salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
    • Home
    • About Me
    • Contact Me
    • Tekno
    • Film
    • Travel
    • Food

    Di penghujung akhir tahun 2024, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) telah mengambil langkah besar dengan memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) Manufaktur di Jawa Barat untuk masuk dalam rantai pasok industri nasional. Kolaborasi ini diwujudkan dengan mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Bandung yang resmi dikukuhkan pada tanggal 20 Desember 2024 lalu. 

    LPB Bandung didirikan hasil kerjasama antara YDBA dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pendirian lembaga ini bertujuan untuk memberikan program pembinaan yang mencakup pelatihan, pendampingan, fasilitas pemasaran, dan pembiayaan IKM di bidang Manufaktur, Kerajinan dan Kuliner di Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.

    YDBA Hadirkan Program Pembinaan dan Dukungan Industri Kecil Menengah di Bandung dan Jawa Barat

    Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Bandung dirancang sebagai pusat pembinaan terintergrasi untuk membantu IKM memahami dan memenuhi standar kualitas dari industri besar. Yayasan Dharma Bhakti Astra meyakini bahwa keberadaa Lembaga Pengembangan Bisnis ini akan menjadi jembatan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) memenuhi standar kualitas pasar nasional hingga menjadi rantai pasok serta berperan lebih besar dalam perekonomian nasional. 

    Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) didirikan oleh PT Astra International Tbk pada 2 Mei 1980 sebagai wujud komitmen Astra dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). YDBA fokus pada pembinaan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi di berbagai bidang, termasuk manufaktur, kerajinan, dan kuliner. Dengan filosofi "Catur Dharma Astra," YDBA bertujuan meningkatkan daya saing UMKM agar mampu berkontribusi pada perekonomian nasional dan menjadi bagian dari rantai pasok industri.


    Sejak awal 2024, sebanyak 28 IKM logam yang berada di Lingkungan Industri Kecil (LIK) UPTD Logam Jawa Barat telah mengikuti serangkaian program pembinaan, antara lain:
    • Pelatihan Mentalitas Dasar: Membentuk pola pikir kewirausahaan yang tangguh.
    • Manajemen 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin sebagai penunjang produktivitas dan efisiensi manajemen.
    • Pelatihan Perhitungan Biaya dan Pengukuran: Meningkatkan efisiensi biaya produksi dan akurasi produk. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi IKM sehingga siap bersaing di pasar industri.

    Industri  Kecil Menengah Jawa Barat Menuju Rantai Pasok Nasional

    Sumber gambar : kompas.com

    Dalam peresmian LPB Bandung, YDBA dan Disperindag Jawa Barat menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembinaan IKM di wilayah Bandung. Selain itu, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara YDBA, perusahaan tier 1 PT Astra Honda Motor, dan IKM binaan, yang didukung oleh PT Astra Honda Motor sebagai Agen Pemegang Merek (APM) industri otomotif roda dua di Indonesia. Sebanyak delapan IKM dipercaya untuk memasok produk mereka ke enam perusahaan tier 1 PT Astra Honda Motor. 

    Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, berharap para IKM dapat memanfaatkan LPB sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan produk sesuai dengan kualitas, biaya, dan pengiriman yang dibutuhkan oleh pelanggan mereka. 

    Kepala Disperindag Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi program MITIGASI (Kemitraan Industri Terintegrasi) dan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi IKM di Bandung, khususnya yang berada di LIK UPTD Logam, sehingga dapat menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan besar. 

    Dengan adanya LPB Bandung, diharapkan sebagai pusat pembinaan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jawa Barat. Melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran, LPB Bandung membantu IKM memenuhi standar kualitas industri besar. 

    Dengan masuknya IKM ke rantai pasok nasional, diharapkan mereka dapat berkontribusi lebih signifikan dalam perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

    Continue Reading
    UMKM Export Brilianpreneur (Dok. pribadi : salmanbiroe.com)

    Jika tidak melihat produk yang dipajang pada UMKM Export Brilianprenuer, maka tak seorang pun tahu bahwa ini adalah produk UMKM berkualitas ekspor, bahkan beberapa diantaranya telah beredar di pasar internasional. Indonesia patut berbangga dengan beberapa produk ekspor seperti mie instan, elektronik, kopi, kebaya, batik dan kain tenun. 

    Kain tenun asal Nusa Tenggara Timur mendunia berkat salah satu brand ternama di dunia menggunakan kain ini dalam mahakaryanya. Selain itu, banyak fashion desainer yang menampilkannya dalam peragaan busana kelas dunia. Kain tenun kini dikenal lebih luas di dunia internasional. 

    Di balik ketenarannya, pengrajin kain tenun membutuhkan waktu lama, proses dan pewarnaan alami serta keterbatasan modal dan pemasaran, Sanggar Doka Tawa Tana tetap berjalan sebagai pelestari warisan tenun khas Indonesia Timur. 

    Sanggar Doka Tawa Tana: Pelestari Warisan Tenun 

    Seorang Ibu menenun di UMKM Export Brilianpreneur 
    (Dok. pribadi salmanbiroe.com)

    Wa'e Heleng Jaga Agang Nian Tanah, sebuah nyanyian diciptakan oleh Cletus Beru Lege Lora dari Sanggar Doka Tawa Tana, Umauta, Flores. Bersiaga di pintu gerbang kampung halaman agar terhindar dari penyakit atau pengaruh buruk masuk kampung halaman, begitulah makna tersirat dan begitu mendalam. Lagu ini lahir pada saat badai pandemi menerpa dan berimbas dengan perekonomian terutama pengrajin kain tenun. Namun, pandemi tak menyurutkan semangat UMKM kain tenun di kabupaten Sikka dengan tetap menjalankan pekerjaan dan dibantu oleh BRI terutama dalam hal modal dan pemasaran. 

    "Dari kami belum ada, nenek moyang kami sudah punya tenun."

    Bapak Cletus Beru, ketua kelompok Sanggar Doka Tawa Tana dari Kampung Dokar menceritakan bahwa tradisi menenun sudah turun temurun dari nenek moyang, dilanjutkan sampai sekarang oleh perempuan di kampung tersebut. 

    "Tenun digunakan dari lahir sampai meninggal."

    Kain tenun disebut sebagai pakaian adat dari manusia tersebut lahir ditutupi kain sehingga meninggal. Pada momen-momen adat dan seremonial, kain tenun pun merupakan pakaian yang wajib digunakan. 

    Bapak Cletus Beru, Ketua Kelompok Sanggar Doka Tawa Tana
    (Dok. Pribadi : salmanbiroe.com)

    "Saat orang tua menenun, anak-anak dilibatkan. Bahkan anak saya dari SMP sudah bisa menenun."

    Kebiasaan orang tua menenun diajarkan langsung ke anak perempuan, sebagai pewaris tradisi. Selain itu, keahlian ini harus dimiliki seorang perempuan agar dilirik oleh calon suami dan mertua melalui hasil kain tenun yang dibuat. Tradisi ini masih dijaga sampai saat ini. 

    Kemudian, seorang wanita di sela-sela mengurus anak dan suami, masih sempat melakukan pekerjaan tenun. Pengrajin kain tenun membutuhkan waktu cukup lama dalam membuat selembar kain sekitar 3-6 bulan. Tak hanya itu, proses pembuatan yang menggunakan proses dan pewarna alam mulai dari pencelupan, pewarnaan dan pencucian hingga dihasilkan sebuah kain tenun.   

    Permintaan pasar cukup banyak, namun karena proses pembuatan kain tenun masih menggunakan peralatan tradisional dengan cara alami, maka dibutuhkan waktu untuk memenuhi permintaan dari pelanggan tersebut. Beruntung, Pak Cletus bertemu dengan BRI pada tahun 2018. Semenjak saat itu, BRI memberikan perhatian lebih terutama dalam hal modal dan pemasaran. 

    Mendukung Kearifan Lokal: Peran BRI dalam UMKM Tenun Timur Indonesia

    Kain tenun yang dimodifikasi oleh Fashion Designer
    (Dok pribadi : salmanbiroe.com)

    Dokar, sebuah kampung di Kabupaten Sikka biasanya didatangi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara. Wisatawan sangat tertarik dengan proses menenun dari mulai proses pencelupan, pewarnaan dan pencucian. Tak hanya itu, arti setiap warna yang dihasilkan dari bahan alami pun membuat wisatawan selalu terpana dengan penjelasan seorang pengrajin tenun. 

    Sanggar Doka Tawa Tana terbentuk disekitar tahun 1960-an, saat itu orang tua Bapak Cletus merupakan pemuka adat sekaligus ketua kelompok. Saat ini sanggar ini telah beranggotakan sekitar 380-an orang, yang merupakan penduduk Kampung Umauta. Selain menenun, sanggar ini memiliki keahlian seperti menari dan bernyanyi dalam iringan musik tradisional, biasanya kelompok ini akan tampil dalam pernikahan dan ritual adat lainnya. 

    Produk kain tenun dijual pada saat kunjungan wisatawan dan sesuai dengan permintaan dari pelanggan yang telah membeli sebelumnya. Selain itu, produk dikirimkan ke Jakarta, Singapore, Malaysia, Australia dan beberapa negara lain. Namun, karena produksi masih mengandalkan peralatan tradisional dan pemasaran pun masih konvensional sehingga permintaan pasar pun tidak dapat dipenuhi dengan maksimal. Permasalahan krusial lainnya adalah terbatas modal usaha karena mata pencaharian utama masyarakat sekitar adalah petani dan peternak. 

    Kain Tenun dari Doka Tawa Tana
    (Dok. Pribadi : salmanbiroe.com)

    Semenjak menjadi UMKM binaan BRI, kelompok tenun mengalami banyak perbaikan terutama dalam permodalan usaha. Sebelum memberikan modal usaha, BRI melakukan berbagai kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan atau manajemen keuangan untuk modal, pemanfaat dan pengembaliannya. 

    "BRI itu sangat luar biasa, karena sangat terbuka. Tidak menginginkan memberikan pinjaman untuk mendapatkan agunan, namun hanya sebagai syarat. Yang dipentingkan adalah meningkatnya suatu usaha," Cerita Bapak Cletus. 

    Bapak Cletus juga membandingkan bagaimana cara BRI yang kekeluargaan dalam hal penagihan, tidak seperti lainnya yang layaknya rentenir. Jika terjadi permasalahan kredit macet dalam kondisi ekonomi sedang sulit, maka dicarikan solusi seperti diberikan bunga yang rendah dan keringanan lainnya. Masyarakat kampung Dokar pun memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) baik mikro maupun kecil untuk modal usaha baik usaha tenun dan mata pencaharian lain. 

    BRI memiliki andil dalam pembenahan manajemen baik permodalan, pengelolaan dan pemasaran. Berkat hal tersebut, Doka Tawa Tana, Desa Umauta berhasil menjadi Desa Wisata terbaik kedua pada tahun 2022. Selain itu, Kelompok tenun pun berhasil mendapat penghargaan sebagai juara kedua dalam UMKM Brilianprenuer pada tahun 2021 silam. 

    Kontribusi BRI dalam Pemberdayaan UMKM di Indonesia 

    Produk UMKM dalam UMKM Export Brilianprenuer
    (Dok. pribadi : salmanbiroe.com)

    Bapak Cletus merupakan salah satu dari ratusan UMKM di Export Brilianpreneur yang merasakan peran BRI. Tercatat sekitar 700 UMKM yang ikut dalam event UMKM terbesar di Indonesia dalam mempromosikan produk lokal yang berdaya saing internasional dan kualitas export. Terdapat lima kategori yaitu home decor & craft, food & beverage, accessories & beauty, fashion & wastra dan health care/wellness. 

    Menurut Kadin Indonesia, pada tahun 2023 jumlah UMKM tercatat mencapai sekitar 66 juta, dengan kontribusinya sekitar 61 % dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia yaitu setara dengan 9.580 Triliun. Dengan besaran tersebut, UMKM memiliki porsi cukup besar dalam perekonomian Indonesia 

    Sumber gambar : kadin.id

    Saat ini, ekosistem digital pun digalakan untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM baik di dalam maupun luar negeri. Permasalahan UMKM yang berkutat dengan permodalan, pemasaran, kualitas produk dan lain-lain segera dicarikan solusi dan didorong percepatan agar berdaya saing dan berkualitas ekspor. 

    Sumber gambar : Kadin.id

    Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan dalam beberapa tahun mendatang setidaknya sekitar 25-30 juta UMKM telah memasuki pasar digital sehingga bisa bertransformasi dan melek digital. Dengan digitalisasi, UMKM telah siap dengan persaingan secara global, dan otomatis meningkatkan standarisasi, efisiensi operasional, peningkatan produktivitas dan perluasan jangkauan pasar. 

    Sesuai dengan perjalanan BRI, sebagai bank yang berkontribusi dan berkomitmen dengan UMKM memiliki kerangka pemberdayaan mulai dari dasar, integrasi dan interkoneksi. Hal ini direalisasikan dengan memberdayakan tenaga pemasar mikro yang memiliki peranan penting sebagai financial advisor dalam wilayah penugasan di seluruh pelosok negeri. 

    Kontribusi BRI sebagai salah satu perbankan yang melayani seluruh pelosok negeri dengan program-program pemberdayaan seperti Desa BRILiaN, Klasterku hidupku, Figur Inspiratif Lokal (FIL) hingga Linkumkm sebagai platform digital. 

    Dok. Pribadi

    Desa BRILiaN, sebuah program pemberdayaan dengan 4 pilar utama yaitu sustainability, digitalisasi, inovasi, dan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Setidaknya sekitar 3.100 desa telah menjadi desa sejahtera karena peningkatan ekonomi masyarakat melalui manajemen pengelolaan keuangan. Program Desa BRILiaN ini telah dilakukan semenjak tahun 2020. 

    Selain itu, Klasterku hidupku ini fokus kepada kelompok usaha. Sebanyak lebih dari 23.200  kelompok usaha mikro telah menjadi binaan. Tak hanya itu, sebanyak 1.800 kelompok usaha telah diberikan pelatihan dan bantuan sarana dan prasarana produktif sehingga lebih mendorong kelompok usaha menjadi lebih maju dan berkembang. 

    Figur Inspiratif Lokal (FIL)  berusaha menghadirkan sosok ahli dalam berbagai bidang melakukan pelatihan dan sertifikasi untuk menjadi pendamping pelaku UMKM. Program ini berfokus pada one stop solution kepada pelaku usaha mikro baik dalam bidang keuangan maupun non keuangan sesuai dengan kebutuhan UMKM. Setidaknya terdapat lebih dari 890 FIL di seluruh Indonesia yang sudah mendapatkan sertifikasi pendamping UMKM. 

    Sebagai sarana digitalisasi, BRI menghadirkan Linkumkm sebagai  platform pemberdayaan online yang menyediakan berbagai modul pelatihan dan self assessment. Platform ini bertujuan agar UMKM naik kelas dengan berbagai pelatihan yang ada. Apalagi di era digitalisasi saat ini, masyarakat telah melek internet sehingga pelaku UMKM pun sudah seharusnya mempercepat proses digitalisasi. Hingga saat ini setidaknya terdapat 6,1 juta pelaku UMKM yang memanfaatkan pemberdayaan melalui platform Linkumkm. 

    UMKM Export Brilianpreneur : Mendorong UMKM Naik Kelas dan Mendunia

    Dok. Pribadi

    UMKM Export Brilianpreneur, sebuah event BRI yang memberikan wadah bagi UMKM naik kelas dan go global. Dari ribuan pendaftar, hanya sekitar 700 UMKM terkurasi, 153 UMKM merupakan Local Heroes yang menjadi contoh dan market leader yang dapat memperluas jaringan dan berkolaborasi dengan UMKM lain. 

    Acara ini tak hanya menghadirkan UMKM dari Indonesia, melainkan 25 negara lain pun hadir dengan nilai bisnis pun naik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022 misalnya, nilai transaksi bisa mencapai 76,7 juta dollar Amerika Serikat, sedangkan tahun 2023 telah mencapai 80 juta dollar. Dengan transaksi ini secara langsung menghadirkan peluang go global dan dikenal secara luas di dunia internasional. 

    Tak heran dengan slogan BRI BRILiaN dan Cemerlang, sebagai solusi financial yang inovatif, berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat dan pemangku kepentingan. Terbukti dengan peran BRI sebagai salah satu bank pemberdayaan UMKM di Indonesia. 


    Referensi : 
    - https://kadin.id/data-dan-statistik/umkm-indonesia/
    - https://www.bri.co.id/detail-news?title=digitalisasi-berbasis-ekosistem-meningkatkan-daya-saing-dan-adaptasi-pasar
    -https://www.bri.co.id/detail-news?title=bri-umkm-expo-rt-brilianpreneur-program-terintegrasi-bri-berdayakan-umkm-masuk-pasar-global

    Continue Reading

    CV-Anugrah-Jaya-Mandiri-Pabrik-Bogor

    Pohon rindang, walaupun musim kemarau tetap menjadi pelindung bagi tanaman-tanaman kecil dibawahnya. Seperti itu pula, perjalanan dari CV Anugrah Jaya Mandiri dari UMKM kecil, kini tumbuh menjadi perusahaan yang memberdayakan masyarakat sekitar. Pak Agus Mulyana, pendiri perusahaan ini awalnya tidak percaya diri untuk menjadi bagian dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), namun dengan bekal keyakinan dan kenekatan, akhirnya pada tahun 2016 secara resmi menjadi UMKM binaan YDBA. 

    Pohon itu belum rindang, namun tetap tumbuh. Mulanya Pak Agus Mulyana mengeluti bidang kuliner, namun karena belum membuahkan hasil, akhirnya memberanikan diri memulai usaha dibidang yang baru yaitu Wire Part Bending (Automotive). Usaha ini merupakan usaha sanak saudara, bahkan Pak Agus tidak memiliki pengalaman sama sekali. 

    CV Anugrah Jaya Mandiri, Berawal Dari Ruangan 4 x 5 Meter 

    Anugrah- Spring-CV-Anugrah-Jaya-Mandiri
    Pabrik Anugrah Spring tahun 2010 (Doc. : Profile AJM 2010-2024)

    UMKM yang bergerak dalam Supplier dan Manufaktur Wire Part Automotive Component dan Proses Stamping untuk elektronik dan electric Component ini bermula dari ruangan dengan ukuran 4 x 5 meter. Ruangan ini pun menampung produksi dengan kondisi dibawah ruangan tersebut, septic tank. Jika hujan tiba, maka terbayang bagaimana kondisi ruangan bocor dan kotor. 

    Dengan kondisi seperti itu, Pak Agus tetap melanjutkan usahanya yang dulunya merupakan usaha yang dirintis oleh Alm. Bapak Cucun Sukmaja, orang tua dari Pak Tatang Arifin dan Ibu Sandra Susanti. Pada tahun 2012, inilah ketiganya mendirikan CV Anugrah Jaya Mandiri. Mulanya hanya mengerjakan Spring Zig-zag dan spring coil, kini merambah ke produk Wire Part Bending.  

    Akhirnya pada tahun 2011 pindah ke ruangan yang lebih besar sekitar 90 m2, dan kemudian terus berkembang dan ketempat yang lebih luas untuk menapung seluruh mesin dan hasil produksi. Awal merintis pun, karyawan hanya berjumlah 3 orang dan kemudian berkembang menjadi 6 orang. 

    "Pada tahun 2012, karyawan saya hanya 6 orang. Dan, saat itu belum berani mendaftar ke YDBA," Ungkap Pak Agus Mulyana di Kantor YDBA, Jl. Gaya Motor 1 No. 10, Sunter. 

    CV-Anugrah-Jaya-Mandiri-2012
    Pabrik Anugrah Spring tahun 2012 (Doc. : Profile AJM 2010-2024)

    Produksi pun masih mengandalkan mesin manual dan mulai dengan 4 jenis produk dengan melayani 1 customer saja. Usaha ini pun dimulai dengan modal yang tak sampai 1 juta Rupiah. Walaupun tidak memiliki pengetahuan dalam bidang usaha, Pak Agus belajar dari kolega sampai akhirnya mampu memproduksi produk tersebut. 

    "Terkadang ada perasaan takut dan tidak percaya diri sebelum mendaftar ke YDBA," Pak Agus Mulyana mengungkapkan saat sebelum proses mendaftar ke YDBA. 

    Perasaan takut dan tidak percaya diri itu hanya pikiran saja, dan hal itu ditepis saat proses pendaftaran. Dan, akhirnya ketakutan itu pun tidak terjadi, pada tahun 2016, CV Anugrah Jaya Mandiri resmi bergabung sebagai binaan YDBA sebagai UMKM Madya. 

    "Menjadi binaan YDBA itu sangat mengguntungkan. Banyak untungnya, mulai dari pelatihan, pendampingan, dan networking," Puji Pak Agus Mulyana. 

    Pendampingan-Pelatihan-YDBA
    Pendampingan dan Pelatihan YDBA (Doc : CV Anugrah Jaya Mandiri)

    Semenjak bergabung dengan YDBA, bukan hanya pelatihan saja yang diberikan, melainkan pendampingan dan networking. Sejalan dengan program Ayah Angkat dari YDBA. Program ini memberikan pembinaan kepada UMKM agar menghasilkan produk sesuai dengan standar quality, cost, delivery(QCD) yang ditetapkan oleh Ayah Angkat, dan memberikan kesempatan UMKM untuk menjadi vendor/supplier setelah produk tersebut memenuhi QCD. 

    Selama ini menjalankan usaha, Pak Agus hanya mengandalkan pembelajaran dari keluarga dan kolega, dan kini mendapatkan beragam pelatihan. Pelatihan ini merupakan pengetahuan manajemen dalam menjalankan usahanya. Awalnya Pak Agus belum mengetahui lebih dalam secara manajemen, tergambar dalam struktur manajemen perusahaan dan tata kelola perusahaan yang masih ala kadarnya. Berkat pelatihan ini, perlahan mulai membenahi dalam berbagai hal. 

    Beberapa pelatihan yang diikuti oleh CV Anugrah Jaya Mandiri : 
    1. Basic Mentality 
    2. Keuangan
    3. Marketing
    4. 5R 

    Bukan hanya 1-2 kali dalam setahun namun pelatihan yang dilakukan oleh YDBA ini dilaksanakan hampir setiap bulan dengan berbagai tema mulai dari keuangan, marketing, Quality Control, 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin), dan lainnya. Berkat rajin mengikuti pelatihan, tata kelola perusahaan semakin teratur, kualitas produk meningkat, customer bertambah dan omset penjualan pun melambung naik berkali-kali lipat dari tahun 2016.  

    Badai Cobaan Pandemi Dan Menjadi UMKM Mandiri YDBA

    Agus-Mulyana-CV-Anugrah-Jaya-Mandiri
    Pak Agus Mulyana, Direktur CV Anugrah Jaya Mandiri (Doc: Pribadi)

    Pada tahun 2018, kembali dilakukan assessment dan hasilnya sangat mengembirakan, dari semula Madya kini berstatus sebagai UMKM Pra Mandiri. Sebuah peningkatan signifikan dari segala aspek seperti operasional yang excellence. Jumlah karyawan pun bertambah menjadi 8 orang, dari sebelumnya hanya 6 orang. 

    Tak disangka Pandemi datang saat perusahaan mulai menanjak naik. Tentu saja pandemi secara tak langsung berdampak pada penurunan omset, namun berkat pembekalan pelatihan dan networking yang dilakukan oleh YDBA, CV Anugrah Jaya Mandiri masih tetap bertahan berkat penanganan manajemen perusahaan dan efisiensi produksi serta perluasan jaringan customer. Hal ini patut disyukuri karena beberapa perusahaan lain tidak berhasil bertahan dan gulung tikar. 

    "Saat pandemi, YDBA terus memantau dan bertanya bagaimana kondisi di tengah pandemi seperti ini," Cerita Pak Agus Mulyana saat diterjang badai pandemi dan berhasil bertahan. 

    Setahun kemudian, tahun 2021, walaupun pandemi belum usai, CV Anugrah Jaya Mandiri mendapatkan predikat sebagai UMKM Mandiri oleh YDBA. Perjalanannya terbilang cukup mulus dari UMKM Madya di tahun 2016, dan 5 tahun kemudian menjadi UMKM Mandiri serta kini menjadi pilar pemberdayaan masyarakat di sekitar Jakarta dan Bogor. 

    "Kalau dihitung-hitung dengan karyawan 30 orang, saya telah membantu 90 orang jika karyawan memiliki anak dan istri," Jelas Pak Agus Mulyana. 

    Produk-CV-Anugrah-Jaya-Mandiri
    Beberapa Produk CV Anugrah Jaya Mandiri (Doc : Company Profile CV Anugrah Jaya Mandiri)

    Kini jumlah karyawan pun bertambah menjadi 60 orang, dari dulu yang hanya berjumlah 3 orang saja. Jenis produk pun berkembang dari 4 jenis, kini hampir 150 jenis produk yang diproduksi untuk sekitar 15 customer. Salah satu customer dari Jepang pun bahkan mengajak kerja sama dalam pengadaan spare part. Sebuah pencapaian yang luar biasa dalam perjalanan 10 tahun lebih usaha ini berlangsung. 

    "Seperti yang disampaikan Pak Sam, jika ada label Astra, maka gampang mendapatkan orderan," Pak Agus Mulyana dengan bangga memasang sertifikat UMKM Mandiri dari YDBA di kantornya. 

    Kapasitas produksi pun jauh berkembang dari hanya 1 ribu pcs per bulan karena belum dikenal dan tidak luasnya jaringan, kini mampu menghasilkan sekitar 3 juta pcs. Produk yang dihasilkan berupa Wire Part Automotive Component dan Proses Stamping untuk elektronik dan electric Component. 

    "Bagi UMKM yang masih khawatir mendaftar, jangan ragu bergabung dan maju bersama YDBA."

    Pak Agus Mulyana mengajak seluruh UMKM di Indonesia untuk bergabung dengan YDBA, sebuah wadah binaan yang kompeten dan berdaya saing. Ia mengaku telah mengajak rekannya untuk mengikuti jejaknya menjadi bagian dari YDBA. 

    Setelah mencapai kesuksesan, tentu saja dibalik itu terdapat rintangan yang belum banyak yang tahu. Umumnya perusahaan akan mengalami fase 6 bulan, 2 tahun, 7 tahun dan 10 tahun. Dalam proses tersebut dibelakangnya, Pak Agus didorong oleh sosok istri yang selalu mendukung dan memberikan semangat. 

    Dalam perjalanannya, banyak rintangan seperti keuangan yang semakin meningkat tentu saja mendorong siapapun terlena, dan Pak Agus pun menghalaunya dengan memisahkan keuangan pribadi dan perusahaan. Disamping dari dalam, faktor eksternal pun ternyata cukup banyak, seperti wanita dan badai pandemi yang datang tiba-tiba. Beruntung dalam 10 tahun menjalankan usaha, pada saat pandemi perusahaan mampu bertahan bahkan bisa membayarkan THR Karyawan secara penuh. 

    Rencananya, CV Anugrah Jaya Mandiri akan memperluas usaha dengan membuka pabrik baru di daerah Kertajati pada tahun 2025 mendatang. Selain itu, Pak Agus Mulyana bercita-cita menjadi rantai pasok utama bagi ASTRA dan menjadi tier 1 dalam lini bisnis ASTRA.  

    Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Pohon Rindang Yang Menaungi 

    Founding-Father-Astra- William-Soeryadjaya
    Founding Father Astra - Bapak William Soeryadjaya (Doc: https://biografi-pengusaha-muda.blogspot.com/)

    Tak hanya berbisnis, namun William Soeryadjaya, Founding Father Astra memiliki cita-cita menjadikan Astra sebagai Pohon Rindang yang memiliki buah lezat, tempat banyak orang bisa bernaung dibawahnya dan menikmati buahnya. William ingin Astra sejahtera bersama Bangsa dan diwujudkan dalam 4 Pilar yaitu Astra Hijau, Astra Sehat, Astra Cerdas dan Astra Kreatif.

    Dengan Astra Kreatif, Astra terus meningkatkan dan menggali potensi lokal untuk membuka peluang usaha kreatif di Masyarakat. Dengan semangat Astra Kreatif inilah diwujudkan dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan sebagai landasan dari Pohon Rindang yang menaungi sekitarnya serta mewujudkan Catu Dharma pertama ASTRA yaitu ”Menjadi Milik yang bermanfaat bagi Bangsa dan Negara”. 

    "Menjadikan Astra bagaikan pohon yang rindang, untuk mengimplementasikan Catu Dharma pertama ASTRA." Jelas Bapak Rahmat Samulo, Ketua Board of Executive dari YDBA. 

    "Astra memberikan perhatian bukan hanya bisnisnya saja, namun menyangkut kesejahteraan rakyat kecil," Imbuhnya. 

    Bapak Rahmat Samulo, Ketua YDBA (Doc : pribadi)

    YDBA dibentuk sebagai institusi yang terbaik di bidang pembinaan dan pengembangan UMKM di Indonesia. Tidak hanya UMKM yang berkaitan langsung dengan Astra, namun UMKM lain pun akan dibina dan dikembangkan. Selain itu, mengembangkan UMKM penunjang rantai nilai bisnis dan mengembangkannya sesuai dengan kompetensi Astra Group dan Stakeholder. 

    Dari semenjak YDBA didirikan pada 2 Mei 1980, saat ini sekitar 13 ribu UMKM telah dibina dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 74 ribu. Dengan penyerapan tenaga kerja ini membantu dan membuka lapangan pekerjaan dan perekonomian di seluruh Indonesia. Selain itu, YDBA mampu melahirkan 262 UMKM Mandiri dan menaikan kelas 1.013 UMKM di Indonesia. 

    CV Anugrah Jaya Mandiri, salah satu binaan YDBA dan telah menjadi UMKM Mandiri yang berdaya saing dan berkualitas. Jaringan dan customernya pun kini dari berbagai negara.  Perusahaan ini masuk dalam sektor Manufaktur yang dibina oleh YDBA dan #SiapBeraksiUntukNegeri .

    Produk-UMKM-Binaan-YDBA
    Doc : Pribadi

    Selain manufaktur, sektor lain adalah Bengkel Umum. Bengkel umum dibina agar pelayanannya professional dan manejemen terstruktur seperti bengkel resmi dari Toyota, Isuzu dan lainnya. Selanjutnya sektor kuliner dan kerjinan yang dibina untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya. 

    Untuk sektor pertanian, perusahaan menciptakan nilai tambah dengan menerapkan metode khusus, seperti pada budidaya buah naga yang meningkatkan hasil panen. Di Puncak, petani didorong untuk beralih ke pertanian organik, yang meningkatkan harga jual hingga 10-15 kali lipat. Mereka juga diajarkan untuk menggunakan kompos, mengurangi biaya produksi, dan dijodohkan dengan pembeli yang mencari produk organik, baik domestik maupun ekspor. YDBA hadir dengan inovasi yang menciptakan nilai tambah lebih, menjadikan pertanian ini berbeda dari konvensional. Inilah semangat kolaborasi dan invovasi yang memberikan nilai tambah dari sebuh UMKM. 

    Saat pohon itu telah rindang dan berbuah, ia akan menaungi pohon-pohon kecil lain dibawahnya. Seperti itulah filosofi YDBA yang membina dan  mengembangkan UMKM, implementasi dari Astra, Sejahtera bersama Bangsa. 

    Informasi CV Anugrah Jaya Mandiri : 

    Email : anugrah@ajma.co.id 

    Informasi YDBA : 

    Website : https://ydba.astra.co.id/

    Email : hello@hebatnyaukm.org


    Referensi : 
    - https://ydba.astra.co.id/
    - Kunjungan ke kantor YDBA, Sunter
    - Company Profile CV Anugrah Jaya Mandiri dan Profile AJM 2010-2024

    Continue Reading

     

    Menjadi CEO diusia muda, siapa sangka bisa dilakukan oleh seorang Eko Pujianto. Eko dinobatkan dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia 2023 di kategori Retail & Commerce, sebuah pencapaian yang tak bisa diraih oleh semua orang. Kemudian pada 2022, Eko Pujianto dinobatkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai CEO Termuda yang membawa  PT Sari Kreasi Boga melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode RAFI. Tak hanya itu, kinerja RAFI pun un sangat cemerlang dengan pendapatan Rp 375,88 Milyar atau melesat 220 persen dibanding tahun 2022. Dengan sederet prestasi tersebut membuat Rochmad Widodo ingin membukukan kisah inspiratif sebagai panduan bagi para CEO-CEO muda di Indonesia. 

    Di Indonesia, Entrepreneur masih menjadi pilihan karir kesekian dibandingkan pekerja kantoran, karyawan atau pegawai negeri sipil. Hal ini merujuk dalam Global Entrepreneur Index, Indonesia menempati peringkat ke-5 di Asia Tenggara dan ke-75 di dunia. Meskipun demikian, kewirausahaan terus tumbuh dalam kisaran 10 tahun terakhir menurut Dr. Hj Ida Fauziyah, M.Si, Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia. Mempercepat pertumbuhan kewirausahaan, kemenaker menciptakan ekosistem usaha kondusif, mengadakan pelatihan dan menginisasi program Tenaga Kerja Mandiri untuk mendukung UMKM dalam akses modal dan keberlanjutan. 

    Eko Pujianto mengantarkan UMKM hingga Go Public di lantai bursa, sebuah pencapaian dari kerja keras, kerja ikhlas, dan kerja tuntas sehingga berbuah manis. Dalam proses IPO, meski dalam masalah internal namun Ia mengambil peluang dan resiko serta kecermatan dalam menganalisa segala aspek dari keputusan tersebut. Hal ini diungkapkan Sandiaga Uno, Kemenparekraf. 

    “Di dalam buku tercermin Eko Pujianto sosok yang inspiratif, bukti nyata bahwa kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas akan selalu berbuah manis.” Ia pun juga mengatakan, jika buku ini harus dibaca anak muda-anak muda yang ingin sukses muda seperti Eko Pujianto. 

    Eko Pujianto (Baba Rafi), Kisah Cah Ndeso Menjadi CEO 

    Perjalanan menjadi seorang CEO Muda dengan segala pencapaian ternyata tak sesingkat yang dikira, Eko Pujianto telah mengarungi jalan terjal dan berbagai rintangan sebelum akhirnya membawa SKB Food tercatat dalam lantai Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022. Titik balik saat bergabung dengan SKB Food, sebuah keputusan yang nekat, penuh resiko dan gambling dengan mengambil alih saham. 

    Alih-alih mendapatkan sebuah pencapaian, justru Eko Pujianto harus membenahi masalah internal yang telah terjadi dari tahun 2017. Namun, bukan kaum muda jika menyerah begitu saja, dan melihat permasalahan dari dua sisi hingga menemukan sebuah peluang. Nama Kebab Turki Baba Rafi telah melekat di hati masyarakat dan membutuhkan sentuhan tangan dingin dalam perbaikan manajemen secara keseluruhan. 

    Kata bijak George S Patton "terima tantangan, supaya dapat merasakan nikmatnya kemenangan." Dengan tantangan tersebut malah melecut semangat dan membuahkan hasil saat didapuk sebagai CEO, jabatan tertinggi perusahaan pada tahun 2020. Terbang tinggi dan berjaya, namun kemudian pandemi melanda dan mengharuskan perusahaan untuk mencoba trobosan agar survive dalam kondisi serba tak pasti. Strategi untuk berfokus pada outlet-oulet ini ternyata berhasil memperkecil kerugian dan akhirnya bisa menembus pasar bursa, yang selalu diimpikan oleh semua CEO di manapun. 

    Cah Ndeso Anak TANI AD 

    Meskipun telah menjadi CEO Muda dan namanya tercatat dalam jajaran Forbes 30 Under 30 Asia, namun Eko Pujianto tak lantas melupakan asal yaitu Cah Ndeso. Meskipun orang desa, Ia tak merasa berkecil hati, justru bangga dengan pencapaian selama ini. Putra dari seorang TANI AD ini benar-benar hidup sederhana di Wonogiri, TANI AD bukanlah singkatan TNI angkatan darat, melainkan TANI Angkatan Ndaut, sebuah kegiatan mencabut bibit pada masa bercocok tanam di sawah. 

    Setelah lulus SMA, Eko melanjutkan kuliah di UNS (Universitas Sebelas Maret) di Solo. Mengejar mimpinya menjadi seorang guru, ia memilih Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan jurusan Pendidikan Kimia. Rupanya Solo menjadi pilihan tepat karena masih dekat dengan Wonogiri dan biaya hidup yang jauh lebih terjangkau dibandingkan Jakarta, Jogja atau Semarang. 

    Anisa-Khoiriah-Istri-Eko-Pujianto-CEO-Baba-Rafi

    Dalam perjalananya, Eko Pujianto kemudian didaulat sebagai ketua HMP Kimia Kovalen FKIP UNS setelah itu disusul dengan amanah sebagai Ketua BEM FKIP UNS pada tahun 2014. Dan setahun kemudian, ia bertemu dengan Istri, Anisa Khoiriah, Sektretaris BEM FKIP 2015, seorang adik angkatan. Sebelum wisuda, akhirnya keduanya telah melaksanakan Ijab Qabul terlebih dahulu dan menjalankan wisuda sebagai suami-istri. 

    Dijebak dan Menjadi CEO Berkat Sang Mentor, Pak Witjaksono 

    Berawal dari bujukan dan jebakan Pak Witjaksono, Eko Pujianto pun menjalani kehidupan di Jakarta dengan penuh pembelajaran. Jika dibayangkan kerja di Jakarta pasti akan menjadi seorang pekerja kantoran di gedung bertingkat, maka lain dengan jalan hidupnya. Meski harus terlebih dahulu rela menjadi seorang supir dengan pekerjaan mengantarkan seseorang, membawakan koper dan bawaan serta harus selalu dalam keadaan siap jika hendak kemana pun, justru inilah hal yang membuat Eko Pujianto belajar banyak hal. 

    Tak semua orang bisa mendapatkan pelajaran berharga jika memposisikan diri sebagai seorang yang lebih tahu, justru Eko memposisikan diri sebagai orang yang belum paham dan mau belajar dengan gigih dari bertemu beragam profesi dan para petinggi PBNU. Sebuah peluang dan jaringan luar biasa, itulah yang diperoleh berkat membantu Pak Witjaksono. Sebut saja Kiai Said Aqil Siradj dan Kiai Umarsyah HS, kedua tokoh penting PBNU ini sepakat bekerjasama dengan Kementan, dengan program zero impor Jagung. Kebijakan ini tentu saja seperti gayung bersambut sehingga turut memberdayaan para petani jagung. Puncaknya, Eko Pujianto didapuk sebagai ketua Duta Tani NU. Masa kecilnya yang berhubungan dengan TANI AD membawanya bersilaturahmi ke berbagai tempat untuk menyuarakan program manfaat tersebut. 

    Perjalanan membantu Pak Witjaksono inilah pintu gerbang menuju kesuksesan seperti saat ini. Tidak ada kebetulan, semuanya terbentuk oleh karakter baik yang dibangun, kemudian takdir baik pun mengikuti. Dan Eko percaya bahwa jalur kesuksesan dibentuk oleh jalur pertemanan (Cirlcle) yang dipilihnya. Eko Pujianto memiliki 3 pilar pertemanan yaitu The Pilar, The Bridges dan The Extenders. The pilar adalah seseorang penopang yang mampu menjadi support system seperti keluarga, istri, dan sahabat. Kemudian The Bridges sebagai jembatan yang mengantarkan ke pintu yang lebih luas. Dan terakhir The Extenders, seorang yang mampu mendorong kita menjadi seorang yang lebih baik lagi. 

    Orang tua, istri (Anisa Khoiriah), mentor dan sahabat-sahabat Eko Pujianto inilah yang membentuknya menjadi seorang risk taker sekaligus problem solver dari setiap permasalahan yang datang. Dan momen 5 Agustus 2022 di Bursa Efek Indonesia inilah yang menjadi salah satu titik terbaik untuk mengepakan sayap menjadi CEO Muda di Indonesia. 

    Eko Pujianto menegaskan bahwa tugas kita adalah terus memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Tidak menyia-yiakan kesempatan sedikitpun, hingga momentum itu datang. Karena bisa melenting adalah ketika persiapan bertemu dengan momentum.

    Rochmad Widodo : "Kisah Eko Pujianto Sangat Inspiratif"

    Rochmad-Widodo-Penulis-Buku-Cah-Ndeso-Menjadi-CEO

    Sebuah pesan singkat Rochmad Widodo kepada Eko Pujianto ternyata seperti sebuah takdir. Sebetulnya Eko merasa belum cocok dengan tawaran buku biografi yang ingin dituliskan oleh Rochmad Widodo, namun dengan diskusi panjang yang dilakukan akhirnya menjadi cikal bakal buku "Cah Ndeso Menjadi CEO". Proses pembuatan buku yang semula hanya diperkirakan 2 bulan saja, namun ternyata kisah panjang yang dilalui oleh Eko Pujianto mengakibatkan mundurnya proses penyelesaian. Dari usia memang Eko Pujianto sangat muda, namun pengalaman yang dimiliki cukup panjang dan proses diskusi mengenai buku yang sangat intens. 

    Dan akhirnya buku Cah Ndeso Menjadi CEO ini diluncurkan pada 20 September 2024 lalu, menjadi sebuah panduan bagi anak muda yang ingin menjadi pengusaha dan CEO dalam usia muda tak terkecuali untuk "Cah Ndeso" seperti Eko Pujianto. Selain itu, semua royalti dari penjualan akan didonasikan untuk kegiatan sosial terutama bagi "Cah Ndeso" yang sedang mengejar impian. 

    Sebagai panduan bagi CEO muda, buku ini membawa pesan bahwa sebuah semua orang memiliki kesemapatan sama untuk sukses namun harus memiliki cara yang tepat untuk memaksimalkan dengan salah satu medote yaitu Quatum Leap atau memaksimalkan semua potensi diri untuk meraih hasil yang terbaik. 

    SKB Catering : Sayap Bisnis Eko Pujianto

    Setelah SKB Food mencatatkan sebagai salah satu pemain di lantai bursa, kemudian melebarkan sayap dengan mendirikan SKB Catering. Mulanya modal usahanya hanya 3 juta, namun kini omsetnya sudah mencapai 1,3 Milyar dalam waktu 3 bulan saja. 

    SKB Catering ini mengunakan bahan segar dan higienis dengan standar sertifikasi yang ketat sehingga menjamin kualitas makanan yang disajikan. Dari segi harga, SKB Catering pun sangat terjangkau mulai dari 10 ribu perb box, baik snack maupaun lunch box.  Informasi lebih lengkap bisa ke website SKB Catering. 


    Continue Reading

    Indonesia, dengan populasi muslim terbesar di dunia, menempatkan diri sebagai pusat fashion muslim global. Keunggulan ini tidak hanya didorong oleh jumlah penduduk muslim yang besar, tetapi juga oleh kreativitas dan inovasi dalam industri fashion muslim yang terus berkembang. Deklarasi Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia dikukuhkan pada tahun 2024, menegaskan komitmen ini dalam mempromosikan produk-produk halal dan fashion muslim ke tingkat internasional.

    Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) adalah salah satu platform utama yang memperlihatkan kekuatan Indonesia dalam industri ini. Melalui acara ini, desainer lokal memiliki kesempatan untuk menampilkan karya mereka di hadapan penonton global, menjalin koneksi dengan investor, dan mengeksplorasi pasar internasional. Kolaborasi dengan lembaga keuangan syariah, seperti PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), juga memberikan dukungan finansial dan pembiayaan yang diperlukan untuk pertumbuhan industri ini.

    Dalam JMFW, BSI bekerja sama dengan 100 usaha fashion muslim, membantu mereka dalam memperluas bisnis dan meningkatkan kelas bisnis melalui program business matching dengan investor. BSI juga menyediakan solusi pengembangan seperti halal supply chain dan pembiayaan industri halal, serta memfasilitasi keikutsertaan dalam pameran internasional.

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Bank Indonesia dan Kementerian Koperasi dan UKM aktif dalam mempromosikan Fashion Indonesia ke pasar global. Fashion modest, yang menekankan pada gaya berpakaian tertutup tanpa menampilkan lekuk tubuh, menjadi salah satu tren yang berkembang pesat. Promosi ini mencakup partisipasi aktif dalam berbagai pekan fashion ternama seperti New York Fashion Week, Paris Fashion Week, dan London Fashion Week.

    Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat, Juan Permata Adoe, menekankan bahwa fashion muslim Indonesia memiliki potensi besar untuk ekspor. Dengan nilai ekspor yang mencapai USD 3 miliar secara global, fashion muslim menjadi sektor yang menjanjikan bagi pelaku usaha dalam negeri. Kadin juga memfasilitasi pertumbuhan industri ini dengan mengadakan acara seperti Jakarta Muslim Fashion Week dan mendorong praktik ekspor yang ramah lingkungan melalui net-zero emissions.

    Karya Fashion Muslim Desainer Indonesia Kelas Dunia


    Indonesia telah menghasilkan banyak karya fashion muslim yang mendapat pengakuan internasional berkat kreativitas para desainer lokal yang mampu memadukan nilai-nilai tradisional dengan sentuhan modern. Berikut adalah beberapa karya fashion muslim Indonesia yang mendunia:

    Hannie Hananto

    Hannie Hananto dikenal dengan desain-desainnya yang modern dan edgy, sering menggabungkan elemen-elemen pop culture dengan gaya modest. Karyanya telah dipamerkan di berbagai pekan mode internasional, seperti London Fashion Week, di mana ia mendapat pujian atas kreativitas dan keberanian dalam mengeksplorasi tema-tema unik.

    Dian Pelangi

    Dian Pelangi adalah salah satu nama besar dalam fashion muslim Indonesia. Desainnya terkenal dengan penggunaan warna-warna cerah dan motif tie-dye yang khas. Dian telah membawa karya-karyanya ke Paris Fashion Week, New York Fashion Week, dan London Fashion Week. Karya-karyanya sering mencerminkan warisan budaya Indonesia yang kaya, seperti batik dan tenun, yang dikombinasikan dengan gaya modern.

    Itang Yunasz

    Desainer senior Itang Yunasz telah lama berkecimpung dalam industri fashion dan dikenal dengan desain busana muslim yang elegan dan sophisticated. Karyanya sering ditampilkan dalam berbagai ajang mode internasional, dan ia terus berinovasi dengan menggabungkan unsur-unsur tradisional Indonesia seperti songket dan batik dalam busana muslim yang mewah dan berkelas.

    Ria Miranda

    Ria Miranda dikenal dengan desainnya yang feminin dan lembut, sering menggunakan palet warna pastel dan motif floral. Karya-karyanya telah menarik perhatian internasional dan ditampilkan dalam acara-acara mode di luar negeri. Ria berhasil menciptakan gaya modest yang elegan dan dapat diterima oleh berbagai kalangan, baik di dalam maupun di luar negeri.

    Jenahara Nasution

    Jenahara Nasution adalah desainer muda yang membawa angin segar dalam industri fashion muslim dengan gaya minimalis dan kontemporer. Desainnya yang simple namun elegan telah dipamerkan di New York Fashion Week, menunjukkan bahwa busana muslim bisa tampil modern dan stylish tanpa kehilangan esensi kesopanan.

    Zaskia Sungkar

    Zaskia Sungkar, yang juga merupakan seorang selebriti, telah mengembangkan lini fashion muslim yang mendapat pengakuan internasional. Karyanya yang menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan desain modern telah ditampilkan di berbagai pekan mode internasional, termasuk di Turki dan Eropa.

    Ayana Moon

    Sebagai selebriti dan influencer muslim asal Korea yang tinggal di Indonesia, Ayana Moon telah bekerja sama dengan berbagai desainer Indonesia untuk mempromosikan busana muslim. Kolaborasinya dengan desainer lokal telah membantu memperkenalkan fashion muslim Indonesia ke pasar internasional.

    Barli Asmara

    Barli Asmara terkenal dengan desainnya yang mewah dan detail. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai ajang mode internasional, termasuk Couture Fashion Week di New York. Desain Barli sering menggabungkan elemen-elemen tradisional seperti bordir dan payet dalam busana muslim yang anggun dan mewah.

    Peran Bank Syariah Indonesia Dalam Industri Fashion Muslim Di Indonesia Sebagai Bagian Dalam Eksosistem Halal


    PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memiliki peran penting dalam pemberdayaan UMKM dan industri fashion di Indonesia, terutama melalui pendekatan yang berbasis syariah. Peran ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan pembiayaan, pengembangan kapasitas, hingga fasilitasi pemasaran dan jaringan internasional.

    Pembiayaan dan Solusi Keuangan

    BSI menyediakan berbagai produk pembiayaan yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan UMKM, termasuk dalam sektor fashion. Produk-produk ini mencakup pembiayaan modal kerja, pembiayaan investasi, dan pembiayaan mikro yang semuanya berbasis prinsip syariah. Dengan tidak menggunakan riba dan menganut prinsip bagi hasil, BSI membantu UMKM berkembang tanpa beban bunga yang memberatkan.

    Pengembangan Kapasitas dan Pendampingan

    Selain pembiayaan, BSI juga aktif dalam pengembangan kapasitas pelaku UMKM melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. Program-program ini mencakup pelatihan manajemen bisnis, literasi keuangan, dan peningkatan keterampilan teknis. Melalui program ini, BSI memastikan bahwa pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga kemampuan untuk mengelola dan mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan

    Fasilitasi Pemasaran dan Jaringan

    BSI berperan dalam memperluas akses pasar bagi UMKM dan industri fashion melalui berbagai inisiatif. Salah satu inisiatif utama adalah partisipasi dalam pameran dan pekan fashion internasional seperti Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW), di mana BSI mendukung desainer dan pengusaha fashion muslim untuk menampilkan karya mereka di tingkat global. Selain itu, BSI juga mengadakan business matching events yang mempertemukan pelaku UMKM dengan investor dan mitra potensial.

    Kolaborasi dengan Lembaga dan Pemerintah

    BSI bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah dan non-pemerintah untuk mempromosikan industri fashion muslim dan UMKM. Kerjasama ini meliputi program-program yang didukung oleh Kementerian Koperasi dan UKM, serta Bank Indonesia, yang bertujuan untuk memajukan sektor industri halal dan fashion muslim di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, BSI turut berperan dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan bisnis berbasis syariah.

    Inovasi Produk dan Teknologi

    Dalam era digital, BSI juga berinovasi dengan mengembangkan platform digital untuk memudahkan akses layanan keuangan bagi UMKM. Platform ini memungkinkan pelaku UMKM untuk mengajukan pembiayaan, mengelola transaksi, dan memasarkan produk mereka secara online. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

    Dampak Sosial dan Ekonomi

    Peran BSI dalam pemberdayaan UMKM dan industri fashion tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan memberikan akses keuangan yang inklusif dan berbasis syariah, BSI membantu mengurangi kesenjangan ekonomi dan memberdayakan komunitas lokal. Program-program CSR (Corporate Social Responsibility) BSI juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi dan sosial, termasuk dalam sektor pendidikan dan kesehatan.

    BSI berperan signifikan dalam pemberdayaan UMKM dan industri fashion di Indonesia melalui penyediaan pembiayaan berbasis syariah, pengembangan kapasitas, fasilitasi pemasaran, serta inovasi teknologi. Dengan dukungan yang komprehensif ini, BSI tidak hanya membantu UMKM tumbuh dan berkembang, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat fashion muslim dunia. Dukungan BSI terhadap ekosistem ekonomi syariah mencerminkan komitmen untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

    Continue Reading

     

    Pada saat jalan-jalan ke Yogyakarta, Saya mendapati beberapa produk lokal taraf internasional. Bukan hanya karena kualitasnya saja, namun secara value produk ini sudah layak berada di jajaran etalase luar negeri bersanding dengan produk-produk dari negara luar lainnya. Namun, ternyata produk ini masih berkutat dengan pemasaran mulut ke mulut, bahkan etalase online pun hanya sebatas wacana. Pemiliknya berlindung dibalik kata ‘Gaptek’ dan pasrah dengan penjualan di area Yogyakarta dan sekitarnya. 

    Dalam benak saya tentu saja penjualan online akan sangat membantu, dibantu dengan pengiriman logistik tentu saja akan menciptakan peluang dan mewujudkan harapan sebagian pelaku UKM di Indonesia yang ingin Go Digital. Solusi Digital, itulah yang diharapkan pelaku UKM dengan sumber daya terbatas namun bisa memaksimalkan dengan Indibiz sebagai jembatannya.

    Hal ini menjadi kabar gembira yang datang dari Indibiz untuk para pelaku usaha di bidang kesehatan, energi, dan logistik. Mulai Juni tahun ini, ekosistem solusi digital Telkom tersebut memperluas lini bisnisnya dengan menambahkan Indibiz Health untuk sektor kesehatan, Indibiz Energi untuk sektor energi, dan Indibiz Ekspedisi untuk sektor logistik.

    Ketiga sektor bisnis baru ini melengkapi empat sektor yang sebelumnya telah digarap oleh Indibiz, yaitu Indibiz Sekolah, Indibiz Ruko, Indibiz Hotel, dan Indibiz Multifinance. Sebagaimana yang saya baca tadi pagi bahwa VP Enterprise Business Orchestration Telkom, Tanto Suratno, menjelaskan Indibiz Health, Indibiz Energi, dan Indibiz Ekspedisi merupakan pelengkap dari ekosistem Indibiz yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di bidang kesehatan, energi, dan logistik.

    “Kehadiran Indibiz Health, Indibiz Energi, dan Indibiz Ekspedisi semakin memperkuat posisi Telkom yang kini fokus menggarap pasar business to business (B2B), khususnya bagi para pelaku usaha di sektor-sektor tersebut di seluruh Indonesia,” ujar Tanto yang dikutip Pikiran rakyat. Dengan adanya tambahan lini bisnis ini, Telkom berharap dapat memberikan solusi digital yang efisien dan mendukung transformasi serta pertumbuhan bisnis di berbagai sektor di Indonesia. 

    Indibiz Hadirkan Health, Indibiz Energi, dan Indibiz Ekspedisi Untuk Pelaku UKM di Indonesia

    Indibiz Wujudkan Harapan UKM Indonesia
    Produk Kerajinan dari Indonesia 

    Indibiz memperluas ekosistem solusi digitalnya beberapa waktu setelah Telkom bagi-bagi dividen. Ini menunjukkan bahwa inovasi menciptakan solusi digital tidak mengenal batasan waktu. kemajuan dan keberlanjutan bisnis, khususnya bagi pelaku UKM di seluruh Indonesia menjadi prioritas – saya setuju jika sekiranya demikian. Dengan adanya lini bisnis baru ini, Indibiz semakin memperkuat posisinya dalam memberikan solusi digital yang inovatif dan efisien.

    Sebagaimana yang saya baca melalui Pikiran Rakyat, tiap sektor, atau “island” dalam istilah mereka memiliki produk unggulannya masing-masing. Di antaranya,

    Indibiz Health 

    Indibiz Health menawarkan produk unggulan bernama Healthical, sebuah Sistem Informasi Manajemen (SIM) terpadu untuk fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan puskesmas. Healthical dirancang untuk memudahkan, mempercepat, dan mengembangkan layanan di setiap fasilitas kesehatan yang sudah memenuhi standar SATUSEHAT dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan sesuai dengan standar Health Level Seven International. Solusi digital ini sangat ideal untuk pelaku usaha di sektor kesehatan, termasuk rumah sakit, puskesmas, klinik, dan praktik dokter, karena dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas pelayanan kesehatan.

    Indibiz Energi 

    Indibiz Energi menghadirkan solusi digital seperti Smart Water Meter, yang memungkinkan pencatatan penggunaan air secara real-time dan integrasi produk digital untuk kontrol yang efektif. Dengan infrastruktur yang tersebar di seluruh negeri dan layanan customer service digital, Indibiz Energi siap membantu bisnis di sektor energi, terutama layanan penyedia air, dengan memberikan solusi yang efisien dan mudah diakses.

    Indibiz Ekspedisi

    Adapun Indibiz Ekspedisi, Indibiz menghadirkan solusi digital melalui Antares Fleet Management solusi layanan terbaik untuk meningkatkan produktivitas dan visibilitas kegiatan operasional perusahaan. Khususnya untuk melakukan monitoring logistik. Beberapa perusahaan yang telah disolusikan dan dilakukan pendekatan, sangat bervariasi mulai dari perusahaan Pertambangan, Pertanian, Niaga, dan Perusahaan Ekspedisi. Melalui Layanan yang ditawarkan, Perusahaan dapat melakukan tracking dalam armada yang dimiliki, seperti Armada truk, atau kapal yang ada di pelabuhan.

    Dengan adanya Indibiz Ekspedisi, pelaku usaha di bidang transportasi, pergudangan, dan logistik dapat menikmati kemudahan operasional yang sepenuhnya digital. Platform ini membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional logistik, sehingga bisnis dapat berjalan lebih lancar dan lebih terorganisir. Indibiz Ekspedisi merupakan bagian dari upaya Telkom untuk mendukung transformasi digital di sektor logistik dan transportasi di Indonesia.

    Indibiz Ekspedisi mendorong UKM Go Digital dalam sistem pengiriman dan bisa meningkatkan efisiensi sehingga tidak membutuhkan biaya yang lebih besar karena manajemen ekspedisi ini sangat lengkap menggunakan Indibiz Ekspedisi. Tak main-main jangkauan ekspedisi pun merata ke pelosok negeri sehingga pelaku UKM di daerah terpencil pun akan bisa menikmatinya.

    Harapan UKM untuk go digital dan go internasional lambat laun pun akan terwujud dengan dorongan dari Indibiz. Saya bisa merasakannya begitu. Indibiz mendukung berbagai bidang di masyarakat sehingga pelaku UKM pun akan terus ciptakan peluang dan wujudkan harapan.  Hal ini adalah semangat untuk membantu para pelaku usaha di berbagai sektornya agar akselerasi digital pelaku usaha di Indonesia semakin menggeliat dan bisnis yang dijalankan terus maju dan berkelanjutan.


    Continue Reading

     

    Salah satu jalan kaya adalah menjadi pengusaha. Namun, tidak semua orang ditakdirkan menjadi seorang pengusaha sukses. Hanya orang terpilih saja mampu menjadi pengusaha sukses. Walaupun hanya untuk orang terpilih, namun pengusaha sukses pun bisa dipelajari dan dipraktekan. Bahkan tak jarang banyak juga yang mengikuti kursus bisnis online dengan tujuan menjadi pengusaha sukses.

    Cita-cita menjadi pengusaha mungkin bukan pilihan menarik bagi sebagian murid sekolah dasar atau menengah, namun begitu memasuki jejang perguruan tinggi, pengusaha mulai dilirik. Banyak juga tayangan di social media yang menampilkan banyak sekali profesi sukses dan kaya, salah satunya menjadi pengusaha.

    Sebelum menjadi pengusaha sukses, tentu saja banyak aspek yang harus dilakukan mulai dari menanamkan mindset, mengubah habit, menentukan goals dan yang paling penting koneksi. Mau tahu lebih lanjut, bagaimana tips menjadi pengusaha sukses? 

    Tips Menjadi Pengusaha Sukses


    Modal menjadi pengusaha sukses itu tekad dan proses belajar yang terus menerus. Beberapa pengusaha hanya mau instan dan untung terus menerus namun lupa bahwa menjadi pengusaha itu memerlukan proses belajar seumur hidup. Dan, jangan lupa untuk mengubah mindset dari pekerja kantoran atau profesi lain ke mindset pengusaha.

    Nah, ini dia tips menjadi pengusaha sukses :

    Mulai Dari Bisnis Kecil

    Pengusaha itu memulai dari bisnis kecil, dan menjalankannya dengan penuh keyakinan. Kalau misalnya memiliki modal besar dan ingin mengembangkan bisnisnya secara penuh, maka mulailah dari bisnis yang kecil terlebih dahulu. Jika bisnis kecil tersebut berhasil, bisa mengembangkan dengan membuka cabang atau ekspansi ke berbagai negara lain misalnya.

    Namun ingat, jangan sampai karena pengeluaran buka cabang dan ekspansi ini malah membebani usaha, dan menaikan harga jual dari sebelumnya. Makanya, pikirkan juga perhitungan cashflow perusahaan.

    Pengembangan Rencana Bisnis 

    Pengusaha sukses akan selalu merencanakan apapun termasuk bisnisnya. Sebelumnya, harus melakukan perencanan bisnis yang baik termasuk untuk jangka panjang bagaimana bisnis ini akan berkembang. Namun, sebelumnya usahakan untuk mengetahui bisnis yang dijalankan. 

    Rencana bisnis biasanya akan menjawab beberapa pertanyaan berikut ini :
    - Apa produk atau layanana yang diberikan?
    - Di mana Anda akan menjalankan bisnis Anda? Di mana Anda ingin berada dalam lima tahun?
    - Kapan bisnis Anda akan beroperasi?
    - Mengapa orang harus membeli produk/jasa Anda?
    - Siapa segmen sasaran Anda? Siapa pesaing Anda?
    - Bagaimana operasi sehari-hari dijalankan? 

    Bangun Tim Bisnis Terbaik

    Menjadi pengusaha juga membutuhkan tim terbaik untuk membangun bisnis. Bisa jadi dengan tim inilah, bisnis tersebut akan berkembang. Pilihlah sesuai dengan keahlian masing-masing dan dibutuhkan untuk membangun bisnis ke depan. Usahakan tim ini memiliki pandangan yang luas tentang apa saja yang dibutuhkan dalam bisnis tersebut.

    Dalam tim bisnis tersebut membutuhkan keuangan, IT, Pemasaran, Produksi dan lain-lain. Dengan terbangunnya tim tersebur, maka bisnis akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan keahlian masing-masing.

    Membangun Jaringan Bisnis 

    Seorang pengusaha juga memerlukan jaringan terbaik untuk mendukung bisnis yang akan dijalankan. Manfaat membangun jaringan bukan saja pelanggan setia, namun juga pihak-pihak lainnya yang ingin bersama-sama mengembangkan bisnis ke depan, misalnya investor, supplier, dan pihak lain.

    Saat ini banyak sekali channel untuk menghubungkan bisnis dengan pihak-pihak lain untuk mendukung bisnis. Apalagi era digital ini sangat mudah menghubungi siapapun, baik dengan channel pribadi maupun  melalui social media dan media lainnya.

    Mengembangkan Diri dan Bisnis Dengan Kursus

    Selain membangun relasi dan jaringan, dibutuhkan pengembangan diri dan usaha. Salah satu cara untuk belajar bisnis lebih dalam bisa melalui otodidak, teman atau kursus. Kursus menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilihm, apalagi jika tidak memiliki basic apapun dalam bisnis.

    Nah, lalu bagaimana memilih kursus terutama tentang manajemen bisnis? Apakah harus melalui kelas tatap muka atau online?

    Tips Memilih Kursus Manajemen Bisnis Online

    Menjadi pengusaha sukses bisa melalui berbagai macam cara, nah salah satunya dengan belajar bisnis lebih mendalam. Lalu, bagaimana cara memilih kursus manajemen bisnis itu? Kemudian, harus tatap muka atau online? 

    Terdapat beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih Kursus Manajemen Bisnis yaitu apakah yang menyelenggarakan memiliki pengalaman sebelumnya. Pastikan bahwa penyelenggara kusrus manajemen bisnis tersebut berpengalaman dan kredible. Selain itu, pastikan apakah sudah mendapatkan ijin dari pemerintahan sebagai lembaga pendidikan atau kursus. 

    Nah, setelah itu apakah harus tatap muka atau online? Sebagai pengusaha, maka pilihan terbaik adalah dengan kursus secara online. Karena Kursus Manajemen Bisnis secara online ini akan memudahkan mobilitas dan lebih fleksibel dalam masalah waktu, sehingga bisa tetap produktif dan memikirkan bisnis yang dijalankan sambil belajar lebih jauh dengan kursus online tersebut.

    Nah, itu dia tips menjadi pengusaha sukses dengan berbagai cara salah satunya dengan kursus manajemen online. Dengan begitu, bisnis yang dijalankan akan berkembang terus menerus dan mencapai goals yang di harapkan. 






    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories
    Logo Komunitas BRT Network
    Seedbacklink
    Intellifluence Herd Worth Value: $165

    Search

    Follow Me

    • facebook
    • twitter
    • youtube
    • instagram

    New Post

    Postingan Populer

    • The Flag Coffee, Pilihan Cafe WFC Murah Dekat LRT Cikunir
    • Ramadan Berkah, BerOjol Berikan Servis Motor Gratis Bagi Pengemudi Ojol
    • RicheeseGPT (Garlic Parmesan Temptation), Sensasi Ayam Keju Tanpa Pedas
    • Berzakat Itu Kalcer, Sambut Ramadan Dengan Ibadah Rutin
    • Nasi Kuning Anak Kos Praktis dengan Rice Cooker MIYAKO
    • Mudahnya Membuka Tabungan Online
    • Bermain di Kumpul Bocah
    • Kerja Itu Main Versi Saya
    • 5 Cara Tampil Modis Dan Trendy
    • Hanya Ganti Oli Dapatkan Mobil Baru Di Shop And Drive

    Blog Archive

    • ▼  2026 (6)
      • ▼  Maret (1)
        • Ramadan Berkah, BerOjol Berikan Servis Motor Grati...
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2025 (32)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2024 (52)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (7)
      • ►  Oktober (8)
      • ►  September (4)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2023 (68)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (8)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (8)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (8)
      • ►  Februari (6)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2022 (75)
      • ►  Desember (14)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (12)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (12)
      • ►  Maret (6)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2021 (38)
      • ►  Desember (4)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (4)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2020 (25)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (53)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (7)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (8)
    • ►  2018 (83)
      • ►  Desember (9)
      • ►  November (8)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (8)
      • ►  Agustus (13)
      • ►  Juli (6)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (9)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2017 (36)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2016 (41)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (7)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2015 (63)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (6)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2014 (11)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2013 (5)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
    • ►  2010 (1)
      • ►  Desember (1)

    Blogger Friend

    • Small Things, Kecil Tapi Penting :)
      Alasan myBCA Menjadi Pilihan Perbankan Digital
      1 jam yang lalu
    • - Connect and Share Blogging Tips in Two Languages
      Ariana Grande Perfume – Complete Guide to the Best Fragrances by Ariana Grande
      11 jam yang lalu
    • BLOGFAM – When Sharing Meets Caring
      Satu Nada, Sejuta Makna: Menghidupkan Kembali Semangat Hari Musik Nasional
      1 hari yang lalu
    • Jurnal Evi Indrawanto
      Susunan Acara Resepsi Pernikahan Modern – Dekonstruksi Tradisi, Meraih Kesakralan Pernikahan Urban Tanpa Ritual Adat
      2 hari yang lalu
    • My Life My Style
      Bertemu Lidah dengan Nasi Pecel & Sambal Tumpang Sedep di Pontianak!
      4 hari yang lalu
    • The TraveLearn
      Tempat Instagrammable di Yogyakarta: Spot Foto Paling Kece
      5 hari yang lalu
    • fitrian.net
      5 Rekomendasi Sepatu ASICS Original untuk Performa Lari Lebih Maksimal
      6 hari yang lalu
    • YOGA AS YOGGAAS
      Monolog di Depan Lemari
      1 minggu yang lalu
    • Indah Julianti
      Jelita Semarang Short Trip
      1 minggu yang lalu
    • Motherhood
      Kesalahan Saat Memasak Nasi di Rice Cooker
      1 minggu yang lalu
    • Blognya bisot
      QRIS: Kemudahan Transaksi atau Jebakan Konsumtif di Era Digital?
      1 minggu yang lalu
    • Langkah Baruku
      Rekomendasi Menu Sahur Praktis yang Bisa Pakai Rice Cooker
      1 minggu yang lalu
    • Blog Bukunya Kimi | Banyak-banyaklah Membaca. Biar Pintar.
      #169 – There Are Rivers in the Sky
      2 minggu yang lalu
    • HM Zwan
      Makan Siang di Gudeg Mbarek Bu Hj. Amad
      3 minggu yang lalu
    • Akhmad Muhaimin Azzet | mari bersama menggapai ridha-Nya
      Meraih Rezeki Sekaligus Berkah-Nya
      3 minggu yang lalu
    • ge[n][d]ud BlogPacker
      Akurasi Pers vs Kecepatan Media Sosial
      3 minggu yang lalu
    • desperate housewife
      (THROWBACK) NGEBLOG DI TAHUN 2016
      4 minggu yang lalu
    • WHEN IT'S ONLY JG & AST
      2025
      4 minggu yang lalu
    • My Purple World
      Menikmati Ciwidey dan Mencoba Kasturi Cottage and Glamping
      1 bulan yang lalu
    • Mampir yuk, kerumahku
      Solusi Buka Usaha Kuliner Tapi Modal Minim
      1 bulan yang lalu
    • Kimi's Cool Blog
      Kembali Mengkristik
      1 bulan yang lalu
    • Pipit Widya
      Random
      2 bulan yang lalu
    • Lucia Priandarini
      Perihal Jarak yang Memisahkan Diri antara Sebelum dan Sesudah
      2 bulan yang lalu
    • Shintaries
      Welcome 2026!
      2 bulan yang lalu
    • tindak tanduk arsitek
      jejak emas cambodia royal palace
      2 bulan yang lalu
    • The Shymphony Of EKA
      Dubbing Film di Mall, Apa Rasanya?
      2 bulan yang lalu
    • Menuliskan Sebelum Terlupakan
      Nevacloud vs DigitalOcean: Mana yang Lebih Cocok untuk Developer Lokal?
      3 bulan yang lalu
    • Berbagi Cerita
      Tidur Berkualitas Bersama Sprei dan Bedcover Hawaii By My Love
      4 bulan yang lalu
    • Putrinyanormal
      Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
      6 bulan yang lalu
    • Melfeyadin
      Di ZAP Kamu Bisa Nyobain Infuse Glow Biar Kulit Terlihat Lebih Sehat
      6 bulan yang lalu
    • Cerita EKA
      Exploring the Sunset Vibes at the Most Iconic Beach Clubs Uluwatu
      7 bulan yang lalu
    • Herdis Suryatna | Pengalaman adalah guru yang terbaik
      Sewa Hiace Luxury Harga Terjangkau dan Nyaman di Bandung dan Ciamis
      8 bulan yang lalu
    • Rumah Mayaku
      Ada Apa Di Balik Cerita "Lauk Daun"?
      9 bulan yang lalu
    • pemainkata | sekadar bilik kecil pecinta kata
      Humor Konyol Kata Kata Bijak Lucu: Obat Ampuh Untuk Hidup
      9 bulan yang lalu
    • my story
      Saat Mata Kering Mengganggu Aktivitas Kerja, Insto Dry Eyes Solusinya
      10 bulan yang lalu
    • ..:: ntan™ | bunga dengan nama terbuka
      Saat Musik Menyentuh Hati – Sebuah Resonansi Emosi Lewat Solo Project Member BTS 💜
      10 bulan yang lalu
    • Macangadungan
      Microsoft is bringing cloud gaming to Xbox consoles later this year
      11 bulan yang lalu
    • udafanz[dot]com
      Strategi SEO untuk Meningkatkan Prospek Bisnis Anda
      1 tahun yang lalu
    • Linda Leenk - Little Part of My Life
      2024 Fellowship Journey
      1 tahun yang lalu
    • Life begins at 30...
      Liburan di Tokyo
      1 tahun yang lalu
    • Dunia Kecil Indi
      Surat untuk Mika di Surga (Hari AIDS Sedunia)
      1 tahun yang lalu
    • Gembul Kecil Penuh Debu
      Mangut Iwak Wader ❤
      1 tahun yang lalu
    • Wira Nurmansyah
      Discovering Macao: A Unique Fusion of East and West
      1 tahun yang lalu
    • Sisi Hidupku
      Apa Kabar Senin Pagi
      1 tahun yang lalu
    • Lianny Hendrawati
      Resep Mini Banana Choco Cake Tanpa Mixer
      1 tahun yang lalu
    • punyapista
      Perubahan Arti dari Bobot Sebuah Nilai
      1 tahun yang lalu
    • a Dreamer - Travelographer - Food Adventurer - Travel Blogger
      Mau Liburan ke Vietnam? Catat 5 Tips Berikut!
      1 tahun yang lalu
    • Una Vida Escrita de la Una
      Bye Bye My Friend
      1 tahun yang lalu
    • every mom has a story
      Sastra masuk sekolah, mana buku sastra yang layak dibaca pelajar SMA, mana yang tidak?
      1 tahun yang lalu
    • Mira Sahid
      Hati Seperti Kertas
      1 tahun yang lalu
    • Cokelat Gosong
      Jangan Biarkan Usia Membatasimu, Stay #AgelessLimitless with ERHA ULTIMATE
      2 tahun yang lalu
    • DISGiOVERY
      Keindahan Pantai Pasir Kencana Pekalongan yang Memukau
      2 tahun yang lalu
    • Catatan Perjalananku
      Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
      2 tahun yang lalu
    • Redcarra
      PLTS: Membangun Masa Depan Bersih dan Berkelanjutan
      2 tahun yang lalu
    • Ratu de Blog
      Rekomendasi Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan
      2 tahun yang lalu
    • Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik » Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik
      Over 50 Dating – Finding a Good Online Dating Site for You
      2 tahun yang lalu
    • suarane.org
      Kere-Aktif
      3 tahun yang lalu
    • SimBale - Download Software Gratis
      AVG Anti-Virus 22.8.7500
      3 tahun yang lalu
    • backpackstory
      Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
      3 tahun yang lalu
    • Cinta Teknologi
      Router Static Berbasis CLI di Cisco Packet Tracer - Cinta Teknologi
      3 tahun yang lalu
    • Sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane
      Top 10 Satisfactory Depended On Loose Bitcoin Cloud Mining Websites Without Investment Of 2021 – The Bharat Specific News
      4 tahun yang lalu
    • Dunia Senja
      Catatan Hati Penghujung Tahun 2021
      4 tahun yang lalu
    • Blog - Lucedale.
      Dearest: New Post
      4 tahun yang lalu
    • #FDCG
      bye 🌻
      4 tahun yang lalu
    • jinjinger
      Kompleks
      4 tahun yang lalu
    • Jefferson's Stage.
      The Diplovemat
      5 tahun yang lalu
    • Ika Koentjoro
      德克萨斯精英赛首轮未完 刘钰T31阎菁T58林希妤T80
      5 tahun yang lalu
    • Nova Wijaya
      Sebelum Mulai Investasi Online, Yuk Pahami 5 Cara Aman Berinvestasi Berikut Ini
      5 tahun yang lalu
    • Resep Kuliner Indonesia dan Dunia
      Karedok Leunca
      5 tahun yang lalu
    • Dian Kelana
      Lindungi Keluarga Kita dengan Antiseptik.
      5 tahun yang lalu
    • SALAMINZAGHI
      Camping di Pantai Ngetun Gunung Kidul Yogyakarta
      5 tahun yang lalu
    • Garis Horizon
      Apakah benar semua akan baik-baik saja?
      6 tahun yang lalu
    • .: adie DOES :.
      Sendirian di Uchisar Castle
      6 tahun yang lalu
    • Kehidupan Di Jepang
      Main Snowboard
      6 tahun yang lalu
    • Kaleng Harapan » Kamera Lubang Jarum
      3 Fakta dibalik Promo 12.12
      6 tahun yang lalu
    • Stay Hungry. Stay Foolish
      Rindu Budaya Ilmu
      6 tahun yang lalu
    • Dunia Iwok
      [Family Vacation] Menikmati Petik Apel di Kota Batu Malang - Part 4
      6 tahun yang lalu
    • Pemimpi Hujan
      Nyobain 6 Menu Terbaru Horison Ultima Ratu
      6 tahun yang lalu
    • Dija Princess
      Jelajah Desa Galengdowo
      6 tahun yang lalu
    • Fardelyn Hacky
      Setop Stigma Orang dengan Gangguan Jiwa
      6 tahun yang lalu
    • Taqorrub.com
      new chair
      6 tahun yang lalu
    • Tukang Ngukur Jalan
      Menulis Cerita Desa
      6 tahun yang lalu
    • BlogCamp
      Menunggu Keputusan MK
      6 tahun yang lalu
    • Bangsari
      Nahdliyyin Yang Bersujud Di Hadapan Yesus
      6 tahun yang lalu
    • Donna Imelda
      Bebas Komedo dan Bekas Jerawat dengan Sabun Herbal Banana Peel Carbon
      6 tahun yang lalu
    • Keluarga Haripahargio
      REPLACED
      6 tahun yang lalu
    • Blog Adi Nugraha
      Wisata Alam yang Menakjubkan di Sulawesi Utara
      6 tahun yang lalu
    • All of Putri (¬.¬)ƪ_(˘⌣˘'!)
      I wanna asking...
      6 tahun yang lalu
    • A HOUSEWIFE'S DAY OUT
      Vincent van Gogh, just my simple thought.
      7 tahun yang lalu
    • Natureve Shop
      Istri Marah Karena Terlalu Cepat Ejakulasi? Pake Ini Biar Gagah
      7 tahun yang lalu
    • BETOIJO
      GOD'S MIRACLE: I GOT A NEW JOB!
      7 tahun yang lalu
    • Ninik Setyarini
      [Bukan Sinopsis] Bohemian Rhapsody
      7 tahun yang lalu
    • TGIF! Magazine
      Kereta Hantu Pagi Hari
      7 tahun yang lalu
    • fanabis
      Craftsman Style Kitchen Faucet
      7 tahun yang lalu
    • lalank pattrya dan hal random lainnya.
      Ngatain Mereka Disini
      7 tahun yang lalu
    • Galaksi Pungky
      Review: Sakura Collagen Cream Anti Age's, Siap Menua dengan Kulit Bahagia!
      7 tahun yang lalu
    • Aksaraku
      Rasakan Indahnya Malam Pertama di Bali Itu Mudah dan Murah, Begini Caranya
      7 tahun yang lalu
    • Aulia Fasya
      Masa Lalu dan Jejak Digital
      7 tahun yang lalu
    • Anisa AE
      Penyebab Ibu Kandung Aniaya Bayi Calista
      7 tahun yang lalu
    • Narzis Blog
      Ayo Move On!
      7 tahun yang lalu
    • Beby's Diary
      Ayang-Ayangan di Depan Umum
      7 tahun yang lalu
    • sketsa hati
      Visit Zugspitze from Munich by Train
      7 tahun yang lalu
    • Ca Ya
      Yang Tidak Biasa dari Nikahan Incess Ca Ya
      8 tahun yang lalu
    • A Border that Breaks
      Janus dalam Mozaik-Mozaik Kecil
      8 tahun yang lalu
    • irhapunya
      #PontianakTrip : Menjelajah Rasa dengan Kuliner Pontianak
      8 tahun yang lalu
    • Tulisanku
      Begini Cara Memindahkan Data dari Blogdetik ke WordPress
      8 tahun yang lalu
    • Bibi Titi Teliti
      Menyongsong Masa Depan Digital bersama CBN
      8 tahun yang lalu
    • HELLO!
      9 Teknik Dasar Yang Harus di Kuasai Dalam Permainan Tenis Meja
      8 tahun yang lalu
    • Catatan Anazkia
      Gerbong Wanita, Tak Semenyeramkan yang Dikira
      8 tahun yang lalu
    • My Daily Notes
      Berbagi Inspirasi
      8 tahun yang lalu
    • Ruang Emak
      SO GOOD Ayam Potong Kuah Cabe Hijau, Sajian Spesial Di Hari Lebaran
      8 tahun yang lalu
    • eithea
      Life is living in Moments
      8 tahun yang lalu
    • Rianda Prayoga Blog
      Ngabisin Uang THR, Kenapa Gak?
      8 tahun yang lalu
    • Blog Anak Nelayan
      Blog Gak Pernah Update
      8 tahun yang lalu
    • Jalan Pendaki
      Annapurna Basecamp Series: Drama Pertama Menuju Tanah Dewa-Dewa Himalaya
      8 tahun yang lalu
    • Netnesia
      Telkom Buka Pemblokiran Netflix
      8 tahun yang lalu
    • Widaku.com
      Temukan Sunscreen Yang Baik Untuk Wajah Disini
      9 tahun yang lalu
    • Perjalanan Tak Berujung
      Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
      9 tahun yang lalu
    • Gulanya Gulali
      Ingin Menghemat Pengeluaran? Gunakan Jasa Catering Aja!
      9 tahun yang lalu
    • Travel Diary
      Si Yaki dan Tarsius Bitung yang menggemaskan
      9 tahun yang lalu
    • Jendela Keluarga
      Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Sosial
      9 tahun yang lalu
    • Ayu Saritem Blog
      Cara Membuka Aura Kecantikan Bagi Wanita Hamil
      9 tahun yang lalu
    • mata buku indri
      Review: Trilogi Insiden
      9 tahun yang lalu
    • Arsitektur Dunia | Gallery Arsitektur Dunia
      Lorem ipsum dolor sit amet
      9 tahun yang lalu
    • when journalist becomes backpacker
      THE FACE OF TERRACOTTA, CHINA
      9 tahun yang lalu
    • Jurnal Mira Sahid | Emak Blogger
      That Moment!
      9 tahun yang lalu
    • Jejak BOcahiLANG
      Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
      9 tahun yang lalu
    • aksara senandika | Sedikit noktah kehidupan
      Aku Sedang Malas
      9 tahun yang lalu
    • Petrus Andre Blog
      10 Hal yang Harus Dilakukan agar Blog Kamu Lebih Menghasilkan
      10 tahun yang lalu
    • Nicegreen
      Allah Menegurku Dengan Syaraf Kejepit
      10 tahun yang lalu
    • Wuri Nugraeni | Reporter, Menulis, dan Wisata
      Pindah Rumah ke wurinugraeni.com
      10 tahun yang lalu
    • AGIASAZIYA
      PAKSAISME
      10 tahun yang lalu
    • Controversy
      Less is More dalam Kumpulan Cerita
      10 tahun yang lalu
    • SECAWANKOPISENJA
      [Flash Fiction] PURA-PURA PULANG
      10 tahun yang lalu
    • Febry Hadinata WordPress
      Jogja x Dieng x Solo Part 1
      10 tahun yang lalu
    • Saoscabe.com | Website Humor Indonesia
      Fakta Kota Tembung
      10 tahun yang lalu
    • Albarnation
      Mau Kredit Motor ? Di Cermati.com Aja
      10 tahun yang lalu
    • Makhluk Kecil
      Pindah
      10 tahun yang lalu
    • Ahmad Rafiq Chaniago
      Pameran Seni Rupa Lima Jari
      10 tahun yang lalu
    • Melihat Dunia
      Before I Die I Want...
      10 tahun yang lalu
    • Catatan Ruslan
      Satu Jam Menyusuri Sungai Kahayan
      11 tahun yang lalu
    • .:: Nhie ::. | Just another WordPress.com weblog
      Noda Makanan di Pakaian
      11 tahun yang lalu
    • The Dusty Sneakers
      Memori
      11 tahun yang lalu
    • Beautify Me
      Etude House Etoinette Princess Pouch
      13 tahun yang lalu
    • yosbeda
    • Chronosphere
    • hidayah-art.blogspot.co
    • zubaid.ID
    • Write Your Diary
    • Tukangecuprus
    • Arian's Blog
    • Benablog - Cerita Si Benakribo
    • Jogja Ready
    • Angga Ong
    • yandi punya cerita
    • Jejaring Miss Fenny
    • pegipegi.com: Pesan Hotel & Tiket Pesawat Termurah Online
    • BlogS of Hariyanto
    • Catatan Kartina
    Perlihatkan 5 Perlihatkan Semua

    Labels

    Asuransi Backpacker Bank Budaya Fashion Film Movie Review Wisata otomotif
    facebook Twitter instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top