Inilah Sebuah Solusi Untuk Laut Indonesia Yang Lebih Bersih

  • 11/10/2019 03:13:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments


Apa kabar dengan sampah yang kita buang setiap harinya? Apakah kamu memikirkan bahwa sampah yang kita buang itu akan dibuang ke tempat sampah, kalau ke tempat benar pun belum tentu berakhir di tempat benar pula, kadang ada truk sampah yang tidak membawanya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) malah berujung pada sungai. Belum lagi dengan kebiasaan masyarakat yang membuang sampah langsung ke sungai tanpa adanya rasa bersalah. Sampah aku mengalir ke sungai dari hulu dan berakhir di hilir serta bermuara di laut. Miris, laut menjadi tempat sampah yang paling besar di Bumi ini. Faktanya adalah sumber air bersih itu salah satunya berasal dari air laut. Air laut bisa dijadikan air melalui proses penyulingan dan proses lainnya.

Bulan lalu, saya melakukan kunjungan ke sebuah pulau di Kepulaun Seribu, salah satunya adalah Pulau Untung Jawa bersama AQUA Danone. Dalam kunjungan itu, kami mengunjungi salah satu pulau konservasi yang dilindungi. Disana juga terdapat ekosistem hewan langka yang dilindungi terutama beberapa burung langka seperti elang bondol. Selain itu kami juga melakukan bersih-bersih pinggir laut. Mulanya saya tak dengan menumpuknya sampah, padahal pulau tersebut merupakan pulau tak berpenduduk. Bayangkan apabila beberapa pulau tak berpenduduk terkena imbas sehingga habitat hewan langka pun terus tergerus sehingga mereka tidak memiliki tempat tinggal lagi.


"Bayangkan loh, kita hanya bersih-bersih selama 30 menit saja, sampah yang kumpulkan sudah banyak."

Saya mengangguk tanda setuju bahwa sampah yang terbawa arus ombak itu pun sangat banyak. Sebelum lebih jauh, kita lihat tayangan video dari liputan pada saat Donone Vlogger Academy bulan lalu.


Kami memunggut sampah botol plastik, sandal jepit, botol kaleng, stereofom, tabung gas elpiji, kipas angin dan masih banyak lainnya.

"Tabung gas elpiji loh ini!"

Teman saya sempat menemukan tabung gas elpiji yang biasanya untuk memasak. Bukan hanya itu namun stereofom dan botol plastik sangat mendominasi sampah yang berada di pulau konservasi tersebut.

"Kalau arusnya sedang pasang, maka sampahnya akan menupuk dan lebih banyak. Penyu, ikan dan hewan lainnya yang akan bertelur atau mencari makan pun terpaksa mencari tempat lain yang lebih jauh."

Bapak penjaga pulau ini menyatakan bahwa bukan hanya manusia saja yang rugi akibat sampah tersebut namun hewa laut dan hewan-hewan lainnya. Mari kita renungkan bersama.


Plastik Itu Bisa Dimanfaatkan

Siapa bilang kalau plastik itu merugikan? Iya saya setuju. Ada juga yang bilang kalau plastik itu juga bisa dimanfaatkan? Yes, sebagian orang yang berada di diskusi panel bersama MC ternama, Rory Asyari, juga memiliki banyak inovasi yang tidak terpikir oleh kita sama sekali.

Kelima pemuda-pemudi ini merupakan inovator dan inisiator dalam teknologi pengelolaan limbah plastik dan juga terdapat Tasya Kamila, publik figur yang memiliki kecintaan terhadap lingkungan.


Salah satu yang menarik perhatian saya adalah teknologi yang mendaur ulang plastik menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat yaitu energi baru sebagai pengganti bahan bakar yang kita gunakan setiap harinya. Seperti kita ketahui bahwa plastik berasal dari minyak bumi, dan dengan teknologi tersebut, maka plastik dapat diubah bentuknya menjadi cair dan siap dijadikan bahan bakar untuk apapun.

Tasya Kamila memiliki peran yang strategis karena memiliki power dalam dunia social media sehingga bisa mempengaruhi banyak orang untuk lebih tanggap terhadap isu lingkungan seperti kampanye #BijakBerplastik yang sedang dilakukan oleh AQUA Danone. 

The Ocean Clean Up By Boyan Slat


Selain dari perilaku kita yang tidak membuang sampah secara sembarangan baik, juga dilakukan program bersama antara AQUA - Danone dengan The Ocean Clean Up dan Pemprov DKI Jakarta untuk membersihkan sampah disekitar utara Jakarta yaitu di Cengkareng, DKI Jakarta. 

Ialah Interceptor 001 sebagai sebuah solusi untuk laut Indonesia yang lebih bersih. Interceptor 001 menjadi salah satu solusi pencegahan sampah di sungai untuk tidak masuk ke laut pertama yang ada di dunia. 

Interceptor 001 saat ini berada di drainase Cengkareng ( Cengkareng Drain ), Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Sistem ini sendiri sangat ramah lingkungan karena 100% bertenaga surya dengan baterai lithium-ion sehingga dapat beroperasi siang dan malam tanpa suara bising ataupun mengeluarkan asap. Sistem ini berfungsi untuk mengambil sampah plastik dari sungai, yang kemudian akan disortir, dan mencegah agar sampah tersebut tidak masuk ke laut.


It is time for us to change the world with our habit first. Sudah saatnya mengubah mindset kita bahwa buang sampah pada tempat itu bukan hanya jadi slogan semata namun sudah saatnya menjadi gaya hidup serta memberanikan diri untuk mengurangi sampah plastik yang ada di hidup kita, caranya dengan langkah yang bisa kita lakukan saat ini juga

Mengurangi pemakaian kantong plastik pada saat belanja,
Mengurangi sedotan plastik,
Membawa tumblr,
Belilah AQUA galon dan isi ulang di dispenser,
Dan buanglah sampah plastik pada tempatnya

Bagaimanapun sampah plastik itu memiliki manfaat ekonomi bagai pemulung dan beberapa industri yang mengolah dan mendaur ulang plastik tersebut. Yang harus kita lakukan adalah bijak menggunakan plastik, sudah saatnya #BijakBerplastik.



You Might Also Like

0 komentar