Selamat Datang Di Negara The Republik Panas Dalam, Cerita Dari Koboy Kampus

  • 7/23/2019 06:12:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Apa sih yang kamu lakuin pada saat di kampus? Masa-masa dulu itu penuh dengan kenangan dan tidak bakal terulang sampai kapanpun. Kalau saya dulu termasuk golongan aktif organisasi dan kenal banyak komunitas. Salah komunitas yang saya ikuti sampai semester akhir adalah paduan suara dan IMPP (Salah satu ikatan mahasiswa daerah).

"Enak ngga kuliah?"

Beberapa orang yang kurang beruntung dan hanya sampai bangku SMA sering menanyakan hal ini pada saya.

"Ada enak ada enggaknya."

"Enaknya?"

"Bisa bebas memilih apapun yang disukai termasuk mata kuliah dan dosennya."

"Enggak enaknya?"

"Semuanya serba dituntut bagus dan harus lulus tepat waktu."

Kehidupan kampus inilah yang menginspirasi film Koboy Kampus. Sebuah film tentang kampus, tepatnya tentang Pidi Baiq. Siapa yang tak mengenal Pidi Baiq? Penulis buku Dilan 1990 ini sangat fenomenal dan karyanya meledak dipasaran. Bukan hanya buku,  namun filmnya juga sangat di gemari oleh masyarakat Indonesia pada umumnya.

Nah,  ada baiknya kita menonton trailer filmnya terlebih dahulu.


Sinopsisnya secara garis besar adalah cerita tentang Pidi Baiq pada masa kuliahnya di Fakultas Seni Rupa ITB. Di mana pada saat itu Pidi (Jason Ranti) dan teman-temannya Ninuk (Ricky Harun), Deni (Bisma Karisma), Erwin (David John Schaap) dan Dikdik (Miqdad Auddasy) mendirikan sebuah negara sendiri yang bernama "Negara Kesatuan Republik The Panasdalam".

Film ini dikemas dengan bahasa yang ringan, unik, penuh candaan khas tahun 1990-an, mengangkat problematika masa kuliah dan kisah cinta yang diwarnai lagu-lagu segar dari The Panasdalam Bank.


Secara keseluruhan, filmnya sangat menarik karena berhubungan dengan dunia kampus dan pada masa sekitar 1990-an akhir dengan bumbu jokes yag sangat kental. Apalagi pada masa tersebut mahasiswa dipandang sebagai agen perubahan dan sebagai kepanjangan dari aspirasi masyarakat.


Nah, siapa yang pengen mengenang semua kehidupan kampus dan kisah suka dukanya bisa mulai menonton dari tanggal 25 Juli 2019 di seluruh bioskop kesayangan kamu di seluruh Indonesia.

Cast:

Jason Ranti as Pidiq

Ricky Harun as Ninuk

Bisma Karisma as Deni

David John Schaap as Erwin

Migdad Addausy as Dikdik

Steffi Zamora,

Danilla Riyadi,

Vienny JKT48 as Viny

Christi Colondam,

Jennifer Lepas,

Anfa Safitri

Produser:

Budi Ismanto, Muhammad Soufan (munna), M. Nolizamo

Sutradara:

Pidi Baiq, Tubagus Deddy

Penulis:

Pidi Baiq, Tubagus Deddy

Produksi:

69 Production & MNC Pictures



  • Share

Koki-Koki Cilik 2 : Film Yang Menyatukan Keluarga

  • 6/28/2019 08:02:00 AM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Pernah ngga nonton film bareng keluarga mulai dari yang kecil sampai kakek nenek pun menonton film yang sama? Saya kira jarang sekali kita mendapatkan momen seperti ini. Apalagi saat ini film keluarga itu sangatlah jarang bahkan hampir bisa dihitung dengan jari. Dan,  pastinya hitungan kita tidak sampai pada jari ke sembilan atau ke sepuluh. Film yang saya maksud adalah film keluarga Indonesia seperti dahulu ada "Petualangan Sherina".

Anak-anak pun butuh hiburan yang membuat dirinya merasa terhibur dan mendapatkan pembelajaran yang mungkin orang tua sulit lakukan. Dengan film,  anak-anak mampu menangkap adegan dan melatih kemampuan menangkap momen dan kejadian yang tidak dilihatnya di kehidupan sehari-hari.

Saya senang sekali dengan kemunculan film koki-koki cilik 2 ini. Saya patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi MNC Pictures yang selama ini konsisten menelurkan banyak film keluarga yang dapat diterima oleh semua pihak. Jarang sekali terdapat film yang mampu merangkul seluruh anggota keluarga. Kalau saya pastinya akan mengajak keponakan saya Syafira yang kini akan masuk Taman Kanak-Kanak.

Sebelum masuk kedalam review saya,  tidak ada salahnya kita mendapatkan gambaran dari sinopsisnya.

Koki-Koki Cilik 2 merupakan film drama keluarga yang disutradarai oleh Viva Westi. Libur telah tiba artinya Cooking Camp akan kembali dibuka. Bima, Alfa, Kevin, Niki, Mely dan Key datang ke camp dengan niat reuni malah dikejutkan bahwa camp sudah tutup. Ini semua berawal dari omongan Evan, mantan Chef terkenal, yang meragukan kredibilitas Grant sebagai pengajar di camp. Sementara keluarga besar Pak Malik ingin menjual lahan camp. Grant yang terpuruk kemudian dihibur anak-anak agar mau membuka Cooking Camp lagi. Mereka mempunyai ide untuk menjual makanan di food truck agar bisa mengumpulkan modal camp.



Usaha mereka dibantu oleh Tante Adel dan Adit, keponakan Adel yang lucu sekaligus pemurung sejak kematian Mamanya. Konflik bermunculan ketika menjual makanan tidak segampang yang mereka kira. Ditambah sandwich buatan Adit dituduh hasil jiplakan restoran yang dikelola oleh Evan yang ternyata adalah alumni Cooking Camp angkatan pertama. Kini anak-anak harus bersatu dan bekerja keras untuk mempertahankan Cooking Camp.

Menurut saya, film ini membuktikan bahwa film keluarga sangatlah dinantikan oleh penonton Indonesia yang mayoritas memiliki anak dan keluarga besar yang memiliki sanak saudara yang banyak. Bagi saya inilah film Indonesia yang memiliki pesan sangat mendalam tentang cita-cita anak yang harus mendapatkan prioritas dari orang tua. Jangan sampai cita-cita ini hilang digantikan oleh ego orang tua yang menjadi boomerang bagi anaknya nanti.

Film keluarga di Indonesia sangatlah sedikit. Maka dari itu,  kita membutuhkan film seperti ini untuk menumbuhkan kreativitas dan hiburan bagi anak-anak diseluruh Indonesia.

Siapkah kamu menonton koki-koki cilik 2 yang sudah tayang di seluruh bioskop di Indonesia? Yuk ajak seluruh teman,  sahabat,  orang tua,  om tante,  kakek nenek dan seluruh warga di sekitarnya untuk nonton bareng.



  • Share

Kutukan Bapak Rumah Tangga Di Film 3 Dara 2

  • 10/30/2018 09:48:00 PM
  • By Salman Faris
  • 1 Comments

Suami adalah kepala rumah tangga yang biasanya memiliki kewibawaan di depan istri dan anak-anaknya. Biasanya Suami akan selalu menjadi pengambil keputusan pada saat adalah permasalahan yang melanda di keluarga. Namanya juga kepala rumah tangga maka akan dengan bijaksana memutuskan masalah. Namun, apa jadinya jika kepala rumah tangga justru menjadi sebab harta benda lenyap dan tak berapa lama kemudian jatuh miskin ketika usahanya ditipu oleh seseorang yang mengaku sebagai pemain bisnis yang handal? 

Monty Tiwa selalu menghadirkan kelucuan dalam beberapa film yang disutradarainya. Tora Sudiro, Tata dan Adipati Dolken menambah banyak kelucuan yang terjadi pada ketiga orang bersahabat karena terjalin dalam suatu bisnis yang awalnya sangat menjanjikan. Akting Tora memang sangat tidak diragukan, namun Adipati Dolken yang biasanya bermain dalam genre romantis ini mampu beradaptasi dengan banyak kelucuan yang dibuatnya. Sementara Tata memang sangat ahli sebagai bahan bully atau obyek penderita yang mampu mengoreng seluruh cerita menjadi sangat menarik. 

Sebelum kita menikmati sinopsi ceritanya, ada baiknya menonton dulu trailer film dari MNC Pictures ini.



Sedangkan sinopsis filmnya adalah sebagai berikut :

Film 3 Dara 2 bercerita tentang sebuah keluarga kecil dari Grace (Ovi Dian) dan Jay (Adipati Dolken) yang sudah menginjak usia tiga tahun pernikahannya. Sementara itu ada juga dua pasangan lainnya yang juga sudah mempunyai hubungan romantis dan harmonis dengan keluarganya masing-masing. Aniek (Fanny Fabriana) dan Affandy (Tora Sudiro) telah menikah serta sedang asyik dalam menggeluti bisnis online. Ada juga Kasih (Rania Putri) dan Richard (Tanta Ginting) yang sudah mendapatkan sebuah restu untuk menuju ke jenjang pernikahan.

Disisi lain ada sebuah kejadian atau kutukan yang menimpa Affandy, Richard dan Jay. Kutukan tersebut menimpa ke tiga cowok tersebut lantaran menganggap remeh perkerjaan rumah tangga yang biasanya sering istri mereka lakukan. Hal yang anggap sepele oleh ketiga cowok tersebut malah membuat mereka bangkrut. Akhirnya Jay, Affandy dan Richard memutuskan untuk tinggal di rumah Eyang Putri (Cut Mini), ibu Aniek.


Setelah menonton film ini, simpulan saya adalah film ini sangatlah menghibur dengan bumbu komedi namun berbalut romantisme dalam arti sebenarnya. Jika kita disuguhkan dengan romantisme anak remaja yang terkesan gombal, film sangat realistis dalam hal romantisme. Cinta itu bukan hanya rayuan gombal, cinta itu dibuktikan dengan kata-kata dan perbuatan. Jika cinta, maka suami pun harus rela menanggalkan semua kewibawaannya untuk kemudian menjadi bapak rumah tangga yang mengurus segala kebutuhan rumah mulaai dari nyuci, ngepel, masak dan mengurus anak. Sementara istri-istri mengantikan peran suaminya dan bekerja sampai malam demi mencukupi segala cicilan hutang yang didapatkan akibat berhutang kepada perusahaan lainnya. 


Konflik dan kekonyolan mampu menyulap film ini menjadi komendi yang menyenangkan. Tidak banyak film komedi Indonesia yang mampu membuat tertawa terpingkal-pingkal di tengah maraknya film horor yang merajalela belakangan ini. 

Saya terus terang sangat takut dengan film horor, namun biasanya karena ajakan dari teman, maka saya hanya mampu untuk menutupi muka selama film itu diputar. Film ini pun demikian, terdapat bumbu-bumbu seperti horor, misteri dan lainnya yang secara tidak langsung membuat penonton tidak bosan. 


4 bintang adalah nilai yang pas buat film ini dari 5 bintang. Memang ada beberapa kekuarangan seperti plot yang mudah ditebak dan alur yang begitu cepat sedangkan penonton ingin menikmati film lebih lama. Cast dan latar tempat menurut saya sudah pas, namun alangkah lebih baik lagi bila diperhatikan antara puncak, Bandung dan Jakarta yang kadang-kadang masih bisa bisa tertukar settingnya. 

Cast Film 3 Dara 2

Sutradara         :  Monty Tiwa
Penulis         :  Nataya Bagya
Bintang Film :  Tora Sudiro, Adipati Dolken, Tanta Ginting
Produksi         :  MNC Pictures
  • Share

Stadhuis Schandaal, Film Sejarah Batavia Rasa Milennial

  • 7/28/2018 01:36:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Batavia, sebuah masa dimana Jakarta masih dibawah pendudukan Hindia Belanda sekitar tahun 1600-an. Sejarah mencatat banyak sekali hal yang terjadi di Jakarta tempoe doeloe. Bukan hanya tentang penjajahan, namun dibalik itu semua terdapat kisah menarik yang patut kita ikuti. Kisah romansa lama yang akhirnya menjadi cerita turun temurun. 

Saya sebetulnya tidak terlalu suka namun saya juga tidak menolak jika diberikan banyak soalan mengenai Sejarah. Bagi saya pelajaran ini akan terasa sama saja, namun ketika lulus Sekolah Menengah, justru saya tak sadar sangat ingin tahu kehidupan dimasa lampau lebih dalam lagi dan lagi. Ya, sangat bertolak belakang dengan jaman-jaman SMA dulu.


Beberapa waktu lalu, saya menemukan kesenangan baru berupa film yang bergenre masa lampau Batavia, karena mengambil setting tempat di Museum Fatahillah atau yang dikenal dengan sebutan Museum Sejarah Jakarta. Dulunya, Fatahillah merupakan balaikota Batavia, seluruh kegiatan dan perdagangan dilakukan disekitar wilayah ini. Ternyata banyak kisah yang tidak terungkap di Batavia, salah satunya adalah kisah romansa antara Noni Belanda dengan kekasihnya dari kalangan bawah, atau prajurit.

Bagi saya, Indonesia memang butuh banyak film yang mengangkat Sejarah, karena masih banyak bangunan kuno yang harusnya tetap dilestarikan. Lagi pula, Kids Zaman Now juga harus tahu dan faham mengenai sejarah Indonesia di masa lampau. Dulu saya sangat hambar dalam menelaah Sejarah, kini seakan saya haus akan sejarah mengenai banyak hal termasuk sejarah Batavia dan lain-lainnya. 

Trailer Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Sebelumnya mari kita saksikan dulu bagaimana trailer film ini.


Sinopsis Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Fei (Amanda Rigby) adalah seorang mahasiswi yang sedang bertugas di kota tua Batavia. Saat ia mencari bahan dan riset tentang  The Old Batavia di kota tua, ia diperhatikan oleh seorang gadis cantik turunan Belanda-Jepang yang kemudian kita kenal dengan nama SAARTJE SPECX dipanggil Sara (Tara Adia), yang pernah hidup pada awal abad ke 17, tepatnya tahun 1628 saat Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon Coen menjabat.

Suatu hari setelah kembali dari Shanghai, Fei meneruskan tugasnya. Di gedung Fatahillah, Sara kembali muncul dan tanpa sadar Fei dibawa melalui lorong waktu kembali ke abad 17. Sara menceritakan siapa, apa,dan kenapa. Sara membutuhkan media masa kini untuk menyampaikan bahwa hubungannya dengan Peter Cortenhoof adalah cinta murni, bukan perselingkuhan yang menyebabkan Peter dihukum gantung hingga mati dan Sara dibuang serta dikawinkan dengan orang lain.

Di lain sisi, Fei semakin dekat dengan Danny (Volland Voolt), seorang pengusaha partner ayahnya, setelah pacarnya Chiko semakin hari semakin tidak terkendali dan ternyata anggota sindikat Abimanyu (Anwar Fuady ) yang bergerak dalam kegiatan Cyber Crime. Pihak berwajib dapat menggulung sindikat Abimanyu.

Danny yang menemani Fei dalam perkara Chiko, kembali ke Shanghai, di mana dia tinggal sejak usia tujuh tahun. Fei menunda tugasnya dan menerbitkan sebuah novel yang menceritakan tentang Sara dan Peter, sebagaimana yang diinginkan oleh Sara.

What's My Poin

Menurut saya film seperti ini perlu diperbanyak dan saya harap banyak pihak yang mau mendukung film jenis sejarah seperti ini. Dari segi akting dan setting, saya akui sangat mengalir dan sesuai dengan karakter yang ditokohkan. Namun, beberapa hal yang seharusnya menjadi detail tidak digarap dengan sempurna. Serta, harusnya film ini membutuhkan sentuhan lain seperti humor yang akan menambah betah penonton mengikuti alurnya. 

Detail dan Cast Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal

Tanggal Rilis : 26 Juli 2018
Genre : Drama-Misteri
Sutradara : Adisurya Abdy
Penulis Skenario : Adisurya Abdy
Rumah Produksi : Xela Pictures

Amanda Rigby sebagai Fei
Tara Adia sebagai Sara
Michael Lie sebagai Peter Cortenhoof
Villand Voolt sebagai Danny Wong
Anwar Fuady sebagai Abimanyu
Roweina Umboh sebagai Eva Ment
Julian Kunto sebagai Komandan Polisi Cyber Crime
Septian Dwi Cahyo sebagai Perwira Belanda
Ricky Cuaca sebagai Teman Fei

Dan tonton juga keseruan Gala Premierenya

  • Share

Jangan Bunuh Diri

  • 3/23/2018 03:24:00 PM
  • By Salman Faris
  • 2 Comments

Sebagai manusia, tentu memiliki masalah masing-masing. Entah itu masalah yang bisa dihadapi dengan senyum ataupun masalah yang menguras energi malah membawa diri kepada titik terendah. Saya pun merasakan hal yang sama. Saya pernah merasakan betapa banyak tekanan dari kerjaan yang membuat saya stress sampai ke tahap frustasi. Beruntung saya masih memiliki hobi traveling yang mengendurkan sedikit rasa frustasi tersebut. 

Setelah saya resign dari pekerjaan tetap saya di salah satu kantor akuntan, kemudian saya memulai membangun kantor baru bersama teman namun ternyata tak semudah membalikan telapak tangan. Perlahan tapi pasti teman-teman tersebut menjauh dan meninggalkan saya tanpa suatu pesan. Istilahnya saya ditendang keluar dari kantor tersebut. Lalu, saya bergabung dengan teman dengan bisnis lain, ternyata itupun  tak bertahan lama. Tak genap setahun, saya pun tertendang keluar kembali, karena saya tidak becus dengan kerjaan yang saya lakukan. 

Hati saya hancur, lebih hancur lagi ketika yang menendang kita tak lain dan tak bukan adalah teman yang selama ini kita anggap manusia baik. Tak hanya masalah pekerjaan, namun masalah keluarga pun mendera. Tahun 2015 dan 2017, saya kehilangan Mamah dan Kakak Kandung. Betapa berat hari-hari yang saya lalui ketika kehilangan Mamah. Rasa stres, frustasi dan bahkan keinginan untuk mengakhiri hidup pun sekelebat datang. Namun, saya berpikir untuk terus melanjutkan hidup walaupun penuh tantangan. Masih banyak orang yang sangat peduli dan sangat sayang dengan kita.


Pak Onggy Hianata, memberikan sebuah pelajaran tentang sebuah nilai kehidupan. Onggy Hianata Chunnardy adalah seorang inspirator yang mengalami berbagai macam masalah kehidupan. Baginya, hidup dengan bekerja keras dan mengalami berbagai macam kegagalan adalah sebuah proses mencapai pada posisi saat ini. Inilah alasan saya untuk terus berusaha dan bekerja lebih keras sehingga dapat membuat diri saya bangga seperti yang dilakukan oleh Pak Onggy.

Pak Onggy memulai segalanya dari sebuah kota Tarakan, Kalimantan Timur dengan 8 saudaranya. Ayahnya, Ong Chong Moi adalah pegawai kecil dengan gaji yang sangat kecil sehingga jauh dari kata cukup untuk memenuhi kesembilan anaknya. Onggy kecil selalu mencari kayu bakar di tengah hutan, kemudian dijual sebagai tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tak hanya usaha kayu bakar, namun berkebun dan beternak sehingga dapat memperbaiki kehidupannya.

Beliau selalu berpesan, bahwa nilai-nilai kebaikan yang ia tanamkan semenjak kecil selalu ia terapkan dimanapun dan kepada siapapun. Bahkan ketika ia pindah ke Singapura untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, semua nilai keluarga terutama kerja keras dan kejujuran selalu ia jaga sehingga sampai sekarang ia menjadi seorang yang sukses.


Saya seorang yang haus akan kesuksesan, namun untuk meraihnya diperlukan sebuah kerja keras. Kadang sesuatu penghambat dan masalah membuat saya terjatuh dan mundur dari dunia yang begitu keras. Namun, Pak Onggy lagi-lagi meyakinkan bahwa hidup ini harus dinikmati sebagai bagian dari proses dan memberikan sesuatu kepada orang lain. Value your life, kehidupan pun harus memiliki makna dan nilai-nilai, jangan sampai mati hanya meninggalkan nama yang buruk, namun hiduplah dengan nama harummu.

Kebetulan sekali Pak Onggy adalah motivator sekaligus Inspirator yang mengadakan booth camp setiap tahunnya, dan tahun ini akan diadakan pada bulan Mei awal. Booth Camp ini telah dihadiri oleh hampir 80 -an negara di Dunia. Wow, sungguh luar biasa sekali ya.



Selain Booth Camp, kini hadir sebuah film bernuansa motivasi dengan judul Terbang Menembus Langit. Film ini dibintangi oleh Dion Wiyoko, Laura Basuki, Aline Adita dan Baim Wong.



Cerita Film Terbang Menembus Langit bercerita tentang seorang keturunan China bernama Onggy Hianata (Dion Wiyoko) yang dulu hidup miskin. Namun kegigihannya ia menjadi seorang pengusaha sukses di Singapura.

Pria yang sering disapa dengan nama Onggy tersebut lahir di Tarakan pada tanggal 6 Maret 1962. Sejak masih kecil hingga menginjak dewasa ia hidup serta tinggal di Tarakan. Namun pada tahun 1983 ia mempunyai mimpi untuk hijrah sera kuliah di Surabaya. Disitulah awal mula kemudian ia menjadi orang sukses di Singapura.

Yuk, ikutan booth camp dan nonton film Terbang Menembus Langit di bioskop kesayangan kamu. 
  • Share

Parodi Film Dilan 1990 Terlucu

  • 2/25/2018 07:08:00 PM
  • By Salman Faris
  • 2 Comments

Dilan 1990 menuai prestasi tersendiri di 2018 ini dengan menjadi salah satu film terlaris. Prestasi ini memang sangat membanggakan karena ditengah serbuan film asing, Dilan 1990 mampu membuktikan bahwa film Indonesia pun tak bisa di pandang sebelah mata. 

Berkat kesuksesan filmnya ini, maka banyak bermunculan parody dan meme yang membuat semarak di media sosial baik Youtube maupun Instagram. Namun sebelum berbicara parody-parody terlucu yang layak ditonton, maka ada baiknya kita menyaksikan trailer film yang sudah ditonton lebih dari 10 juta penonton di youtube ini.


Nah ini dia parody-parody terlucu oleh youtuber di Indonesia. 

Kery Astina



Kery Astina adalah youtuber asli Bandung yang dengan kreatif memparodikan trailer Dilan 1990 dengan mix antara Dilan dan Milea dengan peristiwa yang tren sekarang seperti komentator sepakbola dan ngopi-ngopi.

Edho Zell



Edho Zell memang sangat kece dan kretif dengan memparodykan Dilan 1990 versi dari masing-masing penggemarnya. Salah satunya Ngopi apa Ngopi, Moba, Mobile Legend, dan masih banyak lainnya.

Gracecika Marthgareth



Parody satu ini memang agak berbeda dengan pemeran Milea yang berjenis kelamin Laki-laki. Memang alurnya agak terpotong-potong, namun parodinya sangat lucu dan menghibur.

Social Bros Indonesia



Social Bross Indonesia membuat Parody Dilan 1990 menjadi Dolan 1998, beda sekitar 8 tahun dari Dilan hehehe. Parodynya sangat lucu dan menghibur banget, apalagi per scene sangat lucu sekali.

Jani Master



Parody ini merupakan kompilasi dari beberapa parodi yang beredar di social media. Sangat kreatif ya bisa parodiin Dilan 1990.


  • Share

Film Anak Muda Jaman Now (Remaja Milenial)

  • 10/29/2017 02:51:00 PM
  • By Salman Faris
  • 0 Comments

Anak Muda Jaman Now atau Remaja Milenial itu penuh problematika banget. Yes, ibarat mangga muda yang asam dan penuh kejutan rasanya bahkan kalau di rujak bisa jadi nano-nano rasanya. Beberapa tahun lalu, di usia lulus SMA dan menjelang kuliah biasanya dipenuhi dengan gejolak untuk mencoba sesuatu hal yang baru. Rasanya pengen melakukan sesuatu yang baru dan mencobanya. Terbukti, saya pun melakukan banyak hal seperti ikut UKM Paduan Suara, Jurnalis, Sastra, Radio, BEM dan lain-lain. 

Walhasil , IPK saya drop karena tersita dengan seluruh kegiatan UKM yang seabrek-abrek. Setahun berlalu, kemudian saya lebih selektif memilih UKM mana saja yang dilanjutkan dan ditinggalkan, akhirnya pilihan saya jatuh pada UKM Paduan Suara dan Kegiatan Mahasiswa Pemalang, Kota Kelahiran saya. Semester 3, IPK saya mulai naik karena kondisi yang nyaman dengan kegiatan diluar kuliah. Dan tren positif ini pun berlanjut hingga lulus kuliah. 

Pernah melakukan kegiatan yang tak berguna atau cenderung merugikan? Tentu saja pernah. Bolos kuliah karena kegiatan di UKM lebih menarik ataupun lupa mengerjakan tugas gara-gara main games. Kenakalan-kenakalan ini sebetulnya tidak disengaja, tapi memang saya termasuk mahasiswa patuh aturan kecuali dengan dosen killer. 

Wah, seru juga ya membahas kelakukan Anak Muda Jaman Now. Sebetulnya, anak membutuhkan pengertian dari orang tua dan begitu sebaliknya orang tua pun butuh dimengerti oleh anaknya. Kuncinya adalah masalah komunikasi agar semuanya berjalan mulus tanpa ada yang salah paham. Beruntung, kini ada film yang related dengan kegalauan dan permasalahan anak muda jaman now yaitu My Generation.

Yang kepengen lihat trailernya, yuk lihat youtubenya.


Sinopsis My Generation

Film ini akan menceritakan tentang persahabatan dari empat orang siswa SMU, yaitu Zeke, Suki, Konji dan Orly. Yang mana kisah mereka di awali oleh gagalnya pergi liburan, dikarenakan video buatan mereka yang mengkritik guru, sekolah dan juga orang tua, telah menjadi viral di sekolahan mereka.

Hingga berakibat mereka dihukum dan tak boleh pergi berlibur. Liburan sekolah yang mereka sangka terkesan tak istimewa tersebut, akhirnya malah membawa mereka pada kejadian-kejadian serta petualangan, yang memberikan mereka pelajaran yang sangat berarti dalam kehidupan mereka. Semenjak saat itu kehidupan mereka tak lagi sama. Seperti apakah kisah lengkapnya? Tonton Full Movie-nya untuk mengetahui jawabannya.


Kisah Persahabatan dan ...


Remaja Milenial jaman now sangat dekat dengan social media dan smartphone. Kejadian apapun langsung di upload ke socmed. Termasuk Zeke, Suki, Konji dan Orly, yang merekam video dan curhat segala hal mulai dari sekolah hingga orang tua. Dan, ternyata viral di sekolah. Bukannya menjadi yang positif, malah menghancurkan liburan dan hubungan dengan orang tua mereka. 

Upi mengangkat kisah remaja dengan pendekatan persahabatan dan bukan dari kisah cinta yang sudah banyak diangkat oleh film lain. Upi merupakan sutradara dari film 30 hari mencari cinta dan realita, cinta dan rock n roll. Upi mengharapkan dari film ini, remaja dan orang tua dapat memahami satu sama lain. Sudah saatnya label yang diberikan kepada anak misalnya si anak bandel, si anak kutu buku dan lainnya dihilangkan dan mendukung seluruh bakat dan minat anaknya. So cool adviced both for parent and children

It's time for you to have me time with your childs. Kerjaan yang banyak dan waktu yang kurang biasanya menjadi hal yang akumulatif bagi keluarga. Saatnya menonton film ini dengan keluarga dan bangunlah hubungan yang sangat komunikatif. Anak butuh support bukan judgement yang hanya sepihak saja. Sekecil apapun komunikasi kepada anak, peliharalah komunikasi tersebut. Jangan sampai anak mencari orang lain untuk mencurahkan isi hati dan problemnya. Jangan sampai anak salah arah di tangan orang lain. 

Selamat menonton film yang luar biasa untuk keluarga anda. Jangan lupa tanggal 9 November 2017 di bioskop-bioskop terdekat di kota kamu. 

Cast Film 


Sutradara Film: Upi
Rumah Produksi Film: IFI Sinema
Distributor Film: -
Penulis Naskah skenario / Novel Film: Upi
Produser Film: Adi Sumarjono
Tanggal Rilis / Tayang Film: 9 November 2017 (Indonesia)
Pemain : Surya Saputra, Arya Vasco, Alexandra Kosasie, Joko Anwar, Aida Nurmala, Indah Kalalo, Karina Suwandhi, Bryan Langelo, Lutesha, Tyo Pakusadewo, Ira wibowo. 


  • Share

Negeri Dongeng, Film Dokumenter Ekspedisi 7 Puncak Gunung Tertinggi Di Indonesia

  • 8/24/2017 01:02:00 PM
  • By Salman Faris
  • 7 Comments

Saat memulai perjalanan, semua terasa menyenangkan dan penuh canda tawa. Namun, ditengah perjalanan semuanya bisa berubah drama, duka dan malapetaka. Tujuan akhirlah yang menguatkan semuanya dan semuanya menanggalkan ego-egonya demi menuju puncak tertinggi, Jaya Wijaya, Papua. 

Negeri Dongeng, bukan sebuah cerita malam pengantar tidur yang indah, namun penuh lika-liku dan memacu adrenaline mendaki 7 puncak tertinggi di Indonesia. 7 puncak tertinggi di masing-masing pulau seperti Semeru di Jawa, Kerimci di Sumatera, Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Bukit Raya di Kalimantan, Latimojong di Sulawesi, Binaiya di Maluku dan Jaya Wijaya di Papua. 

Trailer 


Sinopsis

Negeri Dongeng berkisah tentang 7 sineas muda Indonesia yang mendaki 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia dengan berbekal 7 buah kamera, bersama-sama. Perjalanan panjang membuat mereka mengupas setiap cerita pada setiap tempat yang disinggahi. Beragam emosi berkecamuk dalam perjalanan.

Pertemuan dengan orang-orang baru selama perjalanan darat, laut dan udara. Setiap potongan kisahnya akan memperlihatkan betapa Indonesia begitu kaya dan luas untuk dijelajahi bersama-sama. Dan, diujung perjalanan itu, kita akan menemukan arti sebuah perjalanan.


Cast 

Expeditor yang mendaki 7 gunung tertinggi tersebut adalah Anggi Frisca, Teguh Rahmadi, Rivan Hanggari, Jogie KM. Nadeak, Yohannes Patiasina dan Wihana Erlangga. Disetiap kisah terdapat Guest Star seperti Nadine Chandrawinata, Darius Sinatria, Medina Kamil, Djukari "Bongkeng" Adriana, Alfira "Abex" Naftaly Pangalila dan "si kecil" Matthew Tandioputra.


Review 

Menonton film dokumenter bukanlah sebuah keharusan bagi saya beda dengan film komersial, selain membutuhkan daya tarik lebih, fil dokumenter harus memiliki sisi lain yang membuat saya mampu duduk selama lebih dari satu setengah jam. Namun, Negeri Dongeng ini mampu menarik perhatian saya. Jujur, sebagai traveler yang tidak memiliki keberanian untuk naik gunung manapun, saya terkesima dengan para warrior Aksa 7 yang mampu menaklukan 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia. Nurani saya tergugah, list saya selama ini dipenuh dengan pantai, air terjun dan bukit tak lebih dari seribu meter mulai berubah. Someday, doakan saja saya dapat menaiki salah satu puncak tertinggi ini. Amin.

Semua foto diambil dari negeridongeng.co.id
Menonton film dokumenter memang akan sangat membosankan jika tidak ada soul didalamnya, namun berbeda dengan Negeri Dongeng. Alur cerita memang terasa membosankan diawal, namun hanya beberapa menit saja ketika kekonyolan terjadi, semuanya berubah menjadi cair. Tanda tanya menghantui dari awal, apa yang akan terjadi nantinya? Alur kisah menjadi begitu drama dan emosional ketika warrior dan guest star tidak dapat melanjutkan perjalanannya sehingga harus terpisah dengan rombongan. Kita yang menyaksikan diajak untuk berempati dengan kondisi pendakian yang tak selalu mulus, namun saya tahu betapa beratnya sebuah perjalanan menuju tempat-tempat yang baru apalagi ini mendaki ke puncak gunung.

Alam Indonesia memang kaya, ini ditunjukan di frame selama sekitar hampir 100 menit. Tidak ada yang tidak sempurna di tanah air ini, semuanya begitu indahnya. 7 puncak gunung tertinggi pun menjadi saksi bahwa selain keindahan alamnya, warganya pun menyambut hangat expeditor dengan senyuman dan ramah tamah.

Dari segi cast, Nadine dan Darius mampu menjadi teman yang baik ditengah berat medan pendakian di Maluku dan Papua.

Film dokumenter ini sangat cocok ditonton oleh pendaki di seluruh Indonesia atau yang baru memulai menekuni dunia pendakian. Bagi saya, film ini bukan sekedar film pendakian semata. Film ini merupakan suara hati pemuda Indonesia yang patut diapresiasi dan mudah-mudah muncul film-film lain yang dapat menginspirasi lainnya. 
  • Share

Mengenal Keindahan Labuhan Bajo dan Pulau Komodo Dalam Film Labuhan Hati

  • 4/09/2017 09:53:00 PM
  • By Salman Faris
  • 3 Comments

Siapa yang tak mengenal Labuhan Bajo atau Pulau Komodo? Hampir semua orang mengenalnya sebagai sebuah surga. Pantai berpasir pink, kerang-kerang dan bintang laut, keindahan bawah laut yang kayak dengan spesies yang beraneka ragam, puncak bukit yang mampu menghipnotis seseorang dengan pemandangan luar biasa diatas sana. Hampir semua khayalan ini nampak sangat nyata di Film Labuhan Hati.

Sang pemimpi terus mendamba, agar suatu saat keinginan Pulau Komodo dapat terwujud. Begitulah imipian kecil saya menjelajahi Pulau Komodo dan Labuahn Bajo ini terus mengelora saat mendapat undangan nonton bareng Film Labuhan Hati. Memang terkesan norak, Labuhan Bajo aja belum pernah? Ya, dari mimpi kecil ini, saya yakin akan terwujud suatu saat. Amin.

Sebelum menonton filmnya, lebih baik mengetahui secara jelas Sinopsis dan Review yang saya buat dalam beberapa ratus kata ke depan. Meski saya memiliki analisis sendiri, namun bisa jadi review orang lain sangat berseberangan dengan tulisan saya ini, so ini hal wajar karena taste atau selera pribadi akan cenderung disesuaikan kesukaan saya. 

Trailer Film Labuhan Hati 

Sebelum menyelam review terlebih dalam lagi, ada baiknya membuka mata dengan trailer film. Secara kualitas gambar, film ini tak akan diragukan lagi. So, enjoy watching ya. 


Sinopsis Film Labuhan Hati 

Perempuan bernama Maria itu tengah melesat ke dalam laut. Sosok berusia 27 tahun itu tak sekedar berenang atau menyelam, namun ia tengah menari indah dengan deburan ombak sebagai panggungnya.
Maria sang gadis pesisir Sulawesi Utara itu telah bekerja di resort di Pulau Sebayur, sebagai tour guide bagi turis yang datang ke Pulau Komodo.
Sejak ditinggalkan oleh kekasihnya dua tahun silam, Maria selalu menimpakan kepergian kekasihnya tersebut pada tubuhnya. Menurutnya, hal itulah yang menjadi penyebab kekasihnya berselingkuh dan meninggalkannya.
Adapula Bia (40 tahun), seorang wanita sekaligus ibu dari satu anak perempuan. Datang dengan segala kemewahan yang ada padanya, mulai dari koper mahal jinjingannya hingga beragam baju-baju perancang papan atas yang mengisi kopernya, nyatanya tak mampu memenuhi relung hati Bia.
Puluhan buku self development yang turut dibawanya pun sekedar tentengan tanpa makna. Sebab, relung hati Bia semata-mata hanya dipenuhi kerinduan yang teramat membuncah akan dunia menyelam. Rasanya sudah bertahun-tahun sejak melahirkan anak pertamanya, dengan segala rutinitas kegiatannya   laut jadi satu hal yang jauh dari agendanya.
Kemudian, ada pula Indi. Perempuan usia 35 tahun yang punya tunangan seorang pria yang memaknai cinta sama dengan komitmen. Itu sebab, bagi Indi laut di Pulau Komodo adalah titik surganya sebelum kembali pada realita untuk siap menjalankan apa yang jadi prinsip calon suaminya : cinta berarti komitmen.
Dan Labuhan Bajo, menjadi titik awal  pertemuan tiga perempuan dengan latar belakang yang berbeda tersebut, yakni Bia, Indi dan Maria.
Ketiganya menghabiskan waktu 7 hari, 6 malam living on boat bersama seorang instruktur diving bernama Mahesa.
Sang pria berusia 35 tahun itu begitu menguasai tiap sudut kepulauan Komodo. Mahesa ditugaskan ikut ke atas kapal bersama ketiga perempuan tersebut, sebab Indi dan Bia butuh pendampingan untuk menyelam.
Tak dinyana, dalam, waktu singkat, hubungan ketiga perempuan itu meningkat dari pertemanan hingga persahabatan.
Hingga akhirnya, ketiga perempuan tersebut saling berperang dingin demi merebut hati Mahesa.
Lantas, akankah perjalanan ‘pelarian diri dari segala rutinitas’ ini justru membantu menyelesaikan masalah mereka? Atau justru kehadiran Mahesa makin memperparah keadaan ketiganya?

Sumber Sinopsis : postfilm.com

Review 

Sumber Foto Disini 
Setelah menonton filmnya, saya terkesan dengan footage per footage yang luar biasa memukau mata saya. Dengan teknologi yang bagus, gambar film sangat detail dan tergambar dengan indah. Jadi sepanjangan pemutaran film, yang terucap dari mulut saya adalah waah, wow, keren dan kata-kata pujian lainnya.

Lola Amaria berhasil mengantarkan penonton masuk kedalam film melalui gambar, namun dari segi cerita, alur dibangun dengan sangat lambat. Apakah ini ciri khas Lola dalam setiap filmnya? Sepertinya inilah ciri khas yang melekat. Seperti novel, bagian per bagian sangat detail namun bumbu-bumbu kejutan sayang tak segera muncul sehingga pada bagian akhir justru tidak memuncak atau klimaks. Sungguh sayang, alur sangat runtut tanpa ada random atau flashback yang semakin menguatkan kekuatan cerita.

Dari segi Casting, Nadine, Kelly, Ully dan Ramon cocok memaikan peran masing-masing. Dan dari segi background, mereka telah memiliki jam terbang traveling dan diving yang tinggi, jadi tidak ada keraguan. 

Unsur humor sebetulnya terjadi dalam beberapa part, sebetulnya penonton membutuhkan tambahan unsur komedi, namun lagi-lagi genre drama sangat dominan sehingga akan membuat film menjadi tak fokus.

Selain alur cerita, film sangatlah bagus. apalagi OST yang berrjudul Butiran angin. Penasaran dengan OST? Ini dia dibagian Original Soundtrack. 

Overall, film ini sangat disarankan untuk traveler dan diver yang sangat menyukai petualangan di alam bebas seperti Labuhan Bajo dan Komodo. 

Original Soundtrack 

OST Labuhan Hati ini berjudul Butiran Angin dari Mondo Gascaro. Menurut saya, lagu ini adalah bagian yang tak terpisah, lagu ini seperti ruh dan sangat menyatu dengan film Labuhan Hati. 



  • Share

Shy Shy Cat (Malu-Malu Kucing) : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji



Saat menonton youtube, tak sengaja referensi video lain menunjukan saya kepada Shy Shy Cat. Rasa penasaran membuat saya menonton trailernya dari awal sampai habis. Dan hasilnya, saya menanti film ini rilis di bioskop. Bagai mendapat durian runtuh, seorang teman lama menghubungi saya dan menawarkan premier film ini. Tanpa basa-basi, saya langsung saja menerima undangan ini dengan senang hati, baru nerima undangan nonton film aja sudah senang apalagi nerima undangan nikah, eh, baper deh jadinya.

Silahkan bagi yang belum nonton trailer filmnya. 


Shy shy cat adalah terjemahan bebas dari Malu-malu kucing, terjemahan ini bukan dalam arti sebenarnya, namun lebih ke arah "terjemahan secara komedi" atau biasa dilakukan pada saat belajar bahasa Inggris di sekolah dulu. Maklum, setting tempat film adalah Sindang Barang, sebuah desa di Sukabumi yang semangat mempelajari bahasa Inggris. Wow, semangatnya itu loh yang patut diapresiasi. Keep going, Sindang Barang

Nirina Zubir dan Acha Septriasa, dua pemain ini pernah membintangi film yang sama yaitu Heart beberapa tahun silam. Bisa dikatakan film ini sebuah film reuni bagi keduanya. Hal ini membuat chemistry yang dibangun keduanya sangat natural dan tidak membutuhkan waktu untuk memahami karakter masing-masing. Di film ini, keduanya berperan sebagai sahabat yang saling membantu dalam suka dan duka. Pemeran lainnya adalah Fedi Nuril, Tika Bravani dan Titi Kamal. Fedi Nuril berperan sebagai sahabat masa kecil Nirina, sedangkan Tika bersama Acha menjadi sahabat masa kini. Titi Kamal merupakan teman main pada saat di kampung dahulu.

Sinopsis : Ketika Perjodohan dan Persahabatan Diuji 


Mira (Nirina Zubir) sudah sukses membangun karirnya di Jakarta. Di ulang tahunnya ke 30, sang Abah (Budi Dalton), seorang jawara kampung pemilik padepokan silat, menagih janji agar Mira pulang ke desa Sindang Barang, untuk dijodohkan dengan Otoy, teman masa kecilnya. Mira tidak mau pulang kampung karena merasa desanya tidak pernah maju-maju, apalagi dijodohkan dengan Otoy (Fedi Nuril), anak yang seingatnya menyebalkan. Untuk menyiasatinya, Mira dibantu oleh dua sahabat, yaitu Jessy (Acha Septriasa) dan Umi (Tika Bravani) berniat menggagalkan perjodohan itu.

Namun saat kembali ke desa Sindang Barang, Mira, Jessy dan Umi mendapati semua kondisi sudah berbeda, dan mereka dihadapkan dengan pilihan sulit yang menguji persahabatan mereka setelah melihat Otoy sekarang.


Review 


Titi Kamal Sedang Diwawancarai 
Otoy pernah berkata bahwa " Orang kota atau orang yang memiliki ilmu namun tidak memiliki pegangan agam yang kuat, sedangkan orang desa Sindang Barang memiliki tradisi agama yang kuat namun tidak memiliki ilmu yang tinggi ". Otoy merupakan pemuda desa dengan pendidikan tinggi di Mesir dan kembalilagi membangun desanya. Seperti kita ketahui, banyak pemuda desa yang hilang dan mencari nafkah di kota-kota besar seperti Jakarta, namun paradigma itu ingin dihilangkan dan diubah oleh Otoy.

Sungguh saya tersentuh dengan salah satu pesan moral ini, apalagi pemuda desa seyogyanya membangun desanya agar dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Bahkan di film ini, Sindang Barang memiliki WIFI super cepat dan english day pada hari tertentu. Hal ini ingin menunjukan secara tegas bahwa desa siap menerima orang kota atau luar negeri yang ingin berwisata dan menikmati alam dan perkebunan yang luas.


Untuk segi pemain, cast menempatkan aktor-aktor yang pas dengan karakternya. Sebut saja Acha Septriasa yang memerankan Jessy yang penuh dengan drama dan lebay. Soleh Solihun berhasil mengocok perut penonton dengan perannya yang ceplas-ceplos. Nirina Zubir dengan kekuatan acting berhasil menghidupkan karakter Mira dan Tika Bravani dengan karakter Umi yang mengalami depresi. Sedangkan pemeran lain seperti Ade Fitria Sechan, Dwi Sasono, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Budi Dalton, Iszur Muchtar dan cast lainnya cukup tepat dan sangat menghibur.

Foto Bareng Sarah Sechan? Bukan ini Adiiknya Ade Sechan ehehehe
Humor yang disuguhkan sangat menghibur, namun lagi-lagi kendala bahasa masih terjadi, karena beberapa dialog dalam bahasa Sunda tidak diterjemahkan. Humor dibangun berdasarkan situasi dan bahasa memang harus dicerna terlebih dahulu sebelum tertawa. Kadang selera humor satu orang dengan yang lain berbeda, namun saya jamin, film ini menghadirkan humor secara universal dan dapat dinikmati oleh segala usia.

Sinematografi memiliki peranan penting dalam film ini. Kualitas dan pengambilan gambar alam dan seting tempat sangat bagus, namun untuk pengambilan gambar antar adegan zoom pemain masih terlihat tidak sesmooth yang dibayangkan. Sound pun memilki sedikit masalah dalam memotong adegan Mira yang sedang monolog atau sedang bekata dalam hati. Mungkin saya kurang paham secara teknis, namun menurut saya masih kurang rapi pada bagian ini saja, adegan lain sudah sangat sempurna.

Seting tempat yang mengangkat budaya sunda memiliki nilai yang tinggi. Film ini berani menampilkan budaya diwakili oleh pencak silat, seni kecapi dan bahasa sunda. Saya salut dengan tim produksi yang mengangkat kembali unsur budaya Indonesia melalui budaya Sunda. Applause untuk tim produksi. Salut banget.

Secara keseluruhan, film ini sangat layak ditonton bersama keluarga dan teman-teman atau bahkan pacar dan gebetan asal jangan bawa mantan aja ya nanti baper. Selamat menonton ya pada tanggal 3 November 2016 di bioskop kesayangan anda.

Cast 

Producers : Starvision 
Director: Monty Tiwa
Writers: Adhitya Mulya, Monty Tiwa
Stars: Nirina Zubir, Fedi Nuril, Acha Septriasa, Tika Bravani, Titi Kamal, Izhur Muchtar, Soleh Solihun, Juwita Bahar, Adelia Rasya, Ade Fitria Sechan, Budi Dalton, Cecep Arif Rahman

Yuk Joged Bareng Nirina, Acha dan Tika 


  • Share

5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran


Liburan Lebaran 2016 ini, penonton bioskop di Indonesia akan disuguhkan dengan beberapa film dari tanah air dengan kualitas yang bagus. Siapa sangka aktor seperti Reza Rahadian, Morgan Oey, Raditya Dika, Abimana Aryasatya dan banyak lain turut meramaikan geliat film Indonesia. Iya, semenjak Ada Apa Dengan Cinta 2 mencetak rekor penonton yang luar biasa hingga mencapai 3,6 juta, kemudian diikuti dengan My Stupid Boss dengan capaian penonton terbanyak setelah AADC2, seakan industri film di Indonesia mendapatkan angin segar. 

Saya sebagai penikmat film baik dalam maupun luar negeri menyambut positif dengan makin banyaknya alternatif pilihan film atau movie buatan anak negeri sehingga kedepannya, film Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan semakin bangga dengan karya-karya yang bermunculan. Angin segar ini tak lama lagi semoga akan berubah menjadi nyata dengan makin banyaknya film yang diproduksi dan disukai oleh penonton Indonesia, amin.

Okay, baiklah saya akan membahas satu per satu film Indonesia yang tayang pada liburan lebaran 2016 ini.

Koala Kumal

salmanbiroe.com - 5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran - Koala Kumal

Raditya Dika kembali menelurkan sebuah film bergenre "Romantic Comedy" atau lebih tepatnya sebagai "Sebuah Komedi Patah Hati". Sebelum merilis film, Raditya Dika sempat meluncurkan buku berjudul sama "Koala Kumal". Dalam bukunya, Radit banyak membahas sebuah perasaan yang telah berubah dalam masalah cinta, seperti koala yang telah lama pergi dari habitatnya namun kemudian setelah kembali, koala itu mendapati habitatnya telah rusak dan berubah total. 

Nah, bagi yang penasaran dengan cuplikan filmnya, silahkan nonton trailernya ya. 


Secara garis besar, ceritanya (Sinopsis) mengambarkan Dika (Raditya Dika) yang batal menikah dengan Andrea (Acha Septriasa) yang terbukti selingkuh dengan James (Nino Fernandez). Karena patah hati ini, Dika tidak bisa menyelesaikan satu bab terakhir dari sebuah buku. Suatu hari, Dika bertemu dengan seorang cewek bernama Trisna (Sheryl Sheinafia), cewek unik yang membuat sudut pandang Dika menjadi berubah bahkan menjadi seorang pribadi yang baru.

Pertemuan Dika dengan Trisna membuat keduanya saling dekat satu sama lain. Dengan niat baiknya, Trisna mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan Dika tidak bisa menyelesaikan bab terakhir bukunya. Trisna kemudian menemukan sebabnya, karena Dika masih patah hati kepada Andrea. Trisna mencoba berbagai cara agar Dika dapat melupakan patah hatinya seperti dengan cara membakar seluruh barang-barang pemberian Andrea termasuk handphone milik Dika.

Trisna menyuruh Dika melakukan balas dendam kepada Andrea. Akankah Dika mengikuti saran Trisna? Kenapa Trisna sangat berniat agar Dika lepas dari patah hati yang dialaminya?

Sabtu Bersama Bapak


salmanbiroe.com - 5 Film Indonesia Yang Wajib Ditonton Pada Liburan Lebaran - Sabtu Bersama Bapak

Sabtu Bersama Bapak, sebuah novel karya Adhitya Mulia, kini diangkat ke layar lebar. Saya telah membaca bukunya dan menyimpulkan bahwa novel ini sangat bagus, apalagi bagi keluarga di Indonesia. Dengan diangkatnya novel ini ke layar lebar tentunya ekspektasi pembaca novel akan sangat berpengaruh, tak jarang pada akhirnya penonton dan pembaca akan membandingkan satu sama lain. Namun, dibalik perbandingan tersebut tentunya makna yang disampaikan baik novel maupun film pastnya akan sama.

Bagi yang belum sempat nonton trailernya, silahkan ya.



Kisah Sabtu Bersama Bapak mengisahkan keluarga kecil Gunawan Garnida (Abimana Aryasatya) dan Istrinya Itje (Ira Wibowo) bersama dengan dua putra kecilnya Satya dan Cakra. Kebahagiaan yang selama ini terjalin kemudian berubah ketika Gunawan divonis mengindap penyakit kanker dan tidak bisa bertahan hidup lama lagi.

Gunawan merekam setiap ucapannya dalam bentuk kaset video agar Satya dan Cakra dapat terhibur akan kehadirannya setiap hari Sabtu setelah ia meninggal. Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahendra) beranjak dewasa, namun setiap Sabtu, mereka berdua tidak pernah lupa menonton Bapaknya di video.

Satya memiliki keluarga kecilnya setelah menikah dengan Rissa (Acha Septriasha) dan memiliki masalah dalam membina rumah tangga, kemudian Cakra memiliki masalah dalam mencari satu sosok calon pendampingnya. 

ILY From 38.000 FT


Film ini menceritakan  tentang seorang gadis yang bernama Aletta (Michelle Ziudith) 18 tahun, yang terbang ke Bali untuk berlibur, di saat yang sama lalu bertemu dengan Arga (Rizky Nazar) 20 tahun. Arga adalah seorang mahasiswa sekaligus creator program dengan bendera Geography Channel. Sejak pertemuan itu hubungan Arga dan Aletta semakin dekat dengan banyak kejadian – kejadian yang lucu diantara mereka.

Aletta mengaku sebenarnya ia kabur dari rumah karena bermasalah dengan keluarganya. Aletta yang merasa tidak pernah diberi kesempatan untuk memlilih jalan hidupnya sendiri merasa nyaman dengan Arga yang dewasa dan mandiri. Arga meminta Aletta untuk kembali ke rumahnya dan berdamai dengan keluarganya. Dan Arga berjanji akan menyusulnya segera ke Jakarta. Namun hingga saat yang dijanjikan Arga tidak pernah hadir. Hari demi hari Aletta selalu menunggu kehadiran Arga tetapi tak kunjung datang.

Kemana Arga sebenarnya? Kenapa dia tidak memenuhi janjinya? Apakah Arga membohongi Aletta agar Aletta mau kembali ke rumahnya? Atau ada orang lain dalam hidup Arga. Penasaran? Tonton film yang satu ini di bioskop kesayangan anda yaa, sobat Souja.



Jilbab Traveler: Love Sparks In Korea


Jilbab Traveler: Love Spark in Korea, sebuah karya Asma Nadia kembali diangkat ke layar lebar. Yang menarik dari film adalah Bunga Citra Lestari akan beradu akting dengan Morga Oey dan Giring 'Nidji'. Dan, pada lebaran kali ini, lawan main BCL dalam film My Stupid Boss dan Habibie dan Ainun, Reza Rahadian menjadi pesaing dalam film-film yang tayang pada musim liburan lebaran kali ini dengan filmnya Rudy Habibie .

Trailer Jilbab Traveler : Love Spark In Korea 



Rania Samudra (BCL) sering menjelajah ke negeri-negeri nan jauh di sana. Ayahnya sering membaca tulisan karya Rania dari berbagai belahan Dunia. Menurut Ayah, Ranialah yang mewakili matanya untuk melihat betapa indahnya Dunia. Ayah pula yang sering mengatakan, "Jadilah seorang Ibnu Batuta, seorang muslim penjelajah yang tersohor". Namun, ketika Ayahnya mendadak sakit dan kemudian meninggal Dunia, panggilan hati Rania untuk menjelajah Dunia kemudian lenyap. 

Sebelum Ayahnya meninggal, Rania sempat mengunjungi Baluran, tempat pertemuan antara Ayah dan Ibunya bertemu. Di Baluran, Banyuwangi ini pulalah, Rania bertemu Hyun Geun (Morgan Oey) dan sahabatnya, Alvin (Ringgo Agus Rahman). Pertemuan inilah yang nantinya mengubah Rania.

Panggilan jiwa Rania untuk kembali traveling muncul ketika sebuah surat ajakan kunjungan ke Korea. Dengan ijin restu Ibunya, Rania akhirnya memenuhi ajakan tersebut. Tak disangka, Rania bertemu Alvin pada sebuah rumah di Korea. Dan, tak berapa lama Rania pun bertemu dengan Hyun Geun. 

Sementara, Kakak-kakak Rania berniat menjodohkannya dengan Ilhan (Giring). Rania diantara dua pria yang sama-sama mendapatkan tempat. Siapakah nantinya yang akan dipilih Rania? 

Rudy Habibie



Film ke-5 yang akan tayang pada Lebaran kali ini adalah Rudy Habibie. Sebuah film yang akan menyulut semangat generasi muda untuk terus berkarya untuk bangsanya ditengah makin terkikisnya rasa bangga terhadap Bangsa dan Negaranya sendiri. 

Sebelumnya silahkan saksikan trailer film Rudy Habibie.


Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama Ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan Ayahnya mengenai air yang jernih.

"Rudy, jadilah mata air ini, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya."

Begitulah pesan terakhir, sebelum Ayahnya meninggal dunia. Semenjak kematian Ayanya, Rudy selalu mengingat selalu pesan itu.

Singkat cerita, Rudy mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas RWTH dengan jurusan teknik penerbangan di kota Achen, Jerman. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), seorang keturanan Tiong Hoa, Ayu (Indah Permatasari), Adik seorang putri keraton Solo, Poltak (Boris Bokir), Pemuda Batak yang kocak, dan Peter (Pandji Pragiwaksono), senior yang bijaksana. Di Achen, pulalah, Rudy Habibie menemukan sebuah cinta perempuan bernama Ilona (Celsea Islan).

Ternyata menempu studi di daratan Eropa tak semudah membalikan telapak tangan. Rudy Habibie, justru mendapatkan perlakuan tak adil dari teman-teman dari Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia. Teman-teman PPI sebagain menentang gagasan yang disampaikan oleh Rudy Habibie yaitu Industri Dirgantara Nusantara.

Nah, jadi mau nonton yang mana diantara ke-5 film ini?
  • Share

Rudy Habibie : "Jadilah Mata Air"


"Menjadi Mata Air" sebuah susunan kata yang selama ini familiar ditelinga, namun dibalik itu terdapat sebuah rahasia dan fenomena yang dapat mengubah bangsa dan negara Indonesia. Begitu dalam makna tersebut membuat MD Pictures melalui Sutradara, Hanung Bramantyo dan Penulis Naskah, Gina S. Noer, mengabadikan kisah Rudy Habibie atau B.J. Habibie muda dengan balutan romantisme dan nasionalisme yang membuka mata hati kita semua.

Sukses film Habibie & Ainun mengugah Mas Hanung untuk kembali mengangkat salah satu tokoh sentral, Rudy Habibie ke dalam sebuah kisah tersendiri yang tanpa sadar membuat film tersebut sangat berbeda. Habibie Muda memiliki perjalanan yang berliku demi mendapatkan gelar Master hingga Doktor. Bumbu-bumbu persahabatan, cinta dan nasionalisme menjadi penyedap film yang berdurasi sekitar dua jam lebih. 

Ekspektasi film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) yang tak lepas dari bayang-bayang kesuksesan edisi perdana melalui akting Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari tentu saja membuat Mas Hanung dan Pak Manoj justru menjadi motivasi lebih dan berharap kesuksesan yang sama bahkan akan melebih sekuel yang pertama.

Trailer Film Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2)


Trailer Film Rudy Habibie mengambarkan sisi lain dari seorang B.J. Habibie yang sekarang dikenal sebagai seorang Presiden ke-3 Republik Indonesia. Sisi pribadi yang tidak tergambar melalui penampilan yang sederhana dan jenius.

Sinopsis dan Jalan Cerita



Di Pare-pare, Sulawesi Selatan, segalanya bermula. Rudy Habibie semasa kecil sering bermain-main di bukit dengan pemandangan padang tanaman liar. Namun, pada saat bermain, Rudy Habibie terancam dengan kedatangan pesawat penjajah yang menyerah penduduk di sekitar Pare-pare. Beruntung, Rudy Habibie selamat dan pindah ke Gorontalo, tempat tinggal Kakek dan Nenek.

Masa kecil Rudy dihabiskan bersama teman-teman dan keluarga. Bermain bersama Ayah, merupakan hal menyenangkan baginya. Banyak hal yang membuat Rudy bersemangat mengarungi kehidupan berkat pesan-pesan yang selama ini tertanam sebagai sebuah motivasi. Salah satu pesan yang paling diingat oleh Rudy Habibie adalah perkataan Ayahnya mengenai air yang jernih.

"Rudy, jadilah mata air ini, karena air ini selalu akan mengalirkan manfaat bagi sekitarnya."

Begitulah pesan terakhir, sebelum Ayahnya meninggal dunia. Semenjak kematian Ayanya, Rudy selalu mengingat selalu pesan itu.

Singkat cerita, Rudy mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan lanjutan di Universitas RWTH dengan jurusan teknik penerbangan di kota Achen, Jerman. Disinilah, Rudy bertemu dengan sahabat yang berbeda karakter dan kulturnya. Rudy bersahabat dengan Lim Keng Kie (Ernest Prakasa), seorang keturanan Tiong Hoa, Ayu (Indah Permatasari), Adik seorang putri keraton Solo, Poltak (Boris Bokir), Pemuda Batak yang kocak, dan Peter (Pandji Pragiwaksono), senior yang bijaksana. Di Achen, pulalah, Rudy Habibie menemukan sebuah cinta perempuan bernama Ilona (Celsea Islan).

Ternyata menempu studi di daratan Eropa tak semudah membalikan telapak tangan. Rudy Habibie, justru mendapatkan perlakuan tak adil dari teman-teman dari Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia. Teman-teman PPI sebagain menentang gagasan yang disampaikan oleh Rudy Habibie yaitu Industri Dirgantara Nusantara.

Belum masalah satu berlalu, kisah romantisme antara Rudy Habibie dan Ilona tak semulus yang diperkirakan. Diantara pilihan tersebut, manakah yang harus dipilih oleh Rudy? Dalam kebimbangan tersebut, pesan Ayahnya muncul dan memberikan harapan dan semangat.

Bertemu Langsung Rudy Habibie



Beruntung sekali saya dapat bertemu langsung dengan Rudy Habibie dan sahabat-sahabatnya pada Press Screening beberapa hari lalu di CGV Blitz Grand Indonesia. Nampak seluruh pemain hadir dalam acara kali ini. Masih belum percaya bahwa saya bertemu langsung dengan Reza Rahadian, Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Pandji Pragiwaksono dan pemain-pemain lainnya. Selain cast, hadir pula Pak Manoj, selaku produder dan Hanung Bramantyo, sang sutradara.

Nada optimis dan semangat dilontarkan beberapa kali oleh Pak Manoj. Apalagi dengan kesuksesan Film pertama Habibie dan Ainun yang mampu menyihir sekitar 4 juta lebih penonton Indonesia dan bertengger di Film Terlaris Sepanjang Masa. Reza pun sangat senang hadir kembali dalam prekuel ini. Banyak kejadian unik seperti hampir sebagian dialog 'Rudy Habibie' mengunakan bahasa Jerman dan setting tempat yang sempat mengalami salju.

Selain, cast, produser dan sutradara, pada malam itu hadir pengisi soundtrack film Rudy Habibie, CJR. 

Review Film Rudy Habibie

Sepanjang saya menonton film, emosi saya selalu diaduk-aduk dan dibikin penasaran dengan ending film dan bagaimana nasib Rudy Habibie. Bisa saya simpulkan, film ini merupakan salah satu film dengan kualitas yang sangat bagus. Bahkan, untuk dicari sebuah kelemahan dari film ini pun saya tak mampu melakukannya.

Nah, saya akan memberikan poin-poin keunggulan dan kelemahan untuk memberikan tambahan dan masukan.

Keunggulan  

- Durasi lama sekitar 2 jam lebih namun tidak terasa waktunya dan saya sangat menikmati filmnya
- Kualitas Sound yang sangat bagus bahkan saya menyatakan bahwa sound ini paling bagus diantara film lain
- Pemain dengan kualitas yang sudah tidak diragukan lagi
- Antara drama dan komedi mendapatkan porsi yang pas
- Dan masih banyak keunggulan lainnya.

Kelemahan

- Detail pakaian pemain yang harus lebih di perhatiakan, karena setting waktu yang kembali ke tahun 60-an
- Setting tempat yang memadukan antara eropa dan Indonesia pada saat adegan di Jerman, dibutuhkan polesan sedikit lagi sehingga tidak menimbulkan kesenjangan antar setting tempat.

Kesimpulannya, saya akan merekomendasikan film yang mengangkat biografi dari seorang Presiden ke-3 RI Ini dan saatnya generasi muda untuk lebih bermanfaat bagi bangsanya. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperhatikan nasib bangsa dan negara kita sendiri.

CJR dan Cakra Khan Di Balik Lagu Keren



Dalam beberapa adegan, sayup-sayup terdengar lagu "Mata Air" sebagai salah satu lagu soundtrack. Ternyata OST Rudy Habibie tersebut dinyanyikan oleh boy band yang tengah naik daun, CJR. Selain CJR, Cakra Khan juga menjadi bagian tim pengisi soundtrack dengan lagu berjudul "Mencari Cinta Sejati".

Cast and Crew Film Rudy Habibie 



Genre : Drama
Produser : Manoj Punjabi
Sutradara : Hanung Bramantyo
Penulis Naskah : Ginanti S. Noer

Pemain Film :

Reza Rahadian sebagai (Rudy Habibie), Chelsea Islan, Indah Permatasari, Ernest Prakasa, Boris Bokir, Verdi Solaiman, Donny Damara, Dian Nitami, Pandji Pragiwaksono.
  • Share