Cerita Rimba Dari Tanah Papua

  • 3/25/2020 03:57:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments
Sumber : www.unsplash.com

Bukan hanya lautnya yang luas, Papua pun memiliki hutan yang sangat luas. Bahkan banyak diantara tanaman tersebut merupakan jenis yang sangat langka dan hanya terdapat di Papua saja. Walau hanya satu kali saja saya menimmati keindahan Papua pada tahun 2011, namun rasanya segala sesuatunya terasa melekat terus dihati saya. Kala itu saya menikmati indahnya gugusan pulau Raja Ampat. Selang berganti tahun, saya selalu menaruh harapan untuk kembali menikmati Papua, apalagi dapat berpetualang di Rimba yang sejatinya memiliki cerita baik masa lampau dan masa kini. 

Pernah saya dengar bahwa rimba Papua tak seperti dulu lagi. Saya terkejut dengan beberapa berita yang menyebutkan angka yang cukup signifikan jumlahnya. Memang tak seberapa dibandingkan dengan luas wilayah Papua, namun tetap saja percepatan deforesasi sangat mengkhawatirkan. 

Dari sumber EcoNusa , luas hutan secara keseluruhan baik di Provinsi Papua dan Papua Barat adalah sekitar 33.710.23,22 hektar pada tahun 2017 dan dirilis pada tahun 2019. Provinsi Papua sendiri memiliki luas hutan sekitar 25.030.659,04 hektar sedangkan Provinsi Papua Barat memiliki luas hutan sekitar 8.679.864,18 hektar. 

Dan, saya membandingkan data yang saya dapat dari www.hutanpapua.id yaitu pada tahun 2005 – 2009, luas hutan Papua 42 juta hektar (ha). Berselang tiga tahun kemudian yakni 2011 luas hutan Papua hanya tersisa 30,07 juta hektar. Informasi yang didapat dari pemerintah daerah, setiap tahun rata-rata deforestasi di Papua sebesar 143.680 ha. Sedangkan laju deforestasi untuk Provinsi Papua Barat per tahun rata – rata sebesar  25 persen atau 293 ribu ha.

Dalam kurun waktu sepuluh tahun lebih, khususnya di Provinsi Papua terjadi pengurangan luas hutan sekitar 5 hektar, sedangkan dibandingan dengan tahun 2005, terjadi pengurangan luas hutan sebesar 17 juta hektar. Tentu saja angka ini bukanlah angka yang kecil, dan hal ini cukup mengkhawatirkan.

Sumber : www.unsplash.com
Papua itu Indonesia. Rimba Papua adalah paru-paru Indonesia bahkan dunia. Kita perlu memikirkan lebih lanjut mengenai keberlangsungan hutan ini dengan terus menyuarakan bahwa hutan Papua adalah wilayah konservasi dunia. Sebagai wilayah konservasi tentu saja hutan Papua memiliki peran dan fungsi yang berbeda, setidaknya terdapat beberapa jenis yaitu cagar alam, suaka marga satwa, taman nasional, taman hutan raya dan taman wisata alam. Dari 5 jenis konservasi, hutan di Papua mewakili kelima jenis konservasi tersebut.

Terdapat beberapa Taman Nasional di Papua yang sangat indah dan wajib dikunjungi oleh kita semua.

Taman Nasional Wasur

Taman Nasional Wasur memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang wajib kunjungi. Taman Nasional Wasur terdapat hutan rawa, hutan masoon, hingga padang rumput yang luas. Di dalam hutan tersebut terdapat berbagai jenis pohon terlindungi yang tumbuh lebar dan rindang. Salah satu jenis fauna yang menarik selain burung, terdapat kanguru yang biasa kita jumpai di Australia.

Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz di Papua ini termasuk di dalam daftar Taman Nasional terbesar se Asia Tenggara. Taman Nasional ini menyimpan berbagai ekosistem lengkap, mulai dari wilayah laut, hutan, hingga pegunungan. Yang menarik adalah Taman Nasional ini merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 spesies burung. Nah, kamu bisa puas berjalan-jalan keliling Taman nasional sambil mengabadikan momen dan mengamati banyak ragam flora dan fauna.

Selain Taman nasional, masih banyak lagi ekowisata yang bisa dijumpai sehingga sangat disayangkan ketika jumlah hutan di Papua kian hari kian berkurang karena adanya penebangan dan pembukaan lahan. Sebagai blogger, tentu saja saya berharap makin banyak orang dan pihak yang peduli dengan keberlangsungan Rimba di Papua. Bukan tidak mungkin, beberapa puluh bahkan ratus tahun kedepan, anak cucu kita hanya mengenal keindahan hutan dan ragam flora fauna hanya dari layar monitor saja di museum tanpa pernah merasakan dan menikmati keindahannya. 





  • Share

Liburan ke Bali? 7 Objek Wisata Keren ini Wajib Kamu Kunjungi!

  • 1/30/2020 12:00:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments
Sumber: pinterest.com
Berencana liburan ke Bali dengan keluarga, pasangan, teman atau kerabat terdekat? Bali adalah tempat tujuan wisata yang paling tepat untuk dikunjungi. Bahkan Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di Indonesia hingga Mancanegara. Terletak di bagian timur Pulau Jawa dengan keanekaragaman seni dan budaya yang sangat unik serta menarik. Di Bali kamu akan dimanjakan dengan keindahan panorama alamnya yang memiliki banyak pantai, pulau, gunung dan tumbuhan hijau yang penuh. 
Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan juga terintegrasi mempunyai banyak destinasi wisata yang sangat menarik dan keren, lho! Nah, kira-kira apa saja destinasi wisata keren di Bali yang wajib dikunjungi, ya? (Baca juga cerita seru lainnya di Bali lainnya disini)
Yuk, cek selengkapnya di sini! 
GWK (Garuda Wisnu Kencana)

Sumber: pinterest.com

Garuda Wisnu Kencana merupakan sebuah patung besar yang diciptakan oleh I Nyoman Nuarta. Tempat wisata budaya ini berlokasi di Bali Selatan. Selain patung GWK, kamu juga bisa menikmati keindahan bukit kapur yang dibelah menjadi balok batu kapur besar yang dipenuhi dengan ukiran dan pahatan. GWK juga menawarkan teater seni yang dapat dinikmati dengan beragam jenis kesenian dan tari Bali setiap hari di teater.

Pantai Kuta 

Sumber: pinterest.com

Karena memiliki pantai yang sangat indah, ombak yang cocok untuk berselancar dan biayanya yang murah. Membuat Pantai Kuta ini menjadi salah satu destinasi wisata yang paling populer dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Pantai Kuta ini juga terkenal dengan panorama senja yang sangat cantik. Sebelum menjadi destinasi wisata pantai dengan air laut biru dan pasir putih yang dilengkapi dengan fasilitas pendukung, dulunya Pantai ini menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan besar di Bali. 

Danau Beratan Bedugul

Sumber: pinterest.com

Terletak di wilayah pegunungan yang dilengkapi dengan suasana alam yang begitu indah. Danau Beratan Bedugul ini memiliki keunikan dimana terdapat sebuah pura yang bernama Pura Ulun Danu Bratan yang dapat di temukan di uang Rp 50 ribuan yang dicetak tahun 2005. Pura ini berada di dekat tepi Danau Beratan Bedugul yang menyediakan permainan air atau menyewa perahu. Karena pemandangan yang sangat indah ini kamu tidak boleh melewatkannya untuk mengabadikan momen seru. Untuk itu, bawalah kamera DSLR Canon 1300D yang dilengkapi dengan resolusi 18 MP untuk menghasilkan foto yang ciamik. Dukungan rekaman video 1080p ini juga bisa kamu gunakan untuk bikin vlog traveling di Bali. Harga kamera DSLR Canon ini kisaran RP 5 jutaan saja, kamu bisa membelinya di toko jual kamera atau secara online.

Sangeh

Sumber: pinterest.com

Destinasi wisata satu ini akan membawa kamu menyatu dengan alam. Karena, di Sangeh ini kamu akan menikmati suasana hutan yang ditempati oleh banyak kera liar. Kera di sini begitu menyukai makanan, bahkan mereka akan mencoba untuk mendapatkan makanan dari setiap pengunjung yang dibawa. Kera-kera di Sangeh juga dianggap sakral oleh penduduk setempat. Sehingga mereka tidak boleh mengganggu dan membiarkan mereka hidup bebas. Kamu bisa menemukan destinasi wisata ini di Ubud, Bali. 

Arung Jeram Sungai Telaga Waja

Sumber: pinterest.com

 Arung Jeram Sungai Telaga Waja ini cocok sekali bagi kamu yang menyukai kegiatan seru sekaligus menantang adrenaline. Sungai Telaga Waja ini mempunyai air yang jernih dan bersih serta jeram yang begitu menantang. Saat di ujung arung jeram kamu akan menikmati sensasi turun dari pintu air. Setelah melakukan kegiatan yang penuh dengan tantangan ini, kamu akan diajak menyusuri mendaki gunung. Untuk ke tempat ini tentunya kamu harus menyiapkan diri dan istirahat yang cukup.

Pura Uluwatu

Sumber: pinterest.com

Pura Uluwatu ini berlokasi di atas tebing yang menjorok ke laut.  Di tempat ini kamu akan menemukan sejumlah monyet yang dipercayai bertanggung jawab untuk menjaga kesucian di pura ini. Pura Uluwatu juga mengharuskan para pengunjung untuk mengenakan sarung dan selendang jika ingin masuk ke area pura. Selain menawarkan suasana religius Bali, pura ini juga menyediakan keindahan panorama alam dan keindahan matahari terbenam yang begitu terkenal.

Keindahan langit senja yang berwarna merah oren ini tentunya harus diabadikan dengan kamera DSLR Nikon D3200 dengan lensa sebesar 24MP yang bisa memotret gambar dengan hasil jernih. Kamera Nikon ini memiliki harga DSLR murah yang sangat terjangkau dengan spesifikasi menjanjikan. Dibanderol dengan harga kisaran Rp 3 jutaan kamu langsung bisa membawa pulang Nikon D3200 ini.

Pura Besakih
Sumber: pinterest.com

Pura Besakih ini didirikan dengan konsep keseimbangan Tuhan, Manusia dan juga alam atau biasa disebut sebagai Tri Hita Karana. Tempat ini berlokasi di kaki Gunung Agung dan menjadi candi terbesar di Bali. Pura Besakih juga sering mengadakan acara agama Hindu karena dipercayai sebagai tempat suci dan menjadi ibu dari semua pura yang ada di Bali. Di Pura Besakih juga mengharuskan para pengunjung yang ingin masuk ke area pura untuk memakai sarung yang sudah tersedia di sana. 

Sekiranya itulah daftar destinasi wisata yang wajib kamu kunjungi jika sedang berlibur di Bali. Menyenangkan sekali, bukan?
  • Share

Destinasi Wisata Anti Mainstream Dan Instagramable Di Indonesia

  • 4/22/2019 06:06:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Siapa yang pengen liburan dan bersenang-senang? Atau malah pengen mengabadikan setiap momen liburan dengan destinasi wisata yang anti mainstream dan instagramble. Mungkin karena pada setiap jalan-jalan atau liburan hanya fokus dengan hotel dan tiket saja tanpa sempat memikirkan apa saja destinasi yang unik dan cocok buat foto-foto. Yes,  Instagram itu sudah menjadi candu yang sulit dilepaskan karena setiap hari kita dimanjakan dengan foto-foto bagus yang wow dan menyenangkan mata kita, padahal dibalik itu dibutuhkan banyak waktu lagi untuk menghasilkan foto yang ngga itu-itu aja dan anti mainstream.

Sebetulnya di Indonesia itu banyak banget tempat-tempat yang sudah kita kenal dan memang menjadi salah satu magnet untuk datang ke sana. Sebut saja Bali dan Yogyakarta. Bali itu sudah menjadi icon wisata Indonesia. Bahkan setiap saya ke luar negeri,  pasti orang luar negeri sangat mengenal Bali jauh lebih banyak hal dibandingkan dengan saya yang asli dari Indonesia.

"Nasi Goreng."

Saat saya berada di Gala Yuzawa, salah satu tempat bermain ski di Jepang. Seorang petugasnya langsung menyebutkan kata nasi goreng.

"Oishii."

Saya langsung merespon dengan bahasa Jepang yang berarti enak. Kemudian dia tersenyum dan kemudian dia menyebutkan makanan lain lain seperti gado-gado. Saya sempat takjub dengan kecintaannya dengan masakan Indonesia.

"Bulan depan saya akan ke Bali."

Dia kemudian menerangkan dalam bahasa Inggris bahwa ia sering bolak-balik ke Bali.

"Kamu punya cowok orang Bali?"

Dia tertawa sementara antrian lainnya masih mengular dan membiarkan kami bercanda. Dia mengangguk dan sangat senang dengan orang Indonesia yang sangat baik dan ramah.

Saya bangga sekali dengan keramahan dan kebaikan yang sering kita sampaikan lewat senyum,  dan harusnya kita bangga juga dengan wisata Indonesia.

Nah,  saya akan membeberkan beberapa tempat yang sebetulnya sangat Instagramable dan Anti Mainstream di Indonesia.

Bali


Walaupun Bali sudah sangat ternama dan sering berkunjung ke sana,  tapi sebetulnya masih banyak yang belum dijelajahi. Salah satunya adalah Karang Asem. Di Karang Asem banyak sekali tempat yang masih sangat bagus dan jarang di kunjungi karena lumayan memakan waktu kalau kita menginap di area sekitar Denpasar. Kurang lebih sekitar 2 jam waktu perjalanan sehingga tidak menjadi wisata favorite.

Walaupun tidak menjadi tempat favorite,  tapi banyak sekali tempat yang harus dikunjugi salah satunya adalah Taman Bunga Kasna. Sangat jarang orang yang mau berkunjung ke sana,  padahal pemandangannya dan taman bunganya sangat bagus. Bahkan bunga yang ditanam ini pun sebetulnya untuk dijual. Karena itulah,  bunganya menjadi sangat terawat dan sangat rindang. Bukan hanya bunga saja, tapi ada beberapa tempat selfie yang cocok untuk koleksi foto di feed Instagram.

Selain taman bunga Kasna, Karang Asem memiliki Taman Air Tirta Gangga,  Istana Air Taman Ujung dan Pura Lempuyangan yang masih sangat hits.

Jakarta


Walaupun bukan tempat wisata yang favorite,  tapi Jakarta sebetulnya memiliki banyak tempat yang instagramable dan bisa dijumpai disekeliling kita. Bahkan sebagai penduduk Jakarta pun,  saya baru tahu kalau banyak tempat kece buat menambah koleksi feed Instagram. Pasti pada penasaran kan?

Sebut saja Gelora Bung Karno, salah satu kawasan olahraga yang beberapa waktu lalu menjadi buah bibir karena sukses menyelenggarakan Asian Games ini memiliki spot-spot yang jarang di ketahui oleh orang. Kalau yang sering olahraga disekitar komplek ini pasti sudah tahu spot-spot mana saja yang sering digunakan untuk foto-foto kece.

Istora Senayan sebetulnya gedung lama, namun setelah direnovasi dan dipercantik dengan banyak alang-alang membuat Istora semakin Insagramable banget. Bukan hanya alang-alang saja yang mempercantik,  tapi gedung-gedung pencakar langit pun mampu menghias foto kita menjadi sangat kece.

Selain kawasan GBK,  Jembatan Penyebrangan Orang atau JPO di sekitaran GBK juga patut dicoba untuk menambah warna-warni Instagram kamu.

Solo


Siapa bilang Solo itu ngga menarik? Sebetulnya, Solo memiliki banyak tempat foto yang bagus seperti di Mangkunegaran. Salah satu Keraton di Solo ini memiliki sentuhan klasik dengan sentuhan Eropa pada beberapa bagian. Dahulu,  Sultan memiliki hubungan yang baik dengan Kerjaan lain di wilayah Eropa sehingga mendapatkan benda-benda yang menjadi bagian dari Keraton.

Seperti pada wilayah dalam yang sangat klasik dengan taman serta air mancur yang menambah Solo menjadi sangat Istimewa.

Masih Banyak Yang Lain

Sebetulnya masih banyak sekali tempat yang sangat Instagramable di Indonesia, bahkan disekitar kita pun banyak sekali yang kece-kece tapi tidak kita ketahui.

Nah salah satunya yang bisa kunjungi adalah Sumatera Barat. Provinsi dengan Ibu Kota Padang ini selalu memikat hati. Bukan hanya karena banyak warung nasi Padang saja namun karena keindahan alam yang mampu menyihir kita untuk tetap tinggal dan lama berlibur. Mau tahu apa saja destinasi yang mampu memikat hati kita? Penasaran? klik di sini aja .

Sebetulnya masih banyak yang lain yang bisa dijelajahi,  nah saya akan bahas tempat lainnya di postingan selanjutnya.

Selamat berlibur dan keliling Indonesia ya.



  • Share

Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah, Hemat Dan Aman

  • 12/27/2018 10:39:00 AM
  • By Salman Faris
  • 5 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Akhir tahun 2018 ini pasti banyak orang yang akan liburan dan mengisinya dengan traveling atau jalan-jalan. Banyak banget destinasi di Indonesia yang bisa dipilih mulai dari Bandung, Yogyakarta (Jogja), Malang (Bromo), Cirebon, Banyuwangi, Bali, Pulau Komodo dan masih banyak yang di dalam negeri. Nah kalau luar negeri pastinya akan banyak yang ke Jepang, Macau, Malaysia, Thailand (Phuket, Bangkok), Korea Selatan, Singapore, Hongkong, Vietnam dan bahkan banyak yang memilih ke Eropa atau Amerika.

Dan, setelah dipikir-pikir traveling atau jalan-jalan di saat musim liburan (liburan anak sekolah dan liburan akhir dan awal tahun) itu Mehong alias Mahal, jauh dari kata murah, hemat atau menabung. Lalu, apa sih tipsnya biar bisa liburan murah dan bisa ngajakin keluarga (termasuk orang tua, anak, bayi, keponakan, saudara sekampung, hehehe) atau kalau mau jalan sendirian, ngajakin pacar, teman atau gebetan pun tidak menguras isi dompet. Kalau aku sih favorit dan pengennya bisa Jepang, Korea atau Eropa dan gratis gitu hehehe, serasa anak sekolahan kali ah bisa dapat gratis dari orang tua. 

Sebelum ngasih tipsnya, saya mau tanya nih, seberapa besar sih budget traveling yang dianggarkan setiap tahunnya? Hayo mulai berhitung dan sebutkan angkanya sekarang juga. Pasti banyak yang ngga bisa jawab atau malah ngga ada planning sama sekali untuk menganggarkan budget traveling. Wow, kamu luar biasa banget loh, bisa traveling dengan mengandalkan dana-dana yang seharusnya tidak digunakan untuk traveling. Lain hal kalau misalnya habis dapat bonus atau rejeki nomplok bisa dianggarkan untuk traveling, tapi tetap jangan sampai berlebihan. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Dulu pada saat kerja kantoran, saya biasanya selalu menganggarkan budget untuk traveling maksimal 2 kali dalam setahun. Biasanya saya akan menghitung biayanya terlebih dahulu atau perhitungan kasar sehingga bisa menganggarkan setiap bulan. Dan, setelah itu saya akan menyisihkan berapa ratus ribu tergantung dari budget kasar tersebut. Kalau biasanya saya sering jajan atau makan di restoran setiap weekend, maka demi jalan-jalan maka saya mengurangi intensitasnya jadi 2 kali dalam sebulan. Tetap saja saya makan atau shopping tapi lebih selektif dan menghindari barang yang tidak perlu. 

Dan, selama ini traveling itu membuat bahagia karena budgetnya selalu sesuai dengan perkiraan sehingga ada beberapa lembar uang sisa dari perjalanan yang masih saya simpan. Setelah beberapa kali melakukan traveling, biasanya saya selalu belajar dan belajar lagi, bagaimana cara supaya jalan-jalan saya lebih hemat dan murah serta aman, karena biasanya setiap yang murah itu mengesampingkan keamanan, bagi saya itu tidak berlaku karena selain murah juga harus aman terkendali selama liburan di negeri orang.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Penasaran kan gimana caranya biar jalan-jalan murah dan hemat serta aman. Ini dia beberapa tips yang harus dilakukan ya.

Jangan Traveling Saat Musim Liburan

Haram banget bagi traveler sejati memilih musim liburan sebagai pilihan. Loh kok bisa? Kan setiap bulan atau tanggal itu sama saja? Bukan karena bulan atau tanggalnya, tetapi karena pada saat musim liburan itu harga tiket dan hotel sangatlah mahal. Apalagi pada saat akhir tahun seperti ini berbarengan dengan anak sekolah liburan maka dipastikan banyak orang tua yang akan mengajak anaknya liburan otomatis permintaan terhadap tiket dan akomodasinya pun akan meningkat.

Kan masih ada juga yang ngasih diskon? Iya memang betul terkadang ada beberapa aplikasi atau hotel yang ngasih diskon tetapi tetap saja harga-harga lain masih sangat mahal.

Booking Tiket Pesawat Jauh-Jauh Hari

Dari dulu saya selalu bilang ke semua orang kalau mau jalan-jalan itu hal yang paling utama adalah book tiket pesawat terlebih dahulu. Kenapa? karena harga tiket masih sangat terjangkau dan biasanya dalam periode tertentu beberapa maskapai memberikan diskon yang lumayan besar sehingga bisa menghemat. Biasanya saya memesan sekitar 6 bulan atau 3 bulan sebelum keberangkatan. Kalau misalnya ada yang kasih diskon menarik bagaimana? Yes silahkan ambil dan menikmati liburan dengan syarat ada budgetnya ya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Perkirakan Budget Sedetail Mungkin

Biasanya kita mengabaikan budget dengan alasan kita punya kartu kredit atau kartu lain yang bisa tarik tunai. Oke, kita bisa mengunakan kartu-kartu tersebut, tapi sebelum traveling kita harus tahu secara terperinci agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu yang tidak sesuai dengan budget. Kenapa sih harus bikin budget? Hai, hai (hai tayo, hai tayo), Budget itu bukan berarti kita ngga bisa makan enak atau tidur nyaman ya, budget itu fungsinya sebagai panduan berapa yang harus kita keluarkan selama di perjalanan.

Biasanya saya buat coret-coretan atau tulis di smartphone, apa saja pengeluaran sedetail mungkin dari mulai makan, penginapan, tiket masuk obyek wisata, transportasi, tiket pesawat atau kereta dan biaya-biaya lainnya termasuk pengurusan visa atau passport apabila memang dibutuhkan.

Buat Itinerary

Budget dan Itinerary itu sebetulnya satu kesatuan. Jadi, setelah menentukan kemana saja maka akan didetail apa saja yang memerlukan biaya tambahan seperti misalnya kita pindah dari kota A ke kota B dengan tranportasi kereta maka kita perlu berhitung berapa biaya yang akan dikeluarkan. Bukan hanya itu saja, setiap kita ke tempat wisata pun harus diperhatikan apakah berbayar atau gratis.

Tipsnya adalah usahakan tidak pindah-pindah kota atau tempat, sebisa mungkin disekitar kota tempat kita landing pesawat. Misalnya kita mendarat di Tokyo, maka nanti kita pulang pun akan melalui tokyo kembali. Apabila mau explore, usahakan ke kota sekitar misalnya Yokohama, Kamakura, Niigata dan lainnya yang hanya memerlukan waktu tempuh dan biaya yang sedikit saja.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Menginap Di Hostel 

"Kamu nginep dimana?"

"Hostel."

"Apa itu hostel?"

Hostel itu kayak dormitory atau kalau di Indonesia, dikenal dengan sebutan asrama. Kenapa harus hostel? Kalau mau murah dan traveling sendirian, maka hostel inilah pilihan yang paling pas. Mengenai harganya sudah pasti sangat terjangkau. Kalau misalnya traveling berdua atau bertiga atau selebihnya bisa menginap di hotel bintang 2-3 yang cukup bagus atau dengan sebutan hotel budget.

Biar Aman, Asuransikan Diri


salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Kita tidak akan tahu kondisi keamanan di negara lain sampai kita tahu beritanya dan mengalami peringatan dini tentang keamanan dan bencana alam. Ini yang pernah saya alami ketika di Jepang dilanda banjir dan badai. Sehari sebelum ke Osaka dari Tokyo, saya melihat di televisi telah terjadi bencana alam yang cukup merisaukan. Bahkan teman saya yang tinggal di Osaka sempat whatsapp bahwa saya harus mengungsi kalau terjadi tanda alarm atau peringatan. Antara ketakutan dan penasaraan, saya pun mencoba tetap tenang. Selang beberapa jam, rupanya cuaca berubah menjadi sangat panas dan berubah drastis. Teman saya sempat bilang, kalau saya sangat beruntung karena cuacanya berubah sangat cepat dan kini berubah menjadi sangat bersahabat.

Bagaiman jika terjadi bencana alam dan kondisi keamanan yang tiba-tiba tidak kondusif di negara orang? Kita perlu menjaga diri dengan happy trip. Happy trip ini adalah salah satu perlindungan dari Happy One (Astra Insurance). Dengan premi mulai dari 40 ribu untuk domestik dan 120 ribu untuk international maka sangatlah terjangkau. Nah, yang masih penasaran dengan happy trip bisa lihat infonya di https://www.happyone.id/happy-trip/product-info.

Selamat liburan dan jalan-jalan dengan murah, hemat dan aman ya. See you. 
  • Share

5 Tempat Wisata di Malang Ini Jadi Pilihan Generasi Milenial

  • 12/24/2018 06:39:00 PM
  • By Salman Faris
  • 1 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial


Malang adalah destinasi andalan liburan akhir pekan warga Surabaya. Bosan dengan cuaca panas dan lalu lintas padat, jalan-jalan ke kota terbesar kedua di Jawa Timur ini memang bisa menyegarkan kembali pikiran dan tubuh yang penat.  

Menyandang gelar Kota Pendidikan, membuat Malang populer di kalangan generasi milenial. Tak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Oh iya, saya selalu ingat kalau Malang sangatlah identik dengan Gunung Bromo dan Semeru, padahal selain itu masih banyak wisata lain yang tidak kalah menarik dan memang harus dikunjungi bersama pacar, gebetan, keluarga atau teman segenk.

"Wisata di Malang selain Bromo apa?"

Kadang saya selalu di tanya dengan pertanyaan ini karena saya sudah pernah ke Malang beberapa kali. Dan, saya pun bingung harus menjawab apa hehehe. Namun, setelah menelusuri Malang tepatnya di Kota Batu, Malang, inilah 5 tempat rekreasi di Malang yang jadi pilihan generasi milenial. 

Museum Angkut

Museum dengan luas 3,7 hektar ini menampilkan lebih dari 300 koleksi kendaraan dari berbagai zaman dan negara. Museum bertema kendaraan terbesar di Asia Tenggara ini punya 8 zona eksibisi yang unik. Di Main Hall kamu akan menjumpai mobil-mobil kuno. Sementara di Educational Hall, kamu bisa mempelajari sejarah transportasi dunia. Lalu, Euro Zone membawa kamu pada deretan mobil keluaran Eropa yang mewah.

Setiap zona tematik memiliki penataan yang rapi, sehingga kamu tak bisa berhenti untuk mengabadikan diri dengan berbagai latar yang menarik. Siap-siap bingung memilih foto mana yang hendak diunggah ke media sosial karena semua foto terlihat sama keren! 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial
Source : Traveloka

Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa)

Bagi pencinta hewan, main ke Malang belum lengkap jika tidak mampir ke Jatim Park 2. Di Museum Satwa kamu akan mempelajari bagaimana sejarah keilmuan dalam dunia fauna. Terdapat beberapa replika hewan dengan ukuran menyerupai aslinya. Tiga yang paling menarik adalah replika dinosaurus, jerapah, dan gajah. 

Pada area Batu Secret Zoo, kamu bisa melihat-lihat koleksi satwa yang ditata dengan konsep modern. Ragam jenis hewan yang ada terbilang luar biasa lengkap, dari burung-burung cantik hingga hewan langka yang terancam punah. Bahkan, habitat buatan hewan ini dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Dijamin, kamu bakal terpukau dengan keragaman koleksi satwa di Batu Secret Zoo.  

Goa Pinus

Terletak di daerah Gunungsari, Bumiaji, Batu, Goa Pinus menawarkan pesona indah Malang dengan latar perbukitan hijau dan udara sejuk. Deretan pohon pinus yang apik menyambut kamu. Rasanya, siapapun ingin berlama-lama tinggal di sini. 

Ada banyak spot foto instagramable di Goa Pinus, seperti gerbang masuk yang membentuk bingkai dari cabang-cabang pohon, gardu pandang dengan latar perbukitan, hingga pondokan yang terbuat dari rangkaian akar dan batang pohon. Pasti memori smartphone segera penuh karena kamu nyaris tak mungkin berhenti foto-foto saat mengunjungi tempat ini. 

Kampung Wisata Jodipan

Berada di pusat kota, kelir warna-warni Kampung Wisata Jodipan selalu sukses menarik perhatian wisatawan. Bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi pemukiman cantik dan fotogenik, ini adalah tempat sempurna bagi penggemar fotografi untuk mengabadikan berbagai momen. 

Beberapa tempat terbaik untuk merekam area ini adalah Jembatan Embong Brantas, Jembatan Kaca yang menghubungkan Kampung Tridi dan Kampung Jodipan, dan Balai Payung. Telusuri pula mural-mural indah di beberapa titik dalam kawasan pemukiman ini. Jika kamu hanya mampir sebentar di Malang, tempat ini harus masuk dalam daftar teratas kunjungan.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial
Source : Traveloka
Jatim Park 3

Berbeda dengan Jatim Park 1 dan 2, Jatim Park 3 mengusung Dino Park dan The Legend Star sebagai destinasi unggulan. Penggemar dinosaurus pasti takjub saat memasuki ruang fosil yang menampilkan fosil dinosaurus dengan ukuran menyerupai aslinya. kamu juga dapat menjelajahi zaman ketika dinosaurus hidup dengan kereta terbuka.

Sementara di The Legend Star, ada 19 zona yang dapat ditelusuri. Masing-masing zona memiliki replika destinasi wisata tersohor atau patung lilin tokoh-tokoh terkenal dunia, seperti Joko Widodo dan Lionel Messi. Tempat tepat untuk mewujudkan mimpi masa kecil kamu, bukan? 

Ternyata 5 tempat wisata Malang pilihan generasi milenial ini seru dan menyenangkan! Buat liburan kamu lebih praktis dengan membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata di Malang melalui situs online, seperti Traveloka. Jadi, kamu bisa langsung masuk tanpa repot antre. 
  • Share

Sehari Menjadi Sultan Melayu Riau Di Pulau Penyengat

  • 12/20/2018 10:41:00 AM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

Dari Batam, Pulau Bintan bisa ditempuh sekitar 45 menit menggunakan kapal Fery. Bintan menjadi sebuah pulau yang tersohor di masa lalu karena dari sinilah kebudayaan Melayu bermula. Bukan tepat di pulau bintan atau kota tanjung pinangnya, melainkan di pulau kecil yang tak lebih besar dari pulau macan di kepuluan seribu, DKI Jakarta. Pulau itu bernama Penyengat, sebuah pusat kerjaan Riau-Lingga. Disini pula Raja Ali Haji menciptakan Gurindam 12 yang merupakan filosofi hidup masyarakat Melayu. 

Rupanya saya tidak terlalu paham dengan sejarah melayu di pulau Penyengat, makanya saya selalu ingin mengunjunginya sesegera mungkin. Saya tertarik dengan asal mula Bahasa Indonesia yang kita pakai saat ini yang merupakan varian dari bahasa melayu khususnya kerajaan Riau di Penyengat. Namun, jika ditelisik lebih jauh, bahasa Indonesia akan sangat berbeda dengan rumpun melayu karena mengalami banyak sekali penyerapan baik bahasa daerah maupun bahasa asing. Jadi jangan heran kalau telinga kita akan terasa asing dengan bahasa melayu. 

"Kita nyebrang pakai kapal."

Fitri, teman sekaligus guide pada saat ke Rote, menunjuk kapal yang ada ditengah pelabuhan kecil. 

"Yakin dengan kapal sekecil itu?"

Saya berbicara dalam hati karena takut terjadi apa-apa. Kalian tahu kan dengan kondisi tubuh yang berisi tumpukan lemak ini bisa membuat oleng kapal dan penumpang lainnya tidak selamat. 



Seperti layaknya Betawi yang memiliki corak cerah dan berwarna-warni, adat Melayu sangaat menonjolkan warna kuning dan hijau. Jadi jangan heran apabila birunya langit akan sangat jelas tergambar dengan hiasan awan putih. Walaupun panas menyengat, namun dahaga ini sudah terobati dengan seplatik es campur yang saya beli di jalan menuju masjid. 

Masyarakat menyebut masjid ini sebagai Masjid Raya Sultan Riau. Dari jauh bahkan dari pelabuhan sudah nampak menara masjid yang menjulang. Warna kuning yang mencolok membuat saya tak sabar untuk segera melihat keindahannya. 

"Ini Istana?"

Saya dan Fitri saling bertanya dan penasaran dengan bangunan yang sebetulnya masjid ini. Dari luar memang tidak seperti masjid melainkan istana. Namun, setelah dari dekat dan melihat sendiri papan nama, membuat saya manggut-manggut dan percaya bahwa inilah masjidnya.



Setelah masuk dan melihat banyak masyarakat yang berkumpul di teras, saya merasakan betapa tersohornya pulau ini di masa lampau. Rasanya berada di bangunan ini seperti berada pada beradab-abad lalu yang masih belum semodern sekarang. Mungkin penerangan atau lampu pun tidak semudah kita pada saat ini, dan akses transportasi pun masih sangat minim. Namun, melihat keindahan dan kemegahan bangunan-bangunan yang kini mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai World Heritage, seakan tidak berada di masa lampu, melainkan masa kini.

"Kita mau jalan?"

Lagi-lagi kami berdua saling bertanya  setelah keluar dari masjid. 

"Naik bentor aja."


Bentor itu singkatan dari becak dan motor, sebuah alat transportasi yang sudah modern. Becak yang ada di pulau penyengat sangat berbeda dari becak pada umumnya di pulau Jawa. Bentor ini bernuansa melayu sangat kental dengan ukiran serta warna-warna yang ngejreng. 

Kami menyewa bentor ini untuk keliling pulau dan melihat-lihat bangunan apa saja yang ada disini. Sebetulnya untuk menyusuri pulau ini sangatlah memungkinkan dengan jalan kaki, namun karena cuaca sangatlah panas, maka kami pun urung.



Rute selanjutnya adalah makam para Sultan atau Raja pendahulu yang dimakamkan di kompleks pemakaman para raja, mirip dengan Imogiri di Yogyakarta. Setelah ini kami melihat banyak bangunan pemerintahan, benteng, dan bangunan lainnya. 

Dan, sampailah kami di rumah ada khas Melayu yang berada di pesisir pantai yang tak jauh dari masjid dan pelabuhan. Dari desainnya mirip rumah khas betawi, hanya saja rumah betawi memiliki ruang tamu yang cukup luas dan tidak bergaya panggung. 



Dan, setelah masuk ke dalam, ternyata nuansa kerajaan Melayu pada masa lampau sangat terasa. Singasanaya sangat mencolok mata dengan nuansa warna-warni yang cerah. Rasanya ingin sekali merasakan menjadi Sultan di singgasana ini. Lagi-lagi ternyata harapan saya jadi kenyataan juga dengan kostum yang memang disewakan dengan harga lumayan terjangkau sekitar 25 ribu. Dan, untungnya lagi kostum ini muat dengan ukuran yang sangat besar. 

"Beri hormat untuk Sultan Salman."

Saya kemudian berjalan menuju singasana dan duduk. Sementara pengawal dan jenderal serta penasehat berada di samping singgasana. 

"Man, foto dulu."

Ah, sial saya harus terbangun dari khayalan yang lumayan membuat saya sumringah. 

"Oke!"

Kemudian saya mengabadikan beberapa pose yang sama dengan Sultan Melayu Riau. Cekrek! Cekrek! Bahagianya menjadi Sultan dalam sehari.


Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,tahulah Ia dunia mudarat.

Gurindam dua belas yang tersohor sebagai filosofi dari melayu. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil terutama dalam bertindak dan bermasyarakat, filosofi ini sangat kental dan telah diterapkan dalam hati setiap penduduk pada masa lampau. Sebetulnya Raja Ali Haji membuat Gurindam 12 tersebut berdasarkan nilai-nilai agama Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Inilah peninggalan yang mesti kita ambil positifnya dan belajar dari sejarah masa lampau.


Setelah lama kami berdua bergantian foto, ternyata pengunjung lain pun sama ingin berfoto. Mungkin kalau bisa direka adegan seperti ini.

"Sultan, aku ingin menjadi permaisuri."

Wanita itu tampak memohon.

"Tidak semudah itu maria mercedes."

Hahaha, reka adegaan ini hanyalah untuk menghibur saja ya. Setelah drama ini, ternyata masih ada drama lainnya setelah ini.

"Mana bentornya ya?"

Setelah keluar dari rumah adat, kami mencari bentor. Dan, hasilnya nihil. Jangan sampai kita jalan kaki dan melupakan jasa pengemudi yang telah menjadikan saya sebagai raja. Saya sempat panik, namun tetap berpikiran santai karena memang pulau tersebut tidaklah luas. 

Setelah dari spot selfie, kami kembali kedepan rumah adat. Dan, ternyata ada bentor lain yang menmanggil kami. Rupanya bentor tersebut bannya bocor dan harus ke bengkel. Jangan sampai karena berat badan saya menyebabkaan bannya bocor, hahaha.


Kami kembali ke tempat semula yaitu di depan Masjid Raya Sultan Riau. Antara senang dan tragis, namun tetap manis karena bisa merasakan singgasana Sultan Melayu Riau yang sangat bagus. Kemudian kami kembali ke pelabuhan dan melanjutkan petualangan di Tanjung Pinang, Pulau Bintan.

Sebelumnya saya telah menginap semalam di hotel daerah Tanjung Pinang yang sangat dekat dengan pelabuhan. Biasanya karena sangat padat jadwal, saya pesan melalui online atau aplikasi di pegipegi.com, banyak sekali pilihan hotel apabila tidak memungkinkan untuk mencari-cari sendiri. Selain itu juga banyak diskon yang bisa dinikmati untuk liburan akhir tahun dan tahun baru nanti.

Rasanya ingin sekali kembali menjadi Sultan dengan singgasana yang megah di Pulau Penyengat. Kalau kamu, apa hal yang ingin di lakukan di Pulau Penyengat dalam sehari? Ceritakan padaku. 

  • Share

Mengintip Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon Saat Maulid

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Entah kenapa Cirebon selalu memanggil saya kembali. Mungkin saja masih banyak cerita-cerita yang masih terpendam, dan mengundang saya untuk terus mencarinya disini, di tanah pesisir gerbang utama Jawa Barat di Utara. 

"Man, kita ke Cirebon yuk."

Tanpa angin tanpa badai, Sari mengajak saya ke Cirebon. Saya kemudian mengecek jadwal untuk beberapa hari ke depan. Masih kosong, sekosong hati ini, hehehe. Tapi pada saat itu saya berada di Kuningan dalam rangka International Angklung Festival Kuningan 2018. Sebetulnya setelah itu saya harus ke Bandung karena ada sebuah event juga. Saya masih bimbang karena mata saya agak bermasalah dan harus di bantu dengan kacamata. Namun, setelah beberapa hari melihat pemandangan alam yang lumayan hijau membuat mata saya kembali normal seperti sebelumnya. 

"Oke, Chali."

Beberapa hari setelah dipikirkan dengan matang akhirnya saya mengiyakan ajakan Sari. Jadilah kami berdua merencanakan dan memesan tiket kereta api. Salah satu alasan mengapa kami menggunakan kereta adalah karena tidak macet dan cukup mudah memesan melalui online. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Ternyata bukan hanya kami berdua yang berangkat, rombongan kami berubah menjadi 6 orang. Rencana naik kereta dari stasiun pasar senen pun terpaksa diurungkan dan berganti menjadi mobil. Namun, pulangnya saya dan Sari tetap menggunakan kereta api. Bener saja, perjalanan kereta yang hanya 3 jam lebih sedikit tidak bisa diimbangi oleh mobil yang menempuh perjalanan hampir 6 jam. Kami sarapan, main ke Keraton dan kemudian kami terlelap kelelehan sebelum akhirnya kami makan malam dan mempersiapkan untuk ritual Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan.

Esok paginya, kami memutuskan mengunjungi Gua Sunyaragi terlebih dahulu. Memang tak lengkap rasanya jika ke Cirebon tidak mengunjungi Gua yang sangat spesial. Tujuan kami tak lain tak bukan hanya untuk mengabadikan momen dengan kamera kami masing-masing.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Tujuan selanjutnya setelah Sunyaraagi adalah Keraton Kanoman. Karena Kanoman dan Kasepuhan saling berdekatan, maka kami mampir terlebih dahulu untuk berfoto-foto. Namun, ternyata acara Panjang Jimat pun dilaksanakan di Kanoman.

Suasana ramai pedagang sepanjang jalan menuju keraton membuat jalan kami tidak secepat yang diperkirakan. Apalagi cuaca di Cirebon sangat panas pada saat itu meski kadang hujan pun terjadi pada saat sore harinya. Saya sempat melihat-lihat beberapa barang yang dijual sangatlah murah dibandingkan dengan harga toko atau mall, namun memang kualitasnya belum terjamin.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Aroma khas kemenyan membuat hidung saya sensitif, biasanya saya mencium bau parfum atau softener pada saat mencuci dan berpakaian. Panjang Jimat adalah ritual yang dilakukan oleh Keraton untuk menyucikan dan membersihkan diri dari kotoran atau keburukan dan dosa menjelang Maulud Nabi Muhammad SAW. Ritual ini telah terjadi turun temurun dari Keraton Kasepuhan sebagai keraton tertua di Cirebon. Ritual bersih-bersih ini biasanya dilakukan bukan hanya manusianya saja melainkan seluruh lingkungan keraton seperti bangunan dan pusaka peninggalan yang masih tersimpan di Keraton. 

Biasanya pada saat inilah Sultan dan Pangeran serta keluarga keraton akan berkumpul dan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk bersilaturahmi. Biasanya Sultan akan bersalaman langsung dengan masyarakat tanpa adanya jarak diantara mereka. Selain itu, biasanya masyarakat akan membersihkan diri di sumber mata air atau sumur di keraton Kanoman. Konon katanya, barang siapa yang ikut mandi di sumur tersebut akan mendapatkan jodoh atau mendapatkan banyak berkah dan rejeki. Kepercayaan ini memang masih dipegang masyarakat sampai saat ini. Dan, puncaknya pada saat Mauludan ini.

Selain sumur suci, ternyata terdapat batu yang dipercaya akan mendatangkan keberuntungan jika dapat menghitungnya melalui hitungan jengkal tangan. Masyarakat yang menghitungnya melalui jengkal satu persatu mengelilingi batu yang berbentuk persegi sampai akhirnya mengelilinginya. Namun, jarang sekali yang dapat menghitungnya pas dengan jengkal tangannya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Suasana sore itu makin ramai karena sebentar lagi arak-arakan Pusaka dan Hidangan pada saat malam nanti atau Pelal Ageng akan diarak menuju ke Keraton Kanoman. Ibu-ibu dengan pakaian kuning dan membawa baki ditutupi kain kuning dan hijau tampak sudah siap menunggu rombongan utama termasuk keluarga besar keraton Kanoman yang dipimpin oleh Pangeran.

Sementara menunggu rombongan, saya dan teman-teman berdiri di tengah tepat berlawanan dengan pintu gerbang masuk. Dari pintu gerbang inilah nantinya rombongan akan memasuki wilayah keraton. Sementara itu, iring-iringan yang lain sudah menunggu. Antusiasme warga masyarakat untuk menyaksikan ritual ini memang sangat besar, terbukti dengan penuhnya halaman keraton bahkan sampai ke halaman luar.


salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Panji kebesaran keraton Kanoman yang bertuliskan dua kalimat syahadat memasuki pintu gerbang. Artinya tak berapa lama lagi rombongan akan masuk dan membawa pusaka dan hidangan untuk ritual Panjang Jimat.

Dan, setelah panji dengan warna hijau dengan tulisan kalimat syahadat dengan tinta emas itu berlalu. Pusaka-pusaka keraton pun silih berganti memasuki jalan yang sangat sempit karena dipadati oleh masyarakat.

"Panas ya."

Saya menyeka keringat dan memberitahu Mia kalau saya kepanasan dari tadi.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Banyak sekali pusaka dan hidangan yang diarak memasuki keraton Kanoman. Saya tidak dapat menghitung atau mengabadikan dengan leluasa karena penjagaan oleh abdi dalem pun sangat ketat. Adegan dorong dan mendorong atau kamera tertutup tangan pun tak bisa dihindari, sehingga foto yang disajikan pun apa adanya.

Ritual ini memang telah terjadi turun temurun dari generasi ke generasi sehingga masyarakat telah mengetahuinya dari kakek nenek dalam perbincangan keseharian mereka. Tak heran mereka masih menjunjung adat istiadat yang terjadi di keraton, salah satunya Kanoman ini.

Setelah arak-arakan ini, tujuan kami selanjutnya adalah keraton Kasepuhan, untuk mengikuti ritual Panjang Jimat dari dekat karena kami pun memiliki undangan resmi dari pihak keraton. Saya kan lanjutkan kisahnya nanti ditulisan selanjutnya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Pada saat pulangnya, saya dan Sari pulang terlebih dahulu, sedangkan ketiga teman saya memutuskan untuk ke Majalengka dan daerah lain di Jawa Barat. Sedangkan Mia, langsung pulang pada malam hari setelah acara Panjang Jimat.

Bagi saya, kereta api adalah pilihan yang sangat tepat karena walaupun akses tol sudah sangat bagus, namun kita tidak akan tahu apa yang terjadi di jalan, bisa saja akan macet karena terdapat beberapa pembangunan LRT/MRT di arah Jakarta ke tol Cipali.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Nah, jangan lupa pesan kereta apinya melalui pegi-pegi karena mudah dan praktis, bisa juga membelinya melalui aplikasi yang bisa di download di google playstore dan apps store.

So, selamat jalan-jalan dan menemukan hal-hal unik disekitar kamu ya. Traveling itu tidak harus jauh dan mahal, yang penting traveling membuatmu bahagia. Happy Traveling! 

  • Share