salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
  •  

    Musim hujan adalah periode yang ditunggu-tunggu karena membawa kesejukan setelah musim kemarau. Namun, di balik rintikan yang menenangkan, tersimpan ancaman serius yang seringkali luput dari perhatian, yaitu kelembapan udara yang ekstrem. Negara tropis seperti Indonesia mengalami lonjakan drastis pada tingkat kelembapan relatif saat musim hujan. Kondisi ini bukan hanya menciptakan suasana yang tidak nyaman, tetapi juga menjadi musuh utama bagi berbagai jenis aset dan produk mulai dari komoditas pangan, peralatan elektronik sensitif, tekstil, hingga dokumen penting di gudang penyimpanan.

    Mengabaikan risiko kelembaban tinggi sama artinya dengan membuka pintu bagi jamur, korosi, degradasi kualitas, dan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu, terutama pelaku bisnis dengan rantai pasok dan penyimpanan yang kompleks, untuk memiliki strategi mitigasi yang kuat. 

    Artikel ini akan memandu memahami mengapa kelembapan di musim hujan sangat berbahaya dan bagaimana solusi cerdas seperti desiccant dapat menjadi benteng pertahanan utama. Kami akan membahas secara mendalam bagaimana kamu dapat menjaga produk dan aset berharga agar tetap aman dan terjaga kualitasnya, bahkan di tengah curah hujan tertinggi.

    Ancaman Nyata Kelembapan di Musim Hujan

    Kelembapan relatif (RH) yang ideal umumnya berkisar antara 40% hingga 60%. Selama musim hujan, RH di Indonesia seringkali melonjak jauh di atas batas aman, bahkan bisa mencapai 80% hingga 90% di ruang tertutup tanpa ventilasi yang memadai. Peningkatan drastis ini memicu serangkaian masalah yang dapat merugikan :

    Pertumbuhan Mikroorganisme: Jamur dan Kapang

    Air adalah prasyarat utama bagi kehidupan, termasuk bagi jamur dan kapang. Ketika kelembapan udara tinggi, permukaan material menjadi lembab, menciptakan lingkungan ideal bagi spora jamur untuk tumbuh dan berkembang biak.

    • Pada Produk Makanan: Kehadiran jamur dapat merusak rasa, tekstur, dan yang lebih berbahaya, memproduksi mikotoksin yang membahayakan kesehatan konsumen.

    • Pada Tekstil dan Kulit: Pakaian, sepatu kulit, dan tas menjadi apek, bernoda hitam, dan cepat lapuk.

    • Pada Dokumen dan Kertas: Arsip penting, buku, dan kemasan karton akan mudah berjamur dan rusak secara permanen.

    Korosi dan Karat

    Kelembaban tinggi mempercepat proses oksidasi logam. Uap air bertindak sebagai elektrolit, mempercepat pembentukan karat pada komponen logam. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi industri yang berurusan dengan mesin presisi, peralatan elektronik, suku cadang otomotif, dan perkakas. Korosi dapat mengurangi masa pakai produk, merusak fungsionalitas, dan memerlukan biaya perbaikan atau penggantian yang mahal.

    Kerusakan Elektronik dan Bahan Sensitif

    Perangkat elektronik, seperti kamera, smartphone, komputer, dan peralatan medis, sangat rentan terhadap kelembaban. Kondensasi dapat menyebabkan korsleting, kerusakan permanen pada sirkuit, dan gangguan fungsi. Demikian pula, bahan kimia, obat-obatan, dan beberapa jenis kosmetik akan kehilangan efektivitas atau mengalami perubahan komposisi akibat paparan uap air berlebih.

    Degradasi Kualitas Kemasan

    Kemasan produk, terutama yang berbahan dasar karton atau kertas, akan melunak, kehilangan kekuatan strukturalnya, dan mudah robek saat kondisi lembab. Hal ini tidak hanya merusak estetika, tetapi juga mengurangi perlindungan fisik produk di dalamnya.

    Mengenal Desiccant: Kunci Mengendalikan Kelembapan

    Setelah memahami ancaman kelembaban, langkah selanjutnya adalah mencari solusi yang efektif dan efisien. Di sinilah peran desiccant menjadi vital.

    Desiccant adalah zat yang bersifat higroskopis, yang berarti memiliki kemampuan alami untuk menyerap uap air dari udara di sekitarnya, sehingga efektif mengurangi tingkat kelembapan relatif dalam ruang tertutup.

    Prinsip Kerja Desiccant

    Desiccant, seperti Silica Gel atau Activated Clay, bekerja dengan cara mengikat molekul air pada permukaannya (adsorpsi) atau melalui reaksi kimia (absorpsi). Ketika ditempatkan bersama produk di dalam kemasan, wadah penyimpanan, atau gudang, mereka secara aktif menurunkan titik embun, menciptakan lingkungan yang lebih kering dan stabil.

    Jenis-Jenis Desiccant yang Populer

    1. Silica Gel: Merupakan salah satu desiccant yang paling umum. Ia dapat menyerap air hingga sekitar 40% dari beratnya sendiri. Bentuknya berupa butiran porous yang sangat stabil dan tidak beracun. Ideal untuk kemasan produk elektronik, obat-obatan, dan makanan.

    2. Activated Clay (Lempung Aktif): Pilihan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan. Ia efektif pada suhu ruang normal dan sering digunakan untuk mengamankan kargo dalam peti kemas karena kapasitas serapnya yang besar.

    3. Container Desiccant (Penyerap Kelembapan Kontainer): Dirancang khusus untuk mengatasi Container Rain—kondensasi uap air di dalam peti kemas saat pengiriman jarak jauh. Desiccant jenis ini biasanya memiliki kemampuan serap yang sangat tinggi dan tahan lama.

    Manfaat Menggunakan Desiccant

    Penggunaan desiccant adalah investasi penting untuk menjaga kualitas dan integritas produk, terutama selama pengiriman dan penyimpanan di musim hujan:

    • Memperpanjang Umur Simpan: Dengan menjaga kondisi kering, desiccant menghambat kerusakan, pembusukan, dan pertumbuhan mikroorganisme.

    • Melindungi Kualitas: Produk tetap dalam kondisi prima hingga sampai ke tangan konsumen, mencegah penurunan mutu yang disebabkan oleh kelembapan.

    • Mengurangi Kerugian Finansial: Mencegah kerusakan barang berarti mengurangi reject atau barang yang harus dibuang, sehingga menghemat biaya operasional dan menjaga reputasi bisnis.

    • Sesuai Standar Kualitas: Banyak industri (farmasi, makanan) mewajibkan penggunaan pengontrol kelembapan untuk memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ketat.

    Strategi Efektif Aplikasi Desiccant di Musim Hujan


    Untuk mendapatkan hasil maksimal, Kamu tidak cukup hanya meletakkan desiccant. Diperlukan strategi yang tepat:

    Perhitungan dan Penempatan yang Tepat

    Jumlah desiccant yang dibutuhkan sangat bergantung pada beberapa faktor: volume ruang, sifat higroskopis produk, bahan kemasan, dan tingkat kelembapan yang diperkirakan. Konsultasikan dengan ahli desiccant untuk menentukan takaran yang akurat. Penempatan desiccant harus sedekat mungkin dengan produk dan di dalam kemasan yang tertutup rapat (airtight) agar fungsinya optimal.

    Integrasi dengan Kemasan Berkualitas

    Desiccant bekerja paling efektif dalam lingkungan tertutup. Pastikan kemasan sekunder dan primer produk kamu memiliki kemampuan isolasi yang baik. Pertimbangkan penggunaan kemasan kedap udara atau vakum untuk barang yang sangat sensitif, didukung oleh paket desiccant di dalamnya. Kemasan yang baik dapat meminimalisir laju uap air masuk dari luar.

    Pengendalian Kelembapan Gudang

    Selain pengamanan di level kemasan produk, pengendalian kelembaban di gudang penyimpanan juga krusial.

    • Ventilasi: Pastikan sirkulasi udara di gudang berjalan baik.

    • Dehumidifier: Untuk gudang besar, penggunaan mesin dehumidifier industri dapat membantu menurunkan RH secara keseluruhan.

    • Container Desiccant untuk Kargo: Selalu gunakan container desiccant jika kamu mengirim barang melalui kontainer di musim hujan, terutama untuk komoditas yang rentan.

    Untuk memastikan kamu mendapatkan produk desiccant yang asli, berkualitas, dan sesuai kebutuhan, penting untuk bekerja sama dengan penyedia yang terpercaya. Bagi kamu yang berlokasi di wilayah Indonesia bagian barat, Kamu dapat mempercayakan kebutuhan pengendalian kelembapan pada Supplier Desiccant Jabodetabek dan Jawa Barat terkemuka. Mereka tidak hanya menyediakan beragam jenis desiccant berkualitas, tetapi juga memberikan konsultasi ahli tentang penggunaan yang paling efektif.

    Keunggulan Memilih Mitra Desiccant Terpercaya


    Memilih desiccant yang salah atau berkualitas rendah dapat menyebabkan kegagalan perlindungan dan potensi kerugian. Desiccant yang baik harus terjamin:

    • Kualitas Penyerapan Tinggi: Memiliki laju serap dan kapasitas serap sesuai standar industri.

    • Keamanan dan Kepatuhan: Untuk produk makanan dan farmasi, pastikan desiccant sudah food-grade dan mematuhi regulasi internasional.

    • Ketersediaan dan Dukungan Teknis: Mitra yang baik akan memastikan ketersediaan pasokan, terutama saat permintaan meningkat di musim hujan, dan memberikan dukungan teknis.

    Lindungi Aset Anda Sekarang

    Musim hujan adalah tantangan tahunan yang harus dihadapi oleh dunia industri dan rumah tangga di wilayah tropis. Risiko kelembaban berlebih adalah ancaman senyap yang dapat merusak kualitas produk, menimbulkan korosi, memicu pertumbuhan jamur, dan menyebabkan kerugian finansial yang besar.

    Penggunaan desiccant yang tepat dan berkualitas adalah solusi yang teruji dan vital untuk memitigasi risiko ini. Desiccant bertindak sebagai penjaga kelembaban, menjaga lingkungan penyimpanan tetap kering dan stabil, sehingga menjamin kualitas dan umur simpan produk kamu. Jangan tunda perlindungan aset berharga.

    Desitechgel.com adalah Supplier Desiccant Jabodetabek dan Jawa Barat. Segera hubungi kami jika perusahaan mengalami masalah kelembapan udara dan ingin konsultasi mengenai solusinya. Amankan produk kamu dari kerusakan kelembapan fatal di musim hujan ini!

    Continue Reading

     

    “Selagi benar dan bermanfaat, saya akan lurus saja, tidak akan menengok kanan kiri,” Ucap wanita paruh baya dengan luapan semangat sambil menyuap kuah seblak di Malakasari Edufarm, Duren Sawit, Jakarta Timur. Melalui Prinsip inilah, Haryati mampu membawa kebun kecil dari pekarangan rumah menjadi sebuah oase pendidikan di tengah beton kota Jakarta. 


    Sosok wanita inilah penggerak Kelompok Tani Wanita (KWT) D’shafa berhasil mengubah tempat penampungan sampah dan kumuh menjadi lahan hijau melalui green house, tempat produksi dan edukasi melalui agrowisata Malakasari Edufarm. Mulanya, Haryati dan ibu-ibu di RW 05 Malakasari rajin menanam tanaman di pekarangan rumah sebagai bagian untuk mengisi waktu luang dan hobi. Kemudian, para pejuang penghijauan di Malakasari memenangkan lomba Gang Hijau dalam upayanya menghijaukan kawasan sekitar RW 05. 



    Kemenangan kompetisi Gang Hijau skala nasional ini memicu semangat Haryati dengan mengajak ibu-ibu memanfaatkan lahan kosong. Lahan kosong tempat pembuangan sampah seluas 200 meter dipergunakan untuk menanam di samping SMAN 44 Jakarta. 


    Bermodalkan pengetahuan dari media sosial, Haryati melakukan penanaman secara konvensional, tak hanya itu Ia melakukan pembibitan secara mandiri. Badai pandemi pun datang, namun UMKM tetap bertahan bahkan terus tumbuh karena permintaan sayuran segar meningkat. Pada tahun 2020, Haryati dan ibu-ibu pun membentuk Kelompok Tani Wanita (KWT) D’Shafa. 


    Metode penanaman pun beralih dari konvensional menjadi hidroponik, dan hasil panen pun sangat melimpah. Sayuran segar didistribusikan kepada pemasok, namun ternyata hasil penjualan tidak sesuai dengan harapan. Untuk menutupi biaya produksi dan karyawan, Haryati pun sempat kewalahan. Berbekal inovasi dan kreativitas, D’Shafa bekerja sama dengan Puskesmas, Kelurahan, dan berbagai pihak dengan produk olahan dari sayuran berupa keripik, cheese stick, produk olahan makanan dan minuman herbal dan tradisional. 


    “Tadinya saya hanya menjual ke supplier saja, namun harganya tidak begitu bagus. Kemudian, saya berinovasi dengan berbagai produk olahan seperti cheese stick kelor ini,” Wanita asal Sragen menunjukan sebuah kaleng cheese stick saat menceritakan kisah sedih sebelum menemukan inovasi dari produk olahan sayur.


    Perkembangan dan inovasi tersebutlah yang membawa KWT D’Shafa mendapatkan bantuan PemProv. DKI Jakarta dengan lahan bekas tempat pembuangan sampah. Lokasi inilah, awal mula Malakasari Edufarm lahir dengan green house, tempat produksi dan agrowisata edufarm. 


    Oase Pendidikan Melalui Malakasari Edufarm

    Riuh tawa dan candaan terdengar dari Malakasari Edufarm siang itu. Matahari telah merangkak naik, namun anak-anak tetap ceria dan beramai-ramai menuju ke green house. Haryati menunjukan salah satu tanaman yaitu pakcoi. Tanaman ini terlihat sangat segar dengan penanaman melalui hidroponik. Tak hanya dijelaskan jenis tanaman, namun anak-anak diajarkan menanam dan memanen sayur. Berbagai produk olahan dari hasil panen pun tak luput dari pantauan anak-anak. Pengenalan dunia pertanian inilah yang membuat Malakasari Edufarm sangat disukai oleh anak-anak hingga remaja bahkan dewasa. Selama tiga tahun dari 2022 hingga 2024, pengunjung Malakasari Edufarm mencapai 13.831 orang, sesuatu pencapaian yang luar biasa. 


    “Kalau dengan anak-anak dan remaja, saya jadi gurunya. Kalau dengan dosen, saya jadi mahasiswanya,” Gurau Dea, salah satu ibu-ibu yang diberdayakan. 


    Lambat laun, Malakasari Edufarm tersohor dari mulut ke mulut. Bukan hanya edukasi semata, produk pembibitan, peralatan dan perlengkapan perkebunan pun menjadi salah satu usaha yang dikembangkan oleh UMKM ini. 


    “Bukan hanya paket edukasi, namun produk bibit dan perlengkapan kebun pun sangat laku,” Haryati menjelaskan dengan penuh semangat. 


    Bahkan Haryati menjelaskan pelajar sekolah menengah pun menjadi salah satu agen penjualan dengan menawarkan paket edukasi, penjualan produk kebun hingga produk olahan dari kebun. 


    “Kalau anak sekolah malah lebih kreatif, dicampur macam-macam jadi minuman kekinian.”


    Saluran penjualan bukan datang dari kolega pemerintah, swasta dan berbagai institusi, namun dari ibu-ibu, pelajar dan masyarakat pun menjadi tulang punggung meroketnya penjualan seluruh produk dan jasa yang ditawarkan. 


    Pemberdayaan Perempuan, Inovasi Produk dan Tata Kelola Manajemen

    “Ibu Kartini, seorang pensiunan guru sangat aktif dan banyak channelnya,” Tambah Haryati sambil membetulkan posisi duduk.


    Bukan hanya usia belia, seorang lansia bernama Ibu Kartini pun menjadi salah satu penopang Malakasari Edufarm dalam menghadirkan pengunjung setiap hari kerja. Bukan hanya Ibu Kartini, namun Ibu Dea pun mengaku telah 7 tahun bergabung bersama UMKM D’Shafa. 


    “Awalnya kami tetangga di RT 01, kemudian ikut bersama Ibu Haryati dan memenangkan lomba Gang Hijau.”


    Dea merupakan tetangga Haryati, mulanya enggan bergabung karena masih sibuk dengan pekerjaannya, namun setelah diberhentikan dari perusahaan ia pun kemudian bergabung dengan UMKM D’Shafa. 



    “Dulu malam-malam kami harus mengantar invoice sendiri ke kantor. Tiba-tiba di tengah jalan, invoice pun terbawa angin,” Dengan raut sedih Ibu Dea menceritakan perjalanan panjang D’Shafa. 


    Bukan hanya Ibu Dea saja namun terdapat 13 karyawan yang tergabung dalam usaha ini. Bahkan, beberapa karyawan pun mendapatkan giliran untuk menerima pembekalan dari Yayasan Astra - YDBA diantaranya pelatihan 5R, keuangan, dan tata kelola manajemen. 


    “Dulu sebelum bergabung dengan Yayasan Astra - YDBA, kami bingung dan berantakan sekali serta kenapa terus merugi?”



    Haryati mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dengan Yayasan Astra - YDBA tidak ada metode khusus dalam pencatatan maupun merumuskan harga pokok penjualan. Dalam operasional sehari-hari hanya mengandalkan perhitungan seadanya. Berkat mengikuti pelatihan perencanaan keuangan dan pelatihan lainnya, kini UMKM D’Shafa memiliki omset bersih sekitar 150 juta sebulan. 


    Selain secara tata kelola, inovasi produk pun semakin bervariasi mulai dari keripik, cheese stick, berbagai produk olahan hasil kebun dan minuman herbal. Kemasan produk pun mengalami perubahan cukup signifikan menjadi lebih modern dan tahan lama. 



    Salah satu tanaman unik dan langka di green house adalah Pegagan. Kebetulan tanaman ini jarang dibudidayakan oleh masyarakat, namun D’Shafa mampu membuat produk olahan seperti keripik pegagan. Pegagan ini banyak diminati namun kebun masih jarang ditemui sehingga perlu dikembangkan.



    “Salah satu impian saya adalah membuat Malakasari UMKM Festival,” Ucap Haryati sambil berkaca-kaca. 

    Harapan besar Malakasari Edufarm adalah bisa menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi banyak orang. Ke depan, Malakasari ingin berkembang menjadi pusat UMKM yang bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk tumbuh bersama.

    Salah satu langkahnya adalah menghadirkan booth pada berbagai event, agar produk anggota semakin dikenal masyarakat luas. Dari kafe sederhana yang menyajikan makanan sehat, minuman segar, hingga inovasi kekinian seperti “Ngejamu Yuk” dan makanan sehat, semua dirancang untuk memberi nilai tambah sekaligus menjaga gaya hidup sehat.

    Bergerak dan Tumbuh Bersama UMKM


    Tak hanya berbisnis, William Soeryadjaya, Founding Father Astra, memiliki cita-cita mulia menjadikan Astra sebagai pohon rindang, sebuah simbol kesejahteraan bersama. Pohon yang tidak hanya kokoh berdiri, tetapi juga berbuah manis sehingga banyak orang bisa bernaung di bawahnya dan turut menikmati hasilnya. Cita-cita tersebut diwujudkan melalui empat pilar: Astra Hijau, Astra Sehat, Astra Cerdas, dan Astra Kreatif.

    Melalui Astra Kreatif, Astra berkomitmen menggali potensi lokal dan membuka peluang usaha kreatif di masyarakat. Salah satu manifestasi nyata hadir dalam bentuk Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Bagi Astra, YDBA adalah akar yang memperkuat pohon rindang itu, mewujudkan Catur Dharma pertama: “Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.”


    Ketua Yayasan Astra - YDBA, Pak Rahmat Samulo, menegaskan bahwa YDBA menjalankan program pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan untuk mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan. Tantangan memang ada, namun dapat diatasi dengan kolaborasi bersama berbagai pihak.

    Hingga 2024, terdapat sebanyak 13.668 UMKM yang mengikuti program pembinaan Yayasan Astra - YDBA. UMKM binaan itu tersebar di 19 wilayah di Tanah Air, menandakan luasnya jangkauan serta dampak nyata yang dihasilkan.

    Salah satunya adalah D’Shafa, UMKM kuliner berbasis produk makanan olahan yang tumbuh dari kebun kecil di tengah beton kota. Kehadirannya tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga memberdayakan perempuan dan membuka lapangan kerja. Melalui pendampingan dan kolaborasi yang difasilitasi YDBA, D’Shafa mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengakses pembiayaan.

    D’Shafa membuktikan bahwa UMKM bukan sekadar usaha bertahan hidup, melainkan pilar penting perekonomian bangsa. Dengan pembinaan yang tepat, UMKM dapat naik kelas dan menghadirkan dampak sosial yang lebih luas. Inilah buah nyata dari pohon rindang Astra, buah yang manis dan bisa dinikmati banyak orang, terutama masyarakat kecil yang kini bisa berdiri lebih tegak dan percaya diri.


    Continue Reading
    Older
    Stories

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top