Cerita Pulang Kampung dan Lebaran

Cerita Pulang Kampung dan Lebaran 1

Sebelum berbicara panjang lebar ijinkan saya mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1436 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin" maafin semua kesalahan saya ya. Kosong-kosong ya.

Dari kisah beberapa teman pada saat pulang kampung atau mudik lebaran kemarin memang banyak yang bisa diungkapkan dengan cerita yang panjang dan lama. Pernah dengar kalau mau pulang kampung, sebagian teman mengunakan jasa pengiriman barang dan memaketkan beberapa barang yang memang tak mampu di muat oleh kendaraan pribadi atau memang sengaja mengirimkan barang karena mengunakan transportasi umum misalnya kereta api atau pesawat terbang. Mungkin lebih praktis saja kalau hanya membawa beberapa barang bawaan supaya tidak begitu repot di transportasi umum.

Sudah beberapa tahun belakangan, saya mengunakan kereta api pada saat mudik lebaran. Selain tepat waktu, juga sangat nyaman sekali mengunakan moda transportasi ini. Apalagi sekarang ini pemesanan tiket sudah mengunakan sistem online sehingga memudahkan pembeli. Namun, apabila kesulitan dengan pemesanan secara online via internet, dapat mengunakan jasa seperti Indomaret, Alfamart dan beberapa rekanan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang tersebar luas di beberapa wilayah Indonesia.

Cerita Pulang Kampung
Cerita Pulang Kampung dan Lebaran 2
Abaikan Sang Kondektur :D
Kampung halaman itu menyimpan semua kenangan masa lalu, segalanya bermula dari kampung, dan ingin sekali mengulang semua cerita masa lalu itu. Cerita pulang kampung pun banyak lika-likunya, sampai-sampai beberapa waktu lalu Barong "Nusantara" Wardhana mengeluarkan single terbaru berjudul "Pulang Kampung".

Beberapa potong lirik lagunya menceritakan sebuah kerinduan akan kampung halaman, orang tua, saudara, dan teman semasa kecil yang kini telah beranjak dewasa. Sebuah ungkapan rasa dan syahdunya mengungkapkan rasa rindu yang tertahan entah berapa lama, mungkin saja satu tahun, atau dua tahun bahkan ada beberapa tahun tak pulang ke kampung halaman.

Pulang kampung seakan mengingatkan kembali betapa seberapa jauh kaki melangkah mencari ladang penghasilan di kota atau bahkan negeri orang, kita akan selalu memiliki rumah tempat singgah yang memiliki kehangatan yang masih sama, bahkan kadarnya tak larut di makan oleh waktu.

Bait terakhir seakan mengungkapkan bahwa orang tua lah yang membuat kekuatan dan semangat pulang kampung selalu ada. Mengikuti alunan lagu sambil mengenang masa kecil dalam belaian dan lagu-lagu syahdu tentang masa depan yang telah tergapai sekarang.

Sejauh ku melangkah, dimana pun aku berada
oooo ...
Rindu, rindu, aku rindu ... tunggu saja aku
Ayah Ibuku kan datang kehangat pelukmu

Nyanyian lagu-lagu kecilku, belai rambut seperti dulu 
Nyanyikan lagi senandung syahdu 

Video Clip Pulang Kampung - Barong




Lebaran


Opor ayam, sambal goreng ati dan lontong atau ketupat menjadi menu utama di setiap rumah diseluruh pelosok negeri yang tengah merayakan Idul Fitri. Momen kemenangan, momen silaturahmi, dan momen liburan tentunya.

Silaturahmi dengan sanak saudara itu hal wajib, namun hal sunnah yang sering saya lakukan tak lain tak bukan adalah bertemu teman lama yang bahkan beberapa tahun ini tidak bertemu. Entah mungkin saja karena selain saya jarang pulang kampung, hanya sesekali atau dua kali dalam setahun saja, sehingga jarang bertemu dengan teman lama di Pemalang.

Salah satu sahabat lama yaitu Erlangga dan Istrinya Dian, kesehariannya tinggal dan bekerja di Jakarta, namun karena kepadatan jadwal masing-masing, akhirnya mau tidak mau bertemu di Pemalang pada momen mudik kali ini. Banyak obrolan seru yang masih belum tuntas untuk diperbicangkan. Apalagi kami memiliki problem berat badan yang hampir sama, bulet-bulet dan penuh dengan lemak.

Untuk kedepannya, menjadi sehat dan langsing (bukan langsung seperti sekarang ini) adalah imipian ideal yang harus dicapai dalam beberapa bulan.

Saya ingat, dahulu, sewaktu SMA, saya mengirimkan surat kepada kedutaan besar Jepang di Jakarta, isinya mengenai permintaan buku mengenai budaya di Jepang. Kalau tidak salah sekitar tahun 2002 saya mendapatkan buku tersebut. Dan, tak disangka dalam 10 tahun kemudian, impian saya ke Jepang menjadi kenyataan di tahun 2012. Benar-benar sebuah kekuatan impian.

Oh iya, ngomongin masalah liburan dalam rangka lebaran kali ini, ada rencana #LebaranTrip kemana? Kalau saya #LebaranTrip kali ini akan ke beberapa kota yaitu Pekalongan, Semarang, Cirebon dan Bandung. Jadi, Nikmati liburan dengan #LebaranTrip ya. Kalau kamu kemana donk liburannya?


Cerita Pulang Kampung dan Lebaran Cerita Pulang Kampung dan Lebaran Reviewed by Salman Faris on 7/19/2015 12:00:00 PM Rating: 5

33 komentar:

  1. Enaknya yang bisa pulang kampung. Mudah-mudahan bisa berbahagia berkumpul bersama keluarga, sanak saudara, handai taulan dan teman-teman sepermainan dikampung. yang paling penting wisata kuliner sepanjang hari *hati-hati dengan ukuran pinggang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Opor ayam, santap habis. Berat badan jadi naik :)

      Hapus
  2. sayangnya kampung halaman saya, adalah dimana tempat saya sekarang sedang menjalankan aktivitas sehari hari.
    Jadi, nuansa pulkam nya sama sekali gak dapet di lebaran tahun ini.
    hhe,,

    Lebarantrip saya, masih belum kemana mana nih mas..
    kasin banget saya..
    hahah..

    BalasHapus
  3. Mohon maaf lahir bathin, Salman, asyiknya lebaran di kampung bisa melihat yang hijau hijau, hehehe...saya gak pulkam tahun ini, menikmati lebaran di Jakarta yang sepiiiii....

    BalasHapus
  4. Maaf lahir batin, Man. Asik banget bisa pulang ke Pemalang. Tahun ini aku nggak ke sana.

    BalasHapus
  5. keren. sma udah nulis ke kedutaan jepang.... 10 tahun kemudian ke jpang. gaul

    BalasHapus
  6. Bulet-bulet dan penuh lemak. Hahaha. Gue ngakak di kalimat itu.

    Pemalang itu Jawa Tengah kan, Mas? Gue seringnya ke Pamulang(kuliah)
    Dulu pas kecil nggak bisa bedain mana Pamulang dan Pemalang. Wahaha.

    Yoo, mohon maaf lahir dan batin juga yaaa. Selamat lebaran. :)

    BalasHapus
  7. Selamat Lebaran Salman. ..mohon maaf lahir batin yah. Btw soal mudik dan pulang kampung, saya ga pernah merasakan keseruannya karna setiap hari juga ngendonnya di kampung alias jaga kampung. Jiks dasar anak kampung #eh

    BalasHapus
  8. seru juga ya mudiknya
    Minal Aidin Wal Faidzin Mohon Maaf Lahir dan Batin

    BalasHapus
  9. menarik dan seru liburannya..
    mohon maaf lahir dan batin.. :)

    BalasHapus
  10. Maaf lahir batin juga ya. Seru ya yang lagi muik. btw kalo kondekturnya ekce kaya gitu banyak yang rebutan naik bis gak hehehe

    BalasHapus
  11. Minal aidzin walfa idzin mas salman.. hmm sayangnya aku nggak mudik kayak orang-orang sih dan bermacet-macetan ria di jalan karena saya asli orang tasikmalaya :D

    BalasHapus
  12. Mohon maaf lahir bathin juga ya... :)
    Jadi mencoba mengingat-ingat mimpi saya sepuluh tahun silam apa ya... :)
    hmmm ... kalau kelupaan masih boleh bermimpi yang baru kan :)

    BalasHapus
  13. Enggak bisa mudik, maklum dompet belum tebal. dulu, kalau naik kereta tidak pernah kebagian tempat duduk, terpaksa di toilet atau dibawah kolong tempat duduk orang lain. Woih, bisa ke Jepang. ancung jempol. Sukses selalu !

    BalasHapus
  14. minal aidzin wal faidzin mas salman mohon maaf lahir dan batin ya :)

    BalasHapus
  15. Semoga yg bulet-bulet cepat hilang ya mas.
    Enak yg pulkam, saya aja udh gapernah pulkam ._.

    Mohon maaf lahir dan batin mas :)

    BalasHapus
  16. mohon maaf lahir dan batin ya mas

    BalasHapus
  17. seru eyy...aku liburannya ubek2 bogor jekardah wkwkwkw....maaf lahir batiin...

    BalasHapus
  18. Ah... asyiknya yang pulang kampung. Bisa berkumpul kembali dengan sanak saudara dan saling bercerita mengenai pengalaman masing-masing.

    BalasHapus
  19. Waaahhh kondekturnya keren tuh.. hehe :)

    BalasHapus
  20. awalnya kami juga berencana berlebaran di Kebumen, namun sudah dua malam berturut-turut mencoba pesan tiket kereta api secara online namun tak berhasil, sedangkan untuk mudik dengan bus sudah nyerah duluan, pengalaman yang sudah-sudah macetnya parah, akhirnya kami berlebaran dengan keluarga di Tigaraksa.

    BalasHapus
  21. halo mas faris...mohon maaf lahir bathin ya...

    BalasHapus
  22. senangnyaaa pulang kampuuung...maaf lahir batin yaaa..dan enjoy your time with your family

    BalasHapus
  23. Kampung kita masih sama..... namanya nuswantara.... :) salam mas.... terimakasih... tulisan indahnya

    BalasHapus
  24. wah templete baru...mohon maaf lahir batin juga mas salman. enaknya masih punya kampung halaman hijau, kampung halaman saya sudah di padati penduduk, sawah-sawah berubah jadi perumahan ...

    BalasHapus
  25. Walau agak terlambat, mohon maaf lahir batin Mas...
    Kalau pulang kampung saya ya ke sukabumi saja Mas. Sebenarnya tiap minggu pulang kampungnya, jadi pas mau lebaran ya pulang kampung lagi deh.

    Salam,

    BalasHapus
  26. mumpung masih di bulan syawal :)

    selamat hari raya idul fitri, maafkan segala khilaf

    enak yang punya kampung, bisa pulang kampung

    BalasHapus
  27. Seru ya mas pulang kampung , kalau saya tiap hari juga pulang kampung . alias bukan rantau :D . Mohon maaf lahir dan bathin mas, salam kenal

    BalasHapus
  28. senangnyaaa pulang kampuuung...maaf lahir batin yaaa..dan enjoy your time with your family

    BalasHapus
  29. asiknya pulkam, habisni kurang 2 minggu uda pulang kampung lg ha...ha..

    BalasHapus
  30. seru eyy...aku liburannya ubek2 bogor jekardah wkwkwkw....maaf lahir batiin...

    BalasHapus
  31. Cerita yang bagus kak, ketika lebaran tiba pasti banyak kenangan indah di dalamnya :D
    kangen lebaran

    BalasHapus
  32. cerita yang seru, kalu aku setiap pulang kampung selalu cari temen teman jaman smp dulu :D

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.