BesTeam, Dompet Dhuafa Luncurkan Program Bestian Sama Yatim di Bulan Muharram
6/20/2026 11:30:00 PM
Setelah Tahun Baru Islam pada 1 Muharram, ternyata banyak sekali keistimewaan bulan ini. Muharram termasuk bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bulan ini juga dikenal sebagai Syahrullah atau Bulan Allah, yang menjadikan ibadah puasa di dalamnya begitu istimewa. Selain itu, tanggal 10 Muharram menjadi hari bersejarah bagi umat Islam, salah satunya karena peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Di Indonesia, tanggal tersebut juga dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama.
Tepat di awal bulan Muharram inilah Dompet Dhuafa meluncurkan program BesTeam, singkatan dari Bestian Sama Yatim, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak yatim Indonesia.
Mendengar kata yatim, pikiran saya langsung melayang kepada seorang sepupu. Saat masih berusia sangat muda, ia harus kehilangan ayahnya. Kehidupan tentu tidak berjalan mudah, tetapi waktu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Kini ia telah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki pekerjaan, dan membangun keluarganya sendiri.
Kisah itu selalu mengingatkan saya pada arti kehilangan. Sebagai seorang piatu, saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan orang tua. Bedanya, saya kehilangan Mamah ketika sudah dewasa. Meski demikian, rasa rindu tetap hadir hingga hari ini. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar terisi. Namun dari kehilangan itu, saya belajar bahwa cara terbaik mengenang orang tua adalah dengan terus berjuang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.
Karena itulah saya percaya bahwa kehadiran orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan seorang anak. Ketika seorang anak kehilangan sosok ayah di usia yang masih belia, tentu ada tantangan yang harus dihadapi lebih awal dibandingkan anak-anak lainnya.
Pemikiran itu terus terngiang ketika saya mendengarkan kisah Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, Alumni Penerima Manfaat Beasiswa YES (Youth Ekselensia Scholarship) Dompet Dhuafa. Dari sosok Rahmad, saya belajar lebih banyak tentang arti perjuangan, ketangguhan, dan harapan yang tetap menyala meski hidup pernah menghadirkan kehilangan.
Dari Rahmad, Saya Belajar Tentang Ketangguhan
Suasana ANTARA Heritage Center siang itu terasa hangat sekaligus mengharukan. Acara peluncuran BesTeam dibuka oleh penampilan anak-anak yatim binaan Dompet Dhuafa yang tampil penuh percaya diri di hadapan para tamu undangan, media, dan mitra yang hadir.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah pidato yang disampaikan dalam tiga bahasa. Melihat mereka berdiri dengan percaya diri di atas panggung membuat saya tersadar bahwa anak-anak yatim memiliki potensi yang sama besar dengan anak-anak lainnya. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan dan dukungan untuk berkembang.
Momen itu semakin bermakna ketika Rahmad Gustav Kurniawan Lubis naik ke atas panggung untuk berbagi cerita. Dengan tenang ia menceritakan perjalanan hidupnya sebagai anak yatim, berbagai tantangan yang pernah dihadapi, hingga bagaimana program Youth Ekselensia Scholarship (YES) Dompet Dhuafa menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Rahmad tidak hanya menerima bantuan pendidikan. Ia juga mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta ruang untuk mengembangkan diri. Dukungan tersebut membantunya membangun kepercayaan diri dan terus melangkah meraih cita-cita.
Bagi saya, kisah Rahmad menjadi bukti bahwa anak yatim tidak membutuhkan belas kasihan semata. Mereka membutuhkan lingkungan yang percaya pada kemampuan mereka. Mereka membutuhkan orang-orang yang hadir untuk mendampingi, menguatkan, dan memberikan akses terhadap kesempatan yang lebih baik.
Dari cerita Rahmad, saya semakin memahami mengapa pendampingan berkelanjutan jauh lebih penting dibandingkan bantuan yang bersifat sesaat. Sebab masa depan seorang anak tidak dibangun dalam sehari, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan dukungan dari banyak pihak.
BesTeam, Gerakan Menjadi Sahabat Terbaik Anak Yatim
Pemahaman itulah yang kemudian menjadi dasar lahirnya BesTeam atau Bestian Sama Yatim. Program yang diluncurkan Dompet Dhuafa ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya membantu anak yatim, tetapi juga menjadi sahabat yang membersamai perjalanan mereka menuju masa depan.
Menurut Widodo selaku Ketua Panitia Program BesTeam, program ini dibangun di atas empat nilai utama, yaitu Best Heart, Best Mind, Best Future, dan Best Impact. Empat nilai tersebut menjadi fondasi berbagai program pemberdayaan yang mencakup pendidikan, kesehatan, pengembangan diri, hingga kemandirian ekonomi.
Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa menghadirkan berbagai program seperti Beasiswa Yatim, Kesehatan Anak Yatim, Yatim Berdaya, Gemilang Anak Indonesia Timur, hingga Bright Generation. Seluruh program tersebut dirancang untuk membantu anak yatim tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan. Kehilangan sosok ayah tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis, rasa percaya diri, dan kesempatan anak dalam mengembangkan potensinya.
Pesan serupa juga disampaikan oleh Teuku Wisnu. Sebagai seorang ayah, ia memahami betapa pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Namun ketika ada anak-anak yang harus kehilangan sosok ayah sejak dini, masyarakat dapat mengambil peran untuk menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan yang mereka butuhkan.
Peluncuran BesTeam juga dirangkai dengan kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Gramedia melalui program Happy Family Coloring. Melalui kampanye "Menyebarkan Harapan Melalui Alat Tulis Sekolah ke Seluruh Penjuru Negeri", masyarakat diajak berpartisipasi menyediakan paket belajar bagi anak yatim dan dhuafa.
Puncak acara ditandai dengan simbolisasi menyalakan Lentera Harapan bersama anak-anak yatim. Bagi saya, lentera tersebut menjadi simbol yang sederhana namun bermakna. Harapan akan terus menyala selama masih ada orang-orang yang peduli dan bersedia berjalan bersama mereka.
Menjadi Bagian dari BesTeam untuk Masa Depan Anak Yatim
Sepulang dari acara peluncuran BesTeam, pikiran saya kembali pada kisah sepupu yang tumbuh tanpa ayah dan kenangan tentang Mamah yang telah lebih dulu berpulang. Kehilangan orang tua memang meninggalkan luka dan kerinduan yang tidak mudah hilang. Namun dari pengalaman hidup, saya belajar bahwa dukungan dari orang-orang di sekitar mampu menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.
Hal yang sama saya lihat pada sosok Rahmad dan anak-anak yatim yang tampil pada siang itu. Mereka tidak meminta dikasihani. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung agar dapat berkembang sesuai potensi terbaiknya.
Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan semua itu dalam bentuk program yang berkelanjutan. Ditambah kolaborasi bersama Teuku Wisnu, Gramedia melalui Happy Family Coloring, para donatur, relawan, dan masyarakat luas, BesTeam menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukanlah tugas satu pihak saja.
Di bulan Muharram yang penuh kemuliaan ini, saya belajar bahwa menjadi sahabat bagi anak yatim bisa dimulai dari langkah sederhana. Sebab ketika semakin banyak orang bersedia menjadi bagian dari BesTeam, semakin banyak pula harapan yang dapat dinyalakan untuk masa depan anak-anak Indonesia.
Dompet Dhuafa
Website : https://digital.dompetdhuafa.org/
Instagram : https://www.instagram.com/dompetdhuafaorg/









0 Comments