salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
  •  

    Setelah Tahun Baru Islam pada 1 Muharram, ternyata banyak sekali keistimewaan bulan ini. Muharram termasuk bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bulan ini juga dikenal sebagai Syahrullah atau Bulan Allah, yang menjadikan ibadah puasa di dalamnya begitu istimewa. Selain itu, tanggal 10 Muharram menjadi hari bersejarah bagi umat Islam, salah satunya karena peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Di Indonesia, tanggal tersebut juga dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama.

    Tepat di awal bulan Muharram inilah Dompet Dhuafa meluncurkan program BesTeam, singkatan dari Bestian Sama Yatim, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak yatim Indonesia.

    Mendengar kata yatim, pikiran saya langsung melayang kepada seorang sepupu. Saat masih berusia sangat muda, ia harus kehilangan ayahnya. Kehidupan tentu tidak berjalan mudah, tetapi waktu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Kini ia telah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki pekerjaan, dan membangun keluarganya sendiri.

    Kisah itu selalu mengingatkan saya pada arti kehilangan. Sebagai seorang piatu, saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan orang tua. Bedanya, saya kehilangan Mamah ketika sudah dewasa. Meski demikian, rasa rindu tetap hadir hingga hari ini. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar terisi. Namun dari kehilangan itu, saya belajar bahwa cara terbaik mengenang orang tua adalah dengan terus berjuang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

    Karena itulah saya percaya bahwa kehadiran orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan seorang anak. Ketika seorang anak kehilangan sosok ayah di usia yang masih belia, tentu ada tantangan yang harus dihadapi lebih awal dibandingkan anak-anak lainnya.

    Pemikiran itu terus terngiang ketika saya mendengarkan kisah Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, Alumni Penerima Manfaat Beasiswa YES (Youth Ekselensia Scholarship) Dompet Dhuafa. Dari sosok Rahmad, saya belajar lebih banyak tentang arti perjuangan, ketangguhan, dan harapan yang tetap menyala meski hidup pernah menghadirkan kehilangan.

    Dari Rahmad, Saya Belajar Tentang Ketangguhan

    Suasana ANTARA Heritage Center siang itu terasa hangat sekaligus mengharukan. Acara peluncuran BesTeam dibuka oleh penampilan anak-anak yatim binaan Dompet Dhuafa yang tampil penuh percaya diri di hadapan para tamu undangan, media, dan mitra yang hadir.

    Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah pidato yang disampaikan dalam tiga bahasa. Melihat mereka berdiri dengan percaya diri di atas panggung membuat saya tersadar bahwa anak-anak yatim memiliki potensi yang sama besar dengan anak-anak lainnya. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan dan dukungan untuk berkembang.

    Momen itu semakin bermakna ketika Rahmad Gustav Kurniawan Lubis naik ke atas panggung untuk berbagi cerita. Dengan tenang ia menceritakan perjalanan hidupnya sebagai anak yatim, berbagai tantangan yang pernah dihadapi, hingga bagaimana program Youth Ekselensia Scholarship (YES) Dompet Dhuafa menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

    Rahmad tidak hanya menerima bantuan pendidikan. Ia juga mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta ruang untuk mengembangkan diri. Dukungan tersebut membantunya membangun kepercayaan diri dan terus melangkah meraih cita-cita.

    Bagi saya, kisah Rahmad menjadi bukti bahwa anak yatim tidak membutuhkan belas kasihan semata. Mereka membutuhkan lingkungan yang percaya pada kemampuan mereka. Mereka membutuhkan orang-orang yang hadir untuk mendampingi, menguatkan, dan memberikan akses terhadap kesempatan yang lebih baik.

    Dari cerita Rahmad, saya semakin memahami mengapa pendampingan berkelanjutan jauh lebih penting dibandingkan bantuan yang bersifat sesaat. Sebab masa depan seorang anak tidak dibangun dalam sehari, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan dukungan dari banyak pihak.

    BesTeam, Gerakan Menjadi Sahabat Terbaik Anak Yatim

    Pemahaman itulah yang kemudian menjadi dasar lahirnya BesTeam atau Bestian Sama Yatim. Program yang diluncurkan Dompet Dhuafa ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya membantu anak yatim, tetapi juga menjadi sahabat yang membersamai perjalanan mereka menuju masa depan.

    Menurut Widodo selaku Ketua Panitia Program BesTeam, program ini dibangun di atas empat nilai utama, yaitu Best Heart, Best Mind, Best Future, dan Best Impact. Empat nilai tersebut menjadi fondasi berbagai program pemberdayaan yang mencakup pendidikan, kesehatan, pengembangan diri, hingga kemandirian ekonomi.

    Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa menghadirkan berbagai program seperti Beasiswa Yatim, Kesehatan Anak Yatim, Yatim Berdaya, Gemilang Anak Indonesia Timur, hingga Bright Generation. Seluruh program tersebut dirancang untuk membantu anak yatim tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan. Kehilangan sosok ayah tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis, rasa percaya diri, dan kesempatan anak dalam mengembangkan potensinya.

    Pesan serupa juga disampaikan oleh Teuku Wisnu. Sebagai seorang ayah, ia memahami betapa pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Namun ketika ada anak-anak yang harus kehilangan sosok ayah sejak dini, masyarakat dapat mengambil peran untuk menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan yang mereka butuhkan.

    Peluncuran BesTeam juga dirangkai dengan kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Gramedia melalui program Happy Family Coloring. Melalui kampanye "Menyebarkan Harapan Melalui Alat Tulis Sekolah ke Seluruh Penjuru Negeri", masyarakat diajak berpartisipasi menyediakan paket belajar bagi anak yatim dan dhuafa.

    Puncak acara ditandai dengan simbolisasi menyalakan Lentera Harapan bersama anak-anak yatim. Bagi saya, lentera tersebut menjadi simbol yang sederhana namun bermakna. Harapan akan terus menyala selama masih ada orang-orang yang peduli dan bersedia berjalan bersama mereka.

    Menjadi Bagian dari BesTeam untuk Masa Depan Anak Yatim

    Sepulang dari acara peluncuran BesTeam, pikiran saya kembali pada kisah sepupu yang tumbuh tanpa ayah dan kenangan tentang Mamah yang telah lebih dulu berpulang. Kehilangan orang tua memang meninggalkan luka dan kerinduan yang tidak mudah hilang. Namun dari pengalaman hidup, saya belajar bahwa dukungan dari orang-orang di sekitar mampu menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.

    Hal yang sama saya lihat pada sosok Rahmad dan anak-anak yatim yang tampil pada siang itu. Mereka tidak meminta dikasihani. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung agar dapat berkembang sesuai potensi terbaiknya.

    Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan semua itu dalam bentuk program yang berkelanjutan. Ditambah kolaborasi bersama Teuku Wisnu, Gramedia melalui Happy Family Coloring, para donatur, relawan, dan masyarakat luas, BesTeam menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukanlah tugas satu pihak saja.

    Di bulan Muharram yang penuh kemuliaan ini, saya belajar bahwa menjadi sahabat bagi anak yatim bisa dimulai dari langkah sederhana. Sebab ketika semakin banyak orang bersedia menjadi bagian dari BesTeam, semakin banyak pula harapan yang dapat dinyalakan untuk masa depan anak-anak Indonesia.

    Yuk Bestian Sama Yatim di https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/bestianyatim .

    Dompet Dhuafa 

    Website : https://digital.dompetdhuafa.org/

    Instagram : https://www.instagram.com/dompetdhuafaorg/

    Continue Reading

    Suasana Parkiran Lotte Grosir Ciputat, Tangerang berubah riuh saat Aldi Taher muncul membawakan lagu Don’t Look Back in Anger dari Oasis, sebuah band legendaris asal Manchester, Inggris. Dengan mengenakan baju koko hijau, Aldi seketika menjadi pusat perhatian dalam acara BerOjol, program Ramadan Dompet Dhuafa. Program Berkah Untuk Ojek Online (BerOjol) pada Ramadan 2026 dengan memberikan layanan servis motor gratis bagi 1.447 pengemudi ojek online di wilayah Jabodetabek.


    Pengemudi ojek online pun ikut berjoget dan berdendang menyanyikan lagu-lagu Aldi Taher populer seperti Munaroh dan Bapak Mana. Sambil menanti motor diservis oleh mekanik, pengemudi ojol menikmati hiburan dari Aldi Taher. Tak hanya servis motor gratis, pengemudi ojol pun mendapatkan beras dari Tebar Zakat Fitrah dan pemeriksaan kesehatan gratis. 



    Pengemudi ojek online pun sangat gembira menyambut program ini, apalagi pada saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya banyak kebutuhan menyambut Hari Raya. BerOjol meringankan beban servis motor para pengemudi dan bisa mengalihkan biaya tersebut untuk kebutuhan lain. 


    Dompet Dhuafa Bantu Service Motor Ojol dengan Program Berkah Untuk Ojek Online (BerOjol) 



    Seorang pengemudi perempuan ojek online pun mengungkapkan rasa terima kasih karena telah mendapatkan servis motor sehingga meringankan biaya pengeluaran. 


    “Sungguh luar biasa, untuk membantu kita ojol. Saya sangat puas. Motor saya pun telah diservis dan lebih enak jika dibawa. Harapannya, semoga program ini bisa diadakan secara rutin,” ungkap perempuan jilbab merah muda.


    Selain itu, seorang paruh baya bernama Maman dari Ciputat pun mengungkapkan hal yang sama dengan program BerOjol ini. 


    “Sangat membantu para ojol untuk ganti oli dan servisnya serta sembako berasnya, sangat bermanfaat bagi pengemudi ojol. Alhamdulillah, sudah lancar dan sudah sangat enteng. Harapannya Dompet Dhuafa mendukung para ojol untuk mencari nafkah, apalagi biar motornya tidak ngambek di jalan,” Tawa kecil pak Maman ini pecah ketika menceritakan betapa beratnya hidup mencari nafkah di jalan. 



    Kedua pengemudi ojek online ini mewakili suara hati para ojol khususnya di daerah Jabodetabek. Jika motor tidak diservis secara reguler, maka resiko untuk mogok dan mengalami kendala saat mengantar pelanggan pun tak bisa dihindari. Bayangkan berapa uang yang harus disiapkan jika terjadi kerusakan mesin, tentu saja akan berkali-kali lipat besarnya dibandingkan dengan service reguler. 


    Program BerOjol Ramadan 2026 yang digelar Dompet Dhuafa kembali menjadi ruang perawatan bagi para pengemudi ojek online di Jabodetabek. Sebanyak 1.447 motor ojol mendapatkan servis gratis di area parkir Lotte Grosir Ciputat, mulai dari tune up ringan, penggantian oli, hingga pengecekan komponen penting agar kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan untuk bekerja. Bagi para pengemudi yang setiap hari bergantung pada kondisi motor di tengah mobilitas kota, layanan ini terasa sangat relevan karena membantu menekan biaya perawatan yang seringkali harus ditunda demi kebutuhan harian.



    Melalui BerOjol, perawatan motor dipahami sebagai bagian dari menjaga keberlanjutan penghasilan ojol itu sendiri. Motor yang lebih prima berarti risiko mogok berkurang, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan aktivitas mencari order bisa berlangsung lebih lancar. Karena itu, program ini tidak sekadar servis gratis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar para pengemudi tetap bisa bekerja dengan kendaraan yang layak dan aman selama Ramadan dan seterusnya.


    Tak Hanya Service Motor, Ojol pun Dapat Cek Kesehatan  dan Sembako Gratis dari Tebar Zakat Fitrah



    Selain mendapatkan perawatan kendaraan melalui program BerOjol, para pengemudi ojek online juga memperoleh layanan cek kesehatan gratis di lokasi kegiatan. Pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, kondisi fisik umum, hingga konsultasi kesehatan ringan diberikan agar para ojol tetap prima menjalani aktivitas harian yang padat di jalan. Inisiatif dari Dompet Dhuafa ini melengkapi kebutuhan para pengemudi, karena kesehatan tubuh dan kendaraan sama-sama menjadi penopang utama keberlangsungan kerja mereka.


    Pada kesempatan yang sama, para ojol juga menerima paket sembako melalui program Tebar Zakat Fitrah sebagai bekal Ramadan menjelang Idulfitri. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pangan keluarga di tengah pendapatan yang tidak selalu stabil. Kombinasi servis motor, layanan kesehatan, dan distribusi zakat fitrah menjadikan rangkaian BerOjol Ramadan 2026 sebagai dukungan menyeluruh tidak hanya menjaga kendaraan tetap layak jalan, tetapi juga memastikan para pengemudi dan keluarganya tetap terjaga kesejahteraannya.



    Selain BerOjol, Dompet Dhuafa juga menghadirkan rangkaian program Ramadan 1447 H lainnya yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Di antaranya Mudik Kalcer yang memfasilitasi pemudik pulang kampung dengan bus gratis, Borong Dagangan Saudaramu untuk membantu pedagang kecil selama Ramadan, santunan yatim melalui program Remember, hingga distribusi Tebar Zakat Fitrah ke berbagai daerah prioritas. Seluruh program ini dirancang sebagai gerakan kebaikan yang saling melengkapi mulai dari dukungan mobilitas, penguatan ekonomi kecil, hingga bantuan sosial dengan target menjangkau ratusan ribu penerima manfaat sepanjang Ramadan.


    Continue Reading

     Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Percaya nggak sih kalau Berzakat itu Kalcer di Indonesia? Pasti kebanyakan orang akan setuju dengan pernyataan ini. Faktanya, Indonesia telah dinobatkan selama tahun 2017-2024 sebagai negara paling dermawan di dunia oleh Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index. Saya pernah membuktikannya di rumah, Ayah pun sering memberikan sejumlah uang kepada musafir, memberikan makanan kepada tunawisma dan sering mentraktir siapapun termasuk saudara dekat. Dari contoh dalam keluarga inilah, saya bisa menyimpulkan bahwa fakta kedermawanan itu tak pernah diragukan sekalipun. 


    Zakat itu kalcer, apalagi menjelang ramadhan yang tinggal menghitung hari ini, bisa menunjang ibadah lain. Dompet Dhuafa menjelang ramadhan mengajak semua orang untuk menjadikan Zakat, infaq dan sedekah menjadi suatu kebiasaan atau habit berpahala. Dengan teknologi, kalau dulu zakat, infaq dan sedekah hanya bisa dilakukan saat ingat, namun kini ketika beraktivitas pun ibadah ini bisa dilakukan. Cukup dengan sebuah aplikasi Dompet Dhuafa, semua kegiatan beribadah, zakat, sedekah bisa dilakukan dengan praktis. Selain itu untuk memudahkan Berzakat, sedekah dan lainnya, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Maybank.


    Ibadah, Zakat dan Donasi Rutin Lebih Mudah dengan Aplikasi Dompet Dhuafa

    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Kadang niat berbagi itu sederhana, tapi langkahnya yang terasa rumit. Aplikasi Dompet Dhuafa hadir seperti jembatan yang memendekkan jarak antara niat dan aksi. Lewat satu genggaman, zakat, infak, sedekah, dan wakaf bisa ditunaikan tanpa perlu datang ke kantor layanan. Bahkan, ada kalkulator zakat yang membantu menghitung kewajiban dengan lebih tenang, Al-Qur’an digital yang bisa dibaca kapan saja, hingga fitur tanya ustaz untuk mereka yang ingin memastikan ibadahnya tetap lurus arah. Semua terasa lebih praktis, seolah kebaikan memang sengaja didekatkan.


    Namun aplikasi ini bukan hanya soal kemudahan berdonasi. Di dalamnya, ada transparansi yang membuat hati lebih mantap. Laporan penyaluran dana bisa diakses, kabar program pemberdayaan dapat diikuti, bahkan tersedia ruang bagi siapa pun yang ingin turun langsung menjadi relawan. Beragam metode pembayaran pun disiapkan agar tak ada alasan menunda berbagi. Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Maybank salah satu bank dengan unit syariah dari tahun 1994. 


    Sedekah rutin bukan tentang besarnya nominal, namun niat mulai membantu sesama dengan rutin. Misalnya, saya ingin tak terlewat sedekah rutin hari Jumat, dengan menghubungkan aplikasi Dompet Dhuafa ke Maybank. Kita bisa atur nominal sedekah, kapan waktunya bisa pilih harian, mingguan atau bulanan, sehingga tidak akan terlewat niat baik tersebut. 


    Menyambut ramadan, aplikasi ini bisa digunakan sebagai salah satu aplikasi multifungsi sehingga bisa membantu beribadah dimana saja dan kapan saja tanpa terlewat. Nah, kalau kamu suka fitur yang mana? 


    Ketika Berzakat itu Kalcer, Bukan Sekadar Kewajiban

    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan bencana yang masih menyisakan luka di sejumlah wilayah Sumatra, Ramadan 1447 H terasa seperti panggilan untuk kembali merapikan makna berbagi. Dompet Dhuafa menangkap momentum itu lewat kampanye “Berzakat Itu Kalcer”, sebuah ajakan yang menggeser zakat dari sekadar kewajiban menjadi kebiasaan yang mengakar. Bukan lagi ritual tahunan yang datang dan pergi, tetapi kultur yang tumbuh dalam keseharian.


    Program-program yang dihadirkan bukan hanya daftar kegiatan, melainkan potret kepedulian yang menyentuh berbagai lapisan. Tebar Zakat Fitrah menjadi penguat di ujung Ramadan, memastikan lebih banyak keluarga bisa menyambut Idulfitri dengan senyum yang utuh. Yatim Remember menghadirkan Ramadan yang lebih hangat bagi anak-anak yatim, bukan hanya lewat bantuan materi, tetapi juga perhatian dan rasa dimiliki.


    Di sudut kota, ada para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kendaraan mereka. Melalui program Ber-ojol, Dompet Dhuafa membantu merawat kendaraan mereka agar tetap layak jalan, tetap produktif, tetap menjadi sumber nafkah. Di pasar-pasar tradisional, program Borong Dagangan Saudaramu menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menjaga denyut usaha kecil tetap hidup. Dagangan yang diborong bukan sekadar barang yang terjual, tetapi harapan yang tak jadi padam.


    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer


    Sementara itu, Recovery Sumatra menjadi respons nyata atas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tidak berhenti pada fase darurat, tetapi bergerak ke tahap pemulihan. Ada rumah yang perlu diperbaiki, ada usaha yang harus dibangkitkan kembali, ada semangat yang perlu diteguhkan. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempercepat pemulihan itu, menghadirkan solidaritas yang lebih terasa.


    Program Mudik Kalcer pun menjadi simbol bahwa rindu dan kebersamaan adalah bagian dari kesejahteraan. Ratusan jiwa diberangkatkan menuju kampung halaman di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Bagi sebagian orang, mudik bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan emosional yang memulihkan. Bertemu keluarga, mencium tangan orang tua, merayakan Lebaran tanpa rasa terasing.


    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer


    Semua ikhtiar itu diarahkan pada satu target besar 750 ribu jiwa penerima manfaat selama Ramadan. Angka ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan representasi dari luasnya jangkauan kebaikan. Untuk mendukungnya, Dompet Dhuafa memperkuat layanan digital melalui aplikasi yang terintegrasi dengan berbagai kanal pembayaran, layanan jemput zakat, hingga kolaborasi dengan Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia. Melalui fitur sedekah rutin terjadwal, donasi dapat dilakukan otomatis harian, mingguan, atau bulanan. Teknologi tidak lagi terasa jauh dari nilai spiritual, justru menjadi jembatan yang memudahkan konsistensi berbagi.


    Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat berjalan lebih transparan dan terukur. Di saat potensi ZISWAF nasional begitu besar, penguatan ekosistem menjadi kunci. Bukan hanya mengumpulkan dana sosial, tetapi memastikan setiap rupiah sampai pada yang berhak, tepat sasaran, dan berdampak jangka panjang.


    Sedekah Rutin dan Berzakat Itu Kalcer di Era Digital


    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Pada akhirnya, “Berzakat Itu Kalcer” bukan sekadar kampanye musiman, tetapi ajakan untuk membangun kebiasaan. Kalcer berarti kultur, sesuatu yang dilakukan bukan karena terpaksa, melainkan karena sudah menjadi bagian dari identitas. Ketika zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara sadar dan konsisten, ia tidak lagi terasa berat. Justru menjadi kebutuhan spiritual yang menenangkan, terutama menjelang Ramadan yang penuh keberkahan.

    Kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Maybank memperkuat semangat itu melalui fitur sedekah rutin terjadwal di aplikasi. Dengan menghubungkan rekening Maybank, menentukan nominal, serta memilih waktu harian, mingguan, atau bulanan, kebaikan bisa berjalan otomatis tanpa takut terlewat. Teknologi di sini bukan menggantikan nilai ibadah, tetapi menjaganya tetap hidup dan berkelanjutan. Dari satu pengaturan sederhana di layar ponsel, lahir kebiasaan berbagi yang konsisten. Ketika sedekah sudah menjadi rutinitas dan zakat menjadi kultur, maka benar adanya Berzakat Itu Kalcer bukan hanya slogan, melainkan gaya hidup yang menguatkan banyak kehidupan.

    Informasi Dompet Dhuafa :

    https://www.dompetdhuafa.org/






    Continue Reading

     

    Ramadan selalu jadi bulan penuh berkah, di mana umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba berbuat kebaikan. Di bulan suci ini, semangat berbagi terasa semakin kuat, memberikan kesempatan bagi siapapun untuk membantu sesama. Dompet Dhuafa, sebagai lembaga filantropi yang telah berdiri sejak 1993, terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat prasejahtera melalui berbagai program berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).


    Setiap tahunnya, Dompet Dhuafa meluncurkan berbagai program unggulan di bulan Ramadan. Tahun ini, mereka kembali hadir dengan kampanye "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat", yang tidak hanya mengajak masyarakat untuk berbagi, tetapi juga menggandeng berbagai pihak untuk semakin memperluas dampak kebaikan.


    "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat" dan Program Ramadan Dompet Dhuafa



    Ramadan 1446H menjadi momen bagi Dompet Dhuafa untuk meluncurkan program-program inspiratif yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Turut hadir dari Dompet Dhuafa, yaitu Ahmad Juwaini selaku Sekretaris Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Andriansyah sebagai Ketua Ramadan 1446H Dompet Dhuafa, serta Rina Fatimah yang menjabat sebagai GM Program Pendidikan Dompet Dhuafa yang menyampaikan Kampanye "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat" menekankan pentingnya berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Beberapa program unggulan dalam kampanye ini antara lain:


    Dakwah Melintas Batas, yaitu kajian ke berbagai daerah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman.


    Ramadan di Palestina, bentuk kepedulian untuk saudara-saudara kita di Palestina melalui bantuan kemanusiaan dan pendidikan.


    Muliakan Anak Yatim, program santunan dan berbagai kegiatan edukatif bagi anak-anak yatim.


    SEKAR (Sadar Kebersihan Makam di Bulan Ramadan), gerakan sosial yang mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan makam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.


    Pasar Berkah, program pemberdayaan pedagang kecil dan masyarakat prasejahtera.


    Pos Mudik Ramah Keluarga, layanan bagi pemudik agar perjalanan mereka lebih nyaman dan aman.


    Selain itu, Dompet Dhuafa tetap mengelola dana dari donasi masyarakat dengan penuh transparansi, memastikan setiap bantuan dapat tersalurkan dengan optimal.


    Kolaborasi dengan Dul Jaelani: Muliakan Yatim dengan Musik dan Kepedulian



    Tahun ini, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan musisi muda berbakat, Dul Jaelani, dalam kampanye "Muliakan Yatim". Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memuliakan anak yatim dan mengajak lebih banyak orang untuk ikut berbagi.


    Dul Jaelani dikenal sebagai musisi dengan kepedulian sosial yang tinggi. Dalam kampanye ini, ia tidak hanya terlibat langsung dalam kegiatan santunan yatim, tetapi juga turut menyebarkan pesan kebaikan melalui musik. Kabarnya, di Ramadan ini Dul akan merilis lagu baru yang terinspirasi dari semangat berbagi. Lagu ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk menyebarkan semangat kebaikan ke lebih banyak orang.


    Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi anak-anak yatim yang menerima bantuan, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berbagi. Dengan hadirnya Dul Jaelani, pesan kebaikan bisa sampai ke generasi muda dengan lebih luas dan efektif.



    Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan, Dul Jaelani akan tampil dalam acara amal sekaligus bazar UMKM bertajuk Symphony of Iftar yang akan digelar pada Jumat, 14 Maret 2025, di CIBIS Cilandak, Jakarta Selatan.


    Festival Ramadan Symphony of Iftar merupakan hasil kerja sama antara Dompet Dhuafa, Persatuan Perusahaan Jasa Boga Indonesia (PPJI), dan CIBIS Park. Acara ini akan menghadirkan beragam aktivitas menarik, mulai dari bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, talkshow, stand-up comedy, lomba anak, santunan yatim, kajian dakwah, hingga simulasi mitigasi bencana.


    Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa dan Dul Jaelani berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi dan mendukung anak-anak yatim agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


    Program Beasiswa Prestasi: Mendukung Masa Depan Anak Bangsa



    Selain kampanye berbagi, Dompet Dhuafa juga punya program Beasiswa Prestasi yang bertujuan untuk mendukung pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera. Program ini membuka kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah.


    Beasiswa Prestasi ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga mencakup pendampingan akademik, pelatihan keterampilan, hingga mentoring dari berbagai profesional. Dengan adanya program ini, Dompet Dhuafa berharap bisa mencetak generasi muda yang cerdas dan punya kepedulian sosial tinggi.


    Menurut Rina Fatimah, GM Program Pendidikan Dompet Dhuafa, program untuk anak yatim mencakup berbagai jenjang pendidikan dan usia. Di bulan Ramadan, kegiatan yang lebih menonjol adalah santunan serta sesi belajar bersama. Selain itu, Dompet Dhuafa juga memiliki program beasiswa pendidikan yang berjalan sepanjang tahun, memberikan dukungan bagi lebih dari 100 anak yatim dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.


    Ayo Ikut Berbagi!



    Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan berbagi dengan sesama. Melalui kampanye "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat", kolaborasi dengan Dul Jaelani dalam "Muliakan Yatim", serta program Beasiswa Prestasi, Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat untuk ikut dalam aksi kebaikan ini.


    Berbagi itu tidak selalu harus dalam bentuk materi. Bisa juga dalam bentuk dukungan, doa, atau menyebarkan informasi agar semakin banyak yang ikut serta dalam gerakan berbagi ini. Yuk, jadikan Ramadan ini lebih bermakna dengan berbagi! Karena sejatinya, berbagi itu keren, dan memang gak ada obatnya!


    Informasi Dompet Dhuafa :


    https://www.dompetdhuafa.org/






    Continue Reading
    Older
    Stories

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top