Sisi Sunyi Taman Sari Sunyaragi, Cirebon


Tempat perisirahatan

Menyambangi sebuah hamparan bangunan penuh kesunyian itu menyenangkan. Tidak saja membuat keadaan yang panas, menjadi dingin dan sejuk tapi dapat meredam emosi dan menawarkan keadaan, sehingga tercipta suatu sinergi. Makna dari Sunyaragi selaras dengan bentuk bangunan yang sunyi dan menyepi. Sunya bermakna sepi dan Ragi adalah sebuah raga.  Dua buah kata yang berasal dari bahasa sansekerta. Konon, tujuan dari pembuatan Sunyaragi diperuntukan Sultan Cirebon untuk beristirahat dan bersemedi. 

Dalam Gua Peteng

Nampak Luar Gua Peteng

Luas kompleks gua dan bangunan mencapai 15 hektare. Kompleks terdiri dari gua-gua dan pesanggrahan. Dari beberapa gua yang ada, gua peteng merupakan gua utama yang memiliki fungsi sebagai ruang semedi Sultan. Apabila menyusuri beberapa gua, nuansa sunyi dan mistis begitu terasa. Apalagi, disekitar gua terdapat taman air yang menghubungkan beberapa gua disekitarnya. Disekitar gua, terdapat beberapa bukit, jalanan dan danau sebagai pintu utama yang terlihat dari jalan bridgen Dharsono.

Nuansa damai juga sangat terasa, ketika menyusuri jalan menuju bangunan yang disebut sebagai pesangrahan. Sebuah bangunan dengan beberapa ruang tidur, kamar rias, ruang ibadah, dan serambi yang sangat sejuk. Ketika kaki ini lelah menghampiri beberapa gua, dan tak sengaja tersengat matahari Kota Cirebon yang panas itu, duduk di serambi merupakan penawar segalanya. Hampir saja mata ini terpejam karena belaian angin sepoi-sepoi yang lembut itu.



Desain Sunyaragi memadukan beberapa unsur campuran dari berbagai aliran arsitek bangunan. Beberapa referensi menyebutkan bahwa Sunyaragi memiliki perpaduan gaya Eropa, Tiongkok, Arab dan Jawa. Sangat wajar apabila ukiran khas Jawa berakulturasi dengan gaya Tiongkok maupun Arab dan Eropa. Taman air yang mengalir disela-sela gua merupakan inspirasi nyata dari teknologi Eropa yang terkenal dengan teknologi bendungannya.



Sinar matahari kian redup dan menghilang di ufuk barat. Menyusuri Sunyaragi merupakan penawar rasa galau dengan bermeditasi dan menikmati indahnya siluet Gunung Cermai yang bisa dipandang dengan mata telanjang. Rasa damai itu masih terus tersisa saat melewati pintu keluar. Ada keinginan untuk kembali lagi untuk sekedar rehat dari segala rutinitas yang menghalau kalbu ini.



Artikel ini juga ditayangkan di blog pribadi khusus travelling www.bluepackerid.com

  • Share

Cerita Travelling, Pantai Ndrini dan Selfie

“Traveling is a brutality. It forces you to trust strangers and to lose sight of all that familiar comfort of home and friends. You are constantly off balance. Nothing is yours except the essential things: air, sleep, dreams, sea, the sky - all things tending towards the eternal or what we imagine of it.
Cesare Pavese

Yeah, tapi kata-kata ini mengingatkan perjalanan saya ke sebuah pantai di wilayah Gunung Kidul, Yogyakarta. Perjalanan yang mungkin saja merupakan sebuah perumpaman yang sesuai dengan quote yang menyatakan bahwa berwisata itu sangat brutal dan diluar akal nalar kita, bagaimana tidak, aku bisa saja berbicara dengan orang asing yang sama-sama tidak mengenal sebelumnya, saat membuka pembicaraan, satu sama lain akan mengucapkan kata salam, dan mulai menceritakan tentang sebuah hal.

Sama saat saya travelling ke Malaysia, saat itu di Penang, saya ketemu dengan seorang agen TKI disana. Dia menceritakan bahwa kehidupan di Malaysia itu layaknya sebuah harapan baru bagi dirinya. Di Malaysia dia mendapatkan lebih dari pada saat ia bekerja di Indonesia. Dia memberitahukan pemberhentian yang saya tuju. Saya senang juga bisa mengobrol ngalor-ngidul untuk menawar rasa rindu kampung halaman.

Sumber : http://idanaaathename.tumblr.com/page/3
Lalu, saya bertemu dengan sepasang kakek nenek dari Korea Selatan, saya menanyakan sebuah lokasi pemberhentian shuttle bis, dan mereka memberi tahu saya dengan Bahasa Inggris mereka yang tak begitu baik, namun ajaibnya saya dapat memahaminya. Kemudian saat mereka berdua turun dari bus, saya mengucapkan terima kasih dalam bahasa Korea "gamsahamnida". Mereka berdua tersenyum dan kakek menepuk pundak saya tanda senang. Saya pun merasakan getaran tulus. Betapa sebuah kekuatan komunikasi dalam berbagai bahasa membuat saya menerima berbagai macam kebaikan.

Sebuah cerita di Jepang juga membuktikan, bahwa saya harus benar-benar percaya pada orang asing. Bagaimana tidak, saat saya travelling ke Jepang, saya hanya bermodalkan sebuah buku karya Claudia Kaunang dan pengetahuan yang saya cari melalui google. Untung saja ketika saya kebingungan mecari jalan ke sebuah agen penjualan tiket terusan ke Hakone, saya bertemu dengan seorang wanita, saya sudah lupa namanya, namun karena kebaikannya saya dapat menemukan agen perjalanan tersebut. Tak tanggung-tanggung, saya diantar sampai agen tersebut. Saya hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih dalam bahasa Jepang tentunya. 

What a travelling story, we must trust stanger every time we ask some question about the direction.

Pantai Ndrini

Kalau perjalanan menuju Pantai Ndrini ini membutuhkan waktu sekitar satu setengah sampai dua jam dari Yogyakarta, lebih jauh dari lokasi Goa Pindul. Saya dan teman saya harus menyewa sebuah mobil karena perjalanan yang sangat jauh itu. Disamping itu, untuk menghemat waktu karena berdekatan dengan Goa Pindul, maka saya dan dua teman saya dengan sangat rasional menyewa sebuah rental mobil.

Mempercayai orang asing pun harus saya alami pada perjalanan saat ini, perjalanan kali ini penuh dengan cerita tentang Yogyakarta mulai dari Obyek wisata yang akan kami kunjungi yaitu Pantai Ndrini. Kebetulan Pantai Ndrini ini adalah salah satu dari gugusan pantai-pantai di Gunung Kidul. 


Selfi tak harus tampak muka kan hahaha
 
Keunikan dari Pantai Ndrini ini adalah gugusan batu koral yang menyerupai  Tanah Lot di Bali. Keindahannya pun hampir sama bahkan lebih indah karena pasirnya yang putih bersih.  

Karena sebuah jejak yang harus ditinggalkan hanya sebuah tapak kaki, dan hal yang bisa diambil hanyalah foto, maka saya mengabadikan kenangan yang indah itu di Pantai Ndrini. Sebuah pantai dimana saya bisa mengambil sebuah makna baru, bahwa travelling kemana pun akan terus menerus menambah kenalan baru berupa orang asing yang telah teruji, dan bisa jadi orang asing itu akan menjadi teman, sahabat atau bahkan jodoh saya nantinya, hanya Tuhan yang tahu. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Selfie Story bersama Smartfren
  


SmartFren

 
  • Share

Yogyakarta (II) : Goa Pindul


Rasa Goa Pindul ini sangat familiar ditelinga saya. Saya mencoba mengingat-ingat lagi. Dan, ternyata setelah saya ingat-ingat, saya pernah melihat sebuah tayangan di youtube mengenai Goa Pindul ini. Jalan-jalan Men, yang telah mengantarkan saya ke Goa Pindul ini.

Goa Pindul ini terletak di Gunung Kidul, sebuah daerah yang terletak di sebelah selatan Yogyakarta. Jarak tempuh sekitar satu  sampai satu setengah jam ini memang membutuhkan sebuah transportasi yang 'safety'. Sekedar informasi, waktu tempuh dan jarak yang lumayan jauh patut disiasati dengan mengunakan kendaraan pribadi atau kendaraan sewa. Untuk transportasi umum, sangat jarang yang langsung sampai ke lokasi.

Tips Sewa Kendaraan

Di Yogyakarta, banyak pilihan untuk menyewa kendaraan sebagai pilihan menuju goa pindul. Berikut beberapa tips memilih sewa kendaraan di Yogyakarta :

Informasi Hotel
Biasanya jika kita menginap di salah satu hotel, di resepsionis biasanya terdapaat beberapa brosur mengenai informasi travel atau sewa kendaraan. Apabila belum cukup informasi pada brosur, coba tanyakan kepada resepsionis mengenai travel atau sewa kendaraan tersebut. Jangan lupa tanyakan apakah ada harga khusus atau diskon.

Tanya ke Teman
Teman yang berada di Yogyakarta juga sangat berperan penting. Yup, selain bisa dijadikan sebagai guide, anda bisa manfaatkan untuk bertanya sewa kendaraan yang memiliki rate bagus dengan kualitas bagus juga.

Bandingkan Harga
Apabila anda telah cukup memiliki informasi mengenai beberapa penyewaan kendaraan, maka anda bisa membandingkan rate harga per masing-masing penyewaan kendaraan. Jangan lupa perhatikan berapa jam sewa, harga sewa sudah termasuk dengan bahan bakar dan supir atau tidak, dan kapasitas kendaraan tersebut.

Kredibilitas Rental
Selain harga yang bersaing, jangan lupa untuk memperhatikan kredibilitas penyewaan kendaraan tersebut. Apabila memiliki nama baik, anda bisa memesan dengan tenang dan aman.

Tetapkan harga deal dan minta Kontak Driver
Setelah deal dan melakukan pemesanan dengan harga yang telah disepakati, jangan lupa untuk mencatat baik-baik nomor kontak driver yang bertugas.

Nah, itu dia beberapa tips apabila anda memilih untuk menyewa sebuah kendaraan.


Perjalanan Menuju Goa Pindul

Sumber : http://goapindul.com/lokasi-dan-peta-cave-tubing-goa-pindul/
Waktu tempuh yang lumayan jauh yaitu sekitar  satu sampai satu setengah jam. Goa pindul sendiri terletak di Desa Bejiharjo, Gunung kidul. Apabila anda menyewa kendaraan, maka perlu dipersiapkan seperti cemilan, dan minuman ringan sebagai teman selama perjalanan.

Ada beberapa hal yang patut anda coba sehingga perjalanan ke Goa Pindul pun menjadi menyenangkan :

Play Music and Sing Together
Nah, ini jurus jitu banget untuk mengusir jenuh selama perjalanan. Seperti Video berikut ini :


Selfie dengan Teman
Jelas sekali selfie merupakan sesuatu yang wajib selama perjalanan sehingga suasana yang jenuh berubah menjadi menyenangkan.

Tidur
Apabila kondisi anda kurang begitu fit, maka disarankan untuk tidur dan menikmati perjalanan dengan mimpi yang indah, siapa tahu di mimpi kita bisa ketemu bidadari yang mirip cinderella hahaha.

Makan dan Minum
Uhuuy, ini malah akan membuat lemak-lemak yang ada bertambah banyak, tapi kalau belum makan atau sarapan sebaiknya memang makan dulu, agar tidak mabuk selama perjalanan.

Wirawisata Goa Pindul



Goa Pindul termasuk wisata yang dikelola oleh karang taruna atau penduduk sekitar dengan membentuk beberapa agen wisata (tempat outbound). Menurut Mas “X”, mungkin ada lebih dari 10 tempat “outbound” yang dikelola. Meskipun telah memiliki lebih dari 10 tempat outboud, mereka sering kewalahan menampung wisatawan lokal maupun asing yang datang setiap harinya. Apabila musim ramai, tempat-tempat outbound tersebut sempat menyatakan ada pembatasan setiap harinya, karena memang kapasitas goa pindul sendiri yang memiliki kapasitas yang tidak terlalu banyak dan tergantung dari aliran sungai yang fluktuatif apalagi kalau saat musim kering.



Wisata Goa pindul terdapat tiga jenis wahana , yaitu Goa Pindul, Sungai Oya, dan Goa Sioyot. Anda akan disajikan dengan Goa aktif yang dialiri oleh sungai, dan satu-satunya di  ASEAN. Kemudian, anda bisa menyusuri sungai Oya dan bisa merasakan terjun bebas ke sungai dari tebing dengan ketinggian sekitar 5-10 Meter. Dan terakhir, Goa Sioyot merupakan goa yang dipenuhi stalagtit dan stalagmid dan hanya bisa dilalui dengan merunduk karena ketinggian goa hanya setinggi dada orang dewasa. Selain stalagtit dan stalagmid, pada beberapa bagian Sioyot ini dialiri oleh air yang mengalir seperti Goa pindul, namun hanya air yang tak terlalu deras. Selain itu, yang menjadikan Sioyot istimewa adalah anda dapat melihat batu-batuan dalam bumi yang menarik dan masih alami.

Tiket Masuk Wisata

Goa Pindul
Domestik : Rp 40.000
Non Domestik : Rp 60.000

Sungai Oya
Domestik : Rp 50.000
Non Domestik : Rp 70.0000

Goa Sioyot
Domestik : Rp 50.000
Non Domestik : Rp 70.0000













Keajaiban Goa Pindul

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Pindul_Cave,_Indonesia.JPG

Salah satu keajaiban yang patut kita nikmati adalah Goa aktif yang dialiri oleh sungai. Dan, merupakan satu-satunya di ASEAN. Jadi, kita harus bangga dengan keajaiban yang dimiliki oleh  Indonesia ini. Kita harus bangga dengan obyek wisata yang satu ini. Anda bangga kan? Iyaaaaaaa.

Sebelum “nyemplung” ke sungai, anda diwajibkan untuk memakai pelampung untuk keselamatan, serta memilih Ban besar yang digunakan untuk menyusuri Goa Pindul.

Goa Pindul berisikan tiga zona, zona terang, zona remang dan  zona gelap. Namun, menurut cerita legenda yang ada, dahulu kala Joko Singlulung mencari Ayahnya hingga ke sebuah Goa. Sehingga pada saat menyusuri Goa-goa yang ada, Joko ini menabrak sebuah bebatuan besar di bagian pipi, sehingga Goa ini dinamakan Goa Pindul yang berasal dari kata Pipi Gebendul "Pindul" atau dalam Bahasa Indonesia berarti pipi yang terbentur.

Seperti layaknya nyemplung di air, menyusuri Goa Pindul dengan sebuah ban besar dan pelampung itu memiliki sensasi tersendiri. Waktu pertama kali rafting pada tahun 2013, saat outing kantor, saya menikmati sekali, karena kesan pertama kali itulah, saya menikmati setiap momen saat berada di Goa Pindul. Ya basah-basahan nya, ya nuansanya yang mistis, ya keramaian orang-orangnya, dan yang paling penting adalah kita saling gandengan, eh, hahaha.

Susuri Sungai Oya



Beda saat rafting dengan permainan di Sungai Oya ini adalah, saya menaiki sebuah Ban, dan melawan arus sungai yang lumayan deras. Saya bersama beberapa teman berpegangan erat sekali, takut terbawa arus, apalagi kalau ada arus yang lain, kasih tahu ngga ya. Hehehe.

Setelah menyusuri sungai, di pertengahan Sungai Oya, terdapat wahana untuk menguji nyali, yaitu lompat dari tebing sungai yang tingginya sekitar 5-10 meter. Saya menyatakan berani. Awalnya sih ragu-ragu, tapi saat meloncat dan kemudian mendarat diair, perasaan takut pun berubah menjadi perasaan lega.

Setela berhasil lompat, saya pun berenang ketepian, setelah menepi, dan pada saat menuju ke arah teman-teman saya disisi yang bersebelahan, saya merasakan sesuatu yang berat menahan badan saya. Ternyata saya berenang melawan arus. Saya mencoba sekuat tenaga untuk melawan arus tersebut. Akhirnya dengan keadaan yang lemah, saya berhasil menepi disisi yang berbeda. Sungguh perjuangan yang sangat berat, seberat badanku, eh.

Setelah basah-basahan, saya pun menghangatkan badan dengan menyantap mie ayam kuah yang panas. Semoga kuah mie ayam ini dapat mengusir masuk angin yang hinggapi badan ku yang telah terisi oleh lemak-lemak.

Referensi : http://id.wikipedia.org/wiki/Gua_Pindul

Baca Juga 
Edisi Yogyakarta
Berburu Senja Ratu Boko Berburu Senja Ratu Boko
Raminten, Prambanan & Ratu Boko Raminten, Prambanan & Ratu Boko

Edisi Korea Selatan 
7 Tempat Wisata Menarik di Seoul 7 Tempat Wisata Menarik di Seoul

  • Share

Yogyakarta (I) : Raminten, Prambanan & Ratu Boko


Stasiun Tugu Jogjakarta - Salah Satu gerbang menuju Jogjakarta

Berbicara Yogyakarta memang tiada habisnya. Banyak tempat-tempat wisata yang harus kita singahi. Salah tiganya adalah House of Raminten, Candi Prambanan (Candi Sewu) dan Candi Ratu Boko.

House of Raminten

 
Moto Raminten : Hidup adalah Bekerja 
 Raminten, siapa yang tak kenal sosoknya yang lucu dan merupakan sosok inspiratif dari Yogyakarta. Jujur saja, saya baru tahu kalau Raminten ini merupakan tokoh. Saya mengira bahwa Raminten ini nama sebuah tempat atau sebuah benda, namun teman saya menuturkan bahwa Raminten ini seorang tokoh yang terkenal di Yogyakarta.

Raminten sendiri merupakan tokoh yang diperankan oleh Hamzah. Raminten lahir dari Komedi Situati di stasiun televisi terkenal di Jogja yaitu Jogja TV.

House of Raminten berjarak sekitar 1,1 kilometer dari jalan Malioboro. Alamat lengkapnya di jalan FM Noto 7. Jadi apabila anda mau ke sana, anda bisa naik becak atau pun transportasi lainnya seperti taksi, dan apabila mau lebih sehat lagi anda bisa jalan kaki.

Note : Lokasi dan Peta House of Raminten

Menu Spesial 


House of Raminten menyajikan berbagai macam masakan khas Yogyakarta (tentunya), masakan Indonesia dan masakan ala Raminten. Masakan ala raminten ini merupakan ide bilian dari House of Raminten yaitu memadukan Koteka dan Ayam dan disebut dengan Ayam Koteka. Konsepnya adalah memasak ayam dengan bungkus bambu yang mirip koteka. Ayam dimasak dengan cara seperti ayam suwir dengan telor didalamnya. Jadi kebayang dong gimana rasanya ayam suwir yang gurih dan telornya, hmmm sedap.

Ayam Koteka dan Gudeg 
Selain Ayam Koteka masih terdapat menu-menu lainnya seperti Gudeg, Es Dawet, Rawon , Sego Goreng, Garang Asem (Ini dia menu yang bikin merem melek karena segarnya), dan lainnya.

Kaos Raminten Lucu & Jajanan



Selain masakan dan makanan, terdapat souvenir berupa kaos dan gantungan kunci serta asesoris lainnya. Kalau anda berburu oleh-oleh jajanan, jangan khawatir, di House of Raminten ini disediakan beberapa jajanan seperti bakpia dan jajanan khas Yogyakarta lainnya.


Candi Prambanan




Sore itu matahari enggan muncul di Prambanan, entah karena memang malas atau sang awan saja yang menutupinya sehingga saya pun tak bisa merekam keindahannya bersama matahari. Hanya saja saya mencoba mengabadikan dengan kondisi mendung dan hampir senja.

Niat dan tujuan ke Candi Prambanan adalah berburu senja yang kemerahan itu. Saya telah observasi di google bagaimana indahnya sebuah senja di Candi Prambanan. 
Betapa Indahnya Senja di Candi Prambanan

Naik TransJogja

Transjogja merupakan transportasi massal di Yogyakarta. Jika anda ingin menuju ke Prambanan, anda bisa naik Transjogja dari rute mana saja. Saya kebetulan menginap di daerah dekat Malioboro sehingga saya mengikuti rute Malioboro - Prambanan. Pilih Rute/Trayek 1A yaitu Prambanan - Bandara Adi Sucipto - Stasiun Tugu - Malioboro. (Sumber : Wikipedia Trans Jogja )

Museum Prambanan 

Pintu Masuk Museum Prambanan
Apabila kita menyusuri bagian utara Candi Prambanan (terletak di pintu keluar Candi Prambanan) terdapat sebuah museum. Museum ini menyimpang benda-benda purbakala temuan di sekitar kompleks Candi Prambanan. 

Salah Satu Arca Purbakala 
Berbagai macam Arca dan Batu-batuan yang di simpan di Museum Prambanan diantaranya arca lembu Nandi, resi Agastya, Siwa, Wishnu, Garuda, dan arca Durga Mahisasuramardini, serta batu Lingga Siwa. (Sumber : Wikipedia )


Setelah mengelilingi Museum Prambanan, di sebelah kanan tengah Museum, terdapat Museum Audio Visual. Museum tersebut mempertunjukan Video Prambanan.

Dalam Museum Audio Visual
Prambanan yang "Memerah"

Setelah puas berkeliling dan menonton pertunjukan di Museum Prambanan, saatnya untuk pulang. Masih membayangkan betapa indahnya sunset di Prambanan ini. 

"Sayang sekali tidak bisa melihat sunset yang melegenda di Prambanan," Batin Saya dalam hati.

Saya berjalanan beriringan dengan lainnya. Sepertinya memang sudah tidak ada harapan lagi sebab memang langit di Prambanan memang sudah gelap, dan orang telah bergeges pulang. Candi Prambanan di tutup sekitar pukul 18.00 WIB, jadi wajar saja pengunjung sudah bergeges pulang.

Entah apa yang menyebabkan saya berjalan menuju arah tengah. Dan, di jalan tengah itu saya melihat beberapa orang yang tengah memotret sesuatu. Betapa kagetnya saya ketika melihat kearah Candi Prambanan. Candi itu "Memerah"dan menyajikan pemandangan yang luar biasa. Inilah takdir yang tak disangka-sangka. Betul kata pepatah, kalau jodoh tak kemana. 

Prambanan "Memerah"

Candi Ratu Boko

Ratu Boko yang Ramai
Candi Ratu Boko ini unik karena terletak di perbukitan di Yogyakarta. Tipikal landscape Yogyakarta memang berbukit dan terkenal juga dengan pantai-pantai yang bagus. 

Untuk menuju Candi Ratu Boko, anda bisa masuk melalui Candi Prambanan. Candi Prambanan menyedikan shuttle bus menuju Candi Ratu Boko, tapi ada syaratnya, yaitu harus beli tiket terusan Candi Prambanan dan Ratu Boko. Harga tiket terusan sekitar Rp 45.000. Hanya menambah sekitar Rp 15.000 dari tiket Candi Prambanan yaitu Rp 30.000.

Salah satu kegiatan yang bisa anda lakukan di Ratu Boko adalah berburu senja. Silahkan baca Berburu Senja di Ratu Boko.

Anda pun bisa menikmati Indahnya pemandangan di sekitar, menikmati air buah kelapa yang segar, kemudian anda bisa juga melakukan yoga seperti yang saya lakukan hihihi.
Yoga Yogi ini namanya hahaha
Untuk informasi Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko anda dapat mengunjungi website resmi dari pengelola yaitu Borobudur Park Group . Dan ternyata layanan tiket online sudah ada, namun masih terkendala masalah teknis webnya. Semoga bisa secepatnya digunakan.

  • Share

7 Tempat Wisata Menarik di Seoul


Love Lock - Namsan Tower


Berwisata ke Negeri Ginseng merupakan impian semua orang. Selain negeri dengan musim yang brganti-ganti sebanyak 4 kali dalam setahun ini, Korea Selatan juga memiliki peninggalan sejarah pada masa lalunya, seperti Istana Gyeongbokgung, dan beberapa tempat lain yang sayang anda lewatkan. Seoul merupakan kota terbesar di Korea Selatan. Berbagai macam tempat wisata menarik semuanya ada disini. Kita simak beberapa tempat wisata menarik yang sayang anda lewatkan jika anda berkunjung ke Seoul.

Istana Gyeonbokgung




Istana Gyeongbokung merupakan istana yang dibangun pada 1395 oleh Raja Lee Seong Gye. Istana tersebut merupakan Istana terbesar Dinasti Joseon. Dari gerbang utama, hamparan batu-batuan menghiasi halaman Istana yang luas dan memiliki keunikan disetiap bangunan yang terdiri dari beberapa bagian pada Istana.

Didalam Istana ini terdapat National Folk Museum of Korea. Museum ini disimpan berbagai macam peninggalan sejarah Korea. Hal-hal unik yang dapat anda nikmati di Istana ini adalah foto dengan mengunakan busana khas Korea, tour dengan bahasa pengantar Inggris, dan mengunjungi peristirahatan para tamu yang dikelilingi oleh kolam teratai yang bagus.

Statue of Sejong The Great




Patung King Sejong berdiri megah diantara gedung pencakar langit Seoul. Di areal Gwanghawnum Square King Sejong ini terdapat Patung dari penemu huruf "Hangul". Sebelum mengunakan "Hangul", rakyat Korea Selatan mengunakan huruf yang sama seperti China. 


Insadong




Insadong merupakan salah satu distrik di Kota Seoul. Insadong menawarkan berbagai macam barang seni yang sayang anda lewatkan. Mulai dari pernak-pernik unik, keramik tradisional, koleksi buku unik, dan berbagai ragam barang seni dan langka.

Selain menikmati koleski barang seni, anda bisa langsung memesan beberapa karya seni berupa lukisan, gambar aataupun sketsa. Namun, hal yang luar biasa yang sayang anda lewatkan adalah dapat berkomunikasi langsung dengan para seniman.

Bukchon Hanok Village




Untuk sampai di Bukchon Village ini, bisa di akses melalui jalur subway jalur 3 kemudian turun di Anguk Station dan keluar di pintu nomor 2. Biaya tiket masuk tidak dikenakan alias gratis karena memang rumah-rumah warga yang unik.

Menyusuri Hanok Village lebih nikmat dengan berjalan kaki, karena selain sehat, pemandangan yang indah disekeliling kompleks yang dahulunya sering disebut dengan perumahan para bangsawan. Jadi sangat wajar apabila Hanok ini sangat indah oranmen dan bentuk dari rumah-rumah yang berada di daerah ini. Hanok disebut dengan desa tradisonal ditengah-tengah pembangunan kota Seoul yang sangat maju dan canggih. Ciri kuno namun tetao modern sangat terasa, bahkan disetiap rumah hampir pastikan memiliki kendaraan seperti mobil dan motor besar yang terlihat diantara rumah-rumah yang tradisional.

Namsam (Seoul) Tower




Dimanakah letak gembok cinta di Seoul? Pasti saya akan menjawabnya di Namsan Tower atau disebut juga sebagai Seoul Tower. Namsan Tower ini memilki fungsi yang sama dengan pemancar gelombang radio. Di bangun pada tahun 1969, dan dibuka untuk umum pada tahun 1980. Tinggi Namsan Tower ini mencapai 236, 7 meter. Letak Tower ini berada pada bukit di daerah Namsan.

Untuk mencapai Namsan Tower dapat ditempuh dengan cable car, bus atau pun jalan kaki. Apabila ingin menikmati keindahan Seoul dari atas, makan sangat disarankan untuk mengunakan cable car. Kita harus menuju stasiun cable car terlebih dahulu dengan naik subway kemudian turun di stasiun myeongdong jalur 4 dan pintu keluar 3 dan kemudian berjalan kaki sekitar 15 menit. Harga tiket masuk cable car adalah sekitar 6000 won. Apabila ingin naik bus, dapat ditempuh dengan naik subway terdekat dengan terminal bus yaitu dari Stasiun Chongmuro jalur 3 dan pintu keluar 2, kemudian naik bus nomor 2. Dan, apabila kita ingin menyusuri Namsan Tower maka sangat disarankan untuk berjalan kaki dari stasiun Myeongdong jalur 4, dan kemudian berjalan kaki menyusuri gedung pasific place, dan kemudian sudah terlihat dengan jelas dan indah Namsan Tower dari kejauhan. 


Lokasi gembok cinta ini berada diatas setelah tiket masuk. Saya menapaki tangga ke atas dan menemukan gembok-gembok cinta yang selama ini saya cari. Menurut mitos yang beredar, apabila kita menuliskan permintaan kita di gembok cinta dengan pasangan, maka cinta atau hubungan dengan pasangan akan langeng dan berakhir bahagia dengan sebuah pernikah. Uhuuu. Saya senang. Tapi saya bukan bermaksud untuk menuliskan permintaan atau menaruh gembok cinta di pagar khusus menaruh gembok cinta. Saya hanya ingin melihat view seoul sekali lagi dari atas.

Myeongdong




Hobi berbelanja pakaian dan peralatan make-up, disinilah tempatnya yang pas untuk anda berbelanja. Segala macam jenis pakaian dari berbagai mode terkenal semuanya tersedia disini. Tak hanya pakaian saja, make-up dari berbagai produk yang terkenal pun bisa anda dapatkan.


Tak hanya pakaian dan make-up, Myeongdong juga terkenal dengan berbagai jenis makanan dan jajanan yang membuat perut anda bergejelok jika mengelilingi kawasan ini dan menjumpai pedagang makanan. 

Gwangjang Market




Pasar tradisional Gwanjang adalah salah satu tempat “fresh food” yang berada di Seoul. Berbagai macam hasil laut segar yang berasal dari laut disekitar Seoul dapat anda jumpai. Pernah menjumpai kerang dengan bentuk aneh yang berada diakuarium? Jika penasaran dengan hewan-hewan laut yang aneh, maka anda harus menyusuri pasar dengan berjalan kaki dan menikmati setiap pemandangan yang ada disekitarnya.


Selain hasil lautnya, pasar tersebut menyediakan makanan tradisional semacam topokki (kue beras dengan saus peda), bimbimbap (nasi dengan campuran sayuran), kimbap (nasi yang dicampur sayuran dengan penyajian seperti sushi), dan berbagai macam jenis makanan khas lainnya.


  • Share

Berburu Senja "Ratu Boko"


Ratu Boko 

Finally, I was here. Candi Ratu Boko yang terkenal karena beberapa cerita yang membuatnya seperti melegenda hingga sekarang. Konon katanya, menurut masyarakat setempat, nama Ratu Boko merupakan Raja Bangu. Raja Bangau merupakan Ayah dari Loro Jongrang. Tentu saja, ini sangat terkait dengan Candi Prambanan yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Candi Ratu Boko. 


Versi lain menyebutkan bahwa Ratu Boko merupakan peninggalan bangunan dengan nuansa Hindhu, sesuai dengan Prasasti Abhayagiri Wihara, namun ternyata terdapat nuansa Buddha yang kental juga, ini terkait dengan Arca Dyani Buddha  yang ditemukan di Ratu Boko yang menyatakan Rakai Panangkaran (Tokoh dalam kedua prasasti) beragama Buddha.

 Kemegahannya tak terbantahkan 

Bagaimana caranya sebuah Candi yang dibangun sekitar abad 8 pada masa Wangsa Sailendra ini dibangun di atas bukit, dan tinggi sekitar 196 meter dari permukaan laut? 

Jawabannya akan sangat rumit bagi saya, namun secara logika, saya mengandaikan bahwa pada masa tersebut, teknologi pahat akan sangat diandalkan. Dan, mungkin saja butuh waktu yang sangat lama untuk memahat batuan hingga membentuk sebuah ornamen yang sangat cantik itu.Uniknya, Ratu Boko ini merupakan  Candi yang dibangun di bukit, sementara candi lain seperti Candi Prambanan berdiri diatas tanah yang landai dan cenderung datar.

Secara struktur bangunan, terdapat beberapa gerbang, benteng, keputren, gua dan pendopo serta kolam dan bangunan lainnya. 

Apabila kita masuk melalui gerbang pertama, maka kita harus melalui beberapa anak tangga dan menuju ke pendopo-pendopo. Pendopo ini digunakan sebagai tempat peristirahatan dengan pemandangan yang sangat indah apabila kita melihat ke arah berlawanan dengan pendopo-pendopo tersebut. Tak jauh dari pendopo tersebut, terdapat juga kolam, serta paseban (ruang resepdi). 

Setelah itu kita akan menaiki anak tangga kembali menuju gerbang utama. Nah, pada gerbang utama tersebut terdapat beberapa bangunan seperti gua lanang (male cave), gua wadon (female cave), dan candi pembakaran. Sesuai dengan ritual yang dilakukan dalam agama Hindhu maupun Buddha, maka setiap yang meninggal akan di bakar dengan api suci.


Misteri Ratu Boko

Saya sebenarnya pernah ke Yogyakarta sebelumnya, mungkin sekitar 3 kali saya mengunjungi kota gudeg ini. Namun ada satu hal yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, yaitu mengabadikan senja yang ada di Ratu Boko. Mengunjungi Prambanan rasanya akan sangat terasa luar biasa ketika saya mengunjunginya pada saat pertama, nah perasa itulah yang saat itu saya rasakan. Rasa "penasaran" itu yang membuat saya akhirnya menyempatkan ke Yogyakarta dan mengunjungi Ratu Boko. Awalnya saya mengira bahwa Candi ini merupakan istana yang dibangun sebagai persembahan kepada seorang ratu yang bernama Boko, namun sekali lagi saya belum sepenuhnya menemukan "Ratu Boko", karena memang masih banyak misteri yang hingga saat ini masih belum terpecahkan tentang "Ratu Boko"


Senja "Emas"

Fotografer mana pun akan berfikiran sama dengan saya mengenai satu hal yang tak akan di lewatkan ketika berkunjung ke Ratu Boko. Iya, berburu senja di Ratu Boko. 

Rasa penasaran itu seperti memang menguatkan saya untuk datang ke sini. Saya ditemani dua orang sahabat, yaitu Arina dan Mas Bayu, berburu senja yang memang sangat sebentar. Saya harus berlari mengejar senja yang memang hanya beberapa puluh menit saja. Sesudah itu, saya hanya dapat menikmati Ratu Boko dalam kegelapan. Untungnya saya berhasil mengabadikan senja "Emas" itu. Rasa senang, dan terpuaskan itu menyatu. Suatu saat saya akan kembali dan menikmati senja itu berlama-lama. 



Referensi : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Ratu_Baka
http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/ratu-boko/
http://www.kamusilmiah.com/sejarah/misteri-candi-ratu-boko/


  • Share

Macau : Eropa dan Las Vegasnya Asia

  • 10/15/2014 10:56:00 PM
  • By Salman Faris
  • 8 Comments
Grand Lisboa - Macau
Transportasi ke Macau

Macau, sebuah kepulauan di sebelah Hongkong. Negara koloni Eropa tertua di Tiongkok. Dan merupakan bekas pemerintahan Portugal. (Sumber : wikipedia.co.id).

Jika ingin ke Macau, akses yang paling mudah adalah menyebrang dengan Kapal Fery dan melalui penerbangan langsung ke Bandara International Macau. Bandara tersebut berada di Pulau Taipa, Macau. 

Transportasi yang umum digunakan di Macau adalah MLR dan Bus serta kendaraan pribadi. Saya yang sebelumnya berada di Hongkong, memutuskan untuk mengunakan transportasi umum  berupa Bus. Bus umum di Macau sangatlah nyaman, seperti Bus umum di Hongkong pada umumnya.

Berkeliling Macau

Tiba di Macau setelah mengunakan kapal Fery merupakan sesuatu yang indah. Kenapa Indah? karena saya bisa menikmati perjalanan laut, yang sebelumnya di Hongkong saya hanya bisa ber-MRT Ria. 

Pelabuhan Macau 

Tak lama dari Kapal Fery, saya memasuki Pelabuhan yang bersih. Suasananya sangat nyaman di Pelabuhan. Seperti biasa bagi Saya, warga negara Indonesia, setiap memasuki Macau, saya harus memasuki imigrasi terlebih dahulu untuk mendapatkan VOA selama 30 Hari. 

Satu lagi yang unik adalah ini pertama kalinya saya naik bus yang langsung menjemput penumpang dan membawanya ke tempat Casino dan Hotel tersebut. Boro-boro untuk masuk ke Casino, masuk hotel bintang lima saja, saya belum merasakannya.

Dan, taraaaattt, saya berhasil masuk ke Grand Lisboa yang terkenal itu. Wow bangunannya megah, dari jarak beberapa kilometer saja saya bisa melihat bentuknya yang unik dan berwarna keemasan.



Grand Lisboa - Macau
Memang, menurut berbagai sumber yang ada. Saya dapat menitipkan barang bawaan di hotel-hotel berbintang di seluruh Macau yang menyediakan casino.


Kuil Ama, Geverno De Macau 

Setelah tekagum-kagum dengan Hotel berbintang *7* atau tak terhingga ini, karena sangkin mewahnya, saya berkeliling disekitar Kuil A-ma, Governo De Macau, Penha Curch, De Maritime Museum dan lainnya. Karena memang kawasan ini banyak sekali bangunan bersejarah peninggalan Portugal.

Kuil Ama 



Geverno De Macau

Menyantap Egg Pie

Egg Pie - Macau

Yummy Egg Pie
Anda pasti akan menyesal jika tidak menikmati kuliner yang terkenal di Macau ini. Namanya 'Egg Pie' atau kalau dalam Bahas Indonesia 'Pie Telur' atau 'Pie Susu'. Rasanya sungguh luar biasa. apalagi saya yang suka menyantap yang gurih-gurih dan renyah. Walaupun kecil, tapi rasanya bisa bikin ketagihan. Mau lagi dan lagi deh pokoknya. Lokasi tokonya persis di sekitar Governo De Macau.

Senado Square 

Setelah puas makan 'egg pie', saya melanjutkan perjalanan ke Senado Square. Senado Square masuk ke dalam warisan bangunan Dunia oleh UNESCO. Bagi anda yang suka berbelanja, pasti anda akan sangat puas menjelajah kawasan yang luasnya sekitar 3 ribu meter persegi. Memang kawasan ini tak ubahnya seperi pasar modern yang menjajakan berbagai macam barang dagangan mulai dari pakaian, sampai perhiasan mahal. Jadi, anda suka berbelanja, anda tak akan lupa berkunjung ke sini.

Iklan Minuman di Senado Square (hehehe)
Selain kawasan perbelanjaan, terdapat juga Gereja St. Dominic, Santa Casa Da MiseriCordia, dan lainnya yang menjadikan Kawasan yang sangat antique dan bersejarah. 

Ruin of St. Paul 

Bergaya di depan St. Paul
Bangunan yang merupakan bagian depan yang tersisa dari sebuah Geraja di Macau ini merupakan ICON Macau. Beberapa orang malah menganggap bahwa Foto di depan St. Paul ini meruapakan sebuah keharusan kalau ke Macau. Tak ke Macau kalau anda belum bergaya di depan St. Paul.

Venice-nya Asia 

Anda pernah membayangkan berada di sebuah kapal dan menikmati pemandangan berupa bangunan ala Venice? Jangan khawatir, karena di Macau, anda bisa menikmatinya di Venentian Resort, Taipa.

Venice - Bukan di Eropa tapi di Macau 

Suasananya sangat Eropa sekali, apalagi ditambah dengan Kano yang disugguhi dengan nyanyia ala Opera. Benar-benar ada berada di Venice.

Kano dengan Penyanyi Opera 
Gugusan atap yang dihias dengan langit-langit membuat kesan mewah dan berkesan sangat berkelas. 

Nampang di Venentian Resort

Wish List in Macau 

Nah, setelah satu tahun lalu pernah merasakan begitu Indahnya Macau. Tidak ada salahnya, apabila saya ingin ke sana lagi, dan mengunjungi serta menikmati beberapa atraksi yang belum sempat saya nikmati satu tahun lalu.

1. Menginap di salah satu Hotel Bintang 5 seperti Wynn Hote, Galaxy Hotel, ataupun MGM Hotel.
2. Mengunjungi Kwan Im Statue
3. Melihat Macau dari atas Macau Tower
4. Berkeliling Taipa Village
5. Mengunjungi Museum De Macau
6. Mengunjungi mandarin's House
7. Makan Malam dan bersenang-senang di City of Dream
8. Berfoto di Mount Fortress & Guia Fortress
9. Naik Gondola (karena belom sempat naik Gondolanya)
10. Mengunjungi Wine dan Grand Prix Museum

Semoga wish list ini menjadi kenyataan. Amin.






  • Share