Visa Korea Selatan : Sensasinya Bikin Dag Dig Dug Derr

Visa Korea Selatan


Alhamdulillah, akhirnya plong juga rasanya. Seperti menunggu pengumuman lulus Ujian SMA atau Ujian Masuk Perguruan Tinggi, begitulah rasanya mengurus sendiri Visa Korea Selatan ini.

Proses menunggu yang lumayan lama, sekitar dua minggu, membuat saya hampir saja putus asa. Tapi, akhirnya pada tanggal 26 Mei 2014, Visa korea selatanku di Approve. South Korea, I'm coming.

Tapi sebelum cerita lebih lanjut mengenai proses approve dan segala tetek bengeknya serta sensasinya yang bikin dag dig dug duerr itu, saya akan memberitahukan persyaratan yang dikutip dari web site kedutaan Korea Selatan.

Berikut persyaratan pengajuan Visa Korea Selatan :

Persyaratan Dokumen 

1. Foto terbaru Berwarna ukuran 3,5 X 5,5 cm (Biasanya background putih)
2. Paspor Asli dan Fotokopi Paspor (halaman identitas beserta visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
3. Formulir Aplikasi Visa (dengan satu lembar foto yang ditempel pada kolom foto) (Form Download di Link ini)
4. Kartu Keluarga dan/atau Dokumen yang dapat membuktikan hubungan kekeluargaan (Akte Kelahiran)
5. Surat Keterangan Kerja dan Fotokopi SIUP Tempat Bekerja- Jika tidak bekerja tidak perlu menyertakan
6. Surat Keterangan Mahasiswa/Pelajar, bagi yang masih bersekolah
7. Fotokopi Bukti Keuangan, pilih salah satu:
a. Surat Pajak Tahunan (SPT PPH-21) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
b. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak RI
c. Rekening koran tabungan 3 bulan terakhir dan surat referensi bank
d. Surat keterangan dan copy kartu membership golf
e. Surat keterangan dan copy kartu membership hotel bintang 5
f. Surat keterangan pemegang program jamsostek
g. Slip gaji atau bukti tunjangan pensiun


Suasana Ruang Tunggu Pengajuan Aplikasi Visa Korea Selatan


Dokumen Pendukung 
Dokumen pendukung sebenarnya merupakan hal yang sunnah saja, tidak wajib, tapi bisa membantu proses dalam pengajuan Visa Korea Selatan.

Dokumen pendukung yang dibutuhkan antara lain :

1. Tiket Pulang Pergi (Kota Anda (Asal Anda)  ke Korea Selatan) 

  • Tiket Pulang Pergi Korea ini sebetulnya merupakan indikasi bahwa anda benar-benar berniat ke korea selatan ini untuk berlibur dan bukan untuk mencari pekerjaan. 

2. Bukti Pemesanan Ho(s)tel 
  • Bukti pemesanan ho(s)tel ini lagi-lagi bertujuan meyakinkan bahwa anda sudah memiliki tempat tinggal selama di Korea Selatan. Saya biasanya memesan di Booking (dot) com (tidak dipunggut biasa pemesanan dan bisa di cancel jika terjadi sesuatu atau batal, jadi uang tidak hangus percuma jika Visa ditolak)
3. Itenerary di Korea Selatan 
  •  Jadwal, serta lokasi dan budget yang akan dikeluarkan selama di Korea Selatan ini adalah hal yang bisa membantu konsulat untuk menyetujui Visa anda, so jangan ragu untuk meluangkan waktu sebentar untuk membuat Itenerary yang sederhana. Misalnya tidak memiliki banyak waktu, anda dapat membuatnya secara ringkas saja.
4. Tagihan Kartu Kredit 
  • Kenapa saya mencantumkan bukti keuangan lain sebagai dokumen pendukung, karena tagihan kartu kredit bisa dijadikan sebagai penguat bukti keuangan. Namun, jika anda sudah memiliki rekening koran atau surat refernsi dari bank, maka tidak wajib mencantukan dokumen yang satu ini.

Biaya Visa Korea Selatan 

  • Single Visa (Kunjungan di bawah 90 hari ) : Rp 480.000
  • Single Visa (Kunjungan di atas 90 hari) : Rp 720.000
  • Multiple Visa ( Sampai dengan 3 tahun) : Rp 1.080.000
  • Double Visa (2 Kali kunjungan , dan berlaku 6 bulan) : Rp 840.000
  • Biaya Visa dibayar pada saat pengajuan aplikasi Visa, dan apabila ditolak tidak dikembalikan

Jadwal Pengajuan dan Pengambilan Visa

Pengajuan Aplikasi : 09.00 - 11.30
Pengambilan Visa : 13.30 - 16.30
Proses pembuatan Visa kurang lebih 5 hari kerja (Bisa lebih tergantung dari Konsulat)




Alamat Konsulat 
Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 57 Jakarta Selatan 
Telpn. 62-21-2967-2555
(Disebelah RS Medistra, untuk Busway turun di halte Tegalparang)

Untuk lebih lengkap ke Web Resmi Kedubes Korea 

Sensasinya Dag Dig Dug Dueerr

Hahaha ... ceritanya memang sangat berliku, awalnya saya berkeyakinan bahwa dengan berbekal Visa Jepang (Lihat disini untuk pengajuan Visa Jepang) saya akan dengan mudahnya diterima. Namun, setelah saya tunggu seminggu, belom juga ada kabar. Sementara tiga travelmate saya sudah mengantongi Visa Korea Selatan. 

Dengan penuh harapan saya telepon kedutaan setiap hari, dan berharap menemukan jawabannya. Namun, sampai tiga hari, saya belom mendapatkan jawaban. Mereka hanya bisa menjawab dengan kalimat, maaf belum jadi, anda bisa menanyakan kembali besok. Jawaban-jawaban itulah yang saya terima. Saya sempat ditelepon oleh kedutaan. Dan berikut percakapan saya dengan salah satu petugas.

Petugas (P) : Halo, benar dengan Salman Faris
Saya (S) : Halo iya saya sendiri
P : Maaf saya mau menanyakan untuk SPT Tahunan
S : SPT yang mana? soalnya saya sudah sertakan semuanya. maksudnya yang lembar keduanya ya.
P : Iya SPT Pribadi 
Ada jeda saya mikir, saya kan udah penuhi semua persyaratan.
S : Kan sudah saya penuhi semuanya. Memang ada yang kurang ya. 
Kemudian ada jeda lagi. Setelah itu terdengar ada suara kertas yang dibuka-buka.
P: Oh ternyata SPT dan persyaratan sudah lengkap (Kan sudah saya bilang saya udah lengkapin semua syaratnya). Okay, anda ke korea dari tanggal berapa dan berapa lama?
S : (ada sedikit perasaan lega dan ingin ketawa mendengar nada suara petugas yang gelagapan) dari tanggal 11 sampai 19 Juni. sekitar 9 hari.
P: Tujuannya untuk apa?
S : Holiday (Sok Inggris).
P: Okay ditunggu saja ya Pak Visanya. Selamat Sore.
S : Sore.
Saya sebetulnya ingin ketawa, tapi saya ngga bisa, mengingat Visa saya belum di Approve.

Setelah di PHPin lama, saya memutuskan untuk terus terang kepada Ayah. Sebetulnya mau merahasiakan backpackeran kali ini, karena Ayah memang sudah berulangkali menasehatin supaya nabung dan jangan boros jalan-jalan.

Setelah beres meminta restu orang tua (Kata temen bilang restu orang tua itu segalanya hahaha), beberapa hari kemudian saya menelpon lagi ke kedutaan, dengan suara yang pasrah dan lemah serta tak berdaya (halah) saya meminta petugas untuk mengecek Visa saya. Dan yes, akhirnya Visa Korea Selatan di terima. Thank you atas restunya ya Ayah dan Mamah.

Okay, Korea, I'm coming.
  • Share

Ngintip Bareng Blogfam

  • 1/09/2014 06:21:00 PM
  • By Salman Faris
  • 8 Comments
Suka dengan fotografi?

Iya, banget

Kenapa suka dengan fotografi?

Kenapa ya, hmmm, soalnya menarik.

Menariknya? 

Hmmm apa ya yang menarik, kayaknya foto diri saya deh yang menarik hahaha

Senyuman itu tiba-tiba menjadi kering dan garing, segaring pengetahuannya tentang fotografi yang pendek dan tak mendalam. Hal itu dapat terjadi pada siapa saja, tidak hanya si pelaku wawancara itu (sebut saja mawar). 

Ada satu solusi jitu untuk mengurai masalah anda tentang fotografi yaitu dengan ikutan #ngintipbareng blogfam. Sebuah trobosan baru bagi siapa saja yang masih amatir dalam fotografi namun ingin sekali mahir dan berprofesi sebagai fotografer (baca : ahli foto-foto).

Alhasil, 4 Januari 2014, dan bertempat di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, acara ini sukses digelar, horeee loncat-loncat.

Suasana Taman Menteng 

Belajar dari awal

Di #ngintipbareng Blogfam ini, kita sharing ilmu fotografi yang kita miliki. Dengan sharing dan berbagi, maka ilmu-ilmu fotografi yang siapapun miliki bisa dishare dengan siapapun tanpa terkecuali. Karena dalam program ini kita sama-sama belajar bersama.

Ngomong-ngomong belajar dari awal, saya memulai fotografi dari tahun 2006, waktu itu saya memiliki handphone dengan kamera yang lumayan bagus kala itu. Ada perasaan senang, karena gambar diri bisa di pajang dimana-mana, ada perasaan penasaran kala foto yang saya hasilkan terlihat tidak maksimal, dan ada rasa campur aduk ketika semua foto itu kini menjadi sebuah koleksi yang berharga (lap air mata pake handuk, hehehe lebay).

Foto Jadul tahun 2006 (by Handphone Camera)

Dan kini, jeng-jeng, saya memiliki kamera DSLR, kamera poket dan kamera handphone, saya memiliki segalanya loh, namun motivasi untuk terus berkarya dengan alat-alat fotografi tersebut beralun-alun kian menipis. Entahlah, karena terhambat waktu, atau pekerjaan tetap yang saya jalani ataukah hanya kebuntuan tentang fotografi itu sendiri. Pada hari itu, 4 Januari 2014, saya kembali terbuka mata dan pikiran (halah lebay lagi) untuk memulai belajar lagi mengenai fotografi. Bagai gayung bersambut, ternyata ada program dari Blogfam yang bernama #ngintipbareng , dan inilah gerbang saya menuju fotografer profesional (Khayalan tingkat tinggi hahaha).

Step by step

Yang menarik di #ngintipbareng adalah learning step by step. Jadi langkah pertama adalah saling sharing pengalaman fotografi yang teman-teman miliki, dan kemudian saling bertukar informasi mengenai fotografi. Setelah saling tukar infiormasi, kemudian kita mulai praktek memoto dengan kamera masing-masing dengan bantuan beberapa orang yang telah berkecimpung dalam dunia fotografi (aka Mas Bengsin dan Mas Gajahpesing). Dan jepret-jepret kita mulai memoto dengan dengan topik pertama yaitu angel.

Angel

Dalam fotografi, sebuah objek yang kita foto akan menjadi sebuah mahakarya karena sudut pengambilan gambar yang bagus sehingga membuat objek yang kita semakin terlihat bagus. Teknik fotografi yang pertama kali kami lakukan adalah Angel (bukan malaikat ya hehehe).

Saya pun membidik objek yang telah ditetapkan yaitu Mba Dahlia dan Mba Injul agar terlihat lebih singset dari aslinya (alias langsing). Dan hasilnya bisa terlihat diatas. Memang tidak terlihat selangsing yang diinginkan, namun saya sudah berusaha ya, jangan salahkan saya hehehe.
Model : Mba Dahlia dan Mba Injul























Melawan Mentari Senja

Apakah mentari senja itu indah?

Iya, sangat indah

Mau kah kau foto dengan ku?

Mau.

Jepret. Dan hasilnya hanya bayang-bayang sepasang manusia dikala mentari senja. 

Hal itu tidak akan terjadi bila kita mampu meyiasatinya dengan teknik fotografi. Ya, bisa saja kita mengunakan teknik flash, atau teknik menaikan ISO untuk kamera DSLR.

Nah ini dia foto dengan Flash dan Non Flash :
With Flash

Non Flash

Dan ini dia beberapa foto belajar saya di #NgintipBareng :





So, mau kan join bareng #ngintipbareng Blogfam ?





  • Share