Ini Mudikku, Mana Mudikmu?

  • 8/02/2013 02:09:00 PM
  • By Salman Faris
  • 5 Comments
Mudik
Siapa yang nggak mengenal kata tersebut. Mulai dari anak kecil, remaja dan dewasa pasti sangat familiar dengan kata tersebut. Namun, sebuah pertanyaan muncul, kapan kah kita mulai mengenal kata ‘mudik’ ini? sebuah pertanyaan yang sulit untuk menjawabnya. Pertanyaan tersebut bisa dijawab dengan mengunakan sebuah analisa yang sedikit logis. Mudik terjadi apabila seseorang mencari nafkah di kota-kota besar di Indonesia. Jika tidak terjadi hal demikian, mudik mungkin tidak akan se-familiar sekarang. Memang betul, tidak hanya perantau saja yang mudik, namun sebagian besar disumbangkan oleh perantau yang tinggal di kota-kota besar dan pulang ke kampuang halamannya.
Kapan kah mudik terjadi?
Mudik terjadi pada saat bulan puasa/Ramadhan dan mejelang hari raya Idul Fitri.
Apa yang spesial dari Mudik?
Yang spesial dari mudik adalah sebuah antusiasme atau rasa haus akan silaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri yang menjadikan mudik terasa begitu spesial.
Pengalaman Mudik
Mudik dari tahun ke tahun merupakan sebuah keharusan bagi saya. Sebab, momen-momen seperti ini jarang sekali terjadi pada sepanjang tahun. Momen mudik pada saat Lebaran merupakan ‘sebuah keinginan besar untuk berkumpul dengan keluarga pada saat hari raya Lebaran’.
Jadi, mudik kali ini dan tahun-tahun sebelumnya sangat spesial tentunya. 
Pengalaman saya ber-mudik ria sangat beragam. Mulai dari naik Bus sampai hampir 24 jam, buka puasa di Bus, sampai hampir sahur di Bus. Begitulah hal yang harus dilalui. Namun, itu terjadi beberapa tahun lalu, saat sata ber-mudik ria dengan mengunakan moda transportasi Bus. 
Ini kisah ber-mudik ria dengan bus
Mungkin sangat dramatis kalo diceritakan. Ini mudikku 2 tahun yang lalu dengan bus. Saya memang berpandangan - pada saat itu- bahwa bus merupakan moda transportasi yang mumpuni dalam hal permudikan. Berbekal pengalaman yang lalu, saya bersikeras untuk tetap mengunakan moda transportasi bus.
Seperti biasa hari yang dijadwalkan yaitu H-2, saya sahur dan langsung menyiapkan diri untuk mudik dengan menggunakan bus. Saya menuju ke daerah Penjara Salemba. Tempat bernaungnya sebuah PO, yaitu Dedy Jaya. Saya sudah familiar karena memang sebelumnya saya kos di daerah penjara Salemba.
Seperti biasa dengan tampang yang agak awut-awutan karena mandi pun secukupnya dan ala kadarnya saya pun menuju ke penjual tiket.
Saya : Mba, ada yang AC ngga?
Mba yang lagi sibuk menulis kemudian tersadar akan kehadiran sosok yang mukanya ngantuk dan awut-awutan.
Mba : Ngga ada Mas adanya ‘ekonomi’.
Yes, penderitaan itu baru muncul sekarang. Ngga ada yang AC. adanya yang AC tapi KW alias Angin Cepoi-cepoi.
Saya : Okay Mba, satu ya. Pemalang.
Saya pikir daripada saya ngga bisa mudik, maka dengan sangat terpaksa saya memilih AC KW tersebut.
Saya duduk manis di dalam bus sambil menunggu semua penumpang masuk dan supir menjalankan mesinnya. Saya duduk dengan manis (memang saya manis kan - dikeplak pake sekop). Akhirnya bus pun berangkat. Bagaikan anak SD yang ikut karya wisata, saya berjingkrak dalam hati. Ini akan menjadi mudik yang menyenangkan walaupun dengan AC KW. Belum sampai jalan tol, seseorang di belakang saya menyalakan rokoknya. Bayangkan di dalam bus dengan AC KW dan ada orang yang meyalakan rokoknya, pastinya seperti Neraka saja.
Dan penderitaan itu pun belum berakhir rupanya. Memasuki tol dalam kota Jakarta yang mengarah ke arah bekasi, kendaraan pun mulai ramai dan kemudian secara dramatis bus pun mulai memelan. Artinya macet pun sudah terjadi dalam tol kota. Dalam hati pun berkata. Ini akan menjadi penderitaan yang tak akan berakhir. Namun, demi berkumpul dengan keluarga maka saya berusaha tersenyum walau kecut senyumnya (karena memang pakai AC KW).
Setelah hampir 8 jam, saya masih berada di Jawa Barat. seharusnya dengan estimasi 8 jam, saya sudah sampai di Rumah.
Saat jam 6 sore, saya masih berada di daerah Jawa Barat. Dengan berbekal pop mie yang dibeli, saya membatalkan puasa. Alhamdulillah, saya masih bisa buka puasa juga.
Baru pada jam 11 malam, saya mendapatkan tulisan yang terpampang adalah Tegal. Berarti tinggal satu kota lagi. Dan, akhirnya perjuangan itu pun berakhir pada jam 1 pagi. Begitu saya pulang ke rumah langsung di sambut dengan bunyi-bunyian pembangun sahur yang sering terjadi di kampung saya.
Mudik kali ini berbeda?
Ya, mudik kali ini memang berbeda dari tahun sebelumnya. Saya mengunakan moda transportasi kereta. Dengan kereta maka jarak tempuh bisa dikurangi karena kereta api memiliki jalur tersendiri sehingga bisa mengatasi kemacetan. 
Berbekal pengalaman mudik tahun sebelumnya, maka saya memutuskan untuk pindah moda transportasi, yaitu kereta. Sejak terjadi perubahan sistem dalam pembelian tiket yaitu sistem pembelian tiket online dan pemeriksaan terhadap setiap calon penumpang kereta, moda ini sangat nyaman. Bahkan untuk kelas Ekonomi pun terdapat fasilitas AC yang menyenangkan tentunya.
Jadi, Pembelian tiket dapat dibeli 90 hari sebelumnya, dan dapat dibeli melalui web site KAI dan indomaret, alfamart serta instansi yang berkerja sama dengan KAI. Sangat mudah bukan? Saya pun telah membeli tiket dari 90 hari sebelumnya. 
Dan, yang menjadikan kenyamanan selanjutnya adalah pemeriksaan identitas sebelum memasuki peron kereta. hal ini tentu sangat positif sekali mengingat beberapa tahun sebelumnya, kereta api sangat berjubel dengan penumpang dan tak nyaman.
Kali ini mudik sangat terasa menyenangkan. Saya pun menyaambutnya dengan gembira. Dalam kereta pun sangat nyaman. Saya telah membeli tiket kereta Menoreh jurusan Jakarta - Semarang.


Meskipun kereta Menoreh tersebut berangkat agak telat sekitar 15 menit-an. Namun, hal tersebut masih dalam toleransi waktu yang saya prediksi. Artinya saya bisa memakluminya. Walau pun memang diharapkan kinerja Kereta Api harus lagi ditingkatkan dengan ketepatan waktunya.
sumber : www.semboyan35.com
Alhamdulillah, sekitar pukul 13.30 WIB saya tiba di Stasiun Pemalang dengan selamat.
Ini Mudikku, Mana Mudikmu? Bagaimana ceritamu tentang mudik ke kampung halaman? 
  • Share

Harta Karun Terpendam di Pulau Pramuka

  • 7/01/2013 02:57:00 PM
  • By Salman Faris
  • 4 Comments
974d46f2e385752e1d8cb31257ba0fd0__dsc0004
Pagi Buta ~ Dalam Taksi
Matahari itu belum sempurna terbit dari ufuk timur. Mungkin aktivitas manusia pun baru belum di mulai pada pukul 5.00 WIB. Saya bersama Lea, Herdis, dan Arie (Teman-teman Blogfam) telah berada di sebuah taksi yang mengangkut kami ke Muara Angke, tempat dimana kami akan bertemu dengan teman-teman Blogfam yang lain. Perjalanan kami tempuh dalam waktu yang cukup singkat - mungkin karena masih pagi - sehingga hanya ditempuh dalam waktu relatif singkat sekitar 45 menit.

Sesampainya di Muara Angke, kami bergegas menuju titik pertemuan yang telah di sepakati bersama. Kami berjalan menyusuri jalanan yang berliku-liku untuk mengapai tititk temu tersebut. Sembari berjalan, saya tak lupa untuk mengabadikan beberapa momen yang menarik menurut saya. Apalagi, akhir-akhir ini saya memang tengah mengeluti dunia fotografi. Ada beberapa obyek yang menarik hati saya untuk mengabadikannya yaitu kapal, kapal dan kapal.
aab702df59bdedb0d36df0f69f45b002__dsc0017

Setelah puas dengan beberapa hasil jepretan, saya dan teman-teman akhirnya berlalu dan menuju titik temu. Saya menyebutnya titik temu karena memang sangat terkenal diantara para traveller yang sering ke Kepulauan Seribu. Sebut saja kata minimarket, pom bensin dan ATM. Pasti siapapun akan menuju tempat sama di Muara Angke. Kami berdiiri diantara ratusan orang sama-sama mencari orang. Dalam lautan manusia itu kami pun mencari teman-temanBlogfamlain. Mas Bengsin ternyata telah berada di depan Minimarket bersama dua orang temannya. Kemudian datang Mba Itha, disusul dengan Mba Uyet. Setelah semua terkumpul, makan kami menuju di depan pemberhentian kapal-kapal yang bongkar muat (bukan barang) penumpang.
10756864f967e6c6b30f83835c806ecc__dsc0045
Lautan Manusia ~ Muara Angke
The Journey Begins

Trip kali ini dalam rangka #BlogfamTrip ke Pulau Pramuka berkat usulan dari Mba Itha (Thank you Mba Itha). Dengan hati riang gembira seperti anak SD yang darma wisata, kami pun memulai perjalanan dengan naik kapal pada sekitar pukul 8 lebih. Meskipun hampir saja kami tidak dapat naik ke kapal yang kami tumpangi saat ini karena terjadi kesalahpahaman dengan pengemudi kapal dan krunya. Alhamdulillah, permasalahan tersebut dapat diatasi dengan damai dan tidak ada pihak yang dirugikan, termasuk kami.

Kapal itu berarak menjauh dari daratan Muara Angke. Saya memang membutuhkan sebuah hadiah berupa sebuah Trip seperti ini. Saya merasa bahagia. Memang sih terkesan 'lebay' namun kenyataannya seperti itu. Suasana laut memang berbeda dari daratan. Gelombang laut yang tenang membuat hati ini menjadi tenang (*sok puitis nih penulisnya*). Hal yang tak biasa itu membuat pikiran tentang rutinitas kerja dan kehidupan Jakarta yang macet itu musnah dan digantikan dengan suasana baru, yaitu laut yang tenang.
Laut yang tenang ~ Atap Kapal
Atap Kapal ~ Gelombang Laut yang Tenang
Pulau Pramuka

Apakah harta yang terpendam di Pulau Pramuka? Pasti semuanya bertanya, apa ya? Saya akan beberkan nanti. Yang pasti sangat berharga sekali.
f0074c2d0924ec1981a5cea24bd10008__dsc0107
KM Pesona Alam ~ Saat tiba di Pulau Pramuka
Setelah hampir 3 jam dalam kapal, akhirnya kami sampai juga di Pulau Pramuka. Perjalanan yang panjang namun menyenangkan. Begitu saya turun dari kapal saya sempat memotret Kapal yang saya naikin, iya Kapal tersebut bernama KM (Kapal Motor) Pesona Alam. Setelah puas dengan Pemotretan Kapal, saya mengalihkan pandangan ke bawah dermaga. Jernih dan bersih air lautnya. Tidak sama seperti yang saya temui di Muara Angke yang kotor dan bau. Nah, tugas kita untuk menjaga agar Kepulauan Seribu dan Jakarta secara keseluruhan bersih dari sampah apapun. Ayo kita dukung bersama-sama Gerakan Yuk Buang Sampah Pada Tempatnya bersama @voulenteerTFI @PemprovDKI1 dan@Blogfam . Kepedulian Jakarta dimulai dari kita bersama. (Hahaha kayak iklan layanan masyarakat ya, tapi kan saya memang pengen Jakarta itu bersih dan aman, amin).

Kembali ke laptop ya, hehehe, pokoknya saya terpana dengan keindahan laut Pulau Pramuka. Pantas saja Wisatawan Aing pun berlomba-lomba untuk mengunjungi Kepulauan Seribu, saya tak heran dengan kedatangan mereka. Saya melihat ada beberapa turis dari Jepang dan Amerika yang berkunjung di Pulau Pramuka pada saat itu. Berarti saya tak salah pilih menjadikan Pulau Pramuka ini sebagai destinasi Trip bersama Blogfam . Pulau ini memang tak terlalu luas di bandingkan dengan Pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Namun, pasir yang putih, air laut yang jernih serta tempat yang bagus dan bersih menjadikan Pulau Pramuka lebih menarik untuk disinggahi. Ya, dan saya sudah berada di Pulau Pramuka. Apakah ini harta terpendamnya? Hmmm, mungkin saja iya. Namun, saya masih menyangsi kan, pasti ada sesuuatu yang lebih menabjubkan sehingga pantas si sebut sebagai harta karun terpendam. Saya masih berpikir, sementara teman-teman lain dengan lahap menghabiskan makan siang mereka. Saya pun turut larut dengan kenikmatan makan siang di bawah pohon rindang, mendengar suara ombak dan angin yang membelai halus kulit-kulit yang haus akan belaian alam.

Snorkling

Nah, kegiatan yang satu ini juga sangat menyenangkan tentunya. Sebetulnya saya agak takut dengan snorkling, bukan karena air lautnya yang dalam atau pun takut tengelam. Yang saya takutkan adalah mengelapnya warna kulit saya. For your information, kulit saya sudah sawo matang dari lahir, sehingga kalo 'nyemplung' laut dengan kondisi yang terik kala siang bolong seperti itu maka bisa dibayang kan nantinya. Saya akan pulang dengan muka yang sangat gosong. *Derita Seorang Berwarna Kulit Sawo matang*.
3d874d9b9de2e4df2a046a5a4b867902__dsc0187
Snorkling Time ~ Lea, Mba Uyet dan Mba Itha
Bermain di Semak Daun

Semak Daun, apa yang terlintas di benak anda mendengar kata semak daun. Pasti terlintas sesuatu yang kecil berupa semak-semak dedaunan kan? *iya aja deh ya biar cepet*. Jadi memang benar semak daun ini merupakan kawasan yang kecil -semacam pulau kecil- yang berada di Kepuluan Seribu. Tapi, jangan anggap remeh semak daun ini. meskipun kecil tapi menyimpan sejuta keindahan. Ya pantainya, ya pepohonannya, ya pasir , dan kucingnya :).

Kali ini acara di Semak Daun adalah berburu Sunset, karena memang pada saat kami tiba hampir tengelam Mataharinya. Sehingga kami memutuskan untuk berburu sunset. Kami pun siap dengan berbagai macam peralatan. Mulai dari tripod, kamera, spot untuk pemotretan dan lainnya. Pokoknya semua serba lengkap. Namun, matahari rupanya tak mau menghampiri kami. Jadi lah perburuan sunset yang gagal. Namun, sangat terobati berkat adanya master fotografi (suhu) Bengsi. Mas Bengsin mengajarkan kami beberapa teknik foto mengunakan flash yang benar.

Nah, ini lah hasil fotonya :
5ac86b6f4157a54567a84129b0290c0d__dsc0379-copy
Foto Flash
55fef56ba04b14b65cd83815b6263180__dsc0388
Foto Sunset Gagal
Bermain lagi di Semak Daun

Keesokan harinya, kami memutuskan untuk kembali mengunjungi Semak Daun yang belum sempat bermain dengan puas. Acara kali ini pun sangat bebas, kami bisa mengatur acara sesuka kami. Suasana pantai yang indah dan menarik membuat orang-orang enggan melewatkan kesempatan untuk sekedar 'nyemplung' ke pantai. Saya pun berminat untuk 'nyemplung' dan ternyata asik.
628284bae085f19077074194a1a56d5c__dsc0741
Nyemplung Bareng-Bareng
Sebelum nyemplung kami pun mencoba levitasi atau pun Foto seolah-olah terbang secara alami.
a6292bcd67df74af6320cd272d6100c2_salman-kamehame
Kamehame Ha
b76f7cd11c3c924251e69890613a389d__dsc0739
levitasi oh levitasi
Harta Karun Terpendam

Akhirnya, setelah puas bermain, tibalah kami harus berpisah dengan Pulau Pramuka. Namun, sebelum meninggalkan Pulau Pramuka kami tak lupa menyempatkan diri untuk mengunjungi 'harta karun terpendam' di Pulau Pramuka. Harta Karun terpendam tersebut adalah Penyu Sisik. Penyu Sisik yang wajib kita lestarikan dan kita rawat supaya ekosistem dalam luat pun kembali normal. Karena Penyu Sisik mempunyai peranan sama dengan mahluk hidup lain di Dunia ini yang berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem di laut kita. Mengapa saya menyebut Penyu Sisik sebagai harta karun terpendam, karena memang telur penyu kan di pendam sebelum di tetas kan. Iya Ngga? (Coba kita renungkan kengawuran saya secara bersama-sama, merenung mulai!).
5b8c075477f3c1b4b095d1acdb11afab__dsc0884
Harta Karun Terendam ~ Pulau Pramuka
_Salman Faris_
2013
  • Share

Nongkrong Tanpa Miras (#AntiMiras)

  • 6/21/2013 02:20:00 PM
  • By Salman Faris
  • 2 Comments
image
 21 Juni 2013 bertempat Steakology Tebet, saya menghadiri talkshow #AntiMiras yang digawangi oleh Mba Fahira Idris. Dalam acara tersebut hadir pembicara-pembicara seperti Muhammad Hamdi, Fahira Idris, Akmal Sjafril dan Iqrak Sulhin. 
Talkshow kali ini membahas realita yang ada tentang bahaya Miras. 
Menurut pembicara, Miras membuat Akal pemikiran manusia mengalamai gangguan sehingga akan bias dalam melihat mana yang benar dan mana yang salah. selain akal pemikiran kian dangkal, Miras terbukti dapat melemahkan kerja syaraf sesuai dengan kadar yang diminum. 
Efek minum Miras dapat berupa hilang pemikiran yang rasional, emosional yang tinggi dan hilang kesadaran. Masalah kesehatan yang akan timbul dari Miras sangatlah mengkhawatirkan, yaitu Liver, Radang Usus dan Kerusakan otak. 
Dari pembicara lain, pendidikan keluarga sangat penting untuk membentengi diri dan membatasi diri akan pengaruh budaya Miras yang dibawa oleh pihak luar. Selain pendidikan keluarga, lingkungan pergaulan juga sangat berpengaruh, apalagi saat ini, budaya - budaya luar baik yang baik maupun yang buruk dapat langsung di serap oleh masyarakat tanpa filter yang jelas. Maka dari itu selain keluarga , lingkungan pergaulan, dan pendidikan formal, regulasi pemerintah dalam mengatur Miras itu sendiri sangat diperlukan. Regulasi yang jelas dan tepat sasaran harus di terapkan agar generasi muda bangsa dapat terhidar dari dampak buruk Miras itu sendiri.
Akhirnya, memang terlepas dari pendapat siapapun, Miras memang banyak menimbulkan keburukan. 
I support #AntiMiras
  • Share

Mana Suaranya ? #EdisiGaptekPlusLemot

  • 5/25/2013 02:13:00 PM
  • By Salman Faris
  • 4 Comments
Jadi gini, hahaha belom cerita udah ketawa sendiri, ceritanya memang sungguh gaptek. 
gw kan beliin kakak samsung tab 2, dengan permintaan langsung dari kakak dan melalui gw di Jakarta ini. katanya beli di Jakarta ini lebih murah dari pada beli di Pekalongan atau Semarang dan atau Tegal. Wal hasil, gw harus beliin tab 2 kepunyaan kakak.
Sekitar sebulan lalu di Global teleshop semanggi ada promo tab dengan harga miring dari toko serupa. dan singkat cerita nih, akhirnya gw beli dengan nyicil. maklum anak kosan hahaha.
setelah beli, gw tanya-tanya ama temen2 yang sudah pernah punya. Beberapa temen kantor kebetulan punya tab juga.
nah setelah gw utak atik dan gw pelajarin, gw puas dengan perfomanya. nah setelah gw test semuanya bagus. dan, jeng-jeng, ketika mau mendengarkan lagu lewat headset, tiba2 suaranya ngga ada. Bagaimana ini ngga bisa kedengeran suaranya. help me. kan gw khawatir banget kalau rusak gimana, kalau ngga bisa gimana? masa ngasih barang ke kakak sendiri udah ngga bagus.
Tapi untungnya masih ada garansi toko 1 lagi. dengan tekad bulat, gw mau nanya kenapa suara di headset ini ngga bisa ke tokonya.
pas dikantor, gw tunjukin ke Ninik (Temen kantor yang punya tab 2 juga).
Gw : Ini kenapa yang Nik, tab gw ngga bisa dipakein head set? gw mau ke toko nih kalau headsetnya ngga bisa. mimpung masih garansi toko.
Ninik : Hah serius lo kak, ngga bisa pake headset.
Gw : Iya Nik, beneran ngga bisa, gw udah coba beberapa hedset tapi sama aja.
Ninik : gw coba liat ya Kak.
Setelah dilihat ama Ninik. 
Ninik : kaka yang pinter banget. ternyata Volumenya belom digedein, jadi ngga kedengeran kalo voleumenya ngga kedengeran.
Gw : hahahaha … jadi cuman volumenya ya.
Gw ngakak sendiri. untung aja ngga gw bawa ke toko dan ngomong kalau tab ini harus di tuker karena hedasetnya ngga bunyi.
~LOL~
  • Share

Blogger Bicara Komunitas

  • 4/07/2013 02:25:00 PM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

7 April 2013 - Bertempat di Kafe Demang kawasan perbelanjaan Sarinah, Blogdetik bersama-sama dengan Komunitas yang ada di Indonesia, mengadakan sharing mengenai Blogger Bicara Komunitas.

Tema yang diangkat kali ini memang terbilang sangat berkaitan dengan Blogger dan Komunitas itu sendiri. Blogger memiliki komunitas untuk tetap bertahan pada era informasi yang telah berkembang, dan sebaliknya komunitas yang dilatar belakangi oleh hobi dan keratifitas membutuhkan media sebagai alat untuk menampung komunitas tersebut, salah satu media tersebut adalah blog, social media dan lainnya.
Dengan mengundang semua komunitas yang ada di Indonesia, diskusi dibawa oleh pembawa acara dengan ringan namun memberikan sebuah interaksi yang saling terkait.
Disamping diskusi, terdapat beberapa Games dan Hiburan yang meyergarkan suasana. Saya, sebagai member #Blogfam, merasa terhibur dan dapat menambah wawasan baru mengenai sebuah komunitas dan blogger.
Cekidot beberapa fotonya :
Blogfam, AnginMamiri
image
Seluruh Pesarta BloggerBicaraKomunitas
image

Dan Ini Video dari Blogfam :

  • Share