Stadhuis Schandaal, Film Sejarah Batavia Rasa Milennial

  • 7/28/2018 01:36:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Batavia, sebuah masa dimana Jakarta masih dibawah pendudukan Hindia Belanda sekitar tahun 1600-an. Sejarah mencatat banyak sekali hal yang terjadi di Jakarta tempoe doeloe. Bukan hanya tentang penjajahan, namun dibalik itu semua terdapat kisah menarik yang patut kita ikuti. Kisah romansa lama yang akhirnya menjadi cerita turun temurun. 

Saya sebetulnya tidak terlalu suka namun saya juga tidak menolak jika diberikan banyak soalan mengenai Sejarah. Bagi saya pelajaran ini akan terasa sama saja, namun ketika lulus Sekolah Menengah, justru saya tak sadar sangat ingin tahu kehidupan dimasa lampau lebih dalam lagi dan lagi. Ya, sangat bertolak belakang dengan jaman-jaman SMA dulu.


Beberapa waktu lalu, saya menemukan kesenangan baru berupa film yang bergenre masa lampau Batavia, karena mengambil setting tempat di Museum Fatahillah atau yang dikenal dengan sebutan Museum Sejarah Jakarta. Dulunya, Fatahillah merupakan balaikota Batavia, seluruh kegiatan dan perdagangan dilakukan disekitar wilayah ini. Ternyata banyak kisah yang tidak terungkap di Batavia, salah satunya adalah kisah romansa antara Noni Belanda dengan kekasihnya dari kalangan bawah, atau prajurit.

Bagi saya, Indonesia memang butuh banyak film yang mengangkat Sejarah, karena masih banyak bangunan kuno yang harusnya tetap dilestarikan. Lagi pula, Kids Zaman Now juga harus tahu dan faham mengenai sejarah Indonesia di masa lampau. Dulu saya sangat hambar dalam menelaah Sejarah, kini seakan saya haus akan sejarah mengenai banyak hal termasuk sejarah Batavia dan lain-lainnya. 

Trailer Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Sebelumnya mari kita saksikan dulu bagaimana trailer film ini.


Sinopsis Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Fei (Amanda Rigby) adalah seorang mahasiswi yang sedang bertugas di kota tua Batavia. Saat ia mencari bahan dan riset tentang  The Old Batavia di kota tua, ia diperhatikan oleh seorang gadis cantik turunan Belanda-Jepang yang kemudian kita kenal dengan nama SAARTJE SPECX dipanggil Sara (Tara Adia), yang pernah hidup pada awal abad ke 17, tepatnya tahun 1628 saat Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen menjabat.

Suatu hari setelah kembali dari Shanghai, Fei meneruskan tugasnya. Di gedung Fatahillah, Sara kembali muncul dan tanpa sadar Fei dibawa melalui lorong waktu kembali ke abad 17. Sara menceritakan siapa, apa,dan kenapa. Sara membutuhkan media masa kini untuk menyampaikan bahwa hubungannya dengan Peter Cortenhoof adalah cinta murni, bukan perselingkuhan yang menyebabkan Peter dihukum gantung hingga mati dan Sara dibuang serta dikawinkan dengan orang lain.

Di lain sisi, Fei semakin dekat dengan Danny (Volland Voolt), seorang pengusaha partner ayahnya, setelah pacarnya Chiko semakin hari semakin tidak terkendali dan ternyata anggota sindikat Abimanyu (Anwar Fuady ) yang bergerak dalam kegiatan Cyber Crime. Pihak berwajib dapat menggulung sindikat Abimanyu.

Danny yang menemani Fei dalam perkara Chiko, kembali ke Shanghai, di mana dia tinggal sejak usia tujuh tahun. Fei menunda tugasnya dan menerbitkan sebuah novel yang menceritakan tentang Sara dan Peter, sebagaimana yang diinginkan oleh Sara.

What's My Poin

Menurut saya film seperti ini perlu diperbanyak dan saya harap banyak pihak yang mau mendukung film jenis sejarah seperti ini. Dari segi akting dan setting, saya akui sangat mengalir dan sesuai dengan karakter yang ditokohkan. Namun, beberapa hal yang seharusnya menjadi detail tidak digarap dengan sempurna. Serta, harusnya film ini membutuhkan sentuhan lain seperti humor yang akan menambah betah penonton mengikuti alurnya. 

Detail dan Cast Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Tanggal Rilis : 26 Juli 2018
Genre : Drama-Misteri
Sutradara : Adisurya Abdy
Penulis Skenario : Adisurya Abdy
Rumah Produksi : Xela Pictures

Amanda Rigby sebagai Fei
Tara Adia sebagai Sara
Michael Lie sebagai Peter Cortenhoof
Villand Voolt sebagai Danny Wong
Anwar Fuady sebagai Abimanyu
Roweina Umboh sebagai Eva Ment
Julian Kunto sebagai Komandan Polisi Cyber Crime
Septian Dwi Cahyo sebagai Perwira Belanda
Ricky Cuaca sebagai Teman Fei

Dan tonton juga keseruan Gala Premierenya

  • Share

Film Anak Muda Jaman Now (Remaja Milenial)

  • 10/29/2017 02:51:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Anak Muda Jaman Now atau Remaja Milenial itu penuh problematika banget. Yes, ibarat mangga muda yang asam dan penuh kejutan rasanya bahkan kalau di rujak bisa jadi nano-nano rasanya. Beberapa tahun lalu, di usia lulus SMA dan menjelang kuliah biasanya dipenuhi dengan gejolak untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Rasanya pengen melakukan sesuatu yang baru dan mencobanya. Terbukti, saya pun melakukan banyak hal seperti ikut UKM Paduan Suara, Jurnalis, Sastra, Radio, BEM dan lain-lain. 

Walhasil , IPK saya drop karena tersita dengan seluruh kegiatan UKM yang seabrek-abrek. Setahun berlalu, kemudian saya lebih selektif memilih UKM mana saja yang dilanjutkan dan ditinggalkan, akhirnya pilihan saya jatuh pada UKM Paduan Suara dan Kegiatan Mahasiswa Pemalang, Kota Kelahiran saya. Semester 3, IPK saya mulai naik karena kondisi yang nyaman dengan kegiatan diluar kuliah. Dan tren positif ini pun berlanjut hingga lulus kuliah. 

Pernah melakukan kegiatan yang tak berguna atau cenderung merugikan? Tentu saja pernah. Bolos kuliah karena kegiatan di UKM lebih menarik ataupun lupa mengerjakan tugas gara-gara main games. Kenakalan-kenakalan ini sebetulnya tidak disengaja, tapi memang saya termasuk mahasiswa patuh aturan kecuali dengan dosen killer. 

Wah, seru juga ya membahas kelakukan Anak Muda Jaman Now. Sebetulnya, anak membutuhkan pengertian dari orang tua dan begitu sebaliknya orang tua pun butuh dimengerti oleh anaknya. Kuncinya adalah masalah komunikasi agar semuanya berjalan mulus tanpa ada yang salah paham. Beruntung, kini ada film yang related dengan kegalauan dan permasalahan anak muda jaman now yaitu My Generation.

Yang kepengen lihat trailernya, yuk lihat youtubenya.


Sinopsis My Generation

Film ini akan menceritakan tentang persahabatan dari empat orang siswa SMU, yaitu Zeke, Suki, Konji dan Orly. Yang mana kisah mereka di awali oleh gagalnya pergi liburan, dikarenakan video buatan mereka yang mengkritik guru, sekolah dan juga orang tua, telah menjadi viral di sekolahan mereka.

Hingga berakibat mereka dihukum dan tak boleh pergi berlibur. Liburan sekolah yang mereka sangka terkesan tak istimewa tersebut, akhirnya malah membawa mereka pada kejadian-kejadian serta petualangan, yang memberikan mereka pelajaran yang sangat berarti dalam kehidupan mereka. Semenjak saat itu kehidupan mereka tak lagi sama. Seperti apakah kisah lengkapnya? Tonton Full Movie-nya untuk mengetahui jawabannya.


Kisah Persahabatan dan ...


Remaja Milenial jaman now sangat dekat dengan social media dan smartphone. Kejadian apapun langsung di upload ke socmed. Termasuk Zeke, Suki, Konji dan Orly, yang merekam video dan curhat segala hal mulai dari sekolah hingga orang tua. Dan, ternyata viral di sekolah. Bukannya menjadi yang positif, malah menghancurkan liburan dan hubungan dengan orang tua mereka. 

Upi mengangkat kisah remaja dengan pendekatan persahabatan dan bukan dari kisah cinta yang sudah banyak diangkat oleh film lain. Upi merupakan sutradara dari film 30 hari mencari cinta dan realita, cinta dan rock n roll. Upi mengharapkan dari film ini, remaja dan orang tua dapat memahami satu sama lain. Sudah saatnya label yang diberikan kepada anak misalnya si anak bandel, si anak kutu buku dan lainnya dihilangkan dan mendukung seluruh bakat dan minat anaknya. So cool adviced both for parent and children

It's time for you to have me time with your childs. Kerjaan yang banyak dan waktu yang kurang biasanya menjadi hal yang akumulatif bagi keluarga. Saatnya menonton film ini dengan keluarga dan bangunlah hubungan yang sangat komunikatif. Anak butuh support bukan judgement yang hanya sepihak saja. Sekecil apapun komunikasi kepada anak, peliharalah komunikasi tersebut. Jangan sampai anak mencari orang lain untuk mencurahkan isi hati dan problemnya. Jangan sampai anak salah arah di tangan orang lain. 

Selamat menonton film yang luar biasa untuk keluarga anda. Jangan lupa tanggal 9 November 2017 di bioskop-bioskop terdekat di kota kamu. 

Cast Film 


Sutradara Film: Upi
Rumah Produksi Film: IFI Sinema
Distributor Film: -
Penulis Naskah skenario / Novel Film: Upi
Produser Film: Adi Sumarjono
Tanggal Rilis / Tayang Film: 9 November 2017 (Indonesia)
Pemain : Surya Saputra, Arya Vasco, Alexandra Kosasie, Joko Anwar, Aida Nurmala, Indah Kalalo, Karina Suwandhi, Bryan Langelo, Lutesha, Tyo Pakusadewo, Ira wibowo. 


  • Share

Shy Shy Cat (Malu-Malu Kucing) : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji



Saat menonton youtube, tak sengaja referensi video lain menunjukan saya kepada Shy Shy Cat. Rasa penasaran membuat saya menonton trailernya dari awal sampai habis. Dan hasilnya, saya menanti film ini rilis di bioskop. Bagai mendapat durian runtuh, seorang teman lama menghubungi saya dan menawarkan premier film ini. Tanpa basa-basi, saya langsung saja menerima undangan ini dengan senang hati, baru nerima undangan nonton film aja sudah senang apalagi nerima undangan nikah, eh, baper deh jadinya.

Silahkan bagi yang belum nonton trailer filmnya. 


Shy shy cat adalah terjemahan bebas dari Malu-malu kucing, terjemahan ini bukan dalam arti sebenarnya, namun lebih ke arah "terjemahan secara komedi" atau biasa dilakukan pada saat belajar bahasa Inggris di sekolah dulu. Maklum, setting tempat film adalah Sindang Barang, sebuah desa di Sukabumi yang semangat mempelajari bahasa Inggris. Wow, semangatnya itu loh yang patut diapresiasi. Keep going, Sindang Barang

Nirina Zubir dan Acha Septriasa, dua pemain ini pernah membintangi film yang sama yaitu Heart beberapa tahun silam. Bisa dikatakan film ini sebuah film reuni bagi keduanya. Hal ini membuat chemistry yang dibangun keduanya sangat natural dan tidak membutuhkan waktu untuk memahami karakter masing-masing. Di film ini, keduanya berperan sebagai sahabat yang saling membantu dalam suka dan duka. Pemeran lainnya adalah Fedi Nuril, Tika Bravani dan Titi Kamal. Fedi Nuril berperan sebagai sahabat masa kecil Nirina, sedangkan Tika bersama Acha menjadi sahabat masa kini. Titi Kamal merupakan teman main pada saat di kampung dahulu.

Sinopsis : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji 


Mira (Nirina Zubir) sudah sukses membangun karirnya di Jakarta. Di ulang tahunnya ke 30, sang Abah (Budi Dalton), seorang jawara kampung pemilik padepokan silat, menagih janji agar Mira pulang ke desa Sindang Barang, untuk dijodohkan dengan Otoy, teman masa kecilnya. Mira tidak mau pulang kampung karena merasa desanya tidak pernah maju-maju, apalagi dijodohkan dengan Otoy (Fedi Nuril), anak yang seingatnya menyebalkan. Untuk menyiasatinya, Mira dibantu oleh dua sahabat, yaitu Jessy (Acha Septriasa) dan Umi (Tika Bravani) berniat menggagalkan perjodohan itu.

Namun saat kembali ke desa Sindang Barang, Mira, Jessy dan Umi mendapati semua kondisi sudah berbeda, dan mereka dihadapkan dengan pilihan sulit yang menguji persahabatan mereka setelah melihat Otoy sekarang.


Review 


Titi Kamal Sedang Diwawancarai 
Otoy pernah berkata bahwa " Orang kota atau orang yang memiliki ilmu namun tidak memiliki pegangan agam yang kuat, sedangkan orang desa Sindang Barang memiliki tradisi agama yang kuat namun tidak memiliki ilmu yang tinggi ". Otoy merupakan pemuda desa dengan pendidikan tinggi di Mesir dan kembalilagi membangun desanya. Seperti kita ketahui, banyak pemuda desa yang hilang dan mencari nafkah di kota-kota besar seperti Jakarta, namun paradigma itu ingin dihilangkan dan diubah oleh Otoy.

Sungguh saya tersentuh dengan salah satu pesan moral ini, apalagi pemuda desa seyogyanya membangun desanya agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Bahkan di film ini, Sindang Barang memiliki WIFI super cepat dan english day pada hari tertentu. Hal ini ingin menunjukan secara tegas bahwa desa siap menerima orang kota atau luar negeri yang ingin berwisata dan menikmati alam dan perkebunan yang luas.


Untuk segi pemain, cast menempatkan aktor-aktor yang pas dengan karakternya. Sebut saja Acha Septriasa yang memerankan Jessy yang penuh dengan drama dan lebay. Soleh Solihun berhasil mengocok perut penonton dengan perannya yang ceplas-ceplos. Nirina Zubir dengan kekuatan acting berhasil menghidupkan karakter Mira dan Tika Bravani dengan karakter Umi yang mengalami depresi. Sedangkan pemeran lain seperti Ade Fitria Sechan, Dwi Sasono, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Budi Dalton, Iszur Muchtar dan cast lainnya cukup tepat dan sangat menghibur.

Foto Bareng Sarah Sechan? Bukan ini Adiiknya Ade Sechan ehehehe
Humor yang disuguhkan sangat menghibur, namun lagi-lagi kendala bahasa masih terjadi, karena beberapa dialog dalam bahasa Sunda tidak diterjemahkan. Humor dibangun berdasarkan situasi dan bahasa memang harus dicerna terlebih dahulu sebelum tertawa. Kadang selera humor satu orang dengan yang lain berbeda, namun saya jamin, film ini menghadirkan humor secara universal dan dapat dinikmati oleh segala usia.

Sinematografi memiliki peranan penting dalam film ini. Kualitas dan pengambilan gambar alam dan seting tempat sangat bagus, namun untuk pengambilan gambar antar adegan zoom pemain masih terlihat tidak sesmooth yang dibayangkan. Sound pun memilki sedikit masalah dalam memotong adegan Mira yang sedang monolog atau sedang bekata dalam hati. Mungkin saya kurang paham secara teknis, namun menurut saya masih kurang rapi pada bagian ini saja, adegan lain sudah sangat sempurna.

Seting tempat yang mengangkat budaya sunda memiliki nilai yang tinggi. Film ini berani menampilkan budaya diwakili oleh pencak silat, seni kecapi dan bahasa sunda. Saya salut dengan tim produksi yang mengangkat kembali unsur budaya Indonesia melalui budaya Sunda. Applause untuk tim produksi. Salut banget.

Secara keseluruhan, film ini sangat layak ditonton bersama keluarga dan teman-teman atau bahkan pacar dan gebetan asal jangan bawa mantan aja ya nanti baper. Selamat menonton ya pada tanggal 3 November 2016 di bioskop kesayangan anda.

Cast 

Producers : Starvision 
Director: Monty Tiwa
Writers: Adhitya Mulya, Monty Tiwa
Stars: Nirina Zubir, Fedi Nuril, Acha Septriasa, Tika Bravani, Titi Kamal, Izhur Muchtar, Soleh Solihun, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Ade Fitria Sechan, Budi Dalton, Cecep Arif Rahman

Yuk Joged Bareng Nirina, Acha dan Tika 


  • Share

5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran


Liburan Lebaran 2016 ini, penonton bioskop di Indonesia akan disuguhkan dengan beberapa film dari tanah air dengan kualitas yang bagus. Siapa sangka aktor seperti Reza Rahadian, Morgan Oey, Raditya Dika, Abimana Aryasatya dan banyak lain turut meramaikan geliat film Indonesia. Iya, semenjak Ada Apa Dengan Cinta 2 mencetak rekor penonton yang luar biasa hingga mencapai 3,6 juta, kemudian diikuti dengan My Stupid Boss dengan capaian penonton terbanyak setelah AADC2, seakan industri film di Indonesia mendapatkan angin segar. 

Saya sebagai penikmat film baik dalam maupun luar negeri menyambut positif dengan makin banyaknya alternatif pilihan film atau movie buatan anak negeri sehingga kedepannya, film Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan semakin bangga dengan karya-karya yang bermunculan. Angin segar ini tak lama lagi semoga akan berubah menjadi nyata dengan makin banyaknya film yang diproduksi dan disukai oleh penonton Indonesia, amin.

Okay, baiklah saya akan membahas satu per satu film Indonesia yang tayang pada liburan lebaran 2016 ini.

Koala Kumal

salmanbiroe.com - 5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran - Koala Kumal

Raditya Dika kembali menelurkan sebuah film bergenre "Romantic Comedy" atau lebih tepatnya sebagai "Sebuah Komedi Patah Hati". Sebelum merilis film, Raditya Dika sempat meluncurkan buku berjudul sama "Koala Kumal". Dalam bukunya, Radit banyak membahas sebuah perasaan yang telah berubah dalam masalah cinta, seperti koala yang telah lama pergi dari habitatnya namun kemudian setelah kembali, koala itu mendapati habitatnya telah rusak dan berubah total. 

Nah, bagi yang penasaran dengan cuplikan filmnya, silahkan nonton trailernya ya. 


Secara garis besar, ceritanya (Sinopsis) mengambarkan Dika (Raditya Dika) yang batal menikah dengan Andrea (Acha Septriasa) yang terbukti selingkuh dengan James (Nino Fernandez). Karena patah hati ini, Dika tidak bisa menyelesaikan satu bab terakhir dari sebuah buku. Suatu hari, Dika bertemu dengan seorang cewek bernama Trisna (Sheryl Sheinafia), cewek unik yang membuat sudut pandang Dika menjadi berubah bahkan menjadi seorang pribadi yang baru.

Pertemuan Dika dengan Trisna membuat keduanya saling dekat satu sama lain. Dengan niat baiknya, Trisna mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan Dika tidak bisa menyelesaikan bab terakhir bukunya. Trisna kemudian menemukan sebabnya, karena Dika masih patah hati kepada Andrea. Trisna mencoba berbagai cara agar Dika dapat melupakan patah hatinya seperti dengan cara membakar seluruh barang-barang pemberian Andrea termasuk handphone milik Dika.

Trisna menyuruh Dika melakukan balas dendam kepada Andrea. Akankah Dika mengikuti saran Trisna? Kenapa Trisna sangat berniat agar Dika lepas dari patah hati yang dialaminya?

Sabtu Bersama Bapak


salmanbiroe.com - 5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran - Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak, sebuah novel karya Adhitya Mulia, kini diangkat ke layar lebar. Saya telah membaca bukunya dan menyimpulkan bahwa novel ini sangat bagus, apalagi bagi keluarga di Indonesia. Dengan diangkatnya novel ini ke layar lebar tentunya ekspektasi pembaca novel akan sangat berpengaruh, tak jarang pada akhirnya penonton dan pembaca akan membandingkan satu sama lain. Namun, dibalik perbandingan tersebut tentunya makna yang disampaikan baik novel maupun film pastnya akan sama.

Bagi yang belum sempat nonton trailernya, silahkan ya.



Kisah Sabtu Bersama Bapak mengisahkan keluarga kecil Gunawan Garnida (Abimana Aryasatya) dan Istrinya Itje (Ira Wibowo) bersama dengan dua putra kecilnya Satya dan Cakra. Kebahagiaan yang selama ini terjalin kemudian berubah ketika Gunawan divonis mengindap penyakit kanker dan tidak bisa bertahan hidup lama lagi.

Gunawan merekam setiap ucapannya dalam bentuk kaset video agar Satya dan Cakra dapat terhibur akan kehadirannya setiap hari Sabtu setelah ia meninggal. Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahendra) beranjak dewasa, namun setiap Sabtu, mereka berdua tidak pernah lupa menonton Bapaknya di video.

Satya memiliki keluarga kecilnya setelah menikah dengan Rissa (Acha Septriasha) dan memiliki masalah dalam membina rumah tangga, kemudian Cakra memiliki masalah dalam mencari satu sosok calon pendampingnya. 

ILY From 38.000 FT


Film ini menceritakan  tentang seorang gadis yang bernama Aletta (Michelle Ziudith) 18 tahun, yang terbang ke Bali untuk berlibur, di saat yang sama lalu bertemu dengan Arga (Rizky Nazar) 20 tahun. Arga adalah seorang mahasiswa sekaligus creator program dengan bendera Geography Channel. Sejak pertemuan itu hubungan Arga dan Aletta semakin dekat dengan banyak kejadian – kejadian yang lucu diantara mereka.

Aletta mengaku sebenarnya ia kabur dari rumah karena bermasalah dengan keluarganya. Aletta yang merasa tidak pernah diberi kesempatan untuk memlilih jalan hidupnya sendiri merasa nyaman dengan Arga yang dewasa dan mandiri. Arga meminta Aletta untuk kembali ke rumahnya dan berdamai dengan keluarganya. Dan Arga berjanji akan menyusulnya segera ke Jakarta. Namun hingga saat yang dijanjikan Arga tidak pernah hadir. Hari demi hari Aletta selalu menunggu kehadiran Arga tetapi tak kunjung datang.

Kemana Arga sebenarnya? Kenapa dia tidak memenuhi janjinya? Apakah Arga membohongi Aletta agar Aletta mau kembali ke rumahnya? Atau ada orang lain dalam hidup Arga. Penasaran? Tonton film yang satu ini di bioskop kesayangan anda yaa, sobat Souja.



Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea


Jilbab Traveler: Love Spark in Korea, sebuah karya Asma Nadia kembali diangkat ke layar lebar. Yang menarik dari film adalah Bunga Citra Lestari akan beradu akting dengan Morga Oey dan Giring 'Nidji'. Dan, pada lebaran kali ini, lawan main BCL dalam film My Stupid Boss dan Habibie dan Ainun, Reza Rahadian menjadi pesaing dalam film-film yang tayang pada musim liburan lebaran kali ini dengan filmnya Rudy Habibie .

Trailer Jilbab Traveler : Love Spark In Korea 



Rania Samudra (BCL) sering menjelajah ke negeri-negeri nan jauh di sana. Ayahnya sering membaca tulisan karya Rania dari berbagai belahan Dunia. Menurut Ayah, Ranialah yang mewakili matanya untuk melihat betapa indahnya Dunia. Ayah pula yang sering mengatakan, "Jadilah seorang Ibnu Batuta, seorang muslim penjelajah yang tersohor". Namun, ketika Ayahnya mendadak sakit dan kemudian meninggal Dunia, panggilan hati Rania untuk menjelajah Dunia kemudian lenyap. 

Sebelum Ayahnya meninggal, Rania sempat mengunjungi Baluran, tempat pertemuan antara Ayah dan Ibunya bertemu. Di Baluran, Banyuwangi ini pulalah, Rania bertemu Hyun Geun (Morgan Oey) dan sahabatnya, Alvin (Ringgo Agus Rahman). Pertemuan inilah yang nantinya mengubah Rania.

Panggilan jiwa Rania untuk kembali traveling muncul ketika sebuah surat ajakan kunjungan ke Korea. Dengan ijin restu Ibunya, Rania akhirnya memenuhi ajakan tersebut. Tak disangka, Rania bertemu Alvin pada sebuah rumah di Korea. Dan, tak berapa lama Rania pun bertemu dengan Hyun Geun. 

Sementara, Kakak-kakak Rania berniat menjodohkannya dengan Ilhan (Giring). Rania diantara dua pria yang sama-sama mendapatkan tempat. Siapakah nantinya yang akan dipilih Rania? 

Rudy Habibie



Film ke-5 yang akan tayang pada Lebaran kali ini adalah Rudy Habibie. Sebuah film yang akan menyulut semangat generasi muda untuk terus berkarya untuk bangsanya ditengah makin terkikisnya rasa bangga terhadap Bangsa dan Negaranya sendiri. 

Sebelumnya silahkan saksikan trailer film Rudy Habibie.


Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama Ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan Ayahnya mengenai air yang jernih.

"Rudy, jadilah mata air ini, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya."

Begitulah pesan terakhir, sebelum Ayahnya meninggal dunia. Semenjak kematian Ayanya, Rudy selalu mengingat selalu pesan itu.

Singkat cerita, Rudy mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas RWTH dengan jurusan teknik penerbangan di kota Achen, Jerman. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), seorang keturanan Tiong Hoa, Ayu (Indah Permatasari), Adik seorang putri keraton Solo, Poltak (Boris Bokir), Pemuda Batak yang kocak, dan Peter (Pandji Pragiwaksono), senior yang bijaksana. Di Achen, pulalah, Rudy Habibie menemukan sebuah cinta perempuan bernama Ilona (Celsea Islan).

Ternyata menempu studi di daratan Eropa tak semudah membalikan telapak tangan. Rudy Habibie, justru mendapatkan perlakuan tak adil dari teman-teman dari Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia. Teman-teman PPI sebagain menentang gagasan yang disampaikan oleh Rudy Habibie yaitu Industri Dirgantara Nusantara.

Nah, jadi mau nonton yang mana diantara ke-5 film ini?
  • Share

Rudy Habibie : "Jadilah Mata Air"


"Menjadi Mata Air" sebuah susunan kata yang selama ini familiar ditelinga, namun dibalik itu terdapat sebuah rahasia dan fenomena yang dapat mengubah bangsa dan negara Indonesia. Begitu dalam makna tersebut membuat MD Pictures melalui Sutradara, Hanung Bramantyo dan Penulis Naskah, Gina S. Noer, mengabadikan kisah Rudy Habibie atau B.J. Habibie muda dengan balutan romantisme dan nasionalisme yang membuka mata hati kita semua.

Sukses film Habibie & Ainun mengugah Mas Hanung untuk kembali mengangkat salah satu tokoh sentral, Rudy Habibie ke dalam sebuah kisah tersendiri yang tanpa sadar membuat film tersebut sangat berbeda. Habibie Muda memiliki perjalanan yang berliku demi mendapatkan gelar Master hingga Doktor. Bumbu-bumbu persahabatan, cinta dan nasionalisme menjadi penyedap film yang berdurasi sekitar dua jam lebih. 

Ekspektasi film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) yang tak lepas dari bayang-bayang kesuksesan edisi perdana melalui akting Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari tentu saja membuat Mas Hanung dan Pak Manoj justru menjadi motivasi lebih dan berharap kesuksesan yang sama bahkan akan melebih sekuel yang pertama.

Trailer Film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)


Trailer Film Rudy Habibie mengambarkan sisi lain dari seorang B.J. Habibie yang sekarang dikenal sebagai seorang Presiden ke-3 Republik Indonesia. Sisi pribadi yang tidak tergambar melalui penampilan yang sederhana dan jenius.

Sinopsis dan Jalan Cerita



Di Pare-pare, Sulawesi Selatan, segalanya bermula. Rudy Habibie semasa kecil sering bermain-main di bukit dengan pemandangan padang tanaman liar. Namun, pada saat bermain, Rudy Habibie terancam dengan kedatangan pesawat penjajah yang menyerah penduduk di sekitar Pare-pare. Beruntung, Rudy Habibie selamat dan pindah ke Gorontalo, tempat tinggal Kakek dan Nenek.

Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama Ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan Ayahnya mengenai air yang jernih.

"Rudy, jadilah mata air ini, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya."

Begitulah pesan terakhir, sebelum Ayahnya meninggal dunia. Semenjak kematian Ayanya, Rudy selalu mengingat selalu pesan itu.

Singkat cerita, Rudy mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas RWTH dengan jurusan teknik penerbangan di kota Achen, Jerman. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), seorang keturanan Tiong Hoa, Ayu (Indah Permatasari), Adik seorang putri keraton Solo, Poltak (Boris Bokir), Pemuda Batak yang kocak, dan Peter (Pandji Pragiwaksono), senior yang bijaksana. Di Achen, pulalah, Rudy Habibie menemukan sebuah cinta perempuan bernama Ilona (Celsea Islan).

Ternyata menempu studi di daratan Eropa tak semudah membalikan telapak tangan. Rudy Habibie, justru mendapatkan perlakuan tak adil dari teman-teman dari Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia. Teman-teman PPI sebagain menentang gagasan yang disampaikan oleh Rudy Habibie yaitu Industri Dirgantara Nusantara.

Belum masalah satu berlalu, kisah romantisme antara Rudy Habibie dan Ilona tak semulus yang diperkirakan. Diantara pilihan tersebut, manakah yang harus dipilih oleh Rudy? Dalam kebimbangan tersebut, pesan Ayahnya muncul dan memberikan harapan dan semangat.

Bertemu Langsung Rudy Habibie



Beruntung sekali saya dapat bertemu langsung dengan Rudy Habibie dan sahabat-sahabatnya pada Press Screening beberapa hari lalu di CGV Blitz Grand Indonesia. Nampak seluruh pemain hadir dalam acara kali ini. Masih belum percaya bahwa saya bertemu langsung dengan Reza Rahadian, Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Pandji Pragiwaksono dan pemain-pemain lainnya. Selain cast, hadir pula Pak Manoj, selaku produder dan Hanung Bramantyo, sang sutradara.

Nada optimis dan semangat dilontarkan beberapa kali oleh Pak Manoj. Apalagi dengan kesuksesan Film pertama Habibie dan Ainun yang mampu menyihir sekitar 4 juta lebih penonton Indonesia dan bertengger di Film Terlaris Sepanjang Masa. Reza pun sangat senang hadir kembali dalam prekuel ini. Banyak kejadian unik seperti hampir sebagian dialog 'Rudy Habibie' mengunakan bahasa Jerman dan setting tempat yang sempat mengalami salju.

Selain, cast, produser dan sutradara, pada malam itu hadir pengisi soundtrack film Rudy Habibie, CJR. 

Review Film Rudy Habibie

Sepanjang saya menonton film, emosi saya selalu diaduk-aduk dan dibikin penasaran dengan ending film dan bagaimana nasib Rudy Habibie. Bisa saya simpulkan, film ini merupakan salah satu film dengan kualitas yang sangat bagus. Bahkan, untuk dicari sebuah kelemahan dari film ini pun saya tak mampu melakukannya.

Nah, saya akan memberikan poin-poin keunggulan dan kelemahan untuk memberikan tambahan dan masukan.

Keunggulan  

- Durasi lama sekitar 2 jam lebih namun tidak terasa waktunya dan saya sangat menikmati filmnya
- Kualitas Sound yang sangat bagus bahkan saya menyatakan bahwa sound ini paling bagus diantara film lain
- Pemain dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi
- Antara drama dan komedi mendapatkan porsi yang pas
- Dan masih banyak keunggulan lainnya.

Kelemahan

- Detail pakaian pemain yang harus lebih di perhatiakan, karena setting waktu yang kembali ke tahun 60-an
- Setting tempat yang memadukan antara eropa dan Indonesia pada saat adegan di Jerman, dibutuhkan polesan sedikit lagi sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar setting tempat.

Kesimpulannya, saya akan merekomendasikan film yang mengangkat biografi dari seorang Presiden ke-3 RI Ini dan saatnya generasi muda untuk lebih bermanfaat bagi bangsanya. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperhatikan nasib bangsa dan negara kita sendiri.

CJR dan Cakra Khan Di Balik Lagu Keren



Dalam beberapa adegan, sayup-sayup terdengar lagu "Mata Air" sebagai salah satu lagu soundtrack. Ternyata OST Rudy Habibie tersebut dinyanyikan oleh boy band yang tengah naik daun, CJR. Selain CJR, Cakra Khan juga menjadi bagian tim pengisi soundtrack dengan lagu berjudul "Mencari Cinta Sejati".

Cast and Crew Film Rudy Habibie 



Genre : Drama
Produser : Manoj Punjabi
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis Naskah : Ginanti S. Noer

Pemain Film :

Reza Rahadian sebagai (Rudy Habibie), Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Verdi Solaiman, Donny Damara, Dian Nitami, Pandji Pragiwaksono.
  • Share

Aksi Jackie Chan dan Choi Siwon di Dragon Blade



Apa yang akan terjadi jika Jackie Chan dan Choi Siwon Super Junior bermain dalam satu film? Kemudian, apa jadinya apabila Aktor Hollywood Andrien Brody juga berperan sebagai pemeran antagonis? Semua hal itu tentunya terjadi dalam sebuah film laga seru berjudul Dragon Blade yang akan di tayangkan di Celestial Movie, hari minggu tanggal 17 Januari 2016 jam 20.00 WIB.

Sebagai pengemar film-film Hongkong dan Asia dengan rasa dan kualitas seperti Hollywood, maka tak salah apabila saya menanti sebuah film dari sang lengendaris, Jackie Chan. Setelah beberapa kali melihat tayangan trailer yang sangat bagus dari segi senimatografinya dan akting para pemainnya. Bagi yang penasaran dengan cuplikannya, ini dia trailernya.




Bagai menonton sebuah film Hollywood yang didukung dengan kualitasnya, Dragon Blade membuktikan bahwa Asia mampu memproduksi film layaknya Hollywood. Bahkan, secara kualitas sangat mirip dengan produksi Hollywood. Saya juga sangat terkejut dengan semua detail film, kualitas gambar, kostum dan kemudian dengan dialog para pemain yang hampir semuanya mengunakan Bahasa Inggris.

Untuk cuplikan behind the scence, bisa simak video dari youtube berikut ini :




Cerita Menarik dan Penuh Adegan Kolosal 



Kisah di mulai dari Zaman China kuno, Huo An (Jackie Chan) merupakan ketua dari Tim Penjaga yang dipercaya untuk menjaga "Jalan sutera" pada masa Dinasti Han. Huo An dalam masa penjagaan tersebut di bantu oleh tangan kanan, Yin Po (Choi Siwon "Super Junior"). Yin Po sangat terkenal dengaan strategi perangnya dan pejuang yang sangat tangguh. Namun, ternyata terjadi peperangan yang membuat Huo An terjebak dan diperbudak.


Sementara itu, sekelompok pasukan Romawi yang lolos dari peperangan untuk melepaskan salah satu jenderal mereka, namun sayang dalam perjalanan ke China, berbagai hambatan menanti mereka. Setelah berhasil meloloskan diri, akhirnya pasukan Romawi bertemu dengan Huo An. 

Kemudian, untuk menghadapi berbagai musuh baik dari China maupun di luar China, Huo An kemudian bergabung dengan pasukan Romawi untuk terus mengamankan Wilayah Jalan Sutera yang harus ia jaga bersama Yin Po.

Begitulah gambaran ringkas mengenai film ini. Lalu, fakta-fakta apa yang menarik selama pembuatan film Dragon Blade ini. Ini dia beberapa fakta menarik tentang film ini.

5 Fakta tentang Dragon Blade 




Kabar-kabar fantastis dan wah selalu menarik untuk diikuti tentang film Dragon Blade, nah, ini dia 5 fakta yang akan membuat kita semua tercengang dan ingin segera menontonnya.

1. Film ini menelan biaya 65 Juta Dolar 

Wow, luar biasa sekali, film ini menelan biaya pembuatan yang sangat fantastis yaitu 65 juta dolar atau kalau dirupiahkan mencapai sekitar 845 Milyar Rupiah. Bisa bikin rumah bisa berapa ya?

2. Pembuatan Film selama 2 tahun 

Proses pembuatan film ini berdurasi selama 2 tahun. Bisa dikatakan untuk sebuah film kolosal dan sangat banyak pemainnya, maka durasi pembuatan film ini masih dalam kategori yang wajar.

3. Seting tempat di Gurun Gobi 



Seting pembuatan Dragon Balde ini merupakan gurun terluas di dunia, Gurun Gobi. Bayangkan apabila kita berada di Gurun Gobi yang sangat luas, dengan kru dan pemain yang sangat banyak? wow pasti lumayan berat juga untuk syuting didaerah tersebut.

4. Cuaca Ekstrim

Tahukah bahwa lokasi syuting di Gurun Gobi pada saat pengambilan gambar bisa mencapai suhu ekstrim sekitar 50 dejarat celcius. Wow.

5. Kostum 

Kostum yang digunakan para pemain mengunakan metal dipadu dengan kulit hewan asli yang sangat berat. Dengan kondisi konstum yang berat ditambah cuaca yang ekstrim dibutuhkan ketahanan fisik para pemain tak terkecuali Jackie Chan. Namun, Jackie Chan yang dalam sehari-harinya syuting 15 jam ini tak sekali pun mengunakan stunt man untuk mengcover proses syuting tersebut. Saya salut sekali dengan Jackie Chan, sangat profesional dan aktingnya luar biasa.

Celestial Movie



http://www.celestialmovies.com/
Saya suka dengan film Asia, apalagi Hongkong, China, Korea, Thailand, Taiwan dan Jepang. Masing-masing negara memiliki karakter kuat dan tak bisa dibandingkan satu sama lain dari segi akting. Namun, untuk kali ini saya akui kalo saya jatuh hati dengan Film Hongkong dan China. Bagi saya aktor seperti Jackie Chan, Jet Lee, Samo Hung dan lainnya seperti mengulang memori masa kecil. Dahulu, pada saat liburan, saya selalu menyaksikan film mandarin seperti Shaolin Popeye (CMIIW) yang menghadirkan Boboho dan pemeran lain yang sangat menghibur. 

Begitu pula kehadiran Stephen Chow dengan Kung Fu Hustle yang menceritakan gangster yang melakukan pembantaian terhadapa keluarga Kung Fu. Pada akhir cerita, keluarga kung fu tersebut dapat menumpas gangster. Keren sekaligus menghibur.

Nah, bagi yang belum menonton Dragon Blade di Celestial Movie, jangan khawatir karena setiap hari selama 24 jam, channel ini akan menyajikan film mandarin dan Asia. Untuk minggu depan 24 Januari 2016 dapat disaksikan film SPL2 dengan pemain antara lain Tony Jaa dan Wu Jing. Kemudian pada akhir Januari 2016, akan hadir film bergenre horor dengan judul The Strange House. Untuk info lengkap bisa ke www.celestialmovie.com.

Celestial Movie bisa disaksikan pada Indovision (CH. 20), K-Vision (CH. 47), MatrixTV (CH. 9), Nexmedia (CH. 508), OkeVision (CH. 19), OrangeTV (CH. 162), Skynindo (CH. 19), Transvision (CH. 112), TopTV (CH. 20), Topass TV (CH. 61),  UTV (CH. 691),  dan YesTV (CH. 108).

  • Share

Tausiyah Cinta : Karena Cinta Itu Ditumbuhkan Bukan Dicari


Bukan sok religus, tapi memang harus religius.Tausiyah Cinta, sebuah film bergenre romantis namun tetap mengedepankan sisi religus yang mengalir dalam adegan demi adegan bahkan lantunan ayat suci Al Quran pun mendapatkan proporsi yang lumanyan banyak dalam setiap adegan. Kemudian, dengan pandangan yang awam saya mencoba membaca sebuah kalimat yang bertuliskan :
Karena Cinta Itu Ditumbuhkan, Bukan Dicari
Sungguh kalimat yang sangat ringkas namun penuh dengan makna. Sebuah kunci dari film religus sekaligus romantis yang mampu disimpulkan kemudian dimengerti sebagai jawaban kebutuhan manusia yang paling mendasar yaitu "Cinta". Sebelum membedah secara menyeluruh, mari melihat sedikit cuplikan dari Beda Senima Pictures .


Alur Cerita 

Perbincangan Lefan (Rendy Herpy) dengan Kakaknya yang tadinya hanya sebuah rutinitas mendadak menjadi perdebatan yang menyudutkan Kakaknya. Semenjak Ibu Lefan bercerai dan kemudian meninggal, serta pertentangan dengan Ayahnya, Lefan berubah sifatnya dan mengutuk setiap perbuatan yang dapat memecah keluarganya. Kakak Lefan yang merupakan pendakwah dan senantiasa berada diluar rumah pun tak luput dari perangai Lefan.

" Undangan dakwah Kakak itu banyak, dan Kakak harus penuhi undangan itu."

Lefan yang tak menerima akan sikap Kakaknya yang jarang di rumah karena Dakwah pun berujar," Kapan Kakak berdakwah untuk keluarga ini, Kak."

Tak berapa lama, Kakak Lefan harus dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang tak kunjung membaik. Setelah melalui beberapa tahap perawatan, Lefan pun harus kehilangan Kakaknya. Betapa hancurnya perasaan Lefan, setelah Ibunya, kini Kakaknya pun harus pergi meninggalkannya, sendiri.

Hari berlalu, Lefan dengan kesendiriannya membuat hatinya terus mencari sosok yang tepat untuk memenuhi pencariannya. Kerja keras dan kesuksesan secara materi telah didapat dari karir yang telah di bangun beberap tahun belakangan ini. Sampai suatu kesempatan itu datang melalui proyek yang di rencanakan. Sebuah proyek daur ulang limbah bekas air wudhu. Lefan bertemu dengan Rein (Ressa Rere) untuk proyek tersebut. Benih-benih cinta itu kemudian muncul. Lefan sedang jatuh cinta.


Azka (Hamas Syahid Izzuddin) merupakan insiyur yang melaksanakan beberapa proyek bekerja sama dengan perusahaan Lefan. Pertemuan Azka dan Lefan terjadi pada persimpangan jalan, Azka tengah menyebrang ketika mobil Lefan melaju dengan kecepatan tinggi. Untung saja Azka tak mengalami luka sedikit pun. Tak berapa lama kemudian, Azka dan Lefan berkerjasama dalam satu proyek.

Kegelisahan Lefan sempat diceritakan kepada Azka, bahkan Lefan sempat mempertanyakan kenapa Azka selalu menjadi orang baik dan rajin beribadah, kemudian Azka dengan gamblang menyakinkan dan menguatkan Lefan agar selalu sabar dengan penderitaan.

Sebuah peristiwa membuah Azka berubah 180 derajat ketika Azka mengalami kebutaan total, sementara kondisi Ibu Azka koma di Surabaya. Saat itu, Azka yang dahulunya selalu optimis bahkan selalu melantukan ayat-ayat suci Al Quran kini berubah dan menjauh dari Allah Swt.

Sementara itu, Lefan mendapatkan angin sejuk ketika ia bermaksud untuk berta'aruf dengan Rein. Lalu, apakah Rein menerima Lefan? Apakah Azka dapat kembali ke kondisi semula? Silahkan menonton di biskop terdekat.

Pendapat Tentang Film


Secara keseluruhan, saya sangat memberikan apresiasi atas kerja keras tim yang telah membuat sebuah tonton yang sangat "Beda" dari beberapa film yang pernah ada karena sangat menekankan bahwa inilah film yang patut ditonton karena memberikan sentuhan religius sekaligus romantisme namun dipandang dari sudut yang lebih luas lagi, Cinta kepaada sesama manusia maupun kepada Allah Swt.

Namun, ada baiknya saya pun harus memberikan sebuah catatan atas apa yang saya saksikan dalam durasi kurang lebih 100 menit. Berikut adalah catatan saya mengenai "Tausiyah Cinta" :

  • Adegan demi adegan terdapat jeda yang seharusnya dapat dimaksimal dengan beberapa gambar pemandangan atau setting tempat
  • Beberapa alur cerita terdistraksi oleh alur waktu yang "twist" sehingga agak membingungkan untuk memahami cerita terutama adegan Kakak Lefan 
  • Konflik dalam film yang terlalu melebar sehingga konflik pun jadi bias sehingga pesan film pun tidak tersampain dengan jelas
  • Walau tidak terlalu terlihat, beberapa tone warna gambar belum terlalu konsisten
  • Dialog sebaiknya mengunakan bahasa keseharian sehingga bisa dipahami oleh masyarakat secara luas

Pemain dan Tim Produksi

Produser : Suwandi basyir
Sutradara : Humar Hadi
Produksi : Beda Senima Pictures
Pemain : Hamas Syahid Izzuddin, Rendy Herpy, Ressa Marheni (Rere), Hidayatur Rahmi, Irwansyah




  • Share

Film Review : Bulan Terbelah Di Langit Amerika


"Apakah Dunia Akan Lebih Baik Tanpa Islam?"

Sebuah pertanyaan yang membuat hati bahkan batin terguncang, bukan karena saya muslim, namun lebih kepada kenapa dengan Islam yang saya pegang teguh ini? Apa yang salah dengan agama ini. Tidak ada. Semua agama di Dunia ini pun sama dan saling menghormati, yang salah dalam peristiwa atau pertikaian adalah manusianya yang tidak memiliki kesempurnaan seperti agamanya.

Film Bulan Terbelah di Langit Amerika ini mengangkat tema kontroversial peristiwa 9/11 yang menguncang Amerika Serikat pada 11 September 2001. Namun, bukan merupakan pembelaan Muslim atas tragedi tersebut melainkan mengangkat sudut pandang atau angel berbeda dalam peristiwa tersebut. Kalau selama ini banyak berita beredar mengenai 9/11, justru di film inilah perspektif berbeda akan disuguhkan kepada penonton.

Trailer


Sinopsis

Adegan pertama dibuka dengan sebuah Video dari Sarah Hussein yang menyatakan bahwa Ayahnya adalah seorang monster yang menyebabkan terjadinya tragedi 9/11 di WTC beberapa tahun silam. Hanum (Acha Septriasa) yang menerima email dari remaja belia tersebut merasakan gejolak batin yang luar biasa. Bosnya dari sebuah kantor berita di Wina memberikan tantangan tersendiri untuk membuat artikel bertajuk "Apakah Dunia Akan Lebih Baik Tanpa Islam".

Secara kebetulan, Rangga (Abimana Aryasatya), suami Hanum, mendapatkan tugas mewawancarai pengusaha kaya asal New York sebagai bagian dari persyaratan S3. Di New York nanti, Rangga akan ditemai oleh Stefan (Nino Fernandez) dan secara langsung akan mengatur pertemuanya dengan Philipus Brown.

Berangkatlah Hanum dan Rangga ke New York, dibekali dengan berkas dan catatan pertanyaan serta koresponden yang ditaruh dalam satu berkas berwarna kuning. Namun, malang Hanum harus kehilangan berkas tersebut. Rangga telah berusaha menelpon taksi yang ditumpanginya sebelum ia sampai di alamat Stefan, namun usahanya gagal.

Belum satu masalah terselesaikan, Rangga pun tak dapat menemui Mr. Brown karena subtansi yang ditanyakan sangat lazim dan sudah banyak ditanyakan, sampai-sampai ia harus meminta waktu lagi agar dapat menemui Brown.


Sementara itu, Hanum akhirnya mendapatkan alamat Azima Husein (Rianti Cartwright) ketika Jasmine (Hannah Al Rashid) menelpon bagian museum dan menyebutkan bahwa anaknya, Sarah mengalami kecelakaan. Azima sebelumnya menerima kehadiran Hanum dengan penuh persahabatan, namun ketika bagian museum mengkonfirmasi tentang anaknya yang mengalami kecelakaan, sontak saja Azima berusaha keras mengusir Hanum. Tetapi, Hanum tak menyerah dan membuktikan bahwa niat baiknyalah yang mengantarkan dirinya menemui Azima.

Setelah kejadian itu, kemudian beberapa peristiwa terjadi, Hanum terjebak dalam sebuah kerusuhan demonstrasi penolakan pembangunan masjid di ground zero. Kemudian, Rangga pun mencarinya ke lokasi, namun malang, keduanya tak dapat bertemu. Sampai kemudian, Rangga menemukan sebuah fakta mengejutkan tentang Ibrahim Hussein dan mengirimkannya ke Brown.

Apakah yang terjadi selanjutnya? Apakah Hanum dapat bertemu Rangga kembali? Dan, apa yang akan di lakukan oleh Philpus Brown? Nah, silahkan tonton di bioskop pada tanggal 17 Desember 2015.

Pendapat Tentang Film




Secara keseluruhan film ini cukup mengambarkan tema yang diangkat yaitu Islam sebagai agama yang cinta damai. Kemudian setting tempat juga sangat menawan mata dan berkaitan dengan asal kejadian 9/11 yaitu Amerika Serikat. Namun, konflik yang dibangun seakan terganggu oleh kurang detail dan smoothnya dalam beberapa adegan seperti targedi kerusuhan penolakan pembangunan masjid di ground zero dan peristiwa 9/11. Jalinan cerita yang dibangun sudah bagus, namun alangkah lebih baiknya apabila ditambah lagi bumbu-bumbu lain yang dapat memberikan variasi dalam cerita

Cast

Sutradara : Rizal Mantovani
Produksi : Maxima Pictures
Pemeran : Acha Septriasa, Abimana Aryasatya, Nino Fernandez, Rianti Cartwright, Hannah Al Rashid
Penulis : Hanum Rais, Rangga Almahendra, Alim Sudio, Baskoro Adi
Tayang Perdana : 17 Desember 2015

  • Share

Detektif Social Media Joe Hua Tang Mo



Setiap manusia memiliki dua identitas kehidupan, identitas dalam kehidupan nyata dan identitas dalam kehidupan dalam dunia maya
Kehidupan di dunia ini memiliki sisinya sendiri, sisi baik, jahat, buruk, baik, bahagia, sedih dan sebagainya sebagainya. Dalam dunia lain, dunia maya, segalanya bisa berubah dari dunia nyata saat ini. Bisa saja seseorang dengan status sosial yang tinggi, berubah menjadi seorang biasa saja dalam dunia maya, atau sebaliknya seorang yang hanya pengangguran bisa saja mengaku beruang dan memiliki banyak rumah. Dunia maya itulah dunia yang serba unreal dan surreal. Tampak nyata namun tak nyata.
Perkembangan social media, sebagai salah satu gaya hidup, mengubah mindset yang saat ini berubah dari jaman tatap muka menjadi jaman social media. Apapun yang terjadi di social media, bisa jadi cerminan dari kehidupan nyata, namun tak semua yang maya atau semu itu benar adanya.

Joe, Sang Detektif Social Media

Joe, diperankan oleh Kao Jirayu, tokoh sentral dalam film yang berdurasi sekitar 120 Menit. Joe mempunyai kehidupan kedua di dunia maya. Dalam dunia maya, Joe merupakan detektif yang siap menyelidiki identitas seseorang melalui penelusuran social media yang dimiliki oleh sang target.
Sebelum melakukan aksinya, Joe menerima permintaan melalui pesan singkat dari kliennya. Kemudian setelah menerima pesan, Joe menelusuri sang target melalui social media yang dimilikinya. Facebook, Chat dan social media pun diperiksa satu persatu. Hua Tang Mo, identitas dunia maya Joe, digambarkan sebagai pria dengan kepala besar. Hua Tang Mo dapat menyelinap masuk ke social media siapapun tanpa terkecuali.
Hua Tang Mo dalam setiap misinya tidak memungut bayaran kepada setiap wanita, dan sebaliknya apabila terdapat pria yang ingin mengunakan jasanya, harus membayar setidaknya 10.000 Baht. 

Sang Magician
Hua Tang Mo kali ini mendapatkan misi khusus dari seorang kakek. Kakek tersebut kehilangan uang setelah kalah bermain taruhan tebak skor sepak bola secara online. 
Saat kakek itu meminta Hua Tang Mo untuk menyelidiki sang aktor dibalik pengelapan uang, sang kakek pun harus merogoh kocek memenuhi permintaan Hua Tang Mo yang mengharuskan kakek membayarnya sebesar 10.000 Baht.
Hua Tang Mo mulai menyelidiki sang pengelap uang dari social media yang dimiliki. Dengan cepat Hua Tang Mo menemukan lokasi sang pengelap uang melalui IP address. Hua Tag Mo berubah menjadi Joe guna melacak keberadaan sang pengelap uang. Identitas sang pengelap uang merupakan sang magician dengan topi hitam dan sangat misterius.
Dalam pencariannya, Joe bertemu dengan teman kawanita sang magician. Alur cerita berkembang setelah akhirnya Joe begitu dekat dengan teman wanita sang magician. Joe sengaja meraih simpati teman wanita agar mengetahui secara jelas dan dapat melacak langsung keberadaan sang magician.
Sang kakek yang kesal dengan Hua Tang Mo karena kemoloran pencarian idenstitas sang magician, akhirnya menyewa tukang pukul dalam dunia maya untuk menghakimi Hua Tang Mo.
Seketika cerita berubah ketika Joe mengetahui identitas asli sang magician. lalu bagaimana akhir cerita Joe sang detektif dunia maya ini. Silahkan menonton di bioskop terdekat.
Pesan cerita
Seperti yang telah disampaikan dalam awal cerita, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa dunia maya rawan dengan penipuan dan lintas identitas sehingga rambu-rambu dalam dunia maya pun harus dimiliki oleh sang penguna dunia maya atau social media yang kian marak belakangan ini.
Film ini sangat menghibur dengan kualitas animasi dan pengambilan gambar yang bagus. Disamping karakter kuat Hua Tang Mo, karakter pendukung seperti tukang pukul, kakek dan sang magician juga memberikan warna tersendiri dalam film ini.
Secara keseluruhan film Thailand ini bagus dalam membidik pasar Indonesia yang memiliki ketergantungan terhadap social media. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun, muncul film Indonesia bertema serupa. 
Trailer 

Informasi Film 
Sutradara : Liawsirikun Kittikorn
Pemeran : Kao Jirayu, Ariigantha Mahapleasrkpong
Genre : Drama Komedi
Tayang Perdana : 11 Juli 2015




  • Share