Tutup Lembaran 2015 dan Membuka Tirai 2016


Buka tahun 2016 dengan sebuah harapan baru semangat baru dan menutup lembaran yang lama dengan sebuah simpulan yang rumit, namun cukup bangga karena dapat melewati semua suka, duka, tangis dan tawa dengan sebuah keberhasilan. Bukan keberhasilan secara materi melainkan sebuah keberhasilan yang lebih berharga, iya saya mendapatkan jalan menuju yang selama ini saya cita-citakan. Sebuah passion untuk melangkah lebih maju, bukan di dalam zona nyaman yang selama ini saya rasakan, namun sebuah jalan yang berliku nan terjal dengan sesasi luar biasa yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. 

Kilas Balik 2015


Berat memang melepas kenangan bersama Mamah. Bahkan, saat saya menuangkan kata-kata yang terurai bukanlah huruf namun lintasan memori yang kembali memanggil saat saya bersama Mamah. 

Januari tahun lalu, saat saya berada di Jakarta, sebuah kabar dari rumah mengucang jiwa saya. Betapa tidak, Mamah mengalami pendarahan otak setelah jatuh dan tak sadarkan diri. Kondisi Mamah tak juga membaik dalam beberapa hari, saya dengan perasaan tak tenang akhirnya memutuskan untuk menjenguk langsung. Benar saja, tubuh memar hampir membiru, bibir mengelembung, jarum infus menusuk tangan, kemudian dibantu dengan alat pernafasan, begitulah kondisi Mamah. Dalam hati menjerit, ingin rasanya menangis, namun wajah Ayah tergurat senyum dan bisa bercanda dalam kondisi yang seperti ini. Sungguh luar biasa.

Beberapa hari kemudian, kondisinya mulai memburuk, tekanan darah bahkan sangat tinggi hampir menyentuh rekor tertinggi yang pernah dialami Mamah. Walaupun kondisi memar di badan telah membaik, namun organ dalam belum menunjukan tanda ke arah membaik. Dengan kondisi tersebut, ICU lah jalan satu-satunya yang harus di tempuh. Selama sekitar 8 hari, Mamah mengalami koma. kondisinya mulai membaik, namun ginjalnya tak tertolong lagi dan harus di lakukan pencucian darah rutin. 

Kondisi peralatan Rumah Sakit di Pemalang yang kurang memadai mengharuskan Mamah untuk di rujuk ke Rumah Sakit di Tegal. Beberapa hari di ICU, kondisinya membaik dan kemudian pindah kembali ke ruang rawat inap. Beberapa hari kemudian Mamah sudah pulang ke rumah, namun harus tetap rutin cuci darah. Setelah rutin cuci darah, ternyata ada organ lain yang mengalami kerusakan yaitu hati. Terdapat beberapa kristal kecil yang berada di organ tersebut. Rupannya, setalah saya menjenguk Mamah di Tegal, sebelum di bawa ke Semarang, itulah waktu terakhir saya bertemu dengannya. Mamah menghembuskan nafas terakhir sehari setalah pulang dari Semarang. Semoga Mamah mendapatkan tempat istimewa di sisi Allah Swt. Amin.

Perjalanan


Bolak-balik Jakarta - Pemalang kemudian ditambah beberapa kali ke Tegal pada saat Mamah dirawat, membuat saya tahu arti sesungguhnya sebuah perjalanan. Tak terhitung berapa kilometer yang telah dilewati, tak terhitung berapa waktu yang telah di lewati dan tak terhitung berapa biaya yang dibutuhkan, namun yang lebih penting adalah perjalanan ini ada karena Mamahlah alasan dari semuanya. Mamah lebih berharga dari semuanya.

Kemudian, pada Bulan Mei, saya berkesempatan mengunjungi Banjarmasin, tepatnya pada acara pembukaan Rumah Belajar Samsung. Selain menghadiri acara tersebut, saya pun sempat mengunjungi tempat wisata seperti Pasar Terapung Muara Kuin dan pusat batu akik di Martapura. Sungguh pengalaman tak terlupakan. 

Beberapa daerah pun tak luput dari pijakan kaki saya seperti Cirebon dengan mengunjungi Goa Sunya Ragi, kemudian Semarang dan Bandung dalam rangka #LebaranTrip. Mengapa ketiga kota ini yang dipilih? Alasan bertemu temanlah yang mendasari saya singgah di kota-kota ini. Selebihnya, hanya mengusir penat rutinitas di ibukota dan menemukan setiap inspirasi yang terhimpun dalam sebuah memori.


Singapura dan Bangkok menjadi perjalanan yang tak terlupakan bersama 2 teman dari Indies Traveler. Saat di Bangkoklah pengalaman tak terlupakan itu terjadi. Singkatnya, kami menginap di sebuah hostel, setelah pulang, kami kaget dan tak menyangka bahwa barang-barang semuanya hilang. Raib tak bersisa. Dan, ternyata barang kami telah berpindah ke hostel yang satunya dalam satu manajemen. Usut punya usut, ternyata kedua pemilik hostel sedang terlibat masalah. Beruntung kami mendapatkan kamar pengganti yang besar dengan kapasitas 7 orang untuk kami bertiga. Hahaha.

Moment

Tahun 2015, banyak sekali moment yang tercatat dan tidak akan saya lupakan, salah satu yang terpenting adalah berdirinya JakartaCorners, menghadiri beberapa event seru seperti NET Goes You Bandung, Blogger Camp ID, menjadi Social Media Agent di Mandiri Karnaval. Serta masih banyak moment yang tidak dapat saya ceritakan dalam tulisan ini.

Resolusi 2016 



Tahun ini, bukan tidak mungkin tantangan makin menanjak dan semakin keras, namun sebagai manusia yang memiliki kemauan dan hasrat untuk mengejar cita-cita, tidak ada salah untuk berusaha mengapai semua mimpi.

Mengenai mimpi yang terwujud, saya memiliki cerita yang dapat memotivasi saya setiap saat. Setelah lulus dari Unnes, saya memiiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, salah satu tujuan saya adalah PPAk UI. Dengan tekad dan semangat, saya pun mendaftar ujian. Dengan bekal pengetahuan Akuntasi yang cukup dan kemampuan bahasa Inggris yang sedang-sedang saja, Ujian berhasil dilalui. Alhamdulillah, saya pun berhak menyandang stasus sebagai Mahasiswa UI. Wow, rasanya senang sekali. Entah kebetulan atau tidak, saya pernah bermimpi saya berada di tempat yang sangat mirip dengan UI. Dalam setiap kesempatan, saya juga selalu bersugesti bahwa saya akan menjadi mahasiswa UI. Dan terjadilah dengan mimpi itu.

Tulis Mimpi dan Wujudkan


Saya selalu berpendapat bahwa sesuatu yang ditulis dalam kertas kemudian diresapi suatu saat akan terwujud. Salah satu yang bisa saya wujudkan adalah traveling ke Korea Selatan. Percaya atau tidak, tiga tahun lalu, tepatnya Maret 2013, saya pernah merekam sebuah keinginan saya ke Korea Selatan, Eropa dan Jepang. Ternyata, satu tahun kemudian, saya beruntung bisa traveling ke Korea Selatan.



Dan, tahun 2016 ini, saya pun telah membuat satu video berisikan semua harapan dan resolusi di tahun ini yang semoga dapat terwujud dan menjadikan semangat dalam melakukan satu ataupun lain hal.



Semoga bisa keliling Asia, ASEAN dan Eropa dalam tahun ini. Semoga bisa menabung untuk membeli rumah dan mobil. Serta karir di bidang Audit akan semakin lancar. Dan yang pasti dalam dunia Blogger ini akan semakin bersinar, amin2. 

Tutup Lembaran 2015 dan Membuka Tirai 2016 Tutup Lembaran 2015 dan Membuka Tirai 2016 Reviewed by Salman Faris on 1/13/2016 06:43:00 PM Rating: 5

5 komentar:

  1. Aamiin YRA. Semoga terkabul semua harapan baiknya :)

    BalasHapus
  2. Sedih pastinya ya mas, semoga ibu mas selalu mendapatkan tempat terbaik...
    Keren jalan2 ternyata, ke luar negeri pula..semoga aku jg bisa kesana..amiien

    BalasHapus
  3. Aku membaca posting Salaman waktu ibu sakit. Madih turut berduka sampai sekarang, Man. Insya Allah beliau sudah tenang sekarang. Amin...

    Dan sekalipun simpulan 2015 ditutup dengan rumit, perjalanan dan kisah-kisah yg terjadi di dalamnya sungguh berarti. Srlamat ya :)

    BalasHapus
  4. Aamiin, semoga semua doanya terkabul. ^^

    BalasHapus
  5. Aamiin, semoga terkabul dan berjalan lancar. Trus jangan lupa ajakin aku keliling Eropa *dikeplakransel :)

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.