Sebuah Catatan Dari Blogger Camp 2015



Camp Hulu Cai, malam mulai naik ketika tumpukan kayu yang akan dijadikan sebuah api unggun nantinya  dan blogger-blogger membentuk lingkaran. Suasana hangat, akrab dan ramai muncul ketika sebuah percikan api unggun menyala dan sebuah obrolan yang padat mengenai itu mengalun pelan mengiring kepala untuk berpikir dan berdiskusi.

Pagi, sekitar pukul 9 lebih, sebuah tema pun diangkat ke sebuah ruangan pertemuan. Dengan tema sama seperti tadi malam “Membangun Kredibilitas Blog”.



Membangun kredibilitas Blog      

Bermula dari hobi kemudian berbuah manis  menemukan ritme dan menjadikan sebuah blog sebuah sarana menumpahkan segala ide baik dari pribadi maupun sponsor dengan dasar opini berdasarkan pengalaman pribadi atau personal tanpa ada paksaan dari pihak luar bahkan dari sponsor yang mengunakan jasa dari blog pribadi.

Saat inilah yang dinantikan oleh blogger yang kapasitasnya bisa disejajarkan dengan media bahkan keunikan blog sebagai media informasi secara personal untuk mengepakan sayap menjelajah samudera dunia informasi yang semakin variatif dalam masalah kontennya. Bisa dikatakan blog sedang menapaki jalan beberapa tahun lalu yang sempat tenggelam karena keberadaan social media dengan sistem micro bloging seperti facebook, twitter dan social media lain.

Dalam kesempatan Blogger Camp Indonesia 2015,  Ndoro Kakung, Imam Brotoseno,  Maulana Nurhadi dan Nirwan Dewanto secara santai membahas tema yang lumayan berat bagi saya. Bukan karena kesenioran atau kepakaran mereka yang membuat saya merasakan beban berat akan bahasan tema kali ini, namun karena erat kaitannya dengan kehidupan blog yang sudah dibangun dan juga sudah pernah runtuh beberapa tahun lalu namun kemudian dua tahun belakangan saya mulai dengan keseriusan.

Tema “Membangun Kredibilutas Blog” membuat saya berpikir ulang bagaimana sebenarnya membangun dan menerapkannya ke dalam blog saya. Memang saya tidak terlalu familiar dengan makna “kredibiltas” secara menyeluruh. Namun, setelah menyimak perbincangan keempat senior saya dalam dunia “blog”, dapat saya simpulkan bahwa membangun kredibilitas sebuah blog membutuhkan waktu yang cukup lama dan ditunjang dengan kemampuan menyeluruh atau mahir di bidang yang selama ini digeluti. Mungkin kata-kata saya cukup susah dicerna, namun secara mudahnya, sebuah blog harus lahir dari sebuah kecintaan terhadap suatu hal, maka dengan demikian blog akan terus hidup sampai kapan pun.

Duh, saya mulai terombang-ambing dengan kedalam bahasan karena beberapa hal bahasan mengenai “Berapa blog sebaiknya yang harusnya dimiliki oleh seorang blogger” mengalir dan ditanyakan oleh Ndoro Kakung selaku moderator kepada Mas Nirwan dan Mas Imam.

Sebetulnya apabila seorang blogger memiliki beberapa blog, akan mempersempit peluang dua blog atau lebih tersebut tertangani atau terawat dengan bagus. Idealnya seorang blogger hanya memiliki satu blog yang benar-benar mewakili dirinya sebagai orang ahli dalam sebuah tema seperti travel, fashion, kecantikan dan beberapa tema lainnya.

Mas Imam, seorang blogger senior yang memiliki sebuah blog, beberapa tahun belakangan ini hanya menuliskan pengalaman yang berkaitan langsung dengan sejarah, bahkan Mas Imam pernah mereview sebuah produk minumanr anggur namun diungkapkan melalui pendekatan tentang sejarah minuman tersebut. Selain menarik karena mengisahkan sejarah dan asal mula minuman tersebut, sudut pandang pembahasan yang tadinya fokus pada minuman anggur tersebut teralihkan menjadi sudut pandang baru yang menarik untuk disimak.

Dilema ketika saya memiliki dua blog yang masing-masing memberikan sebuah pengharapan bahwa suatu saat, dua blog tersebut dapat menjadi inspirasi untuk terus bermimpi dan kemudian menjadi inspirasi bagi lainnya. Seperti halnya virus penyakit yang menyebar begitu cepat, begitu pula virus kebaikan ini yang diharapkan untuk terus menyebar entah sampai kemana, sekuat mimpi ini digaungkan dalam hati yang dalam.

Bertabur Hadiah

Selain diskusi, Blogger Camp 2015 memiliki banyak hadiah dari beberapa sponsor seperti Blue Bird Group, Sunpride, Tauzia (Harris Hotel), Indosat dan masih banyak sponsor lain. Saya tergerak ketika sebuah video tayangan dari Indosat Love tentang sebuah keuntungan lain dari sebuah konten yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan seorang blogger. Karena saya #lovekonten.

Terima kasih #BloggerCampID untuk dua hari yang sangat luar biasa ini. Banyak tambahan ilmu dan teman baru yang saya dapatkan di acara kali ini.
Sebuah Catatan Dari Blogger Camp 2015 Sebuah Catatan Dari Blogger Camp 2015 Reviewed by Salman Faris on 10/27/2015 12:49:00 PM Rating: 5

10 komentar:

  1. Senangnya mendapat tambahan ilmu dan bertemu teman lama dan baru.
    Silatuhrahmi memang menambah rezeki, sungguh!

    BalasHapus
  2. Saya juga ikut blogger camp yang di Surabaya.

    BalasHapus
  3. Selamat hari blogger. Iri deh baca ulasan teman-teman yang ikut bloggercamp.

    BalasHapus
  4. sebaiknya sih memang punya satu blog untuk yang personal blog, kalau untuk nulis model media pada umumnya sih, mau punya banyak juga nggak apa :D

    BalasHapus
  5. Ada yang kurang... Kurang lama waktunya... hehehe :D Semoga bisa ikutan kembali #BloggerCampID tahun depan... Amiin :)
    *SaHaTaGo (Salam Hangat Tanpa Gosong) Pojok Bumi Celebes - Sulawesi Selatan

    BalasHapus
  6. Saya pengeeen bangeet ikutan.. Nanti mungkin kaau sudah kembali ke tanah air.. Karena pasti seru dan banyak ilmu yang didapat ;)

    BalasHapus
  7. Menarik juga acara ini Mas. Sayang saya gak bisa hadir disana.
    Saya catat yg ini Mas, "sebuah blog harus lahir dari sebuah kecintaan terhadap suatu hal, maka dengan demikian blog akan terus hidup sampai kapan pun"
    Semoga blog Mas dan blog saya tetap hidup...

    Salam,

    BalasHapus
  8. Ternyata komunitas blogger kompak banget ya, sampe ada blogger camp juga, jadi pengen ikut komunitasnya juga, biar nambah temen sesama blogger.

    BalasHapus
  9. Semoga ada kesempatan ikutan Blogger Camp yang 2016 :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.