Backpacker : Lama - Lama Bikin Ketagihan

  • 9/10/2014 10:22:00 PM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments
Kapan kamu pertama kali naik pesawat? 

Jawabnya pasti beragam kan, ada yang sudah naik pesawat ketika balita, SD, ataupun SMA bahkan masuk kuliah baru bisa merasakan bagaimana naik pesawat. Nah, kalau saya ini rada kurang beruntung dalam hal naik menaiki pesawat. Hahaha saya harus ketawa dulu, karena saya pertama kali naik pesawat ketika saya ditugaskan dari kantor untuk cek investory perusahaan atau klien saya di Riau.

Untungnya saya ditemani oleh kawan yang pernah merasakan naik pesawat. Kira-kira begini lah pertanyaan yang terjadi saat pertama kali saya naik pesawat :

Saya (S) : Kalau di dalam pesawat kita boleh lepas sandal atau sepatu ?
Teman (T) : *Nahan ketawa* ya ngga boleh lah, kan malah kita harus pakai alas kaki
S : Terus serem ngga kalau pas di tengah-tengah awan
T : Ya ngga lah Man, kan pesawat tahan goncangan
S : Oh *saya menghela nafas panjang tanda nervous*

Dan, ketika pesawat lepas landas, saya pun berdoa, supaya perjalanan lancar. Dan Alhamdulillah, semuanya lancar. Berkat naik pesawat pertama kali, saya ketagihan untuk melakukan perjalanan mengunakan pesawat.

Pertama Kali Naik Pesawat - 03.2009

Backpacker 

Secara harfiah (halah sok harfiah-harfiahan segala) Backpacker sering diartikan sebagai melakukan perjalanan wisata maupun kunjungan ketempat lain dengan berbagai usaha mandiri, tidak mengunakan tour travel (dalam artian melakukan usaha untuk memahami tempat yang dikunjungi), serta mengeluarkan dana seirit mungkin.

Jadi, kalau ikut tour travel tidak termasuk dalam kategori Backpackeran. Arti secara langsung berarti "ransel" atau ringkas, sehingga sering dikaitkan bawaan para "Backpaker" yang cenderung ringkas dan biasanya tidak menambahkan bagasi sebagai prioritas utama.

Unum 


Unum merupakan bahasa Latin, dan berarti Satu atau pertama. Negara yang menjadi pelabuhan pertama adalah Singapore. 

Kenapa Singapore? Jawabanntya mudah, karena tidak susah payah untuk mengapply Visa seperti Korea ataupun Jepang. Disamping cuaca dan makanan yang memang tidak dibutuhkan penyesuaian terlalu banyak, transportasi yang nyaman serta luas negara juga menjadi pertimbangan utama.



2011 - Singapore

Backpackeran pertama ini berdurasi sekitar 4 hari dengan budget sekitar 1,8 Juta. Mengunakan armada Tiger Airway Singapore dan menempati Budget Terminal yang terhubung dengan Terminal 2 yang super canggih.

2012 - 3 Negara 

Setelah Backpacker pertama, hasrat untuk keliling ASEAN pun bertambah besar. Saya pun memilih Malaysia dan Thailand sebagai destinasi selanjutnya.

Malaysia - Thailand

Rute kali ini adalah Kuala Lumpur - Penang - Hatyai - Phuket - Hatyai - Kuala Lumpur dengan waktu sekitar 5-6 Hari. Dengan Budget sekitar 2,3 Juta.

Pantai Karon - Phuket 

Kuala Lumpur - Menara Petronas 

Jepang - Dream Come True

Banyak yang menyatakan "Bermimpilah maka kekuatan mimpi itu akan menuntunmu untuk berusaha". Kekuatan mimpi itu sangat dahsyat apabila kita bisa menvisualisasikan dalam bentuk kemauan untuk mengejar mimpi itu.

Awalnya saya hanya bisa memandangi Tokyo Tower dilaptop, kemudian saya memutuskan untuk memasangnya dalam cover photo di facebook, sehingga ketika saya membuka facebook, otomatis saya akan meilhatnya dan terus berusaha untuk mewujudkannya. 

Dan, sekitar September 2012, saya pun akhirnya bisa ke Jepang untuk pertama kalinya. Saya pun tak menyangka sama sekali, kalau saya bisa ke Jepang. Walaupun hanya 4 Hari, namun perjalanan ke Jepang memberikan kesan yang mendalam. Budget untuk Jepang sekitar 4,8 Jt. 

Kuil Asakusa - Tokyo 

Imperial Palace - Tokyo 

2013 

Thailand sangat luas, pada saat 2012, saya hanya menjelajahi Hatyai dan Phuket. Kata orang, kalau kita belum ke Bangkok, maka belumlah lengkap atau belum dikatakan pergi ke Thailand. Saya pun penasaran ingin ke Bangkok.
Dengan bermodalkan nekat juga, saya menjelajah ke Bangkok dengan modal 1,3 Jt selama 4 hari. 

Wat Arun - Bangkok 

Hongkong - Macau 

Kali ini saya mencoba tantangan baru, yaitu dengan Backpackeran bersama dua orang teman saya. Awalnya saya merasa kesulitan, karena harus menyatukan pendapat dari 3 orang yang berbeda, namun akhirnya saya bisa menyesuaikannya.

A Symphony of Light - Hongkong 

Madam Tussaud - Hongkong  
Kali ini saya harus menghabiskan waktu sekitar 6 Hari di Hongkong dan 1 Hari di Macau. Sangat menarik perjalanan saya kali ini, ditambah dengan banyak tempat unik yang ada di Hongkong serta Macau, yang menjadikan kesan begitu mendalam. Budget total sekitar 4,8 Jt.


2014 - Korea 
Jepang sudah, Hongkong sudah, Asean juga sudah, tidak lengkap sepertinya kalau kita tidak ke Korea Selatan. Backpacker kali ini merupakan backpackeran terpanjang yang pernah saya alami, yaitu sekitar 9 -10 Hari. Dengan total budget sekitar 8Jt.

Menikmati ice cream di Nami Island, Makan Topoki di Busan, menikmati pertunjukan pernikahan tradisional Korea di Gyeong Gi Do, serta banyak tempat di Seoul yang menjadikan kesan indah disana.

Gyeongbokgung palace - Seoul 
Gamchoen Cultural Village - Busan

Akhirnya, saya hanya bisa bersyukur, karena bisa keliling Asia untuk beberapa tahun ini. Next year, semoga bisa ke daerah lain di Luar Asia, semoga saja Eropa, Amerika, Australia, New Zeland, dan daerah lainnya.

~ Amiiin ~





  • Share

Visa Korea Selatan : Sensasinya Bikin Dag Dig Dug Derr

Visa Korea Selatan


Alhamdulillah, akhirnya plong juga rasanya. Seperti menunggu pengumuman lulus Ujian SMA atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi, begitulah rasanya mengurus sendiri Visa Korea Selatan ini.

Proses menunggu yang lumayan lama, sekitar dua minggu, membuat saya hampir saja putus asa. Tapi, akhirnya pada tanggal 26 Mei 2014, Visa korea selatanku di Approve. South Korea, I'm coming.

Tapi sebelum cerita lebih lanjut mengenai proses approve dan segala tetek bengeknya serta sensasinya yang bikin dag dig dug duerr itu, saya akan memberitahukan persyaratan yang dikutip dari web site kedutaan Korea Selatan.

Berikut persyaratan pengajuan Visa Korea Selatan :

Persyaratan Dokumen 

1. Foto terbaru Berwarna ukuran 3,5 X 5,5 cm (Biasanya background putih)
2. Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
3. Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto) (Form Download di Link ini)
4. Kartu Keluarga dan/atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan (Akte Kelahiran)
5. Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja- Jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan
6. Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah
7. Fotokopi Bukti Keuangan, pilih salah satu:
a. Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
b. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
c. Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
d. Surat keterangan dan copy kartu membership golf
e. Surat keterangan dan copy kartu membership hotel bintang 5
f. Surat keterangan pemegang program jamsostek
g. Slip gaji atau bukti tunjangan pensiun


Suasana Ruang Tunggu Pengajuan Aplikasi Visa Korea Selatan


Dokumen Pendukung 
Dokumen pendukung sebenarnya merupakan hal yang sunnah saja, tidak wajib, tapi bisa membantu proses dalam pengajuan Visa Korea Selatan.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan antara lain :

1. Tiket Pulang Pergi (Kota Anda (Asal Anda)  ke Korea Selatan) 

  • Tiket Pulang Pergi Korea ini sebetulnya merupakan indikasi bahwa anda benar-benar berniat ke korea selatan ini untuk berlibur dan bukan untuk mencari pekerjaan. 

2. Bukti Pemesanan Ho(s)tel 
  • Bukti pemesanan ho(s)tel ini lagi-lagi bertujuan meyakinkan bahwa anda sudah memiliki tempat tinggal selama di Korea Selatan. Saya biasanya memesan di Booking (dot) com (tidak dipunggut biasa pemesanan dan bisa di cancel jika terjadi sesuatu atau batal, jadi uang tidak hangus percuma jika Visa ditolak)
3. Itenerary di Korea Selatan 
  •  Jadwal, serta lokasi dan budget yang akan dikeluarkan selama di Korea Selatan ini adalah hal yang bisa membantu konsulat untuk menyetujui Visa anda, so jangan ragu untuk meluangkan waktu sebentar untuk membuat Itenerary yang sederhana. Misalnya tidak memiliki banyak waktu, anda dapat membuatnya secara ringkas saja.
4. Tagihan Kartu Kredit 
  • Kenapa saya mencantumkan bukti keuangan lain sebagai dokumen pendukung, karena tagihan kartu kredit bisa dijadikan sebagai penguat bukti keuangan. Namun, jika anda sudah memiliki rekening koran atau surat refernsi dari bank, maka tidak wajib mencantukan dokumen yang satu ini.

Biaya Visa Korea Selatan 

  • Single Visa (Kunjungan di bawah 90 hari ) : Rp 480.000
  • Single Visa (Kunjungan di atas 90 hari) : Rp 720.000
  • Multiple Visa ( Sampai dengan 3 tahun) : Rp 1.080.000
  • Double Visa (2 Kali kunjungan , dan berlaku 6 bulan) : Rp 840.000
  • Biaya Visa dibayar pada saat pengajuan aplikasi Visa, dan apabila ditolak tidak dikembalikan

Jadwal Pengajuan dan Pengambilan Visa

Pengajuan Aplikasi : 09.00 - 11.30
Pengambilan Visa : 13.30 - 16.30
Proses pembuatan Visa kurang lebih 5 hari kerja (Bisa lebih tergantung dari Konsulat)




Alamat Konsulat 
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta Selatan 
Telpn. 62-21-2967-2555
(Disebelah RS Medistra, untuk Busway turun di halte Tegalparang)

Untuk lebih lengkap ke Web Resmi Kedubes Korea 

Sensasinya Dag Dig Dug Dueerr

Hahaha ... ceritanya memang sangat berliku, awalnya saya berkeyakinan bahwa dengan berbekal Visa Jepang (Lihat disini untuk pengajuan Visa Jepang) saya akan dengan mudahnya diterima. Namun, setelah saya tunggu seminggu, belom juga ada kabar. Sementara tiga travelmate saya sudah mengantongi Visa Korea Selatan. 

Dengan penuh harapan saya telepon kedutaan setiap hari, dan berharap menemukan jawabannya. Namun, sampai tiga hari, saya belom mendapatkan jawaban. Mereka hanya bisa menjawab dengan kalimat, maaf belum jadi, anda bisa menanyakan kembali besok. Jawaban-jawaban itulah yang saya terima. Saya sempat ditelepon oleh kedutaan. Dan berikut percakapan saya dengan salah satu petugas.

Petugas (P) : Halo, benar dengan Salman Faris
Saya (S) : Halo iya saya sendiri
P : Maaf saya mau menanyakan untuk SPT Tahunan
S : SPT yang mana? soalnya saya sudah sertakan semuanya. maksudnya yang lembar keduanya ya.
P : Iya SPT Pribadi 
Ada jeda saya mikir, saya kan udah penuhi semua persyaratan.
S : Kan sudah saya penuhi semuanya. Memang ada yang kurang ya. 
Kemudian ada jeda lagi. Setelah itu terdengar ada suara kertas yang dibuka-buka.
P: Oh ternyata SPT dan persyaratan sudah lengkap (Kan sudah saya bilang saya udah lengkapin semua syaratnya). Okay, anda ke korea dari tanggal berapa dan berapa lama?
S : (ada sedikit perasaan lega dan ingin ketawa mendengar nada suara petugas yang gelagapan) dari tanggal 11 sampai 19 Juni. sekitar 9 hari.
P: Tujuannya untuk apa?
S : Holiday (Sok Inggris).
P: Okay ditunggu saja ya Pak Visanya. Selamat Sore.
S : Sore.
Saya sebetulnya ingin ketawa, tapi saya ngga bisa, mengingat Visa saya belum di Approve.

Setelah di PHPin lama, saya memutuskan untuk terus terang kepada Ayah. Sebetulnya mau merahasiakan backpackeran kali ini, karena Ayah memang sudah berulangkali menasehatin supaya nabung dan jangan boros jalan-jalan.

Setelah beres meminta restu orang tua (Kata temen bilang restu orang tua itu segalanya hahaha), beberapa hari kemudian saya menelpon lagi ke kedutaan, dengan suara yang pasrah dan lemah serta tak berdaya (halah) saya meminta petugas untuk mengecek Visa saya. Dan yes, akhirnya Visa Korea Selatan di terima. Thank you atas restunya ya Ayah dan Mamah.

Okay, Korea, I'm coming.
  • Share