Kalau Dekat Jalanin Aja, Yuk Naik Transportasi Publik Biar Lebih Sehat

  • 9/02/2019 01:20:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Badan ku dulu tak segini, tapi kini tak kurus lagi, ku tumbuh makin subur. Kalau saya jalan pasti akan terjadi perpecahan dan dunia gonjang ganjing bak gempa. Hahaha, secara fisik saya memang bukan tipe ideal, bahkan termasuk overweight. Tapi, saya suka banget kok jalan apalagi pada saat traveling dan naik transportasi publik di negeri orang, termasuk Jepang. 

saya suka banget saya Jepang. Saya menyebutnya sebagai negeri kedua setelah Indonesia. Bukan karena tak cinta atau tidak menghargai Indonesia, namun justru saya banyak belajar tentang banyak hal dari Jepang. Salah satunya adalah penduduknya yang selalu menggunakan transportasi publik terutama kereta. Beberapa tahun lalu sebelum MRT Jakarta resmi diluncurkan, saya selalu mengimpikan kapan Indonesia pun memiliki transportasi yang cepat dan bagus serta bisa digunakan oleh siapapun.

Kini MRT Jakarta pun sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang Jakarta terutama orang kantoran dan masyarakat pada umumnya yang suka dengan segala halnya tentang MRT. Nah, saya pun pernah membuat vlog pada saat pertama kali nyobain MRT beberapa bulan lalu.


Sebagai orang Indonesia tentunya saya merasakan kebanggaan dan sekaligus himbauan agar menjaga betul-betul apa yang telah dibangun. Jangan sampai MRT ini menjadi transportasi yang kurang nyaman akibat ulah penumpangnya sendiri. 

Siapa yang belum mencoba secara langsung MRT Jakarta? Hayo mumpung masih ada beberapa promo untuk beberapa perbankan. Oh iya, selain itu MRT Jakarta juga sangat praktis banget karena bisa menggunakan uang eletronik dari berbagai bank di Indonesia. 


Kalau Deket Jalanin Aja

"Ngapain sih jalan segala, emang ngga ada kerjaan apa?"

Duh, masih aja ada yang komentarin kalau misalnya jalan kaki kemana gitu. Padahal jalan kaki kan itu olahraga yang paling murah dan menyenangkan banget apalagi bisa juga memberikan angin segara dan ide segar kalau misalnya lagi membutuhkan banyak ide kayak saya yang selalu mencari inspirasi. Nah, dengan jalan kaki, maka kita jadi banyak tahu situasi sekeliling dan memberikan banyak peluang dan ide. 

Selain olahraga murah dan ide untuk kreatifitas, ternyata jalan kaki juga menjadikan tubuh ini lebih bugar. selain itu banyak banget manfaat jalan kaki seperti (Sumber dari doktersehat.com) adalah sebagai berikut :
  1. Memperbaiki postur tubuh.
  2. Meningkatkan energi. 
  3. Menurunkan berat badan.
  4. Meningkatkan kinerja otak. 
  5. Mengurangi gejala varises. 
  6. Menurunkan risiko penyakit kronis. 
  7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kalau saya mah pengennya agar tetap sehat sehingga jalan kaki atau lari kecil bisa jadi alternatif. Apalagi kalau misalnya transportasi publik juga sudah sangat memadai, maka tidak heran kalau sekarang ini banyak orang yang beralih ke transportasi publik dan banyak yang jalan kaki juga menuju halte atau stasiun. 


Kayaknya #KalauDekatJalaninaja ini sudah saatnya menjadi pilihan kita semuanya, namun memang masih perlu banyak perbaikan disana-sini terutama fasilitas atau trotoar untuk pejalan kaki yang nyaman yang sering kali masih diabaikan. Namun, sedikit demi sedikit sudah diperbaiki terutama di ruas jalan utama di Jakarta. 

Yuk jalannin aja kalau dekat ke transportasi publik. Ayo lebih sebaht dengan jalan kaki dan naik transportasi publik.

Informasi mengenai transportasi publik melalui
www.instagram.com/bptjkemenhub
  • Share

Dijamin Aman Pulang Larut Malam Pakai GOJEK

  • 4/30/2019 09:42:00 AM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments
salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Kadang kala ada rasa yang bagaimana gitu, apalagi ketika di Bali. Saya dibonceng sama teman perempuan karena saya tidak bisa naik sepeda motor. Sebagai laki-laki, runtuhlah semua harga diri yang telah dibangun selama ini.

"Man, beneran lo enggak bisa naik motor?"

"Sebetulnya bisa, tapi sudah lama banget enggak dipraktekin jadi agak kagok gitu lah."

"Mending belajar deh naik motor, biar bisa mboncengin kita."

Yup, belajar motor itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh waktu sih sebetulnya, dan saya termasuk orang yang enggak mau ribet ini dan itu. Kalau punya motor atau terpaksa banget harus pegang motor, barulah dengan semangat belajar. Intinya saya harus dipacu atau ada motivasi tersendiri untuk bisa naik motor. Kelihatannya sepele ya naik motor, tapi ada sesuatu trauma masa kecil yang masih tidak bisa dilupakan sampai saat ini. 

"Terus kalau ke mana-mana pakai apa?"

Biasanya setelah tahu bahwa saya tidak bisa naik motor, lalu mereka tidak lantas berhenti menanyakan dan memberikan pernyataan lainnya.

"Kalau sekarang sih enggak perlu khawatir lagi, sudah ada GOJEK."

Wajah mereka yang tadinya khawatir berubah seketika. 

"Oh iya ya, sekarang mah zamannya online semuanya termasuk ojek."

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Ternyata perbincangan ini tak terhenti, ada jeda namun tetap berlanjut dengan beragam pertanyaan lainnya. 

"Kalau pulang malam kan suka serem gitu, apalagi Jakarta gitu loh."

Mereka mengeryitkan dahi dan masih menyimpan rasa horor bukan karena takut kuntilanak ataupun pocong, mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Makanya, jangan lupa untuk update aplikasi GOJEKnya. Sekarang sudah ada fitur-fitur keamanan seperti Tombol Darurat di GO-CAR, Bagikan Perjalanan, dan sudah dicover perlindungan asuransi loh."

"Beneran lo, seriusan."

"Ya, ampun masa sih gue bohong. Enggak adalah tampang semanis ini jadi pembohong."

"Hahaha!"

Riuh tawa dan kegembiaraan ini ternyata hadir setelah #UninstallKhawatir

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Mungkin saja, saya bukan satu-satunya yang tidak bisa naik sepeda motor dengan lancar atau bahkan tidak berminat sekalipun untuk belajar dari awal. Namun, sekarang sudah sangat mudah dan praktis dengan GOJEK. 

Dahulu, saya pernah merasakan betapa beratnya menjadi pekerja kantoran dengan intensitas pulang larut malam yang tinggi. Banyak kekhawatiran dan banyak sekali ketidaknyamanan karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kejahatan malam di Jakarta memang membuat kita semua menjadi was-was. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Tetapi itu sudah OLD banget, sekarang sudah bisa #UninstallKhawatir dengan GOJEK karena kini sudah ada fitur-fitur keamanan Tombol Darurat di GO-CAR dan Bagikan Perjalanan serta perlindungan Asuransi GO-RIDE

"Lalu bagaimana dengan drivernya?" 

Drivernya pun sudah mendapatkan pelatihan atau training yang tidak ala kadarnya. 

"Beneran nih sudah ditraining?"

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

Yup, GOJEK bekerja sama dengan Rifat Drive Labs dalam penyelenggaraan pelatihan bagi para driver. Program RDL GOJEK diinisiasi Duta Keselamatan Berkendara, Rifat Sungkar. Dalam waktu 4 tahun terakhir, sekitar 300 ribu mitra pengendara GOJEK di 20 kota di Indonesia, sudah bergabung dalam program ini. Program ini masih terus berjalan dan diikuti sekitar 10 ribu mitra driver setiap bulannya. Program ini memberikan edukasi mengenai pengetahuan tentang tanggung jawab, kesabaran, dan empati; defensive riding; keselamatan berkendara; pre trip inspection, dan sesi praktek.

Selain itu, GOJEK memberikan edukasi kepada mitra driver melalui #TrikNgetrip. Program ini memberikan edukasi kepada mitra dengan cara yang menyenangkan mengenai memberikan pelayanan terbaik, dan tips dalam berkendara serta perjalanan.

Tak hanya itu, GOJEK menyelenggarakan serangkaian workshop dalam upaya meningkatkan keterampilan mitra driver melalui Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan kepada driver GOJEK dalam meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya. Untuk para mitra driver yang telah memberikan pelayanan prima dan kontribusi positifnya dalam masyarakat, GOJEK turut mengapresiasi dengan memberikan sebuah penghargaan, bernama Driver Jempolan. Penghargaan ini diberikan GOJEK untuk memotivasi para mitra driver untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini disematkan pada driver berupa pin pada jaket GOJEK mereka.

"Terus ada lagi yang baru untuk pelanggan. Kita bisa membagikan perjalanan kita?"

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek


Iya, Bagikan Perjalanan ini adalah fitur yang memungkinkan pengguna membagikan tautan kepada keluarga atau kerabat melalui Whatsapp, LINE, SMS, atau aplikasi bertukar pesan lainnya. Tautan berisi informasi berupa titik pick up dan drop off; informasi pengendara secara detail baik nama, nomor kendaraan, dan nomor pesanan; serta live location.

Dengan fitur ini, pengguna dapat merasakan keamanan karena perjalanannya dipantau oleh orang-orang terdekatnya. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek
    

Ada pula fitur Tombol Darurat. Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan rasa aman karena GOJEK menyediakan tombol yang dapat digunakan untuk keadaan atau situasi darurat. Tombol tersebut akan langsung terhubung pada Unit Darurat GOJEK yang siap melayani 24/7. Sehingga pengguna dapat merasakan keamanan karena GOJEK sudah menyiapkan pertolongan untuk kondisi terburuk. Kabar baik nih, Tombol Darurat udah bisa diakses customer GO-CAR seIndonesia. Semoga bisa segera diakses di GO-RIDE juga ya. Eh tapi semoga kita enggak pernah pakai fitur ini dan selalu aman di perjalanan ya

"Terus kalau terjadi kecelakaan, siapa yang akan menanggung biaya rumah sakit?"

Jika terjadi kecelakaan atau pencurian selama perjalanan, maka kita bisa memanfaatkan perlindungan asuransi. Tenang saja, perjalanan menggunakan layanan GO-RIDE kita dijamin kok dari titik penjemputan hingga lokasi tujuan. 

salmanbiroe - indonesian lifestyle blogger - pulang larut malam aman dengan gojek

"Wah, benar-benar ya saya sudah lupa sama trauma dan horornya perjalanan malam. Sudah yakin deh bakalan aman kalau pakai GOJEK.

Kami pun tertawa dengan riang karena sudah melupakan ketakutan dan horor yang terjadi ketika pulang larut malam atau bahkan dini hari. Bagi saya, rasa aman dan nyaman itulah yang dicari ketika melakukan perjalanan di kala orang lain sedang terlelap dalam mimpi-mimpi mereka.

Dan, sudah saatnya saya #UninstallKhawatir dengan menggunakan GOJEK. Oh iya jangan lupa untuk update aplikasi GOJEK sehingga bisa menggunakan fitur-fitur keamanan terbaru ini. 


  • Share

Cara Ampuh Mengatasi Macet Jakarta Dengan Aplikasi Moovit Selama Asian Games 2018

  • 7/29/2018 10:46:00 PM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

Asian Games sudah di depan mata, Jakarta dan Palembang berbenah bersiap menyambut event olahraga terbesar di benua Asia ini. Demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan, lalu lintas di Jakarta mau tidak mau harus direkayasa. Ganjil genap diperluas dan periodenya pun diperpanjang. Sebagai informasi, hampir seluruh negara yang menghelat event-event internasional khususnya olahraga melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya Olimpiade Beijing 2012 lalu. Beijing sebagai ibukota China raksasa baru perekonomian, mengalami masalah lalu lintas yang hampir dialami oleh semua negara berkembang, yaitu macet. Jika di Jakarta pengaturan hanya sebatas plat ganjil genap, Beijing lebih ekstrim pengaturan benar-benar berdasarkan nomer plat mobil. Misal angka 1 dan 2 hanya bisa melintas di Senin dan Rabu, angka 3 dan 4 hanya bisa Kamis dan Jumat, dan seterusnya. TIdak main-main, pelajaran dari Olimpiade ini diimplementasikan bahkan setelah pekan olahraga dunia tersebut berakhir.



Lalu, kenapa Jakarta sangat perlu rekayasa lalu lintas saat Asian Games 2018 ini?  Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Ibukota dan sekitarnya meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah. Namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang mempengaruhi arus lalu lintas. Kedua, ada standar internasional pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menerapkan syarat waktu tempuh atlet ke venue sekitar 30 menit dan kualitas udara yang baik, setidaknya  mengikuti baku mutu harian menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram per meter kubik atau  baku mutu  menurut WHO adalah 25 mikrogram per meter kubik.



Pasti ada pro kontra, tapi kita hampir tidak punya pilihan lain selain mengatur ulang lalu lintas dibarengi tentu saja penyediaan angkutan umum yang lebih memadai. Kebijakan meliburkan kegiatan ekonomi, pastilah bukan pilihan yang bijak. Bagi yang setiap hari berkendaraan umum, rekayasa lalu lintas ini bukan sebuah masalah besar. Jika diamati, di dunia maya, netizen yang tidak mendukung berasal dari mereka yang sudah nyaman dengan kendaraan pribadinya dan terlihat tidak mengenal transportasi publik di Jakarta. Citra kendaraan umum di Jakarta, sudah terlanjur melekat seperti tahun 1990an dan awal 2000an, yang kumuh, berdesak-desakan, tidak aman dan jauh dari kata nyaman. Sayang sekali masih ada anggapan seperti itu, transportasi publik di Jakarta memang belum sempurna, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa makin hari semuanya makin baik.

Tentu saja perlu dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan pribadi serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang berkunjung  ke event Asian Games. Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata). Menariknya, semua bus dengan trayek menuju venue akan digratiskan untuk masyarakat umum.



Penggunaan Teknologi

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan juga menyarankan para pengguna transportasi publik untuk menggunakan Moovit. Moovit adalah aplikasi transportasi publik yang bisa diakses dengan gratis Untuk bisa menggunakannya kita bisa melakukannya dengan dua cara, pertama mengunduh aplikasi moovit gratis di google play, kedua menggunakan moovit versi mobile. Dengan menggunakan aplikasi ini kita bisa melihat jadwal kereta dan bis, serta angkot. Selain itu juga bisa kita cek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga kita bisa dengan mudah menemukan rute di jakarta dengan cara paling efisien dan efektif. Selain menyediakan menu pemilihan moda transportasi paling cepat ke suatu tujuan, moovit juga memiliki beberapa feature keren:




- Ada notifikasi jika kita sampai di suatu halte, atau tujuan atau ketika harus berpindah moda, sehingga kita tidak perlu khawatir dan terus menerus mengecek kita sdh sampai halte mana saat berkendara.
- terdapat informasi jarak total yg ditempuh, jarak antar halte, maupun jarak antara satu moda dengan moda yang lain jika perjalanan harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
- terdapat informasi berapa lama kita harus menunggu suatu moda transportasi sampai moda tersebut sampai

Bagi yang tetap akan berkendaraan pribadi, BPTJ pun memfasilitasi melalui kerja sama dengan Google Indonesi dimana Google Map telah disinkronkan dengan kebijakan ganjil genap . Aplikasi  ini akan memberikan informasi mengenai rute  mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar jalur ganjil genap. Pengguna juga akan mendapatkan informasi waktu tempuh yang dibutuhkan jika melalui jalur alternatif.  Jika mendapatkan hambatan, pengguna dapat berganti menggunakan kendaraan umum dan cari tahu rutenya melalui Moovit.



Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan tersedianya fitur tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi. 
Nah, sudah banyak kemudahan yang ditawarkan, bukan? Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukun Asian Games 2018

Ayo Indonesia!



  • Share

Yuk Naik Bus Dan Transportasi Publik Di Jakarta

  • 4/21/2018 12:23:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Saya itu orangnya ngga mau ribet, pengennya praktis dan simple. Tapi, kalau misalnya dikasih opsi untuk dua hal misalnya mau naik bus atau ojek online, untuk saat ini saya masih akan memakai ojek online. That's the reality. Namun, tahu ngga kalau BPTJ atau Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ini melakukan pembenahan di segala hal dan dimulai beberapa tahun ini. 

Saya baru tahu kalau BPTJ inilah yang melakukan pengelolaan termasuk TransJakarta, KRL dan Bus. Tak semudah yang dibayangkan untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, diperlukan pengelolaan dan membangun kebiasaan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya yang sering menggunakan kendaraan pribadi untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari. 

Bayangkan saja, jika setiap rumah memiliki kendaraan roda empat lebih dari dua dan setiap harinya melakukan aktivitas dengan kendaraan tersebut, berapa banyak kendaraan yang memenuhi jalan-jalan di Jakarta? Coba hitung dengan seksama ada berapa kendaraan? Tentunya sangat banyak. Saya tak bisa membayangkan betapa penuhnya jalanan di Jakarta. 


Gaya hidup adalah kebiasaan yang harus dijangkau oleh pengelola transportasi publik, namun memang sebaiknya pembuat kebijakanlah yang mengatur secara tegas, agar kendaraan pribadi lebih sedikit digunakan dan beralih ke transportasi publik. Namun, masalah transportasi publik belum menunjukan titik terang. Masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, namun saya optimis jika dalam beberapa tahun mendatang transportasi publik akan menjadi primadona, asal pengelola mampu melaksanakan tugas dengan kerja keras.

Jepang, menurut saya adalah role model untuk transportasi publik. Orang Jepang menyukai transportasi publik karena sangat tepat waktu dan sudah sejak dini menggunakan transportasi publik. Selain Jepang, negara tetangga seperti Singapura pun perlu kita jadikan contoh dalam mengelola transportasi publiknya yang bagus. Memang penduduk Jakarta sangatlah banyak dibandingkan Tokyo ataupun Singapura, namun dengan perbaikan, Jakarta akan menjadi kota dengan transportasi publik yang nyaman. 


Nah, bagi yang mau naik bus atau KRL dengan nyaman, saya punya tipsnya untuk kamu nih.

Naik Lebih Pagi atau Lebih Malam

Jika ingin naik transportasi publik, pastikan lebih pagi atau lebih malam atau menghindari jam sibuk seperti berangkat kantor dan pulang kantor.

Siapkan Electronic Card

Siapkan electronic card untuk pembayaran pada saat di halte atau stasiun. Jangan sampai tertinggal dan menjadikan hari-harimu berantakan. 

Maps is the key

Peta rute atau maps sangat penting karena pada saat di halte atau stasiun atau di kendaraan, keadaan akan sangat padat dan bisa jadi kamu akan tersesat. 

Ikuti Peraturan Di Transportasi Publik

Jangan makan dan minum di transportasi publik karena sudah ada aturan dan akan ada sanksi. Jangan sampai aturan tersebut malah kamu langgar dan mendapat sanksi yang berat dari petugas. 

Hati-hati

Transportasi publik ini memang digunakan segala strata sosial, maka berhati-hatilah dengan semua orang yang belum dikenal. Jangan sampai kamu jadi korban pencopetan atau pelecehan seksual yang sering kita dengar melalui berita. 


Dan, akhirnya memang pada akhirnya transportasi publik adalah pekerjaan bersama mulai dari pengelola dan pengguna. Tidak akan berhasil jika kerja yang dilakukan pengelola tidak dilakukan oleh pengguna dengan baik. 

Jika sangat berat melakukan perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, mulailah dengan 1 hari dalam seminggu menggunakan bus atau KRL. Atau minimal sekali dalam 1 bulan, cobalah dan nikmati betapa enaknya melihat kehidupan disekitar kita yang semakin menarik. Siapa tahu dengan naik kendaraan umum, kita dapat relasi, jodoh atau kesenangan yang tidak bisa di beli oleh uang.


Terima kasih Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang telah berdiskusi dengan kami, pengguna transportasi publik. Sebuah sarana yang hebat untuk membuat transportasi publik di Jabodetabek makin bagus dan dicintai penggunanya. Yuk kita naik bus dn transportasi publik di Jabodetabek. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi? 
  • Share