salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
    • Home
    • About Me
    • Contact Me
    • Tekno
    • Film
    • Travel
    • Food

     

    Namaku Sphyrna, aku terlahir di perairan laut Jawa, di antara ratusan saudara kecil yang berenang membentuk gerombolan. Tak seperti temanku, mata dan lubang hidungku berada di ujung kepala. Kepalaku lonjong seperti martil, walau bentuk kepalaku unik tapi akulah penjaga keseimbangan di lautan lepas. Namun mirisnya, aku jugalah yang paling diburu. 


    Saat tubuhku belum genap satu meter, ketika hidupku belum dimulai, jaring besar itu menutup langit biru di atas permukaan air. Aku ditarik ke dek kapal bersama puluhan saudara dan teman-teman, semuanya belum dewasa. Aku belum sempat tumbuh, belum sempat mengembalikan satupun kehidupan ke laut yang melahirkanku. 


    Aku dilindungi, setidaknya dalam aturan manusia. Namun di pelabuhan, tubuhku dipotong tanpa ragu, siripku ditimbang dengan cepat. Tidak ada yang bertanya apakah aku martil harus dijaga, atau dilarang diperdagangkan. Tidak ada yang peduli, berempati apalagi mengembalikan aku ke lautan lepas. 


    Sampai suatu hari, seorang pemuda dari Banyuwangi bernama Oka Bayu Pratama, menyadari bahwa permasalahan utamanya bukan hanya penangkapan namun karena ketidaktahuan. Aku mati bukan karena kejahatan, namun karena manusia tidak bisa membedakan dari jenis ikan lainnya di lautan luas. 


    Saat Hiu diburu, Hati Oka Bayu Pratama Membeku  


    Angin laut membelai rambut pendek seorang pemuda di pelabuhan Banyuwangi. Ia membetulkan posisi kacamata, sambil terus mengamati perahu nelayan mendekati bibir dermaga. Tiap harinya, ratusan ton ikan berhasil ditangkap oleh nelayan hingga akhirnya dipasarkan pelelangan ikan di Pancer, Muncar, dan Grajagan, Kabupaten Banyuwangi. Ikan tuna, tenggiri, tongkol, kembung, kakap dan cakalang merupakan hasil tangkapan disamping ikan lemuru, sang primadona di perairan selat Bali. 


    “Banyak sekali overfishing yang terjadi di Indonesia, semua ikan yang nilai jualnya tinggi dan banyak pasarnya,” Jelas Oka Bayu dengan menggebu-gebu. 


    Lemuru, bak artis ternama sangat populer dikalangan ibu-ibu rumah tangga dan anak kos saat tanggal tua. Sardinella Lemuru telah menjadi komoditas unggulan Banyuwangi, tak dipungkiri dari tahun ke tahun permintaan semakin banyak karena menjadi konsumsi skala nasional. Permintaan banyak sehingga nelayan pun melakukan penangkapan secara besar-besaran sehingga terjadi overfishing. 


    Dalam 2024, Kabupaten Banyuwangi menyumbang 30.534 kg hasil tangkapan, sekitar 46,12 persen tangkapan ikan lemuru di Indonesia. Disamping itu, penangkapan ikan lemuru telah melampaui jumlah tangkap yang diperbolehkan secara ekonomi sehingga mengancam keberlanjutan populasi ikan apabila tidak dilakukan dengan hati-hati (Jurnal Akuatiklestari, 2025).


    “Karena overfishing lemuru, akibatnya harus mendatangkan ikan dari India karena lemuru membutuhkan waktu bereproduksi kembali,” Ucap Oka Bayu trenyuh. 



    Jaring-jaring kuat dan rapat ditarik oleh nelayan kemudian dimasukan ke dalam dek kapal. Pukat cincin, sebuah jaring menyerupai kantong besar melingkari dan mengurung gerombolan ikan. Kemudian, dengan satu tarikan saja di bagian bawah, baik ikan besar maupun kecil tidak bisa meloloskan diri. Mirisnya, bukan hanya ikan lemuru ataupun jenis ikan yang bisa dikonsumsi saja, namun ikan hiu pun turut terjaring. 


    Seorang nelayan mengangkut hasil tangkapan menuju tempat pelelangan ikan. Hasil tangkapannya melimpah terutama ikan lemuru. Hati Oka Bayu Pratama terpacu saat melihat ke arah lantai. Kumpulan ikan-ikan hasil tangkapan nelayan ternyata bukan ikan layak konsumsi, namun ikan hiu yang dilindungi.


    “Hiu-hiu sudah dipotong sehingga tinggal sirip bahkan tinggal kulitnya karena dicacah,” Ungkap Oka Bayu. 


    Hiu-hiu yang terjaring pukat, dipotong-potong bagian tubuhnya. Sirip dan bagian berharga dipisahkan untuk dijual. Sementara, potongan tubuh ikan sudah tak berbentuk sehingga tak bisa dikenali lagi sebagai hiu. 


    “Ternyata justru yang ditangkap itu hiu-hiu yang dilindungi dan dibatasi bahkan di kuota, namun di lapangan masih belum ada pengawasan yang ketat,” Tambah Oka Bayu berkaca-kaca. 


    Panggilan Hati, Oka Bayu Pratama Bergerak Meneliti

    Luasnya laut Indonesia, tersimpan kekayaan satwa laut terutama ikan dilindungi seperti hiu, penyu, pari dan duyung. Namun, mirisnya menurut TRAFFIC (Komite Pemantau Perdagangan Satwa Liar Internasional), Indonesia merupakan penangkap hiu terbesar di dunia, setiap tahunnya bisa menangkap 110.737 hiu dan menyumbang sekitar 16,8% dari total tangkapan hiu di dunia. Sebetulnya, ikan-ikan tersebut dilindungi oleh beberapa peraturan salah satunya Keputusan Menteri No. 66 tahun 2025. Ikan hiu yang dilindungi antara lain Hiu Paus, Hiu Berjalan, Hiu Martil, dan Hiu Koboi. 


    Fakta dilapangan berbeda 180 derajat dari peraturan yang dibuat. Selagi permintaan pasar masih banyak, sebanyak apapun peraturan yang disampaikan tak akan digubris. Bahkan petugas di lapangan pun tidak bisa mengidentifikasi ikan hiu karena faktor ketidaktahuan dan keterbatasan teknologi dalam identifikasi hiu dan jenis ikan lainnya. Hal inilah yang mengusik Oka Bayu Pratama.  


    “Sebagai orang perikanan yang bisa IT, saya ingin berkontribusi untuk permasalahan yang urgen untuk diselesaikan,” Oka Bayu memaparkan keinginan berkontribusi melalui identifikasi ikan hiu melalui  teknologi IT dan AI. 


    Semangat pemuda asal Desa Bayu, Banyuwangi menggebu. Berbekal latar belakang Akuakultur Universitas Airlangga, Oka Bayu pun melakukan survey dan studi terlebih dahulu. Bahkan biaya penelitian dan pengembangan aplikasi dibiayai dari hasil budidaya lele yang ia jalankan, baru kemudian ia mendapatkan dukungan dana penelitian dari organisasi non profit  bernama Indonesian Youth Elasmobranch Scholarship (IYES). Kebetulan IYES mendukung penelitian terkait hiu dan pari di Indonesia.   



    “Sebetulnya, ekspektasi saya ketika di pelabuhan besar di Jawa Timur itu tidak terjadi penangkapan hiu. Justru ketika saya disana, mirisnya hiu disana banyak ditangkap bahkan seharusnya dilindungi,” Ujar Oka Bayu mengungkapkan fakta dilapangan ketika mengunjungi pelabuhan di Lamongan, Jawa Timur. 


    Tak hanya itu, petugas pendata pun hanya melakukan tugas identifikasi ikan hanya beberapa kali dalam sebulan. Tidak ada metode khusus dalam mengidentifikasi, hanya dilakukan beberapa sampel sehingga tidak  efektif dalam mengenali hiu-hiu yang dilindungi. 


    Dalam perjalanan survey ke beberapa daerah seperti Banyuwangi, Lamongan dan Lombok Timur, Oka Bayu sebetulnya masih sangsi, apakah bisa memecahkan permasalahan yang terjadi di lapangan mulai dari proses identifikasi dengan kondisi pengambilan data, kondisi masyarakat dan berbagai macam kendala di lapangan. 


    SeeShark, Aplikasi AI Identifikasi Hiu Pertama di Dunia 


    Berkat usaha kerasnya kurang dari setahun, SeeShark lahir sebagai salah satu aplikasi AI untuk mengidentifikasi spesies hiu secara akurat. Saat ini SeeShark memiliki database lebih dari 9.600 gambar hiu dari 10 jenis spesies hiu yang dilindungi dan paling rentan dieksploitasi dengan tingkat akurasi 95,3 persen sehingga sangat membantu petugas di pelabuhan dalam proses pengidentifikasi hiu-hiu tersebut.  


    “SeeShark itu pertama di dunia. Identifikasi hiu melalui potongan tubuh dan kulit dengan AI, tidak ada yang pernah melakukannya sebelumnya,” Ucap Oka Bayu dengan semangat.


    Sebelum SeeShark, Food and Agriculture Organization (FOA) of United Nation terlebih dahulu menciptakan ISharkFin, sebuah teknologi identifikasi spesies hiu dengan sirip hiu dengan mengunggah foto sirip dorsal atau pectoral. Namun, fakta di lapangan terutama di pelabuhan Indonesia, sirip hiu sudah dipisahkan dan hanya tersisa potongan hiu saja sehingga sulit diidentifikasi. SeeShark menggunakan teknologi AI dan mampu mengidentifikasi hiu hanya dari sirip, potongan tubuh atau kulit. 


    Dalam hitungan detik, sistem AI memproses pola kulit, bentuk potongan, dan tekstur yang tidak bisa dikenali mata manusia, kemudian menampilkan hasil identifikasi spesies beserta status perlindungannya. Dengan cara sederhana ini, petugas dapat segera mengetahui apakah potongan tersebut berasal dari hiu yang dilindungi, tanpa perlu alat khusus atau keahlian identifikasi manual yang rumit.


    “Kami mengutamakan user experience. Bahkan orang awam bisa mengidentifikasi hiu hanya dengan memotret dan mengunggah gambarnya.”


    Bukan hanya petugas di pelabuhan dan pemerintah, namun masyarakat pun bisa menggunakan aplikasi SeeShark dengan leluasa, sehingga pengawasan dan partisipasi masyarakat juga sangat dibutuhkan. 


    Antara Tradisi dan Kecantikan Diri, Hiu pun Banyak Dicari

    Namaku Sphyrna, saat di pelabuhan aku berpisah dengan saudara dan temanku. Tubuhku tertupuk dengan ikan lain. Sulit rasanya melepaskan diri. Aku melihat satu persatu tubuh saudaraku dipotong dipisahkan sirip dan potongan tubuh lain. Bagi sebagian penduduk Indonesia, potongan tubuhku bisa mengundang kemakmuran dan kesejahteraan.


    Aku pun mendengar orang berbicara, “Squalene juga banyak yang cari.” 


    Bukan hanya siripku saja, namun minyak hatiku ternyata diburu untuk dijadikan produk kecantikan. Bagi manusia, ternyata kecantikan itu dibayar mahal dengan mengorbankanku. 


    ***

    “Selama permintaannya tinggi, hiu akan tetap ditangkap,” Ungkap Oka Bayu mengenai masih maraknya penangkapan hiu di Indonesia. 

    Di sebagian wilayah Indonesia, hiu merupakan simbol kemakmuran dan kesejahteraan. Pada perayaan hari tertentu, mengkonsumsi sirip ikan hiu diyakini bisa membawa keberuntungan dan bagian dari ucapan rasa syukur atas kehidupan selama ini. Bukan hanya simbol kemakmuran, sirip hiu juga dipercaya sebagai bagian menunjukan status sosial. 


    Saat melihat etalase toko online, mata tertuju pada produk kecantikan dengan bahan minyak squalene. Bukan hanya satu atau dua produk, namun banyak produk minyak squalene bisa bebas diperjualbelikan. Minyak squalene berasal dari minyak hati ikan hiu. Produk kecantikan dan kesehatan masih banyak yang menggunakan squalene.



    “Kami tidak ingin menyalahkan nelayan. Mereka bekerja karena ada permintaan. Kami ingin membantu mereka mendapatkan penghasilan yang lebih baik dengan cara yang lebih baik.”


    Selama ini, nelayan memenuhi permintaan dari pasar skala nasional. Jika permintaan masih terus menerus berdatangan, maka nelayan pun akan berusaha memenuhinya. Faktor ekonomi dan supply demand masih menjadi momok bagi SeeShark dan komunitas konservasi hiu. Apalagi jika ingin mengurai jalur perdagangan hiu, resikonya sangat berat karena terkoneksi dengan perusahan besar yang menguasai Indonesia. 


    “Perusahaan-perusahaan harus mulai beralih. Squalene bisa dari zaitun, bahkan dari mikroalga. Tidak harus dari hiu.”


    Oka Bayu berharap perusahaan-perusahaan kosmetik dan suplemen dengan bahan dasar squalene bisa beralih menggunakan bahan plant base. Indonesia memiliki keragaman hayati, sehingga banyak sekali alternatif minyak squalene dari zaitun dan mikroalga. 


    “Karena itu kami menyasar hilir berupa audit dan regulasi untuk produk kosmetik dari squalene dan produk jadi.”


    Tak berhenti sampai disitu, Oka juga mendorong berbagai regulasi jelas agar perusahaan-perusahaan tidak menggunakan bahan baku squalene dengan audit, sertifikasi seperti ISO dan regulasi ketat di skala nasional seperti peraturan pemerintah atau undang-undang.


    “Kami tidak ingin membatasi nelayan, karena mereka punya hak untuk menangkap ikan termasuk hiu, namun memang ada batasan.”


    Oka Bayu mengungkapkan bahwa nelayan sebetulnya tidak memiliki pilihan karena faktor ekonomi. SeeShark dan komunitas serta NGO pun kedepannya bisa melakukan tindakan berupa regulasi jelas dan bisa membuka peluang baru dari penangkapan hiu ke produk lain yaitu squalene seperti zaitun dan mikroalga. Bukan hanya membuka peluang ekonomi, namun ekosistem di laut pun akan semakin membaik sehingga ikan-ikan pun melimpah.


    Inovasi Besar Lahir Dari Desa Bayu

    Setelah SeeShark lahir, dampak luar biasa terasa. Upaya Oka Bayu Pratama mengenalkan inovasi berupa aplikasi pendeteksi hiu berbasis kecerdasan buatan (AI) membuahkan hasil mendapatkan apresiasi dari SATU Indonesia Awards 2025 dalam kategori Teknologi Tepat Guna. 


    “Saya hanya ingin membuktikan bahwa inovasi besar bisa lahir dari desa, dari tangan-tangan yang mau bekerja keras,” ujar Oka.


    Oka berhasil menyisihkan 17.700 pendaftar dari seluruh Indonesia. Karya inovasi lahir dari sebuah desa, yang ternyata memberikan dampak luar biasa bagi keberlangsungan kehidupan hiu yang dilindungi. 


    “Dari kolam lele, Oka berhasil menciptakan inovasi berkelas skala nasional. “


    Ketua Garda Lestari, Andri Saputra mengungkapkan bahwa inovasi bisa lahir dari kesederhanaan dan perjuangan Oka ini bisa menginspirasi pemuda-pemuda di seluruh Indonesia untuk menciptakan inovasi dari kegelisahan dan kegalauan dari berbagai permasalahan yang dihadapi di kehidupan sehari-hari. 


    ***

    Namaku Sphyrna, tubuhku kembali merasakan arus hangat yang memeluk siripku. Dari kejauhan, kulihat pemuda berkacamata itu berdiri, menatap laut yang sama yang pernah hampir merenggut hidupku. Ia tidak berkata apa-apa, tetapi tindakannya sudah cukup, ia mengenaliku bukan sekadar sebagai ikan, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga.

    Air mengalir melewati kepalaku yang berbentuk martil. Rasanya seperti nafas kedua. Rasanya seperti kesempatan untuk tumbuh dan suatu hari, melahirkan kehidupan baru di laut ini.


    Terima kasih, manusia muda. Semoga langkahmu menjadi awal dari ribuan langkah lain, agar aku tidak lagi menjadi angka tanpa nama di pelabuhan. Semoga semakin banyak orang yang mau melihat, mengenali, dan melepaskanku kembali.


    Laut ini milik kita bersama. Jika aku terus hidup, maka kehidupan manusia pun akan terus berlanjut.


    Sumber Referensi : 

    • Wawancara dengan Oka Bayu Pratama 

    • Windra Neka, Mochammad Fattah, Dwi Sofiati, Asyifa Anandya: Status Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) di Perairan Grajagan, Banyuwangi, Jawa Timur (Jurnal Akuatiklestari, 2025)

    • Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 66 tahun 2025 

    • https://banyuwanginews.com/view/modal-dari-kolam-lele-pemuda-banyuwangi-ciptakan-aplikasi-ai-pelindung-hiu

    • https://banyuwanginews.com/view/aplikasi-seeshark-ciptaan-pemuda-banyuwangi-masuk-satu-indonesia-awards-2025

    Sumber dokumentasi : 

    Foto diambil dari unsplash.com dan Dokumentasi Oka Bayu Pratama (SeeShark).



    Continue Reading

     

    Belakangan ini cuaca benar-benar sulit ditebak. Kadang matahari terasa begitu terik dan lembab, lalu tiba-tiba hujan turun tanpa ampun tapi panasnya tetap tertinggal di udara. Di saat seperti ini, solusi paling sederhana dan efektif tentu saja kipas angin. Udara yang dihembuskannya terasa langsung menyegarkan saat panas, tapi tidak membuat tubuh kaget saat suhu berubah jadi sejuk karena hujan. Tubuh bisa menyesuaikan dengan nyaman tanpa perlu repot menyalakan elektronik lain atau khawatir udara jadi terlalu dingin.


    Hari ini saya memutuskan untuk work from cafe di sekitaran Cikini, sekalian bertemu teman. Rasanya, setiap ke Cikini bukan cuma soal tempat kerja yang tenang, tapi juga godaan untuk mencicipi jajanan di sekitar Taman Ismail Marzuki (TIM). Ajakan sederhana seperti, “Kulineran yuk di TIM,” selalu terdengar menggoda. Kalau bekerja di cafe atau perpustakaan itu menyenangkan, maka berburu kuliner jelas jadi puncak kebahagiaan versi saya sebuah “obat penawar” dari segala penat dan gundah yang kadang datang tanpa permisi.


    Pas sedang berburu kuliner di Taman Ismail Marzuki, ternyata ada Kipas Angin Besar BIGFAN loh. Saya penasaran banget ini kipas angin apa kok besar banget dan ketika berputar meniupkan angin kesegaran diantara cuaca panas terik, seperti angin surga. 


    Kipas Angin “BIGFAN” Miyako di Taman Ismail Marzuki



    Bukan hanya sekedar Kipas Angin “BIGFAN” Miyako tapi sungguh pemandangan langka di tengah terik matahari. Angin berhembus seketika menyejukan banget. Angin surga. 


    Bukan hanya angin surga, tapi kamu bisa mengabadikan Kipas Angin Miyako dan mendapatkan berbagai produk elektronik dari Miyako. Cukup abadikan momen di tengah menikmati Kipas Angin Miyako, dan dapatkan aksesoris kipas angin mini dari Miyako. 


    Ditengah sedang mengambil foto, ternyata Mas Agung @Karmalogy sedang bagi-bagi Kipas Angin Miyako Kesayangan Nikita Willy di depan booth. Tingkah lucu dan menghibur @karmalogy ini bikin suasana panas menjadi riuh tawa dan terasa menyejukan seperti kipas angin. Beruntung banget 2 orang pengunjung bisa mendapatkan hadiah kipas angin dari @karmalogy. 


    Tak hanya itu, saat cuaca panas seperti ini kamu butuh banget kipas angin mini. Kebetulan banget kamu bisa dapat kipas itu dengan mengikuti photo challenge bersama Kipas Angin Miyako dan hanya upload ke instagram feed saja. Dan, Alhamdulillah walaupun panas tapi banyak banget orang yang penasaran dan ikutan challengenya. Tinggal foto di Kipas Angin dan upload serta dapetin merchandise kipas angin mini. 



    Beruntung banget ya, bisa mendapatkan Kipas Angin Miyako Kesayangan Nikita Willy. Bukan tanpa alasan Nikita Willy memilih kipas angin sebagai andalan di rumahnya. Ditengah perubahan cuaca yang sering berubah-ubah, kadang panas menyengat, lalu mendadak hujan deras, kipas menjadi solusi paling fleksibel. Saat udara terasa pengap, kipas membantu menjaga sirkulasi udara agar tetap segar dan nyaman. Udara terus bergerak mencegah ruangan terasa lembab apalagi disaat musim hujan. 


    Di sisi lain, kipas mampu membantu proses evaporasi keringat, tubuh akan terasa lebih sejuk tanpa harus menurunkan suhu ruangan secara ekstrem. Dengan manfaat tersebut, konsumsi energi pada saat kipas menyala lebih rendah dibandingkan perangkat elektronik lain. Terakhir, biaya awal dan perawatannya juga sangat rendah sehingga sangat hemat. 


    Viral! Kipas Angin Kesayangan Nikita Willy  



    Jujur, saya sangat mudah berkeringat di cuaca apapun terutama pada saat panas. Kipas Angin sudah menjadi bagian dari keseharian dan berbagai cuaca karena memang sepenting itu menjadi penolong banget. Nah kalau harus memilihnya, pastikan harus memiliki teknologi terkini, tidak bising dan tahan lama. Oh iya, yang paling sering bermasalah itu jika kipas angin ditaruh ruang tamu pasti akan rawan debu dan kotoran, makanya sangat penting banget memilih kipas angin anti debu.  


    Kipas Angin Miyako KAS-1697 DRW jadi salah satu produk kipas yang dipajang di Taman Ismail Marzuki dan menjadi favorit dari Nikita Willy. Bukan tanpa sebab produk ini dipamerkan dikala cuaca sedang panas dan terik dan menjadi kesayangan Nikita Willy. Mengusung teknologi Eco Power dengan DC motor, kipas ini menawarkan konsumsi kipas angin yang hemat daya listrik hanya 45 watt, namun tetap menghembuskan angin ekstra kuat hingga 13,4 meter hingga menjangkau ruangan luas.


    Dari sisi daya tahan, Miyako dibekali oleh KAS-1697 DRW dengan motor double bearing sehingga lebih tahan lama dan tahan debu. Dari segi kenyamanan, kipas ini memiliki teknologi silence sound dengan tingkat kebisingan 61,7 dB, sehingga tetap senyap saat digunakan. 


    Tak hanya itu, tampilan pun kini lebih modern berkat display digital dan penggunaan Crystal Blade, baling-baling bening menawan dan mempercantik tampilan serta memperkokoh penampilan. Dan, untuk memudahkan penggunaan terdapat remote control serta timer sampai 9 jam sehingga bisa dimaksimalkan pada saat tidur atau beraktivitas sehari-hari. 


    Dari sisi keamanan dan ketahanannya, kipas ini benar-benar dirancang untuk dipakai jangka panjang tanpa bikin was-was. Ada Thermofuse yang otomatis mencegah motor dari panas berlebih, jadi aman kalau sering dipakai dalam durasi lama. Ditambah lagi, Jaring Musang Anti Karat bikin tampilannya tetap rapi dan bersih meski terkena debu atau udara lembab sehingga nggak perlu khawatir karat muncul karena partikel korosi.


    Yang bikin makin percaya untuk memilih Miyako KAS-1697 DRW di rumah adalah kualitasnya sudah bersertifikat SNI dan mengantongi Sertifikat Hemat Energi (SHE). Jadi bukan cuma adem dan cantik dilihat, tapi juga sudah teruji efisien. Bahkan, Miyako berani kasih Garansi Tanpa Syarat 3 Tahun untuk motor dan jaring musangnya, jarang banget ada kipas di kelasnya yang se-percaya diri itu. Kombinasi hemat energi, desain modern, performa kuat, dan daya tahan tinggi inilah yang bikin KAS-1697 DRW cocok banget buat rumah yang mengutamakan kenyamanan sekaligus efisiensi.


    Continue Reading
    Sumber gambar : unsplash.com
     

    Setiap detik, pohon tumbang. Setiap jam, jutaan flora fauna tak memiliki tempat di muka bumi ini. Setiap hari, banyak video menyatakan bahwa produk-produknya aman bagi lingkungan, padahal malah sebaliknya. Mau sampai kapan pembohongan publik demi keuntungan terus digalakan? Apakah sampai anak cucu bahkan generasi berikutnya merasakan krisis iklim bahkan krisis pangan? 


    Melihat 20 tahun kebelakang, saya memiliki masa bermain yang indah. Saya berlarian di tanah lapang dan sungai. Semuanya masih hijau karena banyak pepohonan, bahkan saya sering bermain di ladang. Saya biasa menangkap jangkrik atau capung yang hinggap di dahan. Masa itu seperti sangat susah untuk diulang, karena lahan-lahan hijau itu telah berubah menjadi beton dan bangunan. Lahan hijau mulai berkurang dengan sangat masif belakangan ini. 


    Menurut penelitian dari CfDS UGM (2024), hampir seperempat masyarakat Indonesia percaya bahwa krisis iklim adalah rekayasa penguasa global. Ini langsung memberikan gambaran bahwa hoaks iklim bukan cuma “masalah luar negeri”, tapi nyata di Indonesia.


    Ternyata krisis iklim dan deforestasi bukan hanya di Indonesia saja, Brazil pun memiliki problematika sama. Brazil memiliki hutan Amazon, sebagai paru-paru dunia, memiliki tantangan sangat pelik. Hutan ditebang, flora fauna tergerus dan banyak disinformasi tentang krisis iklim dan deforestasi. 


    Dalam kurun waktu puluhan tahun, hutan Amazon telah mengalami deforestasi tak sedikit, hitungan ribuan kilometer hutan dibabat tanpa ampun atas nama modernisasi. Kerusakan hutan Amazon bukan hanya soal vegetasi hilang, tapi juga fungsi penyerapan karbon, regulasi curah hujan, dan keanekaragaman hayati. 


    Berbagai permasalahan tersebut membutuhkan sebuah gebrakan bukan hanya oleh satu dua pihak, namun seluruh masyarakat dunia yang peduli akan masa depan bumi ini. November nanti, COP30 akan diadakan di Belem, Brazil, sebagai bentuk perjuangan untuk menyuarakan betapa pentingnya satu pohon bagi kehidupan manusia. 


    Dari Amazon ke Nusantara



    Mentira tem Preço, setiap kebohongan ada harganya. Brazil memiliki hutan Amazon, salah satu hutan terluas di dunia. Paru-paru dunia yang sangat penting, namun terancam oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab atas nama modernisasi. Rantai ekonomi dibalik disinformasi inilah penyebab utama krisis iklim. Maraknya disinformasi inilah yang menggerakan FALA Estúdio de Impacto untuk menunjukan bahwa terjadi pergolakan untuk menyelamatkan krisis iklim baik di meja negosiasi maupun di media informasi dan media sosial. 


    Dalam Investigasi oleh FALA Estúdio de Impacto & Observatório de Integridade da Informação (Oii) menemukan bahwa terdapat jejaring pembiayaan dari perusahaan minyak dan pertambangan yang mendukung konten “anti-iklim” di media digital. Dan setiap tahun, platform media sosial memperoleh US$ 13,4 juta dari iklan kanal yang menyebarkan hoaks iklim.


    Serupa dengan Brazil, Indonesia pun memiliki permasalahan serupa. Dengan banyaknya pengguna media sosial, Indonesia rawan dengan disinformasi tentang berbagai hal seperti krisis iklim, gelombang panas, salju di tropis atau CO2 tidak berbahaya, seluruh informasi tersampaikan secara tidak benar. Ketidakjelasan informasi tentu saja membuat masyarakat antipati dengan kebijakan pro iklim yang sulit dipahami.


    Tak hanya itu, langkah-langkah mitigasi atau adaptasi untuk mencegah krisis iklim pun tak selalu didukung bahkan sebagian masyarakat menentang. Akibat disinformasi ini, menurut Bappenas 2023, kerugian dari potensi ekonomi akibat perubahan iklim di pesisir, laut, pertanian, ketersediaan air, kesehatan dan lainnya mencapai Rp 554 Triliun. 

    Melawan Hoaks dan Krisis Iklim di COP 30 Brazil


    Kalau berbicara hoaks dan krisis iklim, mata dunia tertuju pada satu forum yaitu Conference of the Parties (COP). Sebuah forum pertemuan tahunan di mana negara-negara berkumpul untuk membahas nasib bumi mulai dari bagaimana menekan emisi karbon, menjaga hutan dan transisi energi hijau. 


    Perjalanan COP dimulai jauh di tahun 1995 di Berlin, saat isu perubahan iklim baru dianggap masalah ilmuwan. Namun, seiring waktu, dampaknya makin nyata mulai dari es mencair, cuaca ekstrem meningkat, dan bencana alam datang silih berganti. 


    Momen penting terjadi di COP3 Kyoto (1997) dengan lahirnya Protokol Kyoto, yang untuk pertama kalinya mengikat negara-negara maju agar mengurangi emisi. Lalu, dua dekade kemudian, dunia menyaksikan sejarah baru di COP21 Paris (2015) di mana 195 negara sepakat menandatangani Perjanjian Paris. Intinya sederhana tapi krusial yaitu menjaga agar suhu bumi tidak naik lebih dari 1,5°C.


    Setelah itu, terjadi tarik menarik antara janji dan aksi yang telah disepakati bersama. Beberapa negara masih bergantung pada energi fosil, sementara transformasi energi hijau masih tersandung kepentingan ekonomi.


    Kini, dunia bersiap menuju COP30 di Brasil pada 2025, sebuah titik penting dalam evaluasi komitmen Net Zero Emission 2050. Brasil, dengan Hutan Amazon-nya yang menjadi paru-paru dunia, akan jadi tuan rumah sekaligus pusat perhatian. Disinilah harapan untuk menanggulangi krisis iklim dan transformasi energi hijau disuarakan kembali untuk menjaga keberlangsungan bumi tercinta. 


    Menjelang COP30 di Brazil, Indonesia datang bukan sekadar sebagai peserta, tapi sebagai contoh nyata negara berkembang yang berani bertransformasi. Dalam Paviliun Indonesia nanti, Indonesia akan menegaskan bahwa emisi net-zero bukan pepesan kosong, seperti yang ditegaskan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Ini tentang tanggung jawab kolektif bagaimana negara, korporasi, dan masyarakat bisa bergerak serentak menjaga bumi.


    Karena COP bukan lagi sekadar konferensi, namun merupakan perjalanan panjang untuk menjaga bumi supaya layak dihuni oleh generasi mendatang. Dan mungkin, di COP30 nanti, kita bisa benar-benar membuktikan bahwa janji untuk bumi bukan sekedar kata, tapi langkah nyata bersama.


    Continue Reading

     

    Sebagai masyarakat, tentu saja ingin mendapatkan semua hal yang layak mulai dari pekerjaan, rumah dan segala aspek kehidupan. Jika kondisi tak sejalan dengan harapan, bisa dipastikan akan banyak kontra, ditambah banyaknya berita beredar tentang penilaian publik terhadap pemerintahan saat ini. Semuanya ingin Indonesia menuju kejayaan, apalagi 2045 nanti dicanangkan sebagai Indonesia Emas. Wajar sekali ekspektasi masyarakat terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah sangat tinggi. 


    Kompleksitas dan luasnya wilayah Indonesia membuat tantangan tersendiri bagi pemerintah, apalagi ditambah aspek-aspek lain. Namun, pemerintah juga berhasil menerapkan beberapa kebijakan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Tepat 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Garuda TV sebagai salah satu TV nasional memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintahan/kementerian/lembaga nasional yang memiliki kontribusi signifikan bagi negara dalam tajuk Piala Adhi Praya. 


    Acara ini bukan hanya seremonial acara penghargaan semata, namun menampilkan ruang dialog dan refleksi atas capaian, tantangan, serta kebijakan nasional di tahun pertama kepemimpinan kabinet baru. Forum ini dihadiri oleh para pejabat, lembaga dan tokoh publik di Universitas Tarumanegara dan disiarkan live di channel youtube https://www.youtube.com/@garudatv.official . 


    Dari Hukum hingga Energi : Ruang Dialog Para Menteri tentang Arah Kebijakan Nasional



    Capaian 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tentu saja sangat membanggakan beberapa diantaranya adalah menjadi salah satu inisiator dalam perdamaian dunia dalam berbagai forum seperti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian di Sharm El-Sheikh dan pidatonya di Sidang Umum PBB, pemberantasan korupsi dengan salah satu nilainya mencapai 13 triliun rupiah dan IHSG mencapai level tertinggi yaitu 8.000.    


    Piala Adhi Praya Garuda TV merupakan oase di era media sosial saat ini, untuk memberikan refleksi bagaimana kebijakan ini bisa memberikan dampak langsung terhadap masyarakat yang memiliki distorsi informasi tentang kebijakan. Selama ini masyarakat hanya berfokus pada satu dua hal, namun melupakan capaian yang telah dilakukan oleh pemerintah. 



    Cing Abdel, membuka suguhan Piala Adhi Praya dengan jokes ala Stand Up Comedy. Selama berkarya dalam profesi komedian, Abdel menceritakan bahwa inilah salah satu callingan terpagi yang pernah dilakoninya. Bagi partner Mamah Dedeh dalam acara tausiah pagi, membuka acara ini dengan candaan tentang cek kesehatan gratis sangat bermanfaat dalam balutan candaan khasnya. 


    Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, membuka perspektif hukum melalui upaya penertiban hukum ditengah era digital saat ini. Saat ini pemerintah berfokus pada regulasi jelas dalam pemberantasan judi online dan pinjaman online ilegal serta aspek HAM salah satunya pelanggaran HAM berat di masa lalu. Di bidang keimigrasian, langkah nyata juga terlihat dari integrasi data kependudukan dan negosiasi pemulangan ribuan WNI yang tengah menjalani hukuman di luar negeri, terutama di Malaysia.


    Sejalan dengan itu. Menkomdigi, Meutya Hafid juga menyoroti regulasi judi online dan pinjol. Tak kalah pentingnya, pemerataan konektivitas salah satunya internet pun saat ini dilakukan dengan menggandeng pihak swasta. Konektivitas ini difokuskan di Indonesia Timur, seperti Papua. 


    Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyoroti konsep transmigrasi baru bukan hanya menyoroti pemindahan pendudukan melainkan pengembangan wilayah dan pemerataan dan pertumbuhan ekonomi inklusif. 



    Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjelaskan bahwa salah satu unggulan programnya adalah perbaikan infrastruktur seperti jalan raya dan ditampung menggunakan media sosial dan google form dengan penanganan secara cepat tergantung dengan anggaran yang dialokasikan. Selain itu, berbagai program strategis diarahkan untuk memperkuat pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal. Kebijakan Dana BOSDA diperluas hingga sekolah swasta dan madrasah, disertai program beasiswa mahasiswa serta perluasan Jamkes Gratis yang dijalankan dengan prinsip transparansi anggaran.


    Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan pandangan optimis bahwa ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global, terlepas dari revisi proyeksi pertumbuhan oleh lembaga internasional. Optimisme ini didasarkan pada keyakinannya terhadap fondasi ekonomi nasional yang kuat dan arah kebijakan strategis pemerintah, serta pandangannya bahwa situasi global saat ini merupakan "peluang emas" bagi investasi.


    Kementerian Pertahanan melalui Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan pentingnya stabilitas nasional sebagai fondasi ekonomi, dengan melanjutkan modernisasi Alutsista dan penguatan Trisula Nusantara demi menjaga kedaulatan negara. Sementara PLN di bawah kepemimpinan Darmawan Prasodjo berkomitmen mencapai 100% elektrifikasi desa pada 2029 serta mendorong swasembada energi nasional dengan memaksimalkan sumber daya domestik.

    Di sisi lain, BKKBN melalui Menteri Wihaji menekankan pentingnya pembangunan keluarga sehat dan tangguh melalui program Genting Tamasan dan Kate. Inovasi Super App Keluarga dihadirkan untuk memperkuat layanan digital konsultasi gizi dan keluarga, sekaligus menjawab tantangan sosial seperti pernikahan dini dan fenomena fatherless era yang berpotensi mempengaruhi kualitas generasi mendatang.

    Piala Adhi Praya Garuda TV, Penghargaan dan Apresiasi Kerja Keras Menuju Indonesia Emas


    Dengan hadirnya para pejabat dan lembaga nasional dalam ajang Piala Adhi Praya Garuda TV membuat optimisme kedepan semakin nampak terutama dalam berbagai bidang seperti ekonomi, hukum, lingkungan dan lain-lain. Dalam 1 tahun perjalanan Prabowo-Gibran ternyata banyak hal terluput dan ternyata telah dicapai dalam kurun waktu yang cukup singkat. Sebagai masyarakat, tentu saja ingin kesejahteraan dan kedamaian dalam menjalani kehidupan sehingga tak henti-henti berharap bisa melihat Indonesia menjadi salah satu dengan ekonomi dan kesejahteraan yang merata. Bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah, segala fasilitas bisa dinikmati seperti sekolah, rumah sakit dan fasilitas publik dan segala aspek kehidupan bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah. 


    Continue Reading
    Newer
    Stories
    Older
    Stories
    Logo Komunitas BRT Network
    Seedbacklink
    Intellifluence Herd Worth Value: $165

    Search

    Follow Me

    • facebook
    • twitter
    • youtube
    • instagram

    New Post

    Postingan Populer

    • RicheeseGPT (Garlic Parmesan Temptation), Sensasi Ayam Keju Tanpa Pedas
    • Berzakat Itu Kalcer, Sambut Ramadan Dengan Ibadah Rutin
    • The Flag Coffee, Pilihan Cafe WFC Murah Dekat LRT Cikunir
    • Nasi Kuning Anak Kos Praktis dengan Rice Cooker MIYAKO
    • Ramadan Berkah, BerOjol Berikan Servis Motor Gratis Bagi Pengemudi Ojol
    • Dari Kontrakan di Tangsel dan Kesadaran Lingkungan yang Tumbuh
    • Yuk Ikutan Donate for Comments
    • Bermain di Kumpul Bocah
    • Mudahnya Membuka Tabungan Online
    • Hello 2015

    Blog Archive

    • ▼  2026 (6)
      • ▼  Maret (1)
        • Ramadan Berkah, BerOjol Berikan Servis Motor Grati...
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2025 (32)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2024 (52)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (7)
      • ►  Oktober (8)
      • ►  September (4)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2023 (68)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (8)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (8)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (8)
      • ►  Februari (6)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2022 (75)
      • ►  Desember (14)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (12)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (12)
      • ►  Maret (6)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2021 (38)
      • ►  Desember (4)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (4)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2020 (25)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (53)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (7)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (8)
    • ►  2018 (83)
      • ►  Desember (9)
      • ►  November (8)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (8)
      • ►  Agustus (13)
      • ►  Juli (6)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (9)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2017 (36)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2016 (41)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (7)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2015 (63)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (6)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2014 (11)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2013 (5)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
    • ►  2010 (1)
      • ►  Desember (1)

    Blogger Friend

    • - Connect and Share Blogging Tips in Two Languages
      What Perfume Does Rihanna Wear? Inside Her Signature Fragrance Style
      13 jam yang lalu
    • My Life My Style
      Bertemu Lidah dengan Nasi Pecel & Sambal Tumpang Sedep di Pontianak!
      19 jam yang lalu
    • The TraveLearn
      Tempat Instagrammable di Yogyakarta: Spot Foto Paling Kece
      2 hari yang lalu
    • fitrian.net
      5 Rekomendasi Sepatu ASICS Original untuk Performa Lari Lebih Maksimal
      2 hari yang lalu
    • Jurnal Evi Indrawanto
      Petualangan Lansia di Gua Pindul: Melawan Ragu, Menikmati Gelapnya Perut Bumi
      2 hari yang lalu
    • BLOGFAM – When Sharing Meets Caring
      Ramadan Berkah, BerOjol Berikan Servis Motor Gratis Bagi Pengemudi Ojol
      3 hari yang lalu
    • YOGA AS YOGGAAS
      Monolog di Depan Lemari
      5 hari yang lalu
    • Indah Julianti
      Jelita Semarang Short Trip
      5 hari yang lalu
    • Motherhood
      Kesalahan Saat Memasak Nasi di Rice Cooker
      6 hari yang lalu
    • Small Things, Kecil Tapi Penting :)
      Menu Favorit Berbuka Puasa Keluargaku
      6 hari yang lalu
    • Blognya bisot
      QRIS: Kemudahan Transaksi atau Jebakan Konsumtif di Era Digital?
      1 minggu yang lalu
    • Langkah Baruku
      Rekomendasi Menu Sahur Praktis yang Bisa Pakai Rice Cooker
      1 minggu yang lalu
    • Blog Bukunya Kimi | Banyak-banyaklah Membaca. Biar Pintar.
      #169 – There Are Rivers in the Sky
      2 minggu yang lalu
    • HM Zwan
      Makan Siang di Gudeg Mbarek Bu Hj. Amad
      2 minggu yang lalu
    • Akhmad Muhaimin Azzet | mari bersama menggapai ridha-Nya
      Meraih Rezeki Sekaligus Berkah-Nya
      3 minggu yang lalu
    • ge[n][d]ud BlogPacker
      Akurasi Pers vs Kecepatan Media Sosial
      3 minggu yang lalu
    • desperate housewife
      (THROWBACK) NGEBLOG DI TAHUN 2016
      3 minggu yang lalu
    • WHEN IT'S ONLY JG & AST
      2025
      4 minggu yang lalu
    • My Purple World
      Menikmati Ciwidey dan Mencoba Kasturi Cottage and Glamping
      1 bulan yang lalu
    • Mampir yuk, kerumahku
      Solusi Buka Usaha Kuliner Tapi Modal Minim
      1 bulan yang lalu
    • Kimi's Cool Blog
      Kembali Mengkristik
      1 bulan yang lalu
    • Pipit Widya
      Random
      1 bulan yang lalu
    • Lucia Priandarini
      Perihal Jarak yang Memisahkan Diri antara Sebelum dan Sesudah
      2 bulan yang lalu
    • Shintaries
      Welcome 2026!
      2 bulan yang lalu
    • tindak tanduk arsitek
      jejak emas cambodia royal palace
      2 bulan yang lalu
    • The Shymphony Of EKA
      Dubbing Film di Mall, Apa Rasanya?
      2 bulan yang lalu
    • Menuliskan Sebelum Terlupakan
      Nevacloud vs DigitalOcean: Mana yang Lebih Cocok untuk Developer Lokal?
      3 bulan yang lalu
    • Berbagi Cerita
      Tidur Berkualitas Bersama Sprei dan Bedcover Hawaii By My Love
      4 bulan yang lalu
    • Putrinyanormal
      Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
      6 bulan yang lalu
    • Melfeyadin
      Di ZAP Kamu Bisa Nyobain Infuse Glow Biar Kulit Terlihat Lebih Sehat
      6 bulan yang lalu
    • Cerita EKA
      Exploring the Sunset Vibes at the Most Iconic Beach Clubs Uluwatu
      7 bulan yang lalu
    • Herdis Suryatna | Pengalaman adalah guru yang terbaik
      Sewa Hiace Luxury Harga Terjangkau dan Nyaman di Bandung dan Ciamis
      8 bulan yang lalu
    • Rumah Mayaku
      Ada Apa Di Balik Cerita "Lauk Daun"?
      9 bulan yang lalu
    • pemainkata | sekadar bilik kecil pecinta kata
      Humor Konyol Kata Kata Bijak Lucu: Obat Ampuh Untuk Hidup
      9 bulan yang lalu
    • my story
      Saat Mata Kering Mengganggu Aktivitas Kerja, Insto Dry Eyes Solusinya
      9 bulan yang lalu
    • ..:: ntan™ | bunga dengan nama terbuka
      Saat Musik Menyentuh Hati – Sebuah Resonansi Emosi Lewat Solo Project Member BTS 💜
      10 bulan yang lalu
    • Macangadungan
      Microsoft is bringing cloud gaming to Xbox consoles later this year
      10 bulan yang lalu
    • udafanz[dot]com
      Strategi SEO untuk Meningkatkan Prospek Bisnis Anda
      1 tahun yang lalu
    • Linda Leenk - Little Part of My Life
      2024 Fellowship Journey
      1 tahun yang lalu
    • Life begins at 30...
      Liburan di Tokyo
      1 tahun yang lalu
    • Dunia Kecil Indi
      Surat untuk Mika di Surga (Hari AIDS Sedunia)
      1 tahun yang lalu
    • Gembul Kecil Penuh Debu
      Mangut Iwak Wader ❤
      1 tahun yang lalu
    • Wira Nurmansyah
      Discovering Macao: A Unique Fusion of East and West
      1 tahun yang lalu
    • Sisi Hidupku
      Apa Kabar Senin Pagi
      1 tahun yang lalu
    • Lianny Hendrawati
      Resep Mini Banana Choco Cake Tanpa Mixer
      1 tahun yang lalu
    • punyapista
      Perubahan Arti dari Bobot Sebuah Nilai
      1 tahun yang lalu
    • a Dreamer - Travelographer - Food Adventurer - Travel Blogger
      Mau Liburan ke Vietnam? Catat 5 Tips Berikut!
      1 tahun yang lalu
    • Una Vida Escrita de la Una
      Bye Bye My Friend
      1 tahun yang lalu
    • every mom has a story
      Sastra masuk sekolah, mana buku sastra yang layak dibaca pelajar SMA, mana yang tidak?
      1 tahun yang lalu
    • Mira Sahid
      Hati Seperti Kertas
      1 tahun yang lalu
    • Cokelat Gosong
      Jangan Biarkan Usia Membatasimu, Stay #AgelessLimitless with ERHA ULTIMATE
      2 tahun yang lalu
    • DISGiOVERY
      Keindahan Pantai Pasir Kencana Pekalongan yang Memukau
      2 tahun yang lalu
    • Catatan Perjalananku
      Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
      2 tahun yang lalu
    • Redcarra
      PLTS: Membangun Masa Depan Bersih dan Berkelanjutan
      2 tahun yang lalu
    • Ratu de Blog
      Rekomendasi Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan
      2 tahun yang lalu
    • Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik » Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik
      Over 50 Dating – Finding a Good Online Dating Site for You
      2 tahun yang lalu
    • suarane.org
      Kere-Aktif
      3 tahun yang lalu
    • SimBale - Download Software Gratis
      AVG Anti-Virus 22.8.7500
      3 tahun yang lalu
    • backpackstory
      Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
      3 tahun yang lalu
    • Cinta Teknologi
      Router Static Berbasis CLI di Cisco Packet Tracer - Cinta Teknologi
      3 tahun yang lalu
    • Sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane
      Top 10 Satisfactory Depended On Loose Bitcoin Cloud Mining Websites Without Investment Of 2021 – The Bharat Specific News
      4 tahun yang lalu
    • Dunia Senja
      Catatan Hati Penghujung Tahun 2021
      4 tahun yang lalu
    • Blog - Lucedale.
      Dearest: New Post
      4 tahun yang lalu
    • #FDCG
      bye 🌻
      4 tahun yang lalu
    • jinjinger
      Kompleks
      4 tahun yang lalu
    • Jefferson's Stage.
      The Diplovemat
      5 tahun yang lalu
    • Ika Koentjoro
      德克萨斯精英赛首轮未完 刘钰T31阎菁T58林希妤T80
      5 tahun yang lalu
    • Nova Wijaya
      Sebelum Mulai Investasi Online, Yuk Pahami 5 Cara Aman Berinvestasi Berikut Ini
      5 tahun yang lalu
    • Resep Kuliner Indonesia dan Dunia
      Karedok Leunca
      5 tahun yang lalu
    • Dian Kelana
      Lindungi Keluarga Kita dengan Antiseptik.
      5 tahun yang lalu
    • SALAMINZAGHI
      Camping di Pantai Ngetun Gunung Kidul Yogyakarta
      5 tahun yang lalu
    • Garis Horizon
      Apakah benar semua akan baik-baik saja?
      6 tahun yang lalu
    • .: adie DOES :.
      Sendirian di Uchisar Castle
      6 tahun yang lalu
    • Kehidupan Di Jepang
      Main Snowboard
      6 tahun yang lalu
    • Kaleng Harapan » Kamera Lubang Jarum
      3 Fakta dibalik Promo 12.12
      6 tahun yang lalu
    • Stay Hungry. Stay Foolish
      Rindu Budaya Ilmu
      6 tahun yang lalu
    • Dunia Iwok
      [Family Vacation] Menikmati Petik Apel di Kota Batu Malang - Part 4
      6 tahun yang lalu
    • Pemimpi Hujan
      Nyobain 6 Menu Terbaru Horison Ultima Ratu
      6 tahun yang lalu
    • Dija Princess
      Jelajah Desa Galengdowo
      6 tahun yang lalu
    • Fardelyn Hacky
      Setop Stigma Orang dengan Gangguan Jiwa
      6 tahun yang lalu
    • Taqorrub.com
      new chair
      6 tahun yang lalu
    • Tukang Ngukur Jalan
      Menulis Cerita Desa
      6 tahun yang lalu
    • BlogCamp
      Menunggu Keputusan MK
      6 tahun yang lalu
    • Bangsari
      Nahdliyyin Yang Bersujud Di Hadapan Yesus
      6 tahun yang lalu
    • Donna Imelda
      Bebas Komedo dan Bekas Jerawat dengan Sabun Herbal Banana Peel Carbon
      6 tahun yang lalu
    • Keluarga Haripahargio
      REPLACED
      6 tahun yang lalu
    • Blog Adi Nugraha
      Wisata Alam yang Menakjubkan di Sulawesi Utara
      6 tahun yang lalu
    • All of Putri (¬.¬)ƪ_(˘⌣˘'!)
      I wanna asking...
      6 tahun yang lalu
    • A HOUSEWIFE'S DAY OUT
      Vincent van Gogh, just my simple thought.
      7 tahun yang lalu
    • Natureve Shop
      Istri Marah Karena Terlalu Cepat Ejakulasi? Pake Ini Biar Gagah
      7 tahun yang lalu
    • BETOIJO
      GOD'S MIRACLE: I GOT A NEW JOB!
      7 tahun yang lalu
    • Ninik Setyarini
      [Bukan Sinopsis] Bohemian Rhapsody
      7 tahun yang lalu
    • TGIF! Magazine
      Kereta Hantu Pagi Hari
      7 tahun yang lalu
    • fanabis
      Craftsman Style Kitchen Faucet
      7 tahun yang lalu
    • lalank pattrya dan hal random lainnya.
      Ngatain Mereka Disini
      7 tahun yang lalu
    • Galaksi Pungky
      Review: Sakura Collagen Cream Anti Age's, Siap Menua dengan Kulit Bahagia!
      7 tahun yang lalu
    • Aksaraku
      Rasakan Indahnya Malam Pertama di Bali Itu Mudah dan Murah, Begini Caranya
      7 tahun yang lalu
    • Aulia Fasya
      Masa Lalu dan Jejak Digital
      7 tahun yang lalu
    • Anisa AE
      Penyebab Ibu Kandung Aniaya Bayi Calista
      7 tahun yang lalu
    • Narzis Blog
      Ayo Move On!
      7 tahun yang lalu
    • Beby's Diary
      Ayang-Ayangan di Depan Umum
      7 tahun yang lalu
    • sketsa hati
      Visit Zugspitze from Munich by Train
      7 tahun yang lalu
    • Ca Ya
      Yang Tidak Biasa dari Nikahan Incess Ca Ya
      8 tahun yang lalu
    • A Border that Breaks
      Janus dalam Mozaik-Mozaik Kecil
      8 tahun yang lalu
    • irhapunya
      #PontianakTrip : Menjelajah Rasa dengan Kuliner Pontianak
      8 tahun yang lalu
    • Tulisanku
      Begini Cara Memindahkan Data dari Blogdetik ke WordPress
      8 tahun yang lalu
    • Bibi Titi Teliti
      Menyongsong Masa Depan Digital bersama CBN
      8 tahun yang lalu
    • HELLO!
      9 Teknik Dasar Yang Harus di Kuasai Dalam Permainan Tenis Meja
      8 tahun yang lalu
    • Catatan Anazkia
      Gerbong Wanita, Tak Semenyeramkan yang Dikira
      8 tahun yang lalu
    • My Daily Notes
      Berbagi Inspirasi
      8 tahun yang lalu
    • Ruang Emak
      SO GOOD Ayam Potong Kuah Cabe Hijau, Sajian Spesial Di Hari Lebaran
      8 tahun yang lalu
    • eithea
      Life is living in Moments
      8 tahun yang lalu
    • Rianda Prayoga Blog
      Ngabisin Uang THR, Kenapa Gak?
      8 tahun yang lalu
    • Blog Anak Nelayan
      Blog Gak Pernah Update
      8 tahun yang lalu
    • Jalan Pendaki
      Annapurna Basecamp Series: Drama Pertama Menuju Tanah Dewa-Dewa Himalaya
      8 tahun yang lalu
    • Netnesia
      Telkom Buka Pemblokiran Netflix
      8 tahun yang lalu
    • Widaku.com
      Temukan Sunscreen Yang Baik Untuk Wajah Disini
      9 tahun yang lalu
    • Perjalanan Tak Berujung
      Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
      9 tahun yang lalu
    • Gulanya Gulali
      Ingin Menghemat Pengeluaran? Gunakan Jasa Catering Aja!
      9 tahun yang lalu
    • Travel Diary
      Si Yaki dan Tarsius Bitung yang menggemaskan
      9 tahun yang lalu
    • Jendela Keluarga
      Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Sosial
      9 tahun yang lalu
    • Ayu Saritem Blog
      Cara Membuka Aura Kecantikan Bagi Wanita Hamil
      9 tahun yang lalu
    • mata buku indri
      Review: Trilogi Insiden
      9 tahun yang lalu
    • Arsitektur Dunia | Gallery Arsitektur Dunia
      Lorem ipsum dolor sit amet
      9 tahun yang lalu
    • when journalist becomes backpacker
      THE FACE OF TERRACOTTA, CHINA
      9 tahun yang lalu
    • Jurnal Mira Sahid | Emak Blogger
      That Moment!
      9 tahun yang lalu
    • Jejak BOcahiLANG
      Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
      9 tahun yang lalu
    • aksara senandika | Sedikit noktah kehidupan
      Aku Sedang Malas
      9 tahun yang lalu
    • Petrus Andre Blog
      10 Hal yang Harus Dilakukan agar Blog Kamu Lebih Menghasilkan
      10 tahun yang lalu
    • Nicegreen
      Allah Menegurku Dengan Syaraf Kejepit
      10 tahun yang lalu
    • Wuri Nugraeni | Reporter, Menulis, dan Wisata
      Pindah Rumah ke wurinugraeni.com
      10 tahun yang lalu
    • AGIASAZIYA
      PAKSAISME
      10 tahun yang lalu
    • Controversy
      Less is More dalam Kumpulan Cerita
      10 tahun yang lalu
    • SECAWANKOPISENJA
      [Flash Fiction] PURA-PURA PULANG
      10 tahun yang lalu
    • Febry Hadinata WordPress
      Jogja x Dieng x Solo Part 1
      10 tahun yang lalu
    • Saoscabe.com | Website Humor Indonesia
      Fakta Kota Tembung
      10 tahun yang lalu
    • Albarnation
      Mau Kredit Motor ? Di Cermati.com Aja
      10 tahun yang lalu
    • Makhluk Kecil
      Pindah
      10 tahun yang lalu
    • Ahmad Rafiq Chaniago
      Pameran Seni Rupa Lima Jari
      10 tahun yang lalu
    • Melihat Dunia
      Before I Die I Want...
      10 tahun yang lalu
    • Catatan Ruslan
      Satu Jam Menyusuri Sungai Kahayan
      10 tahun yang lalu
    • .:: Nhie ::. | Just another WordPress.com weblog
      Noda Makanan di Pakaian
      11 tahun yang lalu
    • The Dusty Sneakers
      Memori
      11 tahun yang lalu
    • Beautify Me
      Etude House Etoinette Princess Pouch
      13 tahun yang lalu
    • yosbeda
    • Chronosphere
    • hidayah-art.blogspot.co
    • zubaid.ID
    • Write Your Diary
    • Tukangecuprus
    • Arian's Blog
    • Benablog - Cerita Si Benakribo
    • Jogja Ready
    • Angga Ong
    • yandi punya cerita
    • Jejaring Miss Fenny
    • pegipegi.com: Pesan Hotel & Tiket Pesawat Termurah Online
    • BlogS of Hariyanto
    • Catatan Kartina
    Perlihatkan 5 Perlihatkan Semua

    Labels

    Asuransi Backpacker Bank Budaya Fashion Film Movie Review Wisata otomotif
    facebook Twitter instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top