salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
    • Home
    • About Me
    • Contact Me
    • Tekno
    • Film
    • Travel
    • Food

    5P1H0l.md.jpg

    Kusta, siapa yang menyangka kalau penyakit ini menular dan sering dianggap masyarakat Indonesia sebagai hasil guna-guna yang dikirimkan oleh dukun. Banyak sekali mitos yang beredar di permukaan yang sering dianggap sebagai pembenaran. Walaupun penyakit kusta ini sudah berusia sangat tua, namun masih banyak orang yang belum tahu cara mengatasi dan mengobatinya sehingga beresiko menularkan kepada orang lain melalui beberapa cara. Dan, satu hal lainnya yang membuat penyakit ini sulit diobati adalah stigma negatif masyarakatnya terhadap penderita apalagi yang memiliki keterbelakangan mental atau memiliki keterbatasan fisik (disabilitas). 

    Stigma negatif masih melekat bahkan penyakit ini masih dianggap sebagai sebuah kehinaan, yang mana penderitanya akan dikucilkan dari masyarakat sehingga makin membuat penderita akan sulit sembuh dan melakukan aktivitas secara normal kembali.

    "Wah si Tono kena penyakit itu lagi, kita jangan sampai dekat-dekat. Menular banget loh penyakitnya."

    "Iya, kita jangan dekat-dekat sama dia. Ntar ketularan."

    "Penyakitnya itu bikin seluruh tubuh kayak korengan gitu deh. Itu pasti hasil guna-guna deh."

    "Iya, itu pasti hasil guna-guna. Jangan sampai kena deh."

    Penderitaan penyakit kusta ini bukan hanya dari penyakitnya itu sendiri melainkan dari masyarakat yang sering menganggap bahwa Kusta adalah sebuah penyakit yang hina dan hasil guna-guna, serta sangat menular. Beberapa sebab inilah yang membuat penyakit ini masih banyak ditemui di masyarajat tanpa tahu bagaimana cara mengobatinya. 

    5P1krl.md.jpg

    Nah, beruntung banget saya bisa menyaksikan Talkshow Ruang Publik KBR dengan topik Bahu Membahu untuk Indonesia Sehat dan Bebas Kusta. Acaranya sangat membuka mata bahwa penyakit kusta itu adalah penyakit yang bisa disembuhkan bahkan penderitanya itu bisa melakukan perawatan dengan bantuan dari tenaga medis serta obat-obatan yang sudah tersedia di toko obat atau apotik dimana pun. 

    Nah, lalu apa saja sih Mitos yang sering beredar dimasyarakat yang perlu diluruskan? 

    Mitos dan Fakta Mengenai Penyakit Kusta

    Oh iya Kusta adalah penyakit penyakit jangka panjang yang menyerang beberapa bagian tubuh, seperti kulit, sistem saraf perifer, selaput lendir pada saluran pernapasan atas, dan mata. Penyakit ini adalah salah satu penyakit yang ditakuti karena bisa menyebabkan kecacatan, mutilasi (misalnya salah satu anggota tubuh seperti jari terputus), ulserasi (luka borok), dan lainnya. (Sumber : https://www.siloamhospitals.com/)

    Menurut Siloamhospital.com, ada beberapa Mitos yang sering dianggap benar dan sudah saatnya diluruskan mengenai hal tersebut.

    Penyakit Kutukan dan Turun-Menurun

    Sering beredar di masyarakat bahwa penyakit kusta merupakan penyakit kutukan dan turun-menurun. Dan faktanya adalah bahwa penyakit disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium leprae. Namun demikian, risiko menderita kusta dapat semakin besar jika salah satu anggota keluarga terkena penyakit ini.

    Mudah Menular

    Sering kita anggap bahwa Kusta akan sangat menular walaupun tidak terjadi kontak apapun, dan faktanya adalah kusta tidak akan mudah menular kecuali jika Anda tidak melakukan kontak berulang dengan penderita. Dan, sering dianggap kalau penularanya itu bisa terkena melalui udara atau droplet dari penderita, namun ternyata penularannya itu terjadi jika melalui kontak erat dengan penderita selama periode tertentu. Dan, satu hal lainnya adalah hindari penggunaan handuk dan pakaian yang sudah dipakai oleh penderita kusta ini.

    Kutsa Tidak Dapat Disembuhakan 

    Nah, inilah yang beredar di masyarakat mengenai penyakit kusta yang tidak dapat disembuhkan, padahal faktanya adalah penderita kusta dapat sembuh dengan perawatan dan pengobatan yang cepat dan tepat. Nah, salah satu yang harus dilakukan adalah dengan terapi multiobat (Multi Drug Therapy/MDT) yang mendapatkan pengawasan langsung dari dokter, kusta dapat disembuhkan secara total.

    Tidak Menyebabkan Komplikasi Serius

    Nah, penyakit kusta ini merupakan penyakit yang menyerang kulit dan sistem syaraf, serta akan terjadi komplikasi yang cukup serius namun dianggap sebagai penyakit yang biasa saja seperti penyakit kulit, padahal sebaliknya dan akan terjadi penyakit lainnya seperti kemuduran pengelihatan, kerusakan oragn lainya sehingga harus segera ditangani dengan serius. 

    Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Kusta


    5PGIN1.md.jpg

    Stigma negatif inilah yang kadang membuat penderita kusta sering mendapatkan perlakukan diskriminatif  dari masyarakat, bahkan beberapa penderita dikucilkan dan tidak diberikan pertolong atau bahkan pengobatan. Nah, lalu bagaimana sih pencegahan dan pengobatan yang benar? 

    Kusta sebetulnya merupakan penyakit yang terjadi karena bakteri dan kontak erat dengan penderita selama periode tertentu. Nah, pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini adalah mengenali gejalanya dan menghindari kontak erat dengan penderita maupun menggunakan pakaian atau handuk yang telah digunakan oleh penderita. Serta apabila salah seorang anggota keluarga atau tetangga memiliki penyakit kusta segeralah konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan yang tepat. 

    Pengobatan penyakit Kusta itu diperlukan observasi yang cukup akurat, karena penyakit ini cenderung menyerang sistem syaraf dan organ lainnya, sehingga sangat diperlukan penanganan secara cepat untuk menghindari penyebaran bakteri ini keseluruh tubuh. Nah, setelah dilakukan pemeriksaan, akan ditentukan obat-obat yang sesuai dengan gejala, dan biasanya akan diberikan beberapa vitamin seperti vitamin A dan E untuk penyakit kulit yang terjadi. 

    Menurut dr. Febrina Sugianto, banyak stigma negatif inilah yang membuat penyakit kusta sulit diobati, dan untuk pencegahan bisa dilakukan sosialisasi yang masif mengenai gejala dan ciri-ciri penyakitnya lalu pengobatan yang harus dilakukan sehingga penyakit ini bisa diobati dengan cepat dan tepat. Kusta ini penyakit tua sudah dari zaman dahulu sehingga sudah ada banyak obat-obatan yang dapat menyembuhkannnya. 

    Selain itu peran serta masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganannya, seperti memberikan ruang bagi penderita serta cepat merespon apabila ada gejala atau ciri-ciri penyakit tersebut harus segara dibawa ke puskesmas atau klinik sehingga penyakitnya tidak menjangkit keseluruh tubuh. 



    Continue Reading

     


    Saya memiliki beberapa koleksi kain tradisional, walaupun tak banyak, setidaknya sudah mewakili beberapa daerah seperti kain songket Palembang, kain Batik Sragen, kain Batik Yogyakarta dan beberapa koleksi kain tenun dari Nusa Tenggara Timur. Awalnya, tak tertarik untuk melihat atau bahkan memiliki, dibenak saya hanya tertanam bahwa kain itu mahal dan lebih worthed it untuk dibelikan oleh-oleh makanan ketika menjelang kepulangan ke Jakarta. Namun, setelah sering traveling ke beberapa daerah seperti Pulau Rote, semua itu berubah 180 derajat, kini saya ketagihan untuk jalan-jalan sambil melihat kain-kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. 

    Pulau Rote adalah anugerah terindah dalam memori saya. Saat itu saya mendapatkan sebuah hadiah dari sebuah perusahaan ternama di Indonesia berupa jalan-jalan ke Pulau Rote selama hampir seminggu. Bagaikan mendapat durian runtuh, petualangan seru pun dimulai. Ini kali pertama saya menjelajah provinsi NTT, dan langsung menuju ke Pulau Rote melalui Kupang. Mungkin Rote ini terkenal karena padang rumput kering yang eksotis, bisa dibilang mirip padang savana yang indah mirip dengan benua Amerika. Salah satu yang menjadi idola saya adalah sapi yang sangat fotogenic saat berada di padang rumput, dan karena sangkin panasnya, kerbau pun masuk ke dalam kubangan, salah satu momen yang jarang terjadi di daerah perkotaan seperti Jakarta. 


    Saat hari terakhir sebelum pulang, tujuan akhir kami saat itu adalah pengrajin kain tenun asli pulau Rote. Secara umum memang hampir mirip dengan tenun NTT, namun Rote memiliki corak tersendiri. Saat itulah saya tertarik untuk memiliki ikat kepala. Saya juga melihat pengrajin tenun sedang mengerjakan kainnya dari benang-benang dan kemudian ditenun menjadi sebuah kain dengan motif yang sangat indah. 

    Belanja Kain Batik dan Tenun Online 


    Belanja kain biasanya saya lakukan pada saat jalan-jalan ke beberapa daerah seperti Solo dan Jogja. Namun, karena pandemi melanda, jalan-jalan pun susah dilakukan dan belanja kain pun urung dilakukan. Bukan karena kain tidak menarik lagi, namun karena saya sangat menikmati memilih dan melihat secara langsung kain-kain tersebut, sebetulnya itulah seni dalam membeli batik atau kain lainnya. 

    Berkat e-commerce bermunculan di Indonesia, belanja pun bisa dilakukan dari mana saja tak memandang jarak dan waktu. Dan, pandemi pun mengubah gaya hidup yang tadinya berbelanja langsung ditempat menjadi belanja melalui aplikasi atau website. Dan, saya pun kini lebih menikmati berbelanja online. Memang belanja kain itu lebih enak secara langsung, namun dengan berbelanja online kita pun bisa bebas memilih kain mana saja yang cocok dan juga bisa menghemat waktu dan uang karena tidak perlu harus jauh-jauh ke tempatnya seperti di Pulau Rote. 

    Bagi pengerajin kain batik, kain tenun dan kain songket serta kain tradisional, inilah kesempatan meluaskan wilayah sampai ke seluruh Indonesia bahkan bisa sampai ke luar negeri. Untuk masalah pengiriman, jangan khawatir karena sangat beragam, namun salah satu yangh terbaik adalah JNE. 

    Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) JNE 

    5rn3Dg.md.jpg

    Nah, siapa yang pengen mengirim atau beli belanjaan online dan bebas ongkir alias gratis ongkir? Pasti semuanya mau dong. Nah, kebetulan banget JNE mengadakan Hari Bebas Ongkos Kirim (Harbokir) pada tanggal 26-27 November 2021 ini. Free ongkir ini berlaku untuk 20 kali pengiriman dan untuk daerah  “JABODETABEKCIK” (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cikarang) dan dalam provinsi untuk luar jabodetabekcik dan berlaku untuk layanan YES, REG dan OKE dengan maksimum berat 1 KG. Dan syarat lainnya adalah member JLC hanya menunjukkan ID Member JLC kepetugas sales counter untuk mendapatkan gratis ongkir sedangkan non member JLC, mendapatkan kode unk yang diterima melalui SMS di handphone pengirim kemudian tunjukkan kode unik tersebut ke petugas sales counter untuk mendapatkan gratis ongkir.

    Untuk informasi lengkapnya kamu bisa langsung ke website resmi JNE di https://www.jne.co.id/ atau di https://www.instagram.com/jne_id/ .
    Continue Reading

    5e7FoJ.md.jpg

    Saat memulai menulis adalah hal yang paling mudah atau malah justru sebaliknya, hal yang paling sulit. Namun, menyelesaikan sebuah tulisan adalah perkara sukar. Ya, kadang kala menulis itu membutuhkan sebuah kerangka yang pasti, padahal menulis memiliki beberapa hal dan imajinasi yang sangat dibutuhkan untuk membuat tulisan lebih menarik. Jadi apa yang seharusnya dilakukan apabila ingin menulis sebuah artikel atau blog? 

    Saya justru berangkat dari orang mellow dan kemudian menuangkan setiap perasaan kedalam tulisan. Bagi saya menulis adalah healing, penawar dari duka, bahkan saya memiliki buku jurnal yang saya tulis saat SMA dan kuliah. Dari situlah, kemudian saya beralih ke media blog sampai saat ini. Saat itu, saya menulis setiap kejadian yang menarik hati saya, mulai dari berita baik sampai berita buruk sekalipun, bisa saya tuangkan ke dalam jurnal dan blog.

    Nah, lalu apa saja sih yang harus dilakukan untuk belajar menulis dan membuat sebuah artikel.

    5e7ENe.md.jpg

    Mulai Menulis Saja Dulu

    Rahasia yang selama ini saya lakukan saat menulis adalah menulis saja dulu, lupakan seluruh struktur yang membelengu, bebaskan pikiranmu untuk menulis apapun yang ada dikepala, dan biasanya saat menulis seperti ini dibutuhkan media seperti buku jurnal atau notes.

    Menulis adalah sebuah ungkapan hati dan panca indra. Mulai menuliskan hal-hal kecil yang menjadi kesukaanmu misalnya hobi jalan-jalan, ya tuliskan pengalaman jalan-jalanmu, atau misalnya suka dengan K-Pop, ya kamu tuliskan idol kamu saat meluncurkan lagu atau apapun yang berkaitan dengan idol kamu itu.

    Challenge Dengan Tema

    Setelah mulai terbiasa dengan menulis dalam beberapa bulan, saatnya melakukan challenge terhadap diri sendiri. Mulailah membuat tulisan berdasarkan tema yang ditentukan secara spesifik. Misalnya, tema Fans Fanatik K-Pop, kamu bisa menuliskan isi kepalamu sesuai dengan tema yang sudah ditentukan. Apa yang ada dalam pikiranmu ketika melihat tema Fans Fanatik K-Pop, apakah kamu setuju denga  tema tersebut, atau kamu mendukung namun didukung dengan argumen tertentu. 

    Kerangka Tulisan Juga Penting

    Nah, setelah menentukan tema tulisan, jangan lupakan kerangkanya. Ketika sudah terbiasa dengan tema yang ditulis, maka perhatikan kerangka yang akan membentuk tulisan. Apa sih kerangka tulisan? Secara sederhana kerangka adalah point utama yang akan disajikan, misalnya pembuka, isi dan penutup. Pembuka biasanya akan diisi dengan pengenalan tema, kemudian isi membahas secara menyeluruh mengenai tema, kemudian ditutup dengan kesimpulan. 

    Jangan Takut Salah

    Menulis bukanlah sebuah jawaban atas soal yang bisa benar atau salah, menulis adalah sebuah kebebasan. Jadi jangan takut salah pada saat menulis, tulislah apapun yang ada dipikiranmu, karena memang menulis adalah sebuah proses pembelajaran yang membutuhkan waktu. Yang utama adalah mulai menulis, menulis dan menulis apapun, tanpa takut salah.

    Konsisten dalam Menulis

    Setelah terbiasa dengan menulis, maka konsisten adalah hal yang paling sulit. Biasanya, saat awal menulis akan terasa begitu mengalir, namun saat buntu dan tidak tahu harus bagaimana menyelesaikannnya maka timbul pikiran untuk berhenti menulis dan entah kapan tulisan tersebut akan diselesaikan. 

    Cara yang paling mudah untuk konsisten adalah dengan membuat jadwal rutin menulis misalnya sebulan 4 atau 2 kali menulis dan tetapkan target yang akan dicapai selanjutnya dari tulisan tersebut.

    5eYyTF.md.jpg

    Menulis di Buku Jurnal 

    Percaya nggak kalau menulis itu pekerjaan hati dan membutuhkan relaksasi? Kalau misalnya media yang digunakan pada saat menulis itu biasanya media elektronik, maka perlu sekali menulis di buku jurnal. Nah, biasanya malah dengan menulis di buku jurnal dengan tulisan tangan akan meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Dan, satu hal lagi, menulis di buku jurnal dengan tulisan biasanya akan menimbulkan kreatifitas yang tidak bisa ditemukan melalui media online sekalipun.

    Nah, saya menggunakan buku jurnal kulit dengan kualitas yang sangat bagus dari Hibrkraft. Bahannya dari kulit dan kertasnya pun sangat baik apabila digunakan untuk menulis menggunakan alat tulis apapun termasuk spidol ataupun alat tulis lainnya. Selain itu, apabila ingin menempelkan kertas atau stiker, kertasnya pun akan menempel dengan kuat sehingga sangat mudah digunakan.

    Nah, info lengkap mengenai Hibrkraft ini bisa kamu lihat di website https://hibrkraft.com/ dan Instagramnya https://www.instagram.com/hibrkraft .

    Menulis adalah pekerjaan yang menyenangkan, sehingga buatlah karya semenarik mungkin sehingga kamu akan dengan mudah menuliskan kata-katamu di jurnal. 


    Continue Reading

     5Ehk8X.md.jpg

    Salah satu cara menghentikan atau menghilangkan Pandemi adalah dengan Herd Imunity. Dan salah satu cara mempercepat herd imunity adalah dengan program vaksinasi yang telah dilakukan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mungkin sebagaian masyarakat Indonesia masih belum percaya dengan vaksin yang mampu mempercepat herd imunity, namun faktanya setelah terjadi percepatan program vaksinasi, kasus harian Covid-19 di Indonesia mulai melandai bahkan tidak lebih dari 1000 kasus per hari, berbanding terbalik pada saat gelombang kedua yang bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu kasus setiap harinya. 

    Pandemi sudah berakhir? Tentu saja belum usai, bahkan menurut beberapa ahli mengatakan kemungkinan terjadi covid-19 gelombang ketiga yang harus diwaspadai bersama. Dengan adanya prediksi maka antisipasi terhadap gelombang ketiga pun semakin meningkat dan menjadikan kewaspadaan yang tinggi dari semua pihak terutama pemerintah dan fasilitas kesehatan di Indonesia. Oh iya, selain pemerintah pihak lain seperti Prudential Indonesia pun turut memberikan andil untuk mempercepat herd imunity dan mencegah terjadinya gelombang ketiga ini. 

    Sentra Vaksinasi Prudential Indonesia Di Jakarta

    5EjHPV.md.png

    Seberapa penting sih vaksin itu? Kalau saya pribadi menganggap bahwa vaksin adalah jalan keluar paling aman pada saat ini untuk mencapai herd imunity dan menyelamatkan masyarakat dari dampak buruk pandemi ini. Dan, saya salah satu yang mendukung program vaksinasi sehingga pandemi ini akan segera berakhir, dan harapannya ekonomi di Indonesia dan dunia akan lebih baik lagi. Akhirnya kita bisa bebas melakukan aktivitas tanpa batasan apapun seperti sebelumnya. 

    Prudential Indonesia pun turut andil dalam program vaksinasi dengan membuka sentra vaksinasi yang bertempat di area kantor Prudential Indonesia, PRUUniversity, di lantai 2 Kota Kasablanka sejak 15 April 2021 sampai Desember 2021, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat. Hari ini, tepat setelah enam bulan beroperasi, sentra vaksinasi Prudential Indonesia telah memberikan lebih dari 41.000 dosis vaksin kepada lebih dari 22.000 peserta program vaksinasi gratis pemerintah.  . Saat ini, sentra vaksinasi Prudential Indonesia menyediakan dua jenis vaksin, yaitu Pfizer dan Moderna dan akan kembali menyediakan vaksin Sinovac dalam waktu dekat.

    Cara Mendaftar di Sentra Vaksinasi Prudential Indonesia 

    5EjfAg.md.jpg

    Lalu bagaiman cara mendaftar di sentra vaksinasi Prudential Indonesia? Caranya mudah sekali, hanya melalui aplikasi pulse by prudential (Pulse).  aplikasi kesehatan milik Prudential yang didukung oleh teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mengelola kesehatan serta meningkatkan pola hidup sehat.

    Adapun syarat pendaftaran pada sentra vaksinasi Prudential adalah sebagai berikut : 
    • Warga Negara Indonesia
    • Mengikuti kententuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Prudential Indonesia,
    • Sudah melakukan pendaftaran melalui aplikasi Pulse by Prudential
    • Pemegang KTP DKI Jakarta atau KTP daerah lain dengan membawa surat keterangan domisili DKI Jakarta dari RT/RW atau surat keterangan bekerja di DKI Jakarta,
    • Sehat secara fisik, dibuktikan dengan pengisian kuisioner kesehatan dan pemeriksaan fisik di tempat pelaksanaan vaksinasi atau memiliki surat keterangan tertulis vaksin dari dokter spesialis pribadi.
    Langkah pendaftaran sebagai berikut :
    • Unduh aplikasi Pulse by Prudential dari Apple Store (pengguna iPhone) atau dari Google Playstore (pengguna android) atau scan QR code pada flyer.
    • Klik banner Program Vaksinasi COVID-19.
    • Klik pilih Jadwal Vaksinasi.
    • Pilih Dosis Vaksinasi dan isi Detail Informasi Peserta. Pastikan data nomor telepon dan alamat email Anda sesuai dan benar.
    • Pilih jadwal vaksinasi yang masih tersedia.
    • Setelah terdaftar, tunggu email dari Pulse by Prudential (no-reply@wedopulse.com). Saat pelaksaan vaksinasi, kami sarankan Anda untuk menunjukkan email dari Pulse ini beserta KTP Anda ke petugas di sentra vaksinasi PRUUniversity.
    Selanjutnya, mereka yang sudah mendaftar akan menerima pemberitahuan melalui email untuk kemudian melakukan konfirmasi via pesan teks ke nomor yang ditentukan sebelum datang ke sentra vaksinasi Prudential Indonesia yang beroperasi setiap Senin hingga Jumat, pukul 09.00 – 15.30 WIB. Selain melalui Pulse, masyarakat juga dapat mendaftar melalui aplikasi Jaki milik pemerintah provinsi DKI Jakarta.

    Selain itu Prudential juga melakukan rangkaian insentif untuk mendukung upaya pemerintah menangani COVID-19. Pada Februari 2021, Prudential Indonesia juga telah meluncurkan Program Santunan Rawat Inap Pascavaksinasi yang dapat diperoleh secara bebas biaya di Pulse.

    Informasi lanjut mengenai sentra vaksinasi Prudential : Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai Program Vaksinasi COVID-19 ini, Anda bisa menghubungi tim Prudential Indonesia melalui pesan whatsapp di nomor +62812 1843 7272. Kami akan membalas pesan Anda pada hari dan jam kerja, Senin sampai Jumat, pukul 09.00 sampai 16.00 WIB. Nomor ini mulai beroperasi sejak 13 April 2021 sampai Program Vaksinasi COVID-19 ini selesai dilaksanakan di PRUUniversity.

    Sentra Vaksinasi Prudential Juga Hadir di Bandung

    5EjTlI.md.jpg

    Warga Kabupten Bandung tepatnya di Soreang wajib mengunjungi sentra vaksinasi Prudential. Prudential menghadirkan Sentra Vaksinasi Prudential Indonesia di Pendopo Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Puskesmas dan Kecamatan Soreang, serta RSU Bina Sehat, sentra vaksinasi ini bertujuan untuk mempercepat capaian vaksinasi di Jawa Barat dengan melayani masyarakat Soreang yang belum mendapatkan suntikan vaksin COVID-19.

    Menurut data, saat ini baru 51,23% masyarakat di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung telah menerima vaksinasi dosis pertama. Pada akhir Oktober, kami menargetkan meningkatkan capaian hingga 60%. Keberadaan sentra vaksinasi Prudential Indonesia ini dapat mempercepat program vaksinasi terutama diluar Jakarta. 

    Vaksin yang digunakan adalah  Pfizer, pemberian vaksin dosis pertama diagendakan berlangsung pada 25 Oktober-5 November dan dosis kedua pada 15-26 November. Bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi hanya perlu membawa data diri seperti Kartu Keluarga atau Kartu Tanda Pengenal yang masih berlaku, dan datang selama waktu operasional pelayanan, yaitu Senin-Jumat, pukul 08.00-13.00 WIB.


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories
    Logo Komunitas BRT Network
    Seedbacklink
    Intellifluence Herd Worth Value: $165

    Search

    Follow Me

    • facebook
    • twitter
    • youtube
    • instagram

    New Post

    Postingan Populer

    • Ketika Gambut Terbakar, Keanekaragaman Hayati dan Sumber Pangan Nusantara Ikut Terancam
    • Sebelum Diet, Yuk Konsultasi Gizi dan Body Composition Analysis di Primecare Clinic Jakarta
    • Top Up ML Terbaik, Termurah, Tercepat: Cara Memilih yang Aman dan Worth It
    • Menanam Harapan di Tengah Sampah, Perjuangan Swara Hijau Farm di Kampung Pemulung
    • Menjaga Mangrove dan Sumber Pangan, Inspirasi Ketahanan Pangan dari Raja Ampat
    • Giveaway Hop - Travel & Romance
    • Kisah Ruben dan Clara
    • Selamat Jalan Mamah
    • Mudahnya Membuka Tabungan Online
    • 5 Cara Tampil Modis Dan Trendy

    Blog Archive

    • ►  2026 (23)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2025 (32)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2024 (52)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (7)
      • ►  Oktober (8)
      • ►  September (4)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2023 (68)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (8)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (8)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (8)
      • ►  Februari (6)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2022 (75)
      • ►  Desember (14)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (12)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (12)
      • ►  Maret (6)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (4)
    • ▼  2021 (38)
      • ►  Desember (4)
      • ▼  November (4)
        • Mengenal Kusta, Penyakit menular yang dianggap gun...
        • Belanja Kain Batik Dengan Pengiriman Bebas Ongkir ...
        • Tips Belajar Menulis Bagi Pemula : Mulai Saja Dulu
        • Percepatan Herd Imunity Indonesia Dengan Sentra Va...
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (4)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2020 (25)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (53)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (7)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (8)
    • ►  2018 (83)
      • ►  Desember (9)
      • ►  November (8)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (8)
      • ►  Agustus (13)
      • ►  Juli (6)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (9)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2017 (36)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2016 (41)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (7)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2015 (63)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (6)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2014 (11)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2013 (5)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
    • ►  2010 (1)
      • ►  Desember (1)

    Blogger Friend

    • Small Things, Kecil Tapi Penting :)
    • Jurnal Evi Indrawanto
    • All of Putri (¬.¬)ƪ_(˘⌣˘'!)
    • BETOIJO
    • Catatan Anazkia
    • Jalan Pendaki
    • Ninik Setyarini
    • jinjinger
    • yosbeda
    • Dunia Kecil Indi
    • Indah Julianti
    • WHEN IT'S ONLY JG & AST
    • ..:: ntan™ | bunga dengan nama terbuka
    • desperate housewife
    • Herdis Suryatna | Pengalaman adalah guru yang terbaik
    • Albarnation
    • Melfeyadin
    • Blog Bukunya Kimi | Banyak-banyaklah Membaca. Biar Pintar.
    • Lucia Priandarini
    • Ca Ya
    • Chronosphere
    • Wuri Nugraeni | Reporter, Menulis, dan Wisata
    • irhapunya
    • Ratu de Blog
    • Linda Leenk - Little Part of My Life
    • Motherhood
    • Lianny Hendrawati
    • Saoscabe.com | Website Humor Indonesia
    • Melihat Dunia
    • Catatan Ruslan
    • Cokelat Gosong
    • Berbagi Cerita
    • Mira Sahid
    • Tulisanku
    • pemainkata | sekadar bilik kecil pecinta kata
    • DISGiOVERY
    • Blog - Lucedale.
    • Gulanya Gulali
    • Redcarra
    • Ahmad Rafiq Chaniago
    • hidayah-art.blogspot.co
    • suarane.org
    • zubaid.ID
    • Macangadungan
    • Write Your Diary
    • Blognya bisot
    • Aulia Fasya
    • Ruang Emak
    • HM Zwan
    • Narzis Blog
    • Life begins at 30...
    • Rianda Prayoga Blog
    • Cerita EKA
    • Tukangecuprus
    • Arian's Blog
    • HELLO!
    • Bangsari
    • tindak tanduk arsitek
    • Resep Kuliner Indonesia dan Dunia
    • udafanz[dot]com
    • Donna Imelda
    • Tukang Ngukur Jalan
    • Benablog - Cerita Si Benakribo
    • sketsa hati
    • #FDCG
    • Natureve Shop
    • SimBale - Download Software Gratis
    • Kimi's Cool Blog
    • Nicegreen
    • Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik » Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik
    • Jogja Ready
    • Kaleng Harapan » Kamera Lubang Jarum
    • fanabis
    • backpackstory
    • - Connect and Share Blogging Tips in Two Languages
    • ge[n][d]ud BlogPacker
    • Akhmad Muhaimin Azzet | mari bersama menggapai ridha-Nya
    • Jendela Keluarga
    • Febry Hadinata WordPress
    • Jefferson's Stage.
    • Wira Nurmansyah
    • Keluarga Haripahargio
    • Cinta Teknologi
    • My Daily Notes
    • Arsitektur Dunia | Gallery Arsitektur Dunia
    • Una Vida Escrita de la Una
    • The Dusty Sneakers
    • Mampir yuk, kerumahku
    • A HOUSEWIFE'S DAY OUT
    • Pemimpi Hujan
    • AGIASAZIYA
    • Angga Ong
    • Kehidupan Di Jepang
    • YOGA AS YOGGAAS
    • Dian Kelana
    • my story
    • fitrian.net
    • Putrinyanormal
    • Jejak BOcahiLANG
    • Petrus Andre Blog
    • SECAWANKOPISENJA
    • The TraveLearn
    • Blog Adi Nugraha
    • Pipit Widya
    • yandi punya cerita
    • Nova Wijaya
    • Taqorrub.com
    • .: adie DOES :.
    • Garis Horizon
    • Langkah Baruku
    • A Border that Breaks
    • Rumah Mayaku
    • Galaksi Pungky
    • Netnesia
    • lalank pattrya dan hal random lainnya.
    • Menuliskan Sebelum Terlupakan
    • aksara senandika | Sedikit noktah kehidupan
    • Jejaring Miss Fenny
    • SALAMINZAGHI
    • Travel Diary
    • Fardelyn Hacky
    • Gembul Kecil Penuh Debu
    • Dunia Senja
    • Sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane
    • pegipegi.com: Pesan Hotel & Tiket Pesawat Termurah Online
    • BLOGFAM – When Sharing Meets Caring
    • Widaku.com
    • Dija Princess
    • TGIF! Magazine
    • BlogCamp
    • when journalist becomes backpacker
    • Shintaries
    • Ika Koentjoro
    • Makhluk Kecil
    • .:: Nhie ::. | Just another WordPress.com weblog
    • Sisi Hidupku
    • Anisa AE
    • BlogS of Hariyanto
    • My Purple World
    • punyapista
    • every mom has a story
    • mata buku indri
    • Blog Anak Nelayan
    • Perjalanan Tak Berujung
    • The Shymphony Of EKA
    • Bibi Titi Teliti
    • Controversy
    • My Life My Style
    • Catatan Perjalananku
    • Ayu Saritem Blog
    • Beautify Me
    • Dunia Iwok
    • Catatan Kartina
    • eithea
    • Stay Hungry. Stay Foolish
    • Aksaraku
    • Jurnal Mira Sahid | Emak Blogger
    • Beby's Diary
    • a Dreamer - Travelographer - Food Adventurer - Travel Blogger
    Perlihatkan 5 Perlihatkan Semua

    Labels

    Asuransi Backpacker Bank Budaya Fashion Film Movie Review Wisata otomotif
    facebook Twitter instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top