Berburu Batu Akik di Martapura


"Prasasti Intan" itu terlihat dengan kilauannya diapit oleh guratan huruf yang membentuk sebuah nama tempat di Kabupaten Banjar, sekitar 40 kilometer disebelah timur Banjarmasin. Martapura, sebuah kecamatan, ibukota kabupaten Banjar. Dahulu, Banjar disebut sebagai pusat pemerintahan Kesultanan Banjar. 

Begitu memasuki pintu gerbang alun-alun Martapura. Sebuah gerbang kesultanan Banjar  yang sangat mirip Art de triomphe Paris menyambut saya dan rombongan (Tim Rumah Belajar Samsung) dari Jakarta. Setelah memasuki kawasan alun-alun, saya di sambut tulisan 'Martapura' dengan warna kuning yang cerah.

"Man, kita foto yuk di tulisan Martapura itu," kata Arie Goiq, salah satu teman saya.

"Yuk, sebelum kita cari-cari batu, kita foto dulu," saya menyetujui usulnya dengan cepat.

Beberapa orang dari rombongan termasuk saya mengambil langkah berbeda. Ada hal yang harus kami abadikan, di depan icon Martapura.

Narsis di Martapura 
Panas menyengat siang itu pun tak lantas menyurutkan tekad kami untuk foto dan narsis di depan icon Martapura. Sebetulnya sempat timbul pertanyaan, kenapa tulisan Martapura ini harus berwarna kuning? Jawabannya mungkin akan sangat singkat "karena eye catching" atau mungkin saja karena "kota intan dan harus ngejreng".


Martapura, Kota Intan, Santri dan Serambi Mekkah


Martapura, merupakan salah satu kecamatan di Banjar. Martapura memiliki beberapa julukan yang sangat istimewa, salah satunya Kota Santri. Pemberian nama kota santri, karena di sinilah terdapat beberapa puluh pesantren yang menghias sudut Martapura.

Lain lagi ketika Martapura di kenal sebagai Serambi Mekkah. Cerita singkatnya, sangat berkaitan dengan pesantren dan kawanan santri yang sering memakai pakaian putih-putih, berjalan kesana kemari serta belajar menuntut ilmu agama. Serambi Mekkah sama artinya dengan kota agamis, mirip seperti Aceh.

Sedangkan kota Intan, julukan yang saat ini sangat populer sejak batu-batuan dari kalimantan dan beberapa daerah lain 'tren' di Indonesia.


Pusat Batu Akik



Bukan rahasia lagi kalau Martapura merupakan surga batu-batuan alam di Kalimantan Selatan. Kompleks pertokoan yang menjual bebatuan tersebut bernama "Cahaya Bumi Selamat". Konon, pertokoan tersebut merupakan pasar yang digunakan untuk menjual hasil kerajinan dari penambang batu alami di sekitar wilayah Martapura.

Hasil perburuan batu-batuan alami yang di tambang dari sekitar wilayah Martapura ini kemudian di 'sulap' sedemikan rupa sehingga menjadi batu-batuan yang di pakai oleh kita semua. Beragam jenis kerajinan batu mulai dari batu red borneo, batu bacan, dan batu lainnya menghias sepanjang pertokoan yang buka dari pagi sampai sore menjelang malam ini. Sepintas pertokoan yang dekat dengan Masjid Agung Al Karomah yang merupakan Masjid terbesar di Martapura.


Selain kerajinan khas Kalimantan, di pertokoan terdapat oleh-oleh makanan khas Banjar dan Kalimantan. Bagi yang berburu kaos, kain khas Kalimantan, tenun, sarung dan assesoris, di pertokoan ini bisa kita jumpai sepanjang lorong-lorong.



Apabila di Jakarta, beberapa batu-batuan seperti batu bacan atau lainnya itu di jual dengan harga yang lumayan menjerat kantong, di Martapura, harga beberapa batu-batuan ini sangat miring. Karena selain pusat batu-batuan, Martapura memiliki kekayaan alam berupa batu-batuan yang unik dan sangat mudah di temukan dengan pengalihan sederhana.



Akhirnya, saya pun memutuskan untuk tetap membeli batu-batuan yang belum di 'gosok'. Saya membeli "Red Borneo". Menurut penjual batuan, Red Borneo merupakan batuan khas Kalimantan yang hanya bisa ditemukan di Kalimantan saja. Jadi, saya putuskan untuk membeli batuan yang khas saja. Seandainya saya mengetahui jenis-jenis batu dan paham akan dunia per'batu'an maka saya tak akan ragu untuk membeli sedikit banyak batu-batu tersebut.

Jadi, kapan kita ke Martapura lagi dan shopping batu Akik? Semoga dalam tahun ini. Amin.

  • Share

Smartfren Luncurkan Andromax 4G LTE

Gambar diambil dari Smartfen

Siang itu saya terpaksa mengunakan ojek yang telah dipesan melalui aplikasi khusus lewat smartphone. Saya diundang oleh IDBlognetwork sebagai salah satu blogger dari sekitar 30an blogger yang hadir di fx lantai satu itu. Setelah masuk ke dalam restoran bernuansa eropa dengan kaca-kaca yang sangat dominan itu, saya duduk di sebelah beberapa blogger yang saya kenal, ada Arie Goiq, Andree Petrus, Gie Wahyudi, Irma, Mba Aci, Thia, Omith, Irma, Jeng Sri, Mba Maddy, Fitri dan masih banyak lagi yang ngga akan saya sebutin satu persatu.

Mas Kukuh dari IDBlognetwork 

Hadir sebagai pembicara dari IDBlognetwork adalah Mas Kukuh. Beliau mengejutkan saya dengan beberapa fakta-fakta seputar blogger profesional yang dapat menghasilkan pendapatan sampai dengan ratusan ribu dolar hanya dengan mengisi konten di blog pribadinya. Selain mengenai penghasilan yang luar biasa tersebut, kesempatan blogger profesional dalam dunia broadband juga di padang sangat strategis dari segi perusahaan, karena posisi blogger yang sangat personal dan sangat dekat dengan pembacanya.

Mas Seno dari Smartfren menjelaskan bahwa Andromax 4G LTE telah diluncurkan pada tanggal 9 Juni 2015 lalu. Smartfren telah meluncurkan 5 handphone Andromax 4G LTE yaitu R, Q, Qi, Ec dan Es. Andromax sendiri menghadirkan kecepatan dan performa yang mumpuni serta memberikan pengalaman berbeda saat mengunakan teknologi tersebut.

Andromax R

Tahu kan teknologi prosesor Qualcomm Snapdragon410 Quad Core 1.2 Ghz yang terbaik di kelasnya, ternyata Andromax R di bekali dengan prosesor ini. Disamping itu, untuk operating system (OS), Seri R ini dilengkapi dengan OS Andoid 5.1 Lollipop. Dengan kamera belakang 8 MP dan wide angel 5 MP (FF), maka selfie pun akan terasa menyenangkan dengan Andromax R ini. Harganya sekitar Rp 1.599.000, dengan pilihan warna hitam-emas, hitam-perak dan putih-perak. 

Andromax Q dan Qi

Bagaikan saudara kembar, Andromax Q dan Qi memiliki spesifikasi yang sama yaitu prosesor Qualcomm Snapdragon410 Quad Core 1.2 Ghz, dengan kamera belakang 5 MP, yang membedakan keduanya hanyalah OS. Andromax Q berbasis Cyanogen, sedangkan Andromax Qi berbasis Android 5.1 Lollipop. Untuk masalah harga, Andromax Q dan Qi di bandrol sekitar Rp 1.299.000. Andromax memiliki pilihan warna biru tua dan putih, serta dua warna untuk Andromax Qi, hitam dan putih.

Andromax Ec dan Es

Sama dengan Andromax R, Q dan Qi, Andromax Ec dan Es dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon Quad Core 1.2 Ghz, sehingga mengenai performa dari Andromax ini pun tak diragukan, apalagi harganya sangat terjangkau hanya Rp 999.000. Untuk kamera belakang memiliki spesifikasi 5 MP dan dilengkai dengan teknologi wide angel 5 MP (FF), sehingga pada saat selfie, anda tidak harus mengunakan tongsis. Ada tiga pilihan warna, yaitu hitam, putih dan abu-abu.

Nah, itu dia tiga Series dari Andromax yang merupakan teknologi 4G LTE dengan prosesor yang tangguh dan fitur terbaru sehingga mendukung untuk browsing, chatting, update status di facebook atau social media dengan lebih cepat dan responsive. Walaupun telah di perbaharui dengan teknologi 4G LTE, namun untuk penguna Evdo cdma yang juga merupakan bagian dari pelanggan smartfren tetap dapat mengunakan layanan tersebut.


Setelah mendengarkan langsung dari Mas Seno mengenai teknologi Andromax 4G LTE, kini saatnya saya mencoba langsung beberapa fitur-fitur Andromax. Pada saat itu, sedang berlangsung Indonesia Celular Show di JCC Senayan. Kami secara langsung diperkenalkan dengan teknologi tersebut.


Suasana ramai nampak di booth Smartfren, nampak beberapa orang yang sedang bermain games yang disediakan di booth ini. Kemudian, terdapat perangkat Andromax 4G LTE series yang di display di tengah kerumunan pengunjung. Dan, beberapa antrian pembeli pun nampak ramai di booth Smartfren.



Keramaian pengunjung ICS 2015 ini mungkin telah membuat booth pun penuh sesak, saya pun demikian, larut dalam keramaian. Kalau bisa memiliki salah satu dari perangkat Andromax 4G LTE series ini pastinya saya akan bahagia. Apalagi kalau bisa gratis, hahaha, bisa aja sih gratis. Nah, ternyata doa saya di jawab sama Tuhan. Sore itu, duo MC kocak muncul dan menawarkan beberapa hadiah yang mengiurkan. Dua buah handphone Andomax. Syaratnya memang harus teriak " #go4Gready " , wah gampang banget untuk mendapatkan hadiah cuman teriak #go4Gready doank kan. Eh, ternyata hanya dapat pulpen, usb, topi, dan pernak pernik smartfren lainnya. 



Syarat mendapatkan dua buah handphone ternyata harus selfie dengan orang banyak, dan setelah menunggu pengumuman, yang menang adalah Arie Goiq. Wah selamat ya Rie. Ikut bahagia sebagai anak socmed. Hahaha.

Are you ready for #go4Gready ? pasti jawabnya Ready kan. 


  • Share

JENG BUKU



Setiap manusia memiliki peran dalam kehidupannya masing-masing, ada yang memiliki peran dan profesi sebagai guru, pejabat, dokter, polisi, politisi, pegawai kantoran, dan lainnya. Peran ini hanyalah sebagian kecil, masih banyak peran yang bisa dilakukan, tidak terbatas dan tidak mengenal suku, agama dan hal-hal yang membatasi lainnya. Kita adalah peran yang kita pilih, entah itu baik buruk, kecil besar, ataupun abu-abu maupun samar, peran ini hanya sebuah pilihan, pilihan yang sekali lagi bebas dan bertanggung jawab.

Komunitas Beraksi (KORSI) mengajak kita semua berperan nyata bagi kemajuan bangsa melalui buku dan aksi sosial lain

Berlatar dari peran tersebutlah KORSI bergerak maju selangkah demi selangkah mengengam harapan setiap anak manusia di ujung Indonesia sana yang menantikan setiap buku bacaan yang seharusnya kami salurkan dengan dukungan dana yang mencukupi. 

KORSI bukanlah suatu bentuk yang baku, kami melebur menjadi bentuk semu namun nyata, karena kami hanya wujud sementara dari beberapa komunitas yang peduli dengan nasib anak bangsa yang ingin mengetahui setiap kata-kata dan pembelajaran dari buku yang disalurkan. Komunitas yang bergerak di dalamnya ada Hibah Buku, SAJUBU, Buku Bagi NTT, Sagu Maluku, Komunitas Filantropi, Buku Berkaki, Blogfam, Sekolah Raya, dan kami masih menerima beberapa komunitas dan perseorangan lain yang ingin bergabung demi aksi nyata ini.

#JENGBUKU membuka Donasi
#JengBuku (Jualan Demi Ongkir Buku) akan diadakan pada hari Sabtu, 4 Juli 2015 bertempat di Taman Menteng, Jakarta. Untuk menyemarakan suasana #JengBuku menghadirkan beberapa musisi yang menemani sore sebelum berbuka dalam lapak melodi, kemudian terdapat Lapak donasi yang membuka dropbox (sumbangan) berupa buku bacaan , buku gambar, pensil warna dan lainnya, tak lupa bagi anak-anak dan remaja serta dewasa yang ingin membaca, disediakan lapak baca berupa perpustakaan keliling.



Sebagai wujud pengumpulan donasi, kami membuka lapak dibuang sayang, yatu penjualan barang-barang bekas yang masih layak pakai. Untuk memenuhi lapak tersebut, kami membuka dan menerima donasi berupa pakaian, aksesoris, tas, sepatu dan beberapa barang lainnya dengan menghubungi Salman dan Novita. 



Website KORSI : http://komunitasberaksi.tumblr.com
Twitter : @aksikami 
  • Share

Melodi dari Sanggar Anak Akar


Sumber Foto : Sanggar Anak Akar 

Jakarta dengan segudang harapan, Jakarta yang telah membuat saya, atau siapa pun turut bertahan demi tuntutan kebutuhan sehari-hari. Jakarta, kota penuh peluh, keringat dan air mata para pengais rejeki, entah di jalan, di kantor, atau pun di dalam gedung-gedung megah. Jakarta yang mengerogoti sebuah akar dari anak-anak yang bernaung di dalamnya. Jakarta yang hanya mampu menuruti segala nafsu duniawi, tanpa adanya empati dan rasa memiliki.

Tulisan saya kali ini dibuka dengan sebuah puisi mini yang sebetulnya mencerminkan sebuah kegundahan dan keresahan yang kian mendalam. Sebuah kabar inilah yang masih menjadi masalah besar bagi "Sanggar Anak Akar".

Sanggar Anak Akar


Mendengar nama "Sanggar Anak Akar" tentunya sangat erat kaitannya dengan rumah bernaung bagi siswa-siswa yang ingin belajar dan menimba ilmu. Sanggar ini memberikan keterampilan, pengembangan bakat, life skill dan masih banyak ilmu lainya. Sanggar Anak Akar berdiri sejak November 1994. Tujuan utama pendiriannya adalah menyediakan rumah untuk tumbuh kembang anak. Pendirian tersebut mengalami kendala, karena sering berpindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain, nomaden, tidak memiliki sebuah tempat tetap.

Beruntung pada tahun 2003, Sahabat Akar memberikan dukungan berupa penggalangan dana yang bertujuan mengadakan lahan dan bangunan Sanggar Anak Akar. Alhamdulillah setahun kemudian, tanah seluas 900 M2 berhasil dikumpulkan dari hasil penggalangan dana tersebut.

Namun, kebahagian anak-anak Sanggar Akar tak bertahan lama. Anak-anak jalanan tersebut harus kembali terombang-ambing dalam ketidakpastian setelah kabar rencana pembangunan jalan Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) resmi diumumkan. Kabar inilah yang membuat tanah dan bangunan Sanggar Anak Akar akan tergerus dan digusur oleh berjalannya sebuah pembangunan jalan tol yang akan dilaksanakan sekitar tahun 2017.

Sahabat Akar, relawan dari Sanggar Anak Akar, mencoba beberapa alternatif penggalangan dana yang diharapkan dapat menyuplai sumber dana untuk lahan dan bangunan baru bagi anak-anak jalanan dari kaum marjinal. Beberapa kali, Anak Sanggar Akar tampil di Teater Jakarta demi mendapatkan dukungan dana.

Kini, sebuah Konser Musik Untuk Pendidikan Anak telah dirancang sebagai bagian pengumpulan pundi-pundi kebaikan tersebut. Konser bertajuk "Syukur Atas Cinta & Kehidupan". Mari kita bantu Sanggar Anak Akar untuk memberikan harapan-harapan nyata anak-anak jalanan dari kaum marjinal yang tergerus oleh traktor-traktor ganas Jakarta yang meratakan harapan mereka satu per satu.

Anak-anak pun ingin menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memukau para penonton. Latihan hari-demi hari, harapan demi harapan, keringat dan peluh, serta kekuatan sebuah ketulusan hati dengan mempersembahkan kepada kita, inilah anak-anak Sanggar Akar yang memiliki cinta dan kasih sayang kepada sesamanya melalui Melodi dari Akar Grandsamlbe. 

Tak hanya anak-anak, beberapa musisi turut serta menyemarakan konser ini, yaitu Bonita and the hus band, Ratu Queenous, Marya Genova, Tony Q dan Navicula.Untuk menyaksikan konser musik ini harga tiket Donasinya sebesar Rp 150.000.



Berawal dari kabar pengusuran tanah dan bangunan Sanggar Anak Akar tersebut, maka digelarlah sebuah konser bertajuk KONSER MUSIK UNTUK PENDIDIKAN ANAK : SYUKUR ATAS CINTA DAN KEHIDUPAN 

Program Kegiatan Sanggar Anak Akar 



Kontak Sanggar Anak Akar

Alamat : 
Jl. Inspeksi Saluran Jatiluhur No. 30 RT 007/001
Cipinang Melayu Gudang Seng
Jakarta Timur, Indonesia 13620

Phone : 021 - 8574 923

Email : sanggarakar@yahoo.com

Twitter : @SanggarAnakAkar

Web site : SanggarAnakAkar
  • Share

Belajar dari Samsung di Banjarmasin


Jagad raya itu adalah laboratorium  bagi pikiran yang serba ingin tahu ~ Martin H. Fischer

Alam semesta dan jagad raya itu luas dan tak terbatas, begitu juga bumi ini pun luas. Bagi siapapun yang ingin mengetahui ilmu apapun, sebenarnya Tuhan telah memberikan beberapa sabdaNYA, bahwa alam dan seisinya merupakan tempat pembelajaran yang sangat luas dan tak akan habis jika digali terus-menerus. 

Martin H. Fischer menyebut jagad raya itu sebagai laboratorium, sebagai tempat bagi orang yang ingin tahu. Keingintahuan yang tinggi inilah yang mendasari beberapa penemuan ilmu dan pengembangan ilmu pada era sekarang. Kita tahu bahwa teknologi kini merupakan penyempurnaan dari edisi sebelumnya. Tidak statis namun dinamis dan akan terus menerus diperbaharui.

Secara singkat, belajar bisa dilaksanakan dimana pun, dan oleh siapapun yang ingin menjadi mahir di bidangnya. Dan, hal ini saya temukan pada beberapa hari lalu, tepatnya 28 Mei 2015, ketika saya berkesempatan hadir dalam pembukaan Rumah Belajar Samsung (RBS) di Banjarmasin. RBS saya artikan sebagai laboratorium pembelajaran yang sangat bermanfaat.

Rumah Belajar Samsung di Banjarmasin   
 

Sebelumnya, Rumah Belajar Samsung telah di resmikan di beberapa tempat, yaitu Jakarta, Cikarang, Medan, dan Tanjung Morrawa (dekat Makassar). Bisa diartikan bahwa Banjarmasin sendiri merupakan tempat kelima RBS tersebut. PT Samsung Electronics Indonesia berkomitmen melalui Corporate Citizenship yang diwujudkan dengan pendirian RBS. Tujuan utama yang ingin dicapai sangat mulia, yaitu mengurangi jumlah angka pengangguran di usia produktif. Usia produktif berkisar antara 17-24 tahun.

Samsung mengandeng beberapa pihak yang ikut berkolaborasi dalam pembukaan RBS tersebut, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), dan SMK Yayasan Pendidikan Teknologi (YPT) Banjarmasin. Selain kedua pihak, pihak Provinsi Kalimantan Selatan, dan Kota Banjarmasin memberikan dukungan penuh pada peresmian RBS tersebut.

Sebagai pelaksana program Rumah Belajar Samsung, SMK YPT memiliki standar kurikulum dan ISO dengan kualifikasi siswa yang mendukung program tersebut sehingga melahirkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja nantinya. Hal ini sepenuhnya berhubungan dengan komitmen RBS untuk mengurangi pengangguran di usia produktif.

Pada Rumah Belajar Samsung di Banjarmasin ini terdapat Samsung Smart Library. Samsung Smart Library merupakan sebuah media pembelajaran yang disiapkan pada Rumah Belajar Samsung untuk membantu proses belajar. Disiapkan sebanyak 20 Samsung Galaxy Tab untuk mendukung Smart Library yang berisi teori pendukung dan softskill yang dapat dipergunakan baik oleh siswa maupun masyarakat sekitar.

Ibu Siti Masitah, Kepala Sekolah SMK YPT Banjarmasin
Hadir dalam pembukaan Rumah Belajar Samsung, Kepala Sekolah SMK YPT Banjarmasin Ibu Siti Masitah, Vice President PT Samsung Electronics Bapak Lee Kang Hyun, Bapak Agum Gumelar beserta Istri, Perwakilan dari Gubernur Kalimantan Selatan, Bapak Iskandar Irwan dari Yayasan Cinta Anak Bangsa, dan beberapa perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin.

Pada sambutannya, Pak Lee mengungkapkan bahwa Samsung berkomitmen dalam pendidikan dan pengangguran, hal ini telah direalisasikan dalam "Rumah Belajar Samsung". Para pembicara lain, juga menyatakan hal serupa dan mendukung kegiatan Rumah Belajar Samsung dan diharapkan beberapa perusahaan lain ikut melaksanakan program yang sama. 



Kisah Sukses Almuni RBS 


Bukti bahwa RBS telah berhasil mengurangi angka pengangguran di usia produktif dihadirkan Deri sebagai pembicara dalam sesi tanya jawab dengan media dan blogger. Deri mennyatakan bahwa RBS telah memberikan kontribusi sangat positif terhadap karirnya. Saat ini ia telah memiliki perusahaan kecil yang bergerak dalam bidang jasa perbaikan AC.

Galeri Foto




  • Share

Kado Buku Di Harbuknas

 

Dengan Buku, Aku Melihat Dunia Tanpa Batas 
17 Mei, setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Buku Nasional (Harbuknas). Patut kita rayakan dengan meriah dan megah, ya seperti pesta tahun baru dengan kembang api, atau mungkin pada saat 17 Agustus yang dirayakan dengan lomba-lomba meriah, dan upacara bendera. Namun, nyatanya, hanya sebagian orang saja yang memeriahkan. Padalah buku itu sumber ilmu, wawasan dan mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Patut kita renungkan bersama, mengapa tidak ada pesta yang memeriahkan sebuah hari tentang buku yang begitu penting. Mungkin saja, hanya beberapa toko buku yang mengelar pesta bukunya, pun sudah begitu bergembira dengan adanya pesta buku semacam itu.

Berangkat dari sebuah sinergi yang sama pasukan singkong mewujudkan sebuah kado buku untuk Taman Baca Masyarakat dan Individu. Pasukan singkong merupakan kumpulan anak muda yang rajin berbagi, mereka berasal Komunitas dari Hibah Buku, Sajubu, Buku Berkaki, Buku Bagi NTT, Sagu Maluku, Relawan KFP dan Blogfam, namun terdapat individu yang bergabung tanpa mengusung bendera komunitas.

Lomba ini membuka kesempatan bagi TBM dan Individu untuk mengungkapkan minat baca yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia. Mengapa minat baca yang kami perhatikan? Jawabnya mungkin saja sama dengan antusiasme menyambut Harbuknas itu sendiri. Minat baca di Indonesia lebih rendah di bandingkan beberapa negara tetangga di ASEAN. 

Info lomba selengkapnya dan pemenang : Kado di Harbuknas 


Pemenang Kado di Harbuknas

Sumber Foto : Hibah Buku

Setelah melalui tahap penjurian, ditetapkanlah 4 pemenang, 1 Individu dan 3 dari TBM. Berikut Pemenangnya :

Individu : Adisa Soedarso 

Adisa tergabung dalam Klub Buku Bandung. Adisa menuliskan minat baca pada kota Bandung. Beberapa hal yang dilakukan oleh Kota Bandung sebenernya telah maksimal, seperti mengadakan Pesta Buku, Penyediaan Perpustakaan dengan koleksi lengkap dan Seminar dan Talkshow pun ikut digelar. Menurutnya, minat baca warga Bandung masih minim, dibandingkan dengan televisi dan radio.

Berikut tulisan lengkap Adisa : Mencintai Literasi Sejak Dini.


TBM : Ruang Inspirasi - Naluri Bella Wati

Ada semacam perasaan sedih ketika membaca sebuah artikel dari Naluri yang berjudul R.I.P Ruang Inspirasi. Ruang Inspirasi adalah sebuah Taman Baca yang didirikan di Desa Titi Akar, Pulau Rapat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Namun, pada sekitar Desember 2014, Ruang Inpirasi habis dilalap si jago merah. Seakan merasakan betapa kehilangan sebuah tempat yang bukan hanya sebuah taman baca, namun tempat belajar, diskusi, dan melahirkan karya-karya baru.

Bagi yang ingin berbagi menyumbangkan buku ke Ruang Inspirasi bisa kontak langsung Naluri di twitternya

Berikut tulisan lengkap Naluri : R.I.P Ruang Inspirasi 


TBM : Perpustakaan SMK Taman Siswa Jetis Yogyakarta - Alit P. Samekto 

Alit merupakan pustakawan di SMK Taman Siswa Jetis Yogyakarta. Sebagai sekolah swasta, Perpus tersebut tidak mendapatkan suplai rutin dari pihak tertentu. Kondisi perpustakaan tersebut yang membuat Alit membuat tulisan dan mengajukannya dalam kado harbuknas ini.

Tulisan lengkap Alit dapat di baca : Perpustakaan Taman Siswa 


TBM : Taman Baca Sebangau For Kids - Hardian Agustin 



Membaca note facebook dari Hardian Agustin ini, serasa dibawa kembali kemasa lalu, masa bermain, dan bercita-cita tinggi. Ada Via, yang bercita-cita menjadi pramugari, lain lagi dengan Ihwan yang ingin menerbangkan pesawat dengan cita-citanya sebagai pilot, dan Ryan yang ingin populer sebagai pemain sepakbola. Mereka bertiga merupakan pembaca setia di Taman Baca Sebangau For Kids. Dengan adanya Taman Baca, semoga cita-cita tulus mereka dapat terealisasi. Amin.

Kisah lengkapnya dapat dilihat di : Taman Baca Sebangau For Kids.


Demikian, sharing saya mengenai Harbuknas. Semoga semangat berbagi bukan hanya hak prerogratif orang berpunya, namun menjadi hak setiap manusia yang memiliki hati dan mau berbagi dalam bentuk apapun, termasuk berbagi dengan tulisan ini.


Baca Juga :
Indahnya Symphony of Light Hongkong
Berkeliling Museum Benteng Vredebrug Yogyakarta
Rasa Indonesia di Cuaseway Bay Hongkong 
Sisi Sunyi Taman Sunyaragi Cirebon
Surga Lampion di Jawa Tengah  

  • Share

Bermain di Kumpul Bocah

Sumber : http://kumpulbocah.indocharity.org


Hari Kamis lalu, merupakan hari yang spesial. Bukan karena saya mendapatkan hadiah ataupun menang kuis, namun karena pada hari itu saya mendapatkan kesempatan berharga menemani adik-adik dalam acara Kumpul Bocah. It is very special for me.
Kumpul Bocah = Indo Charity

Kumpul Bocah atau disingkat sebagai Kumbo, merupakan sebuah acara charity yang diselengarakan oleh Indo Charity . Tema yang diangkat adalah Bakti Sosial Melalu Lomba Tari dan Permainan Tradisional. Permainan tradisional yang dilomba diantaranya adu layangan dan lompat karet, sedangkan permainan tradisional lainnya juga turut di tampilkan di booth permainan seperti congklak, gasing, egrang, bakiak, bekel dan kelereng. Indo Charity seakan mengingatkan kita bahwa budaya permainan tradisional telah digeser oleh permainan digital. Untuk sekeder keluar dari rutinitas dan tetap melestarikan permainan tradisional tersebutlah maka Kumbo ini diselenggarakan.

Dok Pribadi
Dalam kegiatan ini, terdapat dua tempat penyelenggaraaan, yaitu di Monas dan Galeri Indonesia Kaya Grand Indonesia (GIK GI). Sebagai informasi, Lomba adu layangan dan lompat karet diadakan di Monas, begitu pulan booth permainan tradisional juga terdapat di Monas, sedangkan untuk lomba tari tradisional mengambil tempat di GIK GI.

Peserta Kumpul Bocah

Dok Pribadi
Peserta Kumpul Bocah kali ini merupakan Rumah Belajar, Bimbingan Belajar, dan Sekolah Bersama di daerah Jakarta, Bogor, Bekasi, dan yang terjauh Banten.

Melihat peserta yang sangat antusias dengan kumpul bocah kali ini, membuat panitia semangat untuk memberikan pelayanan terhadap setiap peserta.

Lomba Adu Layangan dan Lompat Karet 
Foto Oleh  Novita Anggraini , Seorang Reporter Sedang Mencoba Permainan Lompat Karet
Kegiatan bermain di lapangan terbuka merupakan sebuah kesenangan. Saat usia sekolah dasar, saya sering melakukan permainan  tradisional yang mungkin saja di saat sekarang telah bergeser dan mulai sedikit yang memainkannya. Ketika itu saya sangat senang bermain gobak sodor, lempar batu, kasti, berenang di sungai, kwartet, main monopoli, main ludo, dan masih banyak permainan yang dimainkan bersama teman-teman di luar rumah.

Menarik, itulah pendapat saya pribadi terhadap acara kumpul bocah edisi 2015 ini. Selain mengajarkan anak-anak untuk kreatif dan memiliki jiwa kompetisi, namun anak-anak juga merasakan kebersamaan serta relaksasi dari segala rutinitas yang selama ini mereka lakukan.

Saya bertugas sebagai pendamping adik-adik dalam adu layangan. Saya mendampingi dua anak yang berasal dari rumah belajar di sekitar Jakarta. Tugas saya hanya mendampingi dan memperhatikan permainan adu layaangan yang dilakukan oleh anak-anak. Mudah bukan? Namun, bukan mudah atau tidaknya tugas ini, melainkan makna berbagi dan bermain bersama anak-anak inilah yang membuat saya senang. Aih, magis benar kata-katanya.

Foto : Novita A. Malaikat Tanpa Sayap :D

Oh iya, untuk tim voulenteer Adu Layangan sering di sebut sebagai "Alay" , bukan dalam makna sebenarnya ya, namun merupakan singkatan semata. Selain Alay, ada juga Akar, loh kok ada tumbuh-tumbuhan, bukan ini merupakan singkatan dari tim Adu Lompat Karet.

Adu layangan di mulai sekitar pukul 11.30 dan berakhir sekitar pukul 12.15, jam makan siang. Alhamdulillah, anak yang saya dampingi mendapatkan juara dua. Kriteria yang digunakan dalam menentukan juara sangat mudah, dengan metode last man standing, dan bisa mengalahkan lawan-lawannya. Beruntung sekali, anak yang saya dampingi jatuh sekitar beberapa detik sebelum juara satu berhasil menerbangkannya tanpa jatuh sekalipun. Selamat ya udah juara dua.

Foto : Novita A. Kakak-Kakak Alay Yang Belum Puas Bermain Layangan
Setelah lomba, pun masih terdapat beberapa anak yang masih menerbangkan layangan. Tidak ada salahnya kan untuk bermain-main di Mona yang luas itu. Beberapa menit kemudian, kakak-kakak dari Alay pun turut serta menerbangakan layangan. Dan, ternyata sensasi bermain layangan itu memang luar biasa menyenangkan. Ah ingin berlama-lama rasanya bermain layangan. Rasanya Ingin main layangan lagi-lagi dan lagi. Next, kapan-kapan kita bermain lagi ya Kakak-kakak.

Tari Tradisional

Untuk melestarikan budaya dan permainan tradisional, maka langkah terkecil yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan ruang kreasi. Ruang ini telah diselenggarakan oleh Indo Charity dalam Kumpul Bocah kali ini. Dan, salah satu yang mendapatkan ruang adalah tari tradisional.

Rupanya antusias anak-anak rumah belajar dari berbagai daerah ini sangat luar biasa, terbukti dengan gerakan-gerakan tari tradisional, mereka mampu menunjukan kelihaiannya dalam menari. Tak hanya perempuan saja, namun laki-laki pun turut ambil bagian dalam kegiatan postifi ini.

Luar biasa sekali, itulah gambaran kata-kata yang dapat mengambarkan sebuah kegiatan yang mendukung kreativitas dan juga mendukung kelestarian budaya tradisional yang makin tergerus oleh budaya digital. Semoga Kumpul Bocah 2016, dan acara sejenis lainnya dapat terlaksana mendatang. Amin.

Galeri Foto



Baca Juga :
Great Budha di Kamakura Jepang
Berkeliling Museum Benteng Vredebrug Yogyakarta
Indahnya Symphony of Light Hongkong
Rasa Indonesia di Causeway Bay Hongkong
Cara Mengajukan Visa Korea Selatan
  • Share

Mengasah Kreativitas Dengan Mading (SMP Terbuka)

Sumber Foto : Pak Adi dan Mas Bisot

Kreativitas bukanlah menemukan sesuatu yang baru, tetapi membuat sesuatu yang sudah ada menjadi baru – James Russell Lowell
Beberapa hari lalu, saya didaulat Blogger Family (Blogfam) untuk berbagi mengenai cara membuat majalah dinding di SMP Terbuka di daerah Bekasi, tepatnya di Desa Samudra Jaya. Ester (SMP Terbuka) merupakan salah satu dari beberapa sekolah yang masuk dalam jaringan Sekolah Raya. Rasa senang dan bangga dapat menularkan virus kreativitas hinggap di dada.

Sebelum membahas majalah dinding secara keseluruhan, saya bisa berbagi cerita asal mula perkenalan saya dengan dunia mading (majalah dinding). Tepatnya di Madrasah Tsanawinyah (MTSN) Pemalang, sebuah sekolah dengan konsep Agamis, dibawah naungan Departemen Agama, yang merupakan tempat pertama saya mengenal apa itu Mading.


Awalnya saya melintas di depan perpustakaan sekolah, tepat di depan perpustkaan terdapat beberapa papan pengumuman dari sekolah. Mata saya tidak langsung tertuju pada pengumuman sekolah, namun saya melihat tulisan yang tak biasa, berwarna-warni, sangat menarik dan kreatif. Ternyata, karya tersebut bernama "Mading". Kemudian saya mulai tertarik untuk membuat sebuah puisi dan menampilkannya di mading MTSN Pemalang.

Pertemuan pertama begitu mengoda. Mungkin situasi inilah yang membuat saya semakin terpacu untuk terus berkarya. Dari momen inilah, saya mulai menulis puisi secara rutin di buku diary. Sampai-sampai saya memiliki beberapa buku yang penuh dengan puisi. Dan, saat kuliah pun, saya aktif diberbagai bidang terutama jurnalistik dan sastra, padahal saya kuliah di jurusan akuntansi. Namun, antusiasme itu makin menjadi, apalagi setelah saya membuat blog pribadi yang berisi puisi dan catatan harian.

Begitulah kira-kira yang melatarbelakangi kecintaan saya terhadap dunia kreativitas sampai saat ini.

Pelatihan Mading di SMP Terbuka
Sumber Foto : Pak Adi dan Mas Bisot
Matahari memancarakan sinarnya secara penuh sehingga membuat suhu naik seketika siang itu. Sebuah sepeda motor milik Mas Bisot berhenti sempurna di halaman sebuah SMP di Samudra Jaya, Bekasi. Saat Saya turun dari motor beberapa murid yang berseragam pramuka menyambut saya dengan cium tangan. Mereka sangat antusias menyambut saya, karena mereka tahu, bahwa saya akan sharing mengenai mading. Kemudian langkah kaki saya pacu dengan cepat karena Pak Adi, Kepala Sekolah SMP Terbuka, telah berada di sebuah ruangan terbuka dengan beberapa murid lain.

Senyum simpul dan tulus menyambut saya di ruangan tanpa pintu dan jendela serta tak berlantai keramik. Masih dalam tahap pembangunan, dan menantikan beberapa donasi dari pihak yang dermawan. Kemudian saya duduk, dan memulai materi yang kali ini saya bawakan dengan ringan.

Kreativitas dan Mading
Metode pembelajaran Mading yang saya gunakan hanya metode berbagi dan langsung praktek. Bagi saya, teori apapun yang saya sampaikan akan sia-sia saja tanpa langsung mengaplikasikannya, apalagi Mading merupakan karya kreativitas yang memiliki sisi bentuk dan rasa yang harus langsung diaplikasikan.

1. Perkenalan

Metode ini saya gunakan untuk mengenali murid SMP Terbuka.

2. Hobi 

Dengan mengetahui hobi masing-masing, saya bisa mengarahkan langsung, apa saja yang dapat di gali lebih dalam, dan dapat dikembangan sehingga dapat disajikan dalam Mading. Kemudian, secara spontan, murid Ester tersebut saya berikan waktu untuk menuangkan hobi dan minat mereka terhadap sesuatu kedalam sebuah kertas kosong. Hobi dan minat tersebut sangat beragam, misalnya puisi, pantun, musik, gambar, karikatur, olahraga, beladiri dan lainnya.

Sumber Foto : Pak Adi dan Mas Bisot

3. Kelompok

Setelah menyelesaikan sebuah tugas secara individu, saya mulai mengelompokan dalam beberapa grup dengan masing-masing grup terdiri dari 5-6 murid.

4. Membuat Mading

Dengan kelompok tersebut, kemudian mulailah membuat sebuah mading dengan bahan-bahan karton dengaan ukuran sedang, kertas warna, gunting, lem dan majalah/koran bekas. Untuk metode yang saya gunakan kali ini adalah memadukan kreativitas individu yang dipadukan dengan karya bersama, serta didukung oleh penambahan dari majalah/koran bekas. Perpaduan karya tersebut yang memacu beberapa kelompok untuk menjadi yang terbaik.

Mading Terbaik SMP Terbuka
Berikut beberapa karya dari murid SMP Terbuka :




Sebuah kepuasan batin telah berbagi kebahagian kecil bersama murid SMP Terbuka Samudra Jaya, rasanya saya ingin terus mendampingi mereka dalam berkreativitas dan mengembangkan segala kemampuan dan hobi sehingga dapat membuat karya yang lebih baik lagi. Amin.


Untuk selanjutnya, saya akan mengunjungi Sekolah Dasar Alam Anak Soleh (SDAAS) dan Pondok Yatim Darussalam yang juga termasuk dalam jaringan Sekolah Raya.

Baca Juga :
Great Budha di Kamakura Jepang
Berkeliling Museum Benteng Vredebrug Yogyakarta
Indahnya Symphony of Light Hongkong
Rasa Indonesia di Causeway Bay Hongkong
Cara Mengajukan Visa Korea Selatan
  • Share

Kerja Itu Main Versi Saya


Kerja itu main versi saya itu bisa jalan-jalan sekaligus mengerjakan kerjaan dengan tenang dan senang, apalagi bisa dibayar dengan 20 juta per bulan *aseek kipas-kipas duit*

Mengenai Kerjaan


Alhamdulillah kerjaan selama ini berhubungan dengan ranah audit yang berkutat pada angka dan angka. Tak hanya berhubungan dengan angka saja, namun juga berhubungan dengan klien saya, baik komunikasi secara langsung, via telepon dan via email. Dari pekerjaan ini saya mendapatkan beberapa skill komunikasi yang tidak saya dapatkan di bangku kuliah maupun pendidikan formal. Selain skill komunikasi, secara manajemen juga terasah secara alami, menejemen tersebut sangat erat dengan waktu (perusahaan jasa sangat bergantung dengan waktu) dan manajemen organisasi baik ke bawahan maupun ke atasan.


Main dan Hobi 




Saya ini pecinta jalan-jalan kemana saja, apalagi yang berhubungan dengan pantai, alam,  tempat bersejarah, dan apapun, yang penting jalan-jalan ini bisa mengurai kejenuhan karena aktivitas rutin yang selama ini dilakukan. Tak hanya jalan-jalan dalam rangka "backpacker' , namun juga saya beberapa kali melakukan kegiatan sosial seperti yang saya lakukan di Banjarnegara dan Cirebon beberapa waktu lalu.

Selama jalan-jalan, saya lebih berfokus pada makna yang di dapat ketika mengunjungi sebuah negara baru atau daerah baru yang selama ini belum pernah saya singgahi. Sebetulnya makna yang didapat itu sangat personal, dalam artian seperti memberikan penghargaan ke diri sendiri atas kerja keras, kemudian menikmati keindahan yang Tuhan berikan melalui tempat-tempat yang kita kunjungi, dan juga mempelajari budaya baik dari negara luar maupun daerah lain di Indonesia. Contoh simple adalah ketika ke Singapura pertama kali, di sana oraang sangat menghargai kebersihan, sehingga kotanya sangat nyaman, dan wisatawan pun sangat nyaman, hal ini pasti sangat layak ditiru oleh Jakarta dan kota lain di Indonesia. Hal kecil seperti inilah yang saya dapati ketika bepergian ke luar daerah saya.


Selain jalan-jalan, saya juga memiliki hobi lain seperti fotografi, videografi, berenang, membaca buku, mendengarkan musik, main dan menonton badminton. Selain kegiatan tadi saya juga tergabung dalam komunitas Blogger Family (Blogfam) dan dipercaya sebagai ketua, serta aktif sebagai relawan di Sekolah Raya Bekasi.

Kerja = Main


Kerja itu main versi saya adalah ketika semua kegiatan atau hobi yang dilakukan dapat menghasilkan uang sekaligus. Menurut banyak orang sih, apabila kita melakukan hobi dengan serius dan sekaligus menghasilkan uang, maka saat itulah sebuah kepuasan batin tercapai. Kepuasan batin tidak bisa dinominalkan dengan uang berapa pun, tapi kalau 20 juta sebulan sih mau aja hehehe.

Dengan melihat skill, hobi, kerjaan dan aspek lainnya, Kerja = Main itu saya banget. Apalagi kalau dalam 5 bulan kedepan dipercaya sebagai Acer Explorer, saya akan melakukannya dengan sebuah keikhlasan dan tentu saja kepuasan batin ini tercukupi. Amiiin.


Mengunjungi Toko Acer terdekat 


 
Nah, salah satu cara untuk menjadi bagian dari Kerja itu Main, maka sebelumnya harus mendaftar ke web site resmi Kerja Itu Main. Setelah mengisi biodata, kemudian anda harus mengunjungi toko Acer terdekat di kota anda. 

Hari ini saya telah melaksanakan misi untuk bermain-main di Toko Acer. Salah satu toko yang saya pilih adalah di toko Acer Ambassador. Setelah memasuki toko, anda akan dipandu oleh beberapa petuga mengenai cara mendapatkan kode unik yang akan dimasukan kedalam web site kerja itu main.

Setelah bermain-main dengan ACER One 10, maka saya akhirnya mendapatkan kode uniknya hanya dengan sekali bermain saja. Wah lagi beruntung banget ya. Sebelum meninggalkan tempat, saya sempat bertanya, sebetulnya apa sih tugas di kerja itu main, dan petugas menjelaskan bahwa tugasnya sangat simpel seperti kerja itu main, bisa dilakukan dimana pun dan kapan saja. 

Untuk info selengkapnya silahkan cek website resmi kerja itu main. 
Jangan lupa dukung dan doain saya ya biar jadi Acer Explorer. Silahkan kunjungi Kerja itu Main Versi Salman

Youtube AcerID


  • Share