Film Review : Surga Yang Tak Dirindukan

Sumber : http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00074539.html
"Satu hal yang harus kamu tahu, kamu sudah berhasil  menghancurkan dongeng saya, hanya untuk menghidupkan dongeng kamu" ucap Arini kepada Mei Rose.
Mungkin percakapan antara Arini dan Mei Rose terkesan puitis dan mengarah pada sebuah sudut pandang sebagai "wanita" yang menganggap bahwa "wanita" lain turut menghancurkan sebuah dongeng yang telah Arini bangun selama ini. Namun, konteks percakapan tadi bukanlah murni konfilk di film "Surga Yang Tak Dirindukan".

Sebelum membahas alur film dan para pemain, mari kita melihat sebuah buku yang ditulis oleh Asma Nadia dengan judul sama "Surga Yang Tak Dirindukan". Buku ini telah beredar sekitar tahun lalu, tepatnya Juni 2014. Berangkat dari buku tersebutlah, sebuah film garapan sutradara Kuntz Agus ini hadir ke tengah masyarakat.

Buku ini mengupas dongeng Arini, Prasetya dan Mei Rose yang berusaha menghidupkan dongengnya sendiri diantara himpitan-himpitan serta masalah kehidupan yang melanda. Polemik poligami mendasari buku dan film ini. Menurut saya, MD Pictures sangat berani mengangkat isu poligami, namun setelah menyaksikan secara langsung dan runtut dari awal sampai akhir, saya pun memberikan dua jempol kepada produser serta semua yang telah bekerja untuk film ini.

Lalu apakah film ini mempunyai kemiripan dengan Ayat-Ayat Cinta yang telah membesarkan nama Fedi Nuril yang telah sukses sebelumnya. Jawabannya, tergantung dari persepsi yang menonton film ini. Apabila dikaitan dengan Fedi Nuril, Ayat-Ayat Cinta memang sangat lekat, apalagi Ayat-Ayat Cinta sangat sukses dan merupakan salah satu box office film Indonesia, sehingga ekspektasi tinggi selalu melekat dalam film yang mempunyai genre serupa dengan Ayat-Ayat Cinta. Namun, kehadiran Laudya Cynthia Bella dan Raline Shah setidaknya memberikan kesan berbeda dan berusaha lepas dari bayang-bayang Ayat-Ayat Cinta.  

Bermula Dari Dongeng Madaniah

Arini (Laudya Cynthia Bella) suka mendongeng madaniah, sebuah dongeng yang menceritakan kebaikan yang dibalut dengan cerita lucu, maksudnya agar pesan itu tersampaikan kepada anak-anak asuhannya. Madaniah dikisahkan seorang anak perempuan yang memiliki ayah dan bunda yang sangat menyayangi anaknya, dan  selalu memberikan pesan kebaikan dengan tujuan akhir surga yang indah.

Pertemuan Prasetya (Fedi Nuril) dan Arini terjadi ketika dongeng madaniah dituturkan oleh Arini di sebuah pendopo. Pertemuan tak dapat di elakan. Hati itu dipersatukan oleh sebuah restu dari orang tua Arini. Akhirnya, ikatan suci pun di gemakan di sebuah Masjid nan suci setelah beberapa bulan berta'aruf. Demikianlah sebuah dongeng madaniah itu bermula, sebuah dongeng yang indah, seindah surga yang mereka impikan berdua. Menjalin kasih dengan ridho sang Maha Kuasa.

Siapa sangka biduk rumah tangga dan dongeng  yang mereka bangun tak semulus yang dikira. Malapetaka itu hadir ketika sebuah proyek yang ditangani oleh Prasetya mundur dari jadwal semula. Belum sempat bernafas, lagi-lagi sebuah guncangan pun turut memberikan dampak luar biasa, ketika sebuah mobil mengalami kecelakaan. Prasetya yang melihat mobil tersebut kemudian berusaha menolong dan kemudian membawanya ke rumah sakit. Dari sinilah, kesetiaan Prasetya diuji ketika mendapati wanita yang ditolongnya ternyata tengah hamil dan segera melahirkan seorang anak.


Dalam kondisi genting, Prasetya menyetujui untuk bertangung jawab atas kelahiran anak dari wanita tersebut. Alhamdulillah, bayi tak berdosa tersebut lahir dengan selamat. Kemudian Prasetya memberikan mana Akbar Muhammad. Karena Akbar merupakan sebuah kekuatan bagi wanita yang sebatang kara ditinggal suami, Ayah yang lumpuh, dan Ibunya yang bunuh diri ketika masih berusia belasan.

Malam itu, Prasetya ingin melihat wanita bernama Mei Rose (Raline Shah). Namun, betapa terkejutnya Prasetya yang mendapati ruang perawatan Mei Rose kosong, dan menemukan Mei Rose yang hampir bunuh diri. Melalui perbincangan, Prasetya berusaha mencegah Mei Rose bunuh diri. Namun, Mei Rose tetap melompat, Prasetya menangkap tangan Mei Rose dan berjanji akan menikahinya, dengan syarat Mei Rose tetap hidup demi anaknya.

Sebuah dongeng baru pun digaungkan, Prasetya menikahi Mei Rose karena sebuah janjinya. Begitulah ujian awal bagi Arini dan Prasetya. Selang beberapa hari kemudian, Ayah Arini meninggal dunia. Arini kaget ketika mengetahui bahwa Ayahnya memiliki istri selain ibunya. Ayah Arini poligami. Disaat itulah, Prasetya jadi serba salah untuk mengungkapkan pernikahan kedua yang telah dilaksanakan.

Sampai suatu hari, Arini menemukan sebuah struk pembelian obat untuk Akbar Muhammad Prasetya, dan menelusuri rumah sang empunya. Adegan Arini mendapati Prasetya dan Mei Rose ini begitu mengejutkan. Apalagi ketika Arini mengunjungi rumah Mei Rose dan mengatakan kalimat yang telah saya sampaikan sebelumnya.

Cerita berlanjut ketika Arini yang tahu pernikahan itu, dan tak dapat menerimanya. Namun, Prasetya tetap menyakinkan Arini bahwa apa yang dilakukan adalah atas tujuan mulia, menyelamatkan kehidupan orang. Arini masih tak percaya, apakah sebuah pernikahan saja yang mampu menolong Mei Rose dari bunuh diri.

Cerita berlarut ketika Arini dan Prasetya pisah rumah. Nadia, putri keduanya pun merasakan hal yang sangat berbeda dari kedua orang tuanya. Nadia ingin Ayahnya dapat menemaninya setiap malam.

Keharmonisan ketiga orang itu pun diuji kembali ketika Prasetya mengalami pengeroyokan oleh beberapa orang dan akhirnya masuk ke rumah sakit. Lambat laun, Arini menerima kehadiran Mei Rose dan tinggal serumah dengan Prasetya. Lagi-lagi, sebuah endingnya pun cukup mengejutkan saya. Ketika Mei Rose, akhirnya menitipkan Akbar, dan pulang kembali ke rumah Ayahnya.

Lebaran 2015

Film ini akan mulai ditayangakan di bioskop di seluruh Indonesia pada Lebaran 2015. Menurut saya, film ini merupakan cerita realita yang bisa terjadi pada siapa saja tak terkecuali. Banyak hikmah yang dapat diambil selepas menyaksikan film yang menyusuhkan sisipan komedi dan hiburan berupa dongeng madaniah.

Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya terhadap kerja keras kru dan artis pemeran film "Surga Yang Tak Dirindukan." Saya memberikan rate 4 dari 5 bintang.

Trailer 




Cast 


Sutradara : Kuntz Agus
Produser : Manooj Punjabi
Pemain : Laudya Cynthia Bella, Fedi Nuril, Raline Shah, Sandrinna Michelle

Film Review : Surga Yang Tak Dirindukan Film Review : Surga Yang Tak Dirindukan Reviewed by Salman Faris on 7/11/2015 12:48:00 PM Rating: 5

13 komentar:

  1. Dalam kehidupan nyata memang ada aja yang seperti ini. Tapi, saya suka campur aduk emosinya kalau ada cerita begini. Walopun penasaran juga buat nonton :D

    BalasHapus
  2. akkk iriii hihihihi....mupeng pisan pengen nonton apa dayah hiks...

    BalasHapus
  3. mau nonton ah, tadi udah liat trailernya. kayanya menarik

    BalasHapus
  4. Terakhir ke bioskop trailernya nyetel trailernya film ituuu... Penasaraaannn... Fedi Nuril pulaaak

    BalasHapus
  5. alur filmnya lumayan rumit :) trims reviewnya mas

    BalasHapus
  6. Em, kalau gak salah, seperti buku "Istana Kedua"

    BalasHapus
  7. Semakin penasaran untuk menonton film yang satu ini. Dari sinopsisnya saja sudah asyik di baca, apalagi filmnya pasti lebih asyik lagi.

    BalasHapus
  8. Liat trailernya aja dah penasaran pengen nonton...nunggu rilis di dunia maya nih yg hd

    BalasHapus
  9. mantap mas infonya dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  10. makasih bos infonya dan salam sukses selalu

    BalasHapus
  11. terimakasih gan tentang infonya

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.