salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
  •  

    “Selagi benar dan bermanfaat, saya akan lurus saja, tidak akan menengok kanan kiri,” Ucap wanita paruh baya dengan luapan semangat sambil menyuap kuah seblak di Malakasari Edufarm, Duren Sawit, Jakarta Timur. Melalui Prinsip inilah, Haryati mampu membawa kebun kecil dari pekarangan rumah menjadi sebuah oase pendidikan di tengah beton kota Jakarta. 


    Sosok wanita inilah penggerak Kelompok Tani Wanita (KWT) D’shafa berhasil mengubah tempat penampungan sampah dan kumuh menjadi lahan hijau melalui green house, tempat produksi dan edukasi melalui agrowisata Malakasari Edufarm. Mulanya, Haryati dan ibu-ibu di RW 05 Malakasari rajin menanam tanaman di pekarangan rumah sebagai bagian untuk mengisi waktu luang dan hobi. Kemudian, para pejuang penghijauan di Malakasari memenangkan lomba Gang Hijau dalam upayanya menghijaukan kawasan sekitar RW 05. 



    Kemenangan kompetisi Gang Hijau skala nasional ini memicu semangat Haryati dengan mengajak ibu-ibu memanfaatkan lahan kosong. Lahan kosong tempat pembuangan sampah seluas 200 meter dipergunakan untuk menanam di samping SMAN 44 Jakarta. 


    Bermodalkan pengetahuan dari media sosial, Haryati melakukan penanaman secara konvensional, tak hanya itu Ia melakukan pembibitan secara mandiri. Badai pandemi pun datang, namun UMKM tetap bertahan bahkan terus tumbuh karena permintaan sayuran segar meningkat. Pada tahun 2020, Haryati dan ibu-ibu pun membentuk Kelompok Tani Wanita (KWT) D’Shafa. 


    Metode penanaman pun beralih dari konvensional menjadi hidroponik, dan hasil panen pun sangat melimpah. Sayuran segar didistribusikan kepada pemasok, namun ternyata hasil penjualan tidak sesuai dengan harapan. Untuk menutupi biaya produksi dan karyawan, Haryati pun sempat kewalahan. Berbekal inovasi dan kreativitas, D’Shafa bekerja sama dengan Puskesmas, Kelurahan, dan berbagai pihak dengan produk olahan dari sayuran berupa keripik, cheese stick, produk olahan makanan dan minuman herbal dan tradisional. 


    “Tadinya saya hanya menjual ke supplier saja, namun harganya tidak begitu bagus. Kemudian, saya berinovasi dengan berbagai produk olahan seperti cheese stick kelor ini,” Wanita asal Sragen menunjukan sebuah kaleng cheese stick saat menceritakan kisah sedih sebelum menemukan inovasi dari produk olahan sayur.


    Perkembangan dan inovasi tersebutlah yang membawa KWT D’Shafa mendapatkan bantuan PemProv. DKI Jakarta dengan lahan bekas tempat pembuangan sampah. Lokasi inilah, awal mula Malakasari Edufarm lahir dengan green house, tempat produksi dan agrowisata edufarm. 


    Oase Pendidikan Melalui Malakasari Edufarm

    Riuh tawa dan candaan terdengar dari Malakasari Edufarm siang itu. Matahari telah merangkak naik, namun anak-anak tetap ceria dan beramai-ramai menuju ke green house. Haryati menunjukan salah satu tanaman yaitu pakcoi. Tanaman ini terlihat sangat segar dengan penanaman melalui hidroponik. Tak hanya dijelaskan jenis tanaman, namun anak-anak diajarkan menanam dan memanen sayur. Berbagai produk olahan dari hasil panen pun tak luput dari pantauan anak-anak. Pengenalan dunia pertanian inilah yang membuat Malakasari Edufarm sangat disukai oleh anak-anak hingga remaja bahkan dewasa. Selama tiga tahun dari 2022 hingga 2024, pengunjung Malakasari Edufarm mencapai 13.831 orang, sesuatu pencapaian yang luar biasa. 


    “Kalau dengan anak-anak dan remaja, saya jadi gurunya. Kalau dengan dosen, saya jadi mahasiswanya,” Gurau Dea, salah satu ibu-ibu yang diberdayakan. 


    Lambat laun, Malakasari Edufarm tersohor dari mulut ke mulut. Bukan hanya edukasi semata, produk pembibitan, peralatan dan perlengkapan perkebunan pun menjadi salah satu usaha yang dikembangkan oleh UMKM ini. 


    “Bukan hanya paket edukasi, namun produk bibit dan perlengkapan kebun pun sangat laku,” Haryati menjelaskan dengan penuh semangat. 


    Bahkan Haryati menjelaskan pelajar sekolah menengah pun menjadi salah satu agen penjualan dengan menawarkan paket edukasi, penjualan produk kebun hingga produk olahan dari kebun. 


    “Kalau anak sekolah malah lebih kreatif, dicampur macam-macam jadi minuman kekinian.”


    Saluran penjualan bukan datang dari kolega pemerintah, swasta dan berbagai institusi, namun dari ibu-ibu, pelajar dan masyarakat pun menjadi tulang punggung meroketnya penjualan seluruh produk dan jasa yang ditawarkan. 


    Pemberdayaan Perempuan, Inovasi Produk dan Tata Kelola Manajemen

    “Ibu Kartini, seorang pensiunan guru sangat aktif dan banyak channelnya,” Tambah Haryati sambil membetulkan posisi duduk.


    Bukan hanya usia belia, seorang lansia bernama Ibu Kartini pun menjadi salah satu penopang Malakasari Edufarm dalam menghadirkan pengunjung setiap hari kerja. Bukan hanya Ibu Kartini, namun Ibu Dea pun mengaku telah 7 tahun bergabung bersama UMKM D’Shafa. 


    “Awalnya kami tetangga di RT 01, kemudian ikut bersama Ibu Haryati dan memenangkan lomba Gang Hijau.”


    Dea merupakan tetangga Haryati, mulanya enggan bergabung karena masih sibuk dengan pekerjaannya, namun setelah diberhentikan dari perusahaan ia pun kemudian bergabung dengan UMKM D’Shafa. 



    “Dulu malam-malam kami harus mengantar invoice sendiri ke kantor. Tiba-tiba di tengah jalan, invoice pun terbawa angin,” Dengan raut sedih Ibu Dea menceritakan perjalanan panjang D’Shafa. 


    Bukan hanya Ibu Dea saja namun terdapat 13 karyawan yang tergabung dalam usaha ini. Bahkan, beberapa karyawan pun mendapatkan giliran untuk menerima pembekalan dari Yayasan Astra - YDBA diantaranya pelatihan 5R, keuangan, dan tata kelola manajemen. 


    “Dulu sebelum bergabung dengan Yayasan Astra - YDBA, kami bingung dan berantakan sekali serta kenapa terus merugi?”



    Haryati mengungkapkan bahwa sebelum bergabung dengan Yayasan Astra - YDBA tidak ada metode khusus dalam pencatatan maupun merumuskan harga pokok penjualan. Dalam operasional sehari-hari hanya mengandalkan perhitungan seadanya. Berkat mengikuti pelatihan perencanaan keuangan dan pelatihan lainnya, kini UMKM D’Shafa memiliki omset bersih sekitar 150 juta sebulan. 


    Selain secara tata kelola, inovasi produk pun semakin bervariasi mulai dari keripik, cheese stick, berbagai produk olahan hasil kebun dan minuman herbal. Kemasan produk pun mengalami perubahan cukup signifikan menjadi lebih modern dan tahan lama. 



    Salah satu tanaman unik dan langka di green house adalah Pegagan. Kebetulan tanaman ini jarang dibudidayakan oleh masyarakat, namun D’Shafa mampu membuat produk olahan seperti keripik pegagan. Pegagan ini banyak diminati namun kebun masih jarang ditemui sehingga perlu dikembangkan.



    “Salah satu impian saya adalah membuat Malakasari UMKM Festival,” Ucap Haryati sambil berkaca-kaca. 

    Harapan besar Malakasari Edufarm adalah bisa menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi banyak orang. Ke depan, Malakasari ingin berkembang menjadi pusat UMKM yang bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah untuk tumbuh bersama.

    Salah satu langkahnya adalah menghadirkan booth pada berbagai event, agar produk anggota semakin dikenal masyarakat luas. Dari kafe sederhana yang menyajikan makanan sehat, minuman segar, hingga inovasi kekinian seperti “Ngejamu Yuk” dan makanan sehat, semua dirancang untuk memberi nilai tambah sekaligus menjaga gaya hidup sehat.

    Bergerak dan Tumbuh Bersama UMKM


    Tak hanya berbisnis, William Soeryadjaya, Founding Father Astra, memiliki cita-cita mulia menjadikan Astra sebagai pohon rindang, sebuah simbol kesejahteraan bersama. Pohon yang tidak hanya kokoh berdiri, tetapi juga berbuah manis sehingga banyak orang bisa bernaung di bawahnya dan turut menikmati hasilnya. Cita-cita tersebut diwujudkan melalui empat pilar: Astra Hijau, Astra Sehat, Astra Cerdas, dan Astra Kreatif.

    Melalui Astra Kreatif, Astra berkomitmen menggali potensi lokal dan membuka peluang usaha kreatif di masyarakat. Salah satu manifestasi nyata hadir dalam bentuk Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Bagi Astra, YDBA adalah akar yang memperkuat pohon rindang itu, mewujudkan Catur Dharma pertama: “Menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.”


    Ketua Yayasan Astra - YDBA, Pak Rahmat Samulo, menegaskan bahwa YDBA menjalankan program pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan untuk mendorong UMKM naik kelas secara berkelanjutan. Tantangan memang ada, namun dapat diatasi dengan kolaborasi bersama berbagai pihak.

    Hingga 2024, terdapat sebanyak 13.668 UMKM yang mengikuti program pembinaan Yayasan Astra - YDBA. UMKM binaan itu tersebar di 19 wilayah di Tanah Air, menandakan luasnya jangkauan serta dampak nyata yang dihasilkan.

    Salah satunya adalah D’Shafa, UMKM kuliner berbasis produk makanan olahan yang tumbuh dari kebun kecil di tengah beton kota. Kehadirannya tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga memberdayakan perempuan dan membuka lapangan kerja. Melalui pendampingan dan kolaborasi yang difasilitasi YDBA, D’Shafa mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengakses pembiayaan.

    D’Shafa membuktikan bahwa UMKM bukan sekadar usaha bertahan hidup, melainkan pilar penting perekonomian bangsa. Dengan pembinaan yang tepat, UMKM dapat naik kelas dan menghadirkan dampak sosial yang lebih luas. Inilah buah nyata dari pohon rindang Astra, buah yang manis dan bisa dinikmati banyak orang, terutama masyarakat kecil yang kini bisa berdiri lebih tegak dan percaya diri.


    Continue Reading


    Seminggu setelah gajian atau menerima uang hasil pekerjaan, biasanya hanya menyisakan beberapa persen saja. Kalau awal gajian bisa belanja dan makan enak, tapi seminggu setelahnya hanya bisa makan di warteg dan mie instan. Percaya nggak percaya memang kondisi keuangan dipengaruhi banyak hal termasuk mengatur keuangan. Kayaknya gampang banget bilang kalau mengatur keuangan itu hanya bagi dalam beberapa pos pengeluaran, tapi nyatanya nggak seperti itu. Ngatur keuangan itu harus secara sadar dan displin, apalagi kalau gaji yang dihasilkan dan dikeluarkan itu agak ngepas, perlu strategi buat ngatur keuangan agar bisa memenuhi semua kebutuhan.  


    Setelah baca-baca, ngatur keuangan itu harus memenuhi beberapa pos seperti kebutuhan pokok (listrik, sewa, listrik, makan, transportasi, kesehatan, pendidikan dan lain-lain), kebutuhan hiburan (liburan, nongkrong, hobi, self reward dan lain-lain), tabungan dan investasi (tabungan, dana darurat, investasi),  kewajiban lain (pajak, donasi, pembayaran utang), dan pos khusus (asuransi, dana pensiun dan warisan). Ideal memang terbagi dalam 5 pos tersebut, tapi kalau bisa disederhanakan menjadi kebutuhan pokok, hiburan, tabungan dan lain-lain. Komposisinya pun tergantung dari gaji dan kebutuhan setiap orang, namun umumnya 50 persen untuk kebutuhan pokok dan hiburan, selebihnya untuk tabungan, investasi dan kebutuhan lain-lain. 


    Setelah memenuhi kebutuhan pokok, tabungan dan investasi adalah prioritas selanjutnya. Kalau misalnya masih punya hutang dan kewajiban lain, penuhi atau lunasi terlebih dahulu sehingga pos tabungan dan investasi bisa direalisasikan. Perlu diingat kalau tabungan dan investasi ini bukan kewajiban, namun sesuatu yang bisa menyelamatkan dan digunakan dalam hal-hal tak terduga seperti pada saat pandemi. Tabungan dan investasi yang aman seperti apa sih yang disarankan? Biasanya tawaran berseliweran dimana-mana dengan bunga yang tinggi, namun ternyata penipuan dan tidak terjamin keamanannya. Nah, ternyata teman menyarankan sebuah “Celangan” di aplikasi Amarthafin. 


    Bukan Celengan Biasa


    Pertama kali baca nama “Celengan”, saya sempat nyengir sendiri. Namanya lucu, kayak kenangan masa kecil pas nabung di celengan ayam dari tanah liat. Tapi ternyata, fitur ini bukan main-main. Di balik nama yang sederhana, Celengan menyimpan sistem investasi yang serius, aman, dan yang paling penting: bisa dimulai dari Rp10.000 saja.

    Saya instal aplikasi AmarthaFin di ponsel setelah baca ulasan-ulasan positif dari pengguna lain. Antarmukanya simpel dan bersih, cocok buat orang yang nggak terlalu paham soal dunia finansial seperti saya. Di bagian "Produk Keuangan", ada satu tab khusus untuk Celengan. Di situ dijelaskan dengan cukup ringkas: bunga tetap 7% per tahun, bisa top-up kapan saja, dan yang paling bikin lega nggak ada biaya admin.


    Saya iseng top-up pertama kali sebesar Rp50.000. Rasanya kayak naruh harapan kecil di sebuah toples digital. Tapi setelah dua bulan rutin isi Celengan tiap minggu, saya mulai menyadari satu hal: ini bukan cuma soal nominal yang bertambah. Ini soal disiplin dan rasa aman. Nggak seperti nabung biasa yang godaannya banyak banget, Celengan ini membuat saya merasa "mengunci" uang saya dalam tempat yang aman tapi tetap bisa bertumbuh.


    Yang saya suka lagi, setiap top-up yang saya lakukan bisa dimulai kapan saja, bahkan tengah malam saat tiba-tiba teringat ada sisa jajan. Tanpa batas minimal bulanan, tanpa penalti, tanpa perhitungan rumit. Saya tahu, 7% itu bukan angka fantastis dibanding instrumen investasi high-risk lainnya, tapi nilai stabilitas dan keamanannya membuat saya bisa tidur tenang.



    Kalau kamu seperti saya ingin menabung tapi juga ingin uangmu berkembang, tanpa harus ribet atau stres, Celengan Amartha bisa jadi jawabannya. Dengan modal kecil, bunga stabil, dan manfaat sosial yang nyata, ini lebih dari sekadar tempat nabung. Ini tentang membangun kebiasaan baik dan ikut membangun negeri, satu perak demi satu perak.


    Apalagi sekarang, saat kondisi ekonomi terasa menantang, Celengan bukan cuma jadi sarana investasi aman, tapi juga cara kita bisa tetap berkontribusi. Uang yang kita tabung, meskipun kecil, bisa membantu UMKM bertahan, berkembang, bahkan membuka lapangan kerja baru. Dan di sisi lain, kita tetap dapat keuntungan yang jelas, bisa jadi tambahan penghasilan, atau setidaknya, pondasi finansial yang lebih stabil.


    Kalau masih ragu dengan Celengan, inilah beberapa fitur dan keunggulan dari Celengan.


    Modal Terjangkau : Mulai dari Rp10.000, siapa pun bisa berinvestasi. Cocok untuk semua kalangan, termasuk pelajar atau mahasiswa.


    Imbal Hasil 7% Flat per Tahun : Imbal hasil kompetitif untuk instrumen berisiko rendah, tanpa fluktuasi atau ketidakpastian pasar.


    Tanpa Biaya Admin atau Potongan : Semua dana bekerja untuk kamu sepenuhnya. Tidak ada potongan tersembunyi.


    Fleksibel dan Bisa Top-Up Kapan Saja : Top-up bisa dilakukan kapan saja, didukung fitur pengingat dan autodebit.


    Bisa Ditarik Kapanpun Tanpa Penalti : Akses dana darurat tanpa hambatan. Tarik dana kapan pun tanpa denda.


    Transparan dan Mudah Dipantau : Laporan lengkap dan riwayat pendanaan tersedia di aplikasi, memberi kontrol penuh atas investasi.


    Memberdayakan UMKM Perempuan: Dana kamu bantu menopang pelaku usaha mikro yang kesulitan akses perbankan.


    Legal dan Diawasi OJK: Amartha sudah terdaftar dan diawasi OJK, menjamin keamanan dan kredibilitas investasi kamu.


    Berdayakan UMKM dengan Celengan 



    Yang membuat Celengan terasa berbeda dibanding produk investasi digital lain adalah dampak sosialnya. Setiap rupiah yang kita simpan, langsung diarahkan ke sektor produktif yaitu mitra UMKM perempuan yang sedang butuh modal untuk berkembang. Di tengah ketidakpastian ekonomi, banyak usaha mikro kesulitan akses ke perbankan konvensional. Melalui Celengan, saya merasa bukan cuma sebagai investor, tapi juga bagian dari solusi.


    Lilis Suhartini, salah satu mitra UMKM dari Amartha. Ia berasal dari Margamekar, Pangalengan, memulai budidaya cacing lebih dari 13 tahun lalu dengan menjual cacing hidup ke pabrik farmasi. Usaha berkembang setelah Amartha memberikan pinjaman Rp 4 juta tanpa potongan pada 2023, yang digunakan untuk membeli oven besar mendorong efisiensi tinggi dan membuka lapangan kerja untuk empat orang.


    Kini Lilis memproduksi dua jenis: cacing kering Lumbricus rubellus (seharga Rp 200.000/kg), dipasok ke pabrik farmasi, dan bubuk cacing Perionyx excavatus (Rp 250.000/kg), dijual ke produsen jamu dan pelanggan via e‑commerce hingga ke Flores. Ia juga mendapat pelatihan bisnis dan keuangan digital dari Amartha, sehingga mampu memperluas pasar online. Omzet usaha ini mencapai Rp 100 juta per bulan. 


    Lilis berkomitmen meningkatkan pemanfaatan teknologi digital, memberdayakan masyarakat sekitar, dan menciptakan peluang kerja baru. Ceritanya menggambarkan bagaimana modal tepat dan pelatihan membantu UMKM pedesaan berkembang.

    Continue Reading

    Gelaran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2025 hadir di awal tahun, tanggal 5-9 Februari di Jakarta International Convetion Center (JICC). Pada lobby hall JCC sebelum masuk ke area pameran, Tugu Jogja sengaja disuguhkan sebagai ikon Yogyakarta dan tema Inacraft tahun ini. Inacraft tahun ini memasuki perayaan ke-25 dan mengusung tema "From Smart Village to Global Market" dengan konsep “Sustainability and Collaboration”. Sejalan dengan tema tersebut, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), sebagai salah satu pelopor pembina UMKM di Indonesia pun menghadirkan UMKM binaan dan produk unggulan dari Desa Sejahtera Astra (DSA).

    Tema Inacraft From Smart Village to Global Market, memberikan kesempatan produk UMKM lokal untuk memasarkannya ke pasar global, sedangkan Sustainability and Collaboration mengusung produk ramah lingkungan dan berkelanjutan, disamping itu Inacraft memberikan ruang berkolaborasi baik antar UMKM, pemerintah, swasta, perorangan dan negara lain. 

    6 UMKM binaan YDBA dan 3 Desa Sejahtera Astra menampilkan produk unik dan ramah lingkungan di hadir di Assembly Hall JCC, Senayan Jakarta No. 123 – 126 mulai Rabu, 5 Februari 2025 hingga Minggu, 9 Februari 2025.

    Produk Unggulan UMKM Astra Hadir di Inacraft 2025


    Produk ramah lingkungan dan unik dan berbagai kreasi dihasilkan oleh UMKM binaan Astra dan Desa Sejahtera Astra dipamerkan di Assembley Hall, Jakarta International Convention Center (JICC) hingga 9 Februari mendatang di pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara. 

    Nah, inilah deretan UMKM binaan YDBA dan produk unggulan dari Desa Sejahtera Astra :

    UMKM Sigawawak Farm


    Aromaterapi, minyak pijat, pewangi dari bahan dasar serai dan minyak asiri dihasilkan oleh petani di Lebak, Banten. UMKM Sigawawak Farm mampu menghasilkan 40-50 kg produk untuk kebutuhan beberapa perusahaan besar di daerah Banten, sedangkan produk turunannya dilakukan kerjasama dengan pengecer parfum, tukang pijat dan ibu-ibu rumah tangga. 

    UMKM Batik Namburan


    Batik Namburan asal Yogyakarta meraih runner-up di acara UMKM Award dari Indonesian Marketing Association pada Desember 2024 lalu menjadikannya sebagai salah satu UMKM dengan produk unggulan ramah lingkungan. Proses pembuatan Batik menggunakan malam ramah lingkungan dan teknik colet untuk meminimalisir limbah. 

    UMKM KaIND 


    Dari sutra eri, katun, rami dan serat nanas diubah menjadi serat alami dengan hasil akhir menjadi produk fashion ramah lingkungan. Walaupun menggunakan serat alami, namun kualitas produk yang ditampilkan sangat menawan. Dalam pengerjaannya, UMKM KaIND melibatkan peran anak muda dalam menenun dan membatik. 

    UMKM Loka Bina Karya (LBK) Malaka


    UMKM Loka Bina Karya (LBK) Malaka memberdayakan difabel dengan menciptakan produk bernilai tambah dan kompetitif. Berfokus pada kerajinan tangan, LBK menghasilkan berbagai produk seperti tas, celengan decoupage, tas rajut, dan keset. Melalui inovasi dan keterampilan, UMKM ini membuka peluang ekonomi bagi difabel, mendorong kemandirian, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

    UMKM Khanaya Zhafira

    UMKM Khanaya Zhafira dari Bogor memproduksi berbagai jenis tas dengan melibatkan kaum difabel dalam proses produksi, quality control, pemasaran, penjualan, dan pengantaran. Melalui pemberdayaan ini, UMKM tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tetapi juga mendukung inklusivitas dan kemandirian ekonomi bagi difabel.

    UMKM Dewoz Art


    UMKM Dewoz Art memproduksi kerajinan dari kayu jati Belanda, seperti tempat sendok, rak bumbu, meja, kursi, dan produk customized lainnya. Mengutamakan kualitas dan keberlanjutan, produk Dewoz Art ramah lingkungan serta dirancang dengan kreativitas dan keunikan.

    Sedangkan 3 produk unggulan dari Desa Sejahtera Astra, adalah sebagai berikut : 

    Desa Sejahtera Astra Blitar, Kendang Djembe 


    DSA Blitar dikenal dengan produk unggulannya, seperti Kendang Djembe dari kayu mahoni serta berbagai peralatan rumah tangga dari kayu jati dan mahoni. Produk-produknya telah menembus pasar internasional, termasuk Hong Kong, China, Kanada, dan India. Selain itu, DSA Blitar memanfaatkan limbah kulit untuk diolah menjadi kendang dan produk lainnya, mendukung prinsip keberlanjutan. 

    Di China, kendang hasil produksi mereka digunakan sebagai terapi penyembuhan bagi tuna rungu dan grahita melalui terapi musik. Dengan skala produksi besar, DSA Blitar telah mengirimkan produk hingga dalam jumlah kontainer, membuktikan daya saing dan kualitasnya di pasar global.

    Desa Sejahtera Astra Jepara, Produk Ukiran 


    Desa Sejahtera Astra Jepara memberdayakan pengrajin ukir lokal dalam mengolah limbah kayu menjadi produk rumah tangga, seperti dispenser sabun, tumbler, mangkuk, serta berbagai aksesori kayu. Selain itu, mereka juga mengembangkan kerajinan kayu dan tenun Jepara bermotif Toraja. 

    Dengan melibatkan pengrajin dari lima kecamatan dan sepuluh desa di Jepara, DSA turut mengolah limbah kayu menjadi produk inovatif, termasuk korek kayu. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pengrajin lokal melalui pemanfaatan sumber daya berkelanjutan.

    Desa Sejahtera Astra Sumedang, Batik Ecoprint dan Fashion


    DSA Sumedang memberdayakan ibu rumah tangga dalam produksi fashion, seperti set batik tulis, jaket kain perca, dan tren fashion lainnya. Mengusung konsep ramah lingkungan, produk batik ecoprint mereka menggunakan pewarna alami dari kopi. 

    Dengan dukungan 150 reseller, mayoritasnya ibu rumah tangga, DSA Sumedang berhasil memasarkan 90% produknya melalui jaringan reseller dan penjualan online. Inisiatif ini tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi bagi para ibu rumah tangga, tetapi juga mendukung keberlanjutan melalui penggunaan bahan alami dalam industri fashion.

    Continue Reading

    Di penghujung akhir tahun 2024, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) telah mengambil langkah besar dengan memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) Manufaktur di Jawa Barat untuk masuk dalam rantai pasok industri nasional. Kolaborasi ini diwujudkan dengan mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Bandung yang resmi dikukuhkan pada tanggal 20 Desember 2024 lalu. 

    LPB Bandung didirikan hasil kerjasama antara YDBA dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pendirian lembaga ini bertujuan untuk memberikan program pembinaan yang mencakup pelatihan, pendampingan, fasilitas pemasaran, dan pembiayaan IKM di bidang Manufaktur, Kerajinan dan Kuliner di Bandung khususnya dan Jawa Barat pada umumnya.

    YDBA Hadirkan Program Pembinaan dan Dukungan Industri Kecil Menengah di Bandung dan Jawa Barat

    Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Bandung dirancang sebagai pusat pembinaan terintergrasi untuk membantu IKM memahami dan memenuhi standar kualitas dari industri besar. Yayasan Dharma Bhakti Astra meyakini bahwa keberadaa Lembaga Pengembangan Bisnis ini akan menjadi jembatan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) memenuhi standar kualitas pasar nasional hingga menjadi rantai pasok serta berperan lebih besar dalam perekonomian nasional. 

    Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) didirikan oleh PT Astra International Tbk pada 2 Mei 1980 sebagai wujud komitmen Astra dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). YDBA fokus pada pembinaan melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi di berbagai bidang, termasuk manufaktur, kerajinan, dan kuliner. Dengan filosofi "Catur Dharma Astra," YDBA bertujuan meningkatkan daya saing UMKM agar mampu berkontribusi pada perekonomian nasional dan menjadi bagian dari rantai pasok industri.


    Sejak awal 2024, sebanyak 28 IKM logam yang berada di Lingkungan Industri Kecil (LIK) UPTD Logam Jawa Barat telah mengikuti serangkaian program pembinaan, antara lain:
    • Pelatihan Mentalitas Dasar: Membentuk pola pikir kewirausahaan yang tangguh.
    • Manajemen 5R: Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin sebagai penunjang produktivitas dan efisiensi manajemen.
    • Pelatihan Perhitungan Biaya dan Pengukuran: Meningkatkan efisiensi biaya produksi dan akurasi produk. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi IKM sehingga siap bersaing di pasar industri.

    Industri  Kecil Menengah Jawa Barat Menuju Rantai Pasok Nasional

    Sumber gambar : kompas.com

    Dalam peresmian LPB Bandung, YDBA dan Disperindag Jawa Barat menandatangani perjanjian kerja sama terkait pembinaan IKM di wilayah Bandung. Selain itu, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara YDBA, perusahaan tier 1 PT Astra Honda Motor, dan IKM binaan, yang didukung oleh PT Astra Honda Motor sebagai Agen Pemegang Merek (APM) industri otomotif roda dua di Indonesia. Sebanyak delapan IKM dipercaya untuk memasok produk mereka ke enam perusahaan tier 1 PT Astra Honda Motor. 

    Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, berharap para IKM dapat memanfaatkan LPB sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi dalam menghasilkan produk sesuai dengan kualitas, biaya, dan pengiriman yang dibutuhkan oleh pelanggan mereka. 

    Kepala Disperindag Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi program MITIGASI (Kemitraan Industri Terintegrasi) dan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi IKM di Bandung, khususnya yang berada di LIK UPTD Logam, sehingga dapat menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan besar. 

    Dengan adanya LPB Bandung, diharapkan sebagai pusat pembinaan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Jawa Barat. Melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi pemasaran, LPB Bandung membantu IKM memenuhi standar kualitas industri besar. 

    Dengan masuknya IKM ke rantai pasok nasional, diharapkan mereka dapat berkontribusi lebih signifikan dalam perekonomian Indonesia, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat posisi UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

    Continue Reading
    Older
    Stories

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top