Cara Mencegah Penyakit Jantung Dan Penyakit Kritis Serta Solusinya

  • 6/30/2019 04:13:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Merasa khawatir dengan penyakit itu sangat wajar, apalagi penyakit tidak menular yang setiap saat bisa menyerang dan tidak memandang dari status sosial manapun dan usia berapapun. Saya memiliki pengalaman beberapa kali menyaksikan keluarga menderita beberapa penyakit tidak menular seperti jantung dan hipertensi. Tidak ada gejala spesifik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari namun tiba-tiba saja sudah terkena penyakit tersebut. 

Ayah saya ternyata memiliki penyakit jantung. Tahun lalu, penyakitnya mulai kambuh dan membuat tidak nyaman sehingga diperlukan rawat inap ke rumah sakit di sekitar Pekalongan. Rumah Ayah saya kebetulan di Pemalang, tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat rawat inap. 

Menurut dokter, penyumbatan di jantung sudah cukup mengkhawatirkan. Salah satu cara yang disarankan adalah memasang ring untuk mengatasi penyumbatan tersebut. Dan beberapa bulan setelah perawatan tersebut, akhirnya Ayah saya memberanikan diri untuk dipasang ring tersebut. 

Alhamdulillah, setelah pemasangan ring tersebut. Kesehatan Ayah saya menjadi lebih baik dari sebelumnya yang sering lemas dan demam akibat penyakit tersebut.


Lalu bagaimana cara mencegah penyakit jantung? Sebetulnya penyakit jantung merupakan akumulasi dari kebiasaan kita yang malas bergerak dan mengkonsumsi makanan yang jauh dari kata bergizi. Nah, untuk mencegah penyakit jantung diperlukan komitmen dari diri kita untuk bergaya hidup lebih sehat dari sebelumnya. 

1. Rutin olahraga
2. Rutin cek tensi
3. Batasi asupan kolesterol
4. Perbanyak minum air putih
5. Perbanyak makan buah dan sayur
6. Belajar mengelola stres
7. Berhenti merokok
8. Konsumsi obat secara teratur (bagi yang sudah punya penyakit jantung)

Seluruh kegiatan ini harus dilakukan agar mencegah penyakit jantung lebih serius atau bahkan menyebabkan kematian. Solusi lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan menekan seminimal mungkin biaya pengobatan yang semakin mahal dari hari ke hari. 



PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menghadirkan Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera yang memberikan berbagai macam solusi proteksi dan investasi sebagai inovasi terbaru dalam membantu kondisi keuangan masyarakat saat menghadapi berbagai resiko kehidupan. 

Dalam hal ini, AXA Mandiri bertempat di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi memberikan edukasi berupa pencegahan penyakit kritis dan pemahaman terhadap penyakit tersebut dari dini. Gaya hidup yang kurang sehat adalah pemicu penyakit kritis atau lebih dikenal sebagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, kanker dan lainnya.


AXA Mandiri siap membantu masyarakat dalam menyiapkan kehidupan yang lebih baik dengan memperkenalkan salah satu perlindungan, yaitu Solusi Perlindungan Penyakit Kritis yang memiliki manfaat :

- 100% uang pertanggungan untuk stadium awal
- Perlindungan jiwa hingga 100 tahun 
- Perlindungan terhadap 120 kondisi kritis dari stadium awal hingga usia 85 tahun
- 100% uang pertanggungan stadium akhir
- Hingga 250% uang pertanggungan untuk kondisi kritis 
- Loyalty bonus mulai tahun polis ke-7 sampai dengan akhir masa pertanggungan 
- Bebas biaya alokasi premi  (bid offer) & biaya pengalihan biaya dana investasi 
- Biaya akuisisi yang kompetitif hanya untuk tahun pertama 

Selain itu terdapat Solusi Perlindungan Jiwa yang memiliki manfaat uang pertanggungan hingga 100 kali uang pertanggungan dasar karena tutup usia dan kecelakaan, fitur loyalty bonus, hingga bebas biaya alokasi premi. Sementara itu, Solusi Perlindungan Kesehatan memiliki manfaat kesehatan tahunan mulai 150 juta hingga 2 milyar rupiah yang dapat digunakan di beberapa negara ASEAN, fitur no claim bonus berupa upgrade kamar dan akomodasi dengan masa perlindungan hingga usia 85 tahun. 
  • Share

Koki-Koki Cilik 2 : Film Yang Menyatukan Keluarga

  • 6/28/2019 08:02:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Pernah ngga nonton film bareng keluarga mulai dari yang kecil sampai kakek nenek pun menonton film yang sama? Saya kira jarang sekali kita mendapatkan momen seperti ini. Apalagi saat ini film keluarga itu sangatlah jarang bahkan hampir bisa dihitung dengan jari. Dan,  pastinya hitungan kita tidak sampai pada jari ke sembilan atau ke sepuluh. Film yang saya maksud adalah film keluarga Indonesia seperti dahulu ada "Petualangan Sherina".

Anak-anak pun butuh hiburan yang membuat dirinya merasa terhibur dan mendapatkan pembelajaran yang mungkin orang tua sulit lakukan. Dengan film,  anak-anak mampu menangkap adegan dan melatih kemampuan menangkap momen dan kejadian yang tidak dilihatnya di kehidupan sehari-hari.

Saya senang sekali dengan kemunculan film koki-koki cilik 2 ini. Saya patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi MNC Pictures yang selama ini konsisten menelurkan banyak film keluarga yang dapat diterima oleh semua pihak. Jarang sekali terdapat film yang mampu merangkul seluruh anggota keluarga. Kalau saya pastinya akan mengajak keponakan saya Syafira yang kini akan masuk Taman Kanak-Kanak.

Sebelum masuk kedalam review saya,  tidak ada salahnya kita mendapatkan gambaran dari sinopsisnya.

Koki-Koki Cilik 2 merupakan film drama keluarga yang disutradarai oleh Viva Westi. Libur telah tiba artinya Cooking Camp akan kembali dibuka. Bima, Alfa, Kevin, Niki, Mely dan Key datang ke camp dengan niat reuni malah dikejutkan bahwa camp sudah tutup. Ini semua berawal dari omongan Evan, mantan Chef terkenal, yang meragukan kredibilitas Grant sebagai pengajar di camp. Sementara keluarga besar Pak Malik ingin menjual lahan camp. Grant yang terpuruk kemudian dihibur anak-anak agar mau membuka Cooking Camp lagi. Mereka mempunyai ide untuk menjual makanan di food truck agar bisa mengumpulkan modal camp.



Usaha mereka dibantu oleh Tante Adel dan Adit, keponakan Adel yang lucu sekaligus pemurung sejak kematian Mamanya. Konflik bermunculan ketika menjual makanan tidak segampang yang mereka kira. Ditambah sandwich buatan Adit dituduh hasil jiplakan restoran yang dikelola oleh Evan yang ternyata adalah alumni Cooking Camp angkatan pertama. Kini anak-anak harus bersatu dan bekerja keras untuk mempertahankan Cooking Camp.

Menurut saya, film ini membuktikan bahwa film keluarga sangatlah dinantikan oleh penonton Indonesia yang mayoritas memiliki anak dan keluarga besar yang memiliki sanak saudara yang banyak. Bagi saya inilah film Indonesia yang memiliki pesan sangat mendalam tentang cita-cita anak yang harus mendapatkan prioritas dari orang tua. Jangan sampai cita-cita ini hilang digantikan oleh ego orang tua yang menjadi boomerang bagi anaknya nanti.

Film keluarga di Indonesia sangatlah sedikit. Maka dari itu,  kita membutuhkan film seperti ini untuk menumbuhkan kreativitas dan hiburan bagi anak-anak diseluruh Indonesia.

Siapkah kamu menonton koki-koki cilik 2 yang sudah tayang di seluruh bioskop di Indonesia? Yuk ajak seluruh teman,  sahabat,  orang tua,  om tante,  kakek nenek dan seluruh warga di sekitarnya untuk nonton bareng.



  • Share