Yuk Disiplin Pakai Masker Saat Adaptasi Kebiasaan Baru

  • 10/06/2020 11:21:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments


Saat pandemi seperti ini,  memang segalanya berubah. Kebiasaan baru bisa dibilang seperti itu karena hampir semuanya bisa dilakukan di rumah seperti seminar, meeting, gathering, atau bahkan belanja dan pesan makanan semuanya dilakukan secara online. Jika keluar rumah, dulu hanya khawatir lupa membawa payung, namun saat ini lebih takut ketinggalan masker dan hand sanitizer. Tadinya hanya cuek saat makan tanpa mencuci tangan, kalau sekarang ini butuh waktu untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Kebiasaan inilah yang membuat kita sadar bahwa menjaga diri itu sangat penting karena juga bisa menjaga orang lain dari resiko tertularnya penyakit mematikan, Covid-19.









Kenapa harus disiplin memakai masker? Karena pencegahan yang paling utama dari virus ini adalah menggunakan masker (terutama masker kain tiga lapis, masker medis dan jenis masker yang disarankan). Dengan menggunakan masker, maka resiko penularan pun akan menurun, setelah menurun maka diharapkan transmisi penularannya pun tidak sebesar saat ini. Dengan menurunnya resiko penularan maka angka positif dan angka kematian dapat ditekan sebanding dengan angka kesembuhan yang semakin meningkat. 








Skenario ini merupakan yang paling ideal, karena jika disiplin terus dilaksanakan, maka dalam waktu dekat, roda perekonomian akan kembali berputar setelah beberapa bulan terkena imbasnya.



Seminar Online Bareng Blogger Di Masa Pandemi :" Yuk Disiplin... Covid-19 Ambyar"


 


Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mendisiplinkan diri dan orang disekitar? Kemudian, apa saja yang perlu diperhatikan di dalam keluarga dan komunitas terutama blogger untuk saling mengingatkan dan menguatkan di saat seperti ini? Nah, untuk menjawab semua kegundahan selama pandemi inilah seminar online bersama blogger di masa pandemi : Yuk disiplin... Covid-19 Ambyar.

 





Seminar ini menghadirkan banyak pakar kesehatan, psikologi dan komunikasi. Berikut adalah moderator dan narasumber yang kompeten dibidang masing-masing, antara lain :



- Rani Rachmadhani, Moderator 

- dr. Riskiyana S. Putra, M.Kes, Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat

- Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi, Psikolog

- Wardah Fajri, S.I.Kom, Fasilitator/Mentor dan Founder Komunitas BloggerCrony Indonesia


Gerakan 3M


l

Selama Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau dikenal dengan New Normal, maka tidak lepas dari Gerakan 3M. Gerakan 3M yang dimaksud adalah Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak.

Jika keluar rumah meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, diusahakan untuk tetap menggunakan masker. Gunakan Masker (seperti masker kain) untuk mencegah penularan virus ini. Kemudian sebaiknya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik dengan mengosok seluruh bagian tangan tanpa terkecuali. Dan, hal yang paling sulit dilaksanakan adalah menjaga jarak. Kadang kala kita berpikiran bahwa virus ini tidak dapat menularkan melalui jarak dekat, padahal faktanya virus ini sangat kecil dan bertransmisi melalui partikel kecil diudara dari orang batuk atau bersin disekitar kita. 

Peran Keluarga 


Peran keluarga menurut Ibu Rose Mini, Psikolog sangatlah penting dalam masa pandemi seperti ini. Apalagi jika keluarga tersebut memiliki anak-anak dan usia lanjut yang membutuhkan perhatian lebih karena sangat rentan dengan Covid-19. Selain itu, secara umum faktor diri sendiri dan keluargalah yang memberikan support sekaligus melakukan perlindungan dengan melakukan Gerakan 3M tadi tanpa disuruh atau faktor dari luar. 

Peran keluarga dalam pandemi sangatlah penting. Saya merasakan hal yang sama ketika seorang anak yang seharusnya mudik pada saat lebaran atau lebaran haji, namun tidak dapat memenuhi permintaan orang tua dan saudara di kampung halaman sana. Mungkin terkesan egois, namun saya memikirkan beberapa hal terutama kesehatan Ayah yang sudah menderita penyakit jantung yang sangat beresiko terkena virus ini. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya saya tetap kokoh pendirian dan tidak pulang sampai saya di vaksin dalam waktu dekat.

Kadang keluarga memiliki support sistem berbeda, namun saya yakin inilah bentuk support system yang harus dilakukan anak terhadap orang tua ataupun sebaliknya yang saling menjaga agar keluarga tidak menjadi korban keganasan virus ini. Mungkin belum terlambat apabila kita terus menlakukan langkah protektif terhadap diri anda (melakukan strelilisasi dengan disinfektan atau hal lain) sebelum berjumpa dengan keluarga tercinta dirumah. 

Selain itu, keluarga juga merupakan motivasi tersendiri untuk terus menjaga diri dan melalukan tindakan preventif. 

Peran Komunitas (Blogger)


Komunitas juga memiliki peran penting dalam menguatkan seseorang terutama dampak ekonomi yang dirasakan sebagain besar masyarakat di Indonesia. Begitu besarnya peran komunitas apapun termasuk komunitas blogger ini membuat Komunitas BloggerCrony pun melakukan kegiatan selama pandemi terutama memberikan donasi terhadap yang terdampak secara ekonomi dengan santunan berupa kebutuhan pokok.

Selain itu, selama pandemi ini dilakukan kegiatan online seperti Gerakan Memakai Masker, Lomba 17an Agustus Online, Kolaborasi dan berbagai macam kegiatan yang bisa mengedukasi dan menguatkan komunitas sehingga seluruhnya merasakan sinergi dan manfaat dari komunitas tersebut. 

Pandemi ini belum berakhir selagi masih banyak warga masyarakat yang tidak mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditentukan. Memang ini bukan kewajiban kita saja sebagai individu, namun juga secara kolektif bersama-sama dengan warga masyarakat lainnya agar pandemi segara berlalu dan perekonomian kembali bangkit. 


  • Share

Bangga, Indonesia Sebagai Pelopor ASEAN Car Free Day

  • 8/10/2018 12:41:00 AM
  • By Salman Faris
  • 3 Comments

Mulai dari alarm berbunyi sampai matahari menyapa dari balik jendela, mata saya masih terpejam. Episode drama ketika dikejar anjing sangatlah nyata. Saya berlari sekuat tenaga untuk menghindar dari kejarannya, dan akhirnya mata saya pun terbuka. Keringat menggucur deras dan nafas pun masih tersengal ketika handphone menujukan pukul 08.00. Sontak saya loncat dari tempat tidur dan mengambil peralatan mandi. Setelah selesai, saya memakai pakaian formal. Ketika memakai sepatu pantofel, handphone saya kembali menunjukan hari dan tanggal. Dan, sial ternyata hari ini hari minggu. 

Ketika hari minggu, aktivitas bersama keluarga atau sahabat menjadi pilihan yang menyenangkan. Kalau saya yang jauh dari keluarga, pastinya akan menyibukan diri bersama teman-teman. Oh iya, kadang saya ingin sekali bangun lebih pagi dan melakukan lari atau jalan santai dalam rangka CAR FREE DAY di sekitar Sudirman dan Thamrin, Jakarta. Padahal tempat tinggal saya tak begitu jauh, tinggal ngesot saja sudah sampai di depan Sudirman. Tapi rasa malas dan sungkan masih sangat dominan dalam benak saya. Yang saya lakukan adalah terus menerus melakukan kegiatan kuliner bersama sahabat. Hehehe jangan ditiru ya pemalas kayak aku ini. 


Tapi saya bukan tidak memiliki olahraga favorite loh. Saya suka renang. Bagi saya daripada berlari-lari dan mengeluarkan keringat, mending saya nyebur di kolam renang dan melakukan gerakan seluruh badan. Kata teman, bagi orang dengan kelebihan berat badan, renang merupakan olahraga yang sangat menyenangkan. Selain renang, saya menyukai badminton atau bulutangkis. Walaupun tidak melakukan olahraga berat seperti lari dan beladiri, saya memilih olahraga yang ringan dan tentunya menyehatkan. Saya ingat bahwa Kementerian Kesehatan telah menyerukan kegiatan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) yaitu dengan langkah praktis bergaya hidup lebih sehat :

1. Melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari dengan olahraga
2. Makan buah dan sayur secara rutin
3. Periksa kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali

Hayo mana saja yang telah kamu lakukan untuk menjadi lebih sehat? Kalau tidak bisa melakukan olahraga berat, saran saya lakukan aktivitas fisik seperti berjalan kaki pada saat pergi dan pulang dari kantor, kemudian jaga pola makan dan makanlah banyak buah dan sayur serta rajin melakukan cek up ke dokter minimal 6 bulan sehingga bisa diantisipasi penyakit yang diderita dan dapat segera diobati dengan baik. 

Bersamaan dengan pemecahan rekor dunia tari poco-poco dari Monas hingga Thamrin dan Sudirman, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan ASEAN menindaklanjuti pertemuan para menteri kesehatan se-Asean pada Sepetember 2017 sebelumnya meluncurkan program ASEAN CAR FREE DAY sebagai bentuk implementasi dan akan terus mendorong program ini untuk dapat dilaksanakan pula di seluruh negara ASEAN.  Nah, kita simak dahulu video dari youtube channel Kementerian Kesehatan tentang acara pada minggu lalu :


Setiap hari minggu, Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia telah rutin mengadakan Car Free Day mulai dari pagi hingga siang. Ternyata car free day di Jakarta telah menjadi Icon yang sangat populer, bahkan wisatawan asing dari berbagai negara pun sangat senang dengan kegiatan tersebut. Kita bisa melihat dari beberapa penyelenggaraan kegiatan olahraga pasti akan ikuti oleh atlet dari luar negeri. 

Setahu saya, dahulu Car Free Day hanya dilakukan pada minggu pertama setiap bulannya, kemudian ditambah menjadi 2 minggu setiap bulan hingga akhirnya setiap minggu. Penutupan jalan pun mengalami perubahan, pun dengan durasi yang sebelumnya hanya sampai beberapa jam, kini durasinya hampir 5-6 jam. 

Rupanya, Jakarta dan Indonesia telah melakukan gerakan yang sangat signifikan bagi ASEAN dengan mempelopori Car Free Day ini. Saya sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh Indonesia. Bahkan, dibutuhkan lagi inisiatif-inisiatif lain yang bisa diterapkan dan diadopsi oleh negara lain di ASEAN bahkan Dunia. 


Peluncuran ASEAN Car Free Day merupakan sumbangsih Indonesia kepada ASEAN yang akan berulang-tahun ke-51 pada tanggal 8 Agustus 2018. Begitulah Sambutan Menko PMK Puan Maharani, dalam sambutan yang dibacakan oleh Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Kemenko PMK, Sigit Priohutomo, saat jumpa media peluncuran ASEAN Car Free Day di aula Haritage, gedung Kemenko PMK, Jakarta. Selain Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek; seluruh Jajaran Sekretarian ASEAN; para Utusan Tetap negara anggota ASEAN; Jajaran pimpinan Kemenko PMK; dan Jajaran Kementerian Kesehatan.



Suatu saat ketika mengelilingi negara ASEAN, maka kita akan melihat betapa bangganya bahwa Indonesialah yang mempelopori dan populerkan ASEAN CAR FREE DAY tesebut. Setelah Jakarta, Singapura dan Brunai Darussalam juga telah mengadopsi kegiatan Car Free Day tersebut. Di kedua negara tetangga ini, kegiatan Car Free Day pun disambut dengan sangat bagus.

Setelah Singapura dan Brunai, Thailand dan Malaysia pun akan mengikuti jejak kedua negara untuk secara rutin menyelenggarakan car free day dengan durasi yang sama seperti di Jakarta dan Indonesia.

Sebagai orang yang suka traveling, saya pasti akan sangat menantikan momen dimana bisa mengabadikan kegiatan tersebut di 11 Ibukota Negara ASEAN. Suatu hari, saya akan dengan bangga memposting foto saat saya sedang berkegiatan Car Free Day di 11 negara tersebut dan menceritakannya pada anak dan cucu saya beberapa puluh tahun nanti.

Selamat menikmati ASEAN CAR FREE DAY, tambah sehat dan menginspirasi orang lain untuk lebih bugar dan bergaya hidup lebih sehat. Happy Car Free Day!

Dokumentasi : Mas Ono dan Imawan
  • Share

Yuk Rutin Beraktivitas Fisik Agar Keluarga Terbebas Dari Penyakit Tidak Menular

  • 7/09/2017 04:01:00 PM
  • By Salman Faris
  • 3 Comments

Hidup dalam ketidakteraturan mengakibatkan sesuatu yang tidak baik. Ini sering menjadi warning bagi kita, dan terutama saya. Iya, apalagi kalau disingung mengenai 'menjaga kesehatan', itu bukan saya banget. Saat mudik atau pulang kampung, topik obrolan tak jauh-jauh dari kurangi porsi makan dan rajin berolahraga. Ini bukan tanpa alasan, tubuh saya sudah mencapai level yang mengkhawatirkan atau obesitas. Dan beberapa kali tubuh sudah memberikan tanda berupa demam dan gejala penyakit-penyakit yang tidak terduga seperti migrain. So, mulai saat ini, sudah saatnya mengurangi karbohidrat dan program kemana-mana jalan kaki. 

Ngobrolin masalah pola kesehatan dan aktivitas fisik, beberapa waktu lalu, Kementrian Kesehatan memiliki program GERMAS, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Utamanya adalah membudayakan kembali olahraga masal di kalangan masyarakat. Dahulu, kita mengenal Senam Kesehatan Jasmani sebagai pengerak utama anak-anak usia dini sampai remaja bahkan dewasa untuk berolahraga secara rutin minimal 1 minggu sekali. 

Pun, di institusi baik pemerintahan dan swasta pun turut ikut serta dalam SKJ. Sejalan dengan konsep ini, GERMAS hadir kembali. Intinya adalah menanamkan segala lapisan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik baik itu jalan kaki, olahraga ringan sampai olahraga berat. 


Pergerakan roda zaman ke era digital saat ini menyebabkan fenomena seperti kurang beraktivitas dan kurangnya waktu untuk berolahraga. Dahulu, sebelum marak kendaraan seperti sepeda motor dan mobil, masyarakat gemar melakukan aktivitas seperti jalan kaki dan mengunakan sepeda sebagai alat transportasi. Hal ini menyebabkan resiko penyakit tidak menular seperti strok, diabetes militus, jantung, hipertensi dan lainnya sangat kecil. Sangat terbalik dengan saat ini, dimana penyakit tidak menular tersebut mendomainasi ditambah dengan meningkatnya obesitas. 

Faktor pemicu lainnya selain kurang ativitas fisik dan kurang waktu olahraga adalah mengkonsumsi fast food, dan makan terlalu berlebihan serta kurangnya buah dan serat. Seperti kita ketahui, waktu menjadi limitless dan serba dinamis membuat orang malas apabila mengkonsumsi makan yang tidak cepat saji sehingga bisa cepat dinikmati. Namun, makanan cepat saji dari segi gizi sangat tidak seimbang dan cenderung mengandung banyak karbohidrat dan kolesterol, sangat berbahaya bagi kesehatan. 


GERMAS memfokuskan beberapa kegiatan antara lain : 
  • Konsumsi Sayur dan Buah
  • Melakukan Aktivitas Fisik 
  • Tidak Merokok
  • Tidak Mengkonsumsi Alkohol
  • Memeriksa Kesehatan Secara Rutin
  • Membersihkan Lingkungan 
  • Menggunakan Jamban 
Nah, saya akan lebih menfokuskan pada 3 hal diantaranya Konsumsi Sayur dan Buah, Melakukan Aktivitas Fisik dan Memeriksa Kesehatan Secara Rutin.

Konsumsi Sayur dan Buah 


Buah dan Sayuran banyak sekali manfaat yang dapat membantu tubuh kita memerangi bakteri jahat karena mengandung vitamin dan mineral serta zat-zat lain yang dibutuhkan tubuh. Sebetulnya buah masih menjadi prioritas yang paling buncit di masyarakat. Namun, setelah ditimbang-timbang setelah sakit dan biaya rumah sakit yang diterima sangat mahal. Maka, biaya pembelian buah masih sangat murah di banding biaya rumah sakit tersebut. Tindakan pencegahan akan lebih menghemat daripada harus menebus biaya rumah sakit yang selangit.

Melakukan Aktivitas Fisik


Tidak harus mendaftar gym atau fitness center untuk menjadi sehat. Banyak cara lain yang bisa ditempuh apabila ingin menjadi sehat. Lakukan aktivitas fisik yang bisa dilakukan secara ringan dan gratis tanpa biaya apapun. Lalu apa donk yang bisa dilakukan dengan gratis? Yes, kamu bisa melakukan jalan kaki sehat setiap saat. Saya sibuk dan tak memiliki waktu? Sebetulnya bisa disiasati dengan berjalan kaki pada saat menuju kantor, misalnya yang tadinya naik ojek padahal jarak kekantornya hanya 1 kilometer, ubahlah dengan berjalan kaki. Dan,  rasakan perubahan pada fisik kamu yang semakin fit.
Memeriksa Kesehatan Secara Rutin


Jangan sampai sudah masuk rumah sakit dan divonis menderita penyakit kemudian baru sadar bahwa memeriksakan kesehatan secara rutin adalah hal yang sangat penting. Cek kesehatan minimal 6 bulan atau setahun sekali. Manfaat memeriksakan kesehatan ini banyak sekali diantaranya mencegah timbulnya penyakit tidak menular dan sangat berbahaya.

So,  jangan lupa untuk memeriksa kesehatan selama minimal 1 tahun sekali. GERMAS mengalakan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar terhindar dari satu penyakit berbahaya. Setiap kali kita memeriksa kesehatan, maka segala hal akan dicek, misalnya gula darah, kolesterol, asam, dan lainnya. 

Sudah saatnya menjalankan GERMAS ini sebagai bagian dari hidup dan gaya hidup. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? 

Informasi lengkap mengenai GERMAS 

Website Kementerian Kesehatan 

Social Media 



  • Share

GERMAS : Cara Praktis Bergaya Hidup Lebih Sehat

salmanbiroe.com : GERMAS (Gerakan Masyarkat Hidup Sehat)

Hal-hal besar dapat dilakukan dengan satu langkah awal. Langkah awal inilah yang mungkin sulit dilakukan, namun percayalah apabila satu awalan ini dilakukan, selanjutnya akan lebih mudah bahkan akan selalu menyenangkan. Begitu pula untuk mengawali hidup sehat, langkah-langkah kecil sangat perlu dilakukan, apabila ditunda, maka bukan tak mungkin akan sangat fatal dan berujung di rumah sakit.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali mengiatkan GERMAS, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Minggu lalu, tepatnya Jumat, di Kementerian Kesehatan dilakukan olahraga bersama seperti senam, lari, jalan sehat dan tenis meja. Selain olahraga, Kementerian Kesehatan juga membuka peluang usaha yaitu petani-petani dari beberapa daerah untuk menjual hasil kebun berupa sayuran, buah, tanaman dan makanan yang tentu saja sehat.


Pada kesempatan ini, kami sempat berbincang bersama Ibu Nila Djuwita Moeloek tentang bagaimana GERMAS ini dapat diterima oleh Masyarakat. Ibu Menteri menyebutkan bahwa program ini adalah wujud partisipasi masyarakat dengan harapan seluruh warga ikut aktif dan secara bersama-sama mewujudkannya. Langkah kecil yang dilakukan adalah olahraga bersama di Kantor-kantor kementerian dan instasi swasta. 

Dahulu kita mengenal hari Jumat sebagai hari olahraga disetiap kantor bukan hanya pemerintahan namun kantor swasta, sekolah dan fasilitas publik secara aktif mengadakan olahraga bersama. Bahkan, dulu di sekolah kami melakukan senam SKJ (Senam Kesehatan Jasmani) yang selalu dinanti-nantikan oleh murid di sekolah saya. Atau setiap hari minggu di fasilitas publik diadakan olahraga bersama yang membuat warga sekitar terpacu untuk bergaya hidup lebih sehat.

Saya sempat menanyakan, apakah perlu seorang public figure yang dijadikan sebagai role model dalam GERMAS ini? Secara tegas Ibu Menteri menjawab bahwa GERMAS adalah gerakan secara bersama-sama menjadi lebih sehat. GERMAS tidak membutuhkan role model perorangan, justru kitalah yang menjadi role model (agent of change) untuk masyarakat sekitar kita. Saya terkesan dengan jawaban Ibu Menteri, sudah saatnya mengubah midnset bahwa harus ada seseorang yang membuat kita hidup lebih sehat, namun motivasi dalam dirilah yang harus diperkuat dan menginspirasi orang lain untuk hidup sehat.

3 Langkah Bergaya Hidup Sehat (GERMAS)

salmanbiroe.com : GERMAS (Gerakan Masyarkat Hidup Sehat)

Mau Hidup Sehat? Mau Sehat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari? Tapi tidak tahu bagaimana cara memulainya? Eits, jangan khawatir saya akan membeberkan 3 langkah mudah yang bisa dilakukan tanpa mengeluarkan biaya tambahan atau tanpa ribet alias praktis.

Ini dia 3 langkah praktis bergaya hidup lebih sehat :
1. Melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari dengan olahraga
2. Makan buah dan sayur secara rutin
3. Periksa kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali

Nah, mudah bukan 3 cara untuk hidup lebih sehat. Selanjutnya saya akan bedah lebih lanjut bagaimana melakukan ketiga hal tersebut secara efektif berserta tipsnya.

Melakukan aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari 


Setiap harinya, secara tidak sadar kita melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, naik sepeda, membersihkan rumah dan lainnya. Nah, melalui GERMAS, kita dituntut untuk lebih aktif dan melakukan kegiatan fisik secara rutin. Alangkah lebih baiknya kita melakukan olahraga rutin setiap hari, namun disaat kesibukan dan dealine menyerang. waktu terasa sempit dan malas melakukan kegiatan fisik. 

Untuk menghindari kemalasan dan waktu yang sempit, usahakan untuk berjalan ke arah kantor atau berjalan ke pasar bagi ibu-ibu yang sering naik ojek. Atau kalau anda penguna busway atau angkutan umum, bisa dicoba untuk berhenti satu halte lebih jauh dari halte sebenarnya dan berjalan kurang lebih 15 menit, maka pulang pergi akan tercapai aktivitas fisik ini. Mudah bukan? Tidak harus meluangkan waktu khusus namun bisa disiasati dengan berjalan lebih banyak dari biasanya.Apabila waktu kebih luang, usahakan untuk melakukan olahraga ringan  atau membereskan rumah yang telah berantak misalnya menjadi nilai plus dan sehat. 

Makan buah dan sayur secara rutin


Makan buah dan sayur menjadi momok bagi sebagian orang. Namun, buah dan sayur memiliki manfaat yang bagus bagi kesehatan. Apalagi biaya rumah sakit yang kian meningkat menjadi pengingat kita bahwa sakit jauh lebih mahal daripada menjaga kesehatan. Memang buah dan sayur menambah budget belanja harian, namun apabila keluarga sehat, biaya rumah sakit tidak akan digunakan. 

Bagi yang tidak suka buah dan sayuran, cobalah makanan dengan campuran antara daging dan sayur atau makanan olahan yang terbuah dari sayuran dan buah untuk variasi sehingga jauh lebih sehat. Buah dan sayur memiliki vitamin lengkap dan dibutuhkan oleh tubuh untuk meregenerasi sel-sel tubuh sehingga tubuh lebih fresh.

Periksa kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali


Percayalah bahwa sakit itu lebih mahal dari sehat. Tanamkan dalam diri bahwa biaya rumah sakit mahal dan akan lebih mahal daripada kita membeli tambahan buah untuk keluarga kita. Ibu-ibu harus mulai pandai menyuguhkan masakan yang kandungan gizinya seimbang dan lebih sehat dengan tambahan buah. 

Sebagai bagian untuk menjaga kesehatan, dibutuhkan pemeriksaan rutin selama 6 bulan sekali. Kita tidak akan tahu penyakit apa yang menimpa kita dalam kurun waktu beberapa tahun, apabila kita tidak rutin mengecek kondisi kesehatan. GERMAS mengalakan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar terhindar dari satu penyakit berbahaya. Setiap kali kita memeriksa kesehatan, maka segala hal akan dicek, misalnya gula darah, kolesterol, asam, dan lainnya. 

Sudah saatnya menjalankan GERMAS ini sebagai bagian dari hidup dan gaya hidup. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? 

Informasi lengkap mengenai GERMAS 

Website Kementerian Kesehatan 
http://www.depkes.go.id/

Social Media 
Twitter : https://twitter.com/KemenkesRI
  • Share