salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger

  • Suasana Parkiran Lotte Grosir Ciputat, Tangerang berubah riuh saat Aldi Taher muncul membawakan lagu Don’t Look Back in Anger dari Oasis, sebuah band legendaris asal Manchester, Inggris. Dengan mengenakan baju koko hijau, Aldi seketika menjadi pusat perhatian dalam acara BerOjol, program Ramadan Dompet Dhuafa. Program Berkah Untuk Ojek Online (BerOjol) pada Ramadan 2026 dengan memberikan layanan servis motor gratis bagi 1.447 pengemudi ojek online di wilayah Jabodetabek.


    Pengemudi ojek online pun ikut berjoget dan berdendang menyanyikan lagu-lagu Aldi Taher populer seperti Munaroh dan Bapak Mana. Sambil menanti motor diservis oleh mekanik, pengemudi ojol menikmati hiburan dari Aldi Taher. Tak hanya servis motor gratis, pengemudi ojol pun mendapatkan beras dari Tebar Zakat Fitrah dan pemeriksaan kesehatan gratis. 



    Pengemudi ojek online pun sangat gembira menyambut program ini, apalagi pada saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya banyak kebutuhan menyambut Hari Raya. BerOjol meringankan beban servis motor para pengemudi dan bisa mengalihkan biaya tersebut untuk kebutuhan lain. 


    Dompet Dhuafa Bantu Service Motor Ojol dengan Program Berkah Untuk Ojek Online (BerOjol) 



    Seorang pengemudi perempuan ojek online pun mengungkapkan rasa terima kasih karena telah mendapatkan servis motor sehingga meringankan biaya pengeluaran. 


    “Sungguh luar biasa, untuk membantu kita ojol. Saya sangat puas. Motor saya pun telah diservis dan lebih enak jika dibawa. Harapannya, semoga program ini bisa diadakan secara rutin,” ungkap perempuan jilbab merah muda.


    Selain itu, seorang paruh baya bernama Maman dari Ciputat pun mengungkapkan hal yang sama dengan program BerOjol ini. 


    “Sangat membantu para ojol untuk ganti oli dan servisnya serta sembako berasnya, sangat bermanfaat bagi pengemudi ojol. Alhamdulillah, sudah lancar dan sudah sangat enteng. Harapannya Dompet Dhuafa mendukung para ojol untuk mencari nafkah, apalagi biar motornya tidak ngambek di jalan,” Tawa kecil pak Maman ini pecah ketika menceritakan betapa beratnya hidup mencari nafkah di jalan. 



    Kedua pengemudi ojek online ini mewakili suara hati para ojol khususnya di daerah Jabodetabek. Jika motor tidak diservis secara reguler, maka resiko untuk mogok dan mengalami kendala saat mengantar pelanggan pun tak bisa dihindari. Bayangkan berapa uang yang harus disiapkan jika terjadi kerusakan mesin, tentu saja akan berkali-kali lipat besarnya dibandingkan dengan service reguler. 


    Program BerOjol Ramadan 2026 yang digelar Dompet Dhuafa kembali menjadi ruang perawatan bagi para pengemudi ojek online di Jabodetabek. Sebanyak 1.447 motor ojol mendapatkan servis gratis di area parkir Lotte Grosir Ciputat, mulai dari tune up ringan, penggantian oli, hingga pengecekan komponen penting agar kendaraan tetap aman dan nyaman digunakan untuk bekerja. Bagi para pengemudi yang setiap hari bergantung pada kondisi motor di tengah mobilitas kota, layanan ini terasa sangat relevan karena membantu menekan biaya perawatan yang seringkali harus ditunda demi kebutuhan harian.



    Melalui BerOjol, perawatan motor dipahami sebagai bagian dari menjaga keberlanjutan penghasilan ojol itu sendiri. Motor yang lebih prima berarti risiko mogok berkurang, konsumsi bahan bakar lebih efisien, dan aktivitas mencari order bisa berlangsung lebih lancar. Karena itu, program ini tidak sekadar servis gratis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar para pengemudi tetap bisa bekerja dengan kendaraan yang layak dan aman selama Ramadan dan seterusnya.


    Tak Hanya Service Motor, Ojol pun Dapat Cek Kesehatan  dan Sembako Gratis dari Tebar Zakat Fitrah



    Selain mendapatkan perawatan kendaraan melalui program BerOjol, para pengemudi ojek online juga memperoleh layanan cek kesehatan gratis di lokasi kegiatan. Pemeriksaan dasar seperti tekanan darah, kondisi fisik umum, hingga konsultasi kesehatan ringan diberikan agar para ojol tetap prima menjalani aktivitas harian yang padat di jalan. Inisiatif dari Dompet Dhuafa ini melengkapi kebutuhan para pengemudi, karena kesehatan tubuh dan kendaraan sama-sama menjadi penopang utama keberlangsungan kerja mereka.


    Pada kesempatan yang sama, para ojol juga menerima paket sembako melalui program Tebar Zakat Fitrah sebagai bekal Ramadan menjelang Idulfitri. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pangan keluarga di tengah pendapatan yang tidak selalu stabil. Kombinasi servis motor, layanan kesehatan, dan distribusi zakat fitrah menjadikan rangkaian BerOjol Ramadan 2026 sebagai dukungan menyeluruh tidak hanya menjaga kendaraan tetap layak jalan, tetapi juga memastikan para pengemudi dan keluarganya tetap terjaga kesejahteraannya.



    Selain BerOjol, Dompet Dhuafa juga menghadirkan rangkaian program Ramadan 1447 H lainnya yang menyasar berbagai kelompok masyarakat. Di antaranya Mudik Kalcer yang memfasilitasi pemudik pulang kampung dengan bus gratis, Borong Dagangan Saudaramu untuk membantu pedagang kecil selama Ramadan, santunan yatim melalui program Remember, hingga distribusi Tebar Zakat Fitrah ke berbagai daerah prioritas. Seluruh program ini dirancang sebagai gerakan kebaikan yang saling melengkapi mulai dari dukungan mobilitas, penguatan ekonomi kecil, hingga bantuan sosial dengan target menjangkau ratusan ribu penerima manfaat sepanjang Ramadan.


    Continue Reading

     Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Percaya nggak sih kalau Berzakat itu Kalcer di Indonesia? Pasti kebanyakan orang akan setuju dengan pernyataan ini. Faktanya, Indonesia telah dinobatkan selama tahun 2017-2024 sebagai negara paling dermawan di dunia oleh Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index. Saya pernah membuktikannya di rumah, Ayah pun sering memberikan sejumlah uang kepada musafir, memberikan makanan kepada tunawisma dan sering mentraktir siapapun termasuk saudara dekat. Dari contoh dalam keluarga inilah, saya bisa menyimpulkan bahwa fakta kedermawanan itu tak pernah diragukan sekalipun. 


    Zakat itu kalcer, apalagi menjelang ramadhan yang tinggal menghitung hari ini, bisa menunjang ibadah lain. Dompet Dhuafa menjelang ramadhan mengajak semua orang untuk menjadikan Zakat, infaq dan sedekah menjadi suatu kebiasaan atau habit berpahala. Dengan teknologi, kalau dulu zakat, infaq dan sedekah hanya bisa dilakukan saat ingat, namun kini ketika beraktivitas pun ibadah ini bisa dilakukan. Cukup dengan sebuah aplikasi Dompet Dhuafa, semua kegiatan beribadah, zakat, sedekah bisa dilakukan dengan praktis. Selain itu untuk memudahkan Berzakat, sedekah dan lainnya, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Maybank.


    Ibadah, Zakat dan Donasi Rutin Lebih Mudah dengan Aplikasi Dompet Dhuafa

    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Kadang niat berbagi itu sederhana, tapi langkahnya yang terasa rumit. Aplikasi Dompet Dhuafa hadir seperti jembatan yang memendekkan jarak antara niat dan aksi. Lewat satu genggaman, zakat, infak, sedekah, dan wakaf bisa ditunaikan tanpa perlu datang ke kantor layanan. Bahkan, ada kalkulator zakat yang membantu menghitung kewajiban dengan lebih tenang, Al-Qur’an digital yang bisa dibaca kapan saja, hingga fitur tanya ustaz untuk mereka yang ingin memastikan ibadahnya tetap lurus arah. Semua terasa lebih praktis, seolah kebaikan memang sengaja didekatkan.


    Namun aplikasi ini bukan hanya soal kemudahan berdonasi. Di dalamnya, ada transparansi yang membuat hati lebih mantap. Laporan penyaluran dana bisa diakses, kabar program pemberdayaan dapat diikuti, bahkan tersedia ruang bagi siapa pun yang ingin turun langsung menjadi relawan. Beragam metode pembayaran pun disiapkan agar tak ada alasan menunda berbagi. Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Maybank salah satu bank dengan unit syariah dari tahun 1994. 


    Sedekah rutin bukan tentang besarnya nominal, namun niat mulai membantu sesama dengan rutin. Misalnya, saya ingin tak terlewat sedekah rutin hari Jumat, dengan menghubungkan aplikasi Dompet Dhuafa ke Maybank. Kita bisa atur nominal sedekah, kapan waktunya bisa pilih harian, mingguan atau bulanan, sehingga tidak akan terlewat niat baik tersebut. 


    Menyambut ramadan, aplikasi ini bisa digunakan sebagai salah satu aplikasi multifungsi sehingga bisa membantu beribadah dimana saja dan kapan saja tanpa terlewat. Nah, kalau kamu suka fitur yang mana? 


    Ketika Berzakat itu Kalcer, Bukan Sekadar Kewajiban

    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih dan bencana yang masih menyisakan luka di sejumlah wilayah Sumatra, Ramadan 1447 H terasa seperti panggilan untuk kembali merapikan makna berbagi. Dompet Dhuafa menangkap momentum itu lewat kampanye “Berzakat Itu Kalcer”, sebuah ajakan yang menggeser zakat dari sekadar kewajiban menjadi kebiasaan yang mengakar. Bukan lagi ritual tahunan yang datang dan pergi, tetapi kultur yang tumbuh dalam keseharian.


    Program-program yang dihadirkan bukan hanya daftar kegiatan, melainkan potret kepedulian yang menyentuh berbagai lapisan. Tebar Zakat Fitrah menjadi penguat di ujung Ramadan, memastikan lebih banyak keluarga bisa menyambut Idulfitri dengan senyum yang utuh. Yatim Remember menghadirkan Ramadan yang lebih hangat bagi anak-anak yatim, bukan hanya lewat bantuan materi, tetapi juga perhatian dan rasa dimiliki.


    Di sudut kota, ada para pengemudi ojek online yang menggantungkan hidup dari kendaraan mereka. Melalui program Ber-ojol, Dompet Dhuafa membantu merawat kendaraan mereka agar tetap layak jalan, tetap produktif, tetap menjadi sumber nafkah. Di pasar-pasar tradisional, program Borong Dagangan Saudaramu menjadi cara sederhana namun bermakna untuk menjaga denyut usaha kecil tetap hidup. Dagangan yang diborong bukan sekadar barang yang terjual, tetapi harapan yang tak jadi padam.


    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer


    Sementara itu, Recovery Sumatra menjadi respons nyata atas bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tidak berhenti pada fase darurat, tetapi bergerak ke tahap pemulihan. Ada rumah yang perlu diperbaiki, ada usaha yang harus dibangkitkan kembali, ada semangat yang perlu diteguhkan. Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempercepat pemulihan itu, menghadirkan solidaritas yang lebih terasa.


    Program Mudik Kalcer pun menjadi simbol bahwa rindu dan kebersamaan adalah bagian dari kesejahteraan. Ratusan jiwa diberangkatkan menuju kampung halaman di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Bagi sebagian orang, mudik bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan emosional yang memulihkan. Bertemu keluarga, mencium tangan orang tua, merayakan Lebaran tanpa rasa terasing.


    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer


    Semua ikhtiar itu diarahkan pada satu target besar 750 ribu jiwa penerima manfaat selama Ramadan. Angka ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan representasi dari luasnya jangkauan kebaikan. Untuk mendukungnya, Dompet Dhuafa memperkuat layanan digital melalui aplikasi yang terintegrasi dengan berbagai kanal pembayaran, layanan jemput zakat, hingga kolaborasi dengan Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia. Melalui fitur sedekah rutin terjadwal, donasi dapat dilakukan otomatis harian, mingguan, atau bulanan. Teknologi tidak lagi terasa jauh dari nilai spiritual, justru menjadi jembatan yang memudahkan konsistensi berbagi.


    Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat berjalan lebih transparan dan terukur. Di saat potensi ZISWAF nasional begitu besar, penguatan ekosistem menjadi kunci. Bukan hanya mengumpulkan dana sosial, tetapi memastikan setiap rupiah sampai pada yang berhak, tepat sasaran, dan berdampak jangka panjang.


    Sedekah Rutin dan Berzakat Itu Kalcer di Era Digital


    Dompet-Dhuafa-Berzakat-Itu-Kalcer

    Pada akhirnya, “Berzakat Itu Kalcer” bukan sekadar kampanye musiman, tetapi ajakan untuk membangun kebiasaan. Kalcer berarti kultur, sesuatu yang dilakukan bukan karena terpaksa, melainkan karena sudah menjadi bagian dari identitas. Ketika zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara sadar dan konsisten, ia tidak lagi terasa berat. Justru menjadi kebutuhan spiritual yang menenangkan, terutama menjelang Ramadan yang penuh keberkahan.

    Kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Maybank memperkuat semangat itu melalui fitur sedekah rutin terjadwal di aplikasi. Dengan menghubungkan rekening Maybank, menentukan nominal, serta memilih waktu harian, mingguan, atau bulanan, kebaikan bisa berjalan otomatis tanpa takut terlewat. Teknologi di sini bukan menggantikan nilai ibadah, tetapi menjaganya tetap hidup dan berkelanjutan. Dari satu pengaturan sederhana di layar ponsel, lahir kebiasaan berbagi yang konsisten. Ketika sedekah sudah menjadi rutinitas dan zakat menjadi kultur, maka benar adanya Berzakat Itu Kalcer bukan hanya slogan, melainkan gaya hidup yang menguatkan banyak kehidupan.

    Informasi Dompet Dhuafa :

    https://www.dompetdhuafa.org/






    Continue Reading

     

    Ramadan selalu jadi bulan penuh berkah, di mana umat Muslim di seluruh dunia berlomba-lomba berbuat kebaikan. Di bulan suci ini, semangat berbagi terasa semakin kuat, memberikan kesempatan bagi siapapun untuk membantu sesama. Dompet Dhuafa, sebagai lembaga filantropi yang telah berdiri sejak 1993, terus berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat prasejahtera melalui berbagai program berbasis Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF).


    Setiap tahunnya, Dompet Dhuafa meluncurkan berbagai program unggulan di bulan Ramadan. Tahun ini, mereka kembali hadir dengan kampanye "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat", yang tidak hanya mengajak masyarakat untuk berbagi, tetapi juga menggandeng berbagai pihak untuk semakin memperluas dampak kebaikan.


    "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat" dan Program Ramadan Dompet Dhuafa



    Ramadan 1446H menjadi momen bagi Dompet Dhuafa untuk meluncurkan program-program inspiratif yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian sosial. Turut hadir dari Dompet Dhuafa, yaitu Ahmad Juwaini selaku Sekretaris Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Andriansyah sebagai Ketua Ramadan 1446H Dompet Dhuafa, serta Rina Fatimah yang menjabat sebagai GM Program Pendidikan Dompet Dhuafa yang menyampaikan Kampanye "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat" menekankan pentingnya berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Beberapa program unggulan dalam kampanye ini antara lain:


    Dakwah Melintas Batas, yaitu kajian ke berbagai daerah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman.


    Ramadan di Palestina, bentuk kepedulian untuk saudara-saudara kita di Palestina melalui bantuan kemanusiaan dan pendidikan.


    Muliakan Anak Yatim, program santunan dan berbagai kegiatan edukatif bagi anak-anak yatim.


    SEKAR (Sadar Kebersihan Makam di Bulan Ramadan), gerakan sosial yang mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan makam sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.


    Pasar Berkah, program pemberdayaan pedagang kecil dan masyarakat prasejahtera.


    Pos Mudik Ramah Keluarga, layanan bagi pemudik agar perjalanan mereka lebih nyaman dan aman.


    Selain itu, Dompet Dhuafa tetap mengelola dana dari donasi masyarakat dengan penuh transparansi, memastikan setiap bantuan dapat tersalurkan dengan optimal.


    Kolaborasi dengan Dul Jaelani: Muliakan Yatim dengan Musik dan Kepedulian



    Tahun ini, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan musisi muda berbakat, Dul Jaelani, dalam kampanye "Muliakan Yatim". Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memuliakan anak yatim dan mengajak lebih banyak orang untuk ikut berbagi.


    Dul Jaelani dikenal sebagai musisi dengan kepedulian sosial yang tinggi. Dalam kampanye ini, ia tidak hanya terlibat langsung dalam kegiatan santunan yatim, tetapi juga turut menyebarkan pesan kebaikan melalui musik. Kabarnya, di Ramadan ini Dul akan merilis lagu baru yang terinspirasi dari semangat berbagi. Lagu ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk menyebarkan semangat kebaikan ke lebih banyak orang.


    Kolaborasi ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi anak-anak yatim yang menerima bantuan, sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berbagi. Dengan hadirnya Dul Jaelani, pesan kebaikan bisa sampai ke generasi muda dengan lebih luas dan efektif.



    Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan, Dul Jaelani akan tampil dalam acara amal sekaligus bazar UMKM bertajuk Symphony of Iftar yang akan digelar pada Jumat, 14 Maret 2025, di CIBIS Cilandak, Jakarta Selatan.


    Festival Ramadan Symphony of Iftar merupakan hasil kerja sama antara Dompet Dhuafa, Persatuan Perusahaan Jasa Boga Indonesia (PPJI), dan CIBIS Park. Acara ini akan menghadirkan beragam aktivitas menarik, mulai dari bazar UMKM, layanan kesehatan gratis, talkshow, stand-up comedy, lomba anak, santunan yatim, kajian dakwah, hingga simulasi mitigasi bencana.


    Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa dan Dul Jaelani berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi dan mendukung anak-anak yatim agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


    Program Beasiswa Prestasi: Mendukung Masa Depan Anak Bangsa



    Selain kampanye berbagi, Dompet Dhuafa juga punya program Beasiswa Prestasi yang bertujuan untuk mendukung pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera. Program ini membuka kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah.


    Beasiswa Prestasi ini tidak hanya memberikan bantuan biaya pendidikan, tetapi juga mencakup pendampingan akademik, pelatihan keterampilan, hingga mentoring dari berbagai profesional. Dengan adanya program ini, Dompet Dhuafa berharap bisa mencetak generasi muda yang cerdas dan punya kepedulian sosial tinggi.


    Menurut Rina Fatimah, GM Program Pendidikan Dompet Dhuafa, program untuk anak yatim mencakup berbagai jenjang pendidikan dan usia. Di bulan Ramadan, kegiatan yang lebih menonjol adalah santunan serta sesi belajar bersama. Selain itu, Dompet Dhuafa juga memiliki program beasiswa pendidikan yang berjalan sepanjang tahun, memberikan dukungan bagi lebih dari 100 anak yatim dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.


    Ayo Ikut Berbagi!



    Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan dan berbagi dengan sesama. Melalui kampanye "Berbagi Kerennya Gak Ada Obat", kolaborasi dengan Dul Jaelani dalam "Muliakan Yatim", serta program Beasiswa Prestasi, Dompet Dhuafa mengajak seluruh masyarakat untuk ikut dalam aksi kebaikan ini.


    Berbagi itu tidak selalu harus dalam bentuk materi. Bisa juga dalam bentuk dukungan, doa, atau menyebarkan informasi agar semakin banyak yang ikut serta dalam gerakan berbagi ini. Yuk, jadikan Ramadan ini lebih bermakna dengan berbagi! Karena sejatinya, berbagi itu keren, dan memang gak ada obatnya!


    Informasi Dompet Dhuafa :


    https://www.dompetdhuafa.org/






    Continue Reading

     

    Kemiskinan, disadari atau tidak semakin menjadi-jadi terutama pada saat pandemui. Masyarakat yang tadinya memiliki pekerjaan, harus menelan pil pahit ketika mendengar kabar pemberhentian dari perusahaan. Bukan hanya dari satu atau dua perusahaan melainkan banyak sekali. Bayangkan jika yang di PHK memiliki keluarga yang harus dinafkahi, maka dengan terpaksa harus meminjam sana sini dan tak jarang yang beralih profesi sebagai pemulung atau kerja serabutan dengan gaji yang tak layak. Masalah ini mungkin tak disadari oleh kita yang dapat menghasilkan uang bulanan. 

    Sejauh mana sih kemiskinan di Indonesia? Kalau saya melihat dengan mata kepala, saya tidak bisa menyimpulkan, namun pada saat malam-malam saya pernah meilhat banyak pemulung yang tidur di sepanjang jalan di Mampang. Jika dilihat dari statistik, maka tingkat kemiskinan September 2022 tercatat sebesar 9,57% atau sebanyak 26,36 juta orang berada di bawah garis kemiskinan. Tingkat kemiskinan ini naik tipis dari Maret 2022 (9,54%) tetapi lebih rendah dibanding tingkat kemiskinan pada September 2021 (9,71%) (Sumber : https://www.kemenkeu.go.id). Bisa disimpulkan jika kemiskinan di Indonesia masih cukup besar dalam hitungan puluhan juta orang, dan menyebar diseluruh Indonesia. 


    2 tahun lebih pandemi memang secara tidak langsung turut memberikan andil yang cukup besar dari angka kemisikinan yang terjadi, namun apakah yang harus dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan ini? Bukankah kemiskinan telah menjadi agenda tetap pemerintah untuk menanggulanginya, kan sudah cukup? Memang betul banget kemisikinan ini menjadi concern pemerintah, namun alangkah baiknya jika banyak pihak pun turut andil dalam pengentasan kemiskinan ini termasuk kita pribadi. 

    Beruntung banget Indonesia negara yang sangat dermawan dan senang berbagi terhadap siapapun sehingga tidak susah untuk memberikan sebagian rejeki untuk tetangga atau orang yang sedang kesusahan. Selain itu, lembaga Filantropi Islam pun kini semakin diakui oleh masyarakat sebagai salah satu pengelola keuangan baik dari zakat, wakaf, sodaqah, sumbangan bencana dan lain-lainnya. 

    Peran Lembaga Filantropi Islam, Dompet Dhuafa Dalam Pengentasan Kemiskinan



    Peran lembaga filantropi terutama Islam ini memang berjalan cukup baik dari tahun ke tahun, apalagi pada saat tahun 1993 dimana pada saat itu era pergerakan dan reformasi dalam lembaga pengelolaan zakat di Indonesia. Dari tahun inilah lahir Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga filantropi non pemerintah yang turut serta dalam pengelolaan dana zakat masyarakat. Setelah itu pada tahun 1999, lembaga filantropi semakin melebarkan sayap dengan diresmikannya Undang-undang  nomor 38 tahun 1999. Dalam Undang-undang tersebut dijelaskan bahwa Setiap warga negara Indonesia yang beragama Islam dan mampu atau badan yang dimiliki oleh orang muslim berkewajiban menunaikan zakat. Pemerintah berkewajiban memberikan perlindungan, pembinaan, dan pelayanan Kepada muzakki, mustahiq, dan amil zakat".

    Setelah itu, lahirlah era baru dalam pengelolaan zakat dengan diresmikan UU No. 23 tahun 2011 dan diemplementasikan pada tahun 2016. Nah, undang-undang ini membahasa tentang Pengelolaan Zakat adalah untuk mengdongkrak dayaguna dan hasil guna pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di Indonesia. Pengelolaan zakat pada saat menggunakan payung hukum UU No. 38 tahun 1999 dirasakan kurang optimal dan memiliki kelemahan dalam menjawab permasalahan zakat di tanah air.

    Semenjak undang-undang tersebut lahir, maka peran lembaga Filantropi Islam pun semakin berkembang dan memiliki keleluasan untuk mengelola keuangan yang berasal dari zakat, wakaf, infaq dan berbagai uang sumbangan lain yang berasal dari masyarakat, seperti Dompet Dhuafa. 


    Dompet Dhuafa adalah organisasi filantropi Islam sekaligus organisasi kemanusiaan yang didedikasikan untuk pemberdayaan umat dan kemanusiaan. Pemberdayaan dilakukan melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (ziswaf) serta dana sosial lainnya yang dikelola secara modern dan terpercaya. Dalam pengelolaannya, Dompet Dhuafa mengangkat konsep welas asih sebagai akar dari gerakan filantropi dengan mengangkat lima pilar program yaitu Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Sosial dan Dakwah dan Budaya.

    Lalu, apasih peranan lembaga Filantropi Islam atau pengelola zakat seperti Dompet Dhuafa?


    Banyak sekali peranan salah satunya menyalurkan secara langsung dana baik dari zakat, wakaf, infaq dan lainnya kepada penerima yang membutuhkan dalam hal ini masyarakat yang miskin dan membutuhkan pertolongan segera. Setelah itu, daya beli masyarakat akan meningkat dan memberikan dorongan produsen untuk memproduksi barang dalam jumlah yang lebih besar. Dengan begitu penerimaan pajak pun akan meningkat yang akan digunakan untuk pembangunan di seluruh daerah untuk pemerataan. Dengan pembangunan merata dan meningkat, maka masyarakat pun akan sejahtera dan merasa mampu, dan akan menyumbangkan kembali penghasilan tersebut ke lembaga Filantropi Islam seperti Dompet Dhuafa. 

    Pengetasan Kemiskinan Yang Dilakukan Lembaga Filantropi Islam Di Era Digital


    Era digital saat ini turut memudahkan lembaga Filantropi Islam seperti Dompet Dhuafa ini untuk mengumpulkan donasi, zakat, infaq, wakaf dan lainnya. Kalau sebelum digitalisasi seperti ini untuk memberikan sumbangan harus memberikan secara langsung ke lembaga, maka saat ini bisa dilakukan dimanapun dan kapan pun. Digitalisasi memang memudahkan dalam segala hal terutama untuk transaksi ke Dompet Dhuafa. 

    Saat ini dengan era digital, Bank Syariah pun muncul dan mulai melakukan digitalisasi seperti yang dilakukan Bank Jago. Bank Jago Syariah ini melakukan langkah yang luar biasa dengan memberikan pilihan terbaik untuk umat muslim yang ingin menabung dengan aman dan nyaman. Selain itu, Bank Jago Syariah ini memberikan kemudahan transaksi digital melalui aplikasi saja. 

    Dengan kemudahan melakukan transaksi apapun, maka melakukan kegiatan seperti membayar zakat, wakaf, infaq, sodaqah dan lainnya pun tak perlu repot ke bank lagi, tinggal menggunakan handphone dan transkasi bisa dilakukan sambil melakukan kegiatan penting lainnya. 

    Dengan kemudahan tersebut, maka proses pengentasan kemiskinan di era digital saat ini pun semakin mudah. Apalagi dengan UU No. 23 tahun 2011 ini mendukung lembaga Filantropi Islam pun bisa mengelola dan menyalurkan dana tersebut secara mandiri dan sesuai dengan program dan kebutuhan masyarakat serta merata di seluruh Indonesia. 

    Informasi 








    Continue Reading
    Older
    Stories

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top