Tutup Lembaran 2015 dan Membuka Tirai 2016

  • 1/13/2016 06:43:00 PM
  • By Salman Faris
  • 5 Comments

Buka tahun 2016 dengan sebuah harapan baru semangat baru dan menutup lembaran yang lama dengan sebuah simpulan yang rumit, namun cukup bangga karena dapat melewati semua suka, duka, tangis dan tawa dengan sebuah keberhasilan. Bukan keberhasilan secara materi melainkan sebuah keberhasilan yang lebih berharga, iya saya mendapatkan jalan menuju yang selama ini saya cita-citakan. Sebuah passion untuk melangkah lebih maju, bukan di dalam zona nyaman yang selama ini saya rasakan, namun sebuah jalan yang berliku nan terjal dengan sesasi luar biasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 

Kilas Balik 2015


Berat memang melepas kenangan bersama Mamah. Bahkan, saat saya menuangkan kata-kata yang terurai bukanlah huruf namun lintasan memori yang kembali memanggil saat saya bersama Mamah. 

Januari tahun lalu, saat saya berada di Jakarta, sebuah kabar dari rumah mengucang jiwa saya. Betapa tidak, Mamah mengalami pendarahan otak setelah jatuh dan tak sadarkan diri. Kondisi Mamah tak juga membaik dalam beberapa hari, saya dengan perasaan tak tenang akhirnya memutuskan untuk menjenguk langsung. Benar saja, tubuh memar hampir membiru, bibir mengelembung, jarum infus menusuk tangan, kemudian dibantu dengan alat pernafasan, begitulah kondisi Mamah. Dalam hati menjerit, ingin rasanya menangis, namun wajah Ayah tergurat senyum dan bisa bercanda dalam kondisi yang seperti ini. Sungguh luar biasa.

Beberapa hari kemudian, kondisinya mulai memburuk, tekanan darah bahkan sangat tinggi hampir menyentuh rekor tertinggi yang pernah dialami Mamah. Walaupun kondisi memar di badan telah membaik, namun organ dalam belum menunjukan tanda ke arah membaik. Dengan kondisi tersebut, ICU lah jalan satu-satunya yang harus di tempuh. Selama sekitar 8 hari, Mamah mengalami koma. kondisinya mulai membaik, namun ginjalnya tak tertolong lagi dan harus di lakukan pencucian darah rutin. 

Kondisi peralatan Rumah Sakit di Pemalang yang kurang memadai mengharuskan Mamah untuk di rujuk ke Rumah Sakit di Tegal. Beberapa hari di ICU, kondisinya membaik dan kemudian pindah kembali ke ruang rawat inap. Beberapa hari kemudian Mamah sudah pulang ke rumah, namun harus tetap rutin cuci darah. Setelah rutin cuci darah, ternyata ada organ lain yang mengalami kerusakan yaitu hati. Terdapat beberapa kristal kecil yang berada di organ tersebut. Rupannya, setalah saya menjenguk Mamah di Tegal, sebelum di bawa ke Semarang, itulah waktu terakhir saya bertemu dengannya. Mamah menghembuskan nafas terakhir sehari setalah pulang dari Semarang. Semoga Mamah mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah Swt. Amin.

Perjalanan


Bolak-balik Jakarta - Pemalang kemudian ditambah beberapa kali ke Tegal pada saat Mamah dirawat, membuat saya tahu arti sesungguhnya sebuah perjalanan. Tak terhitung berapa kilometer yang telah dilewati, tak terhitung berapa waktu yang telah di lewati dan tak terhitung berapa biaya yang dibutuhkan, namun yang lebih penting adalah perjalanan ini ada karena Mamahlah alasan dari semuanya. Mamah lebih berharga dari semuanya.

Kemudian, pada Bulan Mei, saya berkesempatan mengunjungi Banjarmasin, tepatnya pada acara pembukaan Rumah Belajar Samsung. Selain menghadiri acara tersebut, saya pun sempat mengunjungi tempat wisata seperti Pasar Terapung Muara Kuin dan pusat batu akik di Martapura. Sungguh pengalaman tak terlupakan. 

Beberapa daerah pun tak luput dari pijakan kaki saya seperti Cirebon dengan mengunjungi Goa Sunya Ragi, kemudian Semarang dan Bandung dalam rangka #LebaranTrip. Mengapa ketiga kota ini yang dipilih? Alasan bertemu temanlah yang mendasari saya singgah di kota-kota ini. Selebihnya, hanya mengusir penat rutinitas di ibukota dan menemukan setiap inspirasi yang terhimpun dalam sebuah memori.


Singapura dan Bangkok menjadi perjalanan yang tak terlupakan bersama 2 teman dari Indies Traveler. Saat di Bangkoklah pengalaman tak terlupakan itu terjadi. Singkatnya, kami menginap di sebuah hostel, setelah pulang, kami kaget dan tak menyangka bahwa barang-barang semuanya hilang. Raib tak bersisa. Dan, ternyata barang kami telah berpindah ke hostel yang satunya dalam satu manajemen. Usut punya usut, ternyata kedua pemilik hostel sedang terlibat masalah. Beruntung kami mendapatkan kamar pengganti yang besar dengan kapasitas 7 orang untuk kami bertiga. Hahaha.

Moment

Tahun 2015, banyak sekali moment yang tercatat dan tidak akan saya lupakan, salah satu yang terpenting adalah berdirinya JakartaCorners, menghadiri beberapa event seru seperti NET Goes You Bandung, Blogger Camp ID, menjadi Social Media Agent di Mandiri Karnaval. Serta masih banyak moment yang tidak dapat saya ceritakan dalam tulisan ini.

Resolusi 2016 



Tahun ini, bukan tidak mungkin tantangan makin menanjak dan semakin keras, namun sebagai manusia yang memiliki kemauan dan hasrat untuk mengejar cita-cita, tidak ada salah untuk berusaha mengapai semua mimpi.

Mengenai mimpi yang terwujud, saya memiliki cerita yang dapat memotivasi saya setiap saat. Setelah lulus dari Unnes, saya memiiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, salah satu tujuan saya adalah PPAk UI. Dengan tekad dan semangat, saya pun mendaftar ujian. Dengan bekal pengetahuan Akuntasi yang cukup dan kemampuan bahasa Inggris yang sedang-sedang saja, Ujian berhasil dilalui. Alhamdulillah, saya pun berhak menyandang stasus sebagai Mahasiswa UI. Wow, rasanya senang sekali. Entah kebetulan atau tidak, saya pernah bermimpi saya berada di tempat yang sangat mirip dengan UI. Dalam setiap kesempatan, saya juga selalu bersugesti bahwa saya akan menjadi mahasiswa UI. Dan terjadilah dengan mimpi itu.

Tulis Mimpi dan Wujudkan


Saya selalu berpendapat bahwa sesuatu yang ditulis dalam kertas kemudian diresapi suatu saat akan terwujud. Salah satu yang bisa saya wujudkan adalah traveling ke Korea Selatan. Percaya atau tidak, tiga tahun lalu, tepatnya Maret 2013, saya pernah merekam sebuah keinginan saya ke Korea Selatan, Eropa dan Jepang. Ternyata, satu tahun kemudian, saya beruntung bisa traveling ke Korea Selatan.



Dan, tahun 2016 ini, saya pun telah membuat satu video berisikan semua harapan dan resolusi di tahun ini yang semoga dapat terwujud dan menjadikan semangat dalam melakukan satu ataupun lain hal.



Semoga bisa keliling Asia, ASEAN dan Eropa dalam tahun ini. Semoga bisa menabung untuk membeli rumah dan mobil. Serta karir di bidang Audit akan semakin lancar. Dan yang pasti dalam dunia Blogger ini akan semakin bersinar, amin2. 

  • Share

Cerita Pulang Kampung dan Lebaran

Cerita Pulang Kampung dan Lebaran 1

Sebelum berbicara panjang lebar ijinkan saya mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1436 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin" maafin semua kesalahan saya ya. Kosong-kosong ya.

Dari kisah beberapa teman pada saat pulang kampung atau mudik lebaran kemarin memang banyak yang bisa diungkapkan dengan cerita yang panjang dan lama. Pernah dengar kalau mau pulang kampung, sebagian teman mengunakan jasa pengiriman barang dan memaketkan beberapa barang yang memang tak mampu di muat oleh kendaraan pribadi atau memang sengaja mengirimkan barang karena mengunakan transportasi umum misalnya kereta api atau pesawat terbang. Mungkin lebih praktis saja kalau hanya membawa beberapa barang bawaan supaya tidak begitu repot di transportasi umum.

Sudah beberapa tahun belakangan, saya mengunakan kereta api pada saat mudik lebaran. Selain tepat waktu, juga sangat nyaman sekali mengunakan moda transportasi ini. Apalagi sekarang ini pemesanan tiket sudah mengunakan sistem online sehingga memudahkan pembeli. Namun, apabila kesulitan dengan pemesanan secara online via internet, dapat mengunakan jasa seperti Indomaret, Alfamart dan beberapa rekanan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang tersebar luas di beberapa wilayah Indonesia.

Cerita Pulang Kampung
Cerita Pulang Kampung dan Lebaran 2
Abaikan Sang Kondektur :D
Kampung halaman itu menyimpan semua kenangan masa lalu, segalanya bermula dari kampung, dan ingin sekali mengulang semua cerita masa lalu itu. Cerita pulang kampung pun banyak lika-likunya, sampai-sampai beberapa waktu lalu Barong "Nusantara" Wardhana mengeluarkan single terbaru berjudul "Pulang Kampung".

Beberapa potong lirik lagunya menceritakan sebuah kerinduan akan kampung halaman, orang tua, saudara, dan teman semasa kecil yang kini telah beranjak dewasa. Sebuah ungkapan rasa dan syahdunya mengungkapkan rasa rindu yang tertahan entah berapa lama, mungkin saja satu tahun, atau dua tahun bahkan ada beberapa tahun tak pulang ke kampung halaman.

Pulang kampung seakan mengingatkan kembali betapa seberapa jauh kaki melangkah mencari ladang penghasilan di kota atau bahkan negeri orang, kita akan selalu memiliki rumah tempat singgah yang memiliki kehangatan yang masih sama, bahkan kadarnya tak larut di makan oleh waktu.

Bait terakhir seakan mengungkapkan bahwa orang tua lah yang membuat kekuatan dan semangat pulang kampung selalu ada. Mengikuti alunan lagu sambil mengenang masa kecil dalam belaian dan lagu-lagu syahdu tentang masa depan yang telah tergapai sekarang.

Sejauh ku melangkah, dimana pun aku berada
oooo ...
Rindu, rindu, aku rindu ... tunggu saja aku
Ayah Ibuku kan datang kehangat pelukmu

Nyanyian lagu-lagu kecilku, belai rambut seperti dulu 
Nyanyikan lagi senandung syahdu 

Video Clip Pulang Kampung - Barong




Lebaran


Opor ayam, sambal goreng ati dan lontong atau ketupat menjadi menu utama di setiap rumah diseluruh pelosok negeri yang tengah merayakan Idul Fitri. Momen kemenangan, momen silaturahmi, dan momen liburan tentunya.

Silaturahmi dengan sanak saudara itu hal wajib, namun hal sunnah yang sering saya lakukan tak lain tak bukan adalah bertemu teman lama yang bahkan beberapa tahun ini tidak bertemu. Entah mungkin saja karena selain saya jarang pulang kampung, hanya sesekali atau dua kali dalam setahun saja, sehingga jarang bertemu dengan teman lama di Pemalang.

Salah satu sahabat lama yaitu Erlangga dan Istrinya Dian, kesehariannya tinggal dan bekerja di Jakarta, namun karena kepadatan jadwal masing-masing, akhirnya mau tidak mau bertemu di Pemalang pada momen mudik kali ini. Banyak obrolan seru yang masih belum tuntas untuk diperbicangkan. Apalagi kami memiliki problem berat badan yang hampir sama, bulet-bulet dan penuh dengan lemak.

Untuk kedepannya, menjadi sehat dan langsing (bukan langsung seperti sekarang ini) adalah imipian ideal yang harus dicapai dalam beberapa bulan.

Saya ingat, dahulu, sewaktu SMA, saya mengirimkan surat kepada kedutaan besar Jepang di Jakarta, isinya mengenai permintaan buku mengenai budaya di Jepang. Kalau tidak salah sekitar tahun 2002 saya mendapatkan buku tersebut. Dan, tak disangka dalam 10 tahun kemudian, impian saya ke Jepang menjadi kenyataan di tahun 2012. Benar-benar sebuah kekuatan impian.

Oh iya, ngomongin masalah liburan dalam rangka lebaran kali ini, ada rencana #LebaranTrip kemana? Kalau saya #LebaranTrip kali ini akan ke beberapa kota yaitu Pekalongan, Semarang, Cirebon dan Bandung. Jadi, Nikmati liburan dengan #LebaranTrip ya. Kalau kamu kemana donk liburannya?


  • Share