

Shy Shy Cat (Malu-Malu Kucing) : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji



Saat menonton youtube, tak sengaja referensi video lain menunjukan saya kepada Shy Shy Cat. Rasa penasaran membuat saya menonton trailernya dari awal sampai habis. Dan hasilnya, saya menanti film ini rilis di bioskop. Bagai mendapat durian runtuh, seorang teman lama menghubungi saya dan menawarkan premier film ini. Tanpa basa-basi, saya langsung saja menerima undangan ini dengan senang hati, baru nerima undangan nonton film aja sudah senang apalagi nerima undangan nikah, eh, baper deh jadinya.

Silahkan bagi yang belum nonton trailer filmnya. 


Shy shy cat adalah terjemahan bebas dari Malu-malu kucing, terjemahan ini bukan dalam arti sebenarnya, namun lebih ke arah "terjemahan secara komedi" atau biasa dilakukan pada saat belajar bahasa Inggris di sekolah dulu. Maklum, setting tempat film adalah Sindang Barang, sebuah desa di Sukabumi yang semangat mempelajari bahasa Inggris. Wow, semangatnya itu loh yang patut diapresiasi. Keep going, Sindang Barang

Nirina Zubir dan Acha Septriasa, dua pemain ini pernah membintangi film yang sama yaitu Heart beberapa tahun silam. Bisa dikatakan film ini sebuah film reuni bagi keduanya. Hal ini membuat chemistry yang dibangun keduanya sangat natural dan tidak membutuhkan waktu untuk memahami karakter masing-masing. Di film ini, keduanya berperan sebagai sahabat yang saling membantu dalam suka dan duka. Pemeran lainnya adalah Fedi Nuril, Tika Bravani dan Titi Kamal. Fedi Nuril berperan sebagai sahabat masa kecil Nirina, sedangkan Tika bersama Acha menjadi sahabat masa kini. Titi Kamal merupakan teman main pada saat di kampung dahulu.

Sinopsis : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji 


Mira (Nirina Zubir) sudah sukses membangun karirnya di Jakarta. Di ulang tahunnya ke 30, sang Abah (Budi Dalton), seorang jawara kampung pemilik padepokan silat, menagih janji agar Mira pulang ke desa Sindang Barang, untuk dijodohkan dengan Otoy, teman masa kecilnya. Mira tidak mau pulang kampung karena merasa desanya tidak pernah maju-maju, apalagi dijodohkan dengan Otoy (Fedi Nuril), anak yang seingatnya menyebalkan. Untuk menyiasatinya, Mira dibantu oleh dua sahabat, yaitu Jessy (Acha Septriasa) dan Umi (Tika Bravani) berniat menggagalkan perjodohan itu.

Namun saat kembali ke desa Sindang Barang, Mira, Jessy dan Umi mendapati semua kondisi sudah berbeda, dan mereka dihadapkan dengan pilihan sulit yang menguji persahabatan mereka setelah melihat Otoy sekarang.


Review 


Titi Kamal Sedang Diwawancarai 
Otoy pernah berkata bahwa " Orang kota atau orang yang memiliki ilmu namun tidak memiliki pegangan agam yang kuat, sedangkan orang desa Sindang Barang memiliki tradisi agama yang kuat namun tidak memiliki ilmu yang tinggi ". Otoy merupakan pemuda desa dengan pendidikan tinggi di Mesir dan kembalilagi membangun desanya. Seperti kita ketahui, banyak pemuda desa yang hilang dan mencari nafkah di kota-kota besar seperti Jakarta, namun paradigma itu ingin dihilangkan dan diubah oleh Otoy.

Sungguh saya tersentuh dengan salah satu pesan moral ini, apalagi pemuda desa seyogyanya membangun desanya agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Bahkan di film ini, Sindang Barang memiliki WIFI super cepat dan english day pada hari tertentu. Hal ini ingin menunjukan secara tegas bahwa desa siap menerima orang kota atau luar negeri yang ingin berwisata dan menikmati alam dan perkebunan yang luas.


Untuk segi pemain, cast menempatkan aktor-aktor yang pas dengan karakternya. Sebut saja Acha Septriasa yang memerankan Jessy yang penuh dengan drama dan lebay. Soleh Solihun berhasil mengocok perut penonton dengan perannya yang ceplas-ceplos. Nirina Zubir dengan kekuatan acting berhasil menghidupkan karakter Mira dan Tika Bravani dengan karakter Umi yang mengalami depresi. Sedangkan pemeran lain seperti Ade Fitria Sechan, Dwi Sasono, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Budi Dalton, Iszur Muchtar dan cast lainnya cukup tepat dan sangat menghibur.

Foto Bareng Sarah Sechan? Bukan ini Adiiknya Ade Sechan ehehehe
Humor yang disuguhkan sangat menghibur, namun lagi-lagi kendala bahasa masih terjadi, karena beberapa dialog dalam bahasa Sunda tidak diterjemahkan. Humor dibangun berdasarkan situasi dan bahasa memang harus dicerna terlebih dahulu sebelum tertawa. Kadang selera humor satu orang dengan yang lain berbeda, namun saya jamin, film ini menghadirkan humor secara universal dan dapat dinikmati oleh segala usia.

Sinematografi memiliki peranan penting dalam film ini. Kualitas dan pengambilan gambar alam dan seting tempat sangat bagus, namun untuk pengambilan gambar antar adegan zoom pemain masih terlihat tidak sesmooth yang dibayangkan. Sound pun memilki sedikit masalah dalam memotong adegan Mira yang sedang monolog atau sedang bekata dalam hati. Mungkin saya kurang paham secara teknis, namun menurut saya masih kurang rapi pada bagian ini saja, adegan lain sudah sangat sempurna.

Seting tempat yang mengangkat budaya sunda memiliki nilai yang tinggi. Film ini berani menampilkan budaya diwakili oleh pencak silat, seni kecapi dan bahasa sunda. Saya salut dengan tim produksi yang mengangkat kembali unsur budaya Indonesia melalui budaya Sunda. Applause untuk tim produksi. Salut banget.

Secara keseluruhan, film ini sangat layak ditonton bersama keluarga dan teman-teman atau bahkan pacar dan gebetan asal jangan bawa mantan aja ya nanti baper. Selamat menonton ya pada tanggal 3 November 2016 di bioskop kesayangan anda.

Cast 

Producers : Starvision 
Director: Monty Tiwa
Writers: Adhitya Mulya, Monty Tiwa
Stars: Nirina Zubir, Fedi Nuril, Acha Septriasa, Tika Bravani, Titi Kamal, Izhur Muchtar, Soleh Solihun, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Ade Fitria Sechan, Budi Dalton, Cecep Arif Rahman

Yuk Joged Bareng Nirina, Acha dan Tika 


  • Share