Saatnya Memilih Di Sun Life Edufair 2016

Sun Life Edulife 2016

Aduh kok harus memilih segala sih? Memangnya apa yang harus dipilih di Sun Life Edufair 2016 ? Pilih belanjaan ya? Atau pilih mainan? Okay saya jelasin dulu kalau kegiatan Sun Life Edufair 2016 yang berlangsung dari 28-31 Januari 2016 kemaren di Senayan City adalah memilih sekolah terbaik yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Pasti kepala dan dagu sudah naik turun tanda paham apa yang saya jelaskan. Tapi, eits tunggu dulu, bukan hanya memilih sekolah saja, namun banyak acara lain seperti penampilan musik, tarian, martial art dan menyanyi dari anak-anak serta talk show dengan beragam tema seperti  mempersiapkan biaya pendidikan anak, edukasi anak di era digital, Ayah dan Bunda adalah sahabat anak dan cara mengetahui bakat dan minat anak.

What's wrong with you Man? Are you serious with your event? Yes, saya mah tidak bercanda. Saya sudah serius mempersiapkan diri menjadi orang tua yang baik sejak dini. Boleh dikata, ini langkah awal menyiapkan mental menjadi orang tua nantinya. Walaupun belum punya calon, tapi setidaknya saya sudah punya cem-ceman (gebetan) yang berada dalam radius yang tidak terlalu jauh dari jangkauan saya. Mau tahu siapa cem-ceman saya, wah maaf ini sungguh rahasian yang tidak dapat disebarluaskan ke publik. Mungkin, satu postingan terpisah atau pada blog terpisah saya akan jelaskan secara gamblang. Peace. 

Keponakanku Shafira 

Sun Life Edulife 2016

Oh iya, ngomong-ngomong masalah pendidikan anak, saya jadi teringat keponakan saya. Usianya menginjak 2 tahun di 2016 ini. Wajahnya masih imut-imut dan lucu. Bayangan saya bukan satu atau dua tahun ke depan, namun 5 tahun mendatang, saat Shafira duduk untuk pertama kalinya di bangku sekolah. Pastinya, sebagai pamannya, saya juga memiliki tanggung jawab memberikan informasi mengenai pendidikan yang bagus kepada adik saya.

Di Pemalang, kota kelahiran saya, pendidikan masih menjadi prioritas kedua, bukan yang utama. Namun, saya cukup bangga karena Ayah saya menfasilitasi saya untuk mencapai gelar sarjana bahkan mengenyam gelar profesional di bidang Audit. Setidaknya, Shafira akan mendapatkan prioritas pendidikan yang utama dari keluarga yang menomor satukan pendidikan. Duh, ngga sabar melihat Shafira tumbuh menjadi anak yang cerdas dan memiliki bakat yang terasah dengan baik.

Di Sun Life Edufair 2016, beberapa booth menyuguhkan banyak alternatif edukasi anak. Saya menyebutkan salah duanya yaitu Dress Dream, sebuah kursus untuk anak yang ingin menjadi desainer atau permainan kata yang menarik bagi anak.

Make your children dreams come true

Sun Life Edulife 2016

Believe or not, pasti pada waktu kecil, Guru kamu juga akan menanyakan cita-cita apa yang diimpikan pada saat dewasa nanti? Iya kan, dan pastinya dengan serentak akan menjawab jadi dokter, presiden, guru atau bahkan polisi. Semua jawaban tak ada yang salah dan tak juga bisa dibenarkan seratus persen, karena faktanya saya yang dahulu menjawab ingin menjadi dokter menjadi seorang blogger dan karyawan sekaligus dan saya bangga.

Fenomena pendidikan saat ini sangatlah berkembang pesat dan entah, saya sebagai orang awam yang tak paham mengenai sistem pendidikan hanya mengetahui trobosan pendidikan melalui sisi masyarakat yang sangat mengikuti perkembangan jaman. Salah satu yang saya temukan di booth Dream Dress.

Dream Dress Sun Life Edulife 2016

Dream Dress membuat anak mendapatkan pengetahuan serta proses menjadi seorang desainer. Tahapan awal yang dilalui seperti membuat sketsa atau gambar desain, kemudian memilih bahan yang akan digunakan, serta dalam proses akhirnya, anak akan membuat pakaiannya sendiri. Bagi saya, kursus atau pendidikan tambahan seperti ini sangat membantu mewujudkan impian anak sejak dini, bukan tidak mungkin saat dewasa, anak akan tumbuh menjadi seorang desiner kondang dan mendunia.


Selain kursus, sekolah formal pun membuka informasi mulai dari kurikulum, biaya pendidikan, waktu pendaftaran, sistem pembelajaran dan informasi lain yang sangat lengkap sehingga orang tua dapat memilih sekolah yang sesuai dengan kecerdasan dan bakat anak, bukan memaksakan anak mengikuti kemauan orang tua sehingga outputnya pun tak maksimal. Jangan sampai salah pilih dan memaksakan kehendak, mungkin ini yang mau saya sampaikan.

Pengalaman pribadi saya membenarkan ini semua karena pada saat SMA, saat pilihan jurusan, orang tua sangat menginginkan saya masuk IPA sehingga sangat memaksakan sampai saya harus ikut les hanya demi masuk jurusan tersebut. Hasilnya, saya harus puas berada dalam lingkungan IPS, namun saya membuktikan kembali bahwa di IPS pun saya dapat berprestasi.

Ayah dan Bunda adalah sahabat anak



Sebuah talkshow menghadirkan tema "Ayah dan Ibu adalah sahabat anak". Mungkin saja tema ini terkesan aneh, mana mungkin orang tua kandung bukan merupakan sahabat bagi anaknya, namun saya berkaca pada diri sendiri, selama ini saya hanya berkomunikasi dengan orang tua pada saat terdapat sesuatu yang harus di bahas diluar urusan tersebut, tidak ada komunikasi khusus. Bahkan, piknik keluarga pun jarang kami lakukan, cuma beberapa kali saja. Mungkin, inilah yang dimaksud bahwa keluarga bukan merupakan rumah pertama namun merupakan rumah kedua, anak merasa terasing bersama orang tuanya.

Ibu Erlina Iswanto, mengungkapkan banyak fakta yang tak bisa dipungkiri kebenaranya, bahwa apabila anak merasakan keterasingan dalam keluarga akan sangat fatal akibatnya bukan hanya kenakalan bahkan sangat jauh seperti kejahatan anak atau remaja. Untuk meredamnya, dibutuhkan keaktifan orang tua dalam proses tumbuh kembang anak yang lebih baik.


Salah satu hal yang dapat dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya adalah support selalu kegiatan anak dengan hasil apapun. Bahkan apabila sang anak mendapatkan nilai kurang bagus, maka katakanlah bahwa tidak apa-apa dengan hasil tersebut dan harus diperbaiki selanjutan. Perkataan positif juga dinilai sangat efektif membuat anak merasakan dukugan darai orang tua sehingga anak tidak depresi dan mendapatkan tekanan dari pihak manapun.


Baru di event Sun Life Edufair 2016 inilah saya merasa memiliki tangung jawab bagi generasi penerus saya di masa depan dengan memberikan pendidikan terbaik serta merencanakannya dari jauh hari atau waktu dini sehingga pada saat usia sekolah, anak sudah mendapatkan pendidikan sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Biarkan anak tumbuh dan besar sesuai dengan impian yang dimilikinya. Jangan sampai pola pendidikan jaman dahulu diterapkan pada anak atau bahkan cucu kita nantinya. Membantu kamu mempersiapkan pendidikan bisa akses www.brighterlife.co.id  atau bisa ke web site Sun Life. 
Saatnya Memilih Di Sun Life Edufair 2016 Saatnya Memilih Di Sun Life Edufair 2016 Reviewed by Salman Faris on 2/01/2016 11:00:00 PM Rating: 5

16 komentar:

  1. Padat ya acaranya..wah udah persiapkan diri aja. Bagus itu...tulisannya enak bacanya

    BalasHapus
  2. Sunlife ini keren. Mereka bener-bener commit dengan bisnisnya dengan cara menyelenggarakan acara-acara yang inline dengan fokues mereka.

    BalasHapus
  3. Dulu pendidikan tidak di nomor satukan tapi jaman sekarang para orang tua harus mengedepankan yang namanya pendidikan supaya anak-anak bangsa menjadi orang yang cerdas dan bisa berkarya mengharumkan negaranya sendiri. Bukan begitu mas salman, kalau anak-anaknya nanti berprestasi dan orang tua pun melihatnya bangga? :)

    BalasHapus
  4. Kabarin ya nanti kalo udah ketemu calonnya :D

    BalasHapus
  5. Iya tuh, Dream Dress. Aku udah sering lihat salah satu teman kita, anaknya keren banget masuk Dream Dress. Kalau aku punya anak cewek pengen banget deh, masukin ke kursus fashion designer ini.

    BalasHapus
  6. jadi nanti kalau punya anak udah tau kan harus menyiapkan dana pendidikan & memilih sekolah yang tepat

    BalasHapus
  7. Salman mau pilih apa siihhh. Main-main di sunlife edufair asyik yaa

    BalasHapus
  8. Kak ... ponakan mu dah 2 th trus kapan kamu kasih sepupu buat dia ???? #Dibahas

    BalasHapus
  9. Kamu juga ikutan acara ini? Enak banget yang di Jakarta. :(

    BalasHapus
  10. Bisa jadi persiapan dari sekarang mas. Biar lebih murah nabungnya heehhe

    BalasHapus
  11. Terharu bacanya. Ini calon ayah yang baik. Ayo para gadis pantengin Salman :)

    BalasHapus
  12. Jadi kapan kak postingan tentang cem2an-nyaaa :3

    BalasHapus
  13. Acara seperti ini menarik..sangat mengedukasi. Salut mas. bener2 calon bapak yang baik heheh

    BalasHapus
  14. pendidikan harus nomor satu pokoknya sekarang

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.