salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
  •  

    "Kalau ke Hatyai gimana?"

    Padahal awalnya cuma ada dua pilihan, Melaka atau Penang. Dua kota yang sudah cukup akrab buat saya, jadi rasanya tinggal pilih mana yang paling gampang dijangkau dari Kuala Lumpur. Tapi namanya juga obrolan santai sambil duduk di kafe, satu pertanyaan sederhana soal Hatyai justru membuka pintu ke rencana yang sama sekali tidak ada dalam bayangan. Bahkan sempat muncul ide yang jauh lebih nekat, naik kereta dari Kuala Lumpur menuju Bangkok dengan transit dulu di Hatyai, yang kalau benar dijalani bisa memakan waktu sehari semalam penuh di perjalanan.

    "Kalau ke Hatyai naik apa?"

    Astari, sahabat perjalanan saya selama di Kuala Lumpur, ikut penasaran. Pertanyaannya justru membuat ide yang tadinya cuma bercanda terasa semakin mungkin untuk dijalankan.

    Sebenarnya, kedatangan saya ke Kuala Lumpur kali itu bukan sekadar liburan biasa. Saya diundang oleh penyelenggara untuk mengikuti Keretapi Sarong, sebuah perhelatan budaya internasional yang dirayakan setiap Hari Malaysia di Dataran Merdeka. Sebagai konten kreator yang diundang mewakili Indonesia, ada rasa bangga tersendiri bisa ikut berbaur bersama ribuan orang dari berbagai etnis, semuanya mengenakan kain dan sarung sambil naik transportasi umum menuju Dataran Merdeka. Saya sendiri memilih memadukan sarung bermotif khas Nusantara dengan udeng Bali di kepala, sebuah cara kecil untuk menunjukkan bahwa Indonesia juga punya warisan kain dan budaya yang tidak kalah kaya. Setelah acara itu usai, jiwa penjelajah saya rupanya belum puas, dan di sinilah cerita Hatyai dimulai.

    "Kalau mau cepat bisa naik kereta sih."

    Tanpa banyak diskusi lagi, kami langsung menuju KL Sentral. Buat saya, KL Sentral selalu punya daya tarik tersendiri. Bukan sekadar stasiun, tapi semacam titik pertemuan berbagai arah perjalanan. Orang datang dari mana saja, turun dari satu moda transportasi, lalu berpindah ke moda lain untuk melanjutkan tujuan masing-masing. Ada yang menuju bandara, ada yang pulang kampung, ada pula yang sedang memulai perjalanan lintas negara seperti kami berdua siang itu.

    Sialnya, begitu sampai di loket kereta menuju Padang Besar, stasiun penghubung sebelum Hatyai, kami langsung disambut kabar yang bikin lemas.

    "Habis tiketnya."

    Weekend. Kami sampai lupa hari itu akhir pekan, saat orang-orang juga sama semangatnya untuk bepergian. Duduk sebentar di bangku tunggu, saya dan Astari mulai memikirkan opsi lain.

    "Kita ke Pudu Sentral aja, cari tiket bus di sana."

    Naik taksi online, kami pindah ke Pudu Sentral, terminal bus antarkota sekaligus lintas negara yang cukup besar di Malaysia. Sempat bingung juga cara membeli tiketnya, sebab meski bisa pesan lewat aplikasi RedBus, tetap harus ditukar dulu di loket. Antreannya panjang sekali, bukan cuma belasan orang tapi terasa seperti ratusan, semuanya berdesakan membawa koper, ransel, bahkan ada yang menggendong anak kecil sambil menunggu giliran. Saya sempat memperhatikan wajah-wajah di sekitar, beragam etnis bercampur begitu saja di satu ruangan yang sama, ada yang berkulit gelap, berkulit terang, bermata sipit, bermata lebar. Entah kenapa momen itu selalu membuat saya berpikir bahwa Kuala Lumpur ini semacam pintu masuk bagi siapa saja, baik yang sedang mengadu nasib maupun yang cuma numpang lewat seperti kami.

    Setelah tiket akhirnya di tangan, Astari mengajak makan dulu sebelum naik bus.

    "Yuk, makan dulu di atas."

    Perjalanan dari Pudu Sentral menuju Hatyai memakan waktu sekitar enam sampai tujuh jam, dan untungnya kami memilih bus malam supaya sebagian waktu bisa dipakai tidur. Saya sempat memejamkan mata begitu bus mulai berjalan meninggalkan lampu-lampu kota, tapi entah kenapa pikiran malah melayang ke sebelas tahun lalu, saat saya pernah melakukan rute yang mirip, hanya urutannya berbeda. Dulu saya berangkat dari Kuala Lumpur, bermalam semalam di Penang untuk berkeliling George Town, lalu transit di Hatyai sebelum meneruskan perjalanan ke Phuket, dan setelah hanya sempat menikmati pantainya sebentar, saya kembali lagi ke Hatyai dan pulang ke Kuala Lumpur.

    Kalau bisa bicara ke diri sendiri yang dulu, mungkin saya akan bilang, "Kamu hebat, Man." Saya pasti akan memuji Salman yang waktu itu sanggup menempuh perjalanan sehari semalam demi mengejar destinasi yang belum pernah dijamah. Tapi sekarang semuanya terasa berbeda. Saya tidak lagi merasa perlu memaksakan diri mengejar sebanyak mungkin tempat dalam satu perjalanan.

    "Bilang saja jompo," saya membatin sambil tersenyum sendiri.

    Mungkin ada benarnya, tapi saya rasa bukan cuma soal fisik. Cara saya menikmati perjalanan memang sudah berubah dalam sepuluh tahun terakhir. Dulu perjalanan panjang bukan masalah, yang penting sampai. Sekarang saya lebih suka menikmati tiap tahapnya, tidak buru-buru, dan tidak lagi merasa harus mengejar waktu atau tempat.

    Hatyai dan Penang, 11 Tahun Akhirnya Kembali

    Ketika mata saya kembali terbuka, matahari sudah bangun lebih dulu. Rupanya bus sudah sampai di perbatasan Malaysia dan Thailand. Paspor kami dikumpulkan untuk distempel di Imigrasi Bukit Kayu Hitam, lalu tak jauh dari situ bus berhenti lagi di Imigrasi Sadao. Semuanya berjalan lancar, meski jujur saja sudah lama sekali saya tidak melewati perbatasan negara lewat jalur darat seperti ini. Setelah proses imigrasi kelar, jarak menuju Hatyai tinggal sekitar satu sampai dua jam lagi.

    "Krukk!" Perut saya tiba-tiba memberontak, mengingatkan kalau sejak makan di Pudu Sentral belum ada yang masuk lagi. Saya buru-buru mengambil snack dari tas dan melahapnya. Saya sempat mencoba memejamkan mata lagi, tapi pemandangan dari kaca bus rasanya sayang untuk dilewatkan. Pedesaan Thailand terlihat tidak terlalu jauh berbeda dengan suasana kampung di Indonesia, rumah-rumah berdiri di antara sawah dan kebun yang membentang panjang.

    "Hatyai!" teriak petugas bus, tanda perjalanan malam itu sudah sampai di titik akhir. Saya bergegas turun bersama Astari, dan setelah sebelas tahun, akhirnya saya menginjakkan kaki lagi di kota kecil ini.

    Kami mencari minimarket untuk mengisi perut, sambil sekalian memesan hostel untuk semalam karena keesokan harinya saya berencana melanjutkan perjalanan ke Penang. Sekitar sepuluh menit berjalan kaki, kami tiba di hostel yang lobinya sekaligus berfungsi sebagai kafe. "Your passport," kata resepsionis, dan seperti biasa paspor jadi syarat wajib saat check in.

    "Can we take a shower?"

    "Yes!"

    Rasanya itu jawaban paling melegakan setelah semalaman duduk di bus. Setelah mandi dan berganti baju, kami mulai menjelajah Hatyai, kota kecil yang dikenal sebagai gerbang Provinsi Songkhla di Thailand Selatan, dengan mayoritas masyarakatnya memeluk Islam sehingga tidak sulit menemukan pedagang makanan yang mengenakan jilbab. 

    Sebelum benar-benar check in, kami mampir dulu memesan Thai tea yang menggoda di tengah cuaca panas. "Thai tea two, please!" dan tegukan terakhirnya jadi penutup manis sebelum kami resmi menaruh koper di kamar.

    Malamnya kami menyusuri pasar malam yang memanjang di dekat sebuah mal. Nasi goreng jadi pilihan makan malam, lalu dilanjut mampir ke deretan toko yang menjual skincare khas Thailand, harganya murah dengan kualitas yang cukup bagus, jadi sekalian saja saya membeli beberapa produk yang stoknya sudah habis. Esok paginya kami sempat mengunjungi Wat Hatyai Nai, kuil dengan patung Buddha berbaring sepanjang 35 meter, serta Masjid Mahmudiyah Hatyai-Nai yang lokasinya tidak jauh dari sana.

    Menariknya, sepanjang menjelajah tempat-tempat itu, saya baru sadar betapa sibuknya mata saya bekerja tanpa henti. Sebagai blogger dan content creator, hampir mustahil rasanya benar-benar lepas dari layar. Setiap menemukan sudut yang menarik, tangan otomatis meraih smartphone, mengambil foto, merekam video, lalu memeriksa hasilnya berkali-kali. 

    Sesekali membuka Instagram untuk melihat unggahan sebelumnya, sesekali membuka TikTok, membalas pesan yang masuk, mengecek Google Maps supaya tidak salah arah, sampai menulis catatan kecil untuk bahan tulisan nanti. Belum lagi malam harinya, ketika laptop dibuka untuk memindahkan foto, mengedit video, dan mulai menyusun cerita perjalanan. Saya baru sadar, ternyata sepanjang perjalanan itu mata saya tidak pernah benar-benar berhenti bekerja.

    Sebelum meninggalkan Hatyai, kami sempat berfoto di depan hostel, sekadar kenang-kenangan meski cuma menginap semalam. Resepsionis mengucap "Thank you!" sebagai salam perpisahan, dan tibalah waktunya berpisah dengan Astari. Ia akan kembali ke Kuala Lumpur naik kereta, sementara saya melanjutkan perjalanan lintas negara menuju Penang sore itu.

    "Hati-hati ceu," ucap saya sebelum kami benar-benar berpisah.

    Saya melanjutkan perjalanan naik minivan berisi sekitar sepuluh sampai dua belas penumpang, memakan waktu sekitar empat jam menuju Penang. Karena harus melewati perbatasan lagi, minivan sempat berhenti di Imigrasi Sadao lalu Bukit Kayu Hitam. Kalau Sadao terasa ramah dengan senyum petugasnya, Bukit Kayu Hitam justru terasa seperti gerbang selamat datang versi yang jauh lebih tegas. Sempat ada rasa was-was ketika berhadapan dengan petugas imigrasi Malaysia, saya sempat berpikir mereka akan bertanya kenapa hanya dua hari berada di Thailand, tapi ternyata itu cuma ketakutan yang saya ciptakan sendiri di kepala. Begitu stempel mendarat di paspor, rasa lega langsung datang. Hello Penang, I'm coming.

    Rute Hatyai menuju Penang ini sebenarnya mengingatkan saya lagi pada perjalanan sebelas tahun lalu, hanya saja urutannya kebalik. Dulu saya ke Penang dulu baru ke Hatyai, sekarang justru sebaliknya. Tapi satu hal yang tidak berubah adalah kebiasaan menatap jendela sepanjang perjalanan. Pemandangan sawah dan aktivitas warga Thailand perlahan berganti jadi jalanan mulus khas Malaysia begitu kami memasuki perbatasan. Mata terasa berat, sesekali terpejam mengikuti deru mesin minivan, sampai akhirnya senja datang tepat ketika kami memasuki jembatan dari Butterworth menuju Pulau Penang. Warna keemasan sempat mendominasi langit meski tidak berlangsung lama karena cuaca yang kurang cerah.

    Malam itu, setelah tubuh benar-benar duduk tenang di penginapan, saya baru merasakan sesuatu yang berbeda pada mata saya. Setelah seharian penuh melihat papan informasi di KL Sentral, mengantre di Pudu Sentral, memandangi jalanan dari kaca bus, membuka peta, memotret, merekam video, mengecek Instagram dan TikTok, sampai menatap layar laptop untuk menulis, mata saya mulai terasa sepet, kemudian perih, dan akhirnya lelah. Saya jadi lebih sering berkedip, bahkan beberapa kali ingin memejamkan mata lebih lama dari biasanya.

    Dari situ saya mulai memahami satu istilah sederhana yang belakangan sering saya jadikan pengingat, MATA SEPELE. SE untuk sepet, PE untuk perih, LE untuk lelah. Tiga kata pendek yang ternyata cukup menggambarkan apa yang saya rasakan setelah perjalanan panjang dan aktivitas digital yang seharian tidak berhenti. Saya juga mulai memahami bahwa Gejala Mata Kering bisa terasa begitu dekat dengan aktivitas sehari-hari, terutama ketika mata terus digunakan untuk menatap layar dan beraktivitas tanpa jeda. Rasanya bukan hal besar, tapi kalau dibiarkan terus menerus, lama-lama jadi mengganggu kenyamanan.

    Sejak perjalanan itu, saya mulai memperhatikan satu hal kecil yang sebelumnya sering terlupakan, yaitu apa saja yang saya bawa untuk menjaga kenyamanan selama perjalanan. Kalau dulu isi tas cuma soal kamera, charger, dan power bank, sekarang saya menambahkan satu perlengkapan pribadi yang ringkas tapi cukup penting, INSTO DRY EYES. Ketika mengalami Gejala Mata Kering di tengah perjalanan atau saat begadang menyelesaikan tulisan, saya membawanya sebagai bagian dari perlengkapan pribadi dan memakainya sesuai kebutuhan serta petunjuk pada kemasan. Kalau mata mulai terasa kurang nyaman setelah seharian menatap layar, saya tinggal Tetesin insto dry eyes sesuai petunjuk pada kemasan, lalu melanjutkan aktivitas seperti biasa.

    Mata Kering Jangan Disepelein, karena kalau dipikir-pikir, kita sering fokus menjaga stamina tubuh untuk perjalanan panjang, tapi lupa kalau mata juga ikut bekerja keras sepanjang hari.

    Perjalanan Boleh Jauh, Mata Tetap Butuh Jeda


    Perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Hatyai lalu berlanjut ke Penang ini akhirnya jadi jauh lebih berkesan dari yang saya bayangkan waktu pertama kali bertanya, "Kalau ke Hatyai gimana?" Dari rencana sederhana memilih Melaka atau Penang, berubah jadi perjalanan naik bus malam, mengantre tiket di Pudu Sentral, melewati dua kali perbatasan negara, mampir menikmati Thai tea dan pasar malam di Hatyai, sampai akhirnya kembali menyusuri jalan darat menuju Penang saat senja mulai turun.

    Dua hari di Hatyai memang terasa singkat, tapi cukup untuk mengobati rasa kangen yang sudah tersimpan sebelas tahun. Saya juga bertemu kembali dengan versi diri saya yang dulu, yang dengan gagah berani menempuh perjalanan seharian penuh demi mengejar destinasi baru. Dulu saya mengejar perjalanan. Sekarang saya belajar menikmati perjalanan. Bukan lagi soal berapa banyak tempat yang berhasil dikunjungi, tapi soal seberapa nyaman saya menjalani tiap langkahnya.

    Tapi ada satu hal yang tetap sama sejak dulu sampai sekarang, mata ikut menjalani seluruh perjalanan itu bersama saya. Mata ikut berangkat dari Kuala Lumpur. Mata ikut menyeberangi perbatasan menuju Hatyai. Mata ikut menikmati pasar malam dan Thai tea. Mata ikut memandangi sawah Thailand dari kaca minivan, lalu ikut menyaksikan senja di atas jembatan menuju Penang. Sebagai blogger dan content creator, mata saya bahkan bekerja dua kali lipat, bukan cuma menikmati pemandangan tapi juga membaca papan informasi, mengecek smartphone, membuka peta, mengambil foto dan video, sampai menatap layar laptop untuk menuliskan semua cerita ini.

    Karena itu, sejak perjalanan Hatyai ini saya jadi lebih sadar untuk menjaga kenyamanan mata di sela-sela aktivitas harian yang padat. Saya tidak ingin lagi menunggu sampai mata terasa sepet, perih, dan lelah baru mulai memperhatikannya. INSTO DRY EYES sekarang jadi bagian kecil dari perlengkapan perjalanan saya, sesuatu yang mudah dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan serta petunjuk pada kemasan, terutama setelah seharian penuh naik bus, melewati perbatasan, dan sibuk mengurus konten untuk blog maupun media sosial.

    Sejauh apa pun kita pergi, sebanyak apa pun cerita yang ingin kita tulis, tubuh tetap membutuhkan jeda. Termasuk mata. Dan mungkin, perjalanan terbaik bukan ketika kita berhasil melihat sebanyak mungkin tempat, tetapi ketika kita masih bisa menikmati setiap pemandangan dengan mata yang tetap nyaman sampai akhir perjalanan.

    "Selamat datang kembali di Penang," ucap saya dalam hati begitu Pulau Mutiara Timur itu akhirnya terlihat dari kejauhan. Bukan cuma sebagai Salman yang kembali setelah sebelas tahun, tapi juga sebagai seseorang yang akhirnya belajar bahwa menjaga kenyamanan diri sendiri, termasuk sekadar Mata Kering Jangan Disepelein, sama pentingnya dengan mengejar cerita perjalanan itu sendiri.

    #InstoDryEyes #BebasMataKering #MataSePeLeJanganSepelein




    Continue Reading

    Kalau ke Palembang, salah satu kuliner yang wajib dicicipi adalah Pempek. Bukan di restoran atau tempat makan yang istimewa, namun pempek di pasar. Oh iya, sebelum cerita lebih seru lagi perburuan pempek di pasar Ilir 16, ada sesuatu yang penting untuk menghemat budget traveling ke Palembang, terutama bagi yang menggunakan pesawat, kereta api ataupun bus. 

    "Ke Palembang asyiknya naik apa?"

    Kalau ditanya transportasi apa sih yang nyaman saat ke Palembang, tentu saja banyak yang menjawab dengan Pesawat, namun pernah terlintas untuk mencoba moda transportasi lain nggak seperti kereta api atau bus? Kalau belum pernah, jangan ragu lagi untuk mencoba kedua moda ini. Dijamin, banyak sekali petualangan yang akan ditemui selama perjalanan. Jika menggunakan kereta api, dari Jakarta menuju ke Stasiun Tanjung Karang di Bandar Lampung, dan berakhir di Stasiun Kertapati Palembang. Dan, jika memilih bus maka perjalanan akan langsung menuju ke Palembang dalam beberapa hari, melalui jalur Sumatera. 

    Palembang, sebuah kota tertua di Indonesia, dibuktikan dengan prasasti Kedukan Bukit (tahun 682 Masehi). Kota historis sekaligus magis. Sungai Musi seakan menjadi saksi bahwa dahulu di abad ke-7, Kerajaan Sriwijaya memiliki pasukan maritim terbesar. Bahkan pengaruh baik dari segi perdagangan maritim, penyebaran agama, politik dan budaya sampai ke negara-negara  Asia Tenggara seperti Semenanjung Malaya, Thailand, Kamboja dan Vietnam. 

    Tentu saja dengan sejarah panjang inilah, membuat Palembang selalu menarik untuk dikunjungi. Lalu, apa saja tempat wisata menarik yang wajib dikunjungi dan ikonik namun masih tetap hemat dan sesuai dengan budget.

    Nikmati Liburan Hemat di Tempat Wisata Ikonik Palembang


    Saya selalu suka tempat wisata ikonik. Bisa merupakan tempat wisata populer ataupun bukan, namun memiliki kisah mendalam bahkan terkadang mengharukan. Seperti Pulau Kemaro, Jembatan Ampera, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Museum Balaputra Dewa, Benteng Kuto Besak dan lain-lain. 

    Kisah Cinta di Pulau Kemaro

    Pulau Kemaro menyimpan kisah cinta abadi Tan Bun An, seorang pedagang Tiongkok, dan Siti Fatimah, Putri dari Palembang. Saat membawa perhiasan mas kawin, ternyata perhiasaan tersebut terjatuh ke sungai. Tan pun berkorban demi mendapatkan mas kawin, naas Tan pun ikut tenggelam ke dasar sungai. Tak hanya Tan, Siti pun akhirnya menyusul terjun ke sungai. Pulau Kemaro dipercaya sebagai daratan yang timbul akibat kisah cinta keduanya yang abadi. 

    Menikmati Pempek di Bawah Jembatan Ampera


    Kalau biasanya mencoba kuliner khas Palembang, pempek di restoran atau mall. Kali ini, saya ingin merasakan sensasi menjadi warga lokal. Pempek di pasar tidak kalah dengan pempek premium, dan dari segi harga pun sangat terjangkau. Bisa tebak berapa harga satu potong pempek? Bukan 10 ribu atau 5 ribu, tapi seribu. Cukonya pun terbilang sangat khas Palembang. Jika biasanya pempek disajikan di piring, cara memakan di pasar Ilir ini sedikit berbeda. Ambillah garpu, pilihlah pempeknya dan langsung makan, kemudian sruput cukonya. Sungguh nikmat makan pempek seribuan ini dengan cara makan ala warga lokal Palembang. Pasar Ilir ini terletak persis di bawah Jembatan Ampera yang tersohor dan ikonik. 

    Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Benteng Kuto Besak 

    Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dan Benteng Kuto Besak ini tempatnya saling bersebelahan. Jika mengunjungi Jembatan Ampera, maka wajib sekali untuk mendatangi kedua tempat wisata ikonik ini. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menyimpan koleksi sejarah dan budaya Sumatera Selatan. Bangunannya bergaya kolonial, dan dahulunya merupakan kediaman residen Belanda. Museum ini menampilkan artefak, senjata tradisional, kain songket, hingga peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang Darussalam. 

    Sedangkan Benteng Kuto Besak merupakan pusat Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-18 untuk menghalau serangan Belanda dari Sungai Musi. Benteng ini terbuat dari batu namun tetap  berarsitektur megah dan merupakan salah satu ikon wisata di Pelambang. 

    Mengunjungi Museum Balaputra Dewa, Rumah Limas di Uang 10 Ribu  


    Museum Balaputra Dewa, sebuah museum ikonik di Palembang. Didalamnya terdapat rumah Limas, khas Palembang. Uniknya, rumah Limas tersebut merupakan gambar yang ada di uang pecahan 10 ribu emisi 2005 yang telah resmi ditarik peredarannya. Pada 3 Oktober 2024, digelar acara memorabilia uang pecahan 10 ribu. Acara ini untuk mengenang uang emisi 2005 ini yang menampilkan rumah Limas tersebut. Disebut rumah Limas karena atapnya berbentuk segitiga atau limas. Keberadaan rumah tradisional ini menjadi simbol warisan budaya di Palembang, Sumatera Selatan. 

    Tips Ke Palembang Hemat Naik Pesawat dan Moda Transportasi Lain

    Pilihan naik pesawat ke Palembang, jelas merupakan opsi terbaik dari segi waktu, namun bagaimana caranya bisa menghemat? Bisa dikombinasikan beberapa moda, misalnya pada saat berangkat bisa menggunakan kereta api terlebih dahulu, kemudian pada saat pulang menggunakan pesawat. Atau, bisa juga berburu harga tiket pesawat dengan menggunakan aplikasi Super Apps BRImo. Saat ini, aplikasi mobile perbankan dari BRI ini sudah bisa memesan berbagai macam moda transportasi mulai dari pesawat, kereta api, bus dan kereta cepat Jakarta-Bandung. 

    Cara Memesan Tiket Pesawat Melalu Aplikasi BRImo 

    Berikut ini cara memesan tiket pesawat melalui aplikasi BRImo :

    1. Masuk ke aplikasi BRImo dan pilih menu Lifestyle  
    2. Pilih opsi Travel, kemudian pilih Pesawat  
    3. Tentukan Rute, Tanggal, Jumlah Penumpang, dan Kelas Penerbangan  
    4. Pilih penerbangan yang diinginkan  
    5. Isi informasi Pemesan dan Penumpang  
    6. Konfirmasi transaksi dengan memasukkan PIN  
    7. Pembelian tiket berhasil dan e-tiket akan dikirim ke email yang terdaftar saat pengisian data

    Nah, kalau kamu nasabah dari BRI dan sudah memiliki aplikasi Super Apps BRImo, wajibanget mengikuti BRImo FSTVL 2024. 

    Cara Mengikuti BRImo FSTVL 2024


    Program Undian Berhadiah adalah program loyalti pengguna Tabungan BRI, di mana nasabah mendapatkan kesempatan menang undian berdasarkan rata-rata saldo dan BRIPoin. Program Direct Gift (Redeem BRIPoin) memberikan reward BRIPoin untuk nasabah Tabungan BRI, e-banking, dan pengguna kartu BRI atas setiap transaksi yang dilakukan.

    1. Raih 100.000 hadiah langsung di BRImo FSTVL dan Menangkan juga hadiah undian BMW 520i M Sport, Hyundai Creta Alpha, dan kendaraan bermotor Vespa Primavera! Jangan lewatkan hadiah mingguan di Friday Deals!
    2. Perbanyak Nabung dan Tingkatkan Transaksi di BRImo FSTVL
    3. Perbanyak transaksi di BRImo untuk ikut BRImo FSTVL 
    4. Download BRImo sekarang!

    Selain itu, semuanya berkesempatan untuk memenangkan banyak hadiah, namun dengan syarat untuk memperbanyak transaksi pembelian tiket pesawat dan berbagai kebutuhan lainnya melalui aplikasi. #BRImo #BRImoMudahSerbaBisa #BRImoFSTVL #BerlimpahHadiah
    Continue Reading

     

    Menyelam adalah skill yang tidak semua orang punya. Kalau kamu bisa melakukannya, maka kamu adalah salah satu dari sedikit orang yang beruntung. Nah, kalau kamu butuh tempat untuk membuktikan kemampuanmu itu, kamu bisa mengunjungi tempat-tempat terbaik untuk menyelam di bawah ini dengan pengajuan kartu kredit termudah.

    Dengan segala kemudahan yang diberikan, maka kamu dapat mengeksplor banyak hal dengan skill menyelammu. Siap untuk jadi penyelam yang handal? Sebaiknya mulai siapkan dirimu dari sekarang. 

    7 Tempat untuk Menyelam di Indonesia

    Untuk membuktikan skill menyelammu yang keren itu, kamu tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri karena Indonesia punya banyak diving spot yang menawan. Berikut diantaranya:

    Derawan

    Derawan adalah nama dari gugusan pulau di daerah Kalimantan Timur. Di sini kamu akan memperoleh pengalaman menyelam yang tidak biasa karena kamu akan bertemu dengan hiu paus yang memiliki badan sangat besar.

    Untuk mencapai kepulauan ini, kamu perlu menyewa kapal bersama dengan teman-temanmu atau rombongan lainnya dan berlayar selama 40 menit dari Kota Tarakan. Kamu bisa menyelam dengan biaya hanya Rp2000.

    Pulau Weh

    Beralih ke ujung barat Indonesia, kamu bisa mengunjungi Pulau Weh yang berada di Aceh. Ada banyak titik penyelaman yang tersedia di sini, seperti Pantee Peunateung, Aus Balee, Batee Tokong, dan lain-lain.

    Semua diving spot tersebut menawarkan pemandangan bawah laut yang memukau, lho! Pemandangan tersebut meliputi beragamnya biota laut hingga kapal tua Sophie Rickmers yang sudah karam. Berbagai keindahan tersebut dapat kamu nikmati dengan gratis.

    Raja Ampat

    Kalau membahas tentang titik penyelaman terbaik di Indonesia, maka kita juga perlu membahas Raja Ampat. Kepulauan yang terdapat di Papua Barat ini mempunyai pulau-pulau besar yang populer seperti Misool, Waigeo, dan Salawati.

    Di sana kamu bisa melihat berbagai terumbu karang yang dihuni oleh ikan warna warni. Tak salah bila keindahan bawah laut Raja Ampat kerap disebutkan oleh berbagai majalah dunia. Jangan lupa siapkan Rp500 ribu kalau kamu ingin menyelam di sini, ya!

    Nusa Penida

    Kalau kamu sedang liburan ke Bali, maka jangan lupa untuk menyelam di Pulau Nusa Penida. Di sini kamu akan memperoleh pengalaman yang unik karena bisa berenang dengan ikan pari dan hiu bambu.
    Di sini kamu bisa menyelam secara gratis. Namun mengingat hewan-hewan yang kemungkinan akan kamu temui disini, maka jangan lupa untuk berhati-hati ya! 

    Pastikan kamu menyelam di kedalaman yang normal dan tidak menyalahi aturan yang biasanya sudah ditetapkan tempat bersangkutan.

    Bunaken

    Sebagai penikmat olahraga menyelam, kamu pasti sudah tidak asing dengan Taman Laut Bunaken. Ya, taman laut yang terletak di Teluk Manado ini telah populer akan keindahan panorama lautnya. Hal ini disebabkan oleh letaknya yang berada di Segitiga Terumbu Karang.

    Di sini, kamu bisa melihat 10 jenis terumbu karang yang dihuni oleh hewan-hewan laut eksotis. Untuk menikmati keindahan taman laut tersebut, kamu perlu merogoh kocek Rp100 ribu saja.

    Alor

    Alor adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Nusa Tenggara Timur. Jangan salah, di sini kamu bisa menemukan 20 titik penyelaman lho! Di antaranya adalah Half Moon Bay, The Edge, The Ball, dan lain-lain.

    Laut di sana cukup jernih sehingga kamu bisa menikmati keindahannya dengan lebih leluasa. Kamu bahkan tak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun untuk menikmatinya.

    Taman Nasional Komodo

    Tahukah kamu bahwa bukan hanya hewan komodo saja yang bisa kamu lihat di sini, namun juga hewan-hewan bawah lautnya? Ya, kamu bisa menyelam di berbagai titik seperti Pink Beach, Taka Makassar, hingga Labuan Bajo.

    Ada berbagai terumbu karang dengan hewan-hewan laut yang menawan di sini. Kamu pun hanya perlu merogoh kocek Rp90 ribu saja.

    Nah, kalau kamu nggak mau ribet harus pembayaran, salah satunya dengan menggunakan Kartu Kredit. Lalu, bagaimana sih syaratnya mengajukan kartu kredit? 

    Syarat Mudah Mengajukan Kartu Kredit

    Mungkin kamu bertanya-tanya kalau ingin menyelam dengan kartu kredit, lantas apa saja syarat pengajuan kartu kredit tersebut? Berikut ulasannya:
    • Pemegang kartu utama harus berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 65 tahun. Namun pemegang kartu tambahan bisa berusia minimal 17 tahun
    • Kartu identitas
    • Slip gaji
    • Tagihan kartu kredit 3 bulan terakhir bila ada
    • Pendapatan minimal adalah Rp3 juta
    • Terdapat pengaturan jumlah dan plafon kartu kredit bagi kamu yang berpenghasilan Rp3 juta hingga Rp10 juta, yaitu: 
    1. Maksimal dua penerbit yang boleh memberikan kartu kredit ke satu orang
    2. Maksimal total plafon kredit dari semua penerbit kartu adalah tiga kali gaji
    3. Tak ada aturan khusus bagi pemegang kredit dengan pendapatan di atas Rp10 juta tiap bulan.

        Ajukan Kartu Kreditmu Sekarang!

        Nah, kini saatnya kamu melakukan pengajuan kartu kredit digital digibank by DBS. digibank by DBS sudah berpengalaman melayani berbagai nasabah dengan beragam kemudahan, seperti:

        • Approval pengajuan dalam 60 detik.
        • Dapat langsung digunakan setelah selesai verifikasi.
        • Limit belanja bisa kamu sesuaikan melalui Aplikasi digibank by DBS.
        • Cicilan hingga 60 bulan melalui Aplikasi digibank by DBS.
        • Semua aktivitas dan informasi dapat diakses 24/7 di Aplikasi digibank by DBS.
        • Gratis iuran tahun pertama setelah belanja minimal Rp1 juta pada 60 hari pertama.

        Ayo segera lakukan pengajuan kartu kredit termudah di digibank by DBS untuk membuktikan skill menyelammu di tempat penyelaman terbaik Indonesia! Klik di sini untuk informasi selengkapnya.




        Continue Reading


        Bandung masih menjadi destinasi yang menyenangkan bagi saya. Ya, saya telah berulang kali ke Bandung, namun tak membuat saya bosan sama sekali, malaha saya selalu menantikan momen ke Bandung kembali. Kalau dulu saya harus menghitung destinasi apa saja yang harus dikunjungi sambil melihat media sosial yang sedang tren, maka saat ini saya lebih mengutamakan silaturahmi dan bertemu dengan teman. Meskipun tak pernah diagendakan, namun secara tak sengaja saya kembali bertemu teman di Bandung. Walaupun teman saya ini saat ini telah tinggal 2 tahun di Bali, namun Bandung ternyata masih memberikan memori, jadilah kami janjian di Bandung. Tak sengaja ternyata teman lain yang sudah lama tak bersua pun kini berada di Bandung, kami berempat bertemu di Bandung, dalam gemericik hujan dan udara yang sedikit sejuk. 

        Bandung, Sebuah Pembuktian


        Bumi Pasudan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum, begitulah kira-kira yang ditulis oleh M.A.W. Brouwer. Beliau memang benar, Tuhan memang sedang tersenyum ketika Pasundan diciptakan. Di bumi inilah bahkan mimpi-mimpi saya terukir indah dan manis. Saat kuliah, saya bermimpi memiliki prestasi yang bisa dibanggakan, bukan hanya sebagai mahasiwa biasa. Dan, ternyata saya terpilih sebagai salah satu finalis dari sebuah kompetisi proposal bisnis yang diadakan oleh ITB pada saat itu. Saya dan kedua teman saya tak menyangka bisa menjadi salah satu finalis, pasalnya memang perlombaan ini dari seluruh Indonesia, bahkan harus melawan banyak nama besar seperti UI dan ITB. 

        Setelah melakukan presentasi dihadapan tokoh yang selama ini saya lihat di televisi saja, akhirnya saya dan teman-teman pun lega sekaligus deg-degan menunggu hasil akhir. Ternyata tak disangka, tim saya pun mendapatkan juara ketiga dalam kompetisi ini. Saya tak menyangka dan terharu atas pencapaian ini. 

        Tahun berganti, Bandung kembali memanggil. Kali ini bukan kompetisi proposal bisnis, namun masih dalam lingkup yang sama yaitu kompetisi ilmiah dan pesertanya kali ini lebih banyak dari sebelumnya dan kali ini diselenggarakan oleh MITI dan UPI Bandung. Walaupun tak meraih juara dalam kompetisi tersebut, namun saya tetap tersenyum karena bisa mengalahkan banyak universitas lain dan terpilih sebagai salah satu finalis. Saya merasa bangga dan Bandung selalu memberikan momeri yang manis dan keberuntungan yang tak disangka-sangka. 

        Cara Bahagia Menikmati Bandung Versi Aku

        Bandung dan Bahagia, sepertinya Tuhan sudah mengatur semuanya. Kenangan manis itu selalu saya bawa sampai kapapun di Bandung ini. Dan, dari kenangan tersebut saya pun punya cara tersendiri untuk menikmati Bandung, bukan hanya berlomba-lomba untuk kesuatu tempat viral namun bisa lebih menikmati momen, apalagi bisa bersilaturahmi bersama teman-teman yang sudah lama tak bersua, sehingga diperlukan cara tersendiri. 

        Penasaran nggak sih bagaimana cara bahagia menikmati Bandung versi aku? Pastinya kan? Nah, ini dia tipsnya.

        Pesan Transportasi Ke Bandung Jauh Hari

        Biasanya karena Bandung sangat dekat dari Jakarta, maka pesan kereta atau travel biasanya mendekati hari keberangkatan. Namun, ternyata setelah dicek kembali, harganya sudah sangat mahal dan tiket pun habis. Nah, hal ini bisa dihindari dengan cara membeli tiket jauh-jauh hari, kalau bisa maksimal seminggu sebelumnya sudah dipesan.

        Pesan Akomodasi Jangan Mepet

        Nah, sama dengan pemesanan transportasi ke Bandung, pesan hotel juga jangan mepet waktu ya. Apalagi pada musim liburan di penghujung akhir tahun atau awal tahun serta musim liburan sekolah. Usahakan untuk memesan hotel maksimal seminggu sebelumnta, selain bisa menikmati harga yang lebih murah, pilihan hotel yang bagus serta strategis pun biasanya masih bisa dipesan, apalagi hotel yang menjadi incaran semua orang. 

        Sewa Kendaraan 

        Biasanya jika liburan, apalagi weekend, maka waktu habis digunakan hanya untuk kesana-kemari dan macet-macetan. Jika tidak diperhitungkan dengan baik, maka bisa jadi waktu kamu akan habis dan hanya bisa menikmati satu atau dua tempat saja. Sangat disarankan menyewa kendaraan seperti mobil atau motor agar bisa menghindari kemacetan yang tak bisa terurai. 

        Atur Itinerary Dengan Baik 

        Nah, satu hal yang paling penting adalah atur itinerary dengan baik dan bijak ya, jangan sampai karena pengen menjelajahi Bandung, maka bikin itinerary secara semena-mena tanpa memperhatikan jarak dan kemacetan yang terjadi apabila Weekend. Cara paling baik untuk menyusun itinerary adalah dengan menyiapkan google maps dan memilih destinasi yang akan dikunjungi. Setelah itu perhitungkan watu tempuh dari satu destinasi ke destinasi yang lain. 

        Itinerary Walking Tour Bandung, Liburan Cara Aku 


        Karena saya memang tidak mengejar semua destinasi di Bandung, apalagi daerah di luar Kota, saya berusaha untuk merangkai itinerary khususnya bagi yang baru pertama kali mengunjungi Bandung. Itinerary ini memang seperti walking tour Bandung karena antara destinasi satu dengan yang lain jaraknya hanya ratusan meter saja, bahkan bisa dinikmati sambil foto-foto dan menikmati suasana Bandung yang semakin syahdu, apalagi pada waktu sore dan sedang hujan. 

        Oh iya, Itinerary ini saya buat hanya untuk 2 hari 1 malam atau weekend escape di Bandung. Penasaran nggak dengan Itinerary yang share? pasti dong sudah penasaran dengan Itinerarynya. 

        Stasiun Kota Bandung

        Saat pertama kali ke Bandung, pasti salah satu hal yang akan dilakukan adalah berfoto di Stasiun Kota Bandung. Stasiun ini salah satu yang iconic dan sangat disarankan untuk berfoto di depan stasiun yang masih sangat terawat dengan gedung peninggalan zaman Belanda dulu. 

        Taman Balaikota Bandung 

        Taman Balaikota Bandung ini sangat dekat dengan Stasiun, tak lebih dari 2 kilometer sehingga bisa dijangkau dengan ojek atau kendaraan online. Taman ini sangat terlihat mempesona dari luar karena terlihat dari jalan besar. Selain itu taman ini sangat bagus dengan berbagai fasilitas seperti area bermain. Salah satu yang wajib dikunjungi.

        Gedung Sate 

        Beralih ke salah satu gedung iconic di Bandung yaitu gedung Sate. Kamu bisa mengunjunginya setelahnya karena lokasinnya tak jauh dari taman Balaikota. Tak hanya itu, gedung ini menjadi salah satu gedung pemerintahan yang paling mudah diingat karena terlihat memiliki tusuk sate diatas atapnya sehingga wajib berfoto disini. 

        Museum Geologi 

        tak jauh dari Gedung Sate terdapat Museum Geologi yang mungkin tak banyak orang tahu. Museum ini persis disebelah gedung sate, namun memang tempatnya tak terlihat begitu jelas karena terhalang oleh gedung sate itu sendiri. 

        Taman-Taman Di Sekitar Gedung Sate

        Nah, selain itu terdapat taman-taman yang unik dan menarik disekitaran gedung sate seperti Taman Gasibu, Taman Gedung Sate, Taman Lansia dan masih banyak taman disekitaran gedung tersebut. Jika dikunjungi satu persatu memang akan memakan waktu. 

        Jalan Braga 

        Jalan Braga merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi apalagi juga menjadi salah satu ikon kota Bandung. Jalan Braga saat ini telah menjadi menjelma menjadi jalan yang sangat ramai dan banyak sekali kuliner dan tempat untuk berfoto. Bahkan hotel atau akomodasinya pun sangat unik karena merupakan gedung tua. 

        Jalan Asia Afrika

        Jalan Asia Afrika juga menjadi salah satu ikon yang wajib dikunjungi apalagi merupakan tempat bersejarah yang menjadi saksi diselenggarakannya salah satu konferensi paling penting pada masa itu yaitu KTT Asia Afrika pertama. 

        Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

        Masjid Raya Bandung

        Masjid Raya Bandung, yang dulu dikenal dengan nama Masjid Agung Bandung (Aksara Sunda: ᮙᮞ᮪ᮏᮤᮓ᮪ ᮛᮚ ᮘᮔ᮪ᮓᮥᮀ) adalah sebuah masjid raya yang berada di Kota Bandung, Jawa Barat. Status masjid ini adalah sebagai masjid provinsi bagi Jawa Barat. Masjid ini pertama dibangun tahun 1810 dan sejak didirikannya telah mengalami 8 kali perombakan pada abad ke-19, kemudian 5 kali pada abad 20 sampai akhirnya direnovasi lagi pada tahun 2001 sampai peresmian Masjid Raya Bandung 4 Juni 2003 yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, H.R. Nuriana. Masjid baru ini, yang bercorak Arab, menggantikan Masjid Agung yang lama, yang bercorak khas Sunda.

        Bandung On Bus Tour (Bandros)

        Bandros atau singkatan dari Bandung On Bus Tour merupakan salah satu aktivitas menyenangkan di Bandung. Apalagi pada saat mengunjungi Masjid Raya Bandung, maka wajib naik Bandros dan berkeliling menuju ke berbagai daerah. 

        Tempat menarik yang dilewati Bandros diantaranya adalah : 
        - Taman Dewi Sartika
        - Bandung Planning Gallery
        - Taman Radio
        - Gedung Sate
        - Taman Cibeunying
        - Pet Park
        - Taman Superhero
        - Taman Foto
        - Gedung Rumentang Siang
        - Gedung Pensil
        - Titik 0 KM Bandung
        - Gedung Merdeka
        - Alun-alun Bandung
        - Jalan Braga
        - Gedung Indonesia Menggugat

        Memilih Akomodasi Di Bandung 


        Nah, kalau kamu mau booking hotel bisa di Traveloka dengan banyak pilihan hotel yang menarik seperti hotel yang di Braga. Kamu bisa memesan berbagai macam akomodasi mulai dari yang murah sampai ke yang mahal guys. Nah, hotel pilihanku ini adalah Gasinn yang mrupakan salah satu hotel heritage dengan bangunan yang tua namun difungsikan sebagai retsoran dan hotel. Bahkan kamu bisa foto-foto dan menikmati kopi dengan pemandangan jalan Braga yang luar biasa banget. 

        Oh iya, kenapa sih memilih hotel di Braga? Karena merupakan jalan yang ramai dan tak pernah sepi, serta banyak banget cafe-cafe lucu, serta kuliner unik serta viral tentunya. Nah itu dia cara menikmati Bandung dengan tenang dan berbeda, karena tidak perlu buru-buru dalam menikmati sesuatu, karena kamu bisa #LifeYourWay , kamu bisa memilih liburan dengan caramu atau cara aku sendiri. Enjoy your holiday guys. 

        Continue Reading


        Pinjaman KTA bisa kamu ajukan apabila tertarik untuk melakukan travelling namun kondisi keuangan sedang miring. Di penghujung akhir tahun ini, alih-alih berwisata ke negara yang bersalju, kamu bisa coba berlibur ke negara-negara yang sedang mengalami musim panas.

        Sebagai sebuah rekomendasi, kamu bisa mengunjungi Cape Town yang merupakan ibukota legislatif dari Afrika Selatan. Cape Town baru akan mengalami musim panas pada akhir bulan Desember ini. 

        Penasaran destinasi serta kegiatan apa saja yang bisa dilakukan saat berlibur di kota yang berada di pinggir Samudera Atlantik ini? Simak pembahasannya pada poin-poin di bawah ini!

        Destinasi Wajib saat Berlibur di Cape Town

        Ketika melakukan perjalanan wisata ke Cape Town, sama seperti dengan lokasi-lokasi lainnya, ibukota legislatif dari Afrika Selatan ini juga memiliki spot menarik yang wajib untuk dikunjungi.

        Berikut telah dirangkum beberapa destinasi yang bisa kamu kunjungi saat bertamasya ke Cape Town pada bulan Desember yang sedang mengalami musim panas ini.

        Camps Bay dan Pantai Clifton 

        Destinasi pertama yang bisa kamu kunjungi selama melakukan perjalanan liburan ke Cape Town di bulan Desember yaitu Camps Bay dan juga pantai Clifton. Dengan berkunjung ke pantai-pantai tersebut kamu dapat merasakan sensasi musim panas yang sesungguhnya.

        Table Mountain

        Spot wisata terkenal yang wajib dikunjungi berikutnya saat berada di Cape Town ialah Table Mountain. Bagi kamu yang suka hiking, spot ini bisa menjadi medan baru yang layak kamu coba.

        Namun apabila kamu bukan penggemar aktivitas hiking, kamu tetap bisa menikmati keindahan Table Mountain dengan memanfaatkan cable car untuk bisa sampai ke bagian puncak.

        Sering ramai dikunjungi ketika musim panas, maka apabila kamu tertarik untuk menikmati lanskap kota Cape Town dari ketinggian menggunakan cable car, kamu perlu memesannya dengan segera.

        Stellenbosch

        Keindahan lainnya yang ditawarkan di sekitar kawasan Cape Town, yaitu kota Stellenbosch. Kota satu ini memiliki ciri-ciri berupa banyak tumbuhnya pohon Oaks. 

        Selain itu, bagi kamu yang merupakan pecinta wine, mengunjungi kota ini bisa menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya, di Stellenbosch ini terdapat banyak kebun anggur yang menghasilkan buah hingga wine berkualitas.

        Cape Point

        Masuk ke dalam warisan dunia yang ditetapkan oleh Unesco, Cape Point menawarkan pemandangan yang memukau atas laut dan juga gunung yang menyatu. Dengan berkunjung ke Cape Point, kamu juga sekaligus dapat singgah di menara mercusuar yang terdapat di sana.

        Di dekat kawasan ini juga ada pusat toko souvenir serta beberapa restoran yang bisa kamu kunjungi saat lapar melanda di tengah-tengah keseruan berlibur.

        Event Menarik di Cape Town saat Desember 2022

        Terdapat banyak sekali event atau acara yang diselenggarakan selama bulan Desember 2022 di Cape Town. Berikut ini beberapa rekomendasi event yang bisa kamu kunjungi untuk bisa menghidupkan suasana summer di bulan Desember selama berlibur di Cape Town.

        Cape Town City Ballet – The Nutcracker

        Acara ini diselenggarakan mulai dari tanggal 7 Desember hingga 23 Desember 2022. Untuk lokasinya, acara yang menampilkan para penari ballet ini mengambil lokasi di Artscape Theatre Centre. Bagi kamu yang tertarik, pesan tiketnya sekarang!

        Summer Sunset Concerts

        Supaya bisa merasakan sensasi summer atau musim panas secara maksimal, kamu perlu mengunjungi festival musik ini. Summer Sunset Concerts ini diadakan sebanyak tiga kali yaitu pada 4 dan 11 Desember 2022 kemudian pada tanggal 15 Januari. Konser ini digelar pada lokasi Helderberg Nature Reserve.

        Clifton Yacht Parties: Season 11

        Aktivitas seru lainnya yang juga bisa kamu lakukan saat berkunjung ke Cape Town, yaitu berpesta di atas Yacht. Dimulai sejak 19 November, acara ini berlangsung hingga bulan April tahun 2023 mendatang. Untuk bulan Desember, pesta ini diselenggarakan pada tanggal 3 dan 17 Desember.

        Bagi kamu yang tertarik, kamu bisa mengunjungi Shop 5, Quay 5, V&A Waterfront, Cape Town sebagai lokasinya.

        Vergelegen Summer Offerings

        Acara ini dimulai pada 1 Desember 2022 dan akan berakhir pada 28 Februari 2023. Acara yang memang diadakan selama musim panas ini sangat cocok dikunjungi oleh para pecinta anggur dan makanan. Ketika mengunjungi Vergelegen ini, kamu bisa memilih salah satu dari 3 pilihan menu yang disediakan.

        Gunakan Pinjaman KTA untuk Membiayai Liburanmu ke Cape Town


        Dari pembahasan mengenai destinasi dan juga event-event menarik yang bisa dikunjungi di Cape Town di atas, adakah yang membangkitkan semangat travellingmu? Kalau kamu tertarik berkunjung ke Ibukota Afrika Selatan namun keuangan terbatas, kamu dapat memanfaatkan pinjaman KTA online.

        Salah satu produk pinjaman tanpa agunan yang menawarkan banyak keuntungan antara lain yaitu digibank KTA. Keuntungan-keuntungan yang bisa kamu rasakan ketika mengajukan pinjaman digibank KTA di antaranya yaitu sebagai berikut.
        • Online 24 jam
        • Proses approval pinjaman dalam hitungan 60 detik
        • Dana pinjaman langsung cair ke rekening digibank by DBS dengan limit mencapai Rp200 juta.
        • Bisa mengatur nominal pinjaman sesuka hati.
        • Bisa membayar cicilan dalam rentang waktu 36 bulan.
        • Tidak ada dokumen fisik yang perlu dilampirkan
        • Persyaratan pengajuannya cukup mudah. Kamu harus memastikan bahwa kamu berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, atau Semarang, memiliki e-KTP dan NPWP, berpenghasilan minimum 5 juta.
        Informasi lengkap mengenai produk pinjaman tersebut bisa kamu dapatkan pada tautan https://www.dbs.id/digibank/id/id/pinjaman/produk-pinjaman/pinjaman-digibank-kta . Tunggu apa lagi? Segera ajukan pinjaman KTA digibank KTA dan nikmati liburan musim panas pada bulan Desember di Cape Town secepatnya!

        Continue Reading

        Yogyakarta, sebuah destinasi wisata yang tidak ada habisnya. Berkali-kali datang ke kota Gudeg ini, namun sepertinya masih mampu menyihir saya untuk datang kembali lagi dan lagi. Apalagi Jogja (Sebutan beken dari Yogyakarta) ini tak jauh dari kampung halaman saya di Pemalang. Saya ingat sekali pertama kali ke Yogyakarta adalah pada saat saya SMA, tepatnya saya mengikuti kursus bahasa Inggris. 

        "Jadi kita akan belajar Inggris langsung di tempat wisata yang banyak bulenya."

        Pada saat itu saya masih belum tahu kalau kelas kursus akan ke Jogja. Jadi reaksi saya pada saat itu masih biasa saja. 

        "Ya, kita akan ke Candi Borobudur."

        Saat mendengar nama Candi termegah dan merupakan pusat perayaan Waisak ini, raut muka saya berubah menjadi sumringah. Biasanya pada saat kursus, saya hanya bisa memasang muka serius, bukan karena menikmati pelajaran namun karena kesulitan menerapkan tenses yang merupakan pintu utama belajar bahasa Inggris.


        Dari SMA bahkan masih kecil, entah kenapa traveling selalu membuat saya merasa senang. Rasanya seperti keluar dari penjara bagi seorang narapidana, atau saat selesai ujian nasional. Rasanya bebas dan lepas. Apalagi saat tahu bahwa Jogja yang akan menjadi destinasi saat praktek bahasa Inggris ini. Inilah pertama kalinya saya mengunjungi Yogkarta secara langsung setelah sebelumnya hanya bisa berkhayal untuk mengunjunginya. 

        Bertahun-tahun kemudian, Yogyakarta berubah menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi karena beberapa hal seperti keramahtamahan warganya, banyak destinasi yang bisa dikunjungi, kuliner yang murah dan banyak pilihan, hotel harga murah namun sangat nyaman, dan berbagai kelebihan lain yang membuat Jogja selalu menjadi destinasi favorite semua orang.

        Nah, setelah berkali-kali mengunjungi Yoyakarta, dan bosen dengan tempat yang itu-itu saja, akhirnya saya berexplorasi. Dan, ternyata Jogja itu buanyak banget tempat anti mainstream yang wajib dikunjungi ya. Penasaran apa saja tempat wisatanya? 

        Tempat Wisata Anti Mainstream Di Yogyakarta

        Jadi yang lain seperti keraton, taman sari dan lain-lain itu tempat mainstream? Sebetulnya mainstrem atau nggak bukan tergantung dari kepopulerannyam, namun saya melihat dari segi keunikannya. Bisa saja tempat itu berada diarea keraton atau lainnya, namun ternyata memiliki keunikan yang belum tentu dirasakan oleh wistawan. Nah, tempat anti mainstream ini bisa berupa apa saja yang jarang dilakukan oleh wisatawan, atau tempat yang baru dan belum saya kunjungi sebelumnya.

        Jogja Nasional Museum (JNM) Bloc  

        Pernah ke MBloc atau Pos Bloc di Jakarta? Jogja Nasional Museum (JNM) Bloc ini mengusung tema yang sama dengan kedua tempat di Jakarta karena merupakan satu grup. Biasanya tempat-tempat unik dengan nuansa gedung tua dan unik, kebetulan JNM juga memiliki konsep unik dengan nunansa seni dan pertunjukan.

        Pada saat mengunjungi tempat ini, rasanya sangat familiar dan nyaman, karena biasanya banyak sekali pameran seni dari berbagai seniman di Jogja dan sekitarnya bahkan beberapa seniman dari luar negeri pun sering mengadakan pertunjukannya di tempat ini. Belakangan ini, JNM Bloc pun menarik minat kaum milenial untuk datang dan menikmati banyak hal mulai dari seni sampai tempat nongkrong yang nyaman.Saya pun sangat betah berlama-lama menikmati seni sekaligus hiburan dengan berbagai pilihan kuliner. 

        Heha SkyView

        Heha SkyView, salah satu tempat yang berada di Gunung Kidul, hanya 30 menit dari pusat kota Yogyakarta. Jika bosan berada di pusat kota dan pengen sekedar healing sejenak, tempat ini sangat cocok. Tempatnya sangat instagramable, banyak permainan dan hiburan serta kulinernya pun wajib dicoba. Walaupun sekedar menikmati pemandangan dan berfoto-foto, tempat ini sangat nyaman. 

        Nah pengen tahu nggak apa saja yang bisa dilakukan di Heha SkyView ini? Nah ini dia harga-harganya. 

        • Sky Glass = Rp30.000 per orang
        • Wall Climbing = Rp30.000 per orang
        • Sky Balloon = Rp20.000 per orang
        • HeHa Aeroplane = Rp.20.000 per orang
        • Reflecting Pool = Rp10.000 per orang
        • Selfie Garden = Rp10.000 per orang
        Harga tiket masuk HeHa Sky View sekarang lebih sederhana.
        • Senin - Jumat Pukul 10.00-21.00 = Rp20.000 per orang
        • Sabtu, Minggu, dan hari libur Pukul 08.00-21.00 = Rp20.000 per orang
        Kalau ingin lebih murah lagi ada tiket terusan HeHa Sky View + HeHa Ocean View seharga Rp25.000. Bisa digunakan hingga keesokan harinya, tetapi tidak berlaku untuk hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional. Nah, Rute termudah ke HeHa Sky View adalah melalui Jl. Jogja - Wonosari sekitar 12 km. Setelah melewati Tugu Selamat Datang Gunungkidul, belok kanan ke Jl. Patuk - Dlingo sekitar 500 meter. Tibalah kita di HeHa Sky View.

        Alun-Alun Kidul Yogyakarta


        Jujur selama beberapa kali ke Jogja, saya belum pernah ke Alun-Alun Kidul dan melakukan sebuah ritual yang konon hanya bisa dilakukan oleh calon prajurit Keraton Yogyakarta, yaitu melewati pohon beringin di tengah-tengah alun-alun. Saya penasaran ingin melakukan ritual ini dan berharap bisa melakukannya karena konon menurut cerita, harapannya akan dikabulkan jika melewati pohon tersebut. 

        Berbekal keingin tahuan yang mendalam, akhirnya saya pun ke alun-alun Kidul. Pada saat itu cuaca memang sudah sangat mendung. Namun karena sudah penasaran, mendung bukan sebuah masalah yang berarti. Akhirnya saya melakukan percobaan pertama dengan mata tertutup namun gagal, pun sama pada percobaan kedua berakhir dengan gagal namun sangat dekat hanya meleset ke arah kanan.

        Pada Percobaab ketiga akhirnya saya melakukan dengan hati kosong dan merendahkan diri bahwa saya pun meyakini bisa melewati pohon beringin tersebut. Nah, ternyata akhirnya saya bisa melewati pohon beringin keramat tersebut dan sangat senang. Semoga harapan saya pun bisa terkabul ya tahun ini, Amin. 

        Mencoba Kopi Joss Arang Di Angkringan Jogja


        Kopi Joss Arang saat ini menjadi sesuatu yang harus dicoba dan tidak boleh ketinggalan karena merupakan salah satu yang diburu oleh wisatawan. Kenapa disebut sebagai kopi Joss? Kopi joss pertama kali dibuat di angkringan Lik Man yang berlokasi di utara Stasiun Tugu pada akhir tahun 1980. Saat itu ada seorang masinis yang singgah dan meminta dibuatkan kopi di angkringan tersebut.Pemilik angkringan yang akrab disapa Lik Man itu pun langsung meracik kopi dengan merebusnya di dalam sebuah kaleng (klotok). Ia kemudian menambahkan sepotong arang dari agar kopi tersebut lebih matang.

        Menikmati Kuliner Legendaris Moerni 78


        Pecinta kuliner wajib mampir ke Moerni 78  di dekat stasiun Lempuyangan tepatnya di Jl. Tukangan No.45, Tegal Panggung, Kec. Danurejan, Kota Yogyakarta. Kenapa harus kesini? Buanyak sekali kuliner yang enak dan harganya sangat terjangkau seperti nasi pecel, nasi rawon, gado-gado lontong, lontong opor ayam, es campur, es teler, es roti dan masih banyak menu yang wajib di coba. Jika turun stasiun Lempuyangan, kamu harus mampir terlebih dahulu disini. 

        Pilihan Transportasi dan Hotel di Yogyakarta


        Memilih Transportasi dan Hotel di Jogja itu mudah sekali karena banyak pilihan. Nah, selama di Jogja ini kamu bisa memilih transportasi online dan menyewa motor biar lebih mudah dan irit. Lalu bagaimana dengan hotelnya? Wah, di aplikasi booking hotel buanyak banget ya, apalagi saat ini kan wisatawan sudah banyak berdatangan ke Jogja. 

        Nah, salah satu tips mencari hotel di Yogyakarta adalah mencari hotel dengan rate termurah dengan peringkat tertinggi. Kamu bisa menginap di hotel dengan tipe dormitory dengan fasilitas yang lengkap dan sangat nyaman, bahkan kadang tersedia juga dengan sarapan. 


        Continue Reading


        Destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi dan lumayan dekat dengan Jakarta adalah Malang. Kira-kira apa sih yang paling menarik di Malang? Tentu saja orang akan menyebut dua destinasi, yaitu Batu dan Bromo. Keduanya memang berada diwilayah Malang, namun Batu merupakan sebuah kota administratif terpisah dari kota Malang, sedangkan Bromo berada di kabupaten Malang. 

        Jika ke Batu, maka destinasi wisata yang harus dikunjungi pun beragam mulai dari Jatim Park 3, Air Terjun Coban Rondo, Flora Wisata Santerra, Paralayang, dan beragam destinasi lainnya. Batu bisa dikatakan sangat sejuk dibandingkan dengan kota Malang, namun destinasi yang paling dingin adalah Bromo. Dan, saya pernah merasakan sensasi traveling ke Bromo dengan menggunakan Jeep tanpa atap dan hanya dinaiki sekitar 5 orang pada tahun 2013. Kini, trip ke Bromo begitu menyenangkan dan sangat mudah.

        Nah, penasaran dengan destinasi wisata di Batu dan paket open trip Bromo saat ini? 

        Destinasi Wisata Di Batu, Malang

        Batu, Malang menurut saya adalah destinasi yang masih menyimpan sebuah rasa penasaran terus menerus seperti Bali dan Yogyakarta. Setiap tahun terjadi penambahan dan perubahan destinasi sehingga tidak membosankan dan bisa mengexplore lebih banyak lagi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi Bersama keluarga, sahabat dan pacar.

        Flora Wisata Santerra

        Taman bunga yang menarik dengan berbagai background kota Korea dan Eropa. Saat ke Batu 6 tahun silam, saya hanya mengenal Jatim Park 1 dan 2, namun ternyata saat ke Batu lagi banyak tempat baru salah satunya tempat ini. Saya memang menyukai tempat yang indah berupa taman dengan banyak spot foto seperti ini. Selain itu, terdapat permainan seru yaitu perosotan warna-warni yang memacu adrenalin kamu.

        Air Terjun Coban Rondo


        Saat ke Batu dulu, masih terbatas transportasi dan informasi menuju ke Coban Rondo, jadi saya urungkan niat kesana. Selang berlalu, akhirnya saya bisa menikmati destinasi wisata satu ini. Coban Rondo ini salah satu destinasi alam yang wajib dikunjungi, selain itu terdapat labirin dan berbagai permainan unik serta bisa camping di sekitar Coban Rondo ini. Jadi siapa yang suka dengan alam mungkin bisa jadi healing yang menarik.

        Batu Spectacular Night

        Memang sangat sayang waktu itu tidak sempat ke Batu Spectacular Night (BNS) karena waktu yang sangat sempit. Kini saya bisa ke salah satu tempat yang keren ini bisa dikunjungi pada saat ke Batu. BNS ini merupakan tempat menghabiskan malam dengan banyak permainan seru dan memacu adrenaline termasuk yang suka horror karena banyak menyuguhkan permainan seru.

        Jatim Park 3

        Jatim Park 3 ini merupakan salah satu destinasi wajib dikunjungi karena baru diresmikan tahun lalu. Banyak banget permainan seru di Jatim Park 3 ini seperti Dino Park, The Legend Star Park, Fun Tech Plaza, Museum Musik Dunia, dan masih banyak permainan seru.

        Open Trip Ke Bromo, Harga dan Itinerary

        Banyak banget open trip yang menawarkan paket ke Bromo, tapi apakah aman dan pasti berangkat? Nah, saya bisa katakana kalau open trip ke Bromo ini salah satu yang paling digemari, apalagi pada saat weekend. Nah, saya bisa memberikan tips agar bisa menikmati Bromo dengan aman dan tenang. Salah satu hal yang harus dilakukan adalah carilah open trip yang memiliki semua channel social media dan lebih bagus lagi jika memiliki website.

        Harga dan Itinerary Open Trip ke Bromo

        Nah, bagaimana dengan harga dan itinerarynya pada saat ke Bromo? Saya mendapatkan harga lumayan bersahabat sekitar 275 ribu untuk paket open trip, sedangkan jika menambah dokumentasi maka harganya sekitar 325 ribu hanya selisih 50 ribu saja.

        Untuk itinerary paket open trip ke Bromo ini adalah
        • Sunrise Point (Bukit Cinta/bukit Kingkong)
        • Bukit Widodaren
        • Gunung Batok
        • Kawah Bromo
        • Pasir Berbisik
        • Savana Bromo
        • Bukit Teletubies
        • Watu Gedhe

        Paket open trip ini biasanya tidak mencakup sewa kuda, sewa jaket, toilet dan lainnya, makan dan oleh-oleh, jadi harus mempersiapkan uang saku terutama untuk makan dan toilet.

        Perubahan Cuaca Ekstrem di Destinasi Traveling, Hati-hati Imun Tubuh

        Cuaca tidak menentu dan cenderung dingin membuat daya tahan tubuh menurun. Apalagi jika terbiasa dengan cuaca panas seperti Jakarta atau Surabaya, maka biasanya akan terkena flu dan demam. Ternyata bukan hanya cuaca saja yang mempengaruhi tubuh terkena flu namun terpengaruh dengan kondisi imunitas.

        Selain budget dan ititenary lengkap penting banget siapin imun tubuh untuk traveling ke daerah dengan perubahan cuaca ekstrem. Nah, lalu bagaimana caranya menjaga kesehatan supaya terbebas dari flu dan imunitas menurun seperti pada saat traveling ke daerah dengan perubahan cuaca yang sangat ekstrem seperti Batu dan Bromo ini? Nah saya punya tipsnya.

        Siapkan Fisik Dengan Rutin Olah Raga Menjelang Trip

        Pada saat traveling, siapakan fisik terlebih dahulu sehingga tubuh terbiasa dan daya tahan tubuh pun meningkat. Manfaat olahraga sebelum traveling ini membantu tubuh supaya recovery dengan cepat pada saat traveling, apalagi durasi traveling yang cukup lama atau membutuhkan daya tahn  tubuh prima seperti naik gunung atau daerah dengan perubahan cuaca yang sangat ekstrim. Selain itu, jangan lupa untuk mengatur pola makan dan konsumsi buah serta sayur sehingga kebutuhan gizi terpenuhi.

        Bawa Pakaian Yang Cukup Hangat Di Destinasi Cuaca Dingin

        Apabila ke daerah tertentu yang cuacanya sangat berubah-ubah dan ekstrem, maka sebaiknya pakaian pun menyesuaikan. Selain itu, jangan sampai salah kostum karena membuat tubuh pun akan mudah terkena flu dan kelelahan serta imunitas menurun.

        Siapkan Imun Tubuh Dengan Maksimal Dengan Vitamin D

        Nah, salah satu yang disarankan pada saat traveling adalah mengkonsumsi suplemen vitamin  seperti vitamin D. Kenapa mesti mengkonsumsi vitamin?

        Memang betul vitamin bisa didapat dari makanan, namun vitamin D memang paling banyak dari sinar matahari dan bila berpergian ke destinasi minim sinar matahari besar kemungkinan asupan vitamin D berkurang padahal bila kekurangan vitamin D bisa membuat tubuh rentan dengan imunitas rendah dan bisa terkena flu kapan saja. Salah satu suplemen Vitamin D3 yang paling saya rekomendasikan adalah Now Vitamin D3 dari US.

        Mengapa Harus Konsumsi Now Vitamin D3 Saat Traveling?


        Saat traveling dengan durasi lama dan cuaca yang ekstrim serta berubah-ubah, maka imunitas akan menjadi hal yang sangat rentan. Jika imunitas menurun, maka terjadi virus dan penyakit pun akan gampang menyerang sehingga mengkonsumsi Now Vitamin D3 1000 IU ini menjadi hal yang utama.

        Mengapa harus mengkonsumsi Now Vitamin D3 1000 IU ?

        Vitamin D3 merupakan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu pada saat traveling dengan cuaca ekstrem dan tak menentu. Selain itu, Now Vitamin D3 ini harganya sangat terjangkau, original dan merupakan brand yang sangat terpercaya.


        Nah, ternyata di masyarakat tentang maraknya pemalsuan suplemen, salah satunya suplemen D3. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan 718.791 multivitamin ilegal yang beredar di layanan belanja daring (e-commerce) dan media online (online shop) selama pandemi Covid-19. Plt Deputi Bidang Penindakan BPOM RI, Nur Iskandarsyah mengatakan, Vitamin D3 dan Vitamin C adalah produk yang paling banyak ditemukan, di samping Vitamin E.

        Untuk menghindari vitamin yang palsu dimana tidak memiliki kandungan vitamin sehingga berbahaya untuk tubuh, kamu bisa membeli Now Vitamin D3 yang sudah terjamin keasliannya di NOW foods indonesia official store antara lain

        Tokopedia : Now foods official store :
        https://www.tokopedia.com/nowfoods?source=universe&st=product
        Shoppee : Now foods official shop
        https://shopee.co.id/now_foods_official
        Blibli : Now foods official store
        https://www.blibli.com/merchant/now-foods-official-store/NOO-70050

        Nah, informasi lengkap mengenai produk Now Vitamin D3 1000 IU ini bisa dilihat di IG : https://www.instagram.com/nowfoodsofficial_id/ .

        Continue Reading
        Older
        Stories

        Created with by BeautyTemplates

        Back to top