Nikmatnya Makan Chicken Strip Pedas So Good

  • 12/05/2018 02:27:00 PM
  • By Salman Faris
  • 2 Comments
salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

Cuaca mendung dan gelap itu kemudian menjadi hujan. Kalau hujan biasanya males gerak atau jadi galau ngga ketulungan. Biasanya yang bikin mood gue menjadi lebih baik itu makanan yang lezat dan menggugah selera. 

"Man, nonton yuk."

"Man, olahraga yuk."

"Man, berenang yuk."

Beberapa ajakan dari teman ini biasanya langsung saya tolak. Tahu sendiri kan gimana ribetnya olahraga atau keluar kosan kalau hujan dan becek begini, apalagi kalau ngga ada ojek, jadi bikin males melanda. 

"Man, makan yuk."

Kalau misalnya ada tawaran untuk makan atau kulineran, maka reaksi gue akan berbalik 360 derajat. Hahaha, biasalah akibat hujan yang melanda dan membuat galau dan teringat akan kenangan dengan mantan, jiaaahhh, jangan baper donk please. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

Oke, daripada ribet di jalan dan hujan nambah macet malah bikin semuanya runyam. Saya punya solusinya, yes ada Chicken Strip Pedas dari So Good. Kalau mager atau ngga mau keluar gimana dong cara membelinya? Tenang aja, karena bisa pesan online melalui online shop termasuk dari official So Good storenya loh. 

Saya termasuk yang ngga mau rempong kalau masak apapun, dan ternyata So Good ini pun sangat praktis tanpa repot. Banyangin aja deh, kita tinggal buka dan panaskan minyak, habis itu bisa langsung goreng. Dalam waktu kurang lebih 10-15 menit jadi deh Chicken Stripnya. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

Kalau misalnya ngga bisa masak pun, So Good ini sangat mudah. Pokoknya kalau misalnya warna ayamnya sudah mulai kecoklatan, balik saja, kemudian jangan sampai gosong. Bioasanya yang bikin gosong karena apinya sangat besar, jadi padaa saat mengorengnya usahakan dimasak dengan api kecil sampai sedang. Dijamin deh ayam pedas ini akan utuh dan tetap cantik tanpa ada drama gosong, hehehe.

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

Biasanya saya suka banget Ayam Pedas ini disajikan dengan nasi hangat langsung dari rice cooker, tapi kali ini saya mencoba sesuatu yang sangat berbeda. Saya memadukannya dengan dengan mie goreng. 

Nah, biar gampang dan praktis juga, saya bikin mie goreng instan yang banyak juga di jual di supermarket atau online. Jadi tinggal masak mie, angkat dan tiriskan mie serta campur dengan seluruh bumbunya. 

Dan, jadi deh mie goreng ala-ala dengan Chicken Strip Pedas dari So Good. Wow, ngga bisa ngebayangin gimana rasanya nanti. Sudah sangat penasaran sekali hehehe. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

Deg-deg-deg, saya sangat penasaran dengan rasanya apakah sesuai dengan ekspektasi? Mendung masih nampak di luar sana, nampaknya hujan akan segera terjadi. Yang bikin saya penasaran adalah bagaimana dengan rasanya So Good ini. 

Oke, mari kita makan dan cobaa seperti apa rasanya. Dan, suapan pertama memang bikin melek karena pedasnya sudah kerasa. Gigitan kedua dan ketiga pun membuat lidah saya bergoyang-goyang menikmati sensasi #BahasaPedasSoGood. Bener-bener bikin nagih banget. 

salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger - Bahasa Pedas So Good Chicken Strip

Ngga kerasa keringat pun  mengucur membasahi muka dan badan. Biasanya saya tahan dengan pedas, tapi memang karena lagi gerah dan ditambah dengan senasi pedas ayam ini bikin semakin menjadi.

Chicken Strip Pedas So Good ini memang enak banget dan bikin ketagihan, oh iya ayam pedas ini sudah tersedia di seluruh supermarket di seluruh Indonesia ya. Jangan lupa bahagia dengan So Good, karena ayam pedasnya ini memang bikin bahagia dan ketagihan pastinya. 
  • Share

Praktisnya Pesan Makanan Pakai QR Code Di Restoran Digital Dengan Meeberian

  • 8/03/2018 03:18:00 PM
  • By Salman Faris
  • 8 Comments

Saat restoran ramai dengan pengunjung lain,  pastinya ada rasa enggan untuk masuk karena pastinya akan memakan waktu yang lama mulai dari pesan sampai makanan itu siap disantap oleh kita. Makanya banyak yang beralih ke restoran cepat saji, namun karena keterbatasan pegawai, restoran cepat saji pun mengalami kendala yang sama. Sama-sama tidak bisa menyajikan makanan yang dipesan dengan cepat tanpa adanya keterlambatan sedikitpun.

Bukan hanya pelangga seperti kita yang menglamai kerugian dari segi pelayanan direstoran,  namun pihak owner atau pemilik restoran pun mengalami hal yang sama. Pemilik restoran akan mengalami banyak permasalahan mulai dari lambatnya penerimaan pesanan karena keterbatasan pegawai,  kasir yang kewalahan dengan banyaknya transaksi, kerugian akibat terbatasnya pesanan,  sulitnya mencatat pesanan secara akurat dan masih banyak lainnya.


Mungkin hal pesanan makanan sangat sepele bagi sebagian orang,  namun jika pemilik restoran memiliki banyak cabang dengan jumlah pesanan yang tidak sedikit,  maka hal ini akan menjadi permasalah yang besar dan merugikan.

Saya juga pernah memgalami hal yang lumayan tidak menyenangkan ketika tiba disebuah restoran yang sangat ramai. Kami ingin memesan makanan,  namun karena pelayanan restoran sangat kewalahan mereka terkesan mengabaikan kami sehingga butuh waktu menunggu yang lama. Setelah ditunggu beberapa waktu,  kami tidak juga mendapatkan menu. Setelah memesan pun,  baru dalam hitungan jam kami mendapatkan pesanan kami. Rasanya sangat menjengkelkan karena kami sudah menahan lapar yang cukup lama.



Pengalaman buruk ini sangatlah tidak menyenangkan bagi saya dan pemilik restoran. Nama restoran tersebut akan menurun dan terlihat sangat tidak professional. Bagi pelanggan,  pasti tidak akan merekomendasikan restoran ini kepada keluarga,  teman dan orang lain.

Lalu, bagaimana solusi yang bisa digunakan untuk memecahkan permasalahan ini, sedangkan untuk menambah pegawai pun akan menambah biaya lagi sedangkan restoran tidak dalan kondisi yang kurang baik.

Beberapa hari lalu, saya mendapatkan sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak,  hanya dengan aplikasi gratis saja saya bisa memesan menu-menu di sebuah restoran dengan men-scan QR Code dan kemudian memesan dari apliaksi tersebut. Hal ini sangatlah praktis karena saya tidak perlu memanggil pelayan dan langsung membayar pada aplikasi.

Meeberian dan Meeberlite untuk Customer dan Pemilik Bisnis Kuliner


Bagi pelanggan aplikasi yang digunakan adalah Meeberian, sedangkan pelaku bisnis kuliner menggunakan Meeberlite. Kedua aplikasi ini bisa didownload secara langsung pada google playstore. Bagi pengguna apple, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan dapat mengunduh aplikasi ini.

Meeberian menjadi pilihan menarik bagi yang tidak mau menunggu apalagi mengantri di restoran. Disamping itu bisa langsung membayar transaksi dengan pilihan kartu debit,  kartu kredit dan lainnya. Saat ini masih dilakukan penambahan dengan metode pembayaran yang tersedia.

Setelah di download, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu mengisi akun dengan meregistrasikan email dan biodata seperti alamat dan lainnya. Kemudian,  setelah berhasil melakukan registrasi, maka akan menerima email verifikasi. Dan akun siap digunakan untuk bertransaksi.

Pada saat ingin melakukan transaki, pilihlah restoran yang diinginkan dengan scan QR Code restoran tersebut,  aplikasi ini masih terbatas pas dine in untuk kedepannya mungkin bisa melakukan delivery. Kemudian,  pilih menu yang diinginkan. Misalnya ingin memesan di Laku Kopi dengan pesanan Kopi Susu Panas. Isi kuantitasnya dan setelah selesai akan muncul total pembayaran yang harus dilakukan.

Setelah selesai melakukan pembayaran,  maka pesanan telah selesai dilakukan. Nah,  sangat mudah sekali bukan semudah memencet tombol renote televisi di rumahmu.


Bagi pemiliki restoran,  aplikasi ini akan memudahkan pegawai anda dan menghemat biaya lainnya karena aplikasi ini gratis dan tidak memerlukan gadget atau perangkat yang membutuhkan biaya besar. Disamping itu,  semua pegawai bisa menggunakan aplikasi ini dengan sangat mudah tanpa perlu belajar sangat lama.

Disamping itu,  banyak fitur- fitur yang bisa ditampilkan untuk membantu berkembangnya restoran diantaranya adalah demografi,  statistik menu,  kritik saran dan lain-lain. Menu yang paling banyak dipesan dan menjadi favorite akan dengan mudah diketahui melalui aplikasi ini. Sehingga development menu akan menjadi sangat mudah dan cepat karena telah terdata secara otomatis di aplikasi ini.


Saatnya memilih menggunakan aplikasi ini,  karena sangat memudahkan baik bagi pelanggan maupun pemilik restoran. Aplikasi ini bisa digunakan untuk bisnis skala kecil maupun besar.

So,  tunggu apalagi kini saatnya membuat bisnis kulinermu menjadi berkembang dan praktis dengan menggunakan meeberlite.
  • Share

Papa Ron's : Pizza Rasa Terong Sambal Ijo Terenak Di Indonesia

  • 6/19/2017 02:55:00 AM
  • By Salman Faris
  • 3 Comments

Pizza is about toppings, recipe, company, cheese, pepperoni, places and everything. And more than anything else, pizza is about pizza and the taste its self. 
Waktu hampir menunjukan pukul 4 sore, ketika saya sampai di Pondok Pinang Center. Saya langsung tertuju pada papan restoran bertuliskan Papa Ron's. Setahu saya, selain Pizza Hut dan Domino Pizza, saya belum pernah mendengar merk Pizza lain, namun sore itu perbendaharaan tentang Pizza pun bertambah. Hitung-hitung saya tahu sisi lain Papa Ron's Pizza secara lebih detail. 

Mba Lidya tengah duduk di meja pojok. Ternyata saya datang lebih awal dari yang dijadwalkan. Kami bersalaman kemudian mengobrol. Oh iya, untuk sampai ke Pondok Pinang saya harus berjuang mengunakan dua moda transportasi, yaitu ojek online dan kereta. Ternyata jalur yang saya tempuh tak membantu saya mengurangi waktu tempuh, sedangkan Mba Lidya cepat sampai karena hanya mengunakan ojek online. Ya, harusnya saya pun demikian, hanya mengunakan ojek online. Oke noted.



Saat masuk, suasananya sangat lain dengan restoran cepat saji lainnya, Papa Ron's lebih seperti kafe yang nyaman. Ornamen huruf, lampu-lampu besar, meja dan kursi sangat menyatu. Konsep minimalis namun tetap instagramable, cocok  buat yang ingin makan bersama teman-teman dan keluarga. 

beralih ke Papa Ron's, sebetulnya merk Pizza ini dimiliki oleh Rons, sosok yang pernah membawa Pizza Hut masuk ke Indonesia. Kini, beliau memiliki merknya sendiri dan mengembangkan Pizza dengan cara yang berbeda, bukan mengenai besarnya pasaran melainkan kepuasan pelanggan dimulai dari keunikan rasa dan pelanggan pun dapat menciptakan rasanya sendiri, "Create your own toppings".

Bapak Noragraito, General Manager
Saya tidak benar-benar menyukai Pizza dalam arti yang sebenarnya. Yes, I am not pizza lover, namun melihat menu yang disajikan, saya berubah pikiran. Mata saya tertuju pada "Chicken Terong Sambal Ijo". Cukup unik bagi sebuah pizza yang terkenal dengan taste yang sangat barat atau western, namun apa yang tidak bisa bagi Papa Ron's, bahkan sebelumnya rasa sate ayam dan pizza petai pun pernah disajikan untuk memenuhi rasa penasaran pelanggan. 

Papa Ron's mulai di waralabakan pada tahun 2002 dan saat ini terdapat 25 outlet di seluruh Indonesia. Cukup banyak, walau tak sebanyak 2 merk Pizza lain yang telah masuk di pasar Indonesia. Komitmen perusahaan makanan yang penuh dengan keju ini sangat nampak dari pemilihan bahan baku untuk membuat pizza. Bahkan supplier terbaik sengaja dirangkul untuk membuat kualitas pizza yang tak biasa. Salah satunya Fontera. Fontera inilah yang memasok keju. Sudah kebayang dong bagaimana lezatnya keju dari Fontera yang berada di dalam Pizza? 


Mulai Dari Terong Sambal Ijo Sampai Godzilla

Chikcen Terong Sambal Ijo 
Pernah mendengar Pizza rasa Terong Sambal Ijo? Atau Pizza rasa Petai (Pete)? Rasanya jarang sekali ditelinga kita, saya pun baru pertama kali melihatnya. Biasanya pizza identik dengan rasa dan topping yang sangat western, namun di Papa Ron's, taste lokal atau Indonesia pun mendapat tempat. Dan, tanggapan dari pelanggan pun sangat menyukai rasa ini. Selain Chicken Terong Sambal Ijo, rasa lain yang disajikan adalah Original, Asian Spicy Tuna, Godzilla (Pizza terbesar dengan diameter 50 cm), BBQ Meat Fiesta dan Cream Cheese. Yuk kita tilik satu per satu seperti apa pizzanya.

Original


Sama dengan pizza original lainnya, Papa Ron's memadukan Beef Pepperoni, Smoked Beef, Mushroom, Red & Green Bill Pepper, Black Olive dan Tomato Sauce. Saat digigit smoked beefnya terasa sekali, kemudian kejunya pun lumer dimulut. Bagi yang tidak menyukai bell pepper atau paprika, sebetulnya bisa memesan topping tanpa paprika ini. Sementara, rasa jamur pun tidak usah diragukan lagi, memang lezat. Dan bagian terakhir adalah black olive yang rasanya belum pernah saya makan sebelumnya, namun setelah dikunyah, rasanya seperti kismis. Overall, rasanya cukup enak. 

Asian Spicy Tuna



Saya kurang begitu suka dengan ikan. Begitu mendengar nama Tuna, saya masih berpikir panjang untuk menyantap Asian Spicy Tuna. Sebetulnya diantara Tuna, terdapat campuran mushroom, garlic, tomato dan bahan-bahan lainnya, namun kemudian saya memberanikan diri untuk menyuapkan satu sendok. Dan, ternyata tak seseram yang dibayangkan, rasanya sama seperti pizza lain, hanya aroma khas ikan tuna yang tercium memang sangat khas. Mungkin kalau ada campuran ikan Salmon, saya akan langsung melahapnya.

Chicken Terong Sambal Ijo


Mulanya saya tak percaya dengan rasa terong sambal ijo, namun begitu pizza ini tersaji dalam nampan saji, saya pun percaya. Saya mulai membandingkan dengan 2 merk pizza lain, dan saya belum menemukan pizza seperti ini. Mungkin inilah pizza pertama di Indonesia dengan rasa Terong Sambal Ijo. 

Chicken Terong Sambal Ijo, pizza ini belum masuk ke dalam menu reguler. Namun, apabila mau memesannya, silahkan langsung bertanya dengan pelayan. Untuk menu ini bisa didapatkan di cabang Pondok Pinang tepatnya di Pondok Pinang Cinter lantai dasar. 

Bagi penyuka sambal dan pedas, menu ini sangat tepat. Apalagi racikan terong, ayam dan sambal ijo serta keju yang menyatu dalam satu menu, wow. Gigitan pertama, mata saya berbinar-binar. Mungkin ini salah satu pizza terbaik yang pernah saya makan. Duh, saya tak bisa mengambarkan kekaguman saya pada pizza ini. Silahkan merasakan langsung dan bertahu saya kalau merasakan sensasi yang sama. Inilah salah satu pizza favorite saya di Papa Ron's.Bisa disimpulkan bahwa inilah pizza Chicken Terong Sambal Ijo terenak di Indonesia.

BBQ Meat Fiesta 


Sama dengan pizza Original, BBQ Meat Fiesta ini terdapat beberapa Beef seperti Smoked Beef, Loaded Beef dan Ground Beef. Ketiga beef ini menyatu dalam satu gigitan. Ditambah dengan saus BBQ dan Chicken Tasty. Yes, kalau suka yang banyak daging bahkan ayam, pastinya pizza ini bisa menjadi pilihan.

Godzilla Pizza


Godzilla, sesuai dengan namanya, pizza ini bukanlah sembarang pizza, inilah pizza terbesar di Indonesia. Mozzarella Cheese ditambah dengan tomato sauce pasti akan membuat selera makan menjadi bertambah. Oh iya, tidak seperti pizza-pizza lainnya, Godzilla memiliki ketebalan yang tidak terlalu tebal sehingga sangat crispy atau garing jika dimakan. Wah, tidak habis kekaguman saya dengan Papa Ron's Pizza.

Cream Cheese Pizza


Selain pizza yang seperti biasa, Papa Ron's juga mengeluarkan satu menu baru, Cream Cheese Pizza. Cheese, Cream dan Cherry disatukan dalam satu nampan saji. Sweet, inilah kesan pertama yang hadir ketika disajikan. Dan benar saja, setelah dicoba, pizza ini sangat manis dan gurih, perpaduan antara keju dan cream serta ceri. Oh iya, pizza ini sudah bisa dinikmati mulai minggu ini. So, bagi yang mau berburu yang manis-manis seperti saya, silahkan mampir ke Papa Ron's Pizza terdekat di kota kamu ya. 

Papa Ron's Pizza 
Pondok Pinang Centre, Lantai Dasar
Jalan Ciputat Raya No. 46
Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 

  • Share

Steak Maranggi Purwakarta Go International

Pendopo Kabupaten Purwakarta Jawa Barat
Kamu boleh tertawa terbahak-bahak sekarang, karena satu hal  dan ketidaktahuan saya selama ini karena menganggap bahwa sate maranggi ini berasal dari NTT sana, barulah setelah saya diajak berkeliling Purwakarta selama seharian saya paham bahwa Sate Maranggi ini khas dari satu kabupaten di Jawa Barat ini. Beruntung saya bisa menyaksikan Steak Maranggi Festival 2015 yang berlangsung sabtu lalu, tanggal 5 Desember 2015 tepatnya.

Oh iya, saya sebetulnya tahu betul dimana Purwakarta itu berada dan sering melewatinya pada saat saya mudik ke kampung halaman di Pemalang, namun saya tak sekali pun menginjakan kaki ke tengah kotanya. Bagaimana pun tak lengkap rasanya kalau belum sholat di Masjid Agung, main-main di alun-alunnya atau pun mampir langsung ke Kontor Bupati yang Indah serta menikmati taman-taman yang tertata rapi.


Sebut saja Taman Maya Datar, salah satu taman yang terdapat di kawan pendopo kabupaten. Setelah hujan mulai reda beberapa saat, saya sempat mengabadikan diri di depan taman, tampak seekor harimau putih dengan gigi taringnya dan cakarnya yang siap menerkam siapa saja, namun jangan khawatir karena patung belaka saja. Di belakang saya berdiri terdapat dua air mancur serta taman bunga sehingga sangat asri. Dahulunya, pada masa Kerajaan Pakuan Pajajaran, taman ini merupakan sebutan bagi alun-alun kerajaan. 



Persis tak jauh dari Taman Maya Datar, terdapat Taman Pancawarna. Dari namanya sudah jelas teridentifikasi bahwa taman ini memiliki koleksi bunga yang sangat beragam dan penuh warna, tak hanya satu atau dua atau tiga tapi lebih dari 10 jenis taman atau bunga yang menghias taman yang berada tepat di hadapan pendopo kabupaten Purwakarta. Untuk masuk ke area pendopo, terdapat dua jalan yang masig-masing memiliki tangga kayu dan dikelilingi oleh kolam ikan dan tumbuhan teratai yang harmonis dengan lingkungan sekitar.

Foto Bersama Kang Dedi


Makan siang, saya beserta teman-teman dihidangkan beragam makanan khas Purwakarta, salah satunya sate maranggi. Saat gigitan pertama, rasanya begitu mengoda sekali, dan selanjutnya terseraah anda hehehe, memang kelezatan sate ini tiada duanya, apalagi daging dombanya berasala dari garut dan saat ini Purwakarta tengah mengembangkan domba pesilangan dengan Garut. Selain sate, terdapat pepes tahu, sop buntut dan beragam makanan khas lainnya.

Berbarengan dengan makan siang kami mendapatkan kerhomatan untuk langsung ngobrol bersama bupati Purwakarta Kang Dedi. Kang Dedi memiliki cita-cita agaar Purwakarta ini mandiri secara ekonomi dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki serta kekhasan yang tak dimiliki oleh daerah lainnya, misalnya sate maranggi ini yang mendapatkan sentuhan modern atau dikolaborasian dengan teknik memasak modern namun bahan-bahan untuk membuatnya berasal dari produk lokal. Luar biasa pemikiran Kang Dedi ini.


Setelah bercengkerama, saya dan teman-teman blogger berkesmpatan untuk foto bersama dan berfoto secara langsung, namun sayang, foto yang dihasilkan oleh kamera gelap, jadi saya tak dapat menampilkannya, sebagai gantinya saya tampilkan foto saat berada di aula kantor bupati dengan latar belakang Ratu Pantai Selatan bersama dengan harimau putih yang indah.

Steak Maranggi Fest 2015 : "Purwakarta Go International"


Dengan latar lampu-lampu temaran namun mampu menghias jalana menjadi sangat teduh dan sedikit dingin karena cuaca makin tidak bersahabat, saya melangkah menuju tempat penyelenggaraan Steak Maranggi Festival 2015. Penonton mulai memenuhi jalanan yang sengaja ditutup ini, ketika MC membuka acara ini. Saya sempat penasaran sebeneranya apa yang istimewa dari Steak ini? Kenapa harus dimasak dan dibumbui sama dengan sate maranggi? Beberapa pertanyaan ini masih tersimpan sementara 8 penari dengan leluasa mengerakan badannya hingga membentuk formasi melingkar dan membawa kipas khas untuk mengipas sate. Saya sempat tersenyum dan menganggukan kepala tanda saya setuju dengan apa yang ditampilkan, bahwa Purwakarta dan Sate Maranggi sudah tidak dapat dipisahkan, luar biasa.

Sumber : Arie Goiq
Steak Maranggi ini merupakan rangkaian dari promosi kuliner Purwakarta yang ingin menggali lebih banyak potensi lokal dan dipadukan dengan selera internasional. Bahan baku daging domba serta bumbu berasal dari Purwakarta sementara Steak sendiri merupakan unsur modern dan diminati oleh dunia internasional.

Sebanyak 75 sekolah menengah pertama/atas menyemarakan kontes yang memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah ini. Sebagai dewan juri terdapat Chef Aiko, Detik Food dan Perwakilan dari Purwakarta. Setelah merasakan sendiri daging domba dioleh dengan bumbu maranggi ini, kemudian disajikan menjadi steak, dewan juri sangat bangga dengan hasilnya, namun masih memiliki beberapa kekurangan yang harus segera di perbaiki.

Dan, akhirnya juara pertama untuk kompetisi kali ini diraih oleh SMK YPK Purwakarta yang meraih hadiah senilai 5 juta rupiah. Selamat kepada pemenang, saya bangga menjadi bagian dari Festival yang sangat menarik dan dapat dijadikan media kreativitas anak muda di Purwarta dan dapaat dicontoh oleh kota lainnya. Selamat menikmati steak maranggi. :D 

  • Share

Menikmati Sapporo Ramen di IPPUDO Pacific Place Jakarta


Sebelum bercerita tentang kelezatan Ramen Sapporo di IPPUDO Pasifi Place Jakarta, saya ingin mengajak kamu semuanya berwisata ke Sapporo terlebih dahulu. Bagi yang belum tahu mengenai Sapporo, saya ingin bercerita terlebih dahulu mengenai daerah yang berada paling utara di Jepang ini. 

Sapporo merupakan daerah Jepang paling dekat dengan kutub Utara. Tak heran apabila Sapporo beberapa kali menjadi tuan rumah Olimpiade musim dingin. Apalagi saya pernah melihat beberapa kali festival salju hadir di Sapporo. Wah, siapa sih yang tak menginginkan untuk berkunjung ke daerah ini, pastinya semuanya pengen kesana kan? Hayo ngaku deh.

Sapporo merupakan tempat tinggal pertama suku Ainu dan nama Sapporo juga berasal dari bahasa suku Ainu yang berarti Sungai besar. Nah, selain itu, Sapporo juga memiliki Tower yang difungsikan sebagai tower televisi. Sapporo TV Tower ini berada di dekat sungai Sosei dengan bentuk yang sangat mirip dengan Tokyo Tower

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Sapporo
Apabila berwisata di Sapporo dan ingin melihat seperti apa Tokyo Tower kunjungilah Sapporo TV Tower ini. Serupa tapi tak sama, bisa dibilang seperti itu. Setalah menelusuri lebih lanjut, Arsitek yang membuat Sapporo TV Tower sama dengan pembuat Tokyo Tower. Wah, pantas saja bentuknya hampir menyerupai. Tower ini memiliki tinggi sekitar 147,2 meter, wow tinggi juga walau tak setinggi Tokyo Tower yang memiliki ketinggian sekitar 332 meter.

Jadi kalau mau selfie dengan background Tokyo Tower saat di Sapporo, jangan khawatir karena Sapporo TV Tower siap menjadi latar belakang foto kamu. 

Jadi semakin ingin pergi ke Sapporo. Ganbatte ne, Salman kun! 

Sapporo Ramen
Chicken Miso Ramen
Selain Sushi, makanan favorite saya adalah Ramen. Alasannya sih sederhana, karena porsi ramen memang banyak hahaha. Namun bukan hanya porsinya saja, namun karena kaldunya yang lezat. Apalagi jika di tambah dengan potongan Ayam yang lembut serta ditambah dengan telur setengah matang, hmmm membayangkannya saja sudah membuat saya lapar. 

Nah, kalau jenis Ramen yang pernah saya coba memang ada beberapa, namun tak semuanya saya hapal jenisnya. Bisa saja Ramen yang saya santap ini merupakan jenis yang spesial atau mencoba Ramen instan yang pernah saya beli di supermarket. Setahu saya, Tokyo Ramen adalah yang mendomainasi beberapa Restoran di Jakarta. Namun siapa sangka, saya mendapatkan kejutan, karena ternyata Sapporo Ramen ini hadir juga di Jakarta, tepatnya di IPPUDO Indonesia di Pasific Place.

5 Words of Sapporo Ramen 


Wow, setalah di santap, selain kelezatannya, ternyata banyak bumbu yang spesial yang beradu dalam satu mangkuk besar. Apalagi dengan tambahan sambal yang super pedas dan bumbu lain membuat Ramen ini semakin "Oishii".

Oh iya saya mendefinisikan Sapporo Ramen dalam 5 kata, so cek this out. 

Hokkaido (Sapporo)


Seperti yang diketahui, Sapporo merupakan Ibukota dari perfektur Hokkaido. Citarasa yang ditawarkan sangat berbeda dari jenis Ramen yang sudah ada di beberapa Ramen di Jakarta. Salah satu ciri khas dari Sapporo Ramen sendiri adalah Rasa Miso yang yang kuat dan bumbunya juga sangat beragam seperti irisan daging ayam, tamago atau telur, sayuran dan masih banyak campuran di dalam Ramen.

Miso

Tak hanya satu atau dua jenis miso yang berada dalam satu mangkuk besar Ramen ini, tetapi mengunakan lima bumbu miso yang berbeda sehingga sangat kuat rasa Miso. Jadi tidak diragukan lagi rasa Misonya.


Sayuran

Bukan Ramen dari Sapporo namanya kalau tak dilengkapi dengan sayuran yang melimpah. Untuk menyesuaikan dengan rasa Indonesia, IPPUDO sengaja menyajikannya dengan kubis atau kol sebagai bagian dari Rame. Wow.


Bomb

Wah kok ada bomb segala di IPPUDO Indonesia. Bukan bom itu kok, yang dimaksud adalah Chili Bomb dengan pilihan level satu sampi dengan level 5. 


Free

Nah, bagi muslim, Sapporo Ramen ini disajikan Pork Free. Ramen disajikan dengan Mangkuk, Sumpit dan semua peralatan di bedakan dengan yang Pork. Jadi jangan khawatir karena memang terjamin halalnya.

Informasi IPPUDO Indonesia

Alamat 
Pacific Place 5th Floor - Unit 5.37
SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53
Jakarta Selatan 12190 - INDONESIA

Telephone
 +6221 5797 3339 - F. +6221 5797 3196

Social Media 
Facebook IPPUDOIndonesia
Twitter @ippudoIDN
Instagram @ippudoindonesia

Website 
  • Share

Jajanan Khas Tegal

Salah Satu Jajanan Khas Tegal, yaitu Tahu "Aci"

Sebelum masuk ke kuliner, saya akan cerita mengapa saya harus sering (balak-balik) ke Tegal? Jawabnya simple, setelah Mamah harus dirujuk di Rumah Sakit Islam Harapan Anda Tegal. Saya akhirnya tinggal sementara di Tegal. Karena setiap hari, bahkan saya harus menginap untuk menemani Mamah yang masih menempati ruang ICU kala itu, karena itulah saya  menikmati dan mencoba berbagai macam jajanan atau kuliner Khas Tegal.

Secara geografis, Tegal termasuk wilayah Jawa Tengah. Tegal sendiri memiliki dua adminstratif yaitu Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Namun, untuk masalah kuliner, Tegal adalah satu kesatuan, karena memiliki "taste" atau rasa yang sama antara kedua daerah yang hanya terpisah oleh administratifnya saja.

Dahulu, pada masa sekolah di Pemalang, saya mendengar bahwa Tegal merupakan kota terbesar setelah Semarang untuk pertumbuhan pembangunan dan teknologinya. Tak salah apabila Rumah Sakit International berbondong-bondong untuk membuka cabangnya disini.


Mulai dari Tahu "Aci" sampai ke Jajanan Pasar 

Taste atau rasa yang ditawaran dari Jajanan Khas Tegal ini selaras dengan taste jajanan di Pemalang. secara geografis tentunya anda sudah tahu Tegal dan pemalang itu bersebelahan. Bahkan secara Bahasa, kami memiliki bahasa yang sama, yaitu Jawa Ngapak. 

Tegal sangat khas dengan Tahu "Aci"nya. Bahkan karena sangat terkenalnya, warga Pemalang membuatnay dengan versi yang serupa tapi tak sama, alih-alih menyebutnya dengan Tahu "Aci", tahu khas pemalang malah terlihat sepeti Aci "Tahu" karena posri acinya yang lebih banyak di bandingkan dengan Tahunya.


Selain itu, Jajanan pasar sangat mendominasi kuliner Tegal. Saya ingat betul, kebisaan pada waktu kecil yang suka sekali jajanan pasar yang sudah dari dulu. Saya harus bangun pagi untuk merasakan khasan dari jajanan pasar. Ada macam-macam jajanan mulai dari bubur candil (Orang Jakarta menyebutnya dengan biji salak), lupis (seperti lontong, namun terbuat dari beras ketan dan ditabur atau di balur dengan parutan kelapa), getuk (makanan khas Magelang), dan masih banyak jajanan pasar yang terdapat di daerah Pemalang.

Sama dengan Pemalang, pada saat saya beberapa hari di Tegal pun menjumpai beberapa jajanan pasar yang sangat familiar. Sepertinya, saya mendapati rasa atau taste yang sama dengan di daerah saya. Feel like home kalau orang bule bilang. 


Serabi Solo tapi di Tegal


Saya sempat membacanya berulang-ulang. Ini Serabi Solo, namun ada di Tegal. Mungkin saja Serabi ini merupakan cabang dari Solo sana. 

Kejutan kedua muncul ketika saya membuka bungkus kertasnya. Saya melihat sesuatu yang berbentuk seperti risoles, namun ini adalah Serabi.

Serabi tapi digulung 
Rasa penasaran itu juga tumbuh lagi. Saya mencoba membuka bungkus daun pisang. Dan, kemudian mendapati Serabi dengan bentuk mirip pan cake namun digulung. 


Saya makan dengan pelan-pelan. Dan, oh my God, rasanya sungguh luar biasa enaknya. Norak ya, namun saya jujur loh. Baru kali ini saya menikmati jajanan seperti serabi ini, namun sangat enak. Rasanya bermacam-macam ada keju, susu, cokelat, dan rasa lainnya. Kapan-kapan saya harus merasakan Serabi khas Solo yang aslinya.

Soto "Tauto" atau "Tauco"

Dan, lagi-lagi kuliner khas Tegal ini memeiliki kesamaan rasa dengan Soto khas Pemalang (Selain Soto Gerombyang). Soto Tauco ini memang sangat khas dengan tambahan tauco yang menjadikan rasa soto ini lebih gurih dan sedap. Bahan-bahan lainnya yang ada di dalam Soto memiliki kesamaan dengan Soto-soto dari daerah lain.

Sumber Gambar : http://www.tripadvisor.co.id/Tourism-g790289-Tegal_Central_Java_Java-Vacations.html 
Kuah soto pada dasarnya merupakan kuah bening, tidak seperti Soto Betawi yang mencampurkannya dengan santan, nah untuk Soto Tauco ini menambahkan tauco sebagai penambah rasanya. Sekitar daerah Pemalang, Tegal dan Pekalongan atau mungkin beberapa daerah di Jawa Tengah memiliki ciri khas soto yang hampir serupa.

Daging "babat" atau jeroan yang khas juga menambah cita rasa soto ini. Satu hal lagi yang menambah kekhasan soto ini adalah penyajian yang mengunakan mangkuk yang kecil dan menjulang, berbeda dengan mangkuk yang biasa digunakan untuk bakso ataupun soto di daerah lain.


  • Share