Kecil-Kecil Pun Bisa Jadi Ilmuwan Di Kalbe Junior Scientist Award 2019

  • 7/25/2019 09:38:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Hai Ilmuwan cilik, siapa yang ingin mengikuti Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2019? Sebelum masuk membahas apa saja sih persyaratan dan ketentuan KJSA 2019. Siapa yang pernah bercita-cita menjadi Ilmuwan pada saat kecil? Kalau saya dulu hanya bercita-cita menjadi presenter atau MC, pokoknya saya memang banci tampil deh dulu, walaupun masih malu-maluin banget, hahaha.

"Kamu cita-citanya jadi apa?"

"Polisi."

"Dokter."

"Pegawai."

"Guru."

Begitu banyak cita-cita yang sudah dilihat anak-anak namun sangat jarang yang menyebutkan cita-citanya menjadi "Ilmuwan".


Siapa yang membuat produk dengan inovasi luar biasa? Siapa yang menemukan listrik? Siapa yang membuat Laptop? Siapa yang membuat smartphone kita? Siapa yang membuat kehidupan jauh lebih praktis sekarang? Semuanya ditemukan oleh Ilmuwan yang memiliki kapasitas di bidangnya. Bahkan rata-rata diantara mereka adalah seorang Profesor dengan berbagai gelar keilmuannya. 

Mantan Presiden ketiga kita, Prof. BKJ. Habibie pun merupakan ilmuwan dan salah satu pembuat pesawat asi buatan Indonesia dan beberapa pesawatnya pun pernah di beli oleh pihak luar negeri yang percaya dengan kualitas tersebut. BJ. Habibie merintis Industri Dirgantara Indonesia (DI), DI didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.


Dari salah satu mantan Presiden kita di Indonesia ini yang menginspirasi untuk menjadi seorang Ilmuwan, Kalbe berusaha menwadahi seluruh Anak Indonesia yang memiliki cita-cita menjadi Ilmuwan. Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) adalah program lomba karya sains untuk siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Program ini diadakan setiap tahun, dimulai tahun 2011 sampai sekarang.


Nah, siapa yang mau menjadi Ilmuwan cilik melalui Kalbe Junior Scientist Award ini ada beberapa persyaratan dan kategori yang dilombakan.

Kategori Karya Sains yang Dilombakan
  • Merupakan lomba, karya sains untuk tingkat sekolah dasar kelas 4-6 dan tingkat SMP kelas 7-9. Karya sains dapat berupa produk atau alat yang di dalamnya sudah menerapkan teknologi digital atau ada potensi dikembangan menerapkan teknologi digital.
  • Ruang lingkup teknologi digital tidak dibatasi, mulai dari penggunaan alat bantu yang termasuk komputerisasi (tombol, sensor, remote, chip, micro-controler, micro-bit, raspberry pi, dl), automatisasi, programming dan lain sebagainya
  • Ide Karya sains diciptakan atas permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar dan memberikan solusi melalui karya sains tersebut.
  • Bidang karya sains dapat berasal dari IPA, teknologi terapan, tidak termasuk bidang-bidang sosial

Persyaratan
  • Peserta adalah siswa/i SD kelas 4-6  dan SMP kelas 7-9 ketika mendaftar
  • Perorangan (1 orang)
  • Mendaftarkan karya sains sesuai bidang yang ditentukan (IPA dan teknologi terapan). Karya sains yang didaftarkan dapat berupa karya yang sudah jadi atau rancangan karya yang dapat direalisasikan pada saat presentasi.
  • Karya sains/rancangan yang dibuat sudah menggunakan teknologi digital atau ada potensi dikembangkan menggunakan teknologi digital
  • Merupakan karya sendiri  dan belum memenangkan lomba sejenis pada tingkat nasional
  • Didaftarkan atas nama sekolah atau lembaga lain (bimbingan/kursus)
  • Karya sains yang terpilih sebagai finalis akan mendapat pembimbingan (mentoring) untuk diberikan perbaikan/penyempurnaan
  • Pendaftaran karya sains/rancangan harus mengikuti template yang disediakan panitia,  dapat dilengkapi gambar/foto/video.
  • Karya sains /rancangan dikirim ke ke alamat panitia secara elektronik (melalui email atau registrasi online)


Proses Seleksi
  • Seluruh hasil karya sains akan dinilai oleh dewan juri berdasarkan ide, latar belakang permasalahan yang dihadapi, solusi yang diberikan dalam menjawab permasalahan, inovasi/kebaruan/keunikan, serta manfaatnya.
  • Aspek digitalisasi karya.
  • Dewan juri akan memilih 20 finalis. Terdiri dari 10 finalis SD dan 10 finalis SMP.
  • 20 finalis terpilih akan dilakukan mentoring/pembimbingan oleh mentor yang ditunjuk.
  • Setelah proses mentoring, masing-masing finalis harus membuat video tanpa edit tentang karya sains yang dibuat. Video dikirimkan ke panitia atau di upload ke youtube
  • Terhadap 20 finalis, akan dipilih menjadi 10 pemenang  (5  pemenang SD dan 5 pemenang SMP) melalui penilaian video karya sains dan tanya jawab jarak jauh oleh tim juri .
  • 10 pemenang akan diundang ke Jakarta, untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang terdiri dari: penjurian final, pameran karya sains, dan awarding.
  • Semua biaya akomodasi dan transportasi akan ditanggung oleh panitia.

Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui website resmi Kalbe di http://kalbe-kjsa.com/. 
  • Share

Fun For Fam : Lingkungan Ramah Anak Di RT 13 Curug Kota Bogor

  • 6/05/2017 02:30:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Anak-anak yang polos dan ceria menambah semaraknya lingkungan rumah kita. Bayangkan bila anak-anak kemudian murung dan tak ceria seperti biasanya? What happen with them? Kita akan bertanya seperti itu. pasti ada sebab mengapa anak-anak kelihatan murung dan cenderung pendiam. Tugas orang tua akan lebih berat dalam menjalankan tugasnya untuk membuat anak-anak kembal ceria dan bermain.

Salah satu cara membuat anak-anak bermain adalah dengan memberikan ruang untuk bermain dan mengekspresikan diri. Lingkungan tumbuh kembang anak pun perlu diperhatikan, apalagi zaman sekarang yang penuh dengan dinamika dengan arus globalisasi yang bukan tidak mungkin mempengaruhi perkembangan anak. 


Baru -baru ini, Desa Curug, Kota Bogor mengadakan sebuah program yang seru bertajuk "Fun For Fam : Lingkungan Ramah Anak". 




  • Share

Sinarmas World Academy : "Sekolah Lokal Rasa Internasional"

  • 6/30/2016 03:00:00 PM
  • By Salman Faris
  • 5 Comments
salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Salah satu pepatah mengatakan "Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negeri China", namun pepatah tersebut justru tidak berlaku lagi pada saat saya mengunjungi sebuah sekolah berkurikulum Internasional di BSD City serpong. Sinarmas World Academy sangatlah lengkap untuk ukuran sekolah di Indonesia. 

Saat saya sampai di lobi sekolah, beberapa penjaga melakukan pengecekan ulang terhadap daftar hadir yang sudah tercatat. Tujuan pengecekan ulang ini hanya untuk keamanan setiap pengunjung dan murid-murid yang berada di Sinarmas World Academy. Setelah selesai di cek kami pun memasuki Lobi Utama dan disambut resepsionis yang ramah dengan senyum kecil menuambut kami dan menyampaikan pesan untuk segera ke perpustakaan tak jauh dari lobi utama.

Kesan pertama saya pada saat masuk ke lobi utama, sekolah ini seperti layaknya sekolah di luar negeri saja karena banyak murid dan guru dari luar negeri yang lalulalang di depan saya. Seumur hidup, saya belum pernah diajarin langsung oleh guru dari luar negeri, rasanya ingin sekali belajar bahasa Inggris melalui ahlinya biar bahasa Inggris saya jadi lancar dan cas cis cus.

Perpustakaan terletak di lantai dua, untuk mencapainya terdapat anak tangga penghubung yang cukup klasik dan dapat melihat pemandangan lobi utama dan lotus longue dari anak tangga ini. Ketika saya masuk, telah ada beberapa teman blogger yang akan bersama-sama mengelilingi Sinarmas World Academy yang luar biasa luas ini. Ah, bisa ngga ya jalan-jalan keliling sekolah pakai mobil mini biar ngga capek? Ngarep banget deh hehehe.

Setelah semua siap, saatnya kita keliling sekolah. Ayo! Kita keliling!

Tentang Sinarmas World Academy

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Sinarmas World Academy (SWA) berdiri pada tahun 2008 di BSD City, Serpong, Tangerang. SWA mengadopsi sistem pembelajaran yang digunakan di Inggris melalui sistem Early Years Curicullum. Bahasa Inggris merupakan pengantar dalam belajar sehari-hari dan ditambah dengan mata pejaran bahasa Indonesia dan Mandarin.

Pada saat memasuki Sekolah Menengah kelas 11 dan 12, Murid SWA akan diberikan materi yang mengacu pada International Baccalaureate Program sehingga murid akan siap menghadapi ujian masuk dan menghadapi Universitas bertaraf Internasional.

Dalam waktu kisaran 8 tahun, prestasi akademik maupun non akademik telah diraih oleh Murid-Murid SWA, yang terakhir diantaranya meraih 2 Emas, 2 Perak dan 4 Perunggu pada International Biomedical Quiz dan meraih 5 Medali Emas pada "Strategy and Innovation Award" Robot category di Singapura pada Maret 2016. Wow, sungguh prestasi yang membanggakan.

Selain meraih prestasi, SWA juga menjalin kerjasama dengan berbagai Universitas di berbagai belahn Dunia diantarnya di Inggris, Tiongkok dan Korea Selatan seperti Cambrige University, Peking University dan Seoul national University.

Fasilitas Sinarmas World Academy


salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Setelah melihat beberapa gedung, saya dapat menyimpulkan kalau sekolah ini sudah layaknya seperti Universitas dengan beberapa fakultas, padahal Sinarmas World Academy hanya diperuntukan bagi Sekolah Dasar dan Menengah saja, namun fasilitas yang tersedia sungguh lengkap. Jadi untuk keliling sekolah sudah ada mobil mini yang disiapkan? Ah, dasar blogger manja kamu hehehe.

Fasilitas sekolah terdiri dari fasilitas pendukung akedemik (Perpustakaan,Laboratorium, Ruang Seminar dan lainnya)  dan non akademik (Workshop seni, fasilitas olahraga dan lainnya). Nah, saya sharing beberapa fasilitas yang telah disebutkan tadi.

Perpustakaan Dengan Banyak Koleksi


salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Tour kami bermula dari Perpustakaan ini. Beberapa rak buku tersusun rapi dan meja-meja serta kursi pun mengenapi ruang yang cukup besar ini. Untuk standar Sekolah Dasar dan Menengah, koleksi buku yang ditawarkan cukup lengkap. Saya yang familiar dengan buku sangat senang berada dideretan buku-buku ini.

Beruntung sekali SWA memiliki koleksi buku yang cukup memadai. Saya ingat dulu pada saat SMA, perpustakaan di sekolah saya tak lebih besar dari ruang kelas berukuran 15 sampai 20 meter persegi dengan koleksi buku yang tak memadai.

Theater Besar Trini Dewi 

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Dengan jumlah murid yang begitu banyak dan kegiatan yang banyak, Sinarmas World Academy menyediakan fasilitas Theater Besar yang multifungsi untuk segala jenis acara. Theater ini setiap tahunnya akan digunakan juga sebagai ruang Wisuda bagi murid-murid yang telah lulus. Trini Dewi Theater begitulah SWA menyebut ruang serba guna yang pada saya ke sana terdapat beberapa murid yang sedang bermain drama. Saya menyapa mereka dengan bahasa Inggris yang standar dan ternyata respon murid-murid sungguh ramah dan bersahabat.


Ruang Seni Musik

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Dengan senyum saya disambut oleh ketiga murid ini yang sedang belajar musik. Gadis kecil ini rupanya pandai memainkan note-note pada piano yang berada tak jauh dari pintu masuk. Sementara dua temannya bermain-main dengan alat musik lainnya dengan gembira.

Tak lama kemudian, kami bercakap-cakap mengenai musik yang dimainkan. Ternyata gadis kecil tersebut memaikan musik klasik yang telah diajarkan oleh gurunya. Wow, sungguh bangga sekali melihat murid pandai bermain musik.

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Selain memainkan musik klasik, murid juga diajarkan lagu-lagu daerah seperti lagu cublak-cublak suweng dari Jawa Tengah dan lagu-lagu anak seperti anak gembala yang sangat terkenal di Indonesia.

Ruang Workshop 

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Ruang Workshop yang saya kunjungi adalah Metal Workshop dan Wood Workshop. Wood workshop merupakan kelas yang mengunakan bahan-bahan kayu sebagai bahannya, sedangkan metal workshop lebih ke bahan-bahan besi dan lainnya. Workshop ini dipersiapkan untuk murid yang berminat pada bidang teknik nantinya.


salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Ruang Laboratorium


salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Laboratorium Biology, Fisikia dan Kimia adalah beberapa Laboratorium yang mendapatkan prioritas dari Sinarmas World Academy. Murid disiapkan secara penuh untuk mempraktekan pelajaran yang telah didapatkan secara materi. Jadi, dengan kata lain, Murid dengan senang dan gembira sambil belajar di laboratorium.

Fasilitas Sport


salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Bukan sekolah lengkap namanya kalau tidak memiliki gedung olahraga sendiri. Untuk fasilitas olahraga mulai dari Basket, Bulutangkis, Renang, Sepakbola, Gym Center dan masih banyak lainnya.

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Ruang Kreasi dan Bahasa


salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Selain beberapa fasilitas tersebut diatas, ruang kreasi juga disediakan sebagai penyaluran bakat murid sehingga segala bakat dan kreativitasnya dapat tersalurkan dengan benar dan pada tempatnya.

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Informasi Lengkap Sinarmas World Academy


salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy

Alamat :
Jl. TM Pahlawan Seribu, CBD Lot XV BSD City.
Tangerang 15322. Indonesia 

Telepon :
+62 21 - 5316 1400

Email :
admissions@swa-jkt.com

Website :
www.swa-jkt.com


Social Media :
Facebook : Sinarmas World Academy 
Twitter : @swa_jkt
Instagram : @swa_jkt

salmanbiroe.com - Sinarmas World Academy


  • Share

Saatnya Memilih Di Sun Life Edufair 2016

Sun Life Edulife 2016

Aduh kok harus memilih segala sih? Memangnya apa yang harus dipilih di Sun Life Edufair 2016 ? Pilih belanjaan ya? Atau pilih mainan? Okay saya jelasin dulu kalau kegiatan Sun Life Edufair 2016 yang berlangsung dari 28-31 Januari 2016 kemaren di Senayan City adalah memilih sekolah terbaik yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Pasti kepala dan dagu sudah naik turun tanda paham apa yang saya jelaskan. Tapi, eits tunggu dulu, bukan hanya memilih sekolah saja, namun banyak acara lain seperti penampilan musik, tarian, martial art dan menyanyi dari anak-anak serta talk show dengan beragam tema seperti  mempersiapkan biaya pendidikan anak, edukasi anak di era digital, Ayah dan Bunda adalah sahabat anak dan cara mengetahui bakat dan minat anak.

What's wrong with you Man? Are you serious with your event? Yes, saya mah tidak bercanda. Saya sudah serius mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik sejak dini. Boleh dikata, ini langkah awal menyiapkan mental menjadi orang tua nantinya. Walaupun belum punya calon, tapi setidaknya saya sudah punya cem-ceman (gebetan) yang berada dalam radius yang tidak terlalu jauh dari jangkauan saya. Mau tahu siapa cem-ceman saya, wah maaf ini sungguh rahasian yang tidak dapat disebarluaskan ke publik. Mungkin, satu postingan terpisah atau pada blog terpisah saya akan jelaskan secara gamblang. Peace. 

Keponakanku Shafira 

Sun Life Edulife 2016

Oh iya, ngomong-ngomong masalah pendidikan anak, saya jadi teringat keponakan saya. Usianya menginjak 2 tahun di 2016 ini. Wajahnya masih imut-imut dan lucu. Bayangan saya bukan satu atau dua tahun ke depan, namun 5 tahun mendatang, saat Shafira duduk untuk pertama kalinya di bangku sekolah. Pastinya, sebagai pamannya, saya juga memiliki tanggung jawab memberikan informasi mengenai pendidikan yang bagus kepada adik saya.

Di Pemalang, kota kelahiran saya, pendidikan masih menjadi prioritas kedua, bukan yang utama. Namun, saya cukup bangga karena Ayah saya menfasilitasi saya untuk mencapai gelar sarjana bahkan mengenyam gelar profesional di bidang Audit. Setidaknya, Shafira akan mendapatkan prioritas pendidikan yang utama dari keluarga yang menomor satukan pendidikan. Duh, ngga sabar melihat Shafira tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki bakat yang terasah dengan baik.

Di Sun Life Edufair 2016, beberapa booth menyuguhkan banyak alternatif edukasi anak. Saya menyebutkan salah duanya yaitu Dress Dream, sebuah kursus untuk anak yang ingin menjadi desainer atau permainan kata yang menarik bagi anak.

Make your children dreams come true

Sun Life Edulife 2016

Believe or not, pasti pada waktu kecil, Guru kamu juga akan menanyakan cita-cita apa yang diimpikan pada saat dewasa nanti? Iya kan, dan pastinya dengan serentak akan menjawab jadi dokter, presiden, guru atau bahkan polisi. Semua jawaban tak ada yang salah dan tak juga bisa dibenarkan seratus persen, karena faktanya saya yang dahulu menjawab ingin menjadi dokter menjadi seorang blogger dan karyawan sekaligus dan saya bangga.

Fenomena pendidikan saat ini sangatlah berkembang pesat dan entah, saya sebagai orang awam yang tak paham mengenai sistem pendidikan hanya mengetahui trobosan pendidikan melalui sisi masyarakat yang sangat mengikuti perkembangan jaman. Salah satu yang saya temukan di booth Dream Dress.

Dream Dress Sun Life Edulife 2016

Dream Dress membuat anak mendapatkan pengetahuan serta proses menjadi seorang desainer. Tahapan awal yang dilalui seperti membuat sketsa atau gambar desain, kemudian memilih bahan yang akan digunakan, serta dalam proses akhirnya, anak akan membuat pakaiannya sendiri. Bagi saya, kursus atau pendidikan tambahan seperti ini sangat membantu mewujudkan impian anak sejak dini, bukan tidak mungkin saat dewasa, anak akan tumbuh menjadi seorang desiner kondang dan mendunia.


Selain kursus, sekolah formal pun membuka informasi mulai dari kurikulum, biaya pendidikan, waktu pendaftaran, sistem pembelajaran dan informasi lain yang sangat lengkap sehingga orang tua dapat memilih sekolah yang sesuai dengan kecerdasan dan bakat anak, bukan memaksakan anak mengikuti kemauan orang tua sehingga outputnya pun tak maksimal. Jangan sampai salah pilih dan memaksakan kehendak, mungkin ini yang mau saya sampaikan.

Pengalaman pribadi saya membenarkan ini semua karena pada saat SMA, saat pilihan jurusan, orang tua sangat menginginkan saya masuk IPA sehingga sangat memaksakan sampai saya harus ikut les hanya demi masuk jurusan tersebut. Hasilnya, saya harus puas berada dalam lingkungan IPS, namun saya membuktikan kembali bahwa di IPS pun saya dapat berprestasi.

Ayah dan Bunda adalah sahabat anak



Sebuah talkshow menghadirkan tema "Ayah dan Ibu adalah sahabat anak". Mungkin saja tema ini terkesan aneh, mana mungkin orang tua kandung bukan merupakan sahabat bagi anaknya, namun saya berkaca pada diri sendiri, selama ini saya hanya berkomunikasi dengan orang tua pada saat terdapat sesuatu yang harus di bahas diluar urusan tersebut, tidak ada komunikasi khusus. Bahkan, piknik keluarga pun jarang kami lakukan, cuma beberapa kali saja. Mungkin, inilah yang dimaksud bahwa keluarga bukan merupakan rumah pertama namun merupakan rumah kedua, anak merasa terasing bersama orang tuanya.

Ibu Erlina Iswanto, mengungkapkan banyak fakta yang tak bisa dipungkiri kebenaranya, bahwa apabila anak merasakan keterasingan dalam keluarga akan sangat fatal akibatnya bukan hanya kenakalan bahkan sangat jauh seperti kejahatan anak atau remaja. Untuk meredamnya, dibutuhkan keaktifan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak yang lebih baik.


Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya adalah support selalu kegiatan anak dengan hasil apapun. Bahkan apabila sang anak mendapatkan nilai kurang bagus, maka katakanlah bahwa tidak apa-apa dengan hasil tersebut dan harus diperbaiki selanjutan. Perkataan positif juga dinilai sangat efektif membuat anak merasakan dukugan darai orang tua sehingga anak tidak depresi dan mendapatkan tekanan dari pihak manapun.


Baru di event Sun Life Edufair 2016 inilah saya merasa memiliki tangung jawab bagi generasi penerus saya di masa depan dengan memberikan pendidikan terbaik serta merencanakannya dari jauh hari atau waktu dini sehingga pada saat usia sekolah, anak sudah mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Biarkan anak tumbuh dan besar sesuai dengan impian yang dimilikinya. Jangan sampai pola pendidikan jaman dahulu diterapkan pada anak atau bahkan cucu kita nantinya. Membantu kamu mempersiapkan pendidikan bisa akses www.brighterlife.co.id  atau bisa ke web site Sun Life. 
  • Share

Bermain di Kumpul Bocah

Sumber : http://kumpulbocah.indocharity.org


Hari Kamis lalu, merupakan hari yang spesial. Bukan karena saya mendapatkan hadiah ataupun menang kuis, namun karena pada hari itu saya mendapatkan kesempatan berharga menemani adik-adik dalam acara Kumpul Bocah. It is very special for me.
Kumpul Bocah = Indo Charity

Kumpul Bocah atau disingkat sebagai Kumbo, merupakan sebuah acara charity yang diselengarakan oleh Indo Charity . Tema yang diangkat adalah Bakti Sosial Melalu Lomba Tari dan Permainan Tradisional. Permainan tradisional yang dilomba diantaranya adu layangan dan lompat karet, sedangkan permainan tradisional lainnya juga turut di tampilkan di booth permainan seperti congklak, gasing, egrang, bakiak, bekel dan kelereng. Indo Charity seakan mengingatkan kita bahwa budaya permainan tradisional telah digeser oleh permainan digital. Untuk sekeder keluar dari rutinitas dan tetap melestarikan permainan tradisional tersebutlah maka Kumbo ini diselenggarakan.

Dok Pribadi
Dalam kegiatan ini, terdapat dua tempat penyelenggaraaan, yaitu di Monas dan Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia (GIK GI). Sebagai informasi, Lomba adu layangan dan lompat karet diadakan di Monas, begitu pulan booth permainan tradisional juga terdapat di Monas, sedangkan untuk lomba tari tradisional mengambil tempat di GIK GI.

Peserta Kumpul Bocah

Dok Pribadi
Peserta Kumpul Bocah kali ini merupakan Rumah Belajar, Bimbingan Belajar, dan Sekolah Bersama di daerah Jakarta, Bogor, Bekasi, dan yang terjauh Banten.

Melihat peserta yang sangat antusias dengan kumpul bocah kali ini, membuat panitia semangat untuk memberikan pelayanan terhadap setiap peserta.

Lomba Adu Layangan dan Lompat Karet 
Foto Oleh  Novita Anggraini , Seorang Reporter Sedang Mencoba Permainan Lompat Karet
Kegiatan bermain di lapangan terbuka merupakan sebuah kesenangan. Saat usia sekolah dasar, saya sering melakukan permainan  tradisional yang mungkin saja di saat sekarang telah bergeser dan mulai sedikit yang memainkannya. Ketika itu saya sangat senang bermain gobak sodor, lempar batu, kasti, berenang di sungai, kwartet, main monopoli, main ludo, dan masih banyak permainan yang dimainkan bersama teman-teman di luar rumah.

Menarik, itulah pendapat saya pribadi terhadap acara kumpul bocah edisi 2015 ini. Selain mengajarkan anak-anak untuk kreatif dan memiliki jiwa kompetisi, namun anak-anak juga merasakan kebersamaan serta relaksasi dari segala rutinitas yang selama ini mereka lakukan.

Saya bertugas sebagai pendamping adik-adik dalam adu layangan. Saya mendampingi dua anak yang berasal dari rumah belajar di sekitar Jakarta. Tugas saya hanya mendampingi dan memperhatikan permainan adu layaangan yang dilakukan oleh anak-anak. Mudah bukan? Namun, bukan mudah atau tidaknya tugas ini, melainkan makna berbagi dan bermain bersama anak-anak inilah yang membuat saya senang. Aih, magis benar kata-katanya.

Foto : Novita A. Malaikat Tanpa Sayap :D

Oh iya, untuk tim voulenteer Adu Layangan sering di sebut sebagai "Alay" , bukan dalam makna sebenarnya ya, namun merupakan singkatan semata. Selain Alay, ada juga Akar, loh kok ada tumbuh-tumbuhan, bukan ini merupakan singkatan dari tim Adu Lompat Karet.

Adu layangan di mulai sekitar pukul 11.30 dan berakhir sekitar pukul 12.15, jam makan siang. Alhamdulillah, anak yang saya dampingi mendapatkan juara dua. Kriteria yang digunakan dalam menentukan juara sangat mudah, dengan metode last man standing, dan bisa mengalahkan lawan-lawannya. Beruntung sekali, anak yang saya dampingi jatuh sekitar beberapa detik sebelum juara satu berhasil menerbangkannya tanpa jatuh sekalipun. Selamat ya udah juara dua.

Foto : Novita A. Kakak-Kakak Alay Yang Belum Puas Bermain Layangan
Setelah lomba, pun masih terdapat beberapa anak yang masih menerbangkan layangan. Tidak ada salahnya kan untuk bermain-main di Mona yang luas itu. Beberapa menit kemudian, kakak-kakak dari Alay pun turut serta menerbangakan layangan. Dan, ternyata sensasi bermain layangan itu memang luar biasa menyenangkan. Ah ingin berlama-lama rasanya bermain layangan. Rasanya Ingin main layangan lagi-lagi dan lagi. Next, kapan-kapan kita bermain lagi ya Kakak-kakak.

Tari Tradisional

Untuk melestarikan budaya dan permainan tradisional, maka langkah terkecil yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan ruang kreasi. Ruang ini telah diselenggarakan oleh Indo Charity dalam Kumpul Bocah kali ini. Dan, salah satu yang mendapatkan ruang adalah tari tradisional.

Rupanya antusias anak-anak rumah belajar dari berbagai daerah ini sangat luar biasa, terbukti dengan gerakan-gerakan tari tradisional, mereka mampu menunjukan kelihaiannya dalam menari. Tak hanya perempuan saja, namun laki-laki pun turut ambil bagian dalam kegiatan postifi ini.

Luar biasa sekali, itulah gambaran kata-kata yang dapat mengambarkan sebuah kegiatan yang mendukung kreativitas dan juga mendukung kelestarian budaya tradisional yang makin tergerus oleh budaya digital. Semoga Kumpul Bocah 2016, dan acara sejenis lainnya dapat terlaksana mendatang. Amin.

Galeri Foto



Baca Juga :
Great Budha di Kamakura Jepang
Berkeliling Museum Benteng Vredebrug Yogyakarta
Indahnya Symphony of Light Hongkong
Rasa Indonesia di Causeway Bay Hongkong
Cara Mengajukan Visa Korea Selatan
  • Share

Mengasah Kreativitas Dengan Mading (SMP Terbuka)

Sumber Foto : Pak Adi dan Mas Bisot

Kreativitas bukanlah menemukan sesuatu yang baru, tetapi membuat sesuatu yang sudah ada menjadi baru – James Russell Lowell
Beberapa hari lalu, saya didaulat Blogger Family (Blogfam) untuk berbagi mengenai cara membuat majalah dinding di SMP Terbuka di daerah Bekasi, tepatnya di Desa Samudra Jaya. Ester (SMP Terbuka) merupakan salah satu dari beberapa sekolah yang masuk dalam jaringan Sekolah Raya. Rasa senang dan bangga dapat menularkan virus kreativitas hinggap di dada.

Sebelum membahas majalah dinding secara keseluruhan, saya bisa berbagi cerita asal mula perkenalan saya dengan dunia mading (majalah dinding). Tepatnya di Madrasah Tsanawinyah (MTSN) Pemalang, sebuah sekolah dengan konsep Agamis, dibawah naungan Departemen Agama, yang merupakan tempat pertama saya mengenal apa itu Mading.


Awalnya saya melintas di depan perpustakaan sekolah, tepat di depan perpustkaan terdapat beberapa papan pengumuman dari sekolah. Mata saya tidak langsung tertuju pada pengumuman sekolah, namun saya melihat tulisan yang tak biasa, berwarna-warni, sangat menarik dan kreatif. Ternyata, karya tersebut bernama "Mading". Kemudian saya mulai tertarik untuk membuat sebuah puisi dan menampilkannya di mading MTSN Pemalang.

Pertemuan pertama begitu mengoda. Mungkin situasi inilah yang membuat saya semakin terpacu untuk terus berkarya. Dari momen inilah, saya mulai menulis puisi secara rutin di buku diary. Sampai-sampai saya memiliki beberapa buku yang penuh dengan puisi. Dan, saat kuliah pun, saya aktif diberbagai bidang terutama jurnalistik dan sastra, padahal saya kuliah di jurusan akuntansi. Namun, antusiasme itu makin menjadi, apalagi setelah saya membuat blog pribadi yang berisi puisi dan catatan harian.

Begitulah kira-kira yang melatarbelakangi kecintaan saya terhadap dunia kreativitas sampai saat ini.

Pelatihan Mading di SMP Terbuka
Sumber Foto : Pak Adi dan Mas Bisot
Matahari memancarakan sinarnya secara penuh sehingga membuat suhu naik seketika siang itu. Sebuah sepeda motor milik Mas Bisot berhenti sempurna di halaman sebuah SMP di Samudra Jaya, Bekasi. Saat Saya turun dari motor beberapa murid yang berseragam pramuka menyambut saya dengan cium tangan. Mereka sangat antusias menyambut saya, karena mereka tahu, bahwa saya akan sharing mengenai mading. Kemudian langkah kaki saya pacu dengan cepat karena Pak Adi, Kepala Sekolah SMP Terbuka, telah berada di sebuah ruangan terbuka dengan beberapa murid lain.

Senyum simpul dan tulus menyambut saya di ruangan tanpa pintu dan jendela serta tak berlantai keramik. Masih dalam tahap pembangunan, dan menantikan beberapa donasi dari pihak yang dermawan. Kemudian saya duduk, dan memulai materi yang kali ini saya bawakan dengan ringan.

Kreativitas dan Mading
Metode pembelajaran Mading yang saya gunakan hanya metode berbagi dan langsung praktek. Bagi saya, teori apapun yang saya sampaikan akan sia-sia saja tanpa langsung mengaplikasikannya, apalagi Mading merupakan karya kreativitas yang memiliki sisi bentuk dan rasa yang harus langsung diaplikasikan.

1. Perkenalan

Metode ini saya gunakan untuk mengenali murid SMP Terbuka.

2. Hobi 

Dengan mengetahui hobi masing-masing, saya bisa mengarahkan langsung, apa saja yang dapat di gali lebih dalam, dan dapat dikembangan sehingga dapat disajikan dalam Mading. Kemudian, secara spontan, murid Ester tersebut saya berikan waktu untuk menuangkan hobi dan minat mereka terhadap sesuatu kedalam sebuah kertas kosong. Hobi dan minat tersebut sangat beragam, misalnya puisi, pantun, musik, gambar, karikatur, olahraga, beladiri dan lainnya.

Sumber Foto : Pak Adi dan Mas Bisot

3. Kelompok

Setelah menyelesaikan sebuah tugas secara individu, saya mulai mengelompokan dalam beberapa grup dengan masing-masing grup terdiri dari 5-6 murid.

4. Membuat Mading

Dengan kelompok tersebut, kemudian mulailah membuat sebuah mading dengan bahan-bahan karton dengaan ukuran sedang, kertas warna, gunting, lem dan majalah/koran bekas. Untuk metode yang saya gunakan kali ini adalah memadukan kreativitas individu yang dipadukan dengan karya bersama, serta didukung oleh penambahan dari majalah/koran bekas. Perpaduan karya tersebut yang memacu beberapa kelompok untuk menjadi yang terbaik.

Mading Terbaik SMP Terbuka
Berikut beberapa karya dari murid SMP Terbuka :




Sebuah kepuasan batin telah berbagi kebahagian kecil bersama murid SMP Terbuka Samudra Jaya, rasanya saya ingin terus mendampingi mereka dalam berkreativitas dan mengembangkan segala kemampuan dan hobi sehingga dapat membuat karya yang lebih baik lagi. Amin.


Untuk selanjutnya, saya akan mengunjungi Sekolah Dasar Alam Anak Soleh (SDAAS) dan Pondok Yatim Darussalam yang juga termasuk dalam jaringan Sekolah Raya.

Baca Juga :
Great Budha di Kamakura Jepang
Berkeliling Museum Benteng Vredebrug Yogyakarta
Indahnya Symphony of Light Hongkong
Rasa Indonesia di Causeway Bay Hongkong
Cara Mengajukan Visa Korea Selatan
  • Share