Yuk Ikutan Resolution Run Demi Mencapai Resolusi Sehat

  • 1/20/2019 07:00:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Resolution Run 2019 Sun Life Financial Indonesia

Awal tahun itu bagus banget untuk melakukan kegiatan yang berimabs pada setahun kedepan. Biasanya awal tahun juga berlomba-lomba bikin resolusi yang fantastis dan cenderung realistis. Salah satu resolusinya adalah lebih sehat dari tahun sebelumnya. Ngga usah jauh-jauh untuk mewujudkannya, karena ada Resolution Run Indonesia 2019 persembahan dari Sun Life di ICE BSD tanggal 20 Januari ini. Tujuannya sih agar lari sambil 'Live Healthier Lives' serta untuk mencegah diabetes. Ternyata bukan hanya di Indonesia saja tetapi diadakan di hampir seluruh dunia seperti Ottawa, Calagry, Atalanta, Toronto, Arizona, San Diego, dan banyak kota-kota lainnya.  

Kalau saya ditanya tentang resolusi, saya hanya fokus pada diet dan traveling. Ya, karena memang sudah saatnya merubah pola makan yang tidak sehat menjadi lebih baik. Saya tidak muluk-muluk menjadi sixpack atau badan bagus, yang penting bisa menurunkan berat badan dan pola makan sehat. Apa sih yang sudah saya lakukan? Terutama pola makan buah yang dulu jarang dilakukan, saya usahakan untuk mengkonsumsi buah setiap hari. Dulu banyak sekali makan nasi, mulai sekarang saya menguaranginya dan mengantinya dengan nasi merah. Kalau kamu, apa sih resolusinya tahun ini? dan hal-hal apa aja yang sudah dilakukan dalam waktu dekat ini? 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Resolution Run 2019 Sun Life Financial Indonesia

Ngobrolin diet dan kesehatan itu memang erat kaitannya. Apalagi ternyata masyarakat Indonesia itu sering mager karena semuanya sudah ada di smartphone. Dalam waktu 5 tahun ini pun angkanya makin naik sekitar menjadi sekitar 30-an persen. Wow berati ada puluhan juta orang yang mager atau males gerak nih termasuk saya hehehe. Males gerak itu memang bikin lemak-lemak dalam tubuh tidak terkikis, malah menumpuk. Akibatnya banyak pentakit yang timbul akibat mager seperti diabetes. 

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika diabetes tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderita.

Apalagi saya yang cukup gemuk merasa perlu memperbaiki pola makan dan olahraga. Mungkin bagi saya ini cukup berat, tapi tidak ada salahnya mencoba berbagai hal demi kesehatan. Oh iya, kalau olahraga yang saya jalani sih olahraga ringan saja seperti jalan santai dan renang. Kalau lari mungkin hanya lari kecil atau tidak terlalu kencang. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Resolution Run 2019 Sun Life Financial Indonesia

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Resolution Run 2019 Sun Life Financial Indonesia

Sun Life Financial Indonesia mengelar Resolution Run 2019 dengan tujuan untuk mencegah penyakit tidak menular seperti diabetes. Resolution Run ini memang sangat menyenangkan karena awal tahun ini kita biasanya memiliki resolusi kesehatan yang cukup banyak namun kadang sulit merealisasikannya. Nah, dengan adanya lomba lari ini maka resolusi 2019 ini akan tercapai dalam waktu relatif singkat. 

Bagi yang belum pro, bisa mengikuti lari 5K dan 10K loh, jadi jangan berkecil hati kalau misalnya ngga bisa langsung marathon seperti Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono. Dua artis ini memang terkenal dengan gaya hidupnya yang sehat dan sering berolahraga, apalagi lari marathon seperti ini. 

Sebelum lomba lari, kita juga sebaiknya mengukur kondisi tubuh seperti apa. Jangan sampai fatal dan menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sebaiknya melakukan persiapan atau latihan terlebih dahulu sebelum mengikuti kompetisi seperti ini. Selain itu persiapkan perlengkapan seperti sepatu dan kaos yang benar-benar menyerap keringat. Minumlah air mineral untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi akan memperparah kondisi tubuh pada saat berlomba. Selain itu juga jangan lupa untuk melakukan pemasanan sebelum perlombaan.

Sedikit banyak pengetahuan tentang lari harus dikuasain agar lomba bisa berjalan dengan lancar dan bisa meraih prestasi yang bagus dan bisa memecahkan rekor pribadi maupun kompetisi. Oh iya, dengan mengikuti Resolution Run kamu juga turut membantu penderita diabetes di Indonesia loh. Kapan lagi ikutan lomba lari sekaligus beramal bagi penderita diabetes, iya kan?

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Resolution Run 2019 Sun Life Financial Indonesia

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Resolution Run 2019 Sun Life Financial Indonesia

Sehat itu sebuah keharusan, dan mulailah dari hal-hal kecil dan merubah sesuatu yang buruk dengan yang lebih baik. Semoga resolusi 2019 ini bisa berjalan dengan baik ya, dan kalian pun tambah lebih sehat dan lebih fit dari tahun-tahun sebelumnya. 


  • Share

Mencetak Petenis Indonesia Yang Mendunia Dengan Combiphar Tenis Open 2018


Dahulu Yayuk Basuki pernah meraih Emas Asian Games tahun 1998 di Bangkok, Thailand. Sebelumnya, ternyata bukan hanya Yayuk saja yang dapat meraih Emas pada perhelatan Asian Games,  ternyata terdapat seorang yang lebih dahulu meraih prestasi membanggakan pada Asian Games tahun 1978 dan 1980 dengan raihan 4 Emas. Beliau adalah Yustedjo Tarik,  atlet nasional tenis.

Saya sangat kagum dengan sosok Yayuk Basuki. Disaat prestasi tenis Indonesia sedang terpuruk saat itu,  Yayuk mampu membangkitkan semangat rekan-rekannya dan menjadi sosok yang pantang menyerah. Tak disangka pada saat Asian Games 1998 di Bangkok,  Yayuk berhasil meriah Emas untuk Indonesia. Begitu bangganya ketika membaca koran pagi itu,  Yayuk dengan bangga mencium medalinya. Podium tertinggi diraihnya berkat perjuangan yang tidak mudah.


Bagaimana dengan penerus Yayuk Basuki? Setelah prestasi gemilangnya, Yayuk Basuki memiliki penerus seperti Wynne Prakusya dan Angelique Widjaja,  namun prestasi mereka meredup setelah terkena cidera serius. Selanjutnya,  saya tidak mendengar apapun mengenai dunia tenis Indonesia.

Jujur saya rindu sekali petenis yang dapat mengibarkan bendera merah putih di perhelatan Asian Games. Apalagi sebentar lagi Asian Games akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang. Tentu saja harapan besar bisa mengharumkan nama Indonesia sebagai tuan rumah. Khususnya untuk cabang olahraga tenis.


PB PELTI sebagai pengambil kebijakan dalam tenis lapangan pun berupaya mengembalikan kejayaan tenis di kacah Internasional. Salah satunya dengan menyelenggarakan turnamen dengan kelas ITF Pro Circuit dengan tajuk Combiphar Tennis Open 2018 yang akan diselenggarakan di lapangan tenis The Sultan Hotel,  Jakarta.

Selama ini kita ingin melihat petenis terus berprestasi, turnamen inilah menjadi salah satu wadah agar atlet muda terpacu untuk berprestasi sehingga rangking dunianya pun meningkat sehingga dapat mengikuti turnamen lain diatasnya. Dulu kita disuguhkan turnamen besar seperti Wimbledon dan Ralond Garros. Semoga kedepannya makin banyak yang dapat mengikuti turnamen ini.



Combiphar dengan bangga terus mensupport petenis dengan menyelenggarakan turnamen ini untuk tiga tahun berturut-turut. Pak Michael Wanandi mengatakan bahwa turnamen ini merupakan salah satu langkah untuk mengkampanyekan "Championing a Healthy Tomorrow". Dan,  ini juga merupakan salah satu momen tepat untuk mendukung para atlet yang akan berjuang  di Asian Games 2018.

Ketua Umun PB PELTI Rildo Ananda Anwar mengungkapkan bahwa turnamen ini sangat strategis karena banyak petenis Indonesia yang mendapatkan keuntungan dan melaju langsung ke babak utama dengan fasilitas wild card.



Turnamen ini akan berlangsung dari tanggal 23 Juli sampai 12 Agustus 2018 dan diikuti petenis profesional berusia 16-30 tahun dari 23 negara seperti negara-negara Asia Tenggara,  Eropa dan Amerika. Dari Indonesia, turnamen ini diikuti oleh Tim Piala Davis Indonesia yaitu Christoper Rungkat,  Justin Barki,  David Agung Susanto,  Anthony Susanto dan Rifqi Fitriadi.


Turnamen ini juga menyediakan poin internasional sehingga dapat memberikan tambahan poin di rangking dunia. Selain itu karena turnamen ini sangat dekat degan Asian Games, maka dapat dijadikan sebagai ajang pemanasan sebelum ajang multi event di Asia tersebut.

Semoga Combiphar Tennis Open 2018 ini dapat meningkatkan prestasi petenis Indonesia dan bisa meraih prestasi tertinggi, Amin. Yuk, dukung atlet muda kita bertanding di The Sultan Hotel, Jakarta.

  • Share

Kemeriahan Penonton Istora Dan Suguhan Sportainment Di BCA Indonesia Open 2016

  • 6/07/2016 11:00:00 PM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

BCA Indonesia Open 2016 sebuah perhelatan akbar salah satu turnamen Bulutangkis di Dunia. Penonton Istora yang bergemuruh mendukung seluruh atlet Indonesia bahkan Dunia, kemudian fasilitas turnamen yang lengkap dan hiburan untuk penonton pun tak kalah dengan sebuah mall yang penuh dengan area permainan. Indonesia harus bangga dengan peraihan BCA Indonesia Open sebagai salah satu turnamen terbaik di Dunia. Saya pun sangat bangga karena saya cinta Bulutangkis. I Love Badminton.

Sebelum turnamen Indonesia Open, masih segar diingatan saya ketika pahlawan muda Piala Thomas berhasil melaju ke Babak Final dan menantang Denmark. Saat itu, Jonathan Christie, Anthony Ginting, Ihsan Maulana, Kevin Sanjaya, Gideon Markus, Ricky Suwandi dan Angga Pratama berhasil membuktikan bahwa pemain muda pun mampu menunjukan komitmen mengharumkan nama Indonesia di Thomas Cup.

Euforia kemenangan tentunya memacu pemain muda lain untuk berprestasi lebih. Terbukti, pada Indonesia Open 2016, sejumlah pemain muda terutama di ganda putri mampu melaju ke perempat final turnamen ini. Apalagi, Ihsan sempat melaju ke semifinal dan memberikan perlawanan kepada Datok Lee Chong Wei, sang juara tunggal putra Indonesia Open.

Dimana ada perjuangan, disitu ada prestasi yang membanggakan. 

Gemuruh Penonton Istora



Sudah bukan rahasia lagi kalau Istora memiliki aura penonton yang luar biasa. Istora memiliki kenangan manis saat Sudirman Cup pertama kali direbut Indonesi pada tahun 1989, kemudian saat Indonesia berhasil mengawinkan Piala Thomas dan Uber tahun 1994. Kala itu Mia Audina, gadis kecil berusia 14 tahun menjadi pahlawan Uber dengan mengalahkan Zhang Ning. Pun saat 2008, ketika Tim Piala Uber menjejakan langkah di Final melawan tim Tiongkok. Saat itu Penonton Istora dengan bangga mendukung atlet berjuang. Maria Kristin, Liliyana Natsir, Vita Marissa dan Adriyanti Firdasari menjadi pejuang sejati, walaupun kalah namun memberikan perlawanan yang luar biasa berkat suport penonton Istora.

Ketika masuk kedalam Istora, seketika hati ini bergetar. Entahlah, namun rasa bangga terhadap atlet dan negara Indonesia seakan bergemuruh dan tak henti-hentinya diterikan. In Do Ne Sia jeng jeng jeng, In Do Ne Sia jeng jeng jeng. Senang dapat merasakan kemenangan dan tetap memberikan support terhadap atlet yang mengalami kekalahan.


Bukan Olahraga Semata Namun Sportainment



BCA Indonesia Open 2016 telah berlalu, namun keriuhannya tak akan pudar, bahkan foto-foto masih tetap tersebar di social media sampe sekarang.

Bukan sekedar olahraga, namun banyak hiburan yang menambah kemeriahan turnamen berhadiah total USD 900.000. Mulai dari 3D Tricky Eyes, Games Seru, Wall of Fame Pemain Bulutangkis Indonesia, Food & Drink Stand, dan masih banyak lagi hiburan lainnya.


Bahkan tahun 2016 ini, penonton disuguhkan live music di  sekitar arena pertandingan Bulutangkis. Jadi kalau bosen dengan pertandingan atau jenuh bisa main-main di luar untuk sekedar membeli minuman atau makanan, main games atau selfie bersama maskot BCA Indonesia Open.

Hasil Turnamen BCA Indonesia Open 2016


Pencapaian terbaik pebulutangkis Indonesia hanya sampai babak semi final yang diwakili oleh Ihsan Maulana Mustofa. Ihsan harus mengakui keunggulan Datok Lee Chong Wei dua set langsung dan kemudian pada babak Final Datok Lee kembali mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain yang bisa menyamai rekor pebulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat, dengan menjuarai Indonesia Open sebanyak 6 kali yaitu pada tahun 2007, 2009, 2010, 2011, 2013 dan 2016.

Ihsan Maulana seperti dua rekan tunggal putra, Jonathan Christie dan Anthony Ginting, sedang menimba ilmu dari pebulutangkis papan atas Dunia, sehingga diharapkan dalam 2 tahun mendatang mampu sejajar dengan top 10 pebulutangkis Dunia. Amin.


Lain Lee Chong Wei, lain pula Xu Chen dan Ma Jin, pasangan asal Tiongkok ini mampu mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu. Pada saat itu, Xu/Ma mampu mengalahkan pasangan rekan negaranya yaitu Zhang Nan/Zhao Yunlei. Kim Ha Na/Ko Sung Hyun mampu menahan laju Xu/Ma dengan pertarungan tiga set yang seru dan berakhir dengan skor 21-15, 16-21, 21-13. Xu/Ma mampu membuktikan bahwa karir Bulutangkis yang hampir tengelam kemudian bangkit kembali.


Misaki Matsutomo dan Ayaka Takahashi asal Jepang mampu membungkam ganda asal Tiongkok, Yu Yang dan Tang Yuanting yang sebelumnya diunggulkan untuk menjuarai BCA Indonesia Open. Melalui pertandingan yang seru, tiga set, Misaki/Ayaka akhirnya keluar sebagai juara dengan skor 21-15, 8 -21, 21-15. Misaki/Ayaka sangat konsisten pada beberapa bulan belakangan ini. Bukan tidak mungkin Medali Olimpiade pun akan mudah didapat apabila permainan mereka dalam kondisi bagus.


Tai Tzu Ying, pebulutangkis asal Taiwan keluar sebagai juara dalam pertandingan Tunggal Putri BCA Indonesia Open 2016. Tai Tzu mampu mengalahkan tunggal putri asal Tiongkok yang merupakan unggulan ke 4 di turnamen ini, Wang Yihan. Tai Tzu mampu menaklukan Yihan dalam dua set langsung.

Sumber : Sport Sindo
Lee Yong Dae dan Yoo Yeon Seong, pasangan ganda putra asal Korea Selatan mampu mengalahkan ganda asal Tiongkok, Chai Bao/Hong Wei. Pada set pertama, Lee/Yoo takluk 13-21, namun di dua set berikutnya keadaan berbalik 21-13 dan 21-16 untuk kemenangan pasangan Korea Selatan peringkat 1 Dunia ini.

BCA Indonesia Open Raih Predikat Turnamen Terbaik Versi BWF



BCA Indonesia Open 2016 meraih predikat sebagai Turnamen Bulutangkis Kelas Superseries terbaik Versi BWF (Badminton World Federation) selama 4 kali berturut-turut. Wow, selamat atas raihan ini, semoga di tahun mendatang, BCA Indonesia Open mampu meraih untuk perdikat tebaik kelimanya. Seperti yang diketahui, tampilan turnamen kali memang sangat special, mulai dari tata cahaya yang bagus, penonton yang seru dan ramai, games seru dan seluruh fasilitas yang diberikan sangat istimewa dibandingkan dengan turnamen lain di belahan Dunia lainnya.

Tidak mengherankan apabila turnamen ini layak dan sangat pantas mendapatkan predikat terbaik. Selamat sekali lagi dan terus pertahankan predikat yang membuat bangga negara Indonesia di pentas Dunia.

Punya Foto Selfie Seru Di Istora,  Yuk ikutan Lomba Om Beres


Nah, ini dia yang ditunggu-tunggu oleh pecinta selfie di seluruh Indonesia yang kemaren sempet nonton di Istora, ada lomba foto berhadiah jutaan rupiah dan raket yang ditandatangni oleh atlet Bulutangkis Indonesia.

Langkah-langah yang harus diikuti
1. Like Fan Page Facebook Om Beres di http://www.facebook.com/omberes
2. Selfie dan abadikan momen seru pada saat menonton langsung di BCA Indonesia Open 2016.
3. Share di Facebook Om Beres dan sertakan hashtag #EaaForIndonesia dan #RinduJuara

10 Foto terbaik akan memenangkan raket bertanda tangan atlet dan Flazz BCA sebesar Rp 500.000.
49 foto terfavorite (Like Terbanyak) akan memenangkan Flazz BCA sebesar Rp 300.000.

Foto ditunggu sampai dengan tanggal 10 Juni 2016. Pengumuman pemenang akan diumumkan di http://www.facebook.com/omberes pada tanggal 15 Juni 2016.
  • Share