Mudahnya Beli Tiket Asian Games 2018 Online Via Kios Tix Yang Terlindungi Asuransi Mandiri AXA General Insurance (MAGI)

  • 7/30/2018 03:56:00 PM
  • By Salman Faris
  • 7 Comments

Asian Games 2018 sudah semakin dekat, kira-kira kurang lebih 2 minggu lagi kita akan menyaksikan perhelatan olahraga terbesar kedua setelah Olimpiade. Saya sih sangat menunggu, terutama karena saya penggemar Bulutangkis dan saya sangat suka kalau ada atlet yang membawa nama Indonesia di kancah Asia. Rasanya pengen setiap hari mendukung atlet tersebut sehingga dapat medali, syukur-syukur dapat medali Emas seperti yang kita harapkan bersama ya. 

Bulutangkis merupakan cabang olahraga andalan Indonesia untuk meraup 2 atau 3 medali Emas. Ganda Putra, Ganda Campuran dan Ganda Putri diharapkan mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Istora. Saat Asian Games 1962, Indonesia berhasil meraih 5 Emas melalui beregu putra dan putri, tunggal putra dan putri serta ganda putri di Istora. Kini, saya yakin Indonesia akan mengulang sukses yang sama dengan menjadi juara umum di cabang bulutangkis, semoga itu terjadi, Amin.


Ngomongin nonton Asian Games, tak lepas dari masalah tiket. Sebetulnya saya bingung dengan cara pembelian tiket tersebut apakah harus beli secara langsung atau online dan siapa yang menjadi ooficial ticketing untuk Asian Games kali ini? Ternyata KIOS TIX lah yang menjadi pengelola tiket Asian Games kali ini dengan cara online maupun offline. 

Untuk pembelian online bisa melalui website resmi KIOS TIX yaitu https://www.kiostix.com/id/AsianGames2018 atau melalui booth di beberapa mall di seluruh Jakarta. 

Pembelian tiket online bisa mengakses website kemudian pilihlah olahraga yang akan ditonton, misalnya Bulutangkis atau Badminton. Kemudian pilih  hari dan event yang akan ditonton misalnya preliminary beregu putra dan pilihlah metode pembayaran dengan banyak pilihan salah satunya dengan Bank Mandiri.

Berikut adalah cara pembelian tiket melalui website KIOS TIX : 





Kerjasama antara Kios Tix dan Mandiri AXA General Insurance (MAGI)


Beberapa hari lalu, di AXA Tower lantai 12 dilakukan penandatangan kerjasama antara Kios Tix dengan Mandiri AXA General Insurance (MAGI). Kerjasama ini menegaskan bahwa pembelian Asian Games 2018 akan sangat mudah karena baik Kios Tix dan MAGI memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik pada saat Asian Games nanti pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Kios Tix merupakan perusahaan penyedia tiket yang sangat kredible sedangkan MAGI pun merupakan perusahaan asuransi yang sudah sangat berpengalaman dalam beberapa puluh tahun terakhir. 

Penandatangan tersebut dilakukan oleh President Director of MAGI, Paul Henri Rastoul dan CEO Kios Tix, Ade Sulistioputra. Dengan ini, maka jaminan tiket Asian Games akan sangat meyakinkan dan sangat terjamin.


Lalu kalau beli tiket Asian Games di Kios Tix ini apakah sudah terlindungi oleh Asuransi? 



Sangat akan dijamin bahwa pembeli tiket di Kios Tix akan mendapatkan perlindungan dari Mandiri AXA General Insurance (MAGI) dengan perlindungan dari kecelakaan selama di vemue acara. Asuransi tersebut mengcover kecelakaan diri yang terjadi pada saat perhelatan Asian Games dengan manfaat asuransi yang didapatkan adalah sejumlah Rp 10.000.000. 

Siapa pun atlet yang kamu dukung di Asian Games, Kios Tix dan MAGI akan selalu memberikan kenyamanan dan keamanan selama event berlangsung. Dengan perlindungan ini, kayak saya jadi semangat untuk terus mendukung atlet Indonesia yang berjuang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. 


Dukung terus atlet Indonesia dan jangan lupa beli tiketnya di website kiostix karena sudah terlindungi. Selamat teriak-teriak membela nama Indonesia. 

  • Share

Cara Ampuh Mengatasi Macet Jakarta Dengan Aplikasi Moovit Selama Asian Games 2018

  • 7/29/2018 10:46:00 PM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

Asian Games sudah di depan mata, Jakarta dan Palembang berbenah bersiap menyambut event olahraga terbesar di benua Asia ini. Demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan, lalu lintas di Jakarta mau tidak mau harus direkayasa. Ganjil genap diperluas dan periodenya pun diperpanjang. Sebagai informasi, hampir seluruh negara yang menghelat event-event internasional khususnya olahraga melakukan rekayasa lalu lintas. Salah satunya Olimpiade Beijing 2012 lalu. Beijing sebagai ibukota China raksasa baru perekonomian, mengalami masalah lalu lintas yang hampir dialami oleh semua negara berkembang, yaitu macet. Jika di Jakarta pengaturan hanya sebatas plat ganjil genap, Beijing lebih ekstrim pengaturan benar-benar berdasarkan nomer plat mobil. Misal angka 1 dan 2 hanya bisa melintas di Senin dan Rabu, angka 3 dan 4 hanya bisa Kamis dan Jumat, dan seterusnya. TIdak main-main, pelajaran dari Olimpiade ini diimplementasikan bahkan setelah pekan olahraga dunia tersebut berakhir.



Lalu, kenapa Jakarta sangat perlu rekayasa lalu lintas saat Asian Games 2018 ini?  Pertama, kita sudah tahu kemacetan masih jadi masalah krusial di Ibukota dan sekitarnya meskipun segala upaya menguranginya terus dilakukan oleh Pemerintah. Namun sejatinya ini masalah klasik yang dialami hampir semua kota-kota besar negara berkembang di dunia. Apalagi, Jakarta tengah gencar membangun infrastruktur di hampir setiap sudutnya, yang mempengaruhi arus lalu lintas. Kedua, ada standar internasional pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menerapkan syarat waktu tempuh atlet ke venue sekitar 30 menit dan kualitas udara yang baik, setidaknya  mengikuti baku mutu harian menurut PP Nomor 41 Tahun 1999 adalah 65 mikrogram per meter kubik atau  baku mutu  menurut WHO adalah 25 mikrogram per meter kubik.



Pasti ada pro kontra, tapi kita hampir tidak punya pilihan lain selain mengatur ulang lalu lintas dibarengi tentu saja penyediaan angkutan umum yang lebih memadai. Kebijakan meliburkan kegiatan ekonomi, pastilah bukan pilihan yang bijak. Bagi yang setiap hari berkendaraan umum, rekayasa lalu lintas ini bukan sebuah masalah besar. Jika diamati, di dunia maya, netizen yang tidak mendukung berasal dari mereka yang sudah nyaman dengan kendaraan pribadinya dan terlihat tidak mengenal transportasi publik di Jakarta. Citra kendaraan umum di Jakarta, sudah terlanjur melekat seperti tahun 1990an dan awal 2000an, yang kumuh, berdesak-desakan, tidak aman dan jauh dari kata nyaman. Sayang sekali masih ada anggapan seperti itu, transportasi publik di Jakarta memang belum sempurna, namun kita tidak bisa menutup mata, bahwa makin hari semuanya makin baik.

Tentu saja perlu dilakukan penyediaan angkutan umum untuk menunjang mobilitas masyarakat akibat dari kebijakan pengaturan penggunaan pribadi serta mendukung kebutuhan penonton dan wisatawan mancanegara yang berkunjung  ke event Asian Games. Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue sebanyak 76 unit dari kondisi existing 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non pertandingan (wisata). Menariknya, semua bus dengan trayek menuju venue akan digratiskan untuk masyarakat umum.



Penggunaan Teknologi

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan juga menyarankan para pengguna transportasi publik untuk menggunakan Moovit. Moovit adalah aplikasi transportasi publik yang bisa diakses dengan gratis Untuk bisa menggunakannya kita bisa melakukannya dengan dua cara, pertama mengunduh aplikasi moovit gratis di google play, kedua menggunakan moovit versi mobile. Dengan menggunakan aplikasi ini kita bisa melihat jadwal kereta dan bis, serta angkot. Selain itu juga bisa kita cek waktu kedatangan, notifikasi tujuan dan rute detail di dalam maps, sehingga kita bisa dengan mudah menemukan rute di jakarta dengan cara paling efisien dan efektif. Selain menyediakan menu pemilihan moda transportasi paling cepat ke suatu tujuan, moovit juga memiliki beberapa feature keren:




- Ada notifikasi jika kita sampai di suatu halte, atau tujuan atau ketika harus berpindah moda, sehingga kita tidak perlu khawatir dan terus menerus mengecek kita sdh sampai halte mana saat berkendara.
- terdapat informasi jarak total yg ditempuh, jarak antar halte, maupun jarak antara satu moda dengan moda yang lain jika perjalanan harus menggunakan beberapa moda transportasi yang berbeda.
- terdapat informasi berapa lama kita harus menunggu suatu moda transportasi sampai moda tersebut sampai

Bagi yang tetap akan berkendaraan pribadi, BPTJ pun memfasilitasi melalui kerja sama dengan Google Indonesi dimana Google Map telah disinkronkan dengan kebijakan ganjil genap . Aplikasi  ini akan memberikan informasi mengenai rute  mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar jalur ganjil genap. Pengguna juga akan mendapatkan informasi waktu tempuh yang dibutuhkan jika melalui jalur alternatif.  Jika mendapatkan hambatan, pengguna dapat berganti menggunakan kendaraan umum dan cari tahu rutenya melalui Moovit.



Kepala BPTJ, Bambang Prihartono menjelaskan tersedianya fitur tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi. 
Nah, sudah banyak kemudahan yang ditawarkan, bukan? Jadi tidak ada alasan untuk tidak mendukun Asian Games 2018

Ayo Indonesia!



  • Share

Stadhuis Schandaal, Film Sejarah Batavia Rasa Milennial

  • 7/28/2018 01:36:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Batavia, sebuah masa dimana Jakarta masih dibawah pendudukan Hindia Belanda sekitar tahun 1600-an. Sejarah mencatat banyak sekali hal yang terjadi di Jakarta tempoe doeloe. Bukan hanya tentang penjajahan, namun dibalik itu semua terdapat kisah menarik yang patut kita ikuti. Kisah romansa lama yang akhirnya menjadi cerita turun temurun. 

Saya sebetulnya tidak terlalu suka namun saya juga tidak menolak jika diberikan banyak soalan mengenai Sejarah. Bagi saya pelajaran ini akan terasa sama saja, namun ketika lulus Sekolah Menengah, justru saya tak sadar sangat ingin tahu kehidupan dimasa lampau lebih dalam lagi dan lagi. Ya, sangat bertolak belakang dengan jaman-jaman SMA dulu.


Beberapa waktu lalu, saya menemukan kesenangan baru berupa film yang bergenre masa lampau Batavia, karena mengambil setting tempat di Museum Fatahillah atau yang dikenal dengan sebutan Museum Sejarah Jakarta. Dulunya, Fatahillah merupakan balaikota Batavia, seluruh kegiatan dan perdagangan dilakukan disekitar wilayah ini. Ternyata banyak kisah yang tidak terungkap di Batavia, salah satunya adalah kisah romansa antara Noni Belanda dengan kekasihnya dari kalangan bawah, atau prajurit.

Bagi saya, Indonesia memang butuh banyak film yang mengangkat Sejarah, karena masih banyak bangunan kuno yang harusnya tetap dilestarikan. Lagi pula, Kids Zaman Now juga harus tahu dan faham mengenai sejarah Indonesia di masa lampau. Dulu saya sangat hambar dalam menelaah Sejarah, kini seakan saya haus akan sejarah mengenai banyak hal termasuk sejarah Batavia dan lain-lainnya. 

Trailer Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Sebelumnya mari kita saksikan dulu bagaimana trailer film ini.


Sinopsis Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Fei (Amanda Rigby) adalah seorang mahasiswi yang sedang bertugas di kota tua Batavia. Saat ia mencari bahan dan riset tentang  The Old Batavia di kota tua, ia diperhatikan oleh seorang gadis cantik turunan Belanda-Jepang yang kemudian kita kenal dengan nama SAARTJE SPECX dipanggil Sara (Tara Adia), yang pernah hidup pada awal abad ke 17, tepatnya tahun 1628 saat Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen menjabat.

Suatu hari setelah kembali dari Shanghai, Fei meneruskan tugasnya. Di gedung Fatahillah, Sara kembali muncul dan tanpa sadar Fei dibawa melalui lorong waktu kembali ke abad 17. Sara menceritakan siapa, apa,dan kenapa. Sara membutuhkan media masa kini untuk menyampaikan bahwa hubungannya dengan Peter Cortenhoof adalah cinta murni, bukan perselingkuhan yang menyebabkan Peter dihukum gantung hingga mati dan Sara dibuang serta dikawinkan dengan orang lain.

Di lain sisi, Fei semakin dekat dengan Danny (Volland Voolt), seorang pengusaha partner ayahnya, setelah pacarnya Chiko semakin hari semakin tidak terkendali dan ternyata anggota sindikat Abimanyu (Anwar Fuady ) yang bergerak dalam kegiatan Cyber Crime. Pihak berwajib dapat menggulung sindikat Abimanyu.

Danny yang menemani Fei dalam perkara Chiko, kembali ke Shanghai, di mana dia tinggal sejak usia tujuh tahun. Fei menunda tugasnya dan menerbitkan sebuah novel yang menceritakan tentang Sara dan Peter, sebagaimana yang diinginkan oleh Sara.

What's My Poin

Menurut saya film seperti ini perlu diperbanyak dan saya harap banyak pihak yang mau mendukung film jenis sejarah seperti ini. Dari segi akting dan setting, saya akui sangat mengalir dan sesuai dengan karakter yang ditokohkan. Namun, beberapa hal yang seharusnya menjadi detail tidak digarap dengan sempurna. Serta, harusnya film ini membutuhkan sentuhan lain seperti humor yang akan menambah betah penonton mengikuti alurnya. 

Detail dan Cast Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Tanggal Rilis : 26 Juli 2018
Genre : Drama-Misteri
Sutradara : Adisurya Abdy
Penulis Skenario : Adisurya Abdy
Rumah Produksi : Xela Pictures

Amanda Rigby sebagai Fei
Tara Adia sebagai Sara
Michael Lie sebagai Peter Cortenhoof
Villand Voolt sebagai Danny Wong
Anwar Fuady sebagai Abimanyu
Roweina Umboh sebagai Eva Ment
Julian Kunto sebagai Komandan Polisi Cyber Crime
Septian Dwi Cahyo sebagai Perwira Belanda
Ricky Cuaca sebagai Teman Fei

Dan tonton juga keseruan Gala Premierenya

  • Share

Finalis Miss Grand Indonesia Menimba Ilmu Perbankan Di BCA Learning Institute


Bagi saya, generasi emas adalah generasi muda yang memiliki semangat luar biasa dan menjadi pelopor perubahan di suatu negara. Bayangkan, jika pemuda mampu memberikan seluruh sumbangsihya bagi Indonesia, maka kita akan menjadi negara yang kreatif, dinamis dan tersohor. Sejalan dengan komitmen inilah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mendukung secara penuh kegiatan Miss Grand Indonesia 2018.

30 Finalis Miss Grand Indonesia 2018 bersama National Director, Dikna Faradiba pada minggu lalu mengunjungi BCA Learning Institute di Sentul,  Bogor,  Jawa Barat. Seluruh finalis disambut hangat oleh Bapak Jahja Setiaatamdja dan Bapak Santoso. Saya cukup terpesona dengan kecantikan para finalis Miss Grand Indonesia. Setelah cukup lama mengidam-idamkan bisa bertatap muka secara langsung dengan kontes kecantikan di Indonesia,  hari ini rupanya menjadi kenyataan dalam hidup saya. Kesan pertama adalah cantik, kemudian adalah kelihatan sangat cerdas dan tinggi. Saya yang termasuk kategori lumayan tinggi ternyata masih tenggelam diantara deretan para finalis ketika pada sesi coffee break diluar ruangan.



Satu hal yang saya tangkap dalam obrolan dan sharing kali ini adalah mengenai digital banking. Sebagai pelanggan BCA dari tahun 2009, saya tahu betul inovasi-inovasi yang terus dilakukan oleh BCA,  mulai dari mobile banking,  internet banking dan lainnya.

Termasuk, ketika saya kehilangan kartu ATM karena tertelan di ATM bank lain pada saat transaksi di kota kecil di Jawa Tengah. Teller di BCA sangatlah ramah dan sangat responsive dalam menangani nasabah. Tak heran hanya dalam waktu beberapa menit saja, saya sudah bisa menggunakan kartu ATM tersebut. Apalagi pada saat ini saya harus mengurus kartu ATM karena malam harinya saya harus ke Jepang. Kartu ATM BCA dengan logo MasterCard ini bisa digunakan dimanapun tak terkecuali untuk transaksi pengambilan uang tunai di mesin ATM di Jepang. Pengalaman yang sangat luar biasa sekali.



Bapak Jahja semangat sekali menjelaskan secara runtut mengenai teknologi perbankan saat ini terutama mengenai Sakuku. Sakuku adalah sebuah teknologi terbaru karena bisa mengambil tunai di ATM tanpa kartu ATM. Loh,  kok bisa mengambil uang tanpa kartu? Iya dengan aplikasi sakuku, kita bisa mengakses kode-kode yang digunakan untuk mengambil uang tunai tersebut. Jadi,  kalau ketinggalan dompet dan membawa smartphone,  maka tarik tunai di ATM manapun bisa dilakukan dengan aman.

Bapak Santoso juga mengungkapan perihal inovasi BCA yang selalu mengikuti teknologi terkini,  bahkan selalu menjadi yang terdepan dalam hal teknologi. Tidak hanya dari kedua nara sumber,  Finalis Miss Grand Indonesia pun ikut aktif menanyakan beberapa hal terkait perbankan dan teknologi serta era digital saat ini. Apalagi banyak pengguna dan pelanggan perbankan ini menyebar di seluruh Indonesia.



Saya menyukai pertanyaan dari salah satu finalis yang menyoroti apakah dunia digital sedikit banyak mempengaruhi penerapannya bagi pelanggan,  karena tidak semua pelanggan tersebut melek teknologi. Dan, memang benar terdapat pelanggan yang tidak paham mengenai teknologi,  namun tetap dibantu oleh pihak Bank bahkan akan dipandu sampai pelanggan tersebut bisa menggunakan teknologinya tersebut. Sedangkan yang lain menyoroti pemerataan lapangan kerja dalam era digital dan industri kreatif saat ini. Dan, lagi-lagi ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk meningkatkan skill dan kreatifitas sehingga dapat bersaing dengan rekan kerja dan robot.

Pengalaman menggunakan Sakuku juga menjadi poin penting karena merupakan teknologi terbaru yang dapat membantu kehidupan dalam era digital saat ini. Hayo siapa diantara kalian yang punya pengalaman menggunakan sakuku? Ceritakan pengalaman kalian ya di kolom komentar.



Di My BCA,  finalis Miss Grand Indonesia mendapatkan pengalaman secara langsung menggunakan halo BCA dan bisa berbicara secara langsung dengan Customer Service atau Customer Care secara online seperti bertatap muka di layar komputer atau smartphone. Pengalaman menggunakan dan menikmati pelayanan di My BCA ini memang sangat menyenangkan karena sangat mudah mulai dari mengisi kartu Flazz, Pembukaan Tahapan Xpresi,  pengajuan kartu kredit,  KPR dan lain-lain. Sebagai pelanggan,  saya tentu saja sangat terbantu karena kemudahan-kemudahan yang diberikan termasuk pengantian kartu ATM yang pernah saya alami beberapa minggu yang lalu.

Setelah mengunjungi My BCA,  finalis Miss Grand Indonesia 2018 ini melihat lebih dekat sejarah BCA mulai dari awal mula berdiri sampai sekarang ini. Mulai dari teknologi pada saat awal mula sampai teknologi terbaru,  semuanya terdapat di Galeri BCA atau semacam museum.




Saya cukup terkesan dengan Galeri BCA. Di dalamnya terdapat banyak tempat unik seperti

1. Mobil pertama yang digunakan untuk operasional bank BCA.
2. Permainan sepeda onthel yang sangat canggih.
3. Permainan baju teller BCA mulai dari tahun terdahulu sampai sekarang.
4. Susunan kartu baik ATM,  kartu kredit,  flazz dan lain-lain yang membentuk instagramable spot.
5. Mesin EDC mulai dari pertama kali muncul sampai edisi terakhir.
6. Lorong penghargaan yang sangat bagus buat foto-foto.
7. Ruang uang-uang yang membuat kami kaya dalam waktu beberapa menit saja.




Sebetulnya masih banyak spot atau tempat menarik di Galeri BCA ini,  dan pastinya banyak sekali hal yang dapat dilihat disini.

BCA Learning Institute memberikan banyak kejutan terutama di luar lobby terdapat sebuah karya seni berupa patung yang menyerupai Manuscript dan daun lontar.


Tahukah bahwa bentuk benda ini merupakan perlambangan daun lontar dan manuscript. Manuscript merupakan ilmu pengetahuan yang berada di alam semesta kemudian jatuh ke bumi hingga ditanah,  kemudian dengan lontar ilmu tersebut dituliskan sehingga akan terus dapat diteruskan ke generasi selanjutnya. Dahulu,  daun lontar digunakan untuk menuliskan banyak kitab-kitab yang mengubah dunia hingga ditemukan kertas sebagai penggantinya. Filosofi inilah yang melandasi BCA Learning Institute,  Sentul,  Jawa Barat.



Banyak hal yang kita petik dari kunjungan finalis Miss Grand Indonesia 2018 kali ini. Salah satunya adalah bahwa pengetahuan merupakan aspek penting dalam segala hal. Sedangkan Inovasi adalah sebuah perwujudan dari pemenuhan kebutuhan pelanggan di saat ini dan masa yang akan datang.

Kontes kecantikan pun mempunyai peran yang sangat strategis karena sebagai generasi muda sangat dibutuhkan peranannya dalam masyarakat secara nyata. Dengan slogan "Beauty in Diversity", Miss Grand Indonesia menjadi simbol yang menjunjung tinggi ragam dan persatuan di Indonesia.


  • Share

Mencetak Petenis Indonesia Yang Mendunia Dengan Combiphar Tenis Open 2018


Dahulu Yayuk Basuki pernah meraih Emas Asian Games tahun 1998 di Bangkok, Thailand. Sebelumnya, ternyata bukan hanya Yayuk saja yang dapat meraih Emas pada perhelatan Asian Games,  ternyata terdapat seorang yang lebih dahulu meraih prestasi membanggakan pada Asian Games tahun 1978 dan 1980 dengan raihan 4 Emas. Beliau adalah Yustedjo Tarik,  atlet nasional tenis.

Saya sangat kagum dengan sosok Yayuk Basuki. Disaat prestasi tenis Indonesia sedang terpuruk saat itu,  Yayuk mampu membangkitkan semangat rekan-rekannya dan menjadi sosok yang pantang menyerah. Tak disangka pada saat Asian Games 1998 di Bangkok,  Yayuk berhasil meriah Emas untuk Indonesia. Begitu bangganya ketika membaca koran pagi itu,  Yayuk dengan bangga mencium medalinya. Podium tertinggi diraihnya berkat perjuangan yang tidak mudah.


Bagaimana dengan penerus Yayuk Basuki? Setelah prestasi gemilangnya, Yayuk Basuki memiliki penerus seperti Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja,  namun prestasi mereka meredup setelah terkena cidera serius. Selanjutnya,  saya tidak mendengar apapun mengenai dunia tenis Indonesia.

Jujur saya rindu sekali petenis yang dapat mengibarkan bendera merah putih di perhelatan Asian Games. Apalagi sebentar lagi Asian Games akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. Tentu saja harapan besar bisa mengharumkan nama Indonesia sebagai tuan rumah. Khususnya untuk cabang olahraga tenis.


PB PELTI sebagai pengambil kebijakan dalam tenis lapangan pun berupaya mengembalikan kejayaan tenis di kacah Internasional. Salah satunya dengan menyelenggarakan turnamen dengan kelas ITF Pro Circuit dengan tajuk Combiphar Tennis Open 2018 yang akan diselenggarakan di lapangan tenis The Sultan Hotel,  Jakarta.

Selama ini kita ingin melihat petenis terus berprestasi, turnamen inilah menjadi salah satu wadah agar atlet muda terpacu untuk berprestasi sehingga rangking dunianya pun meningkat sehingga dapat mengikuti turnamen lain diatasnya. Dulu kita disuguhkan turnamen besar seperti Wimbledon dan Ralond Garros. Semoga kedepannya makin banyak yang dapat mengikuti turnamen ini.



Combiphar dengan bangga terus mensupport petenis dengan menyelenggarakan turnamen ini untuk tiga tahun berturut-turut. Pak Michael Wanandi mengatakan bahwa turnamen ini merupakan salah satu langkah untuk mengkampanyekan "Championing a Healthy Tomorrow". Dan,  ini juga merupakan salah satu momen tepat untuk mendukung para atlet yang akan berjuang  di Asian Games 2018.

Ketua Umun PB PELTI Rildo Ananda Anwar mengungkapkan bahwa turnamen ini sangat strategis karena banyak petenis Indonesia yang mendapatkan keuntungan dan melaju langsung ke babak utama dengan fasilitas wild card.



Turnamen ini akan berlangsung dari tanggal 23 Juli sampai 12 Agustus 2018 dan diikuti petenis profesional berusia 16-30 tahun dari 23 negara seperti negara-negara Asia Tenggara,  Eropa dan Amerika. Dari Indonesia, turnamen ini diikuti oleh Tim Piala Davis Indonesia yaitu Christoper Rungkat,  Justin Barki,  David Agung Susanto,  Anthony Susanto dan Rifqi Fitriadi.


Turnamen ini juga menyediakan poin internasional sehingga dapat memberikan tambahan poin di rangking dunia. Selain itu karena turnamen ini sangat dekat degan Asian Games, maka dapat dijadikan sebagai ajang pemanasan sebelum ajang multi event di Asia tersebut.

Semoga Combiphar Tennis Open 2018 ini dapat meningkatkan prestasi petenis Indonesia dan bisa meraih prestasi tertinggi, Amin. Yuk, dukung atlet muda kita bertanding di The Sultan Hotel, Jakarta.

  • Share