Sebelum Diet, Yuk Konsultasi Gizi dan Body Composition Analysis di Primecare Clinic Jakarta

10/13/2026 06:19:00 PM

 

Pada saat pandemi, saya coba diet tanpa ada konsultasi dan analisa body composition, hasilnya memang turun berat badan namun akhirnya berat badan pun kembali naik. Awalnya saya merasa senang dengan penurunan berat badan dengan metode sederhana, yaitu mencoba mengurangi nasi saja, namun tetap makan lauk seperti biasa. Mulanya semua terasa menyenangkan bahkan bertahan cukup lama, namun karena tidak ada ahli gizi atau dokter yang mengawasi dan memberikan konsultasi, akhirnya saya menyerah ditengah jalan. 


Kenapa tidak konsultasi gizi dulu sebelum diet? Karena dulu belum familiar dengan konsultasi gizi dan menganggap jika tidak terlalu penting, namun ternyata saya salah. Justru dengan bantuan dokter/ahli gizi, diet akan lebih terarah dan lebih long last. Dulu saat diet tanpa arah, memang hasilnya terlihat namun tidak terarah sehingga badan terasa lemas karena mengurangi karbo tanpa ada ukuran tertentu. Padahal, diet itu tetap membutuhkan karbo dan seluruh makro dan mikro nutrien untuk tubuh. 


Tahun ini saya memiliki resolusi untuk bisa turun berat badan, tak hanya itu saya ingin tubuh lebih bugar dari sebelumnya. Beruntung, saya diberitahu oleh seorang teman kalau ingin program diet berhasil bisa konsultasi gizi di Primecare Clinic. 


Berat Badan Stuck? Yuk Ikutan Program Penurunan Berat Badan di Primecare Clinic Jakarta 



Pernah gagal diet membuat saya mengurungkan niat untuk diet lagi. Bagi saya diet itu menyiksa dan jika mengikuti diet maka otomatis akan kembali ke siklus awal kembali sebelum diet. Mindset inilah yang saya pegang bertahun-tahun sehingga jika seorang teman membujuk untuk berolahraga, maka saya akan tolak mentah-mentah. Dan, ketika seorang teman mengusulkan untuk konsultasi gizi, saya pun berpikir ulang. Kalau dulu diet saya hanya berdasarkan social media, maka kali ini program diet akan dipandu oleh seorang dokter sekaligus ahli gizi. 


“Kalau gagal gimana dietnya?”


Kadang pertanyaan ini akan muncul sebelum melakukan konsultasi. Tapi yang membuat saya yakin dengan Primecare Clinic adalah semua program diet ini akan dipandu oleh seorang dokter berpengalaman di bidangnya, yaitu dr. Cut Thalya A.R.,Sp.GK. Primecare Clinic memberikan pilihan jadwal antara Senin, Kamis dan Jumat dari jam 15.00-17.00 WIB. 


Kebetulan saya pilih hari Senin jam 15.00 WIB karena saya belum memiliki jadwal apapun, termasuk pekerjaan dalam minggu tersebut. Lokasinya cukup strategis di Panglima Polim, dekat dengan area Blok M. Sebelumnya, saya pernah tinggal di area Blok A, sehingga sedikit tahu tentang daerah Panglima Polim. 


Setelah melakukan reservasi, kemudian akan dihubungi kembali oleh Primecare Clinic, Panglima Polim, Jakarta Selatan. Saat hari yang telah dijadwalkan, saya sengaja bersiap-siap lebih awal karena saya tinggal di daerah Pondok Ranji. Saya menggunakan kereta dari Pondok Ranji menuju ke Stasiun Kebayoran, setelah itu dilanjutkan menggunakan ojek online. 


Tiba di Primecare Clinic Panglima Polim, saya langsung menuju meja resepsionis. Kebetulan masih ada sekitar 15 menit sebelum jam 15.00, sehingga saya masih bisa mengambil nafas sebelum berkonsultasi. resepsionis kemudian meminta kartu identitas untuk didata terlebih dahulu, sebelum akhirnya dipersilahkan untuk menuju lantai 2.



Sebelum dilakukan konsultasi, dilakukan pengukuran tinggi badan, berat dan disertai dengan komposisi badan seperti lemak, kadar air, dan komposisi lain menggunakan alat canggih pada saat dilakukan penimbangan badan. 


Kemudian, saya duduk kembali di ruang tunggu di area tengah di lantai 2. Tak lama kemudian, dokter Cut memanggil nama saya dan mempersilahkan untuk duduk. Jujur, saya agak tegang karena sebelumnya saya belum pernah berkonsultasi masalah kesehatan apalagi masalah gizi. 


Diet Itu Menyenangkan Kalau Tahu Rahasianya



“Saya dulu pernah turun berat badan sampai 10 kilogram, dok!” saya menceritakan bahwa dulu saya pernah diet, namun tak bertahan lama hanya sekitar setahun kemudian kembali ke berat badan semula.


“Kenapa berat badannya kembali ke semula?” dokter Cut sempat menanyakan kenapa diet saya cenderung stuck.


“Karena saya hanya mengurangi nasi saja, tanpa ada olahraga dan ilmu yang cukup mengenai diet itu, dok.”


Dokter Cut mengangguk, sepertinya seorang dokter dan ahli gizi sudah paham tentang kondisi tubuh saya setelah ia menunjukan analysis body composition. Dan, hasilnya sangat mengejutkan karena berat badan maupun hasil lainnya pun masih sangat tinggi. 



Sebagai gambaran, berat badan saya mencapai 108,3 kilogram termasuk sangat gemuk dengan BMI 28,8. Body fat pun termasuk tinggi sekitar 37,3 persen, sedangkan idealnya adalah 25 persen. Sedangkan metabolic age sekitar 57 tahun, sedangkan seharusnya adalah 42 tahun. Tak hanya itu, visceral fat rating pun termasuk sangat tinggi sekitar 20,5 sedangkan seharusnya dibawah 10. Sebetulnya sebelum konsultasi, saya sudah menyiapkan diri untuk menerima hasil-hasil tersebut. 


“Diet itu bukan hanya makanan saja, tapi pola tidur atau istirahat, olahraga dan stress,” dokter Cut Thalya menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi diet seseorang. 


Pola makan tak diimbangi dengan pola tidur dan pengelolaan stres yang baik, maka diet tidak akan berjalan bagus, sebaliknya jika pola tidur dan stres baik tapi tidak didukung dengan pola makan dan olahraga pun diet akan berjalan lancar. 


Dokter Cut pun menyarankan beberapa hal mulai dari pola makan tinggi protein dan serat serta komposisi piring pun seimbang dengan mikro dan makro nutrien. Pola olahraga dan tidur pun harus diperhatikan, dan sebisa mungkin dijadwalkan sesuai dengan kemampuan, jangan memaksakan keadaan tubuh karena tidak semua orang bisa melakukan kegiatan olahraga ekstrem. Dan, terakhir kelola stress dengan baik sehingga bisa terus konsisten menjaga pola makan, tidur dan olahraga secara teratur. 



“Dokter, sebetulnya saya mengidap insomnia. Jadi saya baru bisa tidur di jam 1 atau 2 pagi. Bagaimana dok?” Saya menanyakan bahwa saya pun mengalami insomia.


“Pola tidur itu juga sangat pengaruh dengan diet karena membantu metabolisme. Usahakan untuk tidur lebih awal dari biasanya, usahakan untuk tidur satu jam lebih awal dari jadwal biasanya.”


Baru kali ini saya mendapatkan saran masuk akal dari permasalahan yang selama ini saya hadapi. Diet bukan hanya urusan makan dan olahraga, tapi sudah merupakan bagian pola hidup seimbang satu sama lain. Jadi, jika kamu diet, usahakan untuk mengubah mindset bahwa ini adalah perubahan pola hidup yang telah dijalani beberapa bulan bahkan beberapa tahun belakangan ini. 



Akhirnya saya memahami, bahwa diet itu sama saja mengubah pola hidup termasuk pola makan, istirahat, olahraga bahkan harus siap mengelola stress karena dengan pola hidup tersebut maka diet akan terus konsisten seumur hidup.


Nah, kalau kamu mau konsultasi juga sama dr. Cut Thalya A.R.,Sp.GK bisa ambil paket konsultasi gizi di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sangat direkomendasikan, terutama jika Anda sedang kelebihan berat badan/obesitas dan ingin menurunkan berat badan.



Lokasi Primecare Clinic Panglima Polim, Jakarta Selatan


You Might Also Like

0 Comments