Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

  • 12/28/2018 02:01:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Momen apa yang paling berharga di Tahun Baru? Tentu saja bisa kumpul bersama keluarga di kampung halaman, Pemalang. Tapi, karena banyak sekali hal yang harus dilakukan di Jakarta, jadi saya harus urungkan terlebih dahulu. 

"Man, kapan pulang?"

Pertanyaan dari Adik atau Ayah ini memang bikin baper. Disatu sisi saya kangen rumah, tapi disisi lain saya harus menyelesaikan semua pekerjaan. Memang tidak ada tradisi apapun ketika tahun baru, tapi ketika semua orang berkumpul bersama keluarga, rasa kangen itu timbul. 

Beda dengan Lebaran yang liburannya cukup panjang, momen tahun baru ini hanya libur satu hari saja sehingga serba nanggung. Tapi, rumah memang selalu membawa pada kerinduan yang penuh.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Selain pada keluarga, kuliner di kampung memang bikin kangen. Setiap beberapa hari sekali, saya selalu makan lotek. Lotek ini mirip dengan pecel. Bedanya hanya diproses pembuatannya saja. Kalau lotek ini sayuran dan bumbunya diulek, sedangkan pecel bumbunya hanya disiramkan saja. Selain murah, makanan ini juga sehat karena banyak sayurannya. 

Keluarga dan kuliner udah, ternyata yang bikin kangen selanjutnya adalah kucing. Yes, saya suka banget sama kucing. Sejak kecil memang sudah pelihara kucing, dan sampai sekarang pun banyak kucing yang ada di kampung. Meskipun kucing kampung, namun bulu-bulunya juga cantik banget. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Bukan hanya satu atau dua, tapi kami memiliki belasan kucing. Sudah bisa dibayangkan bahwa rumah kami sangat ramai dengan suara meong pada saat memberikan makanan pada pagi dan sore hari. Dulu, almarhum Kakak sangat rajin merawat dan memberi makan setiap pagi dan sore. Racikan nasi dengan ikan teri selalu menarik perhatian kucing yang sedang berada di luar. Tak sampai 1 menit, seluruh kucing telah berkumpul dan menanti makanan mereka. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Momen spesial tetaplah pada saat Lebaran, dimana lontong opor menjadi masakan terlezat yang ada di Dunia. Masakan rumah memang tidak ada duanya. Kadang saya selalu menemukan lontong opor di daerah lain, tapi selalu menyimpulkan kalau ini belum sebandung dengan yang ada di rumah. Ya, karena momennya yang sangat pas dan bisa kumpul dengan keluarga. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Yang bikin kangen selanjutnya itu Shafira. Anak perempuan dari adik saya ini memang ceriwis banget. Kalau ketemu saya pasti ada saja yang mau dibicarakan, memang awalnya sangat pemalu tapi kalau sudah lama dan akrab maka Shafira ini akan ngobrol apapun mulai dari mainan sampai hal-hal yang kecil seperti makanan. 

Pada saat Umroh bersama, kebetulan Shafira ikut dengan rombongan. Hebat ya, bocah usia 3 tahun ini sudah pergi Mekkah dan menemui Ka'bah. Betul-betul sebuah mimpi yang menjadi nyata. Pada saat usia 3 tahun mungkin saya hanya di rumah dan bermain saja. 

Sebagai paman Shafira, saya ingin dia mendapatkan sebuah kepastian dalam masa depan. Masa depan tentu saja bermula dari pendidikan. 2 tahun lagi, Shafira akan memasuki bangku sekolah dasar. Tidak ada salahnya mulai dipersiapkan yang menjadi kebutuhan dan dana untuk sekolah nantinya. Dan, tentu saja kita tidak tahu akan kejadian di masa datang seperti apa, maka dari itu diperlukan Happy Edu

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Momen Liburan Tahun Baru Bersama Keluarga Di Kampung Halaman

Happy Edu dari Happy One ID membantu perlindungan pendidikan anak apabila terjadi kecelakaan terhadap tertanggung. So, asuransi santunan pendidikan ini merupakan jaminan pendidikan anak yang sangat baik disiapkan dari sedini mungkin. Informasi lengkap bisa dicek melalui https://www.happyone.id/happy-edu/product-info .


  • Share

Selamat Jalan Mamah


Usia cepat pergi, hilang seperti bayang
meninggalkan kenangan, sayup-sayup di belakang.                                                                                       (Tangga dan Keladi)  ~ Rosli K. Matari

Kamis lalu, ada sebuah pesan melalui direct message twitter dari Beta, suadara sepupu, Mas hapenya dinyalain. Sotak saja langsung kaget dan menyalakan hape yang sedang di charge. Beberapa menit kemudian, secara bergiliran Ayah, Ali dan Fandi serta Om Untung menelpon.

"Man, Mamah sudah meninggal. Dan akan dimakamkan sore ini."

Belum genap beberapa hari lalu, Mamah telah pulang kembali ke rumah setelah sekian lama di rawat di Semarang, dan kemudian rabu lalu baru saja cuci darah secara rutin, kabar itu cukup mengejutkan. Hati ini bercampur tidak karuan, ada perasaan sedih, namun harus tetap tenang, dan sabar serta ikhlas atas berpulangnya Mamah.

Tiket Habis

Setelah dering telepon itu reda, dalam kondisi tak tentu arah, saya mencoba berpikir jernih, naik kendaraan apa yang bisa tepat waktu, sore itu. Setelah cek ke berbagai situs pencarian tiket, ternyata tiket kereta dan pesawat berbagai maskapai telah habis. Iya memang kamis ini adalah hari penyambutan akhir pekan panjang. Tiket terdekat jam 11 pun habis tak bersisa, dan yang terdekat hanya tiket jam 2. Dengan bergegas saya memesan, tanpa berpikir tentang alternatif transportasi lain seperti bus yang akan memakan waktu yang sangat panjang. Klik, dengan satu proses tiket jam 2 dalam gengaman.

Terdapat jeda dan delay yang menahan laju saya menuju rumah, ada perasaan yang membuat saya berpikir, saya tidak dapat melihat jenazah Mamah untuk terakhir kali. Segera setelah sampai di semarang, saya mengirimkan pesan pendek kepada Ayah. "Kalau Mamah mau dimakamkan sore ini, saya ikhlas, dan ngga papa". Saya tertunduk, namun saya harus ikhlas. Saya sampai di rumah, pemalang, hampir jam 8 malam. Keesokan harinya barulah saya bisa menjumpai makam Mamah. 



Jalur Pengobatan


Akhir Januari lalu, Mamah mulai mengalamai gangguan pada ginjal dan paru-paru. Kondisinya sempat kritis dan dirawat di ICU (Baca Kabar dari Rumah ) namun kemudian setelah beberapa kali berganti rumah sakit dan terakhir di rawat di Tegal, Mamah sedikit pulih. Pada awal Maret, kemudian muncul beberapa komplikasi di bagian empedu yang terdapat batu, tak hanya batu empedu, namun paru-paru dan jantung pun kian memburuk. Akhir Maret, setelah pindah ke rumah sakit di Semarang, dan beberapa minggu dirawat disana, Mamah akhirnya pulang ke rumah. Sebelum akhinya berpulang kepada Allah Swt pada kamis pagi hari.

Selamat jalan Mamah, Surga telah menunggumu

  • Share

Kabar dari Rumah

Kabar Mamah Sakit
Kondisi Mamah Setelah di rawat di Siaga Medika Pemalang 
Beberapa minggu lalu, ada sebuah berita yang cukup membuat saya cukup down. Mamah sakit.  Siang itu, tiba-tiba saja Ayah telepon. 

Ayah : Man, Mamah sakit. Mamah jatuh dari tempat tidur. Tensi darahnya juga tinggi.

Aku : Terus udah dibawa kerumah sakit?

Ayah : Mau dibawa ke Siaga Medika Pemalang.

Aku agak lega mendengar bahwa Mamah mau menerima tawaran untuk dirawat dirumah sakit. Setidaknya, kalau misalnya di rumah akan sangat report sekali Ayah untuk memantau kondisi Mamah yang semakin drop.

Minggu siang, aku pulang ke Pemalang mengunakan transportasi kereta api yang lumayan menghemat waktu agar cepat sampai. Hanya dalam waktu lima jam saja, aku sudah sampai di Pemalang.

Tanpa sempat pulang ke rumah, aku langsung menuju Rumah Sakit Siaga Medika. Setibanya disana, aku langsung menuju ruangan tempat merawat Mamah.

Mamah menempati ruangan Jasmine 4, dikelas VIP dengan harga yang lumayan terjangkau.


RS Siaga Medika 

Kondisi Mamah setelah dirawat inap di Siaga Medika ini semakin menurun. Asupan makanan yang menjadi titik terparah. Mamaht tidak mau makan sama sekali. Hanya beberapa suap, itu pun harus dibantu dengan menyuapkannya, serta membopong berat badannya karena memang sudah tidak mampu mengerakan beberapa bagian tubuh.

Menurut diagnosa dokter, Mamah mengalami pendarahan otak, infeksi paru-paru dan ada indikasi gagal ginjal. Ayah sempat shock mendapati bahwa ginjal Mamah mengalami kerusakan. Menurut dokter, kreatinnya mengingkat hari demi hari, harus ditunggu lagi, karena kondisi fisik yang drop serta di tambah dengan kesadaran yang terus menurun.

  

Akhirnya setelah beberapa hari rawat inap, kemudian dipindahkan ke ruang ICU. Didalam ICU, dokter menyatakan harus di tes untuk memastikan gagal ginjal atau tidak. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya keputusannya harus di cuci darah. Karena fasilitas Rumah Sakit Siaga Mediaka belom memiliki alat untuk pencucian darah, maka harus di rujuk ke Rumah Sakit Santa Maria, Pemalang.

RS Santa Maria

Ruang ICU RS Santa Maria
Setelah di bawa ke RS Rujukan yaitu RS Santa Maria, Pemalang, maka Mamah langsung di rawat di Ruang ICU. Kali ini ruang ICU lebih ketat di bandingkan dengan RS Siaga Medika yang bisa menjaga pasien kapan pun.

Kondisi Sebelum HD
Keesokan harinya, dilakukanlah sebuah proses bernama Hemodialisis (HD) atau Cuci Darah. Setelah menunggu lama, ternyata HD tersebut gagal menemukan saluran Vena yang akan digunakan sebagai jalur melakukan HD. 

Setelah mengkonfirmasi satu per satu Rumah Sakit yang berada di Semarang, hasilnya beberapa RS tersebut sedang dalam kondisi full oleh pasien. Kemudian, RS Santa Maria menyarankan agar menrujuk ke RSI Harapan Anda Tegal.

RSI Harapan Anda Tegal

Setelah sampai di ICU RSI Harapan Anda Tegal, kondisi Mamah masih sama, masih belum dalam kondisi kesadaran yang normal. Tepat dini hari, pihak RSI melakukan HD. Selama 3 jam proses tersebut berlangsung. Kondisinya dalam beberapa jam setelah di cuci darah sangat berbeda. Setidaknya ada beberapa gerakan tangan dan kaki yang jarang Mamah lakukan selama dalam kondisi tak sadarkan diri. Namun, kali ini kondisinya dalam progres yang bagus dan cepat merespon beberapa kalimat yang ditanyakan kepadanya.

Beberapa obat yang harus diberikan kepada Mamah

Beberapa hari setelah HD pertama, kemudian dilakukan HD kedua. kali ini berjalan hampir sama yaitu sekitar 3 jam setengah. Hasilnya luar biasa. Mamah sudah dapat berinterkasi dengan semua pengunjung yang datang mengunjunginya.

Dan berita gembiranya, kemarin, Mamah resmi mentas dari Ruang ICU dan pindah kembali ke ruang rawat inap. Semoga cepat pulih ya Mamah.

  • Share