Antara Isyana Sarasvati, Rio Haryanto dan OPPO F1

  • 2/29/2016 05:00:00 AM
  • By Salman Faris
  • 7 Comments

Isyana Sarasvati dan Rio Haryanto pacaran? Hah yang benar? Eits, jangan menyimpulkan yang bukan-bukan dahulu sebelum membaca seluruh isi blog saya ini hehehe. Yang jelas, Isyana dan Rio itu punya kesamaan dalam memilih smartphone untuk selfie yaitu OPPO F1 Selfie Expert

Bagi yang belum lihat iklan versi terbaru Isayana dan Rio, lets check this one out ya :


Isyana Sarasvati, Tetap Dalam Jiwa 


Ngomongin Isyana ini seperti ngomongin barang pecah belah, harus hati-hati banget, kalau tidak nanti bisa berantakan. Hah kok segitunya membahas Isyana harus sampai pecah-pecahan begitu. Sebetulnya sih pecah belah ini berhubungan dengan hati atau jiwa karena Isyana Sarasvati itu Tetap Dalam Jiwa saya, dia tidak kemana-mana dia tetap dalam jiwa ini. Cukup nanti jadi baper juga nih.

Saya suka Isyana. Satu kalimat ini jelas mengambarkan betapa bahagianya bertemu dalam Launching OPPO F1. Walau dengan jarak yang cukup sedang, diantara fotografer-fotografer lain yang berlomba-lomba mengambil gambar pada saat Isyana selfie bersama teman-teman yang dibawa dari entah berantah mana, yang jelas sangat banyak teman-teman yang diajak selfie. Saat mengambil gambar diatas, tak terasa saya menyimpulkan senyum kebahagian tak lain tak bukan karena sejengkal lagi saya dapat berfoto-foto bersamanya. Aih, andai saja yang berada di belakang Isyana itu saya, pasti akan saya bawa sampai ke mimpi selama beberapa hari daan berharap mimpi itu akan terus ada sampai sekarang.



Oh iya, bagi yang belum mengenal sosok Isyana Sarasvati seutuhnya, bisa melihat video yang diambil dari youtube diatas. Isyana seorang musisi dengan karya yang paling terkenalnya yang berjudul "Tetap Dalam Jiwa". Sebuah lagu yang mengambarkan sebuah kemantapan hati untuk tetap mencinta walau tanpa memiliki. Cinta itu rasa yang tak bisa dipaksakan sehingga pada saat satu pihak tak dapat memiliki, cinta itu tetap ada, tetap dalam jiwa.

Oh iya, karena sangat populer lagu Isyana  yang satu ini, sampai-sampai lagu ini juga di cover ke belahan bumi lain. Wah, jadi sangat bangga sama Isyana. I Love you.

Rio Haryanto dan F1 



Yup, Rio Haryanto seorang pembalap yang telah masuk ke ajang balap paling bergengsi di Dunia, Formula 1 (F1). Kiprah pemuda kebanggaan Indonesia di F1 ini sangat membanggakan. Saya sebagai warga negara tentunya sangat bangga sekali, apalagi nantinya di barengi prestasinya, Amin.

Ada yang menemukan hal unik dari seorang Rio ini? Iya, Rio merupakan brand ambassador smartphone OPPO F1, nah sekarang ini Rio telah menjadi pembalap di ajang F1. Benar-benar sebuah kebetulan yang luar biasa. Mungkin ini sebuah tanda bahwa Rio akan membuktikan kepada pengemar dan masyarakat Indonesia dengan naik podium sang juara, Amin.

OPPO F1, Selfie Expert



Sekarang saya akan mengulik lebih dalam mengenai OPPO F1 sang Selfie Expert. Sejak kemunculannya di Indonesia, OPPO F1 telah menarik hati pecinta smartphone di Indonesia. OPPO F1 juga merupakan bukti bahwa OPPO memenuhi selere konsumen di Indonesia dengan mengeluarkan satu series yaitu F1. Apa saja sih keunggulan dari OPPO F1? Mari kita simak bersama ya.

Kamera 



Kamera depan dan belakang OPPO F1 sangat memenuhi pengila selfie. OPPO F1 terpasang kamera depan dengan resolusi 8 MP dan kamera belakang 13 MP. Wow, bisa dibilang sangat mumpuni untuk selfie setiap saat.

Desain Metal

Bagi yang menyukai smartphone yang kokoh dan tak terbantahkan ketahanannya, OPPO F1 inilah jawabannya. Terdapat dua warna yang bisa di pilih yaitu rose dan gold.

Konetivitas

Masalah jaringan yang dapat menjadi pilihan pun sangat dimanjakan bahkan 4G LTE, WIFI, Bluetooth dan NFC.

Batere Non Removeable 

Tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan OPPO F1 yang memiliki batere yang tidak dapat di copot sehingga apabila batere telah aus atau bocor maka resikonya pun menjadi sangat riskan.

Nah, itu tadi pilihan smartphone buat pecinta selfie yang sangat terjangkau di kisaran harga sekitar 3,5 juta rupiah. Jadi mau beli yang warna apa? :D 
  • Share

Ngobrol Tentang Sawit


Ngobrol topik "Sawit" membuat saya harus mengulang beberapa kisah lama yang masih teringat sampai sekarang. Bukan karena saya anak petani Sawit atau anak pemiliki lahan sawit yang sangat luas di beberapa wilayah di Indonesia, tetapi karena saya pernah bersentuhan langsung dengan sawit seperti melihat pupuk disimpan dan diberikan kepada tanaman, kemudian proses pengolahan dari panen Tandan Buah Segar (TBS) sampai menjadi CPO (Crude Palm Oil), bahkan memanjat tangki CPO yang tingginya beberapa puluh meter pun saya merasakannya secara langsung.

Sensasi menaklukan tangki CPO yang tingginya beberapa puluh meter sungguh berbeda, bisa dibilang mengukur kesehatan jantung saya yang setiap hari berpacu dengan waktu di ibukota, kali ini harus memacu adrenaline dan melakukan hal ekstrim namun sangat menyenangkan. Huff huff satu anak tangga menuju anak tangga yang lain saya lalui ketika menaiki tangki CPO. Tangki CPO bisa saja berukuran 2.000 liter atau bisa berukuran 10.000 liter tergantung besar kecilnya produksi serta kapasitasnya. Saya hanya pernah menaiki tangki CPO yang berukuran 5.000 liter, itupun sangat tinggi, jadi bisa di bayangkan bagaimana kalau 10.000 liter itu dinaiki oleh orang dengan ketakutan tingkat tinggi? Saya pun tak dapat membayangkan.


Setelah naik ke atas Tangki CPO, inilah pemandangan dari atas yang menghadirkan suasana hijau dari sekitar berupa perkebunan Sawit. Senyum simpul tergambar diwajah saya. Ini dia surga diatas perjuangan memanjat satu demi satu anak tangga dari bawah tadi. Kalau tiba-tiba saja saya urungkan untuk naik, maka saya tak akan dapat melihat satu pemandangan luar biasa ini.

Selain melihat pemandangan, saya dapat melihat apa yang ada di dalam Tangki CPO, kemudian mengukur isi atau volume tangki dengan alat ukur khusus dan metode khusus juga. Seru banget bukan? Mau tahu keseruan di balik kebun Sawit?

Cerita Seru Di Balik Kebun Sawit


Sepanjang perjalanan dari Bandara menuju kebun Sawit pada saat penugasan pertama saya merupakan mimpi buruk. Sebut saja, supir dengan kecepatan tinggi dan sering merokok serta jalanan rusak yang sangat menganggu. Bayangan saya tentang kebun sawit yang indah seakan sirnah begitu jarum kecepatan mobil berada pada 120 Km per jam. Saya menghela nafas sambil mencoba terlelap karena terlalu lelah pada saat perjalanan di pesawat sebelumnya. Saya melirik kesebelah, rekan kerja saya pun terlelap tanpa adanya tanda-tanda. Dan puncaknya, saat jalanan mulai rusak sang supir yang telah memasuki usia 60 tahun tersebut tetap memacu kendaraan dengan sangat luar biasa tanpa mengurangi sedikit pun kecepatan. Wal hasil, guncangan di dalam mobil elf tersebut membabi buta. Saya pun membuka mata. Oh My God, mimpi buruk ini belum berakhir.

Setelah makan malam, rupanya saya di sambut dengan satu cerita bahwa penginapan tersebut memiliki sebuah mitos pada malam hari yang sangat menyeramkan. Akan terdengar dari kamar mandi suara-suara aneh, padahal didalamnya tidak ada satu pun orang. Dan, cerita itu pun membuat saya gelisah dan terus terbangun untuk jangka waktu yang cukup lama. Benar-benar hal yang menyeramkan. 

Lain daerah lain cerita, begitu saya sampai di daerah lainya di Sumatera Selatan. Saya dan rekan kerja di sambut bak pejabat tinggi. Makanan yang disediakan sangat lengkap mulai makanan berbagai masakan sampai dengan buah-buahan segar pun tersedia dengan lengkap. Sampai suatu malam, ketika perut mulai memanggil, saya dan rekan kerja pun dibuatkan mie rebus dengan telur. Yumm, luar biasa terpenuhinya hasrat untuk makan banyak hehehe.


Fakta Menarik Tentang Sawit 


Nah, ini dia beberapa fakta menarik tentang Sawit.

1. Sawit = Semuanya Bermanfaat 

Betapa bahagia bila dapat memberikan kontribusi positif bagi siapapun. Filosofi tersebut bisa tergambar dari sebuah pohon kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan mulai dari batang, TBS dan Daunnya, bahkan limbah bekas pengolahannya pun dapat dimanfaatkan. Batang kelapa sawit bisa digunakan sebagai bahan permebelan, kemudian Tandan Buah Segar (TBS) setelah di proses atau dipisahkan buah dari tandan maka limbah tandan dapat digunakan sebagai pupuk, sedangkan buah kepala sawit di proses menjadi CPO dan kernel. Selain hasil tersebut, kernel pun menghasilkan cangkang dan fiber yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti BBM. Biasanya cangkang juga di jual kembali. Wow, jadi kepala sawit ini sangat banyak manfaatnya.

2. Sawit = Komoditi Unggulan 

Sawit di Indonesia merupakan salah satu komoditi unggulan yang menyumbang pendapatan yang cukup banyak. Bahkan, Indonesia menyuplai sebagian besar kebutuhan CPO di Dunia. Saya patut berbangga.

3. Sawit = Petani Sejahtera

Nah, ini sebenarnya yang masih dalam perbincangan mengenai peraturan yang dibuat oleh beberapa perusahaan asing yang tak mau membeli secara langsung Sawit dari Petaninya sehingga sangat merugikan.

Sangat disayangkan sebenarnya apabila, perusahaan asing yang memiliki operasional di Indonesia namun tidak membeli secara langsung dari petani di Indonesia. Perlu adanya dobrakan untuk mencegah petani semakin terpuruk dengan beberapa peraturan yang kurang memposisikan petani Sawit di Indonesia. 

Harapan saya tentunya semua pihak sejatera dan hidup dalam naungan dari filosofis sebuah pohon sawit yang senantiasa bermafaat dari batang sampai buahnya.

Untuk update secara langsung mengenai berita perkebunan bisa di lihat di perkebunannews.com

  • Share

Saatnya Memilih Di Sun Life Edufair 2016

Sun Life Edulife 2016

Aduh kok harus memilih segala sih? Memangnya apa yang harus dipilih di Sun Life Edufair 2016 ? Pilih belanjaan ya? Atau pilih mainan? Okay saya jelasin dulu kalau kegiatan Sun Life Edufair 2016 yang berlangsung dari 28-31 Januari 2016 kemaren di Senayan City adalah memilih sekolah terbaik yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Pasti kepala dan dagu sudah naik turun tanda paham apa yang saya jelaskan. Tapi, eits tunggu dulu, bukan hanya memilih sekolah saja, namun banyak acara lain seperti penampilan musik, tarian, martial art dan menyanyi dari anak-anak serta talk show dengan beragam tema seperti  mempersiapkan biaya pendidikan anak, edukasi anak di era digital, Ayah dan Bunda adalah sahabat anak dan cara mengetahui bakat dan minat anak.

What's wrong with you Man? Are you serious with your event? Yes, saya mah tidak bercanda. Saya sudah serius mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik sejak dini. Boleh dikata, ini langkah awal menyiapkan mental menjadi orang tua nantinya. Walaupun belum punya calon, tapi setidaknya saya sudah punya cem-ceman (gebetan) yang berada dalam radius yang tidak terlalu jauh dari jangkauan saya. Mau tahu siapa cem-ceman saya, wah maaf ini sungguh rahasian yang tidak dapat disebarluaskan ke publik. Mungkin, satu postingan terpisah atau pada blog terpisah saya akan jelaskan secara gamblang. Peace. 

Keponakanku Shafira 

Sun Life Edulife 2016

Oh iya, ngomong-ngomong masalah pendidikan anak, saya jadi teringat keponakan saya. Usianya menginjak 2 tahun di 2016 ini. Wajahnya masih imut-imut dan lucu. Bayangan saya bukan satu atau dua tahun ke depan, namun 5 tahun mendatang, saat Shafira duduk untuk pertama kalinya di bangku sekolah. Pastinya, sebagai pamannya, saya juga memiliki tanggung jawab memberikan informasi mengenai pendidikan yang bagus kepada adik saya.

Di Pemalang, kota kelahiran saya, pendidikan masih menjadi prioritas kedua, bukan yang utama. Namun, saya cukup bangga karena Ayah saya menfasilitasi saya untuk mencapai gelar sarjana bahkan mengenyam gelar profesional di bidang Audit. Setidaknya, Shafira akan mendapatkan prioritas pendidikan yang utama dari keluarga yang menomor satukan pendidikan. Duh, ngga sabar melihat Shafira tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki bakat yang terasah dengan baik.

Di Sun Life Edufair 2016, beberapa booth menyuguhkan banyak alternatif edukasi anak. Saya menyebutkan salah duanya yaitu Dress Dream, sebuah kursus untuk anak yang ingin menjadi desainer atau permainan kata yang menarik bagi anak.

Make your children dreams come true

Sun Life Edulife 2016

Believe or not, pasti pada waktu kecil, Guru kamu juga akan menanyakan cita-cita apa yang diimpikan pada saat dewasa nanti? Iya kan, dan pastinya dengan serentak akan menjawab jadi dokter, presiden, guru atau bahkan polisi. Semua jawaban tak ada yang salah dan tak juga bisa dibenarkan seratus persen, karena faktanya saya yang dahulu menjawab ingin menjadi dokter menjadi seorang blogger dan karyawan sekaligus dan saya bangga.

Fenomena pendidikan saat ini sangatlah berkembang pesat dan entah, saya sebagai orang awam yang tak paham mengenai sistem pendidikan hanya mengetahui trobosan pendidikan melalui sisi masyarakat yang sangat mengikuti perkembangan jaman. Salah satu yang saya temukan di booth Dream Dress.

Dream Dress Sun Life Edulife 2016

Dream Dress membuat anak mendapatkan pengetahuan serta proses menjadi seorang desainer. Tahapan awal yang dilalui seperti membuat sketsa atau gambar desain, kemudian memilih bahan yang akan digunakan, serta dalam proses akhirnya, anak akan membuat pakaiannya sendiri. Bagi saya, kursus atau pendidikan tambahan seperti ini sangat membantu mewujudkan impian anak sejak dini, bukan tidak mungkin saat dewasa, anak akan tumbuh menjadi seorang desiner kondang dan mendunia.


Selain kursus, sekolah formal pun membuka informasi mulai dari kurikulum, biaya pendidikan, waktu pendaftaran, sistem pembelajaran dan informasi lain yang sangat lengkap sehingga orang tua dapat memilih sekolah yang sesuai dengan kecerdasan dan bakat anak, bukan memaksakan anak mengikuti kemauan orang tua sehingga outputnya pun tak maksimal. Jangan sampai salah pilih dan memaksakan kehendak, mungkin ini yang mau saya sampaikan.

Pengalaman pribadi saya membenarkan ini semua karena pada saat SMA, saat pilihan jurusan, orang tua sangat menginginkan saya masuk IPA sehingga sangat memaksakan sampai saya harus ikut les hanya demi masuk jurusan tersebut. Hasilnya, saya harus puas berada dalam lingkungan IPS, namun saya membuktikan kembali bahwa di IPS pun saya dapat berprestasi.

Ayah dan Bunda adalah sahabat anak



Sebuah talkshow menghadirkan tema "Ayah dan Ibu adalah sahabat anak". Mungkin saja tema ini terkesan aneh, mana mungkin orang tua kandung bukan merupakan sahabat bagi anaknya, namun saya berkaca pada diri sendiri, selama ini saya hanya berkomunikasi dengan orang tua pada saat terdapat sesuatu yang harus di bahas diluar urusan tersebut, tidak ada komunikasi khusus. Bahkan, piknik keluarga pun jarang kami lakukan, cuma beberapa kali saja. Mungkin, inilah yang dimaksud bahwa keluarga bukan merupakan rumah pertama namun merupakan rumah kedua, anak merasa terasing bersama orang tuanya.

Ibu Erlina Iswanto, mengungkapkan banyak fakta yang tak bisa dipungkiri kebenaranya, bahwa apabila anak merasakan keterasingan dalam keluarga akan sangat fatal akibatnya bukan hanya kenakalan bahkan sangat jauh seperti kejahatan anak atau remaja. Untuk meredamnya, dibutuhkan keaktifan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak yang lebih baik.


Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya adalah support selalu kegiatan anak dengan hasil apapun. Bahkan apabila sang anak mendapatkan nilai kurang bagus, maka katakanlah bahwa tidak apa-apa dengan hasil tersebut dan harus diperbaiki selanjutan. Perkataan positif juga dinilai sangat efektif membuat anak merasakan dukugan darai orang tua sehingga anak tidak depresi dan mendapatkan tekanan dari pihak manapun.


Baru di event Sun Life Edufair 2016 inilah saya merasa memiliki tangung jawab bagi generasi penerus saya di masa depan dengan memberikan pendidikan terbaik serta merencanakannya dari jauh hari atau waktu dini sehingga pada saat usia sekolah, anak sudah mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Biarkan anak tumbuh dan besar sesuai dengan impian yang dimilikinya. Jangan sampai pola pendidikan jaman dahulu diterapkan pada anak atau bahkan cucu kita nantinya. Membantu kamu mempersiapkan pendidikan bisa akses www.brighterlife.co.id  atau bisa ke web site Sun Life. 
  • Share