Mengatur Keuangan Sebagai Freelancer: Asuransi Kesehatan Adalah Keharusan

  • 8/12/2019 09:47:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments


Ketika saya bilang mau jadi freelancers, respon orang-orang terdekat alias keluarga adalah: “Kamu yakin?”

Respon yang sudah bisa diduga mengingat  buat sebagian besar orang tua kerja kantoran adalah sebuah keharusan. Anggapan ini nggak salah kok, karena dengan jadi orang kantoran penghasilan tiap bulan sudah pasti terjamin. Sedangkan freelancers? Dapat job aja banyak nggak pastinya, belum lagi pembayaran yang berisiko tertunda. Wah, siap-siap gali lobang tutup lobang.

Alhamdulillahnya kekhawatiran itu nggak terbukti. Saya bersyukur sejauh ini melakoni profesi freelancer lancar-lancar aja. Awalnya sih sempat khawatir ya, banyak cerita seputar pekerja lepas yang saya dengar dari teman-teman itu nggak enak banget. Permasalahan klasiknya adalah perkara invoice yang susah cair. Kebiasaan cenderung menghabiskan uang ketika transferan baru masuk juga bikin keuangan kempis tapi nggak ngembang-ngembang. Kalau jadi orang kantoran, ngabisin uang sekarang sih masih aman ya karena bulan depan masih ada yang namanya gajian. Tapi kalau freelancer? Siap-siap aja berteman baik dengan bokek hahaha.


Nah, biar nggak terjebak jadi sobat missqueen saya mau berbagi tips yang sudah saya terapkan sebagai freelancers. Semoga bermanfaat ya

Bangun branding dan networking

Sekarang ini, banyak sekali jenis pekerjaan sebagai freelancer yang bisa diambil: programmer, desainer, influencers, content creator, atau blogger seperti saya. Jangan khawatir kehabisan job, saya percaya rejeki pasti ada jalannya. Tapi tetap usaha dengan memperhatikan kualitas pekerjaan. Memiliki personal branding yang spesifik akan lebih baik. Salah satu alasan saya menggeluti dunia blogging adalah karena saya suka menulis dan bercerita. Dengan kesenangan saya traveling ini membuat saya kemudian memilih travel blogger sebagai branding. Jangan lupa juga untuk menjalin networking dengan siapa saja, karena peluang cari uang bisa datang lewat jalur yang kadang nggak terduga. Saya pernah dihubungi sebuah agency yang mendapatkan rekomendasi dari salah satu relasi: temannya si X yang pernah ketemu mas Salman di acara Y. Wah bener-bener ya silaturahmi membuka rejeki!!

Berapa rata-rata penghasilan bulanan

Sebagai freelancer, memang sih pendapatan yang diterima setiap bulan nggak tentu. Tapi pasti ada angka rata-rata yang bisa dihitung kan? Ada baiknya membuat satu rekening khusus untuk transferan dari agency supaya ketahuan angkanya. Sudah dapat? Nah sekarang lihat apakah berada di ambang batas UMR atau justru di bawah hehehee… Kalau iya, waktunya memecut diri lebih keras bagai quda.


Berapa pengeluaran bulanan 

Nah bagian ini yang sudah pasti bakal diisi dan sedikit bikin ngeri hahaha… Bukan apa-apa, dengan items belanja rutin bulanan yang sama dari tahun ke tahun kenapa harganya kayak badan ya: melar terus. Sudah nemu angkanya? Nah sekarang bikin patokan, jangan sampe jajan per bulan melebihi ini. Self reward sekali-kali boleh, tapi jangan mentang-mentang transferan baru diterima terus kebablasan jajan. Ingatlah bahwa jalan masih panjang dan nggak ada dalam kamus yang namanya gajian hahahha

Bikin pos pengeluaran 

Sudah ketahuan pengeluarannya apa aja kan? Buat pos tersendiri: belanja bulanan, transportasi, entertain klien, jajanin keponakan,... wah banyak ya! Ini semua harus dicatat dalam satu pembukuan.  Nggak harus pakai buku macam akuntan kok, sekarang banyak aplikasi smartphone yang bisa dipakai. Begitu invoice cair, langsung deh masukkan ke dalam masing-masing pos pengeluaran. Jangan segan juga memangkas pos pengeluaran yang kurang perlu ketika job lagi sepi. Kalo ada sisanya? Alhamdulillaah ada tambahan buat jajan hahaha. Silakan digunakan buat memanjakan diri atau justru mau investasi?


Pikirkan masa depan

Ingat ya jadi freelancers itu nggak bisa selamanya, lah sama sih kayak orang kantoran. Ada fasenya kita akan masuk usia pensiun dan gak produktif lagi. Kecuali kamu JK Rowling yang bisa nikmatin royalti novelnya, punya tabungan buat masa depan itu WAJIB hukumnya. Bentuknya bisa berupa tabungan saham atau reksadana. Dua investasi favorit ini, sekarang makin gampang kok dilakukan. Bisa lewat aplikasi smartphone dan nominalnya pun nggak harus besar. 

Sudah punya asuransi?

Nah yang ini sering kelewatan nih. Freelancer itu apa-apa sendirian (loh ini freelancer apa jomblo sih?). Maksudnya dari nyari job sampai jaga-jaga kalau ada kejadian nggak terduga seperti sakit atau kecelakaan. Maunya siiih sehat terus, tapi kan kita hidup nggak selamanya lurus ya? Kitanya udah hati-hati eh tau-tau jadi korban kecerobohan orang di jalan. Masuk rumah sakit, duitnya dari mana?

Makanya nih, saya juga mempersenjatai diri saya dengan asuransi kesehatan. Nggak mau aja kalau tabungan saya kepake untuk bayar biaya rumah sakit. Apalagi kalo sampe ngutang, no way! Kartu kredit bisa aja dipakai tapi berapa sih limitnya? Kalau maksain berobat pakai kartu kredit malah tambah sakit hahahah…


Untuk asuransi kesehatan, saya pilih yang preminya nggak terlalu memberatkan. Senengnya nih sekarang banyak yang preminya lumayan murah. Tapi, saya juga gak mengabaikan soal perlindungan yang bakal didapat. 

Kamu gimana?

You Might Also Like

0 komentar