We Love Honda Community Gathering

  • 7/01/2016 04:30:00 PM
  • By Salman Faris
  • 4 Comments
salmanbiroe.com - We Love Honda Community Gathering

Apa jadinya komunitas motor, komunitas blogger dan anak-anak panti asuhan kalau dikumpulkan dalam satu acara? Pastinya akan pecah oleh gemuruh suara tepuk tangan dan keseruan pada sore itu di Locanda, Bundaran Senayan. #WeLoveHondaBerbagi menyuguhkan beberapa bintang tamu seperti Citra Ayu Lestari (Sebagai salah satu ahli dalam safety riding), Alit Susanto (Penulis Buku Shitlicious dan Penyuka Modifikasi Motor) dan Rizma Aprilia (Finalis Hijab Hunt 2016). 

Mudik Aman Dengan "Good Habit" Di Jalan

salmanbiroe.com - We Love Honda Community Gathering

Sebagai salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya bukanlah kondisi kendaraan atau kondisi jalan yang jelek, namun sebagian besar dikarenakan oleh kebiasaan pengendara terutama sepeda motor. Pengendara sepeda motor tidak memperhatikan rambu-rambu lalu lintas dan ingin selalu menerabas atau memotong jalan sehingga sangat berbahaya.

Mba Citra Ayu sangat menekankan bahwa 'Habit' atau 'perilaku' berkendara inilah poin penting agar selamat selama berkendara.

Lalu bagaimana tips mudik Aman sesuai dengan "Good Habit". Yuk simak dua dari beberapa tips aman berkendaraan.

Cek Kondisi Kendaraan Sebelum Mudik

Kondisi motor atau mobil yang digunakan pada saat rutinitas sehari-hari mungkin baik, namun untuk perjalanan yang lama dan jarak tempuh yang jauh, sebaiknya dicek terlebih dahulu kondisi kendaraan agar tidak menghambat kenyamanan pada saat mudik.

Good Habit = Safety

Mba Citra Ayu berulang kali mengingatkan bahwa habit kitalah yang harus diperhatikan karena pada dasar human eror sangat besar pada saat perjalanan jauh. Patuhi semua rambu-rambu dan jaga kondisi tubuh, apabila capek dan ngantuk sebaiknya beristirahat.

Alit Susanto, Penulis Yang Cinta Motor Modifikasi 

salmanbiroe.com - We Love Honda Community Gathering

Saya mengenal Alit Susanto sebagai Penulis yang menelurkan karya Shitlicious. Oh iya, selain Penulis, mas Alit ini juga sering sharing keseruan hidupnya di youtube melalui Vlognya. Nah, kalau di twitter, pasti sudah pada kenal kan karena sering dengar kicaunnya di @shitlicious.

Mau tahu keseruan Mas Alit Susanto ketika memodifikasi Honda Monkey menjadi suatu motor yang luar bias baru lagi. Ini dia cekidot.


Dari Vlog ini sih, saya cukup kagum dengan keseharian Mas Alit yang ternyata dugaan sangat menyukai modifikasi motor, apalagi motor gede seperti Honda Monkey.

Mas Alit seperti Mba Citra, juga memberikan tips untuk selalu mengecek kondisi kendaraan sebelum mudik dan selalu istirahat pada saat kondisi badan telah lelah atau ngantuk.

Finalis Hijab Hunt 2016, Rizma Aprillia Unjuk Kebolehan

salmanbiroe.com - We Love Honda Community Gathering

Selain Citra Ayu Lestari dan Alit Susanto, Acara We Love Honda Community Gathering kali ini kedatangan seorang finalis Hijab Hunt 2016, Rizma Aprillia. Rizma membawakan lagu dengan iringan keyboard yang dimainkan dari jari-jemarinya yang lentik.

Lagu-lagu islami dan motivasi yang ikut menyemarakan buka puasa yang diadakan oleh komunitas honda.

Games Seru dan Santunan Anak Yatim Piatu 


Di tengah acara, beberapa orang dan anak-anak yatim piatu ini turut bermain dalam games seru. Anak-anak dan beberapa komunitas dia ajak bersama-sama untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pembawa acara. Gamesnya sangat seru dan menyenangkan.

Selain games, Anak-anak Yatim Piatu dari Panti Asuahan Istaqim mendapatkan santuan dari Astra Honda Motor.


Selain games bersama anak-anak, terdapat kompetisi foto terunik yang dimenangkan oleh Mas Ono, Mas Dudi, Mba Elisa, Fauzi dan Salah seorang dari komunitas motor.

Seru sekali acara gathering sekaligus buka puasa bersama kali ini. Sukses selalu buat We Love Honda Community Gathering. 
  • Share

Kado Buku Di Harbuknas

 

Dengan Buku, Aku Melihat Dunia Tanpa Batas 
17 Mei, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Buku Nasional (Harbuknas). Patut kita rayakan dengan meriah dan megah, ya seperti pesta tahun baru dengan kembang api, atau mungkin pada saat 17 Agustus yang dirayakan dengan lomba-lomba meriah, dan upacara bendera. Namun, nyatanya, hanya sebagian orang saja yang memeriahkan. Padalah buku itu sumber ilmu, wawasan dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Patut kita renungkan bersama, mengapa tidak ada pesta yang memeriahkan sebuah hari tentang buku yang begitu penting. Mungkin saja, hanya beberapa toko buku yang mengelar pesta bukunya, pun sudah begitu bergembira dengan adanya pesta buku semacam itu.

Berangkat dari sebuah sinergi yang sama pasukan singkong mewujudkan sebuah kado buku untuk Taman Baca Masyarakat dan Individu. Pasukan singkong merupakan kumpulan anak muda yang rajin berbagi, mereka berasal Komunitas dari Hibah Buku, Sajubu, Buku Berkaki, Buku Bagi NTT, Sagu Maluku, Relawan KFP dan Blogfam, namun terdapat individu yang bergabung tanpa mengusung bendera komunitas.

Lomba ini membuka kesempatan bagi TBM dan Individu untuk mengungkapkan minat baca yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Mengapa minat baca yang kami perhatikan? Jawabnya mungkin saja sama dengan antusiasme menyambut Harbuknas itu sendiri. Minat baca di Indonesia lebih rendah di bandingkan beberapa negara tetangga di ASEAN. 

Info lomba selengkapnya dan pemenang : Kado di Harbuknas 


Pemenang Kado di Harbuknas

Sumber Foto : Hibah Buku

Setelah melalui tahap penjurian, ditetapkanlah 4 pemenang, 1 Individu dan 3 dari TBM. Berikut Pemenangnya :

Individu : Adisa Soedarso 

Adisa tergabung dalam Klub Buku Bandung. Adisa menuliskan minat baca pada kota Bandung. Beberapa hal yang dilakukan oleh Kota Bandung sebenernya telah maksimal, seperti mengadakan Pesta Buku, Penyediaan Perpustakaan dengan koleksi lengkap dan Seminar dan Talkshow pun ikut digelar. Menurutnya, minat baca warga Bandung masih minim, dibandingkan dengan televisi dan radio.

Berikut tulisan lengkap Adisa : Mencintai Literasi Sejak Dini.


TBM : Ruang Inspirasi - Naluri Bella Wati

Ada semacam perasaan sedih ketika membaca sebuah artikel dari Naluri yang berjudul R.I.P Ruang Inspirasi. Ruang Inspirasi adalah sebuah Taman Baca yang didirikan di Desa Titi Akar, Pulau Rapat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Namun, pada sekitar Desember 2014, Ruang Inpirasi habis dilalap si jago merah. Seakan merasakan betapa kehilangan sebuah tempat yang bukan hanya sebuah taman baca, namun tempat belajar, diskusi, dan melahirkan karya-karya baru.

Bagi yang ingin berbagi menyumbangkan buku ke Ruang Inspirasi bisa kontak langsung Naluri di twitternya

Berikut tulisan lengkap Naluri : R.I.P Ruang Inspirasi 


TBM : Perpustakaan SMK Taman Siswa Jetis Yogyakarta - Alit P. Samekto 

Alit merupakan pustakawan di SMK Taman Siswa Jetis Yogyakarta. Sebagai sekolah swasta, Perpus tersebut tidak mendapatkan suplai rutin dari pihak tertentu. Kondisi perpustakaan tersebut yang membuat Alit membuat tulisan dan mengajukannya dalam kado harbuknas ini.

Tulisan lengkap Alit dapat di baca : Perpustakaan Taman Siswa 


TBM : Taman Baca Sebangau For Kids - Hardian Agustin 



Membaca note facebook dari Hardian Agustin ini, serasa dibawa kembali kemasa lalu, masa bermain, dan bercita-cita tinggi. Ada Via, yang bercita-cita menjadi pramugari, lain lagi dengan Ihwan yang ingin menerbangkan pesawat dengan cita-citanya sebagai pilot, dan Ryan yang ingin populer sebagai pemain sepakbola. Mereka bertiga merupakan pembaca setia di Taman Baca Sebangau For Kids. Dengan adanya Taman Baca, semoga cita-cita tulus mereka dapat terealisasi. Amin.

Kisah lengkapnya dapat dilihat di : Taman Baca Sebangau For Kids.


Demikian, sharing saya mengenai Harbuknas. Semoga semangat berbagi bukan hanya hak prerogratif orang berpunya, namun menjadi hak setiap manusia yang memiliki hati dan mau berbagi dalam bentuk apapun, termasuk berbagi dengan tulisan ini.


Baca Juga :
Indahnya Symphony of Light Hongkong
Berkeliling Museum Benteng Vredebrug Yogyakarta
Rasa Indonesia di Cuaseway Bay Hongkong 
Sisi Sunyi Taman Sunyaragi Cirebon
Surga Lampion di Jawa Tengah  

  • Share

Bukan Jalan-jalan Biasa

 “One’s destination is never a place, but a new way of seeing things.” – Henry Miller
Sebuah destinasi atau tujuan itu bukan hanya sebuah tempat, melainkan sebuah cara untuk melihat sesuatu dengan pandangan yang berbeda. Saya buka tulisan saya ini dengan sebuah Quote dari Henry Miller untuk mengantarkan atau untuk membuka wawasan kita bahwa sesungguhnya tempat atau tujuan itu bukan sebuah masalah bagi kita, namun yang lebih penting dari sebuah perjalanan adalah perjalanan itu sendiri. Makna dari sebuah perjalanan lah yang dititik beratkan oleh Henry. Bermakna, hanya sekedar saja atau malah sia-sia sebuah perjalanan, kita sendiri yang akan menentukan. Yes, that's right. 

Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu, tepatnya akhir Desember 2014. Saya mengikuti Jambore Anak Tangguh yang diadakan oleh berbagai macam relawan dari berbagai komunitas yang peduli dengan bencana longsor di Banjarnegara. Komunitas yang tergabung antara lain :

  • KMPLHK RANITA Universitas Islam Negeri Jakarta
  • One Day One Service Movement ; ODOSMOV
  • Konsorsium Relawan Indonesia “Sahabat MERAH PUTIH”
  • Gerakan Satu Juta Buku “SAJUBU”
  • Komunitas Fotografi Kamera Lubang Jarum Indonesia (KLJi)
  • Komunitas Literasi One Day One Book
  • Komunitas BLOGFAM
  • Jejaring Penggiat Pendidikan ; SEKOLAH RAYA
  • DPP Syarikat Islam
  • Sobat Kolong

Sumber Gambar disini
Foto menggunakan kaleng dan bermain bersama

Kegiatan Jambore Anak Tangguh sedianya dilaksanakan dua hari, namun mengingat kondisi daerah bencana dan mobilitas anak-anak yang kurang, maka dengan berat hati dilaksanakan dalam satu hari. 

Kegiatan diisi dengan sebuah sambutan dari Kepala Desa Leksana, Karangkobar, Banjarnegara. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan sangat mendukung kegiatan yang sangat positif ini. Kemudian dilanjutkan dengan sebuah acara perkenalan dan pembagian kelompok. Setiap kelompok akan diberikan sebuah kaleng yang disiapkan untuk membuat sebuah foto dari kamera kaleng tersebut.

Dari sebuah kaleng tapi dapat menghasilkan sebuah foto? Iya, sebutan dari kamera tersebut adalah Kamera Lubang Jarum (KLJ). Ddidalam kaleng tersebut tentunya ada film yang dapat menangkap bayangan atau cahaya dari luar sehingga bisa menghasilkan sebuah foto hitam putih. 

Bagaimana cara memotretnya? Caranya hanya membuka tutup kaleng, dan membiarkan beberapa menit di hadapan obyek yang diinginkan, kemudian di cuci cetak di kamar gelap. Mudah bukan? 

kemudian acara di akhiri dengan bermain-main bersama, dan bergembira bersama melupakan sejenak bencana yang mereka alami. Saya sangat senang dan antusias dengan kegiatan ini. 

Pengalaman Pertama 

Jujur saja, Mengikuti sebuah kegiatan kerelawanan dan terjun langsung ke daerah bencana merupakan pengalaman pertama bagi saya. Saya tidak menyangka bisa mengikuti kegiatan yang bermanfaat bagi pemulihan anak-anak secara mental tersebut.

Di kampus dulu saya hanya mengikuti beberapa kegiatan yang bersifat keorganisasian saja, namun tidak pernah sekali pun ikut terjun langsung melihat ke daerah bencana. Saya saya lakukan apabila terdapat bencana seperti dahulu gempa di Yogyakarta, Tsunami Aceh, dan lainnya, saya hanya sekedar mengumpulkan sumbangan dana dari teman-teman organisasi saja, tanpa sekali pun terlintas untuk menjadi relawan langsung. 

Menurut pendapat saya sebagai relawan, kegiatan ini sungguhlah postif. Anak-anak nampak sangat menikmati acara dan bisa melupakan sejenak bencana yang melanda daerah mereka.

Foto -Foto Kegiatan Jambore Anak Tangguh

Sebuah Kamera Lubang Jarum yang dipegang Anak-anak
 
Hasil Karya Anak-Anak

Seluruh Anak-Anak bergembira 

Enjoy the moment 

Referensi :
Travel Quote : http://pursuingmydreams.com/2012/02/08/the-50-most-inspiring-travel-quotes-of-all-time/ 
  • Share

Blogger Bicara Lingkungan : Mulai Dari Diri Sendiri

  • 3/16/2014 09:00:00 PM
  • By Salman Faris
  • 7 Comments
Sebetulnya merasa bosan banget ngomongin masalah lingkungan. Kenapa bosan? Karena memang banyak hal yang membuatnya begitu rumit, susah dilaksanakan, dan sulit diterapkan di Indonesia tercinta ini.

Ngomongin masalah lingkungan pasti kaitannya erat dengan penanganan sampah, konservasi hutan, penanganan satwa karena pembakaran hutan dan lain-lain. so, kayaknya bakalan jadi topik yang lumayan berat kan ?

Kebetulan banget Blogdetik bekerjasama dengan WWF Indonesia mengadakan acara yang bertajuk "Blogger Bicara Lingkungan" menghadirkan beberapa Artis yang sangat peduli dengan lingkungan yaitu Nugie, Melanie Subono, Davina, dan Anda Wardhana (Dulu pernah punya band namanya apa gitu).

Suasana Pembukaan Blogger Bicara Lingkungan 
Tampil sebagai MC adalah Karel (MC BlogDetik) dan rekannya. Karel banyak membicarakan masalah Asap yang terjadi di Riau dan sebagain Sumatera dan ingin mengetuk pintu nurani dan keprihatinan kita bersama atas masalah Asap dan pembakaran hutan liar di Sumatera.

Uniknya, Blogger dan undangan yang hadir diminta oleh MC untuk ikut peduli dan empati dengan mengenakan Masker sebagai wujud kepedulian terhadap Asap yang melanda Riau dan sekitarnya.

Nhie & Mba Mamie
Herdis

Mba Dahlia : Saya Ninja hahaha


Sebetulnya, pembagian masker ini hanya merupakan sebuah keprihatinan bersama, namun ketika sebuah keprihantinan diwujudkan dengan sebuah gerakan yang dimulai dari seorang maka akan menularkan pula ke seseorang lain, hingga akan menjadi sebuah gerakan yang membuahkan hasill yang nyata dan serta berdampak bagi orang lain. Beberapa waktu lalu, hastag #MelawanAsap sempat ramai ditwitter, saya sebetulnya tidak tahu apa itu, namun ketika MC mengungkaplan bahwa hastag itu adalah sebuah ungkapan dari penguna sosial media untuk mencurahkan keprihatinannya atas kejadian yang melanda Riau saat itu.



Sebuah Video di Tampilkan di awal topik bahasan. Sebuah simple video, namun memliki makna yang luar biasa. Kalau saya bilang, Gambar akan dapat bercerita lebih banyak daripada hanya dengan kata-kata. Yuk kita simak Video berikut ini, dan saya tak perlu panjang lebar untuk mengungkapkan isi dari Video itu sendiri. Video has own meaning lah (sok Inggris yah hahaha).




Setelah selesai dengan klip yang membuka mata kita akan pentingnya lingkungan disekitar kita, maka acara itu berlanjut dengan ngobrol bareng Davina, Nugie, Melanie Subono, dan Anda Wardhana.


Nugie, Artis peduli akan lingkungan berkat lagu-lagunya yang bernuansa kritik terhadap lingkungan, mengungkapkan bahwa hal yng terpenting yang saat ini ia lakukan adalah konsisten dengan apa yang sudah ia lakukan dari awal pada saat isu lingkungan masih anyar sampai saat ini. Nugie menjelaskan bahwa konsisten memang membutuhkan sebuah proses dan ia contohkan dengan bersepeda kemanapun lokasi yang bias ia jangkau dengan bersepeda.


Menarik, dan beberapa blogger juga menanggapi dengan positif, salah satu contohnya adalah Blogger Bandung yang konsisten menanamkan cinta lingkungan kepada anak dan keluarganya. Sementara itu, blogger perempuan pun ikut ngobrol membeberkan masalah sampah yang cukup menghantuinya, betapa seberapapun keras ia memisahkan sampah dari tempatnya, tapi akan berujung pada si pengangkut sampah yang kembali mencampuradukan sampah itu dan berujung pada TPA yang bercampur menjadi satu. sebuah malapetaka yang susah untuk dihindarkan.


Davina, lebih menyoroti kekayaan alam, dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia cukup lengkap, Davina berujar bahwa Indonesia punya semuanya, apapun ada disini. So, apa yang ditunggu, kita harus jaga kelestariannya.


Melanie Subono, aktivis dan pengerak isu lingkungan, merujuk pada filosof yang sederhana namun mengena, apapun yang kamu lakukan, itu dimulai dari diri kita sendiri. Kitalah yang menjadikan sebuah usaha itu berhasil, dan menjadikan usaha itu sebagai contoh buat orang lain.


Lain lagi Anda Wardhana, yang mengungkapkan bahwa sekelumit permasalahan lingkungan itu menjadi sesuatu yang harus kita jaga bersama-sama. Apapun usaha untuk menjaga lingkungan itu ia apresiasi tinggi-tinggi. Bahkan beberapa lagunya kini berkaitan erat dengan isu lingkungan dan beberapa isu lain yang terkait.


So, apapun yang anda lakukan untuk negeri ini, mulailah dari diri sendiri, berikan contoh dan teladan, maka dengan sendirinya, orang lain akan menirukan yang telah kita lakukan dengan konsisten.
  • Share

Ngintip Bareng Blogfam

  • 1/09/2014 06:21:00 PM
  • By Salman Faris
  • 8 Comments
Suka dengan fotografi?

Iya, banget

Kenapa suka dengan fotografi?

Kenapa ya, hmmm, soalnya menarik.

Menariknya? 

Hmmm apa ya yang menarik, kayaknya foto diri saya deh yang menarik hahaha

Senyuman itu tiba-tiba menjadi kering dan garing, segaring pengetahuannya tentang fotografi yang pendek dan tak mendalam. Hal itu dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya si pelaku wawancara itu (sebut saja mawar). 

Ada satu solusi jitu untuk mengurai masalah anda tentang fotografi yaitu dengan ikutan #ngintipbareng blogfam. Sebuah trobosan baru bagi siapa saja yang masih amatir dalam fotografi namun ingin sekali mahir dan berprofesi sebagai fotografer (baca : ahli foto-foto).

Alhasil, 4 Januari 2014, dan bertempat di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, acara ini sukses digelar, horeee loncat-loncat.

Suasana Taman Menteng 

Belajar dari awal

Di #ngintipbareng Blogfam ini, kita sharing ilmu fotografi yang kita miliki. Dengan sharing dan berbagi, maka ilmu-ilmu fotografi yang siapapun miliki bisa dishare dengan siapapun tanpa terkecuali. Karena dalam program ini kita sama-sama belajar bersama.

Ngomong-ngomong belajar dari awal, saya memulai fotografi dari tahun 2006, waktu itu saya memiliki handphone dengan kamera yang lumayan bagus kala itu. Ada perasaan senang, karena gambar diri bisa di pajang dimana-mana, ada perasaan penasaran kala foto yang saya hasilkan terlihat tidak maksimal, dan ada rasa campur aduk ketika semua foto itu kini menjadi sebuah koleksi yang berharga (lap air mata pake handuk, hehehe lebay).

Foto Jadul tahun 2006 (by Handphone Camera)

Dan kini, jeng-jeng, saya memiliki kamera DSLR, kamera poket dan kamera handphone, saya memiliki segalanya loh, namun motivasi untuk terus berkarya dengan alat-alat fotografi tersebut beralun-alun kian menipis. Entahlah, karena terhambat waktu, atau pekerjaan tetap yang saya jalani ataukah hanya kebuntuan tentang fotografi itu sendiri. Pada hari itu, 4 Januari 2014, saya kembali terbuka mata dan pikiran (halah lebay lagi) untuk memulai belajar lagi mengenai fotografi. Bagai gayung bersambut, ternyata ada program dari Blogfam yang bernama #ngintipbareng , dan inilah gerbang saya menuju fotografer profesional (Khayalan tingkat tinggi hahaha).

Step by step

Yang menarik di #ngintipbareng adalah learning step by step. Jadi langkah pertama adalah saling sharing pengalaman fotografi yang teman-teman miliki, dan kemudian saling bertukar informasi mengenai fotografi. Setelah saling tukar infiormasi, kemudian kita mulai praktek memoto dengan kamera masing-masing dengan bantuan beberapa orang yang telah berkecimpung dalam dunia fotografi (aka Mas Bengsin dan Mas Gajahpesing). Dan jepret-jepret kita mulai memoto dengan dengan topik pertama yaitu angel.

Angel

Dalam fotografi, sebuah objek yang kita foto akan menjadi sebuah mahakarya karena sudut pengambilan gambar yang bagus sehingga membuat objek yang kita semakin terlihat bagus. Teknik fotografi yang pertama kali kami lakukan adalah Angel (bukan malaikat ya hehehe).

Saya pun membidik objek yang telah ditetapkan yaitu Mba Dahlia dan Mba Injul agar terlihat lebih singset dari aslinya (alias langsing). Dan hasilnya bisa terlihat diatas. Memang tidak terlihat selangsing yang diinginkan, namun saya sudah berusaha ya, jangan salahkan saya hehehe.
Model : Mba Dahlia dan Mba Injul























Melawan Mentari Senja

Apakah mentari senja itu indah?

Iya, sangat indah

Mau kah kau foto dengan ku?

Mau.

Jepret. Dan hasilnya hanya bayang-bayang sepasang manusia dikala mentari senja. 

Hal itu tidak akan terjadi bila kita mampu meyiasatinya dengan teknik fotografi. Ya, bisa saja kita mengunakan teknik flash, atau teknik menaikan ISO untuk kamera DSLR.

Nah ini dia foto dengan Flash dan Non Flash :
With Flash

Non Flash

Dan ini dia beberapa foto belajar saya di #NgintipBareng :





So, mau kan join bareng #ngintipbareng Blogfam ?





  • Share

Harta Karun Terpendam di Pulau Pramuka

  • 7/01/2013 02:57:00 PM
  • By Salman Faris
  • 4 Comments
974d46f2e385752e1d8cb31257ba0fd0__dsc0004
Pagi Buta ~ Dalam Taksi
Matahari itu belum sempurna terbit dari ufuk timur. Mungkin aktivitas manusia pun baru belum di mulai pada pukul 5.00 WIB. Saya bersama Lea, Herdis, dan Arie (Teman-teman Blogfam) telah berada di sebuah taksi yang mengangkut kami ke Muara Angke, tempat dimana kami akan bertemu dengan teman-teman Blogfam yang lain. Perjalanan kami tempuh dalam waktu yang cukup singkat - mungkin karena masih pagi - sehingga hanya ditempuh dalam waktu relatif singkat sekitar 45 menit.

Sesampainya di Muara Angke, kami bergegas menuju titik pertemuan yang telah di sepakati bersama. Kami berjalan menyusuri jalanan yang berliku-liku untuk mengapai tititk temu tersebut. Sembari berjalan, saya tak lupa untuk mengabadikan beberapa momen yang menarik menurut saya. Apalagi, akhir-akhir ini saya memang tengah mengeluti dunia fotografi. Ada beberapa obyek yang menarik hati saya untuk mengabadikannya yaitu kapal, kapal dan kapal.
aab702df59bdedb0d36df0f69f45b002__dsc0017

Setelah puas dengan beberapa hasil jepretan, saya dan teman-teman akhirnya berlalu dan menuju titik temu. Saya menyebutnya titik temu karena memang sangat terkenal diantara para traveller yang sering ke Kepulauan Seribu. Sebut saja kata minimarket, pom bensin dan ATM. Pasti siapapun akan menuju tempat sama di Muara Angke. Kami berdiiri diantara ratusan orang sama-sama mencari orang. Dalam lautan manusia itu kami pun mencari teman-temanBlogfamlain. Mas Bengsin ternyata telah berada di depan Minimarket bersama dua orang temannya. Kemudian datang Mba Itha, disusul dengan Mba Uyet. Setelah semua terkumpul, makan kami menuju di depan pemberhentian kapal-kapal yang bongkar muat (bukan barang) penumpang.
10756864f967e6c6b30f83835c806ecc__dsc0045
Lautan Manusia ~ Muara Angke
The Journey Begins

Trip kali ini dalam rangka #BlogfamTrip ke Pulau Pramuka berkat usulan dari Mba Itha (Thank you Mba Itha). Dengan hati riang gembira seperti anak SD yang darma wisata, kami pun memulai perjalanan dengan naik kapal pada sekitar pukul 8 lebih. Meskipun hampir saja kami tidak dapat naik ke kapal yang kami tumpangi saat ini karena terjadi kesalahpahaman dengan pengemudi kapal dan krunya. Alhamdulillah, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan damai dan tidak ada pihak yang dirugikan, termasuk kami.

Kapal itu berarak menjauh dari daratan Muara Angke. Saya memang membutuhkan sebuah hadiah berupa sebuah Trip seperti ini. Saya merasa bahagia. Memang sih terkesan 'lebay' namun kenyataannya seperti itu. Suasana laut memang berbeda dari daratan. Gelombang laut yang tenang membuat hati ini menjadi tenang (*sok puitis nih penulisnya*). Hal yang tak biasa itu membuat pikiran tentang rutinitas kerja dan kehidupan Jakarta yang macet itu musnah dan digantikan dengan suasana baru, yaitu laut yang tenang.
Laut yang tenang ~ Atap Kapal
Atap Kapal ~ Gelombang Laut yang Tenang
Pulau Pramuka

Apakah harta yang terpendam di Pulau Pramuka? Pasti semuanya bertanya, apa ya? Saya akan beberkan nanti. Yang pasti sangat berharga sekali.
f0074c2d0924ec1981a5cea24bd10008__dsc0107
KM Pesona Alam ~ Saat tiba di Pulau Pramuka
Setelah hampir 3 jam dalam kapal, akhirnya kami sampai juga di Pulau Pramuka. Perjalanan yang panjang namun menyenangkan. Begitu saya turun dari kapal saya sempat memotret Kapal yang saya naikin, iya Kapal tersebut bernama KM (Kapal Motor) Pesona Alam. Setelah puas dengan Pemotretan Kapal, saya mengalihkan pandangan ke bawah dermaga. Jernih dan bersih air lautnya. Tidak sama seperti yang saya temui di Muara Angke yang kotor dan bau. Nah, tugas kita untuk menjaga agar Kepulauan Seribu dan Jakarta secara keseluruhan bersih dari sampah apapun. Ayo kita dukung bersama-sama Gerakan Yuk Buang Sampah Pada Tempatnya bersama @voulenteerTFI @PemprovDKI1 dan@Blogfam . Kepedulian Jakarta dimulai dari kita bersama. (Hahaha kayak iklan layanan masyarakat ya, tapi kan saya memang pengen Jakarta itu bersih dan aman, amin).

Kembali ke laptop ya, hehehe, pokoknya saya terpana dengan keindahan laut Pulau Pramuka. Pantas saja Wisatawan Aing pun berlomba-lomba untuk mengunjungi Kepulauan Seribu, saya tak heran dengan kedatangan mereka. Saya melihat ada beberapa turis dari Jepang dan Amerika yang berkunjung di Pulau Pramuka pada saat itu. Berarti saya tak salah pilih menjadikan Pulau Pramuka ini sebagai destinasi Trip bersama Blogfam . Pulau ini memang tak terlalu luas di bandingkan dengan Pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Namun, pasir yang putih, air laut yang jernih serta tempat yang bagus dan bersih menjadikan Pulau Pramuka lebih menarik untuk disinggahi. Ya, dan saya sudah berada di Pulau Pramuka. Apakah ini harta terpendamnya? Hmmm, mungkin saja iya. Namun, saya masih menyangsi kan, pasti ada sesuuatu yang lebih menabjubkan sehingga pantas si sebut sebagai harta karun terpendam. Saya masih berpikir, sementara teman-teman lain dengan lahap menghabiskan makan siang mereka. Saya pun turut larut dengan kenikmatan makan siang di bawah pohon rindang, mendengar suara ombak dan angin yang membelai halus kulit-kulit yang haus akan belaian alam.

Snorkling

Nah, kegiatan yang satu ini juga sangat menyenangkan tentunya. Sebetulnya saya agak takut dengan snorkling, bukan karena air lautnya yang dalam atau pun takut tengelam. Yang saya takutkan adalah mengelapnya warna kulit saya. For your information, kulit saya sudah sawo matang dari lahir, sehingga kalo 'nyemplung' laut dengan kondisi yang terik kala siang bolong seperti itu maka bisa dibayang kan nantinya. Saya akan pulang dengan muka yang sangat gosong. *Derita Seorang Berwarna Kulit Sawo matang*.
3d874d9b9de2e4df2a046a5a4b867902__dsc0187
Snorkling Time ~ Lea, Mba Uyet dan Mba Itha
Bermain di Semak Daun

Semak Daun, apa yang terlintas di benak anda mendengar kata semak daun. Pasti terlintas sesuatu yang kecil berupa semak-semak dedaunan kan? *iya aja deh ya biar cepet*. Jadi memang benar semak daun ini merupakan kawasan yang kecil -semacam pulau kecil- yang berada di Kepuluan Seribu. Tapi, jangan anggap remeh semak daun ini. meskipun kecil tapi menyimpan sejuta keindahan. Ya pantainya, ya pepohonannya, ya pasir , dan kucingnya :).

Kali ini acara di Semak Daun adalah berburu Sunset, karena memang pada saat kami tiba hampir tengelam Mataharinya. Sehingga kami memutuskan untuk berburu sunset. Kami pun siap dengan berbagai macam peralatan. Mulai dari tripod, kamera, spot untuk pemotretan dan lainnya. Pokoknya semua serba lengkap. Namun, matahari rupanya tak mau menghampiri kami. Jadi lah perburuan sunset yang gagal. Namun, sangat terobati berkat adanya master fotografi (suhu) Bengsi. Mas Bengsin mengajarkan kami beberapa teknik foto mengunakan flash yang benar.

Nah, ini lah hasil fotonya :
5ac86b6f4157a54567a84129b0290c0d__dsc0379-copy
Foto Flash
55fef56ba04b14b65cd83815b6263180__dsc0388
Foto Sunset Gagal
Bermain lagi di Semak Daun

Keesokan harinya, kami memutuskan untuk kembali mengunjungi Semak Daun yang belum sempat bermain dengan puas. Acara kali ini pun sangat bebas, kami bisa mengatur acara sesuka kami. Suasana pantai yang indah dan menarik membuat orang-orang enggan melewatkan kesempatan untuk sekedar 'nyemplung' ke pantai. Saya pun berminat untuk 'nyemplung' dan ternyata asik.
628284bae085f19077074194a1a56d5c__dsc0741
Nyemplung Bareng-Bareng
Sebelum nyemplung kami pun mencoba levitasi atau pun Foto seolah-olah terbang secara alami.
a6292bcd67df74af6320cd272d6100c2_salman-kamehame
Kamehame Ha
b76f7cd11c3c924251e69890613a389d__dsc0739
levitasi oh levitasi
Harta Karun Terpendam

Akhirnya, setelah puas bermain, tibalah kami harus berpisah dengan Pulau Pramuka. Namun, sebelum meninggalkan Pulau Pramuka kami tak lupa menyempatkan diri untuk mengunjungi 'harta karun terpendam' di Pulau Pramuka. Harta Karun terpendam tersebut adalah Penyu Sisik. Penyu Sisik yang wajib kita lestarikan dan kita rawat supaya ekosistem dalam luat pun kembali normal. Karena Penyu Sisik mempunyai peranan sama dengan mahluk hidup lain di Dunia ini yang berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem di laut kita. Mengapa saya menyebut Penyu Sisik sebagai harta karun terpendam, karena memang telur penyu kan di pendam sebelum di tetas kan. Iya Ngga? (Coba kita renungkan kengawuran saya secara bersama-sama, merenung mulai!).
5b8c075477f3c1b4b095d1acdb11afab__dsc0884
Harta Karun Terendam ~ Pulau Pramuka
_Salman Faris_
2013
  • Share

Nongkrong Tanpa Miras (#AntiMiras)

  • 6/21/2013 02:20:00 PM
  • By Salman Faris
  • 2 Comments
image
 21 Juni 2013 bertempat Steakology Tebet, saya menghadiri talkshow #AntiMiras yang digawangi oleh Mba Fahira Idris. Dalam acara tersebut hadir pembicara-pembicara seperti Muhammad Hamdi, Fahira Idris, Akmal Sjafril dan Iqrak Sulhin. 
Talkshow kali ini membahas realita yang ada tentang bahaya Miras. 
Menurut pembicara, Miras membuat Akal pemikiran manusia mengalamai gangguan sehingga akan bias dalam melihat mana yang benar dan mana yang salah. selain akal pemikiran kian dangkal, Miras terbukti dapat melemahkan kerja syaraf sesuai dengan kadar yang diminum. 
Efek minum Miras dapat berupa hilang pemikiran yang rasional, emosional yang tinggi dan hilang kesadaran. Masalah kesehatan yang akan timbul dari Miras sangatlah mengkhawatirkan, yaitu Liver, Radang Usus dan Kerusakan otak. 
Dari pembicara lain, pendidikan keluarga sangat penting untuk membentengi diri dan membatasi diri akan pengaruh budaya Miras yang dibawa oleh pihak luar. Selain pendidikan keluarga, lingkungan pergaulan juga sangat berpengaruh, apalagi saat ini, budaya - budaya luar baik yang baik maupun yang buruk dapat langsung di serap oleh masyarakat tanpa filter yang jelas. Maka dari itu selain keluarga , lingkungan pergaulan, dan pendidikan formal, regulasi pemerintah dalam mengatur Miras itu sendiri sangat diperlukan. Regulasi yang jelas dan tepat sasaran harus di terapkan agar generasi muda bangsa dapat terhidar dari dampak buruk Miras itu sendiri.
Akhirnya, memang terlepas dari pendapat siapapun, Miras memang banyak menimbulkan keburukan. 
I support #AntiMiras
  • Share

Blogger Bicara Komunitas

  • 4/07/2013 02:25:00 PM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

7 April 2013 - Bertempat di Kafe Demang kawasan perbelanjaan Sarinah, Blogdetik bersama-sama dengan Komunitas yang ada di Indonesia, mengadakan sharing mengenai Blogger Bicara Komunitas.

Tema yang diangkat kali ini memang terbilang sangat berkaitan dengan Blogger dan Komunitas itu sendiri. Blogger memiliki komunitas untuk tetap bertahan pada era informasi yang telah berkembang, dan sebaliknya komunitas yang dilatar belakangi oleh hobi dan keratifitas membutuhkan media sebagai alat untuk menampung komunitas tersebut, salah satu media tersebut adalah blog, social media dan lainnya.
Dengan mengundang semua komunitas yang ada di Indonesia, diskusi dibawa oleh pembawa acara dengan ringan namun memberikan sebuah interaksi yang saling terkait.
Disamping diskusi, terdapat beberapa Games dan Hiburan yang meyergarkan suasana. Saya, sebagai member #Blogfam, merasa terhibur dan dapat menambah wawasan baru mengenai sebuah komunitas dan blogger.
Cekidot beberapa fotonya :
Blogfam, AnginMamiri
image
Seluruh Pesarta BloggerBicaraKomunitas
image

Dan Ini Video dari Blogfam :

  • Share

7 Tahun Blogfam

  • 12/06/2010 02:45:00 PM
  • By Salman Faris
  • 3 Comments
http://forum.blogfam.com
Logo Blogfam Baru 


Menembus angka “7” itu susah, percaya? Ya, sebagai orang yang sudah mengenal berbagai macam perjalanan sebuah bentuk hubungan ato relasi, maka maka saya sangat percaya bahwa menginjakan kaki tahun ke-7 merupakan pencapaian yang bukan biasa melainkan “luar biasa”. Dan, Do You Know What, Blogfam can make it in 7th B’day today (Maaf kalo inggris saya ancur ya).

Tak kenal maka tak sayang, ungkapan ini sangat benar adanya, sungguh sangat beruntung saya kenal dengan blogfam. kenal blogfam adalah sebuah anugerah indah yang pernah kumiliki. Ah masa? Iya lah, masa saya bohong segala. Hmmm, berawal dari iseng, saya kenal dengan blog sekitar 2004, waktu itu blog sedang mulai dilirik oleh pengguna internet. Kenal blog pun iseng karena saya gemar menuliskan sesuatu dalam bentuk puisi, dan cerpen. Dengan blog ini, besar harapan saya untuk lebih mengenalkan tulisan (dalam bentuk apapun) ke publik. Yup, dan saya berhasil menarik orang lain untuk membaca tulisan. Saat itu timbul keinginan untuk memperluas jaringan pertemanan dan share tentang dunia kepenulisan, dan mulailah saya mencari-cari info tentang komunitas blogger di Indonesia. Akhirnya, pilihan itu jatuh pada BLOGFAM.

Tuesday, February 20, 2007, 08:31 AM, adalah Date Registered saya di Blogfam. Awal sekaligus gerbang besar yang penuh dengan peluang, harapan, kebersamaan, keceriaan, kepedulian, suka, duka, kerja keras, komitmen dan loyalitas, semuanya saya temukan pada satu tempat yaitu Blogfam.

Blogfam memberikan saya sebuah tempat yang layak dan dijunjung oleh semua orang. Apakah saya berlebihan? tentu tidak, sebab secara akal nalar pun orang akan susah mengambarkan bagaimana bisa sebuah komunitas maya yang tidak saling kenal bisa bersatu dalam Blogfam, dan saya tidak meragukannya sedikitpun karena dengan kesamaan itu kita bisa berkumpul di Blogfam.

Awalnya saya malu dengan tulisan yang dibuat di blog. Namun, saya ditantang untuk lebih produktif dan lebih peduli terhadap blog. Sungguh progres yang luar biasa yang bisa saya temukan di Blogfam. Dan, satu hal yang membuat saya terharu, Blogfam selalu ingat dan mengucapkan selamat atas sesuatu yang kita raih, dan disaat kita sedih pun, Blogfam hadir untuk meneduhkan jiwa ini. Blogfam, besar harapan saya untuk tetap jaya di online dan offline, karena saya yakin blogfam akan kokoh dan besar di masa lalu, kini dan nanti.
  • Share