Batik "Matching"


Batik menjadi salah satu pilihan menarik dalam berpakaian. Kesan yang formal dan kaku seolah-olah kian luntur setelah batik dijadikan pakaian keseharian yang digunakan dalam berbagai acara baik kondangan, kerja, sekolah, bermain, liburan dan lainnya. Batik menjelma menjadi bunglon yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan suasana. Kini Batik merubah taglinenya dari “Formal” menjadi “Resmi bisa santai bisa”. 

Salah satu tonggak besar sejarah perbatikan Indonesia adalah ketika presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Euforia memakai batik pun kian menjadi, bahkan institusi pemerintah turut mendukung hari tersebut dengan mewajibkan pemakaian batik pada tanggal 2 Oktober setiap tahunnya. Kian hari, animo masyarakat untuk memakai batik kian menjadi, sehingga setiap jumat kini terlihat beberapa orang yang lalu lalang mengenakan busana yang kian modis dan menawan coraknya.

Tak heran bila pasar kain dan pasar batik di berbagai daerah kini banjir dengan batik dalam bentuk kain dan pakaian jadi. Di Pekalongan misalnya, kota yang dikenal sebagai pusat batik di Jawa Tengah, selain kota Solo, juga memiliki beberapa daerah sentra batik, salah satunya kampung kauman di sekitar jalan Hayam Wuruk. Imbas dari merebaknya batik, dibeberapa daerah kini dibangun pusat grosir, salah satu yang terkenal adalah Pusat Grosir Cililitan di Jakarta.

Batik “Matching”

Memilih batik bagi saya itu seperti memilih calon istri, harus yang pas dan sesuai, kalau kurang pas dan nyaman, bisa-bisa akan berakhir di tumpuk saja di lemari. Bahkan akan berujung dengan memberikannya pada saudara atau keluarga. Dalam memilihnya usahakan tepat warnanya, ukuran, bahan dan disesuaikan dengan bawahan seperti celana bahan ataupun jeans. Bisa disingkat dengan WUBB.


Warna

Warna batik untuk cowok memang terbatas, namun tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa warna yang tidak sering di pakai seperti biru, ungu atau bahkan merah muda. Kalau saya biasanya memilih berdasarkan suasana atau situasi dalam memakainya. Kalau dipakai untuk kerja dan formal, memilih warna gelap seperti cokelat, biru tua dan hijau tua sangat disarankan. Namun, apabila dalam suasana santai warna cerah biru laut dan ungu bisa menjadi pilihan saya.

Ukuran

Ukuran atau size batik jadi bahan pertimbangan juga dalam memilihnya, karena tidak mungkin size anda XL lalu memakai M atau S. Nah, untuk tips dari saya, usahakan memilih satu size diatas dari ukuran yang semestinya, hal ini berguna apabila mengalami kegemukan, namun apabila dalam keadaan gemuk dan ingin berusaha kurus, maka satu size dibawah ukuran yang seharusnya sangat disarankan. Semangat yang diet seperti saya ya kaka.

Bahan

Usahakan memilih bahan yang “adem” dan agak tebal karena pada musim panas seperti sekarang, batik akan menjadi pilihan pakaian untuk jalan-jalan maupun pada kesempatan lain seperi reuni teman SMA dan kuliah ataupun halal bi halal yang tengah akan marak digelar.

Bawahan

Nah memilih bawahan itu sama dengan memilih pekerjaan, apabila pekerjaan itu cocok maka menjalaninya pun dengan senang hati tanpa mengeluh, namun apabila tak sesuai dengan yang diharapkan, maka dengan berat hati dijalani. So, dalam memilihnya pun harus berhati-hati. Bawahan yang biasa digunakan bisa celana bahan, jeans dan celana pendek.

Pada suasana formal, celana bahan menjadi pilihan yang pas dan cocok. Pada kesempatan santai, jeans merupakan pasangan sehati batik. Bisa dibilang inilah yang paling “match” untuk bawahan batik pada kesempatan ini.

Untuk celana pendek, pada saat liburan, cobalah bereksperimen dengan memakai batik dengan bahan “adem” dan menyerap keringat dan mengunakan bawahan celana pendek. Pasti akan terlihat sangat “kece” dengan padu padan seperti itu.

Lalu dimanakah tempat belanja bawahan itu?

Jawabannya bisa bervariasi, bisa di pasar, mall atau belanja online. Untuk kondisi yang sedang balik dari kampung halaman yang mengalami kemacetan berbelanja online pun jadi pilihan yang menarik, sama dengan pekerja kantoran yang tengah di kejar deadline berbelanja online pun sangat oke.

 Zalora Fashion Fever Week

Nah mumpung masih bulan Juli yang penuh berkah ini, Zalora mengelar Zalora Fashion Fever Week pada tanggal 22-31Juli 2015. Beberapa brand yang ikut meramaikan Pesta Diskon di Zalora antara lain beberapa brand jeans seperti Levis dan Lois, ada juga Point One, Dr Kevin dan brand lain masih banyak lagi. Untuk pilihan batik, memang masih sedikit di Zalora, namun atasan lain seperti kemeja formal juga bisa dijadikan pilihan belanja yang pas. Info lebih lanjut mengenai Zalora Fashion Fever Week bisa dilihat disini.

Kemudahan seperti pengiriman dengan free ongkos kirim, pengantaran sampai tujuan dengan jaminan sampai saat hari yang ditentukan dan sistem pembayaran online maupun cash pun bisa didapatkan melalui zalora.

Nah, belanja mudah dan tidak merepotkan ini, selain menghemat waktu juga menghemat bahan bakar karena tidak keluar rumah, dan cukup menunggu beberapa hari pengiriman. So, kapan kamu mau beliin saya celana jeans itu di Zalora. :D
  • Share

Cerita Pulang Kampung dan Lebaran

Cerita Pulang Kampung dan Lebaran 1

Sebelum berbicara panjang lebar ijinkan saya mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1436 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin" maafin semua kesalahan saya ya. Kosong-kosong ya.

Dari kisah beberapa teman pada saat pulang kampung atau mudik lebaran kemarin memang banyak yang bisa diungkapkan dengan cerita yang panjang dan lama. Pernah dengar kalau mau pulang kampung, sebagian teman mengunakan jasa pengiriman barang dan memaketkan beberapa barang yang memang tak mampu di muat oleh kendaraan pribadi atau memang sengaja mengirimkan barang karena mengunakan transportasi umum misalnya kereta api atau pesawat terbang. Mungkin lebih praktis saja kalau hanya membawa beberapa barang bawaan supaya tidak begitu repot di transportasi umum.

Sudah beberapa tahun belakangan, saya mengunakan kereta api pada saat mudik lebaran. Selain tepat waktu, juga sangat nyaman sekali mengunakan moda transportasi ini. Apalagi sekarang ini pemesanan tiket sudah mengunakan sistem online sehingga memudahkan pembeli. Namun, apabila kesulitan dengan pemesanan secara online via internet, dapat mengunakan jasa seperti Indomaret, Alfamart dan beberapa rekanan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang tersebar luas di beberapa wilayah Indonesia.

Cerita Pulang Kampung
Cerita Pulang Kampung dan Lebaran 2
Abaikan Sang Kondektur :D
Kampung halaman itu menyimpan semua kenangan masa lalu, segalanya bermula dari kampung, dan ingin sekali mengulang semua cerita masa lalu itu. Cerita pulang kampung pun banyak lika-likunya, sampai-sampai beberapa waktu lalu Barong "Nusantara" Wardhana mengeluarkan single terbaru berjudul "Pulang Kampung".

Beberapa potong lirik lagunya menceritakan sebuah kerinduan akan kampung halaman, orang tua, saudara, dan teman semasa kecil yang kini telah beranjak dewasa. Sebuah ungkapan rasa dan syahdunya mengungkapkan rasa rindu yang tertahan entah berapa lama, mungkin saja satu tahun, atau dua tahun bahkan ada beberapa tahun tak pulang ke kampung halaman.

Pulang kampung seakan mengingatkan kembali betapa seberapa jauh kaki melangkah mencari ladang penghasilan di kota atau bahkan negeri orang, kita akan selalu memiliki rumah tempat singgah yang memiliki kehangatan yang masih sama, bahkan kadarnya tak larut di makan oleh waktu.

Bait terakhir seakan mengungkapkan bahwa orang tua lah yang membuat kekuatan dan semangat pulang kampung selalu ada. Mengikuti alunan lagu sambil mengenang masa kecil dalam belaian dan lagu-lagu syahdu tentang masa depan yang telah tergapai sekarang.

Sejauh ku melangkah, dimana pun aku berada
oooo ...
Rindu, rindu, aku rindu ... tunggu saja aku
Ayah Ibuku kan datang kehangat pelukmu

Nyanyian lagu-lagu kecilku, belai rambut seperti dulu 
Nyanyikan lagi senandung syahdu 

Video Clip Pulang Kampung - Barong




Lebaran


Opor ayam, sambal goreng ati dan lontong atau ketupat menjadi menu utama di setiap rumah diseluruh pelosok negeri yang tengah merayakan Idul Fitri. Momen kemenangan, momen silaturahmi, dan momen liburan tentunya.

Silaturahmi dengan sanak saudara itu hal wajib, namun hal sunnah yang sering saya lakukan tak lain tak bukan adalah bertemu teman lama yang bahkan beberapa tahun ini tidak bertemu. Entah mungkin saja karena selain saya jarang pulang kampung, hanya sesekali atau dua kali dalam setahun saja, sehingga jarang bertemu dengan teman lama di Pemalang.

Salah satu sahabat lama yaitu Erlangga dan Istrinya Dian, kesehariannya tinggal dan bekerja di Jakarta, namun karena kepadatan jadwal masing-masing, akhirnya mau tidak mau bertemu di Pemalang pada momen mudik kali ini. Banyak obrolan seru yang masih belum tuntas untuk diperbicangkan. Apalagi kami memiliki problem berat badan yang hampir sama, bulet-bulet dan penuh dengan lemak.

Untuk kedepannya, menjadi sehat dan langsing (bukan langsung seperti sekarang ini) adalah imipian ideal yang harus dicapai dalam beberapa bulan.

Saya ingat, dahulu, sewaktu SMA, saya mengirimkan surat kepada kedutaan besar Jepang di Jakarta, isinya mengenai permintaan buku mengenai budaya di Jepang. Kalau tidak salah sekitar tahun 2002 saya mendapatkan buku tersebut. Dan, tak disangka dalam 10 tahun kemudian, impian saya ke Jepang menjadi kenyataan di tahun 2012. Benar-benar sebuah kekuatan impian.

Oh iya, ngomongin masalah liburan dalam rangka lebaran kali ini, ada rencana #LebaranTrip kemana? Kalau saya #LebaranTrip kali ini akan ke beberapa kota yaitu Pekalongan, Semarang, Cirebon dan Bandung. Jadi, Nikmati liburan dengan #LebaranTrip ya. Kalau kamu kemana donk liburannya?


  • Share

Detektif Social Media Joe Hua Tang Mo



Setiap manusia memiliki dua identitas kehidupan, identitas dalam kehidupan nyata dan identitas dalam kehidupan dalam dunia maya
Kehidupan di dunia ini memiliki sisinya sendiri, sisi baik, jahat, buruk, baik, bahagia, sedih dan sebagainya sebagainya. Dalam dunia lain, dunia maya, segalanya bisa berubah dari dunia nyata saat ini. Bisa saja seseorang dengan status sosial yang tinggi, berubah menjadi seorang biasa saja dalam dunia maya, atau sebaliknya seorang yang hanya pengangguran bisa saja mengaku beruang dan memiliki banyak rumah. Dunia maya itulah dunia yang serba unreal dan surreal. Tampak nyata namun tak nyata.
Perkembangan social media, sebagai salah satu gaya hidup, mengubah mindset yang saat ini berubah dari jaman tatap muka menjadi jaman social media. Apapun yang terjadi di social media, bisa jadi cerminan dari kehidupan nyata, namun tak semua yang maya atau semu itu benar adanya.

Joe, Sang Detektif Social Media

Joe, diperankan oleh Kao Jirayu, tokoh sentral dalam film yang berdurasi sekitar 120 Menit. Joe mempunyai kehidupan kedua di dunia maya. Dalam dunia maya, Joe merupakan detektif yang siap menyelidiki identitas seseorang melalui penelusuran social media yang dimiliki oleh sang target.
Sebelum melakukan aksinya, Joe menerima permintaan melalui pesan singkat dari kliennya. Kemudian setelah menerima pesan, Joe menelusuri sang target melalui social media yang dimilikinya. Facebook, Chat dan social media pun diperiksa satu persatu. Hua Tang Mo, identitas dunia maya Joe, digambarkan sebagai pria dengan kepala besar. Hua Tang Mo dapat menyelinap masuk ke social media siapapun tanpa terkecuali.
Hua Tang Mo dalam setiap misinya tidak memungut bayaran kepada setiap wanita, dan sebaliknya apabila terdapat pria yang ingin mengunakan jasanya, harus membayar setidaknya 10.000 Baht. 

Sang Magician
Hua Tang Mo kali ini mendapatkan misi khusus dari seorang kakek. Kakek tersebut kehilangan uang setelah kalah bermain taruhan tebak skor sepak bola secara online. 
Saat kakek itu meminta Hua Tang Mo untuk menyelidiki sang aktor dibalik pengelapan uang, sang kakek pun harus merogoh kocek memenuhi permintaan Hua Tang Mo yang mengharuskan kakek membayarnya sebesar 10.000 Baht.
Hua Tang Mo mulai menyelidiki sang pengelap uang dari social media yang dimiliki. Dengan cepat Hua Tang Mo menemukan lokasi sang pengelap uang melalui IP address. Hua Tag Mo berubah menjadi Joe guna melacak keberadaan sang pengelap uang. Identitas sang pengelap uang merupakan sang magician dengan topi hitam dan sangat misterius.
Dalam pencariannya, Joe bertemu dengan teman kawanita sang magician. Alur cerita berkembang setelah akhirnya Joe begitu dekat dengan teman wanita sang magician. Joe sengaja meraih simpati teman wanita agar mengetahui secara jelas dan dapat melacak langsung keberadaan sang magician.
Sang kakek yang kesal dengan Hua Tang Mo karena kemoloran pencarian idenstitas sang magician, akhirnya menyewa tukang pukul dalam dunia maya untuk menghakimi Hua Tang Mo.
Seketika cerita berubah ketika Joe mengetahui identitas asli sang magician. lalu bagaimana akhir cerita Joe sang detektif dunia maya ini. Silahkan menonton di bioskop terdekat.
Pesan cerita
Seperti yang telah disampaikan dalam awal cerita, pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa dunia maya rawan dengan penipuan dan lintas identitas sehingga rambu-rambu dalam dunia maya pun harus dimiliki oleh sang penguna dunia maya atau social media yang kian marak belakangan ini.
Film ini sangat menghibur dengan kualitas animasi dan pengambilan gambar yang bagus. Disamping karakter kuat Hua Tang Mo, karakter pendukung seperti tukang pukul, kakek dan sang magician juga memberikan warna tersendiri dalam film ini.
Secara keseluruhan film Thailand ini bagus dalam membidik pasar Indonesia yang memiliki ketergantungan terhadap social media. Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun, muncul film Indonesia bertema serupa. 
Trailer 

Informasi Film 
Sutradara : Liawsirikun Kittikorn
Pemeran : Kao Jirayu, Ariigantha Mahapleasrkpong
Genre : Drama Komedi
Tayang Perdana : 11 Juli 2015




  • Share

Film Review : Surga Yang Tak Dirindukan

Sumber : http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00074539.html
"Satu hal yang harus kamu tahu, kamu sudah berhasil  menghancurkan dongeng saya, hanya untuk menghidupkan dongeng kamu" ucap Arini kepada Mei Rose.
Mungkin percakapan antara Arini dan Mei Rose terkesan puitis dan mengarah pada sebuah sudut pandang sebagai "wanita" yang menganggap bahwa "wanita" lain turut menghancurkan sebuah dongeng yang telah Arini bangun selama ini. Namun, konteks percakapan tadi bukanlah murni konfilk di film "Surga Yang Tak Dirindukan".

Sebelum membahas alur film dan para pemain, mari kita melihat sebuah buku yang ditulis oleh Asma Nadia dengan judul sama "Surga Yang Tak Dirindukan". Buku ini telah beredar sekitar tahun lalu, tepatnya Juni 2014. Berangkat dari buku tersebutlah, sebuah film garapan sutradara Kuntz Agus ini hadir ke tengah masyarakat.

Buku ini mengupas dongeng Arini, Prasetya dan Mei Rose yang berusaha menghidupkan dongengnya sendiri diantara himpitan-himpitan serta masalah kehidupan yang melanda. Polemik poligami mendasari buku dan film ini. Menurut saya, MD Pictures sangat berani mengangkat isu poligami, namun setelah menyaksikan secara langsung dan runtut dari awal sampai akhir, saya pun memberikan dua jempol kepada produser serta semua yang telah bekerja untuk film ini.

Lalu apakah film ini mempunyai kemiripan dengan Ayat-Ayat Cinta yang telah membesarkan nama Fedi Nuril yang telah sukses sebelumnya. Jawabannya, tergantung dari persepsi yang menonton film ini. Apabila dikaitan dengan Fedi Nuril, Ayat-Ayat Cinta memang sangat lekat, apalagi Ayat-Ayat Cinta sangat sukses dan merupakan salah satu box office film Indonesia, sehingga ekspektasi tinggi selalu melekat dalam film yang mempunyai genre serupa dengan Ayat-Ayat Cinta. Namun, kehadiran Laudya Cynthia Bella dan Raline Shah setidaknya memberikan kesan berbeda dan berusaha lepas dari bayang-bayang Ayat-Ayat Cinta.  

Bermula Dari Dongeng Madaniah

Arini (Laudya Cynthia Bella) suka mendongeng madaniah, sebuah dongeng yang menceritakan kebaikan yang dibalut dengan cerita lucu, maksudnya agar pesan itu tersampaikan kepada anak-anak asuhannya. Madaniah dikisahkan seorang anak perempuan yang memiliki ayah dan bunda yang sangat menyayangi anaknya, dan  selalu memberikan pesan kebaikan dengan tujuan akhir surga yang indah.

Pertemuan Prasetya (Fedi Nuril) dan Arini terjadi ketika dongeng madaniah dituturkan oleh Arini di sebuah pendopo. Pertemuan tak dapat di elakan. Hati itu dipersatukan oleh sebuah restu dari orang tua Arini. Akhirnya, ikatan suci pun di gemakan di sebuah Masjid nan suci setelah beberapa bulan berta'aruf. Demikianlah sebuah dongeng madaniah itu bermula, sebuah dongeng yang indah, seindah surga yang mereka impikan berdua. Menjalin kasih dengan ridho sang Maha Kuasa.

Siapa sangka biduk rumah tangga dan dongeng  yang mereka bangun tak semulus yang dikira. Malapetaka itu hadir ketika sebuah proyek yang ditangani oleh Prasetya mundur dari jadwal semula. Belum sempat bernafas, lagi-lagi sebuah guncangan pun turut memberikan dampak luar biasa, ketika sebuah mobil mengalami kecelakaan. Prasetya yang melihat mobil tersebut kemudian berusaha menolong dan kemudian membawanya ke rumah sakit. Dari sinilah, kesetiaan Prasetya diuji ketika mendapati wanita yang ditolongnya ternyata tengah hamil dan segera melahirkan seorang anak.


Dalam kondisi genting, Prasetya menyetujui untuk bertangung jawab atas kelahiran anak dari wanita tersebut. Alhamdulillah, bayi tak berdosa tersebut lahir dengan selamat. Kemudian Prasetya memberikan mana Akbar Muhammad. Karena Akbar merupakan sebuah kekuatan bagi wanita yang sebatang kara ditinggal suami, Ayah yang lumpuh, dan Ibunya yang bunuh diri ketika masih berusia belasan.

Malam itu, Prasetya ingin melihat wanita bernama Mei Rose (Raline Shah). Namun, betapa terkejutnya Prasetya yang mendapati ruang perawatan Mei Rose kosong, dan menemukan Mei Rose yang hampir bunuh diri. Melalui perbincangan, Prasetya berusaha mencegah Mei Rose bunuh diri. Namun, Mei Rose tetap melompat, Prasetya menangkap tangan Mei Rose dan berjanji akan menikahinya, dengan syarat Mei Rose tetap hidup demi anaknya.

Sebuah dongeng baru pun digaungkan, Prasetya menikahi Mei Rose karena sebuah janjinya. Begitulah ujian awal bagi Arini dan Prasetya. Selang beberapa hari kemudian, Ayah Arini meninggal dunia. Arini kaget ketika mengetahui bahwa Ayahnya memiliki istri selain ibunya. Ayah Arini poligami. Disaat itulah, Prasetya jadi serba salah untuk mengungkapkan pernikahan kedua yang telah dilaksanakan.

Sampai suatu hari, Arini menemukan sebuah struk pembelian obat untuk Akbar Muhammad Prasetya, dan menelusuri rumah sang empunya. Adegan Arini mendapati Prasetya dan Mei Rose ini begitu mengejutkan. Apalagi ketika Arini mengunjungi rumah Mei Rose dan mengatakan kalimat yang telah saya sampaikan sebelumnya.

Cerita berlanjut ketika Arini yang tahu pernikahan itu, dan tak dapat menerimanya. Namun, Prasetya tetap menyakinkan Arini bahwa apa yang dilakukan adalah atas tujuan mulia, menyelamatkan kehidupan orang. Arini masih tak percaya, apakah sebuah pernikahan saja yang mampu menolong Mei Rose dari bunuh diri.

Cerita berlarut ketika Arini dan Prasetya pisah rumah. Nadia, putri keduanya pun merasakan hal yang sangat berbeda dari kedua orang tuanya. Nadia ingin Ayahnya dapat menemaninya setiap malam.

Keharmonisan ketiga orang itu pun diuji kembali ketika Prasetya mengalami pengeroyokan oleh beberapa orang dan akhirnya masuk ke rumah sakit. Lambat laun, Arini menerima kehadiran Mei Rose dan tinggal serumah dengan Prasetya. Lagi-lagi, sebuah endingnya pun cukup mengejutkan saya. Ketika Mei Rose, akhirnya menitipkan Akbar, dan pulang kembali ke rumah Ayahnya.

Lebaran 2015

Film ini akan mulai ditayangakan di bioskop di seluruh Indonesia pada Lebaran 2015. Menurut saya, film ini merupakan cerita realita yang bisa terjadi pada siapa saja tak terkecuali. Banyak hikmah yang dapat diambil selepas menyaksikan film yang menyusuhkan sisipan komedi dan hiburan berupa dongeng madaniah.

Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap kerja keras kru dan artis pemeran film "Surga Yang Tak Dirindukan." Saya memberikan rate 4 dari 5 bintang.

Trailer 




Cast 


Sutradara : Kuntz Agus
Produser : Manooj Punjabi
Pemain : Laudya Cynthia Bella, Fedi Nuril, Raline Shah, Sandrinna Michelle

  • Share

Serunya Nonton Final Hijab Hunt 2015

  • 7/11/2015 05:22:00 AM
  • By Salman Faris
  • 2 Comments



Sebuah whatsapp masuk dari Mas Gajahpesing yang mengajak saya dan beberapa member Blogfam untuk menyaksikan malam final Hijab Hunt 2015. Saya membaca beberapa deretan pengisi acara, MC dan dewan juri yang akan hadir dalam malam final itu. Saya baca pelan-pelan seperti membaca sebuah surat penting dari sahabat pena. Pupil mata ini membesar ketika saya mengeja sebuah nama familiar. Desy Ratnasari, iya artis idola saya dari jaman SD sampai sekarang ternyata menjadi Juri di ajang ini.

Sontak saja saya mengiyakan undangan tersebut. Antusiasme saya bertambah karena dari sejak kecil saya belum pernah secara langsung bertatap muka dengan Desy Ratnasari. Wajar saja saya sangat gembira. Sebut saja saya jadoel atau tidak kekinian atau bahkan norak, namun perasaan itu terkalahkan oleh keinginan menemui langsung dan berfoto dengan Desy.


Malam itu, suasana Mahaka Square berubah meriah ketika 8 Finalis Hijab Hunt 2015 berjalan melewati penonton. Ninda, Carla, Mayang, Devi, Wiedya, Sabrina, Rusfa dan Bella mengenakan pakaian rancangan dari Dian Pelangi Collection. Setelah parade Finalis, kemudian Marcell hadir ke tengah panggung membawakan lagu "serasa". Bagi saya, menonton langsung performance dari Marcell sangat menyenangkan, suara soft dan berkarakter membuat penonton hanyut dan menikmati sajian lagu dari Marcell.

Hijab Hunt merupakan ajang yang memberikan kesempatan pada generasi muda Islam yang memiliki kemampuan seni tinggi dan tak lupa memiliki pengetahuan mengenai agama Islam secara menyeluruh, sehingga tak heran pada malam tersebut para finalis menyedot perhatian penonton dengan tampilan memukau.

Teh Desy dan Neng Bella
Tampil pertama kali Mayang dari Banten yang membawakan lagu dari Jessie J "Price Tag". Lagu yang sangat familiar membuat saya tak ragu untuk ikut menyanyi bersama Mba Dahlia. Namanya juga penonton yang suka nyanyi, jadi tidak ragu-ragu untuk buka mulut lebar-lebar dan mengucap beberapa lirik lagu yang saya hafal. Kalau saja di layar terdapat lirik lagu, pasti saya tidak akan terbatah-batah mengikuti Mayang yang luwes menyanyikan lagu itu.

Devi dari Bandung muncul dengan boneka doraemon dan susan. Kemampuan meniru suara boneka pun patut diacungi jempol. Dua jempol untuk Devi. Meniru suara susan memang sudah biasa, namun untuk menirukan suara doraemon yang serak-serak basah, hanya bisa dilakukan oleh expertise dan harus didahului dengan latihan yang tak biasa. Memang karunia Allah Swt itu luar biasa, Devi dengan lancar berbicara bak doraemon yang lucu. Setelah meniru suara boneka, Devi pun menyanyikan lagu "Masa Kecil".

Carla dari Jakarta menunjukan aksinya dalam bela diri dan menyanyikan sebuah lagu "One Last Time". Dilanjutkan dengan Wiedya dari Purwakarta yang mahir menarikan tarian jaipong. Namun, sebelum Wiedya tampil, Ike Nurjanah menghibur penonton dengan "Dengan Menyebut Nama Allah".

Penampilan Bella membawakan lagu "Ibu"
Bella dari Jakarta memegang sebuah gitar kecil. Sebelum mulai memetiknya, sebuah lantunan ayat suci Al Quran bergema di gedung malam itu. Kemudian memetiknya sesuai melodi yang mengalun di tengah penonton yang meneriakan nama Bella. Lagu Ibu di nyanyikan dengan sangat baik. Saya pun larut. Beberapa bulan lalu, saya pun kehilangan Mamah. Antara sedih, haru, dan mengenang semua masa lalu bersama beliau. Ah, mungkin Mamah telah bahagia di sana. Amin.

Ninda menyihir penonton dengan lagu "I Have Nothing"
Selanjutnya Rusfa dari Aceh menampilkan tarian kontemporer. Diikuti dengan Sabrina yang melantukan Ayat-Ayat Suci Al Quran. Dan ditutup dengan penampilan Ninda yang memukau seluruh penonton dan juri dengan lagu Whitney Huston dengan "I Have Nothing". Tata lampu yang meriah dan warna-warni membuat penampilan Ninda lebih istimewa. Apalagi lagu yang dinyanyikan sangat familiar dan mudah dinyanyikan.

Sebelum pengumuman pemenang, Marcell dan Ike Nurjanah menghibur penonton dengan lagu "Candu Asamara". Lagu tersebut terlebih dahulu di populerkan oleh Marcell dengan partner terdahulunya yaitu Cici Paramida.

Ben Kasyafani, Laudya Chintya Bella dan Indra Herlambang, Trio MC Hijab Hunt 2015 mengumumkan beberapa pemenang diantaranya Pemenang Favorite, Juara 3, 2 dan 1. Di saat peristiwa mendebarkan tersebut, saya pun merasakan aura yang sama, sangat mendebarkan.

Pemenang Favorite jatuh kepada Sabrina dari Medan. Kemudian Juara 3 adalah Devi asal Bandung dan Juara 2 adalah Ninda asal Lombok.

MC, Juri dan Sabrina
Untuk mengumumkan pemenang pertama, Desy Ratnasari telah berada diantara 5 finalis diatas pangung. Suasana berdebar-debar diiringi dengan sahut-sahutan antara pendukung finalis, kemudian Teh Desy berputar-putar ke satu finalis ke finalis lain. Dan, diakhiri dengan pengalungan selempang pemenang kepada Bella dari Jakarta.

Selamat kepada seluruh pemenang Hijab Hunt 2015, luar biasa penampilan para finalis malam tersebut. Tak lupa ucapan salut kepada panitia dari Trans 7 dan Detik.com. 

Baca Juga :
  • Share

Konser Syukur Atas Cinta & Kehidupan



Tepat tanggal 27 Juni lalu, sebuah konser musik untuk pendidikan anak bertajuk Syukur Atas Cinta dan Kehidupan di gelar di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. Konser ini merupakan persembahan anak-anak Sanggar Anak Akar yang menyajikan beberapa penampil termasuk Akar Grandsamble yang dibesut oleh pengelola Sanggar Anak Akar.

Dalam postingan sebelumnya mengenai konser ini, dijelaskan bahwa lahan dan bangunan yang berada di wilayah Cipinang Melayu, tempat sebagian anak-anak jalanan dan kaum marjinal menimba berbagai ilmu ini akan di hancurkan oleh sebuah proyek pembuatan jalan tol Bekasi, Cakung, Kalimalang, Kampung Melayu atau yang biasa di sebut dengan Tol Becakayu yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sungguh menyentuh kabar tersebut, apalagi pendidikan formal dengan slogan wajib belajar 9 tahun pun tak menyentuh beberapa anak yang putus sekolah dan anak jalanan.

Masalah ini pelik, namun sebagai lulusan pendidikan tinggi dari orang tua berpunya, saya selalu mengucap syukur, saya tak merasakan kesulitan yang dialami anak-anak Sanggar Akar. Wajib belajar 9 tahun di tambah dengan pendidikan tinggi di Universitas saya peroleh dengan biaya orang tua. Namun, anak-anak ini memiliki kendala yang harus dipikirkan bersama, karena masalah sosial seperti ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun masyarakat pun memiliki tanggung jawab yang sama. 


Akar Grandsamble Penampil Pertama 

Sebelum konser di mulai, Rektor IKJ sempat menyampaikan beberapa kalimat mengenai peran penting sebuah institusi pendidikan tinggi yang ikut turut serta membantu pendidikan non formal seperti yang dilaksanakan Sanggar Anak Akar. Hadir pula Menteri Pendidikan, Bapak Anis Baswedan yang ikut serta mendukung Konser  Musik Untuk Pendidikan. Bapak Anis menyebutkan bahwa tak hanya Pemerintah, namun masyarakat juga harus memiliki visi sama mengenai pendidikan non formal, dan dapat dilaksanakan oleh siapapun.

Akar Grandsamble menampilkan beberapa lagu yang di arasemen langsung oleh anggota Akar Grandsamble. Tampil membawakan lagu dengan santai dan menyenangkan, namun sangat menghibur. Anak-anak pun tampil bernyanyi dan bermain berserta Akar Grandsamble. 

Setelah Akar Grandsamble, giliran Marya Genova dan Ratu Queenous menampilkan lagu sendu yang diciptakan semuanya oleh Akart Grandsamble. Lagu-lagu yang ditampilkan merupakan buah dari kegundahan akan nasib anak-anak yang ingin mengenyam pendidikan di Sanggar Anak Akar, namun sepertinya impian dan cita-cita mereka sirnah karena traktor-traktor dan tiang pancang besi itu menancapkan kepedihan mendalam. Tak hanya mengenai pendidikan, namun kritik sosial pun menwarnai beberapa lagu yang dibawakan secara mendalam oleh Marya Genova dan Ratu Queenous.


Bonita dan The Hus Band membangunkan saya dari kantuk, ketika membawakan sebuah lagu dengan suara merdu Bonita. Nah, saya suka sebuah lagu yang dinyanyikan Bonita, salah satu pengalan dari lagu itu adalah 

Dunia ini semakin gelap ...

Penuh duka nestapa

Bongkar telinga hatimu
Tuk mendengar suara-suara di sekelilingmu
Tentang hilangnya harapan ....

Dari lirik, saya temukan makna empati, simpati dan rasa berbagi terhadap orang lain di sekitar kita. Mungkin, saya memilih keluarga yang harus saya perhatikan, kemudian teman, tetangga dan orang tak dikenal sekalipun yang memiliki kekurangan, wajib hukumnya untuk kita tolong. Menolong pun sesuai dengan kemampuan dan kemauan yang dimiliki, misalnya yang saya lakukan sampai saat ini adalah berbagi melalui tulisan dan pemikiran.


Di akhir, Tony Q Rastavara dan Navicula mengoyang Taman Ismail Marzuki dengan lagu-lagu yang sangat familiar di telinga para fans fanatiknya masing-masing. Tony Q Rastavara dengan genre musik reagenya dan Navicula dengan musik poprock yang liriknya banyak mengkritisi pejabat yang senang mengelapkan uang rakyat.

Diantara waktu jeda, terdapat lelang lukisan dan hasil karya beberapa orang seperti lukisan Tony Q Rastavara, kemudian foto hasil karya kamera lubang jarum yang dipersembahkan dari Sekolah Raya dan beberapa orang lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu.



Dari Lelang tersebut, terkumpul dana lahan dan bangunan sekitar 28 Juta Rupiah, dari nominal tersebut diantaranya merupakan sumbangan langsung dari Kementerian Pendidikan RI. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berbaik hati menyumbangkan dana, tenaga dan pemikiran untuk konser kali ini. Merekalah malaikat tanpa sayap yang hadir di Dunia ini untuk membantu sesamanya.


  • Share

Senyum Sumringah Ala HHDC



Senyum itu ibadah, apalagi di jaman yang begitu dinamis, dan penuh lika-liku ini, senyum dapat menentramkan hati. Di balik senyum, terdapat beberapa manfaat besar, salah satunya mengurangi efek stress dan menunda penuaan dini. Wah, ternyata senyum yang simple ternyata banyak sekali manfaatnya.

Beberapa hari lalu, saya diundang oleh Hendra Hidayat Dental Centre di daerah Thamrin City dalam acara yang kunjungan ke klinik dan edukasi mengenai pentingnya merawat gigi. untuk pertama kalinya, saya tahu berbagai macam bentuk perawatan gigi yang beraneka rupa dari yang sederhana sampai yang membutuhkan operasi pembedahan untuk membentuk senyum indah.

Twitter @Rara79

Tren merawat gigi dari masa ke masa mengalami perubahan paradigma, dahulu ketika saya masih kecil, saya cukup takut di periksa dokter umum sekali pun, apalagi ketika berhubungan dengan jarum suntik. Namun, dengan teknologi yang kian praktis, peralatan yang digunakan pun dirancang supaya pasien merasa nyaman ketika di'eksekusi' nantinya.

Hadir sebagai pembicara drg. William, drg. Rara, dan pak Wiyanto dari Oxy Fresh. drg. William menceritakan teknologi perawatan gigi sekarang yang jaul lebih berbeda dalam segi teknologinya. Peralatan canggih yang mendukung perawatan gigi secara nyaman dan tak menyeramkan bagi pasien. Disamping itu, tren gigi pun dibahas mulai dari gigi kelinci, perawatan behel yang telah di sesuaikan dengan mengunakan bahan yang tak memberatkan gigi, bahkan menyerupai gigi serta beberapa solusi dari permasalahan gigi yang kian kompleks.

drg. Rara juga mengungkapkan bahwa perawatan gigi sendiri di rumah jauh lebih penting dan perlu diperhatikan, untuk mencegah masalah gigi yang lebih kompleks. Beberapa hal yang perlu di pehatikan dalam merawat gigi antara lain :

1. Pilihan sikat gigi yang disesuaikan dengan bentuk gigi dan disesuaikan dengan kebutuhan
2. Mengunakan mothwash
3. Mengosok gigi rutin dua kali sehari
4. Mengunakan pembesih lidah
5. Makan dan minum yang menguatkan gigi seperti wortel dan seledri.

Pada bagian akhir presentasi, Pak Wiyanto mengenalkan beberapa produk Oxfresh yang memiliki beberapa viarian mulai dari mouthwash dan pasta gigi. Mouthwash oxyfresh terkenal dengan bahan yang murni oksigen sehingga sangat aman apabila tertelan atau terminum sekalipun. Selain produk perawatan gigi, ternyata terdapat produk lain yang dapat digunakan untuk perawatan kulit dan rambut serba guna.

Akhirnya, sampai juga tour keliling klinik yang memiliki fasilitas sangat lengkap sehingga kerusakan gigi dini pun dapat diketahui. Saat ditunggu, saatnya pengumuman lomba tweet, dan Alhamdulillah saya mendapatkan voucher gratis perawatan gigi di HHDC (Hendra Hidayat Dental Centre).

https://twitter.com/ntans/status/607096586426916864

Alamat :

Thamrin City Office Suite Floor 3 Unit 2
Jl. KH. Mas Mansyur, Jakarta Pusat 

Peta :



Website :


  • Share