Kutukan Bapak Rumah Tangga Di Film 3 Dara 2

  • 10/30/2018 09:48:00 PM
  • By Salman Faris
  • 1 Comments

Suami adalah kepala rumah tangga yang biasanya memiliki kewibawaan di depan istri dan anak-anaknya. Biasanya Suami akan selalu menjadi pengambil keputusan pada saat adalah permasalahan yang melanda di keluarga. Namanya juga kepala rumah tangga maka akan dengan bijaksana memutuskan masalah. Namun, apa jadinya jika kepala rumah tangga justru menjadi sebab harta benda lenyap dan tak berapa lama kemudian jatuh miskin ketika usahanya ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai pemain bisnis yang handal? 

Monty Tiwa selalu menghadirkan kelucuan dalam beberapa film yang disutradarainya. Tora Sudiro, Tata dan Adipati Dolken menambah banyak kelucuan yang terjadi pada ketiga orang bersahabat karena terjalin dalam suatu bisnis yang awalnya sangat menjanjikan. Akting Tora memang sangat tidak diragukan, namun Adipati Dolken yang biasanya bermain dalam genre romantis ini mampu beradaptasi dengan banyak kelucuan yang dibuatnya. Sementara Tata memang sangat ahli sebagai bahan bully atau obyek penderita yang mampu mengoreng seluruh cerita menjadi sangat menarik. 

Sebelum kita menikmati sinopsi ceritanya, ada baiknya menonton dulu trailer film dari MNC Pictures ini.



Sedangkan sinopsis filmnya adalah sebagai berikut :

Film 3 Dara 2 bercerita tentang sebuah keluarga kecil dari Grace (Ovi Dian) dan Jay (Adipati Dolken) yang sudah menginjak usia tiga tahun pernikahannya. Sementara itu ada juga dua pasangan lainnya yang juga sudah mempunyai hubungan romantis dan harmonis dengan keluarganya masing-masing. Aniek (Fanny Fabriana) dan Affandy (Tora Sudiro) telah menikah serta sedang asyik dalam menggeluti bisnis online. Ada juga Kasih (Rania Putri) dan Richard (Tanta Ginting) yang sudah mendapatkan sebuah restu untuk menuju ke jenjang pernikahan.

Disisi lain ada sebuah kejadian atau kutukan yang menimpa Affandy, Richard dan Jay. Kutukan tersebut menimpa ke tiga cowok tersebut lantaran menganggap remeh perkerjaan rumah tangga yang biasanya sering istri mereka lakukan. Hal yang anggap sepele oleh ketiga cowok tersebut malah membuat mereka bangkrut. Akhirnya Jay, Affandy dan Richard memutuskan untuk tinggal di rumah Eyang Putri (Cut Mini), ibu Aniek.


Setelah menonton film ini, simpulan saya adalah film ini sangatlah menghibur dengan bumbu komedi namun berbalut romantisme dalam arti sebenarnya. Jika kita disuguhkan dengan romantisme anak remaja yang terkesan gombal, film sangat realistis dalam hal romantisme. Cinta itu bukan hanya rayuan gombal, cinta itu dibuktikan dengan kata-kata dan perbuatan. Jika cinta, maka suami pun harus rela menanggalkan semua kewibawaannya untuk kemudian menjadi bapak rumah tangga yang mengurus segala kebutuhan rumah mulaai dari nyuci, ngepel, masak dan mengurus anak. Sementara istri-istri mengantikan peran suaminya dan bekerja sampai malam demi mencukupi segala cicilan hutang yang didapatkan akibat berhutang kepada perusahaan lainnya. 


Konflik dan kekonyolan mampu menyulap film ini menjadi komendi yang menyenangkan. Tidak banyak film komedi Indonesia yang mampu membuat tertawa terpingkal-pingkal di tengah maraknya film horor yang merajalela belakangan ini. 

Saya terus terang sangat takut dengan film horor, namun biasanya karena ajakan dari teman, maka saya hanya mampu untuk menutupi muka selama film itu diputar. Film ini pun demikian, terdapat bumbu-bumbu seperti horor, misteri dan lainnya yang secara tidak langsung membuat penonton tidak bosan. 


4 bintang adalah nilai yang pas buat film ini dari 5 bintang. Memang ada beberapa kekuarangan seperti plot yang mudah ditebak dan alur yang begitu cepat sedangkan penonton ingin menikmati film lebih lama. Cast dan latar tempat menurut saya sudah pas, namun alangkah lebih baik lagi bila diperhatikan antara puncak, Bandung dan Jakarta yang kadang-kadang masih bisa bisa tertukar settingnya. 

Cast Film 3 Dara 2

Sutradara         :  Monty Tiwa
Penulis         :  Nataya Bagya
Bintang Film :  Tora Sudiro, Adipati Dolken, Tanta Ginting
Produksi         :  MNC Pictures
  • Share

Film Anak Muda Jaman Now (Remaja Milenial)

  • 10/29/2017 02:51:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Anak Muda Jaman Now atau Remaja Milenial itu penuh problematika banget. Yes, ibarat mangga muda yang asam dan penuh kejutan rasanya bahkan kalau di rujak bisa jadi nano-nano rasanya. Beberapa tahun lalu, di usia lulus SMA dan menjelang kuliah biasanya dipenuhi dengan gejolak untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Rasanya pengen melakukan sesuatu yang baru dan mencobanya. Terbukti, saya pun melakukan banyak hal seperti ikut UKM Paduan Suara, Jurnalis, Sastra, Radio, BEM dan lain-lain. 

Walhasil , IPK saya drop karena tersita dengan seluruh kegiatan UKM yang seabrek-abrek. Setahun berlalu, kemudian saya lebih selektif memilih UKM mana saja yang dilanjutkan dan ditinggalkan, akhirnya pilihan saya jatuh pada UKM Paduan Suara dan Kegiatan Mahasiswa Pemalang, Kota Kelahiran saya. Semester 3, IPK saya mulai naik karena kondisi yang nyaman dengan kegiatan diluar kuliah. Dan tren positif ini pun berlanjut hingga lulus kuliah. 

Pernah melakukan kegiatan yang tak berguna atau cenderung merugikan? Tentu saja pernah. Bolos kuliah karena kegiatan di UKM lebih menarik ataupun lupa mengerjakan tugas gara-gara main games. Kenakalan-kenakalan ini sebetulnya tidak disengaja, tapi memang saya termasuk mahasiswa patuh aturan kecuali dengan dosen killer. 

Wah, seru juga ya membahas kelakukan Anak Muda Jaman Now. Sebetulnya, anak membutuhkan pengertian dari orang tua dan begitu sebaliknya orang tua pun butuh dimengerti oleh anaknya. Kuncinya adalah masalah komunikasi agar semuanya berjalan mulus tanpa ada yang salah paham. Beruntung, kini ada film yang related dengan kegalauan dan permasalahan anak muda jaman now yaitu My Generation.

Yang kepengen lihat trailernya, yuk lihat youtubenya.


Sinopsis My Generation

Film ini akan menceritakan tentang persahabatan dari empat orang siswa SMU, yaitu Zeke, Suki, Konji dan Orly. Yang mana kisah mereka di awali oleh gagalnya pergi liburan, dikarenakan video buatan mereka yang mengkritik guru, sekolah dan juga orang tua, telah menjadi viral di sekolahan mereka.

Hingga berakibat mereka dihukum dan tak boleh pergi berlibur. Liburan sekolah yang mereka sangka terkesan tak istimewa tersebut, akhirnya malah membawa mereka pada kejadian-kejadian serta petualangan, yang memberikan mereka pelajaran yang sangat berarti dalam kehidupan mereka. Semenjak saat itu kehidupan mereka tak lagi sama. Seperti apakah kisah lengkapnya? Tonton Full Movie-nya untuk mengetahui jawabannya.


Kisah Persahabatan dan ...


Remaja Milenial jaman now sangat dekat dengan social media dan smartphone. Kejadian apapun langsung di upload ke socmed. Termasuk Zeke, Suki, Konji dan Orly, yang merekam video dan curhat segala hal mulai dari sekolah hingga orang tua. Dan, ternyata viral di sekolah. Bukannya menjadi yang positif, malah menghancurkan liburan dan hubungan dengan orang tua mereka. 

Upi mengangkat kisah remaja dengan pendekatan persahabatan dan bukan dari kisah cinta yang sudah banyak diangkat oleh film lain. Upi merupakan sutradara dari film 30 hari mencari cinta dan realita, cinta dan rock n roll. Upi mengharapkan dari film ini, remaja dan orang tua dapat memahami satu sama lain. Sudah saatnya label yang diberikan kepada anak misalnya si anak bandel, si anak kutu buku dan lainnya dihilangkan dan mendukung seluruh bakat dan minat anaknya. So cool adviced both for parent and children

It's time for you to have me time with your childs. Kerjaan yang banyak dan waktu yang kurang biasanya menjadi hal yang akumulatif bagi keluarga. Saatnya menonton film ini dengan keluarga dan bangunlah hubungan yang sangat komunikatif. Anak butuh support bukan judgement yang hanya sepihak saja. Sekecil apapun komunikasi kepada anak, peliharalah komunikasi tersebut. Jangan sampai anak mencari orang lain untuk mencurahkan isi hati dan problemnya. Jangan sampai anak salah arah di tangan orang lain. 

Selamat menonton film yang luar biasa untuk keluarga anda. Jangan lupa tanggal 9 November 2017 di bioskop-bioskop terdekat di kota kamu. 

Cast Film 


Sutradara Film: Upi
Rumah Produksi Film: IFI Sinema
Distributor Film: -
Penulis Naskah skenario / Novel Film: Upi
Produser Film: Adi Sumarjono
Tanggal Rilis / Tayang Film: 9 November 2017 (Indonesia)
Pemain : Surya Saputra, Arya Vasco, Alexandra Kosasie, Joko Anwar, Aida Nurmala, Indah Kalalo, Karina Suwandhi, Bryan Langelo, Lutesha, Tyo Pakusadewo, Ira wibowo. 


  • Share

Mengenal Keindahan Labuhan Bajo dan Pulau Komodo Dalam Film Labuhan Hati

  • 4/09/2017 09:53:00 PM
  • By Salman Faris
  • 3 Comments

Siapa yang tak mengenal Labuhan Bajo atau Pulau Komodo? Hampir semua orang mengenalnya sebagai sebuah surga. Pantai berpasir pink, kerang-kerang dan bintang laut, keindahan bawah laut yang kayak dengan spesies yang beraneka ragam, puncak bukit yang mampu menghipnotis seseorang dengan pemandangan luar biasa diatas sana. Hampir semua khayalan ini nampak sangat nyata di Film Labuhan Hati.

Sang pemimpi terus mendamba, agar suatu saat keinginan Pulau Komodo dapat terwujud. Begitulah imipian kecil saya menjelajahi Pulau Komodo dan Labuahn Bajo ini terus mengelora saat mendapat undangan nonton bareng Film Labuhan Hati. Memang terkesan norak, Labuhan Bajo aja belum pernah? Ya, dari mimpi kecil ini, saya yakin akan terwujud suatu saat. Amin.

Sebelum menonton filmnya, lebih baik mengetahui secara jelas Sinopsis dan Review yang saya buat dalam beberapa ratus kata ke depan. Meski saya memiliki analisis sendiri, namun bisa jadi review orang lain sangat berseberangan dengan tulisan saya ini, so ini hal wajar karena taste atau selera pribadi akan cenderung disesuaikan kesukaan saya. 

Trailer Film Labuhan Hati 

Sebelum menyelam review terlebih dalam lagi, ada baiknya membuka mata dengan trailer film. Secara kualitas gambar, film ini tak akan diragukan lagi. So, enjoy watching ya. 


Sinopsis Film Labuhan Hati 

Perempuan bernama Maria itu tengah melesat ke dalam laut. Sosok berusia 27 tahun itu tak sekedar berenang atau menyelam, namun ia tengah menari indah dengan deburan ombak sebagai panggungnya.
Maria sang gadis pesisir Sulawesi Utara itu telah bekerja di resort di Pulau Sebayur, sebagai tour guide bagi turis yang datang ke Pulau Komodo.
Sejak ditinggalkan oleh kekasihnya dua tahun silam, Maria selalu menimpakan kepergian kekasihnya tersebut pada tubuhnya. Menurutnya, hal itulah yang menjadi penyebab kekasihnya berselingkuh dan meninggalkannya.
Adapula Bia (40 tahun), seorang wanita sekaligus ibu dari satu anak perempuan. Datang dengan segala kemewahan yang ada padanya, mulai dari koper mahal jinjingannya hingga beragam baju-baju perancang papan atas yang mengisi kopernya, nyatanya tak mampu memenuhi relung hati Bia.
Puluhan buku self development yang turut dibawanya pun sekedar tentengan tanpa makna. Sebab, relung hati Bia semata-mata hanya dipenuhi kerinduan yang teramat membuncah akan dunia menyelam. Rasanya sudah bertahun-tahun sejak melahirkan anak pertamanya, dengan segala rutinitas kegiatannya   laut jadi satu hal yang jauh dari agendanya.
Kemudian, ada pula Indi. Perempuan usia 35 tahun yang punya tunangan seorang pria yang memaknai cinta sama dengan komitmen. Itu sebab, bagi Indi laut di Pulau Komodo adalah titik surganya sebelum kembali pada realita untuk siap menjalankan apa yang jadi prinsip calon suaminya : cinta berarti komitmen.
Dan Labuhan Bajo, menjadi titik awal  pertemuan tiga perempuan dengan latar belakang yang berbeda tersebut, yakni Bia, Indi dan Maria.
Ketiganya menghabiskan waktu 7 hari, 6 malam living on boat bersama seorang instruktur diving bernama Mahesa.
Sang pria berusia 35 tahun itu begitu menguasai tiap sudut kepulauan Komodo. Mahesa ditugaskan ikut ke atas kapal bersama ketiga perempuan tersebut, sebab Indi dan Bia butuh pendampingan untuk menyelam.
Tak dinyana, dalam, waktu singkat, hubungan ketiga perempuan itu meningkat dari pertemanan hingga persahabatan.
Hingga akhirnya, ketiga perempuan tersebut saling berperang dingin demi merebut hati Mahesa.
Lantas, akankah perjalanan ‘pelarian diri dari segala rutinitas’ ini justru membantu menyelesaikan masalah mereka? Atau justru kehadiran Mahesa makin memperparah keadaan ketiganya?

Sumber Sinopsis : postfilm.com

Review 

Sumber Foto Disini 
Setelah menonton filmnya, saya terkesan dengan footage per footage yang luar biasa memukau mata saya. Dengan teknologi yang bagus, gambar film sangat detail dan tergambar dengan indah. Jadi sepanjangan pemutaran film, yang terucap dari mulut saya adalah waah, wow, keren dan kata-kata pujian lainnya.

Lola Amaria berhasil mengantarkan penonton masuk kedalam film melalui gambar, namun dari segi cerita, alur dibangun dengan sangat lambat. Apakah ini ciri khas Lola dalam setiap filmnya? Sepertinya inilah ciri khas yang melekat. Seperti novel, bagian per bagian sangat detail namun bumbu-bumbu kejutan sayang tak segera muncul sehingga pada bagian akhir justru tidak memuncak atau klimaks. Sungguh sayang, alur sangat runtut tanpa ada random atau flashback yang semakin menguatkan kekuatan cerita.

Dari segi Casting, Nadine, Kelly, Ully dan Ramon cocok memaikan peran masing-masing. Dan dari segi background, mereka telah memiliki jam terbang traveling dan diving yang tinggi, jadi tidak ada keraguan. 

Unsur humor sebetulnya terjadi dalam beberapa part, sebetulnya penonton membutuhkan tambahan unsur komedi, namun lagi-lagi genre drama sangat dominan sehingga akan membuat film menjadi tak fokus.

Selain alur cerita, film sangatlah bagus. apalagi OST yang berrjudul Butiran angin. Penasaran dengan OST? Ini dia dibagian Original Soundtrack. 

Overall, film ini sangat disarankan untuk traveler dan diver yang sangat menyukai petualangan di alam bebas seperti Labuhan Bajo dan Komodo. 

Original Soundtrack 

OST Labuhan Hati ini berjudul Butiran Angin dari Mondo Gascaro. Menurut saya, lagu ini adalah bagian yang tak terpisah, lagu ini seperti ruh dan sangat menyatu dengan film Labuhan Hati. 



  • Share

Shy Shy Cat (Malu-Malu Kucing) : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji



Saat menonton youtube, tak sengaja referensi video lain menunjukan saya kepada Shy Shy Cat. Rasa penasaran membuat saya menonton trailernya dari awal sampai habis. Dan hasilnya, saya menanti film ini rilis di bioskop. Bagai mendapat durian runtuh, seorang teman lama menghubungi saya dan menawarkan premier film ini. Tanpa basa-basi, saya langsung saja menerima undangan ini dengan senang hati, baru nerima undangan nonton film aja sudah senang apalagi nerima undangan nikah, eh, baper deh jadinya.

Silahkan bagi yang belum nonton trailer filmnya. 


Shy shy cat adalah terjemahan bebas dari Malu-malu kucing, terjemahan ini bukan dalam arti sebenarnya, namun lebih ke arah "terjemahan secara komedi" atau biasa dilakukan pada saat belajar bahasa Inggris di sekolah dulu. Maklum, setting tempat film adalah Sindang Barang, sebuah desa di Sukabumi yang semangat mempelajari bahasa Inggris. Wow, semangatnya itu loh yang patut diapresiasi. Keep going, Sindang Barang

Nirina Zubir dan Acha Septriasa, dua pemain ini pernah membintangi film yang sama yaitu Heart beberapa tahun silam. Bisa dikatakan film ini sebuah film reuni bagi keduanya. Hal ini membuat chemistry yang dibangun keduanya sangat natural dan tidak membutuhkan waktu untuk memahami karakter masing-masing. Di film ini, keduanya berperan sebagai sahabat yang saling membantu dalam suka dan duka. Pemeran lainnya adalah Fedi Nuril, Tika Bravani dan Titi Kamal. Fedi Nuril berperan sebagai sahabat masa kecil Nirina, sedangkan Tika bersama Acha menjadi sahabat masa kini. Titi Kamal merupakan teman main pada saat di kampung dahulu.

Sinopsis : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji 


Mira (Nirina Zubir) sudah sukses membangun karirnya di Jakarta. Di ulang tahunnya ke 30, sang Abah (Budi Dalton), seorang jawara kampung pemilik padepokan silat, menagih janji agar Mira pulang ke desa Sindang Barang, untuk dijodohkan dengan Otoy, teman masa kecilnya. Mira tidak mau pulang kampung karena merasa desanya tidak pernah maju-maju, apalagi dijodohkan dengan Otoy (Fedi Nuril), anak yang seingatnya menyebalkan. Untuk menyiasatinya, Mira dibantu oleh dua sahabat, yaitu Jessy (Acha Septriasa) dan Umi (Tika Bravani) berniat menggagalkan perjodohan itu.

Namun saat kembali ke desa Sindang Barang, Mira, Jessy dan Umi mendapati semua kondisi sudah berbeda, dan mereka dihadapkan dengan pilihan sulit yang menguji persahabatan mereka setelah melihat Otoy sekarang.


Review 


Titi Kamal Sedang Diwawancarai 
Otoy pernah berkata bahwa " Orang kota atau orang yang memiliki ilmu namun tidak memiliki pegangan agam yang kuat, sedangkan orang desa Sindang Barang memiliki tradisi agama yang kuat namun tidak memiliki ilmu yang tinggi ". Otoy merupakan pemuda desa dengan pendidikan tinggi di Mesir dan kembalilagi membangun desanya. Seperti kita ketahui, banyak pemuda desa yang hilang dan mencari nafkah di kota-kota besar seperti Jakarta, namun paradigma itu ingin dihilangkan dan diubah oleh Otoy.

Sungguh saya tersentuh dengan salah satu pesan moral ini, apalagi pemuda desa seyogyanya membangun desanya agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Bahkan di film ini, Sindang Barang memiliki WIFI super cepat dan english day pada hari tertentu. Hal ini ingin menunjukan secara tegas bahwa desa siap menerima orang kota atau luar negeri yang ingin berwisata dan menikmati alam dan perkebunan yang luas.


Untuk segi pemain, cast menempatkan aktor-aktor yang pas dengan karakternya. Sebut saja Acha Septriasa yang memerankan Jessy yang penuh dengan drama dan lebay. Soleh Solihun berhasil mengocok perut penonton dengan perannya yang ceplas-ceplos. Nirina Zubir dengan kekuatan acting berhasil menghidupkan karakter Mira dan Tika Bravani dengan karakter Umi yang mengalami depresi. Sedangkan pemeran lain seperti Ade Fitria Sechan, Dwi Sasono, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Budi Dalton, Iszur Muchtar dan cast lainnya cukup tepat dan sangat menghibur.

Foto Bareng Sarah Sechan? Bukan ini Adiiknya Ade Sechan ehehehe
Humor yang disuguhkan sangat menghibur, namun lagi-lagi kendala bahasa masih terjadi, karena beberapa dialog dalam bahasa Sunda tidak diterjemahkan. Humor dibangun berdasarkan situasi dan bahasa memang harus dicerna terlebih dahulu sebelum tertawa. Kadang selera humor satu orang dengan yang lain berbeda, namun saya jamin, film ini menghadirkan humor secara universal dan dapat dinikmati oleh segala usia.

Sinematografi memiliki peranan penting dalam film ini. Kualitas dan pengambilan gambar alam dan seting tempat sangat bagus, namun untuk pengambilan gambar antar adegan zoom pemain masih terlihat tidak sesmooth yang dibayangkan. Sound pun memilki sedikit masalah dalam memotong adegan Mira yang sedang monolog atau sedang bekata dalam hati. Mungkin saya kurang paham secara teknis, namun menurut saya masih kurang rapi pada bagian ini saja, adegan lain sudah sangat sempurna.

Seting tempat yang mengangkat budaya sunda memiliki nilai yang tinggi. Film ini berani menampilkan budaya diwakili oleh pencak silat, seni kecapi dan bahasa sunda. Saya salut dengan tim produksi yang mengangkat kembali unsur budaya Indonesia melalui budaya Sunda. Applause untuk tim produksi. Salut banget.

Secara keseluruhan, film ini sangat layak ditonton bersama keluarga dan teman-teman atau bahkan pacar dan gebetan asal jangan bawa mantan aja ya nanti baper. Selamat menonton ya pada tanggal 3 November 2016 di bioskop kesayangan anda.

Cast 

Producers : Starvision 
Director: Monty Tiwa
Writers: Adhitya Mulya, Monty Tiwa
Stars: Nirina Zubir, Fedi Nuril, Acha Septriasa, Tika Bravani, Titi Kamal, Izhur Muchtar, Soleh Solihun, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Ade Fitria Sechan, Budi Dalton, Cecep Arif Rahman

Yuk Joged Bareng Nirina, Acha dan Tika 


  • Share

Hotel Terbaik dan Romantis Dekat Dengan Pantai Uluwatu, Bali


Bali seakan menjadi magnet bagi siapapun baik orang Indonesia ataupun wisatawan mancanegara. Banyak sekali penginapan atau hotel yang ditawarkan dengan harga terjangkau sampai yang mewah dengan fasilitas lengkap dan pemandangan indah menghadap laut atau pantai. Namun sebelum menjabarkan Hotel Terbaik dan Romantis Yang Dekat Dengan Pantai Uluwatu, Bali, ada baiknya mengetahui apa saja yang menarik di Pantai Uluwatu dan sekitarnya.

Pertunjukan Tari Kecak, Pura Luhur Uluwatu Dan Garuda Wisnu Kencana (GWK)

salmanbiroe.com - Hotel Trebaik dan Romantis Dekat Dengan Pantai Uluwatu Bali

Pertunjukan Tari Kecak yang termasyur itu berada di Uluwatu. Bukan hanya wisatawan Indonesia yang menonton tapi juga wistawan asing yang jumlahnya ratusan orang. Apabila diproporsi bisa saja wisatawan asing mendominasi sekitar 60 persen dari total penonton. Wah bangganya tarian khas Bali ini bisa mendunia. Harga tiket petunjukan tergolong lumayan mahal namun antusiasme penonton bukannya menurun malah bangku-bangku penonton selalu penuh walau bukan weekend. Harga tiket dibandrol sebesar seratus ribu rupiah untuk dewasa dan lima puluh ribu rupiah untuk anak-anak. 

salmanbiroe.com - Hotel Trebaik dan Romantis Dekat Dengan Pantai Uluwatu Bali

Tari kecak sendiri berkisah tentang Rama dan Shinta, sebuah kisah cinta yang abadi dan kesetiaan Hanoman yang bersedia melawan Rahwana. Selama pertunjukan, para tokoh ramayana ini diiringi oleh pria-pria yang selalu mengucapkan kata "Cak-Cak", begitulah sehingga tari ini bernama Tari Kecak. Hanoman selalu menarik perhatian penonton apalagi pada saat Hanoman secara sengaja berlari-lari ke tengah penonton dan berselfie bersama penonton. Ketika adegan "Anoman Obong", Hanoman yang dibakar oleh prajurit Rahwana, namun dapat meloloskan diri dan bermain-main dengan api yang masih menyala. 

salmanbiroe.com - Hotel Trebaik dan Romantis Dekat Dengan Pantai Uluwatu Bali

Pura Luhur Uluwatu letaknya satu komplek dengan Pangung Pertunjukan Tari Kecak. Biasanya sebelum pertunjukan tari kecak, saya dan kawan-kawan berputar-putar menikmati pemandangan indah tebing pantai Uluwatu sebelum senja lenyap. Pertunjukan Tari Kecak memang mendekati senja menghilang sekitar pukul setengah enam. Dan kami pun menemukan bahwa Pura Luhur Uluwatu berada di puncak seperti bukit tersebut, maka beberapa anak tangga pun harus dilalui sebelum benar-benar sampai di Pura Luhur.

Pura Luhur masih digunakan untuk bersembahyang umat Hindu di Bali. Konon, Pura Luhur ini dibangun pada kisaran abad 9 oleh Mpu Kuturan. Menurut kepercayaan Hindu, Pura ini memiliki peranan penting dalam penyembahan Dewa-Dewa. Keunikan lainnya adalah arah pemujaan yang dilakukan di pura ini menghadap barat daya sedangkan di pura lainnya menghadap utara dan timur. 


Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park sangat dekat dengan Pantai Uluwatu. Garuda Wisnu Kencana (GWK) Culural Park ini merupakan kawasan budaya dengan luas sekitar 60 herktare dengan patung Garuda dan Wisnu yang unik sebagai ikonnya. Walapun tidak rampung pembangunannya, namun temmpat ini memiliki fasilitas sangat lengkap. GWK beberapa kali menjadi tuan rumah bagi perhetalan pertunjukan musik, budaya dan seni.

Hotel Terbaik dan Romantis Dekat Dengan Pantai Uluwatu

salmanbiroe.com - Hotel Trebaik dan Romantis Dekat Dengan Pantai Uluwatu Bali

Setelah keliling seputar pantai Uluwatu, tentunya ingin relaks dan bersantai di Hotel atau Villa. Fasilitas lengkap serta berbagai kemudahan selama tinggal di Hotel adalah hal sangat penting. Apalagi pada saat bulan madu atau bersantai bersama keluarga, hotel-hotel ini dapat menjadi refensi menarik. Bisa di save menjadi wish list dan saat ke Bali barulah memesan hotel ini.

Puri Uluwatu Villas


Nuansa Modern dipadu dengan interior khas Bali menjadikan Puri Uluwatu Villas ini pilihaan menarik. Apalagi lokasinya yang sangat dekat dengan Pantai Uluwatu yaitu sekitar 1,4 kilo meter sedangkan Pantai Suluban sangat dekat hanya 290 meter serta Pantai Padang-Padang yang hanya sekitar 800 meter dari Puri ini. Lokasinya yang cukup strategis sehingga Bandara Internasional Ngurah Rai hanya berjarak sekitar 11 kilometer saja dari sini.

Kelaparan pada saat malam atau siang hari, jangan khawatir karena Puri Uluwatu Villas menyediakan menu-menu tradisional dan internasional yang dapat dipesan melalui restoran. Selain restoran, Laundry pun tersedia saat kamu membutuhkan pakaian bersih karena pakaian-pakaian lain telah digunakan berenang di pantai Uluwatu atau bermain pasir kemarin.

Blue Point Bay Villa And Spa 


Menikmati liburan dengan keluarga atau pasangan sangat cocok di Blue Point Bay Villa And Spa di kawasan Pecatu ini. Lokasi yang strategis, pantai Uluwatu hanya berjarak sekitar 1,5 kilo meter dan pantai padang-padang yang hanya berjarak 900 meter saja. Nah kalau dari Bandara Ngurah Rai hanya berjarak 11 kilo meter saja, jadi tidak terlalu jauh.

Fasilitas kolam renang yang menghadap ke pantai di ujung sana membuat Villa ini sangat menarik. Selain kolam renang, apabila membutuhkan relaksasi bisa memanfaatkan spa terbaik dengan kualitas pelayanan terbaik. Jika lapar, banyak sekali tawaran menu yang bisa didapatkan di restoran.

Bagi WIFI hunter, trust me, tempat ini merupakan surga bagi kamu, semua ruangan mendapatkan WIFI yang super kencang. Disamping itu terdapat banyak fasilitas lain seperti penjemputan ke Bandara, Laundry, Area Parkir yang luas, penitipan anak dan lainnya.

The Rich Prada


The Rich Prada mengambil konsep hotel untuk bisnis dan liburan sehingga dipersiapkan ruang meeting yang dapat menampung ratusan orang. Nah kalau untuk liburan, fasilitas seperti restoran, layanan pijat, lapangan golf, laundry, jasa tur keliling Bali dan masih banyak lainnya membuat liburan pastinya lebih menyenangkan.

Mau jalan-jalan santai ke pantai, bisa ke pantai dream land, Balangan, Uluwatu dan Kuta Selatan. Kalau dari Bandara Ngurah Rai, The Rich Prada ini sangat dekat kurang lebih hanya berjarak 7 kilo meter saja.

Le Grande Bali


Le Grande Bali berada di wilayah Pecatu yang dekat dengan kawasan Uluwatu dan Pantainya. Selain Uluwatu, Le Grande Bali ini sangat dekat dengan New Kuta Golf, Pantai Kuta Selatan, Pantai Dreamland dan Pantai Balangan. Kalau dari Bandara Ngurah Rai, tenang saja Le Grande hanya berjarak sekitar 7 kilo meter.


Le Grande Bali bisa menjadi pilihan Romantis dengan suasana yang relaks tentunya. Apalagi fasilitas yang ditawarkan bukan hanya satu atau dua saja melainkan banyak seperti lapangan golf, restoran, kafe, fasilitas rapat dan bisnis, antar jemput Bandara, pusat kebugaran, layanan pijat, lapangan tenis outdoor, bilyard, spa, kolam renang dan masih banyak lainnya. Nah, tertarik dengan hotel ini? Pastinya kan? Bisa kok pesan online langsung disini.

Oh iya, sebagai informasi menarik, kalau pengen pesan hotel online langsung, silahkan mengunakan Traveloka. Mengapa pesan melalui Traveloka? Karena harganya sangat jujur  dan tidak ada tambahan lainnya (harga final), online travel agent terbesar di Indonesia dan garansi harga terbaik yang diberikan. Selain hotel, bisa juga pesan pesawat atau maskapai penerbangan yang telah terintergrasi dengan banyak maskapai seperti Garuda Indonesia, Air Asia, Lion Air, Etihad Airways, KLM, China Airlines dan lain-lain.


  • Share

5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran


Liburan Lebaran 2016 ini, penonton bioskop di Indonesia akan disuguhkan dengan beberapa film dari tanah air dengan kualitas yang bagus. Siapa sangka aktor seperti Reza Rahadian, Morgan Oey, Raditya Dika, Abimana Aryasatya dan banyak lain turut meramaikan geliat film Indonesia. Iya, semenjak Ada Apa Dengan Cinta 2 mencetak rekor penonton yang luar biasa hingga mencapai 3,6 juta, kemudian diikuti dengan My Stupid Boss dengan capaian penonton terbanyak setelah AADC2, seakan industri film di Indonesia mendapatkan angin segar. 

Saya sebagai penikmat film baik dalam maupun luar negeri menyambut positif dengan makin banyaknya alternatif pilihan film atau movie buatan anak negeri sehingga kedepannya, film Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan semakin bangga dengan karya-karya yang bermunculan. Angin segar ini tak lama lagi semoga akan berubah menjadi nyata dengan makin banyaknya film yang diproduksi dan disukai oleh penonton Indonesia, amin.

Okay, baiklah saya akan membahas satu per satu film Indonesia yang tayang pada liburan lebaran 2016 ini.

Koala Kumal

salmanbiroe.com - 5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran - Koala Kumal

Raditya Dika kembali menelurkan sebuah film bergenre "Romantic Comedy" atau lebih tepatnya sebagai "Sebuah Komedi Patah Hati". Sebelum merilis film, Raditya Dika sempat meluncurkan buku berjudul sama "Koala Kumal". Dalam bukunya, Radit banyak membahas sebuah perasaan yang telah berubah dalam masalah cinta, seperti koala yang telah lama pergi dari habitatnya namun kemudian setelah kembali, koala itu mendapati habitatnya telah rusak dan berubah total. 

Nah, bagi yang penasaran dengan cuplikan filmnya, silahkan nonton trailernya ya. 


Secara garis besar, ceritanya (Sinopsis) mengambarkan Dika (Raditya Dika) yang batal menikah dengan Andrea (Acha Septriasa) yang terbukti selingkuh dengan James (Nino Fernandez). Karena patah hati ini, Dika tidak bisa menyelesaikan satu bab terakhir dari sebuah buku. Suatu hari, Dika bertemu dengan seorang cewek bernama Trisna (Sheryl Sheinafia), cewek unik yang membuat sudut pandang Dika menjadi berubah bahkan menjadi seorang pribadi yang baru.

Pertemuan Dika dengan Trisna membuat keduanya saling dekat satu sama lain. Dengan niat baiknya, Trisna mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan Dika tidak bisa menyelesaikan bab terakhir bukunya. Trisna kemudian menemukan sebabnya, karena Dika masih patah hati kepada Andrea. Trisna mencoba berbagai cara agar Dika dapat melupakan patah hatinya seperti dengan cara membakar seluruh barang-barang pemberian Andrea termasuk handphone milik Dika.

Trisna menyuruh Dika melakukan balas dendam kepada Andrea. Akankah Dika mengikuti saran Trisna? Kenapa Trisna sangat berniat agar Dika lepas dari patah hati yang dialaminya?

Sabtu Bersama Bapak


salmanbiroe.com - 5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran - Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak, sebuah novel karya Adhitya Mulia, kini diangkat ke layar lebar. Saya telah membaca bukunya dan menyimpulkan bahwa novel ini sangat bagus, apalagi bagi keluarga di Indonesia. Dengan diangkatnya novel ini ke layar lebar tentunya ekspektasi pembaca novel akan sangat berpengaruh, tak jarang pada akhirnya penonton dan pembaca akan membandingkan satu sama lain. Namun, dibalik perbandingan tersebut tentunya makna yang disampaikan baik novel maupun film pastnya akan sama.

Bagi yang belum sempat nonton trailernya, silahkan ya.



Kisah Sabtu Bersama Bapak mengisahkan keluarga kecil Gunawan Garnida (Abimana Aryasatya) dan Istrinya Itje (Ira Wibowo) bersama dengan dua putra kecilnya Satya dan Cakra. Kebahagiaan yang selama ini terjalin kemudian berubah ketika Gunawan divonis mengindap penyakit kanker dan tidak bisa bertahan hidup lama lagi.

Gunawan merekam setiap ucapannya dalam bentuk kaset video agar Satya dan Cakra dapat terhibur akan kehadirannya setiap hari Sabtu setelah ia meninggal. Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahendra) beranjak dewasa, namun setiap Sabtu, mereka berdua tidak pernah lupa menonton Bapaknya di video.

Satya memiliki keluarga kecilnya setelah menikah dengan Rissa (Acha Septriasha) dan memiliki masalah dalam membina rumah tangga, kemudian Cakra memiliki masalah dalam mencari satu sosok calon pendampingnya. 

ILY From 38.000 FT


Film ini menceritakan  tentang seorang gadis yang bernama Aletta (Michelle Ziudith) 18 tahun, yang terbang ke Bali untuk berlibur, di saat yang sama lalu bertemu dengan Arga (Rizky Nazar) 20 tahun. Arga adalah seorang mahasiswa sekaligus creator program dengan bendera Geography Channel. Sejak pertemuan itu hubungan Arga dan Aletta semakin dekat dengan banyak kejadian – kejadian yang lucu diantara mereka.

Aletta mengaku sebenarnya ia kabur dari rumah karena bermasalah dengan keluarganya. Aletta yang merasa tidak pernah diberi kesempatan untuk memlilih jalan hidupnya sendiri merasa nyaman dengan Arga yang dewasa dan mandiri. Arga meminta Aletta untuk kembali ke rumahnya dan berdamai dengan keluarganya. Dan Arga berjanji akan menyusulnya segera ke Jakarta. Namun hingga saat yang dijanjikan Arga tidak pernah hadir. Hari demi hari Aletta selalu menunggu kehadiran Arga tetapi tak kunjung datang.

Kemana Arga sebenarnya? Kenapa dia tidak memenuhi janjinya? Apakah Arga membohongi Aletta agar Aletta mau kembali ke rumahnya? Atau ada orang lain dalam hidup Arga. Penasaran? Tonton film yang satu ini di bioskop kesayangan anda yaa, sobat Souja.



Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea


Jilbab Traveler: Love Spark in Korea, sebuah karya Asma Nadia kembali diangkat ke layar lebar. Yang menarik dari film adalah Bunga Citra Lestari akan beradu akting dengan Morga Oey dan Giring 'Nidji'. Dan, pada lebaran kali ini, lawan main BCL dalam film My Stupid Boss dan Habibie dan Ainun, Reza Rahadian menjadi pesaing dalam film-film yang tayang pada musim liburan lebaran kali ini dengan filmnya Rudy Habibie .

Trailer Jilbab Traveler : Love Spark In Korea 



Rania Samudra (BCL) sering menjelajah ke negeri-negeri nan jauh di sana. Ayahnya sering membaca tulisan karya Rania dari berbagai belahan Dunia. Menurut Ayah, Ranialah yang mewakili matanya untuk melihat betapa indahnya Dunia. Ayah pula yang sering mengatakan, "Jadilah seorang Ibnu Batuta, seorang muslim penjelajah yang tersohor". Namun, ketika Ayahnya mendadak sakit dan kemudian meninggal Dunia, panggilan hati Rania untuk menjelajah Dunia kemudian lenyap. 

Sebelum Ayahnya meninggal, Rania sempat mengunjungi Baluran, tempat pertemuan antara Ayah dan Ibunya bertemu. Di Baluran, Banyuwangi ini pulalah, Rania bertemu Hyun Geun (Morgan Oey) dan sahabatnya, Alvin (Ringgo Agus Rahman). Pertemuan inilah yang nantinya mengubah Rania.

Panggilan jiwa Rania untuk kembali traveling muncul ketika sebuah surat ajakan kunjungan ke Korea. Dengan ijin restu Ibunya, Rania akhirnya memenuhi ajakan tersebut. Tak disangka, Rania bertemu Alvin pada sebuah rumah di Korea. Dan, tak berapa lama Rania pun bertemu dengan Hyun Geun. 

Sementara, Kakak-kakak Rania berniat menjodohkannya dengan Ilhan (Giring). Rania diantara dua pria yang sama-sama mendapatkan tempat. Siapakah nantinya yang akan dipilih Rania? 

Rudy Habibie



Film ke-5 yang akan tayang pada Lebaran kali ini adalah Rudy Habibie. Sebuah film yang akan menyulut semangat generasi muda untuk terus berkarya untuk bangsanya ditengah makin terkikisnya rasa bangga terhadap Bangsa dan Negaranya sendiri. 

Sebelumnya silahkan saksikan trailer film Rudy Habibie.


Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama Ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan Ayahnya mengenai air yang jernih.

"Rudy, jadilah mata air ini, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya."

Begitulah pesan terakhir, sebelum Ayahnya meninggal dunia. Semenjak kematian Ayanya, Rudy selalu mengingat selalu pesan itu.

Singkat cerita, Rudy mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas RWTH dengan jurusan teknik penerbangan di kota Achen, Jerman. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), seorang keturanan Tiong Hoa, Ayu (Indah Permatasari), Adik seorang putri keraton Solo, Poltak (Boris Bokir), Pemuda Batak yang kocak, dan Peter (Pandji Pragiwaksono), senior yang bijaksana. Di Achen, pulalah, Rudy Habibie menemukan sebuah cinta perempuan bernama Ilona (Celsea Islan).

Ternyata menempu studi di daratan Eropa tak semudah membalikan telapak tangan. Rudy Habibie, justru mendapatkan perlakuan tak adil dari teman-teman dari Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia. Teman-teman PPI sebagain menentang gagasan yang disampaikan oleh Rudy Habibie yaitu Industri Dirgantara Nusantara.

Nah, jadi mau nonton yang mana diantara ke-5 film ini?
  • Share

Rudy Habibie : "Jadilah Mata Air"


"Menjadi Mata Air" sebuah susunan kata yang selama ini familiar ditelinga, namun dibalik itu terdapat sebuah rahasia dan fenomena yang dapat mengubah bangsa dan negara Indonesia. Begitu dalam makna tersebut membuat MD Pictures melalui Sutradara, Hanung Bramantyo dan Penulis Naskah, Gina S. Noer, mengabadikan kisah Rudy Habibie atau B.J. Habibie muda dengan balutan romantisme dan nasionalisme yang membuka mata hati kita semua.

Sukses film Habibie & Ainun mengugah Mas Hanung untuk kembali mengangkat salah satu tokoh sentral, Rudy Habibie ke dalam sebuah kisah tersendiri yang tanpa sadar membuat film tersebut sangat berbeda. Habibie Muda memiliki perjalanan yang berliku demi mendapatkan gelar Master hingga Doktor. Bumbu-bumbu persahabatan, cinta dan nasionalisme menjadi penyedap film yang berdurasi sekitar dua jam lebih. 

Ekspektasi film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) yang tak lepas dari bayang-bayang kesuksesan edisi perdana melalui akting Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari tentu saja membuat Mas Hanung dan Pak Manoj justru menjadi motivasi lebih dan berharap kesuksesan yang sama bahkan akan melebih sekuel yang pertama.

Trailer Film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)


Trailer Film Rudy Habibie mengambarkan sisi lain dari seorang B.J. Habibie yang sekarang dikenal sebagai seorang Presiden ke-3 Republik Indonesia. Sisi pribadi yang tidak tergambar melalui penampilan yang sederhana dan jenius.

Sinopsis dan Jalan Cerita



Di Pare-pare, Sulawesi Selatan, segalanya bermula. Rudy Habibie semasa kecil sering bermain-main di bukit dengan pemandangan padang tanaman liar. Namun, pada saat bermain, Rudy Habibie terancam dengan kedatangan pesawat penjajah yang menyerah penduduk di sekitar Pare-pare. Beruntung, Rudy Habibie selamat dan pindah ke Gorontalo, tempat tinggal Kakek dan Nenek.

Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama Ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan Ayahnya mengenai air yang jernih.

"Rudy, jadilah mata air ini, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya."

Begitulah pesan terakhir, sebelum Ayahnya meninggal dunia. Semenjak kematian Ayanya, Rudy selalu mengingat selalu pesan itu.

Singkat cerita, Rudy mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas RWTH dengan jurusan teknik penerbangan di kota Achen, Jerman. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), seorang keturanan Tiong Hoa, Ayu (Indah Permatasari), Adik seorang putri keraton Solo, Poltak (Boris Bokir), Pemuda Batak yang kocak, dan Peter (Pandji Pragiwaksono), senior yang bijaksana. Di Achen, pulalah, Rudy Habibie menemukan sebuah cinta perempuan bernama Ilona (Celsea Islan).

Ternyata menempu studi di daratan Eropa tak semudah membalikan telapak tangan. Rudy Habibie, justru mendapatkan perlakuan tak adil dari teman-teman dari Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia. Teman-teman PPI sebagain menentang gagasan yang disampaikan oleh Rudy Habibie yaitu Industri Dirgantara Nusantara.

Belum masalah satu berlalu, kisah romantisme antara Rudy Habibie dan Ilona tak semulus yang diperkirakan. Diantara pilihan tersebut, manakah yang harus dipilih oleh Rudy? Dalam kebimbangan tersebut, pesan Ayahnya muncul dan memberikan harapan dan semangat.

Bertemu Langsung Rudy Habibie



Beruntung sekali saya dapat bertemu langsung dengan Rudy Habibie dan sahabat-sahabatnya pada Press Screening beberapa hari lalu di CGV Blitz Grand Indonesia. Nampak seluruh pemain hadir dalam acara kali ini. Masih belum percaya bahwa saya bertemu langsung dengan Reza Rahadian, Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Pandji Pragiwaksono dan pemain-pemain lainnya. Selain cast, hadir pula Pak Manoj, selaku produder dan Hanung Bramantyo, sang sutradara.

Nada optimis dan semangat dilontarkan beberapa kali oleh Pak Manoj. Apalagi dengan kesuksesan Film pertama Habibie dan Ainun yang mampu menyihir sekitar 4 juta lebih penonton Indonesia dan bertengger di Film Terlaris Sepanjang Masa. Reza pun sangat senang hadir kembali dalam prekuel ini. Banyak kejadian unik seperti hampir sebagian dialog 'Rudy Habibie' mengunakan bahasa Jerman dan setting tempat yang sempat mengalami salju.

Selain, cast, produser dan sutradara, pada malam itu hadir pengisi soundtrack film Rudy Habibie, CJR. 

Review Film Rudy Habibie

Sepanjang saya menonton film, emosi saya selalu diaduk-aduk dan dibikin penasaran dengan ending film dan bagaimana nasib Rudy Habibie. Bisa saya simpulkan, film ini merupakan salah satu film dengan kualitas yang sangat bagus. Bahkan, untuk dicari sebuah kelemahan dari film ini pun saya tak mampu melakukannya.

Nah, saya akan memberikan poin-poin keunggulan dan kelemahan untuk memberikan tambahan dan masukan.

Keunggulan  

- Durasi lama sekitar 2 jam lebih namun tidak terasa waktunya dan saya sangat menikmati filmnya
- Kualitas Sound yang sangat bagus bahkan saya menyatakan bahwa sound ini paling bagus diantara film lain
- Pemain dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi
- Antara drama dan komedi mendapatkan porsi yang pas
- Dan masih banyak keunggulan lainnya.

Kelemahan

- Detail pakaian pemain yang harus lebih di perhatiakan, karena setting waktu yang kembali ke tahun 60-an
- Setting tempat yang memadukan antara eropa dan Indonesia pada saat adegan di Jerman, dibutuhkan polesan sedikit lagi sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar setting tempat.

Kesimpulannya, saya akan merekomendasikan film yang mengangkat biografi dari seorang Presiden ke-3 RI Ini dan saatnya generasi muda untuk lebih bermanfaat bagi bangsanya. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperhatikan nasib bangsa dan negara kita sendiri.

CJR dan Cakra Khan Di Balik Lagu Keren



Dalam beberapa adegan, sayup-sayup terdengar lagu "Mata Air" sebagai salah satu lagu soundtrack. Ternyata OST Rudy Habibie tersebut dinyanyikan oleh boy band yang tengah naik daun, CJR. Selain CJR, Cakra Khan juga menjadi bagian tim pengisi soundtrack dengan lagu berjudul "Mencari Cinta Sejati".

Cast and Crew Film Rudy Habibie 



Genre : Drama
Produser : Manoj Punjabi
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis Naskah : Ginanti S. Noer

Pemain Film :

Reza Rahadian sebagai (Rudy Habibie), Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Verdi Solaiman, Donny Damara, Dian Nitami, Pandji Pragiwaksono.
  • Share

siAPP Jalan-Jalan Ke Pabrik "Kertas Raksasa" Pindo Deli Pulp & Paper Mills Karawang

  • 5/27/2016 10:52:00 AM
  • By Salman Faris
  • 7 Comments

Mengucap kata "Kertas" mengapa bayangan saya kemudian tertuju pada satu novel yang telah difilmkan, "Perahu Kertas". Sebuah film yang diperankan oleh Maudy Ayuda. Bagaikan dua sisi mata uang logam, demikian pula kisah Keenan dan Kugy yang kadang bertemu namun kemudian berpisah. Ah, jadi baper deh. 

Oke, kembali ke jalan yang benar. Sesuai dengan janji, saya akan mengupas tuntas #siAPPJalanJalan mengunjungi sebuah pabrik "Kertas Raksasa" di Karawang. Sebelumnya saya telah menulis sebuah tulisan pembuka berjudul "Kertas Dalam Seribu Kata" dan sebuah video teaser "siAPP Jalan-Jalan", silahkan menyaksikan terlebih dahulu.


Yakin ada Kertas Raksasa yang berukuran puluhan meter bahkan bisa menutupi seluruh lapangan sepak bola? Terus, bagaimana dengan mesin dan keamanan pabrik? Terus, jenis kertas dan tisu itu ada berapa macam? Terus, jangan terus-terus dong, tenang saja, saya akan mengupas tuntas pada postingan ini.

Mengenal PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills Sebagai Industri Hijau



Suasana Karawang saat itu cukup cerah ketika Bus kami berhenti sempurna pada lobi depan PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills. Saya cukup antusias dengan kunjungan kali ini, apalagi ini kali pertama saya masuk ke dalam sebuah perusahaan kertas terbesar di Karawang.

Banyak pertanyaan muncul di benak saya, salah satunya adalah bagaimana cara memotong kertas yang berukuran sangat besar? Pertanyaan tersebut masih belum terjawab ketika saya dan rombongan telah berada dalam ruang konferensi yang berkapasitas ratusan orang.Kami di sambut dengan ramah oleh jajaran Direksi dan Manajemen. Beliau menyatakan sangat senang dengan kunjungan kami kali ini dan mengharapkan bisa memanfaatkan untuk mengali informasi kunjungan ke pabrik kertas serta menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Yes, tenang saja Pak, saya akan informasikan kepada pembaca saya, informasi yang bermanfaat pastinya.

Lalu, apa yang berbeda antara Pindo Deli dengan pabrik kertas lain? 

Salah satu prestasinya, Pindo Deli dinobatkan sebagai salah satu dari 5 perusahaan dalam grup SinarMas sebagai Industri Hijau pada tahun lalu. Sebagai bocoran, Pindo Deli memenuhi beberapa kriteria diantaranya Proses Produksi, Pengolahan Limbah dan Manajemen Perusahaan.

Proses Produksi

Proses produksi ini meliputi efisiensi produksi, pengunaan material input, energi, air teknologi proses, sumber daya manusia, dan lingkungan kerja di proses produksi.

Pengolahan Limbah

Kinerja pengolahan limbah meliputi penurunan emisi CO2 (untuk industri besar) dan pemenuhan bahan baku mutu lingkungan (industri sedang).

Manajemen Perusahaan

Dari sisi manajemen, Perusahaan menerapkan manajemen yang terbuka dan akomodatif sehingga karyawan dan direksi seiring sejalan.

Nah, saya baru tahu juga loh kalo Pindo Deli merupakan salah satu role model bagi industri kertas di Indonesia. Keren banget ya.

Sebagai informasi, selain mendapatkan predikat industri hijau, PT PIndo Deli Pulp & paper Mills meraih sertifikasi halal. So, bagi yang selama ini merasa was-was mengenai bahan-bahan yang terdapat di dalam kertas, sudah saatnya mengunakan kertas tanpa merasa khawatir lagi.

Melihat Langsung Proses Produksi Kertas


Sebelum benar-benar masuk ke dalam pabriknya, kami mendapatkan guidance dari manajemen, mulai dari pengetahuan mengenai Perusahaan, Proses Produksi, Detail Produk dan Safety. Penjelasan disampaikan oleh masing-masing bagian atau departemen terkait.

Proses Produksi Kertas 

Sebetulnya saya bukan ahlinya untuk menjelaskan proses prosuksi sebuah kertas, namun berkat penjelasan yang sangat jelas dan gamblang dari staf Pindo Deli, saya bisa menjelaskan dengan singkat pada dan jelas.

Terdapat 2 tahapan pembuatan dari sekitar 9 skema proses yang dilalui. Tahap pertama adalah pembuatan bubur kertas atau pulp mulai dari woodyard sampai dengan proses pemutihan. Kemudian tahap kedua yaitu proses pembuatan lembaran kertas pada saat bubur kertas masuk ke dalam mesin sampai kertas membentuk sebuah glondongan kertas. Nah, gelondongan kertas ini yang saya sebut sebagai "Kertas Raksasa".

Saya cukup menganggu-angguk saja ketika dijelaskan sebuah proses dari awal sampai akhir, bahkan terdapat proses kimia yang tak dapat saya cerna bahan apa itu? Namun, saya cukup mengerti betapa sedikit rumit pembuatan kertas apalagi kalau tanpa mesin-mesin otomatis.


Kertas Vs Tissue

Produk Pindo Deli bukan hanya kertas saja, namun terdapat satu produk yang biasa kita gunakan tiap berkeringat ya tissue. Lalu, apa perbedaan antara kertas dan tissue? Sebetulnya bahan yang digunakan untuk membuat berasal dari bahan yang sama yaitu bubur kertas namun yang membedakan adalah tebal atau tipisnya saja dan bahan kimia yang digunakan.

Tissue pun memiliki beragam jenis salah duanya tissue wajah dan tissue toilet. Umumnya tissue wajah memiliki serat yang keras dan tidak gampang robek atau hancur ketika terkena air. Tissue wajah memiliki kandungan wet strenght agent atau bahan tahan basah. Sedangkan Tissue toilet hanya terbuat dari bubur kertas dan melalui proses disinfeksi.

Bagi yang sering mengunakan tisu wajah untuk keperluan toilet sebaiknya cukup mengunakan tissue toilet karena telah higenis dan mudah hancur apabila terkena air.


Safety First 

Memasuki Pabrik, kami diwajibkan mengunakan helm dan masker penutup wajah, alasan keamanan atau safety. Safety comes first, iya kan? Setuju banget apalagi kalau mau memasuki wilayah pabrik yang rata-rata dikendalikan oleh mesin-mesin dengan operasional yang serba otomatis sehingga faktor keamanan wajib hukumnya.

Wow Ada Kertas Raksasa


Memasuki pabrik, saya dan rombongan segera naik ke lantai atas tempat beberapa mesin pembuat kertas berada. Suasana gelap dan remang-remang terasa. Memang minim cahaya, karena semua mesin dioperasikan melalui sistem otomatis hanya diseting melalui ruang kendali dan pada jam-jam tertentu akan diseting kembali.

Beberapa orang karywan melakukan pengecekan secara bertahap untuk melihat kinerja mesin yang sedang berjalan. Saya cukup terkesan dengan ruang kendali atau ruang kontrol yang berada persis ditengah-tengah pabrik. Kalau di ruang ini, cahayanya sangat terang berbeda dengan di luar yang sedikit remang-remang.


Selain, ruang kendali atau kontrol yang membuat saya takjub, ada satu hal lain yang membuat saya terperangah, yaitu Kertas Raksasa. Lihat saja bentuknya yang luar biasa besar dan tampak sangat lebar. Dibandingkan tubuh saya yang besar masih ada yang lebih besar ternyata.

Sangat berkesan sekali kunjungan saya ke Pindo Deli di Karawang. Banyak hal-hal yang selama ini saya tidak ketahui tentang sebuah kertas, padahal saya sangat familiar dengan kertas, tapi pengetahuan saya mengenai kertas masih sangat jauh dari kata "mengerti". Beruntung saya bisa belajar banyak bahwa kertas yang kita produksi belum sepenuhnya digunakan oleh anak negeri, hal ini tentu menjadi pengugah saya untuk lebih cinta dengan kertas melalui membaca dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya "harta karun" ini.

Kalau kamu mau ngga diajakin ke Pabrik Kertas? Atau Sudah tahu kan bedanya kegunaan Tissue dan Kertas? Silahkan di komen ya.


  • Share