TravelWork : Pontianak - Kota Khatulistiwa dan Surga Kuliner


Hai semua, TravelWork kini akan membahas Pontianak. Sebelum membahas kotanya, boleh dong saya membahas kenapa saya ke Pontianak? Kenapa ke situ ngga ke kota lainnya? Kenapa? Ya karena ditugaskan ke kota ini. Pertanyaan selanjutnya pasti muncul, berapa kali ke kota ini? Jawabannya sudah tidak terhitung lagi. Saya telah menginjakan kaki di Pontianak ini dari tahun 2011, tepatnya bulan Januari 2011. Dan hampir rutin setiap tiga bulan sekali saya ke sini. Wow, sudah seperti kampung halaman ya. Iya sih, tapi kalau ke sini terus dan ngga mengunjungi kota lain akan terasa bosan juga. Tapi, saya tetap bersyukur bisa menginjakan kaki disini karena bisa meluncurkan edisi TravelWork kali ini dengan lancar dan semuanya bisa dibahas dengan Lugas, Tegas dan Terpercaya setajam SILET (Monyong-monyong menirukan gaya presenter di TV).

Tugu Khatulistiwa
Titik Nol - Pontianak
Pontianak, Ibukota Kalimantan Barat ini merupakan Titik Nol yang dilintasi oleh Garis Khatulistiwa dan ditandai dengan dibangunnya sebuah Tugu yang dinamakan Tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa ini terletak di Utara kota yang di sebut dengan Siantan, tepatnya terletak di Jalan Khatulistiwa. Tugu ini pertama kali dibangun pada tahun 1928, dan hanya berupa tonggak dengan anak panah, yang kemudian pada tahun 1930 disempurnakan menjadi tonggak dengan anak panah serta lingkaran (menyerupai bentuk yang sekarang). Bila diperhatikan pada foto diatas, kita melihat tugu yang tampak menjulang itu sebagai tugunya, namun sebenarnya tugu tersebut hanya replika dari yang aslinya. Mau tahu dimana tugu yang asli? Jawabnya kita lihat foto dibawah ini.

Tugu Khatulistiwa Asli - Pontianak
Dan ternyata, tugu aslinya berada di dalam gedung yang beratapkan replika tugu khatulistiwa tersebut, so jangan tertipu dengan bangunan luar ya, yang asli justru ada di dalam. Tugu Khatulistiwa asli ini tingginya hanya sekitar 4-5 Meter saja. Unik dan menarik menurut saya, karena tugu asli dan replika sepertinya tidak memiliki perbedaan alias kembar. 

Apalagi yang Unik mengenai Tugu Khatulistiwa ini? Banyak banget. Didalam selain ada tugu yang asli juga terdapat sejarah pendirian tugu sampai dengan sekarang serta peresmian yang diresmikan oleh Presiden pada tahun 1991, tepatnya tanggal 21 September 1991.

Nah, ada satu hal yang tak boleh terlewatkan, yaitu peristiwa titik kulminasi matahari, dimana pada saat itu posisi matahari benar-benar berada didalam posisi berada tepat di garis Khatulistiwa. Lalu apa yang terjadi jika matahari berada tepat di garis Khatulistiwa? Ya maka kita akan menemukan manusia yang berdiri namun tanpa bayangan sedikitpun. Fenomena ini terjadi pada setiap tanggal 21-23 maret dan 21-23 September setiap tahunnya. So, bagi yang mau menyaksikan fenomena titik kulminasi matahari ini bisa data ke Pontianak pada tangga-tanggal tersebut.

Ini ada salah satu Video referensi dari saluran Youtube Ade Nana yang diambil dari Kompas TV :


Selain tugu khatulistiwa, tugu bambu yang berada ditengah kota Pontianak juga merupakan icon yang tak boleh terlewatkan. Tak jauh dari Tugu Bambu tersebut terdapat Universitas ternama di Pontianak yaitu Universitas Tanjung Pura. 


Tugu Bambu - Pontianak

Selain Tugu Khatulistiwa dan Tugu Bambu, terdapat juga Vihara yang terkenal di Kalimantan Barat dan terletak di Pontianak yang bernama Maha Vihara Maitreya, sebuah Vihara yang telah di resmikan oleh Menteri Agama dan Menteri BUMN pada bulan Oktober 2013 lalu.Tak jauh dari Maha Vihara Maitreya terdapat Vihara Vajra Bumi Kertayuga, sebuah Vihara Budha yang terdapat patung Dewi Kwan Im. Unik sekali, dalam satu deret terdapat dua Vihara yang memiliki karakteristik tersendiri.
Smiling Budha 
Vihara Vajra Bumi Kertayuga - Pontianak
Maha Vihara Meitreya - Pontianak
Pontianak memang kental dengan nuansa keberagaman umat beragama. Pada saat menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh 31 Januari 2014 ini beragam ornamen khas negeri Tirai Bambu itu bertebaran di jalanan Pontianak.

















Asal Usul Nama Pontianak

Gerbang Kesultanan Pontianak
Jika ditanya asal usul nama Pontianak ini berasal darimana, maka saya dapat berkesimpulan bahwa nama tersebut berasal dari Bahasa Melayu. Namun, sejatinya nama Pontianak ini berasal dari dari Mitos seseorang yang bernama Syarif Abdurrahman yang sering diganggu oleh hantu Kuntilanak ketika dia sedang menyusuri sungai Kapuas. Karena sering diganggu tersebut maka dia menembakan meriam untuk mengusir hantu, dan meriam tersebut di tanah yang sekarang didirikan kesultanan yang berdiri diantara Sungai Kapuas Besar, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Landak yang sekarang dikenal sebagai Kampung Benting. Dan kesultanan tersebut merupakan cikal bakal kota Pontianak yang sekarang.

Kota berpenduduk tak lebih dari 600.000 orang ini berdiri sekitar tahun 1771 pada saat kesultanan berdiri. Sampai saat ini, Pontianak telah di pimpin oleh 12 orang Walikota yang mulai di pimpin dari tahun 1947. Walikota pertama kota Pontianak adalah R. Soepardan. Sedangkan walikota saat ini adalah Sutarmidji.

Surga Kuliner dan Oleh-oleh

Jalan-jalan atau liburan atau sekedar mampir di Pontianak tak lengkap rasanya kalau belum merasakan kuliner khas dari Pontianak. Di kota ini kita akan dimanjakan berbagai macam kuliner yang sangat beragam mulai dari cemilan, jajanan, serta makanan berat yang siap mengoyang lidah anda.

Berikut adalah nama makanan dan jajanan khas yang saya pernah rasakan :
1. Chai Kue (A -Hin)
2. Pisang Goreng selai srikaya
3. Masakan Jepang (Ichiban)
4. Ice Cream Angi (Depan sekolah st. Petrus)
5. Hekeng 
6. Tau Swan
7. Lemang
8. Minuman Lidah Buaya
9. Keladi
10. Kwetiau (Apolo)
11. Durian

Banyak juga ya yang pernah saya rasakan, dari daftar diatas, Chai Kue dan katsu yang merupakan masakan Jepang dari Ichiban itulah yang paling saya sukai. 

Chai Kue


Chai Kue A-Hin Khas Pontianak
 Chai Kue ini sejenis pastel yang berisi bengkoang, kuchai, talas, kacang yang disajikan dengan digoreng maupun dikukus. Karena terbuat dari tepung yang lembut dan diproses dengan spesial sampai meresap bumbu yang tercampur dalam tepung, maka tercipta kudapan yang enak dan lezat (*menulis sambil membayangkan kelezatnya).

Chai kue yang terkenal lezat itu terletak di Jalan Siam, tembusan dari Jalan Gajahmada. Nama tempat yang jual chai kue ini adalah A-Hin.

Chai Kue Kukus (Basah) 

Chai Kue Goreng isi Bengkoang
Saya beberapa kali ke Jalan Siam ini dan menikmati chai kue dengan rekan kerja mau pun klien. Kebetulan klien saya juga suka dengan makanan ini. Rupanya setelah dia bercerita, klien saya ini pernah bertetanga dengan pemiliki usaha chai kue ini. Dulu sebelum mendirikan beberapa ruko di Jalan Siam ini, pemiliki usaha itu harus rela mondar mandir dengan motor untuk menjajakan chai kue tersebut, sampai akhirnya chai kuenya ini laku dan laris sehingga pemilik usaha memutuskan untuk membuka di jalan Siam.

Pisang Goreng Selai Srikaya

Pisang Goreng Selai Srikaya 
Pernah makan Pisang goreng kan? pasti pernah lah. Tapi apa jadinya jika pisang goreng yang biasa kita makan itu diolesi dengan selai Srikaya. Hmmm pasti enak sekali rasanya. Nah, pisang goreng ini merupakan kuliner khas Pontianak yang patut dicoba dan dirasakan kelezatannya.



Kuliner ini bisa didapatkan di sepanjang Jalan Gajahmada di depan restoran Gajahmada. So, kalau anda jalan-jalan di sekitar daerah Gajahmada Pontianak, maka tak salah jika anda mampir dan membeli pisang goreng yang khas ini.


Ice Cream Angi


Ada bakso tahu loh 
Ice Cream nya - Yummy 


Nah ini dia yang sangat spesial bagi pecinta ice cream. Dibuat dari bahan-bahan seperti susu, kelapa, dan beraneka ragam rasa seperti cokelat dan strawberi, membuat ice cream ini kuliner yang patut dicoba. Teletak di depan sekolah St. Petrus, ice cream ini dapat dimakan ditempat atau di bawa pulang. Selain ice cream juga terdapat makanan seperti bakso tahu dan bakso pipih. Pokoknya semua enak deh.

Nah ini dia Video sayah :



----
TravelWork -Salman 012014

Baca Juga TravelWork Surabaya Jember 

  • Share

[Fiksi Blogfam] I-Pop

Sumber : http://guitarid.blogspot.com/2012/07/lagu-pop-indonesia-terbaru-hits-bulan.html
Bandara Incheon, sebuah permulaan bagi Yuna, sebuah jembatan menuju gerbang yang selama ini Yuna idam-idamkan, beberapa tahun lalu. Yuna berjanji dengan sahabatnya, Jesica, akan bersama-sama kuliah di Korea. Dan saat inilah, Yuna meninjakan kaki untuk pertama kali di Korea. Negeri gingseng yang menawarkan sejuta impian dan harapan. Yuna melihat kesekeliling dan mendapati Jesica yang melambaikan tangan. Yuna bergegas, namun tak sadar sebuah benda terjatuh.

Sementara itu, Arya mendapatkan berita gembira dari Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta. Arya akan berangkat ke Jepang bulan depan. Arya yang selama ini dikenal sebagai preman sekolah, berhasil menepis anggapan bahwa Arya sekarang bukanlah seperti dahulu yang suka bikin onar dan rusuh di SMA 8 Jakarta. 

Dan Kevin, pemuda dengan segudang talenta, mulai dari menyanyi, menari, basket, dan tenis itu kini menjadi idola baru di Industri musik Indonesia atau disebut dengan I-Pop. Kevin tergabung dalam idol grup bernama Thunder. Thunder menduduki tangga lagu di stasiun televisi dan radio di seluruh Indonesia bahkan Dunia. Thunder beranggotakan 4 orang yaitu Kevin, Henry, Simon dan Max. Kiblat perindustrian musik kini tidak hanya dipengaruhi oleh Pop Barat ataupun K-Pop namun kini telah beralih ke I-Pop.

Thunder menguasai tangga lagu Dunia setelah beberapa kali gagal dalam tahun ini. Dengan suksesnya itu, Thunder di kontrak oleh perusahaan Musik yang bermarkas di Amerika dan Korea. Namun, Thunder tetap bermarkas di Indonesia.

Berita mengenai Thunder yang mendunia terdengar oleh Yuna dan Jesica. Mereka mengidolakan Thunder terutama Kevin pada saat di SMA 8. Jesica dengan terang-terangan menyatakan bahwa ia suka dengan Kevin, tidak hanya fans, namun lebih dari itu. Namun, apakah Yuna memiliki hasrat lain terhadap Kevin? 

Pada saat di SMA 8, Kevin merupakan teman dekat Arya. Bahkan sebelum terkenal sebagai Preman Sekolah, Arya sempat bergabung bersama Thunder, namun akhirnya Arya keluar karena beberapa kasus keonaran di SMA 8. Setelah Thunder tenar dan mendunia, apakah Kevin dan Arya tetap berteman? atau kah Kevin membenci Arya?

Arya dan Yuna pernah bertemu dalam kesempatan Pesta Sekolah di SMA 8, waktu itu Arya masih berstatus sebagai anggota Thunder. Arya pun langsung menyemaikan benih-benih asmara pada saat itu. Namun, Yuna hanya menganggap Arya hanya sebatas teman saja.

Bagai sebuah segitiga dan hampir menyerupai persegi, cinta mereka ber-empat tidak saling bertemu. Namun, apakah sejalan dengan waktu dan sebuah mimpi dan pengharapan semuanya akan berubah?

Setelah setahun di Korea, Yuna tiba-tiba saja masuk dalam sebuah agency musik yang membawanya pada sebuah idol grup bernama Parfume. Entah apa yang menyebabkan Yuna berkeinginan untuk mengikuti jejak Kevin. Setelah masuk ke dalam Parfume, jadwal kegiatan Yuna pun kian padat. Intensitas pertemua Yuna dan Jesica pun jarang. 

Di sisi lain, Arya yang berada di Tokyo, Jepang, tengah berhadapan dengan kerasnya kehidupan dan kedisiplinan di Jepang. Sampai pada suatu hari, ia bertemu dengan seseorang bernama Watanabe. Watanabe bercerita tentang kehidupannya yang serba dinamis dan bertemu dengan siapapun tiap hari. Ia berkerja di sebuah perusahaan media terbesar di Jepang. Arya pun menyatakan ingin bekerja pada tempat Watanabe.

Setelah beberapa bulan bekerja di perusahaan media di Jepang, Watanabe tertarik untuk mengorbitkan Arya sebagai artis yang tergabung dalam idol grup bernama Cool.

World Pop Competition (WPC) diadakan untuk pertama kalinya di Indonesia. WPC mengundang semua idol grup dari seluruh Dunia untuk berkompetisi. Thunder, Parfume dan Cool pun diundang untuk menghadiri WPC. Kevin, Yuna dan Arya pun akan kembali bertemu dalam kesempatan kali ini. 

Lalu, apa yang akan terjadi?

Mohon saran dan kritik atas outline Novel [Fiksi Blogfam] ya,

Makasih
  • Share

Ngintip Bareng Blogfam

  • 1/09/2014 06:21:00 PM
  • By Salman Faris
  • 8 Comments
Suka dengan fotografi?

Iya, banget

Kenapa suka dengan fotografi?

Kenapa ya, hmmm, soalnya menarik.

Menariknya? 

Hmmm apa ya yang menarik, kayaknya foto diri saya deh yang menarik hahaha

Senyuman itu tiba-tiba menjadi kering dan garing, segaring pengetahuannya tentang fotografi yang pendek dan tak mendalam. Hal itu dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya si pelaku wawancara itu (sebut saja mawar). 

Ada satu solusi jitu untuk mengurai masalah anda tentang fotografi yaitu dengan ikutan #ngintipbareng blogfam. Sebuah trobosan baru bagi siapa saja yang masih amatir dalam fotografi namun ingin sekali mahir dan berprofesi sebagai fotografer (baca : ahli foto-foto).

Alhasil, 4 Januari 2014, dan bertempat di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, acara ini sukses digelar, horeee loncat-loncat.

Suasana Taman Menteng 

Belajar dari awal

Di #ngintipbareng Blogfam ini, kita sharing ilmu fotografi yang kita miliki. Dengan sharing dan berbagi, maka ilmu-ilmu fotografi yang siapapun miliki bisa dishare dengan siapapun tanpa terkecuali. Karena dalam program ini kita sama-sama belajar bersama.

Ngomong-ngomong belajar dari awal, saya memulai fotografi dari tahun 2006, waktu itu saya memiliki handphone dengan kamera yang lumayan bagus kala itu. Ada perasaan senang, karena gambar diri bisa di pajang dimana-mana, ada perasaan penasaran kala foto yang saya hasilkan terlihat tidak maksimal, dan ada rasa campur aduk ketika semua foto itu kini menjadi sebuah koleksi yang berharga (lap air mata pake handuk, hehehe lebay).

Foto Jadul tahun 2006 (by Handphone Camera)

Dan kini, jeng-jeng, saya memiliki kamera DSLR, kamera poket dan kamera handphone, saya memiliki segalanya loh, namun motivasi untuk terus berkarya dengan alat-alat fotografi tersebut beralun-alun kian menipis. Entahlah, karena terhambat waktu, atau pekerjaan tetap yang saya jalani ataukah hanya kebuntuan tentang fotografi itu sendiri. Pada hari itu, 4 Januari 2014, saya kembali terbuka mata dan pikiran (halah lebay lagi) untuk memulai belajar lagi mengenai fotografi. Bagai gayung bersambut, ternyata ada program dari Blogfam yang bernama #ngintipbareng , dan inilah gerbang saya menuju fotografer profesional (Khayalan tingkat tinggi hahaha).

Step by step

Yang menarik di #ngintipbareng adalah learning step by step. Jadi langkah pertama adalah saling sharing pengalaman fotografi yang teman-teman miliki, dan kemudian saling bertukar informasi mengenai fotografi. Setelah saling tukar infiormasi, kemudian kita mulai praktek memoto dengan kamera masing-masing dengan bantuan beberapa orang yang telah berkecimpung dalam dunia fotografi (aka Mas Bengsin dan Mas Gajahpesing). Dan jepret-jepret kita mulai memoto dengan dengan topik pertama yaitu angel.

Angel

Dalam fotografi, sebuah objek yang kita foto akan menjadi sebuah mahakarya karena sudut pengambilan gambar yang bagus sehingga membuat objek yang kita semakin terlihat bagus. Teknik fotografi yang pertama kali kami lakukan adalah Angel (bukan malaikat ya hehehe).

Saya pun membidik objek yang telah ditetapkan yaitu Mba Dahlia dan Mba Injul agar terlihat lebih singset dari aslinya (alias langsing). Dan hasilnya bisa terlihat diatas. Memang tidak terlihat selangsing yang diinginkan, namun saya sudah berusaha ya, jangan salahkan saya hehehe.
Model : Mba Dahlia dan Mba Injul























Melawan Mentari Senja

Apakah mentari senja itu indah?

Iya, sangat indah

Mau kah kau foto dengan ku?

Mau.

Jepret. Dan hasilnya hanya bayang-bayang sepasang manusia dikala mentari senja. 

Hal itu tidak akan terjadi bila kita mampu meyiasatinya dengan teknik fotografi. Ya, bisa saja kita mengunakan teknik flash, atau teknik menaikan ISO untuk kamera DSLR.

Nah ini dia foto dengan Flash dan Non Flash :
With Flash

Non Flash

Dan ini dia beberapa foto belajar saya di #NgintipBareng :





So, mau kan join bareng #ngintipbareng Blogfam ?





  • Share

TravelWork : Surabaya - Jember


Kalau ditanya, "Akhir tahun ini mau merayakan malam tahun baru dimana, Man?", pasti akan saya jawab dengan jawaban datar dan sama, yaitu "SO". Lalu teman yang bertanya itu pasti akan bingung dan balik bertanya, "Apa itu SO?". "Iya SO, stock opname. Menghitung persediaan barang klien."

Barangkali pertanyaan-pertanyaan akhir tahun itulah yang sangat saya hindari, karena selain malas menjawab, saya juga enggan untuk merayakan malam pergantian tahun baru. Menurut saya pribadi, ada hal yang lebih berguna daripada hanya meniup terompet dan pesta kembang api. Hal itu adalah renungan atau kilas balik selama satu tahun itu. Pasti sangat banyak perbuatan atau perilaku kita yang dirasa kurang dan harus memperbaikinya di tahun baru mendatang. Namun, hakekatnya pembenahan diri sebenarnya di lakukan tidak harus pada malam pergantian tahun baru, renungan dapat kita lakukan setiap hari bahkan setiap waktu.


TravelWork

Kalau anda mendapatkan tugas dari kantor untuk keluar dari tempat anda bekerja menuju kota yang berbeda, maka anda akan menemukan suasana baru bukan? Tentu saja Iya. Untuk kejadian seperti ini saya menyebutnya sebagai "TravelWork" (Istilah pribadi dalam menyebut tugas luar kota). 

Bekerja sebagai Auditor tentunya dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan baru secara cepat. Karena memang Auditor bertemu dengan kliennya setiap kali penugasan, sehingga skill adaptasi akan terasah dengan sendirinya. Entah karena bakat atau kebiasaan, saya pun terlatih untuk beramah tamah dengan klien saya sehingga klien saya merasa puas dengan service yang saya berikan. Lagi-lagi ini berhubungan dengan profesi Auditor sebagai penjual jasa.

Bandara Djuanda Surabaya
Saya tiba di Bandara Djuanda Surabaya sekitar pukul 7.45 WIB. Jakarta - Surabaya termasuk penerbangan cepat dengan hanya memakan waktu 1 jam lebih 10 menit. Namun karena penerbangan yang agak terlambat sedikit menjadikan waktu mendarat pun lebih lambat sekitar 20 menit. 

Saya pun memutuskan untuk rehat sejenak di'warung cepat saji' yang terdapat tidak jauh dari pintu keluar bandara. Saya berusaha menghubungi supir "travel' yang akan membawa kami ke Jember, tempat saya melakukan SO nanti. Saya pun menelepon beberapa kali untuk menanyakan posisi supir tersebut, namun tidak ada respon. Barulah setengah jam kemudian saya bisa menghubungi. Namun, saya harus menunggu lama lagi sekitar satu setengah jam lagi. Sampai pada akhirnya, supir itu muncul dan saya memulai perjalanan ke Jember melalui rute probolinggo.

Surabaya - Jember
Surabaya-Jember

Perjalanan dari Surabaya ke Jember ini di tempuh sekitar 4 sampai 5 Jam perjalanan. So, masih panjang perjalanan saya, tapi nikmati aja ya kan? Iya. Tapi tidak lama kemudian, supir pun melaju dengan kecepatan tinggi. Saya lihat sekeliling, "oh ini masih jalan tol jadi wajar kalo melaju dengan kecepatan tinggi". Jalan tol pun dilalui, tapi mobil ini masih berjalan diatas kecepatan 100 km/jam, "oh ini supir kejar setoran ya?" Batin saya. Saya pun melirik partner tugas luar kantor saya, Ia pun tak nyaman dengan kecepatan tinggi ini. Ah, ini sangat tidak nyaman, saya berusaha untuk tidur, namun tak bisa. Yang bisa saya lakukan untuk saat itu adalah berdoa sebanyak-banyaknya.

Setelah satu setengah jam berpacu dengan jantung yang mau copot, akhirnya penderitaan itu sementara terhenti karena supir mampir di sebuah restoran. "Ah, lega untuk sementara."

Setelah saya kenyang dengan nasi ayam yang memang enak, dan murah. Supir pun melajukan kendaraannya, dan ya seperti yang saya tebak, supir ini malah melaju dengan kecepatan tinggi. Sport jantung pun dimulai lagi. Entah apa yang ada dipikiran supir ini, yang pasti sangat menyiksa.

Kejadian tak terduga terjadi, supir ini mulai melambatkan kendaraan. Saya melihat ke kursi kemudi, dan astaga supirnya ngantuk. Saya segera menepuk teman kerja supaya membangunkan supirnya. Beruntung didepan mobil kami tidak ada satupun mobil yang melintas, kalau ada satu saja yang melintas, entah apa jadinya nasib saya.

Seluruh penumpang sepakat menginstruksikan supir travel tersebut untuk beristirahat sebentar, daripada nasib saya tak menentu karena supir yang ngantuk. Alhasil, saya berhenti sejenak di pom bensin. Lega plus kesal juga karena supirnya teledor seperti itu. Tapi sudahlah, yang penting bisa bernafas lega untuk sementara.

Setelah saya menunggu selama setengah jam lebih, akhirnya supirnya muncul dengan muka yang sedikit fresh. Alhamdulillah, dan mobil melanjutkan perjalanan yang hampir sampai di Jember.

Dan, akhirnya saya sampai di Jember satu setengah jam kemudian. Lega banget akhirnya bisa selamat sampai Jember. Kayaknya saya kapok naik travel yang satu itu. Hahaha. Tapi seru juga ya kalo dipikir-pikir saya bisa lihat pembalap beneran *lirik supir travel yang ngantuk*.

Jember 

Saya menginap di Hotel Bintang Mulia di Jalan Nusantara, dekat dengan pusat kota Jember atau alun-alun. Hotel ini sangat saya kenali, karena dua tahun sebelumnya, saya juga pernah menginap disini. so far Hotel ini sangat nyaman.

sumber : jemberajib.wordpress.com 
Bercerita tentang Jember, dengan sebutan kota tembakau, adalah salah satu kota di Jawa Timur yang memiliki potensi pariwisata yang cukup mengagumkan. Iya karena memiliki Puncak, dan Pantai yang menawan. Untuk puncaknya, Rembangan merupakan tempat pariwisata yang diminati pengunjung karena sejuk dan dapat menikmati pemandangan kota Jember secara keseluruhan. Sedangkan Pantai, tak mau kalah dengan Bali, Jember memiliki pantai pasir putih, yaitu pantai Papuma. Dan pantai lainnya adalah Pantai Watu Ulo.

Rembangan 

Ingin melepas stress, penat dan rutinitas yang menghadang anda setiap hari, cobalah berwisata ke Puncak Rembangan Jember. Dijamin semua stress dan penat pun hilang seketika. Puncak Rembangan ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan sewa. Harga tiket masuk pun termasuk murah yaitu sekitar Rp 7.500 dan parkir mobil/motor sekitar seribu sampai dua ribu setiap kendaraan, murah bukan?

Sebelum sampai ke Puncak, di perjalanan saya menemukan fakta unik mengenai pohon yang banyak ditanam oleh penduduk Jember, yaitu pohon sengon. Ya, sengon di pandang sebagai salah satu pohon yang dapat menghasilkan keuntungan daripada pohon jati. Alasan menanam pohon sengon karena waktu panen yang lebih singkat dari pada pohon jati.

Selain pohon sengon, ada lagi yang menarik perhatian saya, yaitu pohon buah naga. Iya buah naga yang merah menyala itu warnanya. Seumur-umur saya hanya pernah menikmati buah naganya saja dan tak pernah melihat secara langsung pohon. Namun, di perjalanan ini saya mendapatinya. Dan, wow ternyata pohonya memang seperti naga, makanya disebut Buah Naga.

Ornamen di Rembangan


Narsis di Rembangan
Sebenarnya, Rembangan hanya menyajikan penginapan dengan fasilitas restoran dan kolam renang dengan permainan anak-anak yang lengkap, namun karena dikemas dengan baik, dan pemandangan yang bagus, maka wisatawan akan terhibur.

Pantai Papuma
Pemandangan Menuju Pantai Papuma - Jember

Pantai dengan hamparan pasir putih yang indah dan tebing bebatuan yang mirip dengan tanah lot di Bali ini memang sangat memikat perhatian saya. Letaknya hampir satu jam dari pusat Kota Jember. Saya sebenarnya penasaran dengan pantai ini, karena kunjungan saya sebelumnya hanya sempat mengunjungi Puncak Rembangan. Untungnya, hari ini bisa ke Pantai Papuma.

Selain pantai Papuma, ternyata ada Pantai Watu Ulo yang terdapat tidak jauh dari Papuma ini. Namun, saya memilih Pantai Papuma karena 'Pasir Putih'nya yang indah. Lihat saja hamparan pasir putihnya (gambar dibawah) yang mampu menyihir pengunjung untuk menikmatinya. Pantai ini menarik wisatawan lokal baik dari Jember maupun luar Jember. Banyak aktivitas yang dapat dilakukan, diantaranya berenang, bermain pasir, atau sekedar jalan-jalan menikmati deburan ombak serta pasir putihnya. Jujur saja, saya menikmati keindahnyanya, namun ada satu hal yang mengusik hati saya. Saya lihat sekeliling pantai, banyak sekali sampah yang berserakan, serta banyaknya warung-warung yang membuat pantai menjadi sempit dan kotor. Menurut saya, jika PemKot tidak merawatnya dengan baik, maka beberapa tahun kedepan, Pantai ini akan sangat kotor dan berpengaruh terhadap wisatawan.

Pasir Putih - Papuma

Pasir Putih - Papuma



























Dan, akhirnya setelah puas jalan-jalan sepanjang pantai pasir putih ini, saya memutuskan untuk menikmati pemandangan indah lainnya disisi atas dari pantai, yaitu batu-batu koral yang menyerupai bukit-bukit batu seperti tanah lot yang ada di Bali.

Indah sekali bisa menikmati sunset di ujung bukit koral di Pantai Papuma ini. Sekali memandang sunset yang indah itu, ingin rasanya menikmatinya lagi dan lagi, karena memang Indah dan Indah.

Sunset di Papuma

Rujak Cingur ala Jember

Pernah merasakan lezatnya Rujak Cingur? hmmm pasti anda tidak akan terlewat untuk menikmati makanan lezat khas Surabaya ini. Saya sempat kaget kala mendapati Jember juga ada makanan ini, ya Rujak Cingur ala Jember. 

Sebelumnya, saya belum pernah sekali pun mencicipi rujak ini. Saya hanya mendengar cerita dari teman-teman serta info dari televisi ataupun majalah kalau makanan ini disebut rujak 'Cingur" karena campuran antara buah-buahan, sayuran serta di campur dengan daging lidah sapi atau kerbau. Mendengar percampuran ini saya pun membanyangkan apa rasanya jika saya memakannya.

Rujak Cingur Khas Jember
Rujak Cingur telah siap di meja. Saya meliriknya. Hmmm rasanya harus di coba, apalagi saya sangat penasaran dengan rasanya. Saya buka bungkusnya, dan meilhat semua yang disebutkan tadi. Saya mencoba buah-buahan terlebih dahulu dan 'WOW' ini enak sekali. Rasanya bermacam-macam bercampur jadi satu. Ada segar dari buah dan sayuran, ada manis dan gurih dari sambal serta tempe, dan terakhir yang lezat yaitu lidahnya yang kenyal dan enak. PUAS menikmatinya. Love Rujak Cingur.

Work

Saya bekerja dari hari Sabtu sampai Selasa tanpa terputus (Hari Minggu pun masuk) di PTPN X di Jember. Nah, ini beberapa hal yang saya lakukan disana.

Stock Bobin - Jember


Buruh Pabrik Tembakau - Jember

Pabriknya - Jember


Surabaya

Dan, akhirnya setelah 5 hari di Jember kini tiba saya kembali ke Surabaya untuk terbang ke Jakarta via Djuanda.

Surabaya itu kotanya mirip-mirip Jakarta. Ya macetnya, ya panasnya, tapi yang beda adalah budaya jawa yang kental di sini. Kalau ke Surabaya tidak lengkap tanpa ke monumen Sura Boyo dan manumen kapal selam yang terletak di bantaran Kali Mas di pusat Kota Surabaya.

Monumen Sura Boyo 

Kuliner

Ke Surabaya tak lengkap kalau tidak mencicipi kuliner di sini. Ada beberapa tempat yang bisa anda singgahi salah satunya yaitu Bu Rudy yang menjual sambal beserta oleh-oleh yang berasal dari Surabaya serta Jawa Timur. Bu Rudy ini sangat terkenal dengan sambal yang enak serta beberapa jenis makanan dan bumbu racikan yang terkenal lengkap dan murah.



Setelah ke Bu Rudy, saya merasa lapar sekali, tadinya mau makan di Bu Rudy, namun berhubung ramai dan tidak mendapat tempat duduk terpaksa saya beralih ke Gudeg Surabaya.

Gudeg di Surabaya? Apa ada? Iya di Surabaya ini ternyata ada gudeng yang enak dan gurih. Rasa yang ditawarkan gudeg ini sangat memanjakan lidah kita. Bayangkan gurihnya santan serta buah nangka yang dimasak beserta krecek yang sangat gurih jika di lumat didalam mulut kita. Tidak menyesal saya mencicipi kuliner yang satu ini.

Gudeg Surabaya

Mau menikmati Gudeg ini di Surabaya? Mau kan, cukup kunjungi saja Depot Gudeg Bu Har yang terdapat di Jalan Prof. Moestopo atau dikenal dengan daerah DharmaHusada Surabaya. Dijamin bakal ketagihan lagi dan lagi.

---
see you in next TravelWork

Salman Faris

  • Share