Menuju Bonus Demografi dan Generasi Emas Indonesia 2045

  • 2/29/2020 11:07:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Menuju Bonus Demografi dan Generasi Emas Indonesia 2045

Bonus demografi ditandai dengan meningkatkan proporsi penduduk usia kerja. Diperkirakan, pada tahun 2045 ada sebanyak  70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia berusia produktif (usia 15 - 64 tahun). Sisanya sebanyak 30 persen adalah penduduk tidak produktif (usia dibawah 14 tahun dan diatas 65 tahun). Dengan jumlah usia produktif mencapai 70 persen, maka beban tanggungan dari penduduk usia produktif menurun atau menjadi rendah, yakni antara 0,4 - 0,5 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung 40-50 penduduk non produktif.

Persoalannya adalah, anak-anak dan remaja yang berusia belia saat ini menyimpan potensi penyakit ya yang dapat mengganggu diusia produktifnya nanti. Berdasarkan data yang dirilis oleh Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profile pada 2014, menunjukkan bahwa angka kematian karena PTM meningkat drastis. Jika pada tahun 1990 angka kematian akibat PTM baru mencapai 58%, pada 2014 angka tersebut naik menjadi 71%.

Dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan PP Aisyiyah bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI), Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemkes Dr. Kirana Pritasari MQIH mengatakan trend status gizi, prevalensi stunting dan gizi buruk menurun. “Tapi angka ini masih di atas toleransi WHO. Toleransi WHO untuk gizi buruk adalah 10% dan stunting 20%. Sementara kita masih 30%, di atas toleransi. Ini yang mengakibatkan penyelesaian masalah gizi jadi masalah nasional. Jadi jika misalnya balita kita 22 juta, kalau yang stunting 30,8 %, jumlah itu lebih besar dari penduduk Singapura," ujar Kirana. 

Pemerintah sendiri telah menyiapkan 5 strategi dalam menurunkan dan mencegah stunting. Targetnya adalah pada 2024 stunting turun menjadi 14%, salah satunya melalui prioritas penanganan stunting yang dilakukan terhadap 260 kab/ kota. Selain itu, kampanye dan edukasi kesehatan dan gizi untuk masyarakat pun perlu untuk dilakukan, sebagaimana edukasi gizi dan bijak konsumsi susu kental manis yang dilakukan oleh PP Aisyiyah. "Susu kental manis itu adalah perasa, balita tidak boleh mengkonsumsi sebagai minuman sebelum tidur, jadi bukan untuk kebutuhan pemenuhan gizi," jelas Kirana. 

Anggota komisi IX DPR RI, Intan Fauzi, SH.LLM dalam kesempatan itu juga menyampaikan pentingnya peran edukasi dan sosialisai kesehatan untuk masyarakat. Terkait persoalan susu kental manis misalnya, edukasi langsung ke masyarakat perlu terus menerus dilakukan. “Sekarang sudah jelas ada regulasinya, sehingga produsen hingga distributor wajib menerapkan. Nah konsumen juga seharusnya sudah dapat memilah bahwa susu kental manis itu bukan termasuk kategori susu,” jelas Intan. 

Agar regulasi tersebut diterapkan dengan baik, fungsi pengawasan juga harus dioptimalkan. "Kami selalu melakukan rapat kerja dan rapat kerja terbatas. Dari situ apabila ada permasalahan jadi pembahasan . Mengenai peredaran makanan akan menjadi tanggung jawab BPOM, kan ada divisi penindakan," jelas Intan. 


Sementara YAICI menilai kampanye dan sosialisasi tersebut tidak merata di terima oleh masyarakat Indonesia. Keterbatasan media informasi hingga promosi produk makanan dan minuman dari produsen yang begitu masif mengakibatkan kampanye-kampanye kesehatan kurang bergaung.  Seperti yang terjadi pada produk kental manis. 

Ketua YAICI Arif Hidayat menjelaskan, produk kental manis nyaris seabad diiklankan sebagai minuman susu yang telah mengakibatkan kesalahan persepsi pada masyarakat. Masyarakat beranggapan produk yang mengandung gula 54% tersebut dapat diberikan kepada bayi dan balita sebagai minuman susu. Puncaknya adalah saat temuan balita menderita gizi buruk akibat mengkonsumsi susu kental manis di Kendari dan Batam, dan salah satunya meninggal dunia. 

"Pemerintah melalui Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan PerBPOM No 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan pada Oktober 2018, yang telah mengatur mengenai label dan iklannya. Sayangnya, pengawasan terhadap penerapan di lapangan masih belum optimal," ujar Arif Hidayat. 

Arif menyebutkan, kampanye atau penjualan offline yang dilakukan oleh SPG produk kental manis serta penempatan produk di supermarket masih kerap dicampurkan dengan produk susu anak lainnya. "Hal-hal seperti ini yang perlu peran pengawasan dari masyarakat. Regulasinya sudah ada, namun sayang sekali penerapan di lapangan tidak tepat. Sehingga edukasi atau kampanye kesehatan yang digaungkan pemerintah juga akan rancu dimata masyarakat. Karena itulah kami meminta kesadaran produsen dan peran sertanya mengedukasi masyarakat dengan cara jujur dalam berjualan," jelas Arif. 

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Chairunnisa, mengungkapkan kehkawatirannya akan bonus demografi apabila pemerintah masih abai terhadap persoalan kental manis. "Pemerintah seolah-olah hanya berkewajiban mengeluarkan regulasi, namun impelementasinya tidak efektif. Jangan sampai, akibat kelalaian hari ini, kita menghadapi bonus demografi yang menjadi beban bagi negara nanti, karena ancaman diabetes ataupun obesitas yang mengganggu usia produktif," jelas Chairunnisa. 

  • Share

Film Toko Barang Mantan : Semua Barang Mantan Itu Punya Sejarah Dan Kenangan

  • 2/15/2020 11:30:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Siapa yang punya mantan lebih dari satu? Hayo jujur deh, berapa banyak jumlah mantan kamu? Dan, apa saja sih barang-barang yang pernah dikasih sama mantan kamu dan masih kamu simpan sampai saat ini? Jujur, dulu pernah punya mantan yang pintar banget dan selalu bikin terpukau dengan wawasannya apalagi semangat untuk belajar, jadilah saya sering ngasih buku. Selain buku, pernah ngasih juga kayak baju gitu, tapi paling sering sih buku.

Dan, masih ingat banget waktu itu saya ulang tahun, dia ngasih kejutan dengan datang ke kantor klien dan ngerayain bareng temen kantor. dan, hadiah yang saya terima waktu itu kemeja. Kalau ngga salah sih, waktu itu masih lembur di kantor klien karena mau ngejar penutupan catatan keuangan. Yah begitulah lika-liku kehidupan sebagai Auditor disebuah kantor akuntan publik di Jakarta.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Ngobrolin tentang Mantan memang ngga bakalan ada habisnya, apalagi kalau baru putus beberapa bulan lalu dan putusnya karena sesuatu hal yang sepele dan diluar dari nalar. Pasti nyesek dan pengen melupakan mantan begitu saja, nah biasanya barang-barang dari mantan yang punya kenangan baik itu suka maupun duka, bakalan dibuang atau dikasih ke teman-teman. Kenapa ngga dijual aja ke Toko Barang Mantan, iya ditoko ini semua barang dari mantan akan dipajang dengan semua kisahnya. Selain bisa cepat move on, kamu juga bisa meraih pundi-pundi uang dari barang itu. Menyenagkan bukan, kalau barang mantan itu bisa jadi uang? 

Oh iya, Toko Barang Mantan ini merupakan sebuah film yang dibintangi oleh Aktor Reza Rahadian bersama Marsha Timothy. Nah, sebelum lebih lanjut bahas filmnya mendingan kita lihat dulu yuk trailer film besutan Viva Westi ini.



Sedangkan Sinopsinya adalah sebagai berikut : 

Film Toko Barang Mantan bercerita tentang sosok Tristan (Reza Rahadian) seorang pria yang rela berhenti kuliah sarjana hukum bahkan di semester akhir yang tengah disibukkan masa-masa skripsi demi memulai bisnis dengan membuka sebuah toko yang diberi nama Toko Barang Mantan.

Lantaran memiliki karakter yang introvet, Tristan hanya sibuk menjadi pendengar curhatan kisah cinta yang kandas dari orang-orang yang menjual barang ke tokonya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Tristan kemudian diceritakan kembali bertemu dengan Laras (Marsha Timohty) sang mantan kekasih saat keduanya masih duduk di bangku SMA. Kedatangan cinta lamanya itu ke Toko Barang Mantan bertujuan untuk menjual cincin pertunangannya.

Usai pertemuan itu, Tristan yang semula bersikap tertutup, menjadi orang yang terbuka dan menceritakan kepada dua sahabatnya Amel dan Rio bahwa dia mulai merasakan benih-benih cinta sejak pertama bertemu Laras di tokonya.

Apakah kisah cinta mereka semasa SMA akan terulang kembali? (Sumber tagar.id)

Cast Pemain 

Reza Rahadian sebagai Tristan
Marsha Timothy sebagai Laras
Iedil Putra sebagai Rio
Dea Panendra sebagai Amel
Roy Marten
Widi Mulia
Fendy Chow
Stella Cornelia

Review Film

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Film Toko Barang Mantan

Secara keseluruhan film ini sungguh menghibur meskipun endingnya masih terkesan dipaksakan karena harus diselesaikan, padahal kalau endingnya bisa dibuat lebih dramatisir lagi, maka akan membuat filmnya lebih menarik lagi. Secara kualitas akting, Reza Rahadian dan Marsha Timothy ini tidak diragukan lagi dan membuat film ini memiliki kesan yang romantis dan sangat beda. 

Dari segi sinematik, film ini sudah sangat bagus, namun memang karena bergenre romantis dan kekinian nuansa ceria dan cerah mendominasi di setiap adegan. 

Overall, Toko Barang Mantan ini wajib ditonton karena mengulang kisah mantan dan barang-barang yang memiliki kenangan bersamanya. Jangan lupa saksikan Film Toko Barang Mantang tanggal 20.02.2020 di seluruh bioskop di Indonesia. 
  • Share