Rudy Habibie : "Jadilah Mata Air"


"Menjadi Mata Air" sebuah susunan kata yang selama ini familiar ditelinga, namun dibalik itu terdapat sebuah rahasia dan fenomena yang dapat mengubah bangsa dan negara Indonesia. Begitu dalam makna tersebut membuat MD Pictures melalui Sutradara, Hanung Bramantyo dan Penulis Naskah, Gina S. Noer, mengabadikan kisah Rudy Habibie atau B.J. Habibie muda dengan balutan romantisme dan nasionalisme yang membuka mata hati kita semua.

Sukses film Habibie & Ainun mengugah Mas Hanung untuk kembali mengangkat salah satu tokoh sentral, Rudy Habibie ke dalam sebuah kisah tersendiri yang tanpa sadar membuat film tersebut sangat berbeda. Habibie Muda memiliki perjalanan yang berliku demi mendapatkan gelar Master hingga Doktor. Bumbu-bumbu persahabatan, cinta dan nasionalisme menjadi penyedap film yang berdurasi sekitar dua jam lebih. 

Ekspektasi film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) yang tak lepas dari bayang-bayang kesuksesan edisi perdana melalui akting Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari tentu saja membuat Mas Hanung dan Pak Manoj justru menjadi motivasi lebih dan berharap kesuksesan yang sama bahkan akan melebih sekuel yang pertama.

Trailer Film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)


Trailer Film Rudy Habibie mengambarkan sisi lain dari seorang B.J. Habibie yang sekarang dikenal sebagai seorang Presiden ke-3 Republik Indonesia. Sisi pribadi yang tidak tergambar melalui penampilan yang sederhana dan jenius.

Sinopsis dan Jalan Cerita



Di Pare-pare, Sulawesi Selatan, segalanya bermula. Rudy Habibie semasa kecil sering bermain-main di bukit dengan pemandangan padang tanaman liar. Namun, pada saat bermain, Rudy Habibie terancam dengan kedatangan pesawat penjajah yang menyerah penduduk di sekitar Pare-pare. Beruntung, Rudy Habibie selamat dan pindah ke Gorontalo, tempat tinggal Kakek dan Nenek.

Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama Ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan Ayahnya mengenai air yang jernih.

"Rudy, jadilah mata air ini, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya."

Begitulah pesan terakhir, sebelum Ayahnya meninggal dunia. Semenjak kematian Ayanya, Rudy selalu mengingat selalu pesan itu.

Singkat cerita, Rudy mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas RWTH dengan jurusan teknik penerbangan di kota Achen, Jerman. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), seorang keturanan Tiong Hoa, Ayu (Indah Permatasari), Adik seorang putri keraton Solo, Poltak (Boris Bokir), Pemuda Batak yang kocak, dan Peter (Pandji Pragiwaksono), senior yang bijaksana. Di Achen, pulalah, Rudy Habibie menemukan sebuah cinta perempuan bernama Ilona (Celsea Islan).

Ternyata menempu studi di daratan Eropa tak semudah membalikan telapak tangan. Rudy Habibie, justru mendapatkan perlakuan tak adil dari teman-teman dari Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia. Teman-teman PPI sebagain menentang gagasan yang disampaikan oleh Rudy Habibie yaitu Industri Dirgantara Nusantara.

Belum masalah satu berlalu, kisah romantisme antara Rudy Habibie dan Ilona tak semulus yang diperkirakan. Diantara pilihan tersebut, manakah yang harus dipilih oleh Rudy? Dalam kebimbangan tersebut, pesan Ayahnya muncul dan memberikan harapan dan semangat.

Bertemu Langsung Rudy Habibie



Beruntung sekali saya dapat bertemu langsung dengan Rudy Habibie dan sahabat-sahabatnya pada Press Screening beberapa hari lalu di CGV Blitz Grand Indonesia. Nampak seluruh pemain hadir dalam acara kali ini. Masih belum percaya bahwa saya bertemu langsung dengan Reza Rahadian, Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Pandji Pragiwaksono dan pemain-pemain lainnya. Selain cast, hadir pula Pak Manoj, selaku produder dan Hanung Bramantyo, sang sutradara.

Nada optimis dan semangat dilontarkan beberapa kali oleh Pak Manoj. Apalagi dengan kesuksesan Film pertama Habibie dan Ainun yang mampu menyihir sekitar 4 juta lebih penonton Indonesia dan bertengger di Film Terlaris Sepanjang Masa. Reza pun sangat senang hadir kembali dalam prekuel ini. Banyak kejadian unik seperti hampir sebagian dialog 'Rudy Habibie' mengunakan bahasa Jerman dan setting tempat yang sempat mengalami salju.

Selain, cast, produser dan sutradara, pada malam itu hadir pengisi soundtrack film Rudy Habibie, CJR. 

Review Film Rudy Habibie

Sepanjang saya menonton film, emosi saya selalu diaduk-aduk dan dibikin penasaran dengan ending film dan bagaimana nasib Rudy Habibie. Bisa saya simpulkan, film ini merupakan salah satu film dengan kualitas yang sangat bagus. Bahkan, untuk dicari sebuah kelemahan dari film ini pun saya tak mampu melakukannya.

Nah, saya akan memberikan poin-poin keunggulan dan kelemahan untuk memberikan tambahan dan masukan.

Keunggulan  

- Durasi lama sekitar 2 jam lebih namun tidak terasa waktunya dan saya sangat menikmati filmnya
- Kualitas Sound yang sangat bagus bahkan saya menyatakan bahwa sound ini paling bagus diantara film lain
- Pemain dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi
- Antara drama dan komedi mendapatkan porsi yang pas
- Dan masih banyak keunggulan lainnya.

Kelemahan

- Detail pakaian pemain yang harus lebih di perhatiakan, karena setting waktu yang kembali ke tahun 60-an
- Setting tempat yang memadukan antara eropa dan Indonesia pada saat adegan di Jerman, dibutuhkan polesan sedikit lagi sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar setting tempat.

Kesimpulannya, saya akan merekomendasikan film yang mengangkat biografi dari seorang Presiden ke-3 RI Ini dan saatnya generasi muda untuk lebih bermanfaat bagi bangsanya. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperhatikan nasib bangsa dan negara kita sendiri.

CJR dan Cakra Khan Di Balik Lagu Keren



Dalam beberapa adegan, sayup-sayup terdengar lagu "Mata Air" sebagai salah satu lagu soundtrack. Ternyata OST Rudy Habibie tersebut dinyanyikan oleh boy band yang tengah naik daun, CJR. Selain CJR, Cakra Khan juga menjadi bagian tim pengisi soundtrack dengan lagu berjudul "Mencari Cinta Sejati".

Cast and Crew Film Rudy Habibie 



Genre : Drama
Produser : Manoj Punjabi
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis Naskah : Ginanti S. Noer

Pemain Film :

Reza Rahadian sebagai (Rudy Habibie), Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Verdi Solaiman, Donny Damara, Dian Nitami, Pandji Pragiwaksono.
Rudy Habibie : "Jadilah Mata Air" Rudy Habibie : "Jadilah Mata Air"  Reviewed by Salman Faris on 6/27/2016 11:55:00 PM Rating: 5

18 komentar:

  1. Nggak sabar pengen nonton film ini dari trailernya dan ceritanya aja udah menarik sekaligus ada reza sama chelsea <3<3

    BalasHapus
  2. sampai menangis kalau bener ceritanya, oran yang pindah agama

    BalasHapus
  3. saya sudah nonton kemaren, Cerita nya sangat menyentuh sekali dan sangat memotivasi kita

    BalasHapus
  4. Saya belum sempet nonton heheh.... sibuk lebaran hehe

    BalasHapus
  5. salah satu film yg ditunggu2 nih.. tp sayang.. blm sempet nonton di bioskop T_T

    BalasHapus
  6. sampai menangis kalau bener ceritanya, oran yang pindah agama

    BalasHapus
  7. ceritanya aja udah menarik sekaligus ada reza sama chelsea <3<3

    BalasHapus
  8. Cerita nya sangat menyentuh sekali dan sangat memotivasi kita

    BalasHapus
  9. saya baru mw download filmnya...ketinggalan banget nih saya...hhehehe

    BalasHapus
  10. wah.. aku belun liat film nya ini... ada yg punya filmnya..? minta dong..? hehe.. #gkmodal

    BalasHapus
  11. belum sempet nonton euy... kayaknya seru juga filmnya, inspitatif banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata ada juga yg belum nonton... *sama :'D

      Hapus
  12. saya selalu menyempatkan diri untuk nonton film-film genre motivasi, bikin tambah semangat lagi kerjanya. :)

    BalasHapus
  13. Rudy Habibi ini film fav saya. Tapi lebih suka lagi sama Habibie dan Ainun yang pertama.

    BalasHapus
  14. yang paling sulit itu ialah mencari the next habibi-nya kalo pandangan saya. setuju min?? hehe

    BalasHapus
  15. belum pernah nonton nih film si tapi kaya nya seru :)

    BalasHapus
  16. Kayanya mantap nih film. Baru nonton yang ke 1 nya

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.