Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah, Hemat Dan Aman

  • 12/27/2018 10:39:00 AM
  • By Salman Faris
  • 5 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Akhir tahun 2018 ini pasti banyak orang yang akan liburan dan mengisinya dengan traveling atau jalan-jalan. Banyak banget destinasi di Indonesia yang bisa dipilih mulai dari Bandung, Yogyakarta (Jogja), Malang (Bromo), Cirebon, Banyuwangi, Bali, Pulau Komodo dan masih banyak yang di dalam negeri. Nah kalau luar negeri pastinya akan banyak yang ke Jepang, Macau, Malaysia, Thailand (Phuket, Bangkok), Korea Selatan, Singapore, Hongkong, Vietnam dan bahkan banyak yang memilih ke Eropa atau Amerika.

Dan, setelah dipikir-pikir traveling atau jalan-jalan di saat musim liburan (liburan anak sekolah dan liburan akhir dan awal tahun) itu Mehong alias Mahal, jauh dari kata murah, hemat atau menabung. Lalu, apa sih tipsnya biar bisa liburan murah dan bisa ngajakin keluarga (termasuk orang tua, anak, bayi, keponakan, saudara sekampung, hehehe) atau kalau mau jalan sendirian, ngajakin pacar, teman atau gebetan pun tidak menguras isi dompet. Kalau aku sih favorit dan pengennya bisa Jepang, Korea atau Eropa dan gratis gitu hehehe, serasa anak sekolahan kali ah bisa dapat gratis dari orang tua. 

Sebelum ngasih tipsnya, saya mau tanya nih, seberapa besar sih budget traveling yang dianggarkan setiap tahunnya? Hayo mulai berhitung dan sebutkan angkanya sekarang juga. Pasti banyak yang ngga bisa jawab atau malah ngga ada planning sama sekali untuk menganggarkan budget traveling. Wow, kamu luar biasa banget loh, bisa traveling dengan mengandalkan dana-dana yang seharusnya tidak digunakan untuk traveling. Lain hal kalau misalnya habis dapat bonus atau rejeki nomplok bisa dianggarkan untuk traveling, tapi tetap jangan sampai berlebihan. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Dulu pada saat kerja kantoran, saya biasanya selalu menganggarkan budget untuk traveling maksimal 2 kali dalam setahun. Biasanya saya akan menghitung biayanya terlebih dahulu atau perhitungan kasar sehingga bisa menganggarkan setiap bulan. Dan, setelah itu saya akan menyisihkan berapa ratus ribu tergantung dari budget kasar tersebut. Kalau biasanya saya sering jajan atau makan di restoran setiap weekend, maka demi jalan-jalan maka saya mengurangi intensitasnya jadi 2 kali dalam sebulan. Tetap saja saya makan atau shopping tapi lebih selektif dan menghindari barang yang tidak perlu. 

Dan, selama ini traveling itu membuat bahagia karena budgetnya selalu sesuai dengan perkiraan sehingga ada beberapa lembar uang sisa dari perjalanan yang masih saya simpan. Setelah beberapa kali melakukan traveling, biasanya saya selalu belajar dan belajar lagi, bagaimana cara supaya jalan-jalan saya lebih hemat dan murah serta aman, karena biasanya setiap yang murah itu mengesampingkan keamanan, bagi saya itu tidak berlaku karena selain murah juga harus aman terkendali selama liburan di negeri orang.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Penasaran kan gimana caranya biar jalan-jalan murah dan hemat serta aman. Ini dia beberapa tips yang harus dilakukan ya.

Jangan Traveling Saat Musim Liburan

Haram banget bagi traveler sejati memilih musim liburan sebagai pilihan. Loh kok bisa? Kan setiap bulan atau tanggal itu sama saja? Bukan karena bulan atau tanggalnya, tetapi karena pada saat musim liburan itu harga tiket dan hotel sangatlah mahal. Apalagi pada saat akhir tahun seperti ini berbarengan dengan anak sekolah liburan maka dipastikan banyak orang tua yang akan mengajak anaknya liburan otomatis permintaan terhadap tiket dan akomodasinya pun akan meningkat.

Kan masih ada juga yang ngasih diskon? Iya memang betul terkadang ada beberapa aplikasi atau hotel yang ngasih diskon tetapi tetap saja harga-harga lain masih sangat mahal.

Booking Tiket Pesawat Jauh-Jauh Hari

Dari dulu saya selalu bilang ke semua orang kalau mau jalan-jalan itu hal yang paling utama adalah book tiket pesawat terlebih dahulu. Kenapa? karena harga tiket masih sangat terjangkau dan biasanya dalam periode tertentu beberapa maskapai memberikan diskon yang lumayan besar sehingga bisa menghemat. Biasanya saya memesan sekitar 6 bulan atau 3 bulan sebelum keberangkatan. Kalau misalnya ada yang kasih diskon menarik bagaimana? Yes silahkan ambil dan menikmati liburan dengan syarat ada budgetnya ya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Perkirakan Budget Sedetail Mungkin

Biasanya kita mengabaikan budget dengan alasan kita punya kartu kredit atau kartu lain yang bisa tarik tunai. Oke, kita bisa mengunakan kartu-kartu tersebut, tapi sebelum traveling kita harus tahu secara terperinci agar tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan yang tidak perlu yang tidak sesuai dengan budget. Kenapa sih harus bikin budget? Hai, hai (hai tayo, hai tayo), Budget itu bukan berarti kita ngga bisa makan enak atau tidur nyaman ya, budget itu fungsinya sebagai panduan berapa yang harus kita keluarkan selama di perjalanan.

Biasanya saya buat coret-coretan atau tulis di smartphone, apa saja pengeluaran sedetail mungkin dari mulai makan, penginapan, tiket masuk obyek wisata, transportasi, tiket pesawat atau kereta dan biaya-biaya lainnya termasuk pengurusan visa atau passport apabila memang dibutuhkan.

Buat Itinerary

Budget dan Itinerary itu sebetulnya satu kesatuan. Jadi, setelah menentukan kemana saja maka akan didetail apa saja yang memerlukan biaya tambahan seperti misalnya kita pindah dari kota A ke kota B dengan tranportasi kereta maka kita perlu berhitung berapa biaya yang akan dikeluarkan. Bukan hanya itu saja, setiap kita ke tempat wisata pun harus diperhatikan apakah berbayar atau gratis.

Tipsnya adalah usahakan tidak pindah-pindah kota atau tempat, sebisa mungkin disekitar kota tempat kita landing pesawat. Misalnya kita mendarat di Tokyo, maka nanti kita pulang pun akan melalui tokyo kembali. Apabila mau explore, usahakan ke kota sekitar misalnya Yokohama, Kamakura, Niigata dan lainnya yang hanya memerlukan waktu tempuh dan biaya yang sedikit saja.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Menginap Di Hostel 

"Kamu nginep dimana?"

"Hostel."

"Apa itu hostel?"

Hostel itu kayak dormitory atau kalau di Indonesia, dikenal dengan sebutan asrama. Kenapa harus hostel? Kalau mau murah dan traveling sendirian, maka hostel inilah pilihan yang paling pas. Mengenai harganya sudah pasti sangat terjangkau. Kalau misalnya traveling berdua atau bertiga atau selebihnya bisa menginap di hotel bintang 2-3 yang cukup bagus atau dengan sebutan hotel budget.

Biar Aman, Asuransikan Diri


salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Jangan Traveling Saat Musim Liburan, Tips Jalan-Jalan Murah Hemat

Kita tidak akan tahu kondisi keamanan di negara lain sampai kita tahu beritanya dan mengalami peringatan dini tentang keamanan dan bencana alam. Ini yang pernah saya alami ketika di Jepang dilanda banjir dan badai. Sehari sebelum ke Osaka dari Tokyo, saya melihat di televisi telah terjadi bencana alam yang cukup merisaukan. Bahkan teman saya yang tinggal di Osaka sempat whatsapp bahwa saya harus mengungsi kalau terjadi tanda alarm atau peringatan. Antara ketakutan dan penasaraan, saya pun mencoba tetap tenang. Selang beberapa jam, rupanya cuaca berubah menjadi sangat panas dan berubah drastis. Teman saya sempat bilang, kalau saya sangat beruntung karena cuacanya berubah sangat cepat dan kini berubah menjadi sangat bersahabat.

Bagaiman jika terjadi bencana alam dan kondisi keamanan yang tiba-tiba tidak kondusif di negara orang? Kita perlu menjaga diri dengan happy trip. Happy trip ini adalah salah satu perlindungan dari Happy One (Astra Insurance). Dengan premi mulai dari 40 ribu untuk domestik dan 120 ribu untuk international maka sangatlah terjangkau. Nah, yang masih penasaran dengan happy trip bisa lihat infonya di https://www.happyone.id/happy-trip/product-info.

Selamat liburan dan jalan-jalan dengan murah, hemat dan aman ya. See you. 
  • Share

5 Tempat Wisata di Malang Ini Jadi Pilihan Generasi Milenial

  • 12/24/2018 06:39:00 PM
  • By Salman Faris
  • 1 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial


Malang adalah destinasi andalan liburan akhir pekan warga Surabaya. Bosan dengan cuaca panas dan lalu lintas padat, jalan-jalan ke kota terbesar kedua di Jawa Timur ini memang bisa menyegarkan kembali pikiran dan tubuh yang penat.  

Menyandang gelar Kota Pendidikan, membuat Malang populer di kalangan generasi milenial. Tak hanya sebagai tempat menimba ilmu, tetapi juga sebagai destinasi wisata. Oh iya, saya selalu ingat kalau Malang sangatlah identik dengan Gunung Bromo dan Semeru, padahal selain itu masih banyak wisata lain yang tidak kalah menarik dan memang harus dikunjungi bersama pacar, gebetan, keluarga atau teman segenk.

"Wisata di Malang selain Bromo apa?"

Kadang saya selalu di tanya dengan pertanyaan ini karena saya sudah pernah ke Malang beberapa kali. Dan, saya pun bingung harus menjawab apa hehehe. Namun, setelah menelusuri Malang tepatnya di Kota Batu, Malang, inilah 5 tempat rekreasi di Malang yang jadi pilihan generasi milenial. 

Museum Angkut

Museum dengan luas 3,7 hektar ini menampilkan lebih dari 300 koleksi kendaraan dari berbagai zaman dan negara. Museum bertema kendaraan terbesar di Asia Tenggara ini punya 8 zona eksibisi yang unik. Di Main Hall kamu akan menjumpai mobil-mobil kuno. Sementara di Educational Hall, kamu bisa mempelajari sejarah transportasi dunia. Lalu, Euro Zone membawa kamu pada deretan mobil keluaran Eropa yang mewah.

Setiap zona tematik memiliki penataan yang rapi, sehingga kamu tak bisa berhenti untuk mengabadikan diri dengan berbagai latar yang menarik. Siap-siap bingung memilih foto mana yang hendak diunggah ke media sosial karena semua foto terlihat sama keren! 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial
Source : Traveloka

Jatim Park 2 (Batu Secret Zoo dan Museum Satwa)

Bagi pencinta hewan, main ke Malang belum lengkap jika tidak mampir ke Jatim Park 2. Di Museum Satwa kamu akan mempelajari bagaimana sejarah keilmuan dalam dunia fauna. Terdapat beberapa replika hewan dengan ukuran menyerupai aslinya. Tiga yang paling menarik adalah replika dinosaurus, jerapah, dan gajah. 

Pada area Batu Secret Zoo, kamu bisa melihat-lihat koleksi satwa yang ditata dengan konsep modern. Ragam jenis hewan yang ada terbilang luar biasa lengkap, dari burung-burung cantik hingga hewan langka yang terancam punah. Bahkan, habitat buatan hewan ini dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Dijamin, kamu bakal terpukau dengan keragaman koleksi satwa di Batu Secret Zoo.  

Goa Pinus

Terletak di daerah Gunungsari, Bumiaji, Batu, Goa Pinus menawarkan pesona indah Malang dengan latar perbukitan hijau dan udara sejuk. Deretan pohon pinus yang apik menyambut kamu. Rasanya, siapapun ingin berlama-lama tinggal di sini. 

Ada banyak spot foto instagramable di Goa Pinus, seperti gerbang masuk yang membentuk bingkai dari cabang-cabang pohon, gardu pandang dengan latar perbukitan, hingga pondokan yang terbuat dari rangkaian akar dan batang pohon. Pasti memori smartphone segera penuh karena kamu nyaris tak mungkin berhenti foto-foto saat mengunjungi tempat ini. 

Kampung Wisata Jodipan

Berada di pusat kota, kelir warna-warni Kampung Wisata Jodipan selalu sukses menarik perhatian wisatawan. Bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi pemukiman cantik dan fotogenik, ini adalah tempat sempurna bagi penggemar fotografi untuk mengabadikan berbagai momen. 

Beberapa tempat terbaik untuk merekam area ini adalah Jembatan Embong Brantas, Jembatan Kaca yang menghubungkan Kampung Tridi dan Kampung Jodipan, dan Balai Payung. Telusuri pula mural-mural indah di beberapa titik dalam kawasan pemukiman ini. Jika kamu hanya mampir sebentar di Malang, tempat ini harus masuk dalam daftar teratas kunjungan.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyel Blogger - Tempat Wisata Malang Pilihan Generasi Milenial
Source : Traveloka
Jatim Park 3

Berbeda dengan Jatim Park 1 dan 2, Jatim Park 3 mengusung Dino Park dan The Legend Star sebagai destinasi unggulan. Penggemar dinosaurus pasti takjub saat memasuki ruang fosil yang menampilkan fosil dinosaurus dengan ukuran menyerupai aslinya. kamu juga dapat menjelajahi zaman ketika dinosaurus hidup dengan kereta terbuka.

Sementara di The Legend Star, ada 19 zona yang dapat ditelusuri. Masing-masing zona memiliki replika destinasi wisata tersohor atau patung lilin tokoh-tokoh terkenal dunia, seperti Joko Widodo dan Lionel Messi. Tempat tepat untuk mewujudkan mimpi masa kecil kamu, bukan? 

Ternyata 5 tempat wisata Malang pilihan generasi milenial ini seru dan menyenangkan! Buat liburan kamu lebih praktis dengan membeli tiket masuk ke berbagai tempat wisata di Malang melalui situs online, seperti Traveloka. Jadi, kamu bisa langsung masuk tanpa repot antre. 
  • Share

Sehari Menjadi Sultan Melayu Riau Di Pulau Penyengat

  • 12/20/2018 10:41:00 AM
  • By Salman Faris
  • 6 Comments

Dari Batam, Pulau Bintan bisa ditempuh sekitar 45 menit menggunakan kapal Fery. Bintan menjadi sebuah pulau yang tersohor di masa lalu karena dari sinilah kebudayaan Melayu bermula. Bukan tepat di pulau bintan atau kota tanjung pinangnya, melainkan di pulau kecil yang tak lebih besar dari pulau macan di kepuluan seribu, DKI Jakarta. Pulau itu bernama Penyengat, sebuah pusat kerjaan Riau-Lingga. Disini pula Raja Ali Haji menciptakan Gurindam 12 yang merupakan filosofi hidup masyarakat Melayu. 

Rupanya saya tidak terlalu paham dengan sejarah melayu di pulau Penyengat, makanya saya selalu ingin mengunjunginya sesegera mungkin. Saya tertarik dengan asal mula Bahasa Indonesia yang kita pakai saat ini yang merupakan varian dari bahasa melayu khususnya kerajaan Riau di Penyengat. Namun, jika ditelisik lebih jauh, bahasa Indonesia akan sangat berbeda dengan rumpun melayu karena mengalami banyak sekali penyerapan baik bahasa daerah maupun bahasa asing. Jadi jangan heran kalau telinga kita akan terasa asing dengan bahasa melayu. 

"Kita nyebrang pakai kapal."

Fitri, teman sekaligus guide pada saat ke Rote, menunjuk kapal yang ada ditengah pelabuhan kecil. 

"Yakin dengan kapal sekecil itu?"

Saya berbicara dalam hati karena takut terjadi apa-apa. Kalian tahu kan dengan kondisi tubuh yang berisi tumpukan lemak ini bisa membuat oleng kapal dan penumpang lainnya tidak selamat. 



Seperti layaknya Betawi yang memiliki corak cerah dan berwarna-warni, adat Melayu sangaat menonjolkan warna kuning dan hijau. Jadi jangan heran apabila birunya langit akan sangat jelas tergambar dengan hiasan awan putih. Walaupun panas menyengat, namun dahaga ini sudah terobati dengan seplatik es campur yang saya beli di jalan menuju masjid. 

Masyarakat menyebut masjid ini sebagai Masjid Raya Sultan Riau. Dari jauh bahkan dari pelabuhan sudah nampak menara masjid yang menjulang. Warna kuning yang mencolok membuat saya tak sabar untuk segera melihat keindahannya. 

"Ini Istana?"

Saya dan Fitri saling bertanya dan penasaran dengan bangunan yang sebetulnya masjid ini. Dari luar memang tidak seperti masjid melainkan istana. Namun, setelah dari dekat dan melihat sendiri papan nama, membuat saya manggut-manggut dan percaya bahwa inilah masjidnya.



Setelah masuk dan melihat banyak masyarakat yang berkumpul di teras, saya merasakan betapa tersohornya pulau ini di masa lampau. Rasanya berada di bangunan ini seperti berada pada beradab-abad lalu yang masih belum semodern sekarang. Mungkin penerangan atau lampu pun tidak semudah kita pada saat ini, dan akses transportasi pun masih sangat minim. Namun, melihat keindahan dan kemegahan bangunan-bangunan yang kini mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai World Heritage, seakan tidak berada di masa lampu, melainkan masa kini.

"Kita mau jalan?"

Lagi-lagi kami berdua saling bertanya  setelah keluar dari masjid. 

"Naik bentor aja."


Bentor itu singkatan dari becak dan motor, sebuah alat transportasi yang sudah modern. Becak yang ada di pulau penyengat sangat berbeda dari becak pada umumnya di pulau Jawa. Bentor ini bernuansa melayu sangat kental dengan ukiran serta warna-warna yang ngejreng. 

Kami menyewa bentor ini untuk keliling pulau dan melihat-lihat bangunan apa saja yang ada disini. Sebetulnya untuk menyusuri pulau ini sangatlah memungkinkan dengan jalan kaki, namun karena cuaca sangatlah panas, maka kami pun urung.



Rute selanjutnya adalah makam para Sultan atau Raja pendahulu yang dimakamkan di kompleks pemakaman para raja, mirip dengan Imogiri di Yogyakarta. Setelah ini kami melihat banyak bangunan pemerintahan, benteng, dan bangunan lainnya. 

Dan, sampailah kami di rumah ada khas Melayu yang berada di pesisir pantai yang tak jauh dari masjid dan pelabuhan. Dari desainnya mirip rumah khas betawi, hanya saja rumah betawi memiliki ruang tamu yang cukup luas dan tidak bergaya panggung. 



Dan, setelah masuk ke dalam, ternyata nuansa kerajaan Melayu pada masa lampau sangat terasa. Singasanaya sangat mencolok mata dengan nuansa warna-warni yang cerah. Rasanya ingin sekali merasakan menjadi Sultan di singgasana ini. Lagi-lagi ternyata harapan saya jadi kenyataan juga dengan kostum yang memang disewakan dengan harga lumayan terjangkau sekitar 25 ribu. Dan, untungnya lagi kostum ini muat dengan ukuran yang sangat besar. 

"Beri hormat untuk Sultan Salman."

Saya kemudian berjalan menuju singasana dan duduk. Sementara pengawal dan jenderal serta penasehat berada di samping singgasana. 

"Man, foto dulu."

Ah, sial saya harus terbangun dari khayalan yang lumayan membuat saya sumringah. 

"Oke!"

Kemudian saya mengabadikan beberapa pose yang sama dengan Sultan Melayu Riau. Cekrek! Cekrek! Bahagianya menjadi Sultan dalam sehari.


Barang siapa tiada memegang agama,sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat,maka ia itulah orang yang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah,suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri,maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri.
Barang siapa mengenal dunia,tahulah ia barang yang teperdaya.
Barang siapa mengenal akhirat,tahulah Ia dunia mudarat.

Gurindam dua belas yang tersohor sebagai filosofi dari melayu. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil terutama dalam bertindak dan bermasyarakat, filosofi ini sangat kental dan telah diterapkan dalam hati setiap penduduk pada masa lampau. Sebetulnya Raja Ali Haji membuat Gurindam 12 tersebut berdasarkan nilai-nilai agama Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadis. Inilah peninggalan yang mesti kita ambil positifnya dan belajar dari sejarah masa lampau.


Setelah lama kami berdua bergantian foto, ternyata pengunjung lain pun sama ingin berfoto. Mungkin kalau bisa direka adegan seperti ini.

"Sultan, aku ingin menjadi permaisuri."

Wanita itu tampak memohon.

"Tidak semudah itu maria mercedes."

Hahaha, reka adegaan ini hanyalah untuk menghibur saja ya. Setelah drama ini, ternyata masih ada drama lainnya setelah ini.

"Mana bentornya ya?"

Setelah keluar dari rumah adat, kami mencari bentor. Dan, hasilnya nihil. Jangan sampai kita jalan kaki dan melupakan jasa pengemudi yang telah menjadikan saya sebagai raja. Saya sempat panik, namun tetap berpikiran santai karena memang pulau tersebut tidaklah luas. 

Setelah dari spot selfie, kami kembali kedepan rumah adat. Dan, ternyata ada bentor lain yang menmanggil kami. Rupanya bentor tersebut bannya bocor dan harus ke bengkel. Jangan sampai karena berat badan saya menyebabkaan bannya bocor, hahaha.


Kami kembali ke tempat semula yaitu di depan Masjid Raya Sultan Riau. Antara senang dan tragis, namun tetap manis karena bisa merasakan singgasana Sultan Melayu Riau yang sangat bagus. Kemudian kami kembali ke pelabuhan dan melanjutkan petualangan di Tanjung Pinang, Pulau Bintan.

Sebelumnya saya telah menginap semalam di hotel daerah Tanjung Pinang yang sangat dekat dengan pelabuhan. Biasanya karena sangat padat jadwal, saya pesan melalui online atau aplikasi di pegipegi.com, banyak sekali pilihan hotel apabila tidak memungkinkan untuk mencari-cari sendiri. Selain itu juga banyak diskon yang bisa dinikmati untuk liburan akhir tahun dan tahun baru nanti.

Rasanya ingin sekali kembali menjadi Sultan dengan singgasana yang megah di Pulau Penyengat. Kalau kamu, apa hal yang ingin di lakukan di Pulau Penyengat dalam sehari? Ceritakan padaku. 

  • Share

Mengintip Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon Saat Maulid

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Entah kenapa Cirebon selalu memanggil saya kembali. Mungkin saja masih banyak cerita-cerita yang masih terpendam, dan mengundang saya untuk terus mencarinya disini, di tanah pesisir gerbang utama Jawa Barat di Utara. 

"Man, kita ke Cirebon yuk."

Tanpa angin tanpa badai, Sari mengajak saya ke Cirebon. Saya kemudian mengecek jadwal untuk beberapa hari ke depan. Masih kosong, sekosong hati ini, hehehe. Tapi pada saat itu saya berada di Kuningan dalam rangka International Angklung Festival Kuningan 2018. Sebetulnya setelah itu saya harus ke Bandung karena ada sebuah event juga. Saya masih bimbang karena mata saya agak bermasalah dan harus di bantu dengan kacamata. Namun, setelah beberapa hari melihat pemandangan alam yang lumayan hijau membuat mata saya kembali normal seperti sebelumnya. 

"Oke, Chali."

Beberapa hari setelah dipikirkan dengan matang akhirnya saya mengiyakan ajakan Sari. Jadilah kami berdua merencanakan dan memesan tiket kereta api. Salah satu alasan mengapa kami menggunakan kereta adalah karena tidak macet dan cukup mudah memesan melalui online. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Ternyata bukan hanya kami berdua yang berangkat, rombongan kami berubah menjadi 6 orang. Rencana naik kereta dari stasiun pasar senen pun terpaksa diurungkan dan berganti menjadi mobil. Namun, pulangnya saya dan Sari tetap menggunakan kereta api. Bener saja, perjalanan kereta yang hanya 3 jam lebih sedikit tidak bisa diimbangi oleh mobil yang menempuh perjalanan hampir 6 jam. Kami sarapan, main ke Keraton dan kemudian kami terlelap kelelehan sebelum akhirnya kami makan malam dan mempersiapkan untuk ritual Panjang Jimat di Keraton Kasepuhan.

Esok paginya, kami memutuskan mengunjungi Gua Sunyaragi terlebih dahulu. Memang tak lengkap rasanya jika ke Cirebon tidak mengunjungi Gua yang sangat spesial. Tujuan kami tak lain tak bukan hanya untuk mengabadikan momen dengan kamera kami masing-masing.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Tujuan selanjutnya setelah Sunyaraagi adalah Keraton Kanoman. Karena Kanoman dan Kasepuhan saling berdekatan, maka kami mampir terlebih dahulu untuk berfoto-foto. Namun, ternyata acara Panjang Jimat pun dilaksanakan di Kanoman.

Suasana ramai pedagang sepanjang jalan menuju keraton membuat jalan kami tidak secepat yang diperkirakan. Apalagi cuaca di Cirebon sangat panas pada saat itu meski kadang hujan pun terjadi pada saat sore harinya. Saya sempat melihat-lihat beberapa barang yang dijual sangatlah murah dibandingkan dengan harga toko atau mall, namun memang kualitasnya belum terjamin.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Aroma khas kemenyan membuat hidung saya sensitif, biasanya saya mencium bau parfum atau softener pada saat mencuci dan berpakaian. Panjang Jimat adalah ritual yang dilakukan oleh Keraton untuk menyucikan dan membersihkan diri dari kotoran atau keburukan dan dosa menjelang Maulud Nabi Muhammad SAW. Ritual ini telah terjadi turun temurun dari Keraton Kasepuhan sebagai keraton tertua di Cirebon. Ritual bersih-bersih ini biasanya dilakukan bukan hanya manusianya saja melainkan seluruh lingkungan keraton seperti bangunan dan pusaka peninggalan yang masih tersimpan di Keraton. 

Biasanya pada saat inilah Sultan dan Pangeran serta keluarga keraton akan berkumpul dan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk bersilaturahmi. Biasanya Sultan akan bersalaman langsung dengan masyarakat tanpa adanya jarak diantara mereka. Selain itu, biasanya masyarakat akan membersihkan diri di sumber mata air atau sumur di keraton Kanoman. Konon katanya, barang siapa yang ikut mandi di sumur tersebut akan mendapatkan jodoh atau mendapatkan banyak berkah dan rejeki. Kepercayaan ini memang masih dipegang masyarakat sampai saat ini. Dan, puncaknya pada saat Mauludan ini.

Selain sumur suci, ternyata terdapat batu yang dipercaya akan mendatangkan keberuntungan jika dapat menghitungnya melalui hitungan jengkal tangan. Masyarakat yang menghitungnya melalui jengkal satu persatu mengelilingi batu yang berbentuk persegi sampai akhirnya mengelilinginya. Namun, jarang sekali yang dapat menghitungnya pas dengan jengkal tangannya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Suasana sore itu makin ramai karena sebentar lagi arak-arakan Pusaka dan Hidangan pada saat malam nanti atau Pelal Ageng akan diarak menuju ke Keraton Kanoman. Ibu-ibu dengan pakaian kuning dan membawa baki ditutupi kain kuning dan hijau tampak sudah siap menunggu rombongan utama termasuk keluarga besar keraton Kanoman yang dipimpin oleh Pangeran.

Sementara menunggu rombongan, saya dan teman-teman berdiri di tengah tepat berlawanan dengan pintu gerbang masuk. Dari pintu gerbang inilah nantinya rombongan akan memasuki wilayah keraton. Sementara itu, iring-iringan yang lain sudah menunggu. Antusiasme warga masyarakat untuk menyaksikan ritual ini memang sangat besar, terbukti dengan penuhnya halaman keraton bahkan sampai ke halaman luar.


salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Panji kebesaran keraton Kanoman yang bertuliskan dua kalimat syahadat memasuki pintu gerbang. Artinya tak berapa lama lagi rombongan akan masuk dan membawa pusaka dan hidangan untuk ritual Panjang Jimat.

Dan, setelah panji dengan warna hijau dengan tulisan kalimat syahadat dengan tinta emas itu berlalu. Pusaka-pusaka keraton pun silih berganti memasuki jalan yang sangat sempit karena dipadati oleh masyarakat.

"Panas ya."

Saya menyeka keringat dan memberitahu Mia kalau saya kepanasan dari tadi.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Banyak sekali pusaka dan hidangan yang diarak memasuki keraton Kanoman. Saya tidak dapat menghitung atau mengabadikan dengan leluasa karena penjagaan oleh abdi dalem pun sangat ketat. Adegan dorong dan mendorong atau kamera tertutup tangan pun tak bisa dihindari, sehingga foto yang disajikan pun apa adanya.

Ritual ini memang telah terjadi turun temurun dari generasi ke generasi sehingga masyarakat telah mengetahuinya dari kakek nenek dalam perbincangan keseharian mereka. Tak heran mereka masih menjunjung adat istiadat yang terjadi di keraton, salah satunya Kanoman ini.

Setelah arak-arakan ini, tujuan kami selanjutnya adalah keraton Kasepuhan, untuk mengikuti ritual Panjang Jimat dari dekat karena kami pun memiliki undangan resmi dari pihak keraton. Saya kan lanjutkan kisahnya nanti ditulisan selanjutnya.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Pada saat pulangnya, saya dan Sari pulang terlebih dahulu, sedangkan ketiga teman saya memutuskan untuk ke Majalengka dan daerah lain di Jawa Barat. Sedangkan Mia, langsung pulang pada malam hari setelah acara Panjang Jimat.

Bagi saya, kereta api adalah pilihan yang sangat tepat karena walaupun akses tol sudah sangat bagus, namun kita tidak akan tahu apa yang terjadi di jalan, bisa saja akan macet karena terdapat beberapa pembangunan LRT/MRT di arah Jakarta ke tol Cipali.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Ritual Panjang Jimat Keraton Kanoman Cirebon

Nah, jangan lupa pesan kereta apinya melalui pegi-pegi karena mudah dan praktis, bisa juga membelinya melalui aplikasi yang bisa di download di google playstore dan apps store.

So, selamat jalan-jalan dan menemukan hal-hal unik disekitar kamu ya. Traveling itu tidak harus jauh dan mahal, yang penting traveling membuatmu bahagia. Happy Traveling! 

  • Share

Berlibur ke Semarang? 7 Spot Wisata Ini Membuat Liburan Kamu Menjadi Sah di Semarang

  • 8/16/2018 04:34:00 PM
  • By Salman Faris
  • 1 Comments

Semarang – kota yang letaknya sangat strategis (di tengah pulau Jawa) ini memiliki akar kata “asem” dan “arang”. Kota yang terkenal dengan sajian lumpia-nya ini menjadi destinasi yang sangat patut Anda sambangi ketika sedang berlibur bersama keluarga, teman, atau bahkan Anda sedang berencana untuk ber-solo traveller. 

Dapat dikatakan bahwa Semarang memiliki keindahan kota yang begitu khas, karena Anda akan mendapatkan pemandangan yang sangat variatif di kota ini. Semarang memiliki bangunan modern yang tidak terlalu tinggi, lalu terdapat bangunan-bangunan khas Tiongkok, arsitektur kolonial Belanda yang sampai saat ini masih dijaga kelestariannya, lalu berbagai macam skenik lain yang mampu memanjakan mata Anda. 

Mungkin sebagian dari Anda masih bingung ketika sampai di Semarang. Pertanyaan “tempat apa lagi yang perlu dikunjungi, ya?” saat berada di Kota Lumpia ini pasti muncul di benak Anda. Semarang memiliki banyak sekali spot wisata yang patut Anda sambangi, bahkan Anda belum sahih ke Semarang bila belum mengunjungi tempat yang ada di daftar artikel ini. Setelah mencari penerbangan Batik Air menuju bandara Achmad Yani, Anda hanya perlu membaca artikel ini sampai habis, lalu sahih lah liburan Anda di Semarang.


Gereja Blenduk

Gereja yang berlokasi di kawasan Kota Lama Semarang kerap kali dikenal dengan sebutan The Little Netherland. Gereja Blenduk berdiri di antara sekian banyak bangunan ala Belanda, dan gereja ini masih berdiri kokoh dan terawat dengan apik serta rapi. Bahkan sampai saat ini, Gereja Blenduk masih digunakan secara aktif sebagai rumah ibadah.

Gereja Blenduk yang telah bertahan dari masa kolonial Belanda ini sudah berganti wajah beberapa kali. Mula-mula, gereja yang dibangun pada 1753 ini berbentuk rumah panggung Jawa. Hal tersebut dapat Anda lihat pada peta kota Semarang tahun 1756 yang menunjukkan konfigurasi massa yang berbeda dari sekarang. Pada tahun 1787 rumah panggung tersebut diubah total. Tujuh tahun berikutnya gereja tersebut mengalami perubahan lagi. Pada tahun 1894, gedung ini dibangun kembali oleh H.P.A. de Wilde dan W.Westmas, dan bentuk tersebut bertahan hingga saat ini.



Pasar Semawis

Pasar Semawis merupakan pasar malam yang beroperasi setiap hari Jumat sampai Minggu. Pasar Semawis ini berlokasi di Komplek Pecinan Semarang. Banyak sekali hal yang berbau dengan budaya Tiongkok hadir di tempat ini. Bagi Anda yang tengah mengincar barang atau bahkan kuliner khas Tiongkok, Anda dapat mengunjungi tempat ini dan berburu hal tersebut bersama keluarga dan teman Anda. 

Klenteng Sam Po Kong

Selain aktif sebagai tempat ibadah dan ziarah, Klenteng ini juga merupakan tempat wisata yang menarik untuk Anda kunjungi. Tempat ini dikenal juga dengan sebutan Gedong Batu dan  ada juga yang mengatakan nama ini dipakai karena asal mula tempat ini adalah sebuah gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu. Tetapi ada sebagian orang yang mengatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu, alias tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai. Darimana pun nama tempat ini, yang jelas Klenteng Sam Po Kong merupakan spot wisata yang harus Anda kunjungi ketika berada di Semarang. 

Puri Maerakaca

Puri Maerakaca yang merupakan Pusat Rekreasi Taman Budaya Jawa Tengah. Kalau di Jakarta, tempat ini ibarat Taman Mini yang ada di provinsi Jawa Tengah, karena di dalamnya terdapat 35 anjungan yang menjadi cerminan dari 35 kabupaten dan kotamadya yang ada di provinsi Jawa Tengah.

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid yang dibangun sejak 2001 dan selesai pada 2006 ini memiliki arsitektur dengan gaya Romawi. Hal tersebut terlihat dari bangunan 25 pilar dipelataran masjid. Pilar-pilar bergaya koloseum Athena di Romawi tersebut dibalut dengan hiasan kaligrafi yang indahnya berhasil mencuri perhatian Anda.

Daya tarik lain dari masjid ini adalah Menara Al Husna yang tingginya mencapai 99 meter. Sedangkan di lantai 2 dan lantai 3 digunakan sebagai Museum Kebudayaan Islam, dan di lantai 18 terdapat Kafe Muslim yang dapat berputar 360 derajat. Lantai 19 digunakan untuk menara pandang, dan telah dilengkapi 5 teropong yang bisa melihat panorama kota Semarang.

Simpang Lima

Tempat yang merupakan alun-alun kota ini biasanya ramai saat malam hari. Simpang Lima Berlokasi di persimpangan Jl. Pandanaran di sebelah barat, Jl. A. Yani di sebelah timur, Jl. Gajahmada dan Jl. Pahlawan di sebelah timur, sementara disebelah timur laut ada Jl.KH. Ahmad Dahlan. Ikon Kota Semarang ini jangan sampai Anda lewatkan karena ini menjadi landmark penting yang wajib Anda kunjungi.


Lawang Sewu

Tak Kenal Maka Tak Sayang – mungkin peribahasa tersebut dapat dikaitkan pada “tak ke Lawang Sewu, berarti tak ke Semarang”. Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini beroperasi sebagai kantor pusat perusahaan kereta api atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). 

Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini dibangun oleh tangan dingin arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda.

  • Share

Asyiknya Backpacker ke Semarang dengan Budget Hemat

  • 2/23/2018 11:04:00 AM
  • By Salman Faris
  • 1 Comments

Terlalu banyak cerita di Semarang, mulai dari sedih sampai bahagia. Tentu saja Semarang sangat berarti bagi saya, saya menghabiskan setidaknya 4 tahun untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di sini. Namun, sayangnya selama 4 tahun saya hanya mengenal Tugu Muda dan Simpang Lima, bahkan saya tidak pernah masuk ke dalam Lawang Sewu yang menjadi ikon kota berjuluk Venesianya Indonesia. Sebuah kota sungai yang indah dengan bangunan kuno yang menawan. 

Saya sering merencanakan dengan matang sebuah perjalanan kemana pun meskipun ke kota yang sudah pernah saya kunjungi sebelumnya. Karena menurut saya, sebuah perjalanan mesti dipersiapkan dengan detail sehingga pada saat perjalanan akan nyaman tanpa perlu terjadi permasalahan yang berarti. 

Salah satu persiapan pada saat backpacker adalah merencanakan budget agar sesuai dengan rencana. Selain itu dipersiapakan transportasi, akomodasi, itinerary dan konsumsi. Semarang menawarkan harga yang lumayan terjangkau mulai dari hostel atau hotel, makanan dan tempat wisatanya. 


Saya menyarankan untuk memesan tiket pesawat dan hotel atau hostel jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga yang lumayan murah. Cari tiket dan hotel membutuhkan waktu yang cukup ribet ternyata. Dibutuhkan effort 2 kali untuk memesan pesawat dan hotel secara terpisah. Apalagi kadang harga yang tertera tidak sesuai budget yang diharapkan, alias lebih mahal. Lalu, apa tidak ada solusi? 

Setelah cek sana sini di berbagai website dan aplikasi, saya menemukan cara terpraktis dengan harga yang lebih murah. Ternyata ada paket pesawat hotel Traveloka sehingga menghemat waktu dan budget. Bagaimana cara memesan pesawat plus hotel di aplikasi atau website ?  Ini dia cara memesan keduanya di aplikasi. 



Yakin harganya murah ? Yes, saya mendapatkan harga hemat sekitar 800 ribu untuk pesawat dan hostel (hotel) yang berada di Kota Lama. Kenapa lebih murah ya pesan hotel dan pesawat di Traveloka? Karena termasuk diskon 20 persen dari harga biasanya. Setelah pesan bisa dibayar melalui banyak metode pembayaran sehingga lebih aman dan nyaman bertransaksi.

Untuk lama perjalanan sekitar 3 hari 2 malam, pesawat dan hotel telah dipesan maka tinggal memikirkan transportasi dan biaya makan selama di Semarang. Oke kita misalkan transportasi selama di semarang 150 ribu dengan ojek online dan makan sekitar 400 ribu. Untuk wisatanya, banyak sekali wisata yang free seperti Kota Lama, Pasar Barang Antik, Klenteng dan lainnya. Jika masuk pun harganya tidak lebih dari 50 ribu. Total pengeluaran selama 3 hari adalah 1,5 juta (All in). So, sangat murah bukan dengan perjalanan sekitar 3 hari namun sudah tercover seluruh pengeluaran. 


Selama ini saya hanya mengenal Lawang Sewu, Tugu Muda, Simpang Lima dan lainnya. Semarang ternyata memiliki tempat wisata yang tidak biasa alias anti - mainstream. Sebut saja Old City 3D Trick Art Museum, Pasar Semawis, Kampung Seni Padang Rani dan Kampung Warna-Warni. 

Old City 3D Trick Art Museum


Terinspirasi dengan berbagai kota lain seperti Yogya, Denpasar dan lainnya yang memiliki 3D Trick Art, Semarang pun kini memiliki museum yang sangat menarik karena menyajikan banyak tipu muslihat seolah-olah nyata. Harga tiketnya 50 ribu sehingga sangat menarik jika berkunjung bersama keluarga dan teman-teman. 



Banyak sekali trick art yang tersedia mulai dari belahan Amerika, Eropa, Asia dan lain-lainnya. Tips pada saat memotret, biasanya disediakan suatu tempat khusus untuk spot terbaik mengambil foto. Sehingga foto yang dihasilkan akan sangat nyata dan kelihatan sangat asli.



Pasar Semawis

Pasar Semawis sebetulnya merupakan bagian dari Pecinan Semarang setiap akhir pekan, Jumat sampai Minggu. Banyak sekali yang ditawarkan dari barang-barang kebutuhan seperti pakaian, perhiasan, alat rumah tangga sampai kuliner yang sangat terkenal dengan kelezatannya.



Pilihan saya jatuh kepada nasi ayam bumbu betutu yang berada tak jauh dari gerbang utama Pecinan, selain kulinernya sangat banyak juga sangat murah sehingga membuat selera makan jadi terpuaskan.



Kampung Seni Padang Rani 

Saya selalu suka melihat benda-benda antik meskipun tidak pernah mengoleksinya secara khusus. Namun mengenang masa kecil dengan melihat benda-benda ini sangatlah menyenangkan. Apalagi pada saat sore menjelang malam dan melintas di sepanjang jalan di kota lama menuju gereja bleduk. Kampung Seni ini menawarkan banyak barang yang sangat jarang di temui saat ini dipasaran.



Yang menarik lagi adalah kampung seni ini menyatu dengan kawasan kota lama sehingga sayang kalau dilewatkan terutama pada saat memiliki waktu yang lebih. Terlebih lagi tidak ada tiket masuk alias gratis. So, jangan lupa main kesini ya.



So, 3 hari backpackeran bisa menjadi momen istimewa dengan budget yang hemat dan terjangkau tanpa membuat kantong kempes seperti yang sudah-sudah. Selamat berlibur di semarang. 
  • Share