Tubuh Stress Dan Sakit, Itu Tandanya Tidak Sehat Secara Finansial ~ #LiveHealthierLives

  • 7/16/2019 10:33:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Pernah merasakan gejala sakit seperti demam, letih, lemah, lesu, dan tidak bergairah sama sekali? Tapi setelah menerima gaji atau bonus, badan kita menjadi sehat dan bugar tanpa merasakan sakit yang dialami sebelumnya. Mungkin kamu sedang tidak sehat secara finansial, bukan karena tubuhmu yang tidak sehat. 

“Dok, saya punya keluhan demam dan meriang.”

“Gejalanya sudah berapa hari?”

“Baru 2 hari lalu, Dok.”

“Boleh saya periksa terlebih dahulu?”

Setelah diperiksa dan mengecek sana sini, dokter sangat heran. Dia mengeryitkan dahi. 

“Ibu sedang tidak sehat secara finansial?”

Ibu tersebut sontak bertambah sedih. Sepertinya matanya berkaca-kaca dan sebentar lagi mengeluarkan air mata.

“Benar Dok, saya sedang terlilit hutang dan belum bisa melunasinya sampai hari ini.”

“Penyakit yang ibu derita sebetulnya berhubungan dengan hutang tersebut.”

“Kok bisa Dok?”

“Secara psikologis, kondisi finansial yang tidak sehat membuat tubuh bereaksi dengan stress. Tadinya stress tersebut masih dalam taraf wajar, jika diperburuk dengan kondisi makan tidak teratur dan kurang istirahat ataupun kurang olahraga, maka akan bertambah parah.”

“Solusinya bagaimana, Dok?”

“Selesaikan masalah hutang tersebut. Mulailah membayarnya perlahan-lahan dan direncanakan. Kurangi hal-hal konsumtif seperti membeli baju atau tas yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan. Dana tersebut bisa untuk melunasi hutang.”

“Kalau sakit ini bagaimana Dok?”

“Minumlah obat, istirahat dan lakukan pelunasan hutang tersebut, maka yakin akan sembuh.”



Sebetulnya, stress dan sakit itu bagian dari kondisi psikologis yang disebabkan oleh tidak sehatnya finansial. Apalagi jika kita terlilit hutang atau kondisi finansial yang sangat rumit. Hal ini diungkapkan oleh Roslina Verauli, Psikolog, bahwa Manusia memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai aktualisasi diri dan kebahagiaan. Kesehatan fisik dan keamanan finansial menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan selanjutnya, yaitu relasi positif dan meraih performa terbaik mereka. Sehingga, ketika seseorang telah memenuhi kebutuhan dasar berupa sehat fisik dan finansial, peluang mereka untuk mendapatkan hubungan keluarga dan relasi yang baik akan semakin tinggi, begitu pula dengan kesempatan mereka untuk mencapai potensi terbaik diri mereka.

Jelas sekali kalau sehat fisik itu berasal dari beberapa faktor salah satunya adalah sehat secara finansial. Bagaimana kalau sudah sehat secara finansial tetapi malah sakit secara fisik? 

Salah satu yang menunjang kesehatan fisik adalah finansial, namun tidak mutlak hal tersebut mempengaruhi. Saat ini banyak sekali faktor seperti kurangnya gerak dan olah tubuh serta gaya hidup yang serba instan dan cepat membuat makanan dan minuman yang dikonsumsi pun tidak mencerminkan kesehatan.


Saya memiliki tubuh kurang ideal, bisa dikatakan termasuk dalam obesitas. Untuk menjaga kesehatan saya mulai dalam beberapa hal terutama makanan dan minuman. Untuk saat ini, saya mengurangi porsi nasi dan menambahnya dengan porsi buah-buahan. Mungkin, terasa sangat berat, namun saya sudah membuktikan kalau saya bisa menurunkan berat badan sedikit demi sedikit. Kemudian, saya mulai mengurangi minuman kemasan yang mengandung banyak gula. Kalaupun terpaksa minum, saya memilih yang low sugar sehingga bisa dikontrol gulanya. 

Mungkin pada awalnya sangatlah berat, namun setelah menjalaninya, saya merasakan perubahan yang sangat signifikan. Awalnya saya merasa kalau tubuh saya terasa berat, namun setelah melakukan metode tersebut tubuh mulai terasa ringan dan gerak pun menjadi sangat bebas. Hal yang berubah lainnya adalah ukuran celana ataupun baju bisa mengambil satu size dibawahnya. 

“Ada yang ukuran XXL?”

“Maaf mas hanya ada XL saja.”

Kalau saya berada di mall dan ingin berbelanja kaos atau kemeja, saya merasa bahwa mencari ukuran besar sangatlah susah. Apalagi ukuran XXL yang mungkin sangat jarang ada. Dari peristiwa ini juga saya bertekad untuk menurunkan size sehingga bisa memilih banyak model atau motif yang ada di mall. 

“Turun di depan ya, Pak.”

Kemudian angkot pun berhenti di tempat yang saya inginkan.

“Mas, bayarnnya kurang. Tadi mas nempatin duduk 2 orang.”

What! Apa! Sampai angkot pun ikut-ikutan tidak menghargai fisik saya. Dan, saya beralih naik ojek online.


Kadang ojek online pun merasa sangat keberatan karena badan saya yang sudah besar dan berat. Apalagi jika ada tanjakan atau polisi tidur yang kadang nyangkut atau tergesek motornya. Saya jadi merasa bersalah dengan drivernya. Makanya saya sering memberikan tip walaupun tidak seberapa, tapi setidaknya bisa mengobati kesalahan saya. 

Banyak sekali ketidaknyamanan yang saya rasakan dengan memiliki tubuh yang kurang ideal. Saya juga memiliki kenangan pahit mengenai masalah kesehatan. Mamah dan Kakak saya juga menderita penyakit kronis yang menyebabkan kematian. Banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya makanan dan minuman yang kurang sehat dan banyak sekali mengkonsumsi karbohidrat dan gula. Ini bisa menjadi warning bagi diri saya sendiri, dan juga saya sharing pengalaman ini dalam bentuk tulisan seperti ini pun agar bisa ikut memberikan pengaruh sehingga bisa beralih ke makanan yang sehat. 



Sejalan dengan hal tersebut, maka PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life Indonesia”) kembali mengajak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia untuk menerapkan investasi kesehatan, sebagai faktor penting dalam mendukung produktivitas dan kualitas hidup di masa datang. Mengusung kampanye kesehatan ‘Live Healthier Lives’, Sun Life mengajak generasi muda untuk menjaga kesehatan secara holistik, baik dari segi fisik, mental, maupun finansial, guna mempersiapkan diri menyambut bonus demografi pada 2030. Pada kesempatan ini, Sun Life juga memperkenalkan figur publik sekaligus penggiat kesehatan: Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono, sebagai duta dari kampanye ‘Live Healthier Lives’.



Ibnu Jamil seperti yang kita ketahui adalah artis yang sudah malang melintang di dunia olahraga dan menyukai banyak olahraga terutama sepakbola dan lari. Sedangkan Kelly Tandiono merupakan role model gaya hidup sehat dengan aktif sebagai pelari dan sering mengikuti lomba triathlon baik tingkat nasional maupun internasional. 

Gaya hidup sehat dan aktif berolahraga sangat diharapkan untuk mengajak masyarakat mengikuti gaya hidup tersebut sehingga diharapkan tidak membebani secara finansial karena biaya pengobatan atau rumah sakit yang disebabkan oleh penyakit yang diderita akibat gaya hidup kurang sehat. 

Lalu bagaimana kalau sudah terlanjur sakit dan membutuhkan biaya rumah sakit yang sangat banyak? Sebelum terlambat, sehat secara fisik pun harus diimbangi dengan sehat secara finansial. Salah satu jalan untuk sehat secara finansial adalah dengan cara berasuransi. Kenapa asuransi, karena asuransi memudahkan kita mengatur porsi baik biaya kesehatan dan investasi, karena banyak sekali pilihan asuransi sekaligus investasi yang sudah ditawarkan oleh Sunlife Indonesia

“Sun Life Indonesia mendukung pemerintah dalam membangun generasi produktif yang berkualitas di masa depan, sekaligus menginspirasi generasi muda mempersiapkan kesehatan secara holistik, agar dapat mengambil peran dan berkontribusi kepada kesejahteraan diri pribadi, keluarga, serta bangsa Indonesia,” tutup Elin Waty, Presiden Direktur Sun Life Indonesia.



Vlog Competition Dengan Total hadiah 50 Juta Rupiah  

Sun Life mengadakan Sun Life Vlog Competition bertema Live Healthier Lives yang berlangsung pada 11 Juli ‒ 10 Agustus 2019. Di dalam vlog tersebut kamu bisa bercerita mengenai alasanmu memulai hidup sehat.

Ibnu dan Kelly menantangmu untuk menceritakan alasan kamu memulai hidup sehat melalui kompetisi vlog. Kamu bisa menerapkan gaya hidup sehat sambil berkesempatan mendapatkan hadiah fantastis!

Penasaran dengan hadiahnya? Akan dipilih sebanyak 3 (tiga) orang pemenang.

Juara 1: Uang tunai senilai 20.000.000 + Healthy Trip to Hong Kong bersama Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono

Juara 2: Uang tunai senilai 15.000.000

Juara 3: Uang tunai senilai 10.000.000

So, tunggu apalagi. Siapkan kamera, rekam aksimu menerapkan gaya hidup sehat dan dapatkan banyak hadiahnya. Informasi lebih lanjut bisa ke http://bit.ly/SunLifeID. 

  • Share

Kini Wakaf Tidak Hanya Berupa Tanah Melalui Asuransi 'Syariah' Sunlife

  • 8/09/2018 08:04:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Waktu kecil saya pernah mendengar cerita dari Nenek, bahwa tanah yang tumbuh pohon mangga itu milik saudara kami yang sangat kaya. Mungkin karena sangkin kayanya, saya pernah mencoba mengukur dengan tangan saya yang kecil dan berakhir dengan keluh kesah karena sangatlah luas. Beberapa tahun berlalu, Nenek saya meninggal ketika saya menginjak kelas 4 sekolah dasar. Setelah itu, saya selalu mengamati tanah milik saudara kami yang dipenuhi pepohonan yang sudah berbuah. Ayah pun akhirnya membuka cerita bahwa tanah itu adalah wakaf dari saudara dekat. Apapun yang diambil oleh warga dari tanah wakaf tersebut adalah tidak berdosa karena memang pada prinsipnya tanah wakaf bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. 

Ilmu tentang Wakaf ternyata masih belum mendalam, sebab saya beranggapan bahwa saya akan memberikan wakaf jika sudah memiliki sebidang tanah yang sangat luas. Ternyata pemahaman saya ini adalah salah kaprah dan sangat fatal. Saya menemukan makna baru tentang wakaf yang sebenarnya, yaitu memberikan manfaat bagi warga sekitar walaupun nominalnya tidak sebanyak bidang tanah atau bangunan. Saya jadi ingat pada saat saya mengikuti pengajian siang di bulan Ramadhan, saya ditawari untuk berwakaf Al Quran. Menurut nominal, harga sebuah Al Quran sangatlah kecil dibandingkan dengan Tanah yang bernilai milayaran Rupiah. Namun yang dipentingkan dalam wakaf adalah sebuah benda yang memiliki manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. 


Saya memang bermimpi suatu saat nanti saya bisa mewakafkan sebidang tanah yang cukup untuk membuat sebuah sekolah yang bisa gratis bagi warga sekitar. Cita-cita mulia ini memang masih jauh dari kenyataan namun saya yakin suatu saat nanti saya bisa melihat senyum anak-anak yang berjalan menuju sekolah dan kegembiraan selama bersekolah. 

Selain sekolah, saya rasa rumah sakit adalah sarana tepat bagi warga yang berada disekitar untuk merasakan pengobatan gratis, apalagi warga yang membutuhkan. Kedua hal ini tentunya bisa direalisasikan beberapa tahun bahkan puluh tahun kemudian. Apakah ada cara yang tepat dan cepat untuk menyalurkan dana sekaligus memberikan perlindungan pada diri sehingga niat mulia ini bisa disegerakan? Jawabannya sangatlah bisa dan sangat mudah. 


Memang ada program wakaf sekaligus asuransi? Apakah wakaf ini bisa dilakukan dengan asuransi? bagaimana hukumnya? Saya juga menanyakan hal tersebut karena ketiadaktahuan saya. Beruntung saya mendapatkan banyak pembelajaran pada beberapa hari lalu ketika menghadiri penyaluran dana wakaf dari Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (Syariah) di Jakarta Pusat. PT Sun Life Financial Indonesia menyalurkan dana tersebut melalui Dompet Dhuafa di daerah Lampung Timur. 



Melalui Dompet Dhuafa, Sunlife menyalurkan dana wakaf tersebut untuk digunakan pada Rumah Sakit Dhuafa AK Media Sribhawono yang terdapat di Lampung Timur. Kenapa di Lampung Timur? Karena daerah tersebut merupakan daerah termiskin di Provinsi Lampung. Dana yang terkumpul merupakan dana dari program Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (Syariah) yang telah dimulai beberapa bulan lalu di tahun 2018. 

Ibu Elin Waty menjelaskan bahwa program Asuransi ini adalah sarana warga untuk penggalangan dana dengan cara berwakaf dari awal pembayaran premi pertama. Selain itu juga memberikan kesempatan masyarakat ikut membangun negara melalui program ini. Selain itu, menurut MUI, program wakaf  sekaligus asuransi yang dilakukan Sunlife merupakan program positif dan perlu dilakukan oleh pihak lain. Dengan kata lain, Sunlife merupakan pelopor Asuransi 'Syariah" dengan wakaf sebagai pilihan yang sangat menguntungkan. 



Sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (Syariah)PT Sun Life Financial Indonesia mempersembahkan Asuransi Brilliance Hasanah Maxima sebagai solusi perencanaan keuangan sekaligus membantu mewujudkan niat ibadah wakaf Anda. Asuransi Brilliance Hasanah Maxima merupakan produk asuransi syariah yang menyatukan antara manfaat asuransi dan fasilitas wakaf untuk memaksimalkan potensi kehidupan Anda dan keluarga, kini dan masa yang akan datang.

Manfaat asuransi & keunggulan produk
  • Total manfaat asuransi hingga 300% manfaat kematian
  • Menyediakan fasilitas wakaf untuk membantu Anda menunaikan wakaf
  • Potensi hasil investasi optimal sejak tahun polis pertama
  • Bonus loyalitas & bonus kontribusi hingga usia 100 tahun
  • Dapat dilengkapi dengan berbagai asuransi tambahan untuk memaksimalkan proteksi
  • Potensi untuk mendapatkan surplus underwriting

So, apalagi yang ditunggu? Jarang banget kan bisa berasuransi dan dapat perlindungan serta dapat pahal dari wakaf yang disalurkan kan? Kapan lagi kalau sudah ada Wakaf yang Pasti, Kini dan Nanti. 

Pasti, karena pasti tanpa potongan, pasti aman dengan tenaga pemasar yang bersertifikat dan pasti penyalurannya salah satunya dengan Dompet Dhuafa seperti rumah sakit di Lampung Timur. Kini, dengan menyegerakan niat untuk berwakaf maka sejak awal premi wakaf tersebut telah diperhitungkan. Dan Nanti, misalnya nasabah akan berniat wakaf pada saat kemudian setelah meninggal dunia, maka asuransi ini pun dapat melaksanakan niatan tersebut. 

Nah, sudah cukup jelas dengan Asuransi Brilliance Hasanah Maxima (Syariah) , jika memiliki pertanyaan dan penjelasan lebih dalam silahkan ke link ini . 

Selamat berwakaf sekaligus berasuransi, semoga niat kita untuk berwakaf bukan hanya pada saat kita telah memiliki sebidang tanah melainkan bisa disegerakan dengan bantuan dari Sunlife. Barakallah! 

Dokumentasi : Mba Nunik Utami
  • Share

Tips Membelanjakan THR (Tunjangan Hari Raya) Secara Bijaksana

  • 5/28/2018 04:09:00 PM
  • By Salman Faris
  • 2 Comments

Lebaran sebentar lagi
Berpuasa sekeluarga
Sehari penuh yang sudah besar
Tengah hari yang masih kecil
Alangkah asyik pergi ke mesjid
Solat tarawih bersama-sama

Ini adalah lagu lebaran sebentar lagi dari Bimbo yang menandakan bahwa lebaran akan datang dalam hitungan setengah bulan lagi. Yes puasa udah memasuki minggu kedua, itu artinya sebentar lagi akan ada yang datang nih. Nah, loh siapa sih yang akan datang sih man? Itu loh THR ataua kepanjangannya adalah Tunjangan Hari Raya. Yes, karyawan setiap perusahaan akan mendapatkan tunjangan ini sesuai dengan masa kerjanya, biasanya tunjangan hari raya akan dibagikan 

THR itu seperti buah simalakama bagi yang menerimanya. Iya, kita akan dibuat kebingungan karena biasanya seluruh THR akan dihabiskan dalam waktu yang sangat cepat bahkan untuk hal-hal yang sebetulnya kurang begitu penting. Bagi bujangan atau yang masih single tentu saja tidak akan kerepotan karena dibelanjakan untuk kebutuhan pribadi, sedangkan bagi yang sudah berumah tangga pastinya akan sangat kerepotan mengaturnya. 


Lalu sebetulnya bagaimana yang harus dilakukan untuk mengatur seluruh kebutuhan yang akan datang pada saat lebaran nanti? Jangan khawatir saya memiliki cara dan tips untuk mengatur pembelanjaan THR nantinya. 

Alokasikan 10 persen - 20 persen untuk tabungan

Habiskan THRmu diawal untuk memudahkan pembagian proporsi selanjutnya seperti tabungan. Alokasikan sebesar 10-20 persen dari total THR. Trust me, apabila sudah dialokasikan maka akan lebih mudah daripada dialokasikan dari sisa THR nantinya.

Keperluan pakaian baru, perlengkapan ibadah, serta zakat

Baju baru alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya, tak punya pun tak apa-apa. Nah, baju baru untuk ana-anak dan keluarga pun harus diperhitungkan. Tips dari saya adalah belilah kalau ada diskon besar-besaran seperti online shop atau supermarket. Kemudian jangan lupakan perlengkapan ibadah dan zakat fitrah pada akhir ramadhan, semuanya harus dialokasikan dengan baik.


Jamuan Lebaran dan mudik

Opor dan ketupat serta sambal goreng ati itu, sajian yang harus ada pada saat hari lebaran. Pengeluaran makanan dan minuman pada saat lebaran pun harus diperhitungan dengan baik dan benar, jangan sampai terlewat sedikit pun. Kemudian, apabila ingin melakukan mudik, jangan lupa untuk mengeposkan jauh-jauh hari agar pembelian tiket dan lain-lainnya lebih mudah. 

Mengalokasikan THR bagi pekerja di rumah dan angpao

Jika memiliki pekerja rumah dan saudara usahakan untuk mengalokasikan dana angpao bagi mereka. Karena bagaimana pun kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan sebagian penghasilan kepada merek yang membantu kita selama dirumah dalam beberapa tahun terakhir.


Sisa alokasi THR untuk melunasi utang berjalan dan atau investasi

Sebagian besar telah diposkan dalam pos masing-masing jangan lupakan  untuk membayar hutang atau kalau masih ada sisa lagi jangan lupa untuk berinvestasi. Kalau masih ada jangan lupa untuk membayar asuransi.

Jangan sampai terjadi pada saat lebaran kita kehabisan dana dan cenderung menyajikan ala kadarnya sedangkan dana THR sudah habis tak bersisa.

THR ala Keluarga Surya


Yes, kalau masih bingung dengan cara membelanjakan THR dengan baik, Sunlife ID punya sitkom webseries yang kocak dan lucu di Channel Youtube dengan judul Keluarga Surya. Keluarga yang terdiri dari bapak Surya, Ibu Mentari, Fajar dan Cahaya. Keluarga kecil ini menyajikan banyak sekali drama dan pembelajaran tentang THR serta segala permasalahan seputar apapun.

Oh iya jangan lupa untuk ikutan kuis dari Sunlife ID pada tanggal 31 Mei 2018 di www.instagram.com/sunlife_id. Yuk enjoy webseriesnya di channel youtube dibawah ini.

  • Share

Sunlife EduFair 2017 : Tips Memilih Sekolah Berkualitas Untuk Anak

  • 10/26/2017 07:29:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments
Picture by www.ivegotago.com
Menjadi orang tua bukanlah sebuah perkara mudah. It is complicated. Mulai dari usia di bawah lima tahun, anak tumbuh dan membutuhkan perhatian. Setelah menginjak usia diatas  lima tahun, mulailah bingung dengan pendidikan anak. Sangat wajar apabila perencanaan pendidikan yang benar memberikan kontribusi terhadap perkembangan prestasi anak nantinya. Kita tidak mau kalau anak menjadi tidak terkontrol karena salah memilih perencanaan pendidikan. 

Kebetulan saya belum menikah, namun adik saya sudah memiliki anak bernama Safira. Usianya menginjak tiga tahun. Memang terlalu dini membahas sekolah apa yang cocok untuk keponakan saya, Safira. Namun, sebagai paman yang baik, saya pun harus mengusulkan pendidikan terbaik kepada Adik saya. Dahulu, saya sekolah di sebuah kota kecil, Pemalang. Mulai dari SD sampai SMA, saya mengenyam pendidikan di Sekolah Negeri yang memiliki kualitas baik. Kemudian melanjutkan ke perguruan tinggi di Semarang dan Jakarta.


Seperti semuanya berjalan dengan mulus, namun sebetulnya menentukan IPA atau IPS pada saat SMA pun memiliki polemik tersendiri. Sebelumnya, saya harus berjuang di bangku Les khusus IPA. Setiap pulang sekolah, saya harus les. Hasilnya bisa ditebak, nilai IPA saya tidak cukup membawa saya masuk kelas IPA yang diidam-idamkan. Saya cukup terpukul. Ayah saya yang mengharapkan saya masuk IPA pun sebetulnya kecewa dengan hasil ini. Waktu berjalan dan akhirnya, saya masuk kuliah jurusan Akuntansi. Alhamdulillah, prestasi saya di kuliah sangat memuaskan.

Kini saya bukan menjadi Auditor ataupun Accounting di sebuah perusahaan, sesuai dengan pendidikan yang saya tempuh. Saya menjadi seorang blogger dan travel guide dan suatu saat nanti saya akan menjadi business owner dalam bidang traveling atau restoran. Pendidikan sangat penting, namun yang sangat penting lagi adalah bakat dan minat anak. Jangan sampai orang tua memaksakan kehendaknya dan menjadikan anak menjadi hilang arah. Bukan tidak mungkin jika bekerja tidak sesuai dengan minat atau hobinya, sulit untuk bersaing dan menjadi seseorang yang membanggakan.

Picture by www.ivegotago.com
Beruntung saya hadir dalam Sunlife EduFair 2017 di Kota Kasablanka, beberapa hari lalu. Pada saat di venue acara, Kak Seto bersiaap memberikan materi untuk orang tua dan anak-anak. Kak Seto merupakan Guru sepanjang masa. Dahulu, Kak Seto sering muncul menghibur saya dengan tokoh Sikomo, seekor dinosaurus lucu yang cerdas dan baik hati. Seperti yang dibayangkan, Kak Seto memang sangat interaktif. Satu kata yang masih membekas sampai sekarang adalah Rudi Habibie, Rudi Hadisuwarno, Rudi Choirudin dan Rudi lainnya memiliki kecerdasan dalam bidangnya. Rudi Habibie kita kenal sebagai pembuat pesawat terbang, sedangkan Rudi Hadisuwarno memiliki salon serta Rudi Choirudin yang kita kenal sebagai chef ternama. Begitu pula anak pun memiliki kercerdasannya masing-masing. Anak pertama tidak bisa disamakan dengan anak kedua atau ketiga, mereka memiliki kecerdasan yang berbeda. Sebagai orang tua, tugas kita cukup mengarahkan dengan baik apa yang mereka butuhkan.

Bagaimana Cara Memilih Sekolah Berkualitas ?


Kebetulan sekali, Sunlife EduFair juga menampilkan sekitar 20 Sekolah terbaik di Jakarta dan sekitarnya untuk memberikan input kepada orang tua sekolah mana yang cocok bagi anak-anaknya. Masing-masing sekolah pun menampilkan secara ringkas apa yang menjadi keunggulan sehingga anak tertarik masuk ke sekolah tersebut.

Lalu sebetulnya apa saja sih yang perlu diperhatiakn dalam memilih sekolah bagi anak terutama usia dini? Saya merangkum beberapa tips sebagai berikut :

Visi Misi Sekolah 

Kadang kala kita melupakan visi misi sekolah karena bukan merupakan hal pokok, namun ternyata visi misi inilah yang akan menentukan kurikulum yang diberikan untuk anak kita.

Tenaga Pengajar 

Guru merupakan sosok penting bagi perkembangan anak terutama usia sekolah dasar. Tidak ada salahnya orang tua menanyakan kualitas tenaga pengajar serta sepak terjang dalam melakukan terobosan dalam bidang pendidikan.

Sarana dan Prasarana

Sekolah yang memiliki laboratorium, lapangan olahraga dan sarana prasarana lain tentunya membuat orang tua terkesan. Anak pun akan terbantu untuk mengembangkan minat dan bakatnya.


Kenali Bakat Minat Anak

Faktor terpenting sebetulnya bakat dan minat anak. Apakah sekolah tersebut bisa mengakomodir bakat dan minat anak? Contohnya sekarang banyak bermunculan sekolah alam dan home schooling yang membantu anak mengasah bakat dan minatnya secara maksimal.

Jarak Sekolah 

Kelihatannya jarak rumah ke sekolah bukan menjadi prioritas utama namun setelah dipikirkan kembali, jarak rumah ke sekolah pun harus di perhitungkan. Jangan sampai anak merasa terbebani jika harus menempuh jarak yang cukup jauh dari rumah.

Kemampuan Finansial

Pikirkan secara matang kemampuan finansial untuk membiaya sekolah beberapa tahun kedepan. Jangan sampai terjadi anak drop out atau pindah sekolah dikarenakan tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup. Perencanaan keuangan sangat dibutuhkan, apalagi sekarang terdapat perusahaan yang membantu mengatur keuangan tersebut yaitu Sunlife.



Sunlife Edufair 2017 juga menampung bakat anak-anak dalam sebuah lomba bertajuk Brighter Talent. Beberapa sekolah menampilkan bakat yang dimiliki oleh perwakilan. Benar saja, tidak ada satupun bakat yang sama antara satu sekolah dengan sekolah lain. Ada yang menampilkan balet, kaulintang band, drumer, penyanyi, paduan suara, tari dan lain-lainnya.


Benar saja, tiga orang juri yang bertugas menilai penampilan bakat dari beberapa sekolah sangat kebingungan dengan seluruh penampilan yang sangat luar biasa dari masing-masing sekolah. Keluar sebagai juara pertama adalah kaulintang band. Selamat buat yang telah mengangkat kaulintang sehingga bisa naik kelas. 
  • Share