Mudahnya Berlibur Ke Bumi Laskar Pelangi, Belitung


Perjalanan saya berlanjut ke Belitung dari Bangka. Pilihan saya jatuh kepada pesawat kecil yang sering disebut ATR. Jangan bayangkan pesawat besar seperti boeing ataupun air bus yang sering membawa dari Jakarta menuju Denpasar, penumpangnya saja tak sampai seratus. Tentu saja jatung ini dibawa dalam situasi yang tak nyaman seperti sedang mengucapkan Ijab Qabul dalam pernikahan saja. Untung saja Hendrik sangat berpengalaman dalam hal pesawat-pesawatan. Maklum saja, pacar yang tak kunjung dinikahinya itu berprofesi sebagai pramugari salah satu maskapai besar di Indonesia. 

“Ndrik, ini bener ngga apa-apa?”

Wajah saya setengah pucat ketika saya duduk dan mengenakan sabuk pengaman.

“Biasanya sih banyak turbulence, Man.”

Hendrik bukan malah meredakan sport jantung ini namun menambah ketakutan saya. 

Sebetulnya, selain jalur udara kami bias naik jalur laut dengan durasi sekitar 4 jam perjalanan, namun Tuhan Maha Baik dan jadilah kami naik pesawat yang tengah tinggal landas ini. Saya memejamkan mata tanda berdoa dengan konsentrasi penuh. Sementara Hendrik hanya tersenyum puas sambal sesekali menghujat betapa lemahnya seorang traveler yang sering mengunakan berbagai moda transportasi ini.


Drama di dalam pesawat tak berlangsung lama, hanya sekitar 45 menit. Pramugari tengah mengecek sabuk pengaman kami sebelum mendarat di Bandar Udara H. AS. Hanand Joeddin, Tanjung Pandan, Belitung. 

Suara deru pesawat telah berhenti dan kami semuanya turun menuju bandara. Diluar kami berdua telah dijemput oleh supir dari kebun tempat kami melakukan pekerjaan. Sesuai rencana, sebelum menuju penginapan, kami berkeliling terlebih dahulu di pantai Laskar Pelangi dan restoran seafood untuk makan malam. 


Beruntung supir kami dengan senang hati mengantarkan kami ke Pantai Tajung Tinggi dan lebih ternama dengan sebutan Pantai Laskar Pelangi. Sebelum setenar sekarang, pantai ini hanya dinikmati warga sekitar wilayah Sumatra. Semenjak dijadikan sebagai salah satu tempat syuting Laskar Pelangi, maka nama film garapan Riri Reza ini melekat dan dijadikan sebagai ikon wisata. Hasilnya, pantai sangat booming. Bahkan warga menyebut jika tidak menginjakan kaki di pantai ini, tidak disebut ke Belitung. 

Jarak tempuh dari Bandara ke pantai tak lebih dari satu jam. Jalanan di Belitung lumayan bersahabat namun memang kurang lebar karena belum dilakukan pelebaran. Namun karena sangat jarang mobil yang melintas tak membuat kenyamanan kami berdua berkurang. 


Finally, kami sampai di Pantai Laskar Pelangi. Cuaca saat itu cukup berawan sehingga warna biru lautnya terlihat sangat pucat. Walaupun sempat kecewa, namun akhirnya dinikmati sebagai bagian dari liburan yang singkat, tidak lebih dari beberapa jam ini. Kata orang, aji mumpung namun kapan lagi kan?

Laskar Pelangi merupakan sebuah Novel yang diangkat ke layer lebar. Melalui tangan dingin Riri Reza dan Mira Lesmana, Laskar Pelangi mampu menghipnotis penonton Indonesia dengan film tentang mimpi seorang anak dari sekolah yang tak layak disebut sekolah. Namun siapa sangka, muridnya mampu berprestasi dan membungkam dunia yang selama ini memandang sebelah mata.
Sebelum betul-betul menginjakan kaki di pantai, saya mengabadikan tulisan Laskar Pelangi yang berada tak jauh dari bibir pantai. Seperti biasa, setelah saya, kini giliran Hendrik yang saya foto. Rambut plontos dan senyum yang membuat siapapun yang melihat terpingkal-pingkal membuat saya pun ikut tertawa. 


Karena waktu kami tak banyak, kami langsung menuju ke Pantai. Sore itu tak begitu banyak orang, maklum saja hari ini masih weekdays belum menginjak weekend. Entah kalau hari jumat, sabtu dan minggu tentu aja akan sangat berbeda. 

Pose, jepret, pose, jepret, pose, jepret, begitulah yang kami lakukan untuk mengejar momen yang sebentar lagi sunset namun mendung. Sementara, kami pun telah ditunggu dan ditelpon oleh pemilik penginapan yang lumayan jauh dari pantai. Dan sebelum sampai di penginapan, kami mampir di sebuah restoran seafood yang lumayan ternama di Belitung.

Selain jelajah pantai, jika masih memiliki waktu yang cukup panjang bisa menambahkan Pulau Lengkuas, Pulau Basir, Pulau Pelayar dan Pulau Burong sebagai tambahan destinasi. Selain jelajah pulau, kota 1001 kopi yang terletak di timur pulau Belitung ini bisa dijadikan alternatif kunjungan di hari lain.



Selain pantai, Belitung pun memiliki Museum Kata Andrea Hirata dan Museum Tanjung Pandan. Museum Andrea Hirata ini merupakan museum yang menyimpan karya-karya Andrea Hirata mulai dari novel yang pertama sampai yang terakhir. Selain karya Andrea, museum ini menyiman foto lawas Belitung dari masa ke masa. Museum Tanjung Pandan merupakan museum rekam jejak sejarah dalam bentuk pakaian, peninggalan hingga sisa kapal karam. 

Itulah pengalaman beberapa tahun lalu ketika saya melakukan pekerjaan sekaligus liburan dan semuanya dihandle oleh klien. Nah, jikalau tidak memiliki waktu yang cukup namun waktu liburan telah diambang mata, apa yang mesti dilakukan. Harus beli tiket pesawat, harus booking hotel, memang begitu merepotkan, apalagi harus bertransaksi dua kali atau bahkan tiga kali. Kebayang betapa ribetnya ya.




Beruntung banget saya diberitahu bahwa terdapat fasilitas pemesanan Pesawat dan Hotel sekaligus. Di Traveloka terdapat fitur pemesan kedunya dengan satu pencarian saja. Cukup masuk ke website traveloka.com, kemudian masuk ke pemesanan Pesawat + Hotel di lajur sebelah tengah dan klik. Isilah detail penerbangan, kota, tanggal untuk pesawat dan hotelnya. Pastikan tanggal pergi dan pulang sama antara pesawat dan hotel.

Dan, hasilnya cukup mudah. Harganya pun lebih hemat, bahkan bisa difilter sesuai dengan budget. Biasanya untuk tiket ke Belitung bisa mencapai 1 juta lebih dan hotel pun bisa mencapai 1 juta lebih, sehingga membutuhkan budget 2,5 - 3 juta. Sedangkan pemesanan di traveloka bisa ditekan sampai 2 juta sudah termasuk Hotel dan Pesawat. Dan, masih terdapat diskon 20% yang membuat harga sangat ekonomis.

So, uang lebih bisa digunakan untuk kulineran atau beli oleh-oleh buat keluarga dan teman-teman kan? Oh iya, untuk metode pembayaran setelah melakukan transaksi pun banyak sekali pilihan mulai dari Kartu Kredit, Transfer dan lainnya. Tunggu apalagi sih, yuk pesan paket pesawat hotel Traveloka sekarang juga dan nikmati kemudahan dan diskonnya. 

Mudahnya Berlibur Ke Bumi Laskar Pelangi, Belitung Mudahnya Berlibur Ke Bumi Laskar Pelangi, Belitung Reviewed by Salman Faris on 11/26/2017 06:38:00 PM Rating: 5

3 komentar:

  1. Sebenernya kalo habis baca novel terus nonton filmnya, jadi ngerasa ada yang kurang gitu. Meskipun pantainya indah tapi entahlah. ehehe

    BalasHapus
  2. wuihh.. keren pemadangannya..

    ngeri juga ngebayangin naik ATR.. naik pesawat boieng aja gak bisa tidur karena takut..wkwk

    BalasHapus
  3. Mau banget ke sana. :D Pemandangannya super cantik. :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.