Yuk Disiplin Pakai Masker Saat Adaptasi Kebiasaan Baru

  • 10/06/2020 11:21:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments


Saat pandemi seperti ini,  memang segalanya berubah. Kebiasaan baru bisa dibilang seperti itu karena hampir semuanya bisa dilakukan di rumah seperti seminar, meeting, gathering, atau bahkan belanja dan pesan makanan semuanya dilakukan secara online. Jika keluar rumah, dulu hanya khawatir lupa membawa payung, namun saat ini lebih takut ketinggalan masker dan hand sanitizer. Tadinya hanya cuek saat makan tanpa mencuci tangan, kalau sekarang ini butuh waktu untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Kebiasaan inilah yang membuat kita sadar bahwa menjaga diri itu sangat penting karena juga bisa menjaga orang lain dari resiko tertularnya penyakit mematikan, Covid-19.









Kenapa harus disiplin memakai masker? Karena pencegahan yang paling utama dari virus ini adalah menggunakan masker (terutama masker kain tiga lapis, masker medis dan jenis masker yang disarankan). Dengan menggunakan masker, maka resiko penularan pun akan menurun, setelah menurun maka diharapkan transmisi penularannya pun tidak sebesar saat ini. Dengan menurunnya resiko penularan maka angka positif dan angka kematian dapat ditekan sebanding dengan angka kesembuhan yang semakin meningkat. 








Skenario ini merupakan yang paling ideal, karena jika disiplin terus dilaksanakan, maka dalam waktu dekat, roda perekonomian akan kembali berputar setelah beberapa bulan terkena imbasnya.



Seminar Online Bareng Blogger Di Masa Pandemi :" Yuk Disiplin... Covid-19 Ambyar"


 


Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mendisiplinkan diri dan orang disekitar? Kemudian, apa saja yang perlu diperhatikan di dalam keluarga dan komunitas terutama blogger untuk saling mengingatkan dan menguatkan di saat seperti ini? Nah, untuk menjawab semua kegundahan selama pandemi inilah seminar online bersama blogger di masa pandemi : Yuk disiplin... Covid-19 Ambyar.

 





Seminar ini menghadirkan banyak pakar kesehatan, psikologi dan komunikasi. Berikut adalah moderator dan narasumber yang kompeten dibidang masing-masing, antara lain :



- Rani Rachmadhani, Moderator 

- dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat

- Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, Psikolog

- Wardah Fajri, S.I.Kom, Fasilitator/Mentor dan Founder Komunitas BloggerCrony Indonesia


Gerakan 3M


l

Selama Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau dikenal dengan New Normal, maka tidak lepas dari Gerakan 3M. Gerakan 3M yang dimaksud adalah Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

Jika keluar rumah meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, diusahakan untuk tetap menggunakan masker. Gunakan Masker (seperti masker kain) untuk mencegah penularan virus ini. Kemudian sebaiknya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik dengan mengosok seluruh bagian tangan tanpa terkecuali. Dan, hal yang paling sulit dilaksanakan adalah menjaga jarak. Kadang kala kita berpikiran bahwa virus ini tidak dapat menularkan melalui jarak dekat, padahal faktanya virus ini sangat kecil dan bertransmisi melalui partikel kecil diudara dari orang batuk atau bersin disekitar kita. 

Peran Keluarga 


Peran keluarga menurut Ibu Rose Mini, Psikolog sangatlah penting dalam masa pandemi seperti ini. Apalagi jika keluarga tersebut memiliki anak-anak dan usia lanjut yang membutuhkan perhatian lebih karena sangat rentan dengan Covid-19. Selain itu, secara umum faktor diri sendiri dan keluargalah yang memberikan support sekaligus melakukan perlindungan dengan melakukan Gerakan 3M tadi tanpa disuruh atau faktor dari luar. 

Peran keluarga dalam pandemi sangatlah penting. Saya merasakan hal yang sama ketika seorang anak yang seharusnya mudik pada saat lebaran atau lebaran haji, namun tidak dapat memenuhi permintaan orang tua dan saudara di kampung halaman sana. Mungkin terkesan egois, namun saya memikirkan beberapa hal terutama kesehatan Ayah yang sudah menderita penyakit jantung yang sangat beresiko terkena virus ini. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya tetap kokoh pendirian dan tidak pulang sampai saya di vaksin dalam waktu dekat.

Kadang keluarga memiliki support sistem berbeda, namun saya yakin inilah bentuk support system yang harus dilakukan anak terhadap orang tua ataupun sebaliknya yang saling menjaga agar keluarga tidak menjadi korban keganasan virus ini. Mungkin belum terlambat apabila kita terus menlakukan langkah protektif terhadap diri anda (melakukan strelilisasi dengan disinfektan atau hal lain) sebelum berjumpa dengan keluarga tercinta dirumah. 

Selain itu, keluarga juga merupakan motivasi tersendiri untuk terus menjaga diri dan melalukan tindakan preventif. 

Peran Komunitas (Blogger)


Komunitas juga memiliki peran penting dalam menguatkan seseorang terutama dampak ekonomi yang dirasakan sebagain besar masyarakat di Indonesia. Begitu besarnya peran komunitas apapun termasuk komunitas blogger ini membuat Komunitas BloggerCrony pun melakukan kegiatan selama pandemi terutama memberikan donasi terhadap yang terdampak secara ekonomi dengan santunan berupa kebutuhan pokok.

Selain itu, selama pandemi ini dilakukan kegiatan online seperti Gerakan Memakai Masker, Lomba 17an Agustus Online, Kolaborasi dan berbagai macam kegiatan yang bisa mengedukasi dan menguatkan komunitas sehingga seluruhnya merasakan sinergi dan manfaat dari komunitas tersebut. 

Pandemi ini belum berakhir selagi masih banyak warga masyarakat yang tidak mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditentukan. Memang ini bukan kewajiban kita saja sebagai individu, namun juga secara kolektif bersama-sama dengan warga masyarakat lainnya agar pandemi segara berlalu dan perekonomian kembali bangkit. 


You Might Also Like

0 komentar